ISSN (Onlin. : 3046-5966 Volume 2 Nomor 1 Desember 2024 DOI: 10. 47575/mb. Page: 1-8 Standarisasi Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatrophoa curcas L. Parameter Spesifik dan Non Spesifik Tiara Alfia AAoyuni. Sela. Risma Nur Anggraeny. Nabil Karomah Program Studi S1 Farmasi. STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Indonesia Recieved: Juni 2024 | Revised: September 2024 | Published: Desember 2024 ABSTRAK Daun jarak pagar (Jatropha curcas L. ) merupakan tanaman alami Indonesia tergolong tumbuhan dikotil dan famili Euphorbiaceae dan genus Jatropha tanaman tesebut memiliki tinggi 1-7 m dengan cabang tidak beraturan. Daun jarak pagar (Jatropha curcas L) mengandung senyawa metabolit sekuder sehingga memiliki banyak manfaat dan khasiat. Salah satu cara untuk memperoleh senyawa metabolit sekuder yaitu dengan mengekstraksi tanaman jarak pagar. Penelitian ini bertujuan untuk standardisasi ekstrak tanaman daun jarak pagar yang berkhasiat sebagai obat. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi, uji parameter spesifik dan non spesifik. Parameter spesifik meliputi uji organoleptis, uji kandung senyawa kimia, uji kadar sari larut air dan etanol. Sedangkan parameter non spesifik meliputi kadar air, susut pengeringan, bobot jenis, kadar abu totol dan kadar abu tidak larut asam. Hasil yang diperoleh uji organolaptis warna hijau pekat, bau khas daun jarak, bentuk ekstrak kental dan rasa sepat. Senyawa kimia daun jarak yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, tanin, steroid dan terpenoid. Kadar sari larut air ekstrak daun jarak 32% dan kadar sari larut etanol 40%. Kadar air 6,03%. susut pengeringan 11%. bobot jenis 0,826 g/ml. abu total 0,3% dan tidak larut asam 0,29%. Kata Kunci: Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L. Parameter Spesifik dan Parameter Non Spesifik ABSTRACT Jatropha curcas leaves (Jatropha curcas L) are a natural Indonesian plant belonging to the dicotyledonous plants of the Euphorbiaceae family and the Jatropha genus. This plant has a height of 1-7 m with irregular Jatropha curcas (Jatropha curcas L) leaves contain secondary metabolite compounds so they have many benefits and properties. One way to obtain secondary metabolite compounds is by extracting jatropha plants. This research aims to standardize the extract of Jatropha leaf plants which have medicinal The research stages include extraction, and testing specific and non-specific parameters. Specific parameters include organoleptic tests, chemical compound content tests, water-soluble essence, and ethanol content tests. Meanwhile, non-specific parameters include water content, drying loss, specific gravity, total ash content, and acid-insoluble ash content. The results obtained by the organoleptic test are dark green color, distinctive odor of castor leaves, thick extract form, and astringent taste. The chemical compounds of castor leaves are alkaloids, flavonoids, saponins, polyphenols, tannins, steroids, and The water-soluble extract content of castor leaf extract is 32%, and the ethanol-soluble extract content is 40%. The water content is 6. 03%, the drying loss is 11%, the specific gravity is 0. 826 g/ml, the total ash content is 0. 3%, and the insoluble acid content is 0. Keywords: Jatropha Curcas Leaves (Jatropha curcas L. Specific Parameters and Non-Specific Parameters Corresponding Author: Email : tiaraalfia04@gmail. Address : Jl. Taman Praja No. Mojorejo. Kec. Taman. Kota Madiun. Jawa Timur This article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Tiara Alfia AAoyuni dkk. Standarisasi Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatrophoa curcas L. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai macam keanekaragamaan hayati, serta memiliki kondisi geografis dan iklim tropis mendukung tumbuhnya berbagai macam tanaman. Salah satu jenis tanaman yang mudah ditemui serta tumbuh subur di Indonesia adalah tanaman Jarak pagar (Jatropha curcas L) (Sadik dkk. , 2. Daun jarak pagar (Jatropha curcas L) tergolong tumbuhan dikotil dari famili Euphobiaceae dan genus Jatropha. Jatropha curcas L merupakan tanaman perdu setinggi 1-7 m dengan cabang tidak beraturan. Batangnya berkayu dan mengeluarkan getah jika dipotong atau dirusak. Bentuk daunnya bermacam-macam, memiliki 3 sampai 5 sudut dengan tulang daun menjari (Nasution dkk. Jatropha curcas L. mengandung senyawa metabolit sekunder sehingga memiliki banyak manfaat dan khasiat. Salah satu cara untuk memperoleh senyawa metabolit sekunder yaitu dengan mengekstraksi tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L. Ekstraksi adalah metode pemisahan beberapa zat berdasarkan tingkat kelarutan yang berbeda dari dua cairan berbeda yang sulit larut, seperti air dan pelarut organik lainnya. Prinsip ekstraksi yaitu melarutkan senyawa polar dalam pelarut polar dan senyawa nonpolar dalam senyawa nonpolar (Fakhruzy , 2. Daun jarak pagar (Jatropha curcas L. mempunyai khasiat sebagai anti malaria, koagulan atau penstabil darah, menurunkan demam, serta mempunyai efek antirematik dan penyakit kuning. Selain itu jarak pagar (Jatropha curcas L) mampu mengatasi beberapa penyakit yang disebabkan jamur, peng-hilang rasa nyeri atau analgesik (Nasution dkk. , 2. Obat obatan tradisional tersebut perlu dilakukan pengujian standar agar tetap terjamin mutu dan keamanannya. Standarisasi ekstrak merupakan suatu proses yang menjamin persyaratan mutu ekstrak tumbuhan. Standarisasi ekstrak tanaman daun jarak pagar diuji menggunakan parameter uji agar dijamin mutu Persyaratan mutu ekstrak dapat ditentukan dengan menggunakan parameter Sehingga diperlukan standarisasi untuk dapat mengetahui nilai suatu parameter tertentu dengan konstan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian uji spesifik maupun uji non spesifik pada ekstrak tanaman jarak pagar, untuk mengetahui kandungan dalam daun jarak pagar sehingga dapat berkhasiat sebagai obat. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya blender, jerigen, kertas saring, kain flannel, corong (Pyre. kaca, rotary evaporator (Labfre. , waterbath (Faithfu. , timbangan analitik (Ohau. , toples kaca, cawan porselin, beaker glass (Iwak. , labu ukur (Iwak. , gelas ukur (Iwak. , batang pengaduk, pipet, krus, piknometer (Iwak. , tabung reaksi, desikator, tanur (Thermo Scientif. , oven (Memmer. dan moisture analyzer (Amtast mb. Bahan yang digunakan diantaranya daun jarak pagar dari Ngawi, etanol 96%, aquades. HCl, methanol, serbuk Mg. KOH. FeCl3, pereaksi mayer dan Ekstraksi Daun jarak pagar (Jatropha curcas L. ) segar dan tidak berlubang sebanyak 10 kg diambil dari Desa Sumberbening. Kecamatan Bringin. Kabupaten Ngawi. Daun jarak pagar dicuci terlebih dahulu dan dikeringan dibawah sinar matahari ditutup dengan kain hitam karena kain hitam sebagai penghantar panas yang baik sehingga proses pengeringannya menjadi lebih optimal selain itu agar daun jarak tidak terkontaminasi