Vol. No. Januari-Juni 2025, 1-8. Homepage: https://ejurnal. id/jbd Fermentasi Pakan Maggot (Hermetia illucen. untuk Sintasan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Nurwahidah1. Frida Alifia2*. Heriansah3 1,2,3 Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Email: frida2alifia@gmail. Abstract This study aims to examine the effect of fermented maggot feeding on the survival and growth of tilapia (Oreochromis niloticu. as an effort to increase feed efficiency in fish farming. Maggots are known as an alternative feed source rich in protein, but the fermentation process is needed to increase the digestibility and availability of nutrients. This study was conducted for six weeks at the Moncongloe Aquaculture Institute using an experimental trial method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments, namely A . aggots without fermentation as a contro. B . aggots fermented with SLS). C . aggots fermented with EM. , and D . aggots fermented with Yakul. , with each treatment being repeated three times. The main parameters measured included survival and absolute weight growth of tilapia. Based on the results of the study, the highest survival data was obtained in treatment B with a value of 86. 7%, followed by treatments C and D which were each 83. 3%, and treatment A . Meanwhile, the absolute weight growth parameter showed the highest value in treatment B at 5. 92 g, followed by treatment C at 5. 79 g, treatment D at 5. 58 g, and treatment A at 5. 29 g. The results of the analysis of variance (ANOVA) revealed that the provision of fermented maggot feed did not have a significant effect on the survival of tilapia, but had a significant effect on its absolute weight growth. The treatment of maggot fermented with SLS . reatment B) showed superior results compared to other treatments, indicating that certain types of fermentation can increase the effectiveness of feed in supporting the growth of tilapia. Thus, this study provides scientific evidence that maggot fermentation, especially using SLS, is a potential method to improve the quality of fish feed, so that it can be applied as an innovation in the development of more efficient and sustainable fish farming. Keywords: Fermentation, growth. Hermetia illucens, tilapia PENDAHULUAN Salah satu cara manusia dapat meningkatkan hasil produksi perikanan adalah melalui budidaya Pada tahun 2050, konsumsi produk hewani akan meningkat sebesar 60% karena pertumbuhan demografi, dengan budidaya perairan dianggap sebagai salah satu sektor peternakan yang paling mampu memenuhi permintaan global produk hewani, (Kabangnga & Alfarifdi, 2024. Kusuma, 2020. Saputra et al. , 2. Di Indonesia, masyarakat telah membudidayakan berbagai jenis ikan air tawar, (Mashur et al. , 2020. Syamsunarno & Sunarno, 2. Ikan air tawar tidak hanya memiliki nilai gizi yang tinggi, tetapi juga nilai ekonomis yang tinggi untuk diperjualbelikan, seperti ikan nila (Oreochromis niloticu. Menurut Heriansah et al . Ikan nila (Oreochromis niloticu. adalah salah satu jenis ikan yang sangat penting untuk produksi perikanan karena keunggulan biologinya, memiliki toleransi lingkungan yang luas, metode budidaya yang mudah, rasa daging yang disukai, harga yang relatif murah, dan aspek ekonomis yang praktis. Semua ini telah mendorong peningkatan nilai budidaya ikan nila Menurut Iskandar & Elrifadah . kebutuhan nutrisi ikan secara umum mencakup protein antara 20-60%, lemak 4-18%, karbohidrat 10-15%, kadar abu dalam pakan maksimal 15%, dan serat kasar yang idealnya tidak 2 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 1-8 Homepage: https://ejurnal. id/jbd lebih dari 8%, meskipun ikan masih dapat mentolerir serat kasar dalam kisaran 8%-12%. Ikan nila (Oreochromis niloticu. termasuk salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai tinggi dan permintaan pasar yang banyak, (Dailami et al. Heirina et al. , 2. Permintaan pasar juga peningkatan produksi ikan nila terus dilakukan akan tetapi terdapat kendala dalam kegiatan