Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 Hal 11 - 30 Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan PADA PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Ketut Ariasna. Santi Kurnia Ilahi ABSTRACT Levels of the companyAos ability to continue to compete is determined by the performance of the company itself. The Company is not able to compete in maintaining its performance will gradually displaced from its industrial environment and will face bankruptcy, so that the survival of a company can be reached, then management must improve its performance The financial statements are a source of information about the companyAos financial position, performance and changes in financial position, which is very useful to support decision making. Information presented in order to become more useful in decision making, financial data must be converted into useful information in making economic decisions. It is reached by way of analyzing the financial statements. Company performance can be determined from the analysis of financial statements, financial statements and analysis to interpretation in essence is to conduct an assessment of potential or financial performance and progress of a firm through financial statements, and of those statements can be made through the analysis of financial ratios. Financial ratio analysis is an alternative to test whether financial information useful for classification or prediction of a companyAos financial condition. Key financial ratios to be analyzed because of financial ratios affect the financial performance of companies that are formed from elements of financial statements which, when interpreted to obtain information about the companyAos financial condition in a given period so as to provide input and suggestions for the company. Given the breadth of the scope of the analysis of ratios, so in this study the authors tried to apply ratio analysis based on the Decree of the Minister for State Owned Enterprises (SOE. number: KEP-100/MBU/2002. The processed data is taken from corporate financial statements are the balance sheet and income statement from 2005 until 2009, and there are data supporting the operational data and administrative data are used to measure the extent to which the soundness of the company for the financial year the company concerned. Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 The study authors based analysis tool that the authors mentioned above can be concluded that during the period 2005 to 2009 PT. Copyright conformable Petrokopindo Gresik is a healthy company. Keywords: Financial Report. Decision. Performance PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Analisa meliputi penelaahan tentang hubungan dan kecenderungan untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha, dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak Analisa dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan dan bagaimana perubahan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah perkembangannya. Data keuangan perlu disusun dan disederhanakan kemudian dianalisa dan ditafsirkan sehingga dapat memberikan informasi yang berarti bagi pihak-pihak yang menaruh perhatian terhadap arah Pada umumnya, para pemakai laporan keuangan dapat dibagi kedalam dua golongan, yaitu para pemakai internal dan para pemakai Sehingga analisa yang digunakan meliputi analisa internal dan analisa eksternal, analisa internal digunakan oleh para pemakai internal perusahaan yang meliputi jajaran manajemen didalam perusahaan, sedangkan analisa eksternal digunakan oleh para pemakai eksternal perusahaan yang terdiri atas pemilik perusahaan, karyawan, investor, kreditor, badan pemerintah, masyarakat, dll. Laporan keuangan menjadi penting karena memberikan input . yang bisa dipakai untuk pengambilan keputusan. Banyak pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan, mulai dari investor atau calon investor sampai dengan manajemen perusahaan itu sendiri. Laporan keuangan akan memberikan informasi mengenai profitabilitas, resiko, timing aliran kas, yang kesemuanya akan mempengaruhi harapan pihak-pihak yang berkepentingan, dimana harapan tersebut pada giliran selanjutnya akan mempengaruhi nilai perusahaan. Secara umum ada tiga bentuk laporan keuangan pokok yang dihasilkan oleh suatu perusahaan yaitu neraca, laporan laba-rugi, dan laporan aliran kas. Laporanlaporan keuangan tersebut pada dasarnya ingin melaporkan kegiatan investasi, kegiatan operasional, dan kegiatan pendanaan sekaligus mengevaluasi keberhasilan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Metode-metode penilaian . , dan pengukuran . yang mendasari penyusunan laporan-laporan keuangan tersebut diukur dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Informasi yang diperoleh dari analisa laporan keuangan mencakup penilaian kinerja keuangan perusahaan yang mencerminkan keadaan keuangan baik yang telah lampau, saat sekarang, maupun yang akan datang. Tujuan dilakukannya analisa laporan keuangan adalah untuk mengidentifikasi setiap kelemahan