debu dan kotoran. Setelah kering daun jarak dihalusakn hingga menjadi serbuk halus yang kemudian akan diekstraksi. Serbuk daun jarak pagar ditimbang sebanyak 700 gram kemudian dimaserasi dengan etanol 96% menggunakan perbandingan 1:5 (Sadik dkk. , 2. Selama 3 hari dan sesekali diaduk. Kemudian pisahkan maserat dengan ampas menggunakan kain flannel, lakukan remaserasi pada ampas daun jarak menggunakan etanol 96% dengan perbandingan 1:2 selama 1 hari. Pisahkan antara maserat dan ampas kemudian gabungkan hasil maserat maserasi dan hasil maserat remaserasi, setelah itu dilakukan pemekatan menggunakan rotary evaporator pada suhu 70oC dengan kecepatan 100 rmp sampai pelarut tidak menguap lagi dan diperoleh ekstrak kental (Torokano dkk. , 2. Mantra Bhakti, 2. 2024: 1-8 | 3 Selanjutnya, dilakukan perhitungan rendemen ekstrak yang didapat dengan menggunakan rumus Rahayu dkk. sebagai berikut: %Rendemen= (Berat ekstra. /(Berat serbu. y100% Parameter Spesifik Uji parameter spesifik yang dilakukan pada ekstrak daun jarak pagar meliputi kandungan kimia, organoleptis, penetapan kadar sari larut air dan larut etanol. Organoleptis Uji organoleptis meliputi bentuk, warna, aroma, bau dan rasa (Lamusu dkk. , 2. Uji Senyawa Kimia Uji Senyawna Alkaloid Pereaksi Mayer . alium tetraiodomerkurat (II)) digunakan untuk menguji senyawa Setelah melarutkan 0,5 gram ekstrak dalam 2 mililiter HCl 2%, panaskan selama lima menit dan saring. Sebanyak 2-3 tetes perekasi Mayer digunakan untuk menetesi hasil filtrat yang Endapan berwarna jingga atau kecoklatan akan terbentuk dari sampel yang mengandung alkaloid (Andriyanto , 2. Uji Senyawa Flavonoid Pereaksi serbuk magnesium (M. dan asam klorida pekat (HC. dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid. Perubahan warna menjadi merah atau jingga menunjukkan adanya senyawa flavonoid (Andriyanto dkk. , 2. Uji Senyawa Saponin Melarutkan 0,5 gram ekstrak ke dalam air suling, lalu tambahkan 10 tetes KOH. Panaskan penangas air pada suhu 50 derajat Celcius selama lima menit, kemudian kocok selama 15 menit. Terbentuknya busa yang stabil setinggi 1 cm dan bertahan selama lima belas menit menunjukkan adanya bahan saponin (Andriyanto dkk. Uji Senyawa Polifenol Menggabungkan 0,5 gram ekstrak dengan 10 ml air suling. Panaskan selama lima menit dan saring. Setelah filtrat terbentuk, tambahkan empat hingga lima tetes FeCl3 5% . Adanya fenol menunjukkan pembentukan warna biru tua atau hijau kehitaman (Andriyanto dkk. , 2. Uji Senyawa Tanin Dalam 0,5 gram sampel, reagen FeCl3 Adanya senyawa tannin menunjukkan bahwa terbentuk warna biru tua atau hitam kehijauan (Andriyanto dkk. Uji Senyawa Steroid Terpenoid 1 ml pereaksi Liberman-Burchard ditambahkan ke dalam 0,5 gram sampel. Terbentuknya warna biru tua menunjukkan adanya senyawa terpenoid, sedangkan terbentuknya warna hijau menunjukkan adanya senyawa terpenoid (Andriyanto dkk. , 2. Kadar Sari Larut Air Menyaring 1,25 gram ekstrak dengan 25 mililiter air suling. Pada penangas air pada suhu 100oC, filtrat diuapkan hingga kering. (Rahmaniati dkk. , 2. Selanjutnya, dilakukan perhitungan kadar sari larut air dengan menggunakan rumus Andrian dkk. sebagai berikut: Kadar =(A1-A. /By100% Keterangan: A0: bobot cawan kosong . A1: bobtt cawan hasil pengeringan . B: bobot sampel . Kadar Sari Larut Etanol Sebanyak 1,25 gram ekstrak jarak pagar dilarutkan dalam 50 ml pelarut etanol Setelah larut pindahkan ke dalam labu ukur 50 ml dan saring ekstrak