budidaya yaitu mahalnya biaya pakan. Pakan sangat penting untuk budidaya ikan, baik di perairan tawar, laut, maupun payau. Jumlah pakan yang tersedia sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang Dalam budidaya ikan, kebutuhan pakan yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan ikan. Saat ini, masalah pemanfaatan bahan pakan belum sepenuhnya teratasi, sehingga terjadi kompetisi antara pangan dan pakan, terutama pakan yang mengandung protein. Hal ini menciptakan dilema bagi para pembudidaya, (Djissou et al. , 2. Harga pakan yang tinggi adalah salah satu kendala yang paling banyak dikeluhkan petani dalam usaha perikanan. Pada kegiatan budidaya, 60-70% dari total biaya produksi dihabiskan untuk pengadaan pakan, (Fradina & Latuconsina, 2. Biaya produksi yang paling signifikan terdiri dari pakan sebagai sumber energi pertumbuhan yang berkisar antara 35-60%, (Djissou et al. , 2016. Yonarta et al. , 2. Peningkatan biaya bahan pakan tentu saja menjadi perhatian penting bagi para pembudidaya. Untuk mengurangi penggunaan pakan pelet, dibutuhkan pakan alternatif yang murah dan mudah didapat dan memiliki kandungan nutrisi yang baik, serta ketersediaannya yang melimpah, (Murni, 2. Maggot adalah larva lalat BSF (Black Soldier Fl. yang dapat digunakan sebagai alternatif pakan untuk mengurangi biaya pakan. Maggot menggunakan limbah atau sampah organik. Untuk membudidayakan maggot yang relatif murah, pengeluaran pembudidaya tidak terlalu besar, pakan alami ini yang digunakan sebagai bahan baku pakan ikan karena tersedia sepanjang waktu, tidak berbahaya bagi ikan, mengandung nutrisi yang diperlukan ikan, dan tidak berkompetisi dengan kebutuhan manusia. Maggot (Hermetia illucen. adalah salah satu jenis serangga yang digunakan sebagai sumber pakan protein. Silmina et al . Maggot (Hermetia illucen. adalah bahan yang ideal untuk digunakan sebagai pengganti pakan karena E ISSN: 3032-3177 kandungan nutrisinya yang bermanfaat bagi ikan. Menurut (Lestari et al. , 2. kandungan nutrisi maggot meliputi protein . ,47-47,27%), lemak . ,38-24,55%), abu . ,39-10,31%), dan serat kasar . ,41-17,57%). Disamping akan kelebihan dari maggot tersebut terdapat kekurangannya yaitu memiliki kandungan serat kasar yang tinggi sehingga menjadi kendala bagi pembudidaya. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk mengurangi serat kasar tersebut melalui proses fermentasi. Fermentasi adalah metode pemanfaatan mikroba untuk meningkatkan kualitas bahan baku Rostika & Safitri . Menurut Rostika & Safitri . Dengan mengurangi kadar serat kasar dan lemak yang dapat meningkatkan kecernaan dan kandungan protein kasar, proses fermentasi juga meningkatkan nilai nutrisi pakan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan EM4 dalam perikanan, seperti pada pertumbuhannya (Anis & Hariani, 2. Selain itu, penelitian oleh SyaAobani et al. mengungkapkan bahwa penggunaan probiotik yang mengandung Staphylococcus sp. dan Bacillus pada budidaya lele (Clarias sp. ) dapat memperbaiki pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Terdapat penelitian terdahulu terkait penggunaan maggot sebagai pakan ikan. Salah satu contohnya adalah penggunaan maggot pada ikan balashark yang menghasilkan laju pertumbuhan spesifik sebesar 6,51% (Fahmi et al. , 2. Selain itu, pemberian maggot sebagai pakan ikan gurame menghasilkan laju pertumbuhan sebesar 8,6% (Sugianto, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan maggot yang difermentasi terhadap sintasan dan pertumbuhan ikan Fermentasi maggot diharapkan lebih meningkatkan sintasan dan pertumbuhan ikan nila. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Juni 2024. Penelitian ini dilaksanakan di Institut Akuakultur Moncongloe dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Alat yang digunakan adalah aquarium, seser, aerator, aerasi timbangan, mangkok, meter, selang sipon, smartphone, gelas ukur, ember, jangka sorong, alat tulis, mistar. Do Bahan yang digunakan yaitu Maggot kering. Ikan nila. SLS. EM4. Yakult. Air. Rancangan percobaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali Perlakuan 3 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 1-8 Homepage: https://ejurnal. id/jbd merupakan pakan maggot (Hermetia illucen. yang sebagaimana berikut: Perlakuan A Perlakuan B Perlakuan C Perlakuan D 100% pakan maggot Maggot 100 g fermentasi enzim nano (SLS) 20 mL Maggot 100 g fermentasi mikroba multivarian (EM. 20 Maggot 100 g fermentasi Lactobacillus (Yakul. 20 mL. Adapun beberapa tahapan yang dilakukan dalam memberikan perlakuan, yaitu tahap persiapan. Tahap pemeliharaan dan pengukuran, tahap pengumpulan data. Sedangkan variable yang diukur dalam penelitian ini adalah . Sintasan atau Survival Rate(SR). Pertumbuhan. Metode sampling pada penelitian ini adalah purposive Sampel pada penelitian ini adalah ikan nila (Oreochromis niloticu. dengan populasi 10 ekor perwadah. Sampel ikan nila untuk pengukuran diambil menggunakan teknik sampling total . dengan menimbang sebanyak 10 ekor pada setiap ulangan atau 30 ekor setiap Sedangkan, teknik analisis data, yaitu Data sintasan dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticu. dianalisis menggunakan analisis ragam atau Analisis of variance (ANOVA) untuk mengevaluasi apakah pemberian pakan maggot yang difermentasi berpengaruh terhadap sintasan dan pertumbuhan. Apabila hasil analisis menunjukkan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengkaji perbedaan antar perlakuan dan uji lanjut dengan menggunakan software SPSS versi 29. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dan membandingkan dengan literatur yang ada. HASIL DAN PEMBAHASAN E ISSN: 3032-3177 memperlihatkan data yang bervariasi disajikan pada gambar 1 di bawah ini: Angka yang diikuti huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata berdasarkan hasil uji Anova ( = 0,. Data adalah nilai rata-rata dari n=3 Gambar 1. Sintasan Ikan nila (Oreochromis Gambar 1 menunjukkan bahwa rata-rata sintasan ikan nila berada ada kisaran 73%-86%. Perlakuan yang menghasilkan sintasan tertinggi adalah perlakuan B . aggot yang difermentasi dengan SLS) sebesar 86,7%, kemudian disusul perlakuan C . aggot yang difermentasi dengan EM. sebesar 83,3%, dan perlakuan D . aggot yang difermentasi dengan yakul. sebesar 83,3%, sedangkan perlakuan yang menghasilkan sintasan terendah adalah perlakuan A . aggot tanpa fermentas. sebesar 73,5%. Hasil analisis ragam sintasan ikan nila (Lampiran . diperoleh nilai pada taraf kepercayaan 95% (P>0,. Dengan demikian secara statistik dapat dinyatakan bahwa sintasan ikan nila yang dipelihara selama 6 minggu dengan pemberian pakan maggot kering yang difermentasi dengan SLS. EM4, dan Yakult tidak menunjukkan variasi yang tinggi antar perlakuan . idak berpengaruh nyat. Namun demikian, ada kecenderungan sintasan yang dihasilkan dari pakan maggot yang difermentasi dengan SLS dlebih tinggi dibandingkan dengan pakan maggot dan maggot yang difermentasi dengan EM4 dan yakult. Pertumbuhan Hasil Sintasan Sintasan atau tingkat kelangsungan hidup sangat berkaitan dengan tingkat produksi yang diperoleh dan ukuran ikan yang dipelihara. Sintasan ikan nila (Oreochromis niloticu. yang Sintasan dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui toleransi dan kemampuan ikan untuk hidup. Hasil pengamatan terhadap sintasan ikan nila selama 6 minggu pemeliharaan dengan pakan maggot yang difermentasi Secara umum tujuan utama kegiatan budidaya adalah mendapatkan pertumbuhan organisme yang optimal pada organisme yang dibudidayakan secara bersamaan pada media yang sama sehingga produktivitas usaha dapat dicapai secara optimal. Pertumbuhan ikan yang tinggi juga merupakan target utama kegiatan budidaya karena pertumbuhan menentukan jumlah produksi yang dicapai selama masa pemeliharaan. Awalnya ikan nila dipelihara dengan bobot awal rata-rata 2 gr per ekor yang tidak berbeda secara signifikan pada setiap perlakuan pakan. Namun, seiring dengan 4 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 1-8 Homepage: https://ejurnal. id/jbd lamanya pemeliharaan, bobot mingguan ikan nila selama 6 minggu pemeliharaan relatif bevariasi pada setiap perlakuan sebagaimana pada gambar 2 di bawah ini: Gambar 2 berat rata-rata migguan ikan nila (Oreochromis niloticu. Hasil rekapitulasi data pertumbuhan bobot mutlak selama 6 minggu masa pemeliharaan tersaji pada Gambar 3 di bawah ini: Angka yang diikuti huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata berdasarkan hasil uji Anova ( = 0,. Data adalah nilai rata-rata dari n=3 Gambar 3. pertumbuhan bobot mutlak ikan nila (Oreochromis niloticu. Gambar 3 menunjukkan bahwa perlakuan B memberikan rata-rata pertumbuhan berat mutlak ikan nila tertinggi dengan nilai sebesar 5,92 g diikuti berturut-turut oleh perlakuan C sebesar 5,79 g, perlakuan D sebesar 5,29 g dan nilai berat mutlak terendah terdapat pada perlakuan A sebesar 5,58 g. Hasil analisa sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan bahan fermentasi pada pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,. terhadap pertumbuhan berat mutlak ikan nila, sehingga dilakukan uji lanjut Tukey untuk mengatahui perlakuan terbaik. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan B berbeda nyata dengan perlakuan A namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan C dan D. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dikatakan bahwa perlakuan B . akan maggot yang difermentasi dengan SLS) merupakan perlakuan terbaik. E ISSN: 3032-3177 Hasil rekapitulasi data pertumbuhan panjang total ikan nila selama 6 minggu masa pemeliharaan tersaji pada Gambar 4 di bawah ini: Angka yang diikuti huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata berdasarkan hasil uji Anova ( = 0,. Data adalah nilai rata-rata dari n=3 Gambar 4 pertambahan panjang total ikan nila (Oreochromis niloticu. Gambar 4 menunjukkan hasil pengukuran pertambahan panjang tubuh ikan nila tertinggi terdapat pada perlakuan B . ermentasi maggot denga SLS) dengan pertambahan panjang 3,77 mm dan pertambahan panjang terendah ada pada perlakuan A . aggot tanpa fermentas. yaitu 3,17 Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambaha bahan fermentasi berpengaruh nyata . <0,. terhadap Pertambahan Panjang Total, ikan nila. Selanjutnya, hasil uji Tukey HSD mengindikasikan bahwa pemberian pakan maggot SLS menghasilkan Pertambahan Panjang Total yang tertinggi dan berbeda nyata (P<0,. dengan pakan maggot maggot dan maggot yang difermentasi dengan EM4 dan yakult. Kualitas Air Kualitas air merupakan salah satu faktor penting dan sangat berpengaruh penting terhadap sintasan dan pertumbuhan biota, termasuk ikan Hasil pengukuran kualitas air yang tercatat selama 6 minggu penelitian tersaji pada tabel 1 di bawah ini: Tabel 1. Nilai Pengukuran Kualitas Air Selama Penelitian Perlakuan Parameter Suhu (AC) Oksigen terlarut . g/L) 26,128,4 5,37,1 6,47,0 26,028,3 5,47,0 6,57,0 26,028,6 5,47,1 6,47,0 26,128,4 5,46,9 6,56,9 5 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 1-8 Homepage: https://ejurnal. id/jbd Sumber: hasil penelitian Pembahasan Sintasan Sintasan ikan nila yang diberikan pakan maggot kering yang difementasi dengan SLS. EM4, dan yakult sejauh ini belum ada informasi ilmiah pada penenlitian terdahulu. Namun fermentasi pada media pakan pada maggot basah telah banyak dipublikasikan dengan nilai persentasi sintasan yang juga tinggi sebagaimana pada penelitian ini. Sintasan ikan nila yang diberikan pakan dengan penambahan probiotik EM4 sebesar 97,67% ( Lestari et al. , 2. Sintasan ikan nila dengan pemberian probiotik EM4 sebesar 93,33% (Mokoginta et al. , 2. Sintasan pada larva ikan nila yang diberikan pakan maggot kering sebesar 76% (Himawan et al. , 2. Sintasan yang tinggi juga ditemukan diberbagai spesies yang menggunakan pakan dengan campuran probiotik. Ikan badut yang dipelihara dengan pakan yang diberikan campuran probiotik (EM. sebanyak 8 mg/l sebesar 36,33% (Fahmi et al. , 2. Sintasan ikan lele dengan pemberian EM4 sebesar 73,50% (Anis et al. Pada penelitian oleh Augusta . bahwa pemberian probiotik EM4 pada pakan memperoleh hasil tingkat kelansungan hidup benih ikan lele sangkuriang sebesar 80%. Sintasan yang tinggi juga pada ikan bandeng sebesar 100% pada semua perlakuan yang diberikan probiotik (Linayati et al. Pada penelitian ini sintasan pada pelakuan C (Pakan maggot yang difermentasi dengan EM. menunjukkan hasil terbaik setelah perlakuan B (Pakan maggot yang difermentasi dengan SLS) hal ini disebabkan karena Effective Microorganisms 4 (EM. Lactobacillus casei dan Streptomyces casei yang mampu meningkatkan daya serap nutrisi dalam pakan, sehingga dapat digunakan sebagai cadangan makanan atau untuk pertumbuhan (Arliani, 2. Menurut Andriyani . , nilai tingkat kelansungan hidup ikan rata-rata berkisar antara 73,5-86,0%. Menurut Mustofa et al. , . tingkat kelansungan hidup dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti penanganan pada ikan dan kualitas air, apabila penanganan yang dilakukan kurang tepat dapat menyebabkan ikan stres, sehingga kondisi kesehatan ikan menurun dan dapat menyebabkan kematian. Pada penelitian ini kematian ikan diduga terjadi pada saat melakukan E ISSN: 3032-3177 pengukuran ikan dimana ikan mengalami stres sehingga menyebabkan ikan mati. Sintasan dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu kualitas pakan, kuaitas benih, dn juga kualitas air yang baik. Pemberian pakan yang telah mengandung nutrisi yang cukup dapat membantu meningkatkan kemampuan ikan untuk bertahan Hal ini sesuai dengan pernyataan Prasetyo et al, . bahwa kelansungan hidup akan tinggi apabila didukung faktor kualitas dan kuantitas pakan yang sesuai serta kualitas lingkungan yang Pada perlakuan A. C, dan D tingkat kelansungan hidup ikan nila selama pemeliharaan tergolong baik, hal ini didukung oleh (Mulyani et , 2. yang menyatakan bahwa tingkat kelansungan hidup (SR) Ou50% tergolong baik, kelansungan hidup 30-50% sedang dan kurang dari 30% tidak baik. Pakan merupakan salah satu faktor yang eksternal penting karena merupakan sumber energi dari luar yang menunjang kehidupan jumlah dan kualitas pakan yang dikosumsi akan menentukan asupan energi yang dibutuhkan untuk hidup (Effendi, 2. Pakan yang diberikan pada penelitian ini adalah maggot kering dimana pakan ini pada umumnya memiliki sifat bertahan pada Hal tersebut menyebabkan pakan maggot lebih sulit mencemari lingkungan budidaya terutama dalam menghasilkan limbah amoniak di perairan (Heltonika, 2. Suarjunita et al. menemukan bahwa ikan lele yang diberikan pakan maggot memiliki kelansungan hidup yang signifikan lebih tinggi dibandingkan degan pakan Selain pemberian pakan maggot, pada perlakuan maggot juga diberikan tambahan bahan fermentasi berupa SLS, probiotik (EM4 dan Yakul. Penambahan bahan fermentasi pada pakan akan mempengaruhi aktivitas enzim pencernaan, sehingga proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pakan oleh tubuh ikan menjadi lebih baik. Probotik mampu meningkatkan proses penyerapan nutrisi pada pakan karena dibantu oleh bakteri probiotik di saluran pencernaan sehingga meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Menurut zainuddin et . , bakteri probiotik merupakan bakteri yang aman dan relatif menguntungkan dalam saluran pencernaan, bakteri ini menghasilkan zat yang tidak berbahaya bagi ikan tetapi justru menghancurkan bakteri patogen pengganggu sistem pencernaan sehingga dapat meningkatkan kekebaln tubuh ikan yang dapat membuat ikan bertaha hidup. Hal ini didukung oleh Iribarren et . , bahwa penggunaan probiotik dapat 6 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 1-8 Homepage: https://ejurnal. id/jbd meningkatkan tingkat kelansungan hidup ikan dan daya tahan tubuh terhadap infeksi patogen serta mengurangi pencemaran lingkungan karena akumulasi limbah di perairan. Dengan demikian penggunaan probiotik dapat mengurangi tingkat kematian yang disebabkan oleh patogen serta limbah perairan. Pertumbuhan Pertumbuhan terkait dengan pertambahan berat dan panjang ikan sehingga perannya relatif sama dengan