keuangan yang dapat menimbulkan masalah dimasa depan, dan menentukan setiap kekuatan yang dapat Mengingat begitu besarnya peranan analisa laporan keuangan, oleh karena itu diperlukan suatu alat ukur yang dapat dipergunakan dalam menganalisa laporan Salah satu alat yang dipergunakan dalam menganalisa laporan keuangan yaitu dengan menggunakan rasio keuangan, dimana kegunaan dari analisa rasio keuangan akan berbeda-beda menurut para pemakainya. Analisa laporan keuangan dilakukan dengan maksud untuk menambah informasi yang ada didalam suatu laporan keuangan. Secara umum kegunaan analisa laporan Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. keuangan dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Hasil dari analisa laporan keuangan dijadikan sebagai basis pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan, yang dalam hal ini pihak eksternal maupun pihak internal perusahaan. Bagi pihak internal perusahaan hasil dari analisa laporan keuangan sangat besar peranannya terutama sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada masa yang akan datang, serta sebagai bahan evaluasi atas setiap kelemahan-kelemahan agar dalam penyusunan rencana untuk tahuntahun yang akan datang dapat diperbaiki. Bagi pihak eksternal perusahaan informasi dari analisa laporan keuangan perusahaan dapat dipergunakan sebagai suatu alat untuk menentukan tingkat kehandalan suatu PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik merupakan salah satu anak perusahaan yayasan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT. Petrokimia Gresik, dimana 50 % saham PT. Petrokopindo Gresik di pegang oleh Yayasan Petrokimia Gresik. Meskipun PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik bukan merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengingat begitu luasnya ruang lingkup analisa rasio sehingga dalam penelitian ini penulis mencoba untuk menerapkan teknik analisa rasio sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor: KEP100/MBU/2002, sehingga hasil dari analisa rasio tersebut dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur tingkat kesehatan suatu perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai tolok ukurnya. Berdasarkan perumusan masalah diatas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bahwa hasil informasi dari analisa laporan keuangan adalah sebagai suatu basis pengambilan keputusan terhadap kinerja keuangan perusahaan, baik bagi pihak internal perusahaan maupun pihak eksternal HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Perusahaan PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik (PT. PCS) berdiri sejak tahun 1990 tepatnya di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Nomor 126 Gresik sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan yang dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 2229 tahun 1998, yang sesuai dengan Akta Anggaran Dasar No : 13, tanggal 12 Agustus 2008 yang dibuat oleh Notaris Ratnasari Harwanti. SH dan disetujui perubahan Anggaran Dasarnya oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dengan Nomor : AHU-86727. AH. tahun 2009 tanggal 17 Nopember 2008, untuk selanjutnya disebut AuPerseroanAy. PT Petrokopindo Cipta Selaras Gresik bergerak dibidang usaha perbengkelan, usaha angkutan, usaha perdagangan umum dan jasa. Sedangkan ijin usaha perusahaan dengan SIUP No : 331/13-2/PB/VI/1990 tanggal 22 Juni 1990. Struktur PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik sebesar Rp 2,08 milyar, modal yang disetor sebesar Rp 1,24 milyar dengan komposisi pemegang saham masing-masing Yayasan Petrokimia Gresik sebesar Rp 620. 000 atau . %) dan PT. Petrosida Gresik sebesar Rp 000 atau . %). Saat ini perusahaan berada dalam lingkungan usaha yang syarat dengan persaingan sehingga kekuatan perusahaan terletak pada kemampuan dan kualitas produk yang diberikan pada Sasaran dan Strategi Perusahaan Sasaran dan strategi perusahaan pada masing-masing bidang usaha, antara lain : Bidang Angkutan Meningkatkan kemampuan penyediaan angkutan dengan menambah jumlah daerah tujuan angkutan. Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dengan Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 pengemudi dengan menetapkan standart dan prosedur kerja. Mencari peluang komoditi baru dengan melakukan koordinasi dengan mitra kerja. Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang perdagangan dengan melakukan pembinaan melalui training dan study Meningkatkan produktivitas angkutan melalui penggantian armada truck Bidang Ekspedisi Muatan Kapal laut (EMKL) Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) Meningkatkan penyediaan kapal dengan menambah unit kapal time charter. Melakukan pembinaan melalui training dan study banding dalam bidang Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). Bidang Bengkel Meningkatkan performa pelayanan bengkel dengan menetapkan tarif yang kompetitif. Melakukan bengkel resmi dengan membuat kontrak kerjasama dengan pihak yang berkompeten. Menjamin tercapainya kepuasan pelanggan dengan melakukan survey kepuasan pelanggan secara berkala. Bidang Persewaan Kendaraan Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dibidang pemeliharaan kendaraan dengan training dan study banding. Menetapkan standart dan prosedur kerja pemeliharaan kendaraan. Melakukan monitoring terhadap kendaraan agar siap pakai. Bidang Perdagangan Optimalisasi omset dan keuntungan dengan melakukan kerjasama dengan pabrikan diluar negeri sebagai agen Bidang Persewaan Alat Berat Menetapkan standart dan prosedur . reventive Menjaga dan meningkatkan performa kerja alat berat. Mencari peluang pangsa pasar baru alat berat diluar PT. Petrokimia Gresik. Bidang Mobil Bagging Unit (MBU) Meningkatkan jumlah kuantum atau tonase pengantongan. Mempertahankan program sinergi dengan mengoptimalkan peralatan Mobil Bagging Unit (MBU) yang Mencari pangsa pasar diluar PT. Petrokimia Gresik dan dengan menambah aktivitas pengantongan diluar captive market. Data Pendukung Dalam keuangan PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik, penulis menggunakan data-data yang berasal dari laporan neraca dan laporan laba/ rugi selama 5 . periode, yaitu mulai tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Tabel 2. Neraca Komparatif Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2004 s/d Tahun 2009 Uraian Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Surat Berharga Piutang Usaha Pendapatan Yg Msh Akan Diterima Persediaan Barang Dagangan Uang Muka Pajak Uang Muka Pembelian Biaya Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar Piutang Lain-Lain AKTIVA TETAP BERWUJUD Bangunan Kendaraan Peralatan Tanah Inventaris Kantor Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan . Nilai Buku Penyertaan Aktiva Dlm Penyelesaian Aktiva KSO AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD Sistem Informasi Manajemen AKTIVA LAINLAIN Pajak Pangguhan Jumlah Aktiva Lain-Lain JUMLAH AKTIVA Sumber : PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 Lanjutan Tabel 1. KEWAJIBAN, HAK MINORITAS & EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Usaha Hutang Pajak Biaya Yg Masih Harus Dibayar Hutang Lain-Lain Pendapatan Diterima Dimuka Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dlm Satu Tahun - Hutang Bank - Kewajiban Lainnya (KMK) Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Hutang Jangka Panjang : - Bank - Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Pasiva KSO Jumlah Kewajiban Tidak Lancar JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Statuter Saham Dalam Portapel . Modal Ditempatkan & Disetor Penuh Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan JUMLAH EKUITAS JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS & EKUITAS Sumber : PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Tabel 2. Neraca Laba-Rugi Komparatif Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2004 s/d Tahun 2009 URAIAN Tahun 2004 Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA/ (RUGI) KOTOR Beban Pemasaran . Beban Umum & Administrasi . Beban Bunga . Jumlah Beban Usaha . LABA/ (RUGI) USAHA BEBAN USAHA PENDAPATAN (BEBAN LAINLAIN) Pendapatan LainLain Beban Lain-Lain Pendapatan LainLain - Bersih LABA/(RUGI) SEBELUM PAJAK PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan . LABA/ (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH PERUSAHAAN ANAK LABA/ (RUGI) BERSIH Sumber : PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Masalah Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kinerja yang sesungguhnya dari suatu perusahaan tidak cukup hanya dengan melihatnya dari besaran laba yang dicapai. Yang tidak kalah pentingnya adalah dengan melihat kondisi keuangan perusahaan itu sendiri. Karena laba yang besar tidak selalu identik dengan kondisi keuangan yang baik walaupun idealnya memang harus demikian. Diadakannya penelitian terhadap laporan keuangan di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik adalah dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai tolok ukurnya. Laporan Keuangan kemudian dianalisa melalui analisa rasio sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor : KEP-100/MBU/2002, sehingga hasil dari analisa tersebut akan diperoleh informasi mengenai berbagai aspek yang diperlukan oleh pihak-pihak yang terkait, dimana informasi yang didapat dari analisa laporan keuangan adalah sumber dari lahirnya berbagai keputusan bagi pihakpihak yang berkepentingan, baik bagi pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan. Pemecahan Masalah Berikut ini adalah pengolahan data berdasarkan laporan keuangan PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik yang terdiri atas laporan neraca dan laporan laba/rugi. Data yang diolah dilandaskan pada Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor : KEP100/MBU/2002, yang meliputi aspek keuangan, operasional, dan administrasi. Hasil analisa ini berisi tentang informasi mengenai penilaian tingkat kesehatan perusahaan yang selanjutnya hasil dari informasi tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang terkait. Perhitungan Rasio Keuangan dan Interprestasi Terhadap Rasio Keuangan Berdasarkan Aspek Keuangan SK Menteri BUMN(No. KEP-100/MBU/2. Analisa Rasio Profitabilitas Tabel 2. 