terlarut dengan menggunakan kertas saring. Hasil penyaringan di ambil sebanyak 25 ml dan dikeringkan pada penangas air dalam suhu 100oC (Andrian dkk. , 2. Setelah itu timbang hasil ekstrak yang diperoleh. Selanjutnya, dilakukan perhitungan kadar sari larut etanol dengan menggunakan rumus Andrian dkk. sebagai Kadar= (A1-A. /By100% Keterangan: Tiara Alfia AAoyuni dkk. Standarisasi Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatrophoa curcas L. A0: bobot cawan kosong . A1: bobot cawan hasil pengeringan . B: bobot sampel . Parameter Non Spesifik Parameter non spesifik yang diujikan pada ekstrak daun jarak pagar termasuk kadar air, susut pengeringan, bobot jenis dan kadar abu. Uji Kadar Air Timbang 3 gram ekstrak jarak pagar dan masukkan dalam alat moisture analyzer Amtast mb65. Tekan tombol start pada alat tunggu hingga alat berhenti, kemudian membaca kadar air dalam ekstrak. Catat hasil pengambilan kadar airnya (Dayanti , 2. Uji Susut Pengeringan Menimbang 1 gram ekstrak dalam cawan yang telah dipanaskan pada suhu 105oC selama 30 menit. Sebelum ditimbang, ekstrak diratakan dalam crush porselin dan keringakan dalam oven pada suhu 105oC hingga berat konstan. Kemudian dinginkan dalam desikator hingga suhu kamar dan dicatat berat konstan yang dihasilkan (Andrian. Rochman. Selanjutnya, dilakukan perhitungan kadar susut pengeringan dengan menggunakan rumus Candra dkk. sebagai Kadar susut=(W-W. /W1y100% Keterangan: W: berat sampel . W1: berat sampel setelah dilakukan pengeringan . Uji Bobot Jenis Ekstrak ditimbang hingga 2,5 gram dan dilarutkan dalam etanol 96%. Setelah larut masukkan ke dalam labu ukur 50 Timbang piknometer kosong dan tambahkan ekstrak kedalam piknometer 25 ml hingga penuh. Kemudian timbang piknometer dan catat hasilnya. Selanjutnya timbang piknometer kosong 25 ml tambahkan aquadest kedalam piknometer hingga penuh kemudian catat hasilnya (Andrian dkk. , 2. Selanjutnya dapat dihitung bobot jenisnya dengan menggunakan rumus Zahra dkk. sebagai berikut: Bobot jenis=(W3-W. /(W2-W. Keterangan: W1: piknometer kosong W2: piknometer aquadest W3: piknometer ekstrak Uji Kadar Abu Total Masukkan 2 gram ekstrak jarak pagar dalam crush porselin yang telah ditimbang Masukkan kedalam alat tanur dengan suhu 600oC. Amati hingga suhunya turun sampai 100oC. Timbang setelah dingin dan berubah menjadi abu (Rahmaniati dkk. , 2. Selanjutnya dapat dihitung kadar abu dengan menggunkan rumus Rahmaniati dkk. sebagai Kadar=(W2-(Cy0,0. -W. / W1y100% Keterangan: W0: berat cawan kosong . W1: berat sampel awal . W2: berat cawan abu . C: berat kertas saring . Uji Kadar Abu Tidak Larut Asam Selama 5 menit, didihkan abu yang dihasilkan dari penetapan kadar abu dalam 25 ml asam sulfat encer. Kemudian saring menggunakan kertas saring dan air panas digunakan untuk membersihkan Abu yang telah disaring dan kertas saring dikembalikan ke dalam cawan Kemudian dipasakan dalam oven dengan perlahan hingga beratnya tetap dan ditimbang (Rahmaniati dkk. , 2. Selanjutnya dapat dihitung kadar abu dengan menggunkan rumus Narsa dkk. sebagai berikut: Kadar=. obot akhi. obot awa. y100% HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini digunakan sampel daun jarak pagar (Jatropha curcas L. ) dari Desa Sumberbening. Kecamatan Bringin. Kabupaten Ngawi. Penelitian ini bertujuan Mantra Bhakti, 2. 