sintasan yang sangat menentukan jumlah produksi yang dihasilkan pada kegaiatan Berdasarkan data mingguan diperoleh kecenderungan peningkatan berat ikan nila setiap minggu seiring lama pemeliharaan (Gambar . Adanya pertumbuhan selama pemeliharaan memberikan indikasi bahwa energi yang diperoleh dari pakan masih dan tersisa untuk pertumbuhan setelah digunakan dalam memenuhi kebutuhan untuk hidup. Pertambahan bobot akan terjadi bila jumlah nutrien yang diserap lebih besar dari pada yang dibutuhkan untuk pemeliharaan tubuhya. (Halver & Hardy, 2002. Weidner et al. , 2. Pertumbuhan ikan nila yang diukur pada penelitian ini adalah berat rata-rata mingguan, pertumbuhan bobot mutlak, dan pertambahan panjang total. Pertumbuhan bobot mutlak dan pertambahan panjang total ikan nila yang dipelihara selama 6 minggu pada penelitian ini Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan fermentasi pada media budidaya dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata pada beberapa parameter dalam proses pemeliharaan ikan nila. Pertumbuhan bobot mutlak dan pertambahan panjang total yang dihasilkan pada pakan yang diberikan baha fermentasi yaitu 5,58-5,92 g dan 3,20-3,77 mm, sedangkan pada pakan maggot yang tidak di fermentasi yaitu 5,29 g da 3,17 mm. dimana penambahan bahan fermentasi memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan ikan nila setelah dipelihara selama 6 minggu. Pertumbuhan merupakan suatu proses pertambahan bobot yang terjadi pada semua makhluk hidup termasuk ikan yang bersifat ireversibel . idak dapat kembali ke keadaan semul. , pertumbuhan ini dapat dilihat dengan adanya pertambahan bobot atau panjang pada suatu makhluk hidup yang disebabkan oleh pembelahan sel dalam jaringan tubuh makhluk hidup tersebut (Syadillah et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan bahan fermentasi berupa SLS. EM4 dan yakult pada media budidaya dapat meningkatkan E ISSN: 3032-3177 pertambahan bobot mutlak ikan nila (Oreochromis Perlakuan dengan penambahan bahan fermentasi pada media budidaya (Perlakuan B. C dan D) memiliki pertambahan bobot mutlak yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa penambahan bahan fermentasi (Perlakuan A). Tingginya pertambahan bobot mutlak pada perlakuan selain perlakuan A disebabkan oleh pengaruh dari bahan fermentasi SLS dan EM4 yang ditambahkan ke media budidaya dimana EM4 mengandung bakteri asam laktat (Lactobacillus case. dan salah satu jenis yeast yakni Saccharomyces cerevisiae. Adanya 2 mikroorganisme tersebut pada media budidaya pada perlakuan B. C dan D dapat membantu sistem pencernaan ikan nila sehingga lebih mudah mencerna pakan yang diberikan. Bakteri Lactobacillus casei dapat merombak protein kompleks menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna oleh ikan nila. Karel et al . mendapatkan hasil pertumbuhan panjang dan berat ikan mas (Cyprinus carpi. yang terbaik pada perlakuan dosis pro Pemberian bahan fermentasi EM4 15 ml/kg pakan. Selain itu. Lumbanbatu . menunjukkan hasil yang sama pada ikan berbeda yaitu ikan nila merah (Oreochromis niloticu. perlakuan dengan dosis EM4 15 ml/kg menghasilkan bobot yang lebih Meningkatnya pertumbuhan bobot mutlak pada setiap perlakuan dengan penambahan probiotik yakult yang didalamnya terdapat bakteri Lactobacillus Casei pada pakan diduga karena pakan bisa dicerna dengan baik oleh ikan nila salin sehingga pertumbuhannya juga meningkat. Hal ini didukung oleh pernyataan Arsyad, et al. , . yang menyatakan bahwa bakteri yang terkandung dalam probiotik dapat beraktivitas dengan baik ketika bakteri itu masuk ke dalam saluran Dilanjutkan dengan hasil penelitian Herdianto dan Zaeni . , yaitu pakan yang diberi tambahan probiotik ataupun bakteri Lactobacillus Casei lebih baik pertumbuhan bobotnya dibanding ikan yang hanya diberi pakan pellet tanpa campuran probiotik atau bakteri. Kualitas Air Parameter kualitas air diketahui sebagai salah satu faktor terpenting yang menentukan keberhasilkan budidaya (Dauda et al. , 2. Kinerja sintasan dan