2024: 1-8 | 5 untuk standarisasi ekstrak tanaman daun jarak pagar yang berkhasiat sebagai obat. Standarisasi ekstrak tanaman daun jarak pagar diuji menggunakan parameter uji agar dijamin mutu keamannya. Berat ekstrak yang diperoleh dari 700gram simplisia daun jarak pagar adalah 15,4gram sehingga diperoleh hasil rendemen sebesar 2,2%. Tujuan perhitungan rendemen adalah untuk mengetahui persentase bahan yang tersisa selama proses ekstraksi dan mengetahui efisiensi proses yang dihasilkan (Senduk dkk. Nilai ekstrak yang diperoleh sebanding dengan nilai rendemen yang dihasilkan (Maryam dkk. , 2. Setelah itu, ekstrak dapat diuji dengan parameter spesifik. Uji parameter spesifik yang dilakukan pada ekstrak daun jarak pagar meliputi kandungan kimia, organoleptis, penetapan kadar sari larut air dan larut etanol. Uji organoleptis untuk memeriksa bentuk, warna, aroma, bau, dan rasa dengan bantuan panca indera (Tabel . Tujuannya adalah untuk memberikan pengenalan awal terhadap simplisia dan ekstrak dengan mendeskripsikan bentuk, warna, bau, dan rasa (Utami dkk. Tujuan skrining fitokimia adalah untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder yang ada dalam simplisia dan Ini juga dapat memberikan gambaran kualitatif tentang kandungan ekstrrak. Tujuan uji kandungan seyawa kimia adalah untuk memberikan gambaran awal tentang susunan kandungan kimia. Pada penelitian ini menguji kandungan senyawa fitokimia pada daun jarak pagar (Jatropha curcas L. ) (Tabel . yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, steroid, terpenoid, dan tanin (Andriyanto dkk. , 2. Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Organoleptis Ekstrak Daun Jarak Pagar Organoleptis Hasil pengamatan Warna Hijau pekat Bau Khas jarak Bentuk Ekstrak kental Rasa Sepat Sumber: Data Diolah Pengujian kandungan senyawa kimia dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis senyawa yang terdapat pada tumbuhan dengan cara memeriksa reaksi uji warna menggunakan pereaksi warna (Saragih dkk. Hasil dari uji kandungan senyawa ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas ) mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, tannin, steroid dan terpenoid. Hal ini sama seperti hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan (Sadik dkk. , 2. Tabel 2. Hasil Uji Kandungan Senyawa Kimia Ekstrak Daun Jarak Senyawa Golongan Hasil Alkaloid Positif ( ) Flavonoid Positif ( ) Saponin Negatif ( ) Polifenol Positif ( ) Tannin Positif ( ) Steroid Negatif ( ) Terpenoid Positif ( ) Sumber: Data Diolah Tujuan penetapan kadar senyawa larut dalam etanol dan air adalah untuk menunjukkan betapa banyaknya kandungan senyawa aktif yang bersifat polar dan non-polar (Utami , 2. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa senyawa daun jarak pagar (Jatropha curcas L. ) lebih banyak larut dengan etanol dibandingkan dengan air. Hal ini menyatakan bahwa senyawa non polar yang terdapat dalam daun jarak pagar (Jatropha curcas L. ) lebih banyak dibandingkan senyawa polar (Tabel . Tabel 3. Hasil Uji Kadar Sari Larut Air dan Etanol Ekstrak Daun Jarak Pagar Uji Kadar Syarat Kadar Sari Larut Air Ou12% Kadar Sari Larut Etanol 40% Ou8% Sumber: Data Diolah Setelah dilakukan uji parameter spesifik dapat dilakukan uji parameter non spesifik. Parameter non spesifik yang diujikan pada ekstrak daun jarak pagar meliputi kadar air, susut pengeringan, bobot jenis dan kadar abu. Tiara Alfia AAoyuni dkk. Standarisasi Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatrophoa curcas L. Kadar air adalah parameter yang digunakan untuk mengukur residu air setelah proses pengeringan. Kadar air untuk simplisia dan ekstrak tidak boleh lebih dari 10%, dan untuk ekstrak kental harus antara 5 dan 30% (Utami dkk. , 2. Semakin tinggi kadar air suatu bahan, maka semakin besar kemungkinan ekstrak tersebut rusak dan membusuk akibat pertumbuhan mikroba. Selain itu, penguraian senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak dapat terjadi karena adanya aktivitas reaksi Oleh karena itu, kadar air sangat mempengaruhi kualitas dan stabilitas ekstrak serta proses produksi ekstrak (Marpaung dkk. Hasil yang diperoleh dari uji moisture analyzer sebesar 6,03% yang berarti kadar air dalam eksrak daun jarak pagar memenuhi syarat mutu O 10% (Tabel . Tabel 4. Hasil Uji Parameter Non Spesifik Uji Hasil Syarat Kadar air 6,03% O10% Susut pengeringan <11% Bobot Jenis 0,826g/ml Abu Total 0,3% O16% Tidak Larut Asam 0,29% O2% Sumber: Data Diolah Parameter susut pengeringan pada dasarnya adalah penaksiran sisa zat setelah pengeringan pada suhu 105oC sampai berat konstan yang ditetapkan sebagai persen. Tujuan parameter ini adalah untuk mengurangi jumlah senyawa yang hilang selama proses pengeringan (Utami dkk. , 2. Hasil uji susut pengeringan sebesar 11% menunjukkan bahwa memenuhi syarat ku-rang dari 11% karena susut pengeringan juga berfungsi sebagai pengganti kadar air yang menguap (Rahmaniati dkk. , 2. Hal ini menunjukkan jumlah air dan senyawa yang hilang selama pengeringan (Maryam dkk. , 2. Bobot jenis diartikan sebagai perbandingan kerapatan suatu zat terhadap kerapatan air dengan nilai masa persatuan Penentuan bobot jenis bertujuan untuk memberi batasan tentang besarnya massa per- satuan volume yang merupakan parameter khusus ekstrak cair sampai menjadi ekstrak kental yang masih dapat dituang, bobot jenis juga terkait dengan kemurnian ekstrak dari kontaminasi (Rahmaniati dkk. , 2. Bobot jenis ekstrak daun jarak pagar sebesar 0,826 g/ Pengukuran kadar abu dilakukan untuk memberikan gambaran tentang kandungan mineral internal dan eksternal dari tahap awal produksi hingga akhir proses pembuatan ekstrak (Maryam dkk. , 2. Hasil dari kadar abu yang diperoleh ekstrak daun jarak pagar sebesar 0,3% yang berarti memenuhi syarat kandungan kadar abu total yaitu O16% (Departemen Kesehatan RI, 2. Kadar abu tidak larut asam dalam ekstrak daun jarak pagar sebesar 0,29%, yang berarti memenuhi syarat kurang dari 2%, menunjukkan adanya kontaminasi mineral atau logam yang tidak larut asam dalam sebuah produk (Maryam , 2. Adanya partikel silikat dari tanah atau pasir, serta unsur logam seperti perak, timbal, dan merkuri, ditunjukkan oleh kadar abu tidak larut dalam asam yang tinggi (Utami , 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil rendemen ekstrak daun jarak sebesar 2,2%. Pada uji parameter spesifik ekstrak daun jarak pagar dengan pengamatan organoleptis berwarna hijau pekat, bau khas jarak, bentuk ekstrak kental dan rasa sepat. Ekstrak daun jarak pagar mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, tanin, steroid dan Kandungan senyawa dalam ekstrak daun jarak pagar yang larut dalam air 32% dan senyawa yang larut dalam etanol 40%. Pada uji non spesifik dalam pengamatan kadar air menunjukkan kadar 6,03%. Hasil pengujian susut pengeringan diperoleh kadar sebesar 11%. Dalam pengamatan uji bobot jenis ekstrak daun jarak diperoleh sebesar 0,826 g/ml. Kadar abu total yang diperoleh sebesar 0,3% dan kadar abu tidak larut asam sebesar 0,29%. Mantra Bhakti, 2. 2024: 1-8 | 7 DAFTAR PUSTAKA