pertumbuhan ikan nila sangat dipengaruhi oleh faktor kualitas air, seperti oksigen terlarut air, suhu air, pH, dan amoniak (El-Hack et , 2. Rangkuman hasil pengukuran kualitas air pada penelitian ini (Tabel 4. menunjukkan 7 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 1-8 Homepage: https://ejurnal. id/jbd bahwa empat parameter umum kualitas air pada setiap perlakuan berada pada kisaran yang dapat ditoleransi oleh ikan nila. Oleh karena itu, nilai kualitas air pada setiap perlakuan ini nampaknya memberi konstribusi yang positif terhadap nilai sintasan dan pertumbuhan ikan nila yang dipelihara pada sistem multi-trofik. Oksigen adalah salah satu jenis gas terlarut dalam air (Effendi, 2. yang merupakan faktor penting untuk kegiatan budidaya karena terkait erat dengan aktivitas respirasi (Sahami et al. , 2. Oksigen terlarut dapat bersumber dari hasil fotosintesis oleh jenis fitoplankton atau jenis tanaman air, proses aerasi, oksidasi bahan organik, dan difusi dari udara (Effendi, 2. Nilai oksigen terlarut selama penelitian di setiap perlakuan relatif stabil dan berada di atas Ou 5 mg/L yang kondusif untuk pertumbuhan ikan nila (Lucas et al. , 2. Oksigen sangat penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila dengan kebutuhan DO minimum adalah 5 mg/L (El-Hack et al. Aerasi yang terus menerus dioperasikan selama penelitian dan proses fotosintesis dari padi (Srivastava et al. , 2. diduga berkotribusi pada tingginya oksigen terlarut pada penelitian ini. Suhu merupakan parameter fisika yang berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan organisme perairan, misalnya dapat mempengaruhi laju reaksi biokimia yang dapat mempengaruhi proses metabolisme dan proses reproduksi biota perairan (Syamsuddin, 2. Suhu air juga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup, proses pertumbuhan, tingkah laku, reproduksi, dan metabolisme ikan (Effendie. Suhu selama penelitian pada setiap perlakuan berada pada rentang 25,2Ae27,9 C yang aman dan mendukung kehidupan dan pertumbuhan ikan nila (Lucas et al. , 2. Kisaran suhu 20Ae 30AC cocok untuk budidaya ikan nila dalam hal kinerja sintasan dan pertumbuhan yang optimal (El-Hack et al. , 2. Derajat keasaman atau pH juga merupakan parameter penting kegiatan budidaya karena terkait dengan proses metabolisme dan respirasi (Syamsuddin, 2. pH didefinisikan sebagai logaritma negatif dari konsentrasi ion hidrogen [H ] yang berada pada nilai 0Ae14, dimana pH netral adalah 7, pH < 7 termasuk asam dan > 7 termasuk basa (Effendie, 2. Suhu yang tinggi dapat meningkatkan nilai pH dan toksisitas . dari akumulasi sisa metabolisme, sisa pakan, dan feses hasil budidaya. Suhu yang relatif E ISSN: 3032-3177 stabil dan tidak tinggi pada penelitian ini mempengaruhi nilai pH pada kisaran 6,4Ae 7,0 yang aman untuk kehidupan dan pertumbuhan ikan nila (Lucas et al. , 2. Meskipun ikan air tawar, termasuk ikan nila dapat beradaptasi terhadap perubahan pH air, disarankan memelihara pada pH yang optimal antara 5Ae8 (El-Hack et al. , 2. IV. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian, penggunaan pakan maggot kering yang difermentasi dengan SLS. EM4, dan Yakult memberikan pengaruh positif terhadap sintasan dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticu. Sintasan ikan nila yang diberikan pakan fermentasi, terutama dengan EM4, mencapai nilai tinggi karena probiotik yang mengandung Lactobacillus casei dan Streptomyces casei meningkatkan daya serap nutrisi dan kekebalan tubuh ikan. Penambahan fermentasi pada pakan juga meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak dan panjang ikan secara signifikan dibandingkan pakan tanpa fermentasi. Faktor lingkungan, seperti kualitas air, termasuk oksigen terlarut, suhu, dan pH, berada dalam rentang optimal selama penelitian, sehingga mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi pakan dengan bahan probiotik dapat meningkatkan efisiensi budidaya melalui peningkatan sintasan, pertumbuhan, dan kualitas lingkungan budidaya. DAFTAR PUSTAKA