3 menggambarkan perhitungan atas rasio-rasio profitabilitas berdasarkan aspek keuangan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor : KEP100/MBU/2002, yang dipergunakan untuk menganalisa kinerja keuangan PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Tabel 2. Perhitungan Rasio Profitabilitas Periode 2005 sampai dengan 2009 Rasio ROE = Laba setelah pajak x 100 % Modal sendiri ROI = EBIT penyusutan x 100 % Capital employed *Capital employed = total aktiva Ae aktiva tetap dlm pelaksanaan Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2009 779 x 100 % = 0,3256 atau 32,56 % 483 x 100 % = 0,2037 atau 20,37 % 856 x 100 % = 0,3750 atau 37,50 % 342 x 100 % = 0,4250 atau 42,50 % 765 x 100 % = 0,4449 atau 44,49 % . x 100 % . 956 - 139. = 0,2545 atau 25,45 % . x 100 % . 089 Ae 172. = 0,3578 atau 35,78 % . x 100 % = 0,5057 atau 50,57 % . x 100 % = 0,4267 atau 42,67 % . x 100 % = 0,2309 atau 23,10 % Sumber : Data diolah Perhitungan Earning Before Interest and Tax (EBIT) Tahun 2009 Pendapatan Harga Pokok Penjualan Laba kotor Tahun 2008 Rp 211. (Rp 194. Rp 17. Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Beban Usaha : Beban pemasaran Beban umum dan Laba usaha Pendapatan lain-lain Laba sebelum bunga dan pajak Rp 7. (Rp 7. Rp 9. Rp 231. Rp 9. Tahun 2008 Pendapatan Rp 177. Harga Pokok Penjualan (Rp 166. Laba kotor Rp 11. Beban Usaha : Beban pemasaran Beban umum dan Laba usaha Pendapatan lain-lain Laba sebelum bunga dan pajak Rp 5. (Rp 5. Rp 5. Rp 5. Tahun 2007 Pendapatan Rp 86. Harga Pokok Penjualan (Rp 80. Laba kotor Rp 6. Beban Usaha : Beban pemasaran Beban umum dan Laba usaha Pendapatan lain-lain Laba sebelum bunga dan pajak Rp 3. (Rp 3. Rp 3. Rp 3. Tahun 2006 Pendapatan Rp 41. Harga Pokok Penjualan (Rp 37. Laba kotor Rp 3. Beban Usaha : Beban pemasaran Beban umum dan Rp 2. (Rp 2. Laba usaha Pendapatan lain-lain Laba sebelum bunga dan pajak Rp 1. Rp 1. Tahun 2005 Pendapatan Rp 26. Harga Pokok Penjualan (Rp 23. Laba kotor Rp 3. Beban Usaha : Beban pemasaran Beban umum dan Laba usaha Pendapatan lain-lain Laba sebelum bunga dan pajak Rp 2. (Rp 2. Rasio Profitabilitas Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan dalam mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dalam hal ini rasio profitabilitas terdiri dari return on investment (ROI) dan return on equity (ROE). Berdasarkan rekapitulasi 5 . tahun terakhir return on equity (ROE) mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dengan demikian kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen sudah cukup baik. Sedangkan besarnya nilai return on investment (ROI) selama 5 . tahun terakhir ini menunjukkan adaya penurunan yang cukup signifikan, hal ini menunjukkan perusahaan harus mampu meningkatkan keuntungannya dan mengoptimalkan pengelolaan aktiva yang diinvestasikan. Analisa Rasio Likuiditas Tabel 2 menggambarkan perhitungan atas rasio-rasio likuiditas berdasarkan aspek keuangan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor : KEP19 Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 100/MBU/2002, yang dipergunakan untuk menganalisa kinerja keuangan PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Tabel 2. 4 Perhitungan Rasio Likuiditas Periode 2005 sampai dengan 2009 Rasio Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Cash Ratio = kas bank s. berharga jk. pendek x 100 % Current liabilities x 100 % = 0,0733 atau 7,33 % . x 100 % = 0,1312 atau 13,12 % . x 100 % = 0,2769 atau 27,69 % . x 100 % = 0,3852 atau 38,52 % . x 100 % = 0,2101 atau 21,01 % Current ratio = current asset x 100 % Current liabilities 671 x 100 % = 0,6030 atau 60,3 % 287 x 100 % = 0,8240 atau 82,4 % 648 x 100 % = 1,1060 atau 110,6 % 133 x 100 % = 1,5468 atau 154,68 % 613 x 100 % = 1,0512 atau 105,12 % Sumber : Data diolah Rasio Likuiditas Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap hutang lancarnya . ewajiban perusahaa. Dalam hal ini rasio likuiditas terdiri dari cash ratio dan current ratio. Di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik cash ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan kas yang tersedia dan kas yang disimpan di bank. Sedangkan current ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. Pada tahun 2009 dapat diinterprestasikan bahwa setiap Rp 1 hutang lancar dijamin dengan Rp 1,0512 aktiva lancar. Analisa Rasio Aktivitas Tabel 2. 5 menggambarkan perhitungan atas rasio-rasio aktivitas berdasarkan aspek keuangan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor : KEP-100/ MBU/2002, yang dipergunakan untuk menganalisa kinerja keuangan PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Tabel 2. 5 Perhitungan Rasio Aktivitas Periode 2005 sampai dengan 2009 Rasio Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Collection period = total piutang usaha x 100 % Total pendapatan usaha = 17 hari x 365 hari = 12 hari 225 x 365 hari = 8 hari = 15 hari Perputaran persediaan = total persediaan x 365 hari Total pendapatan usaha = 2 hari x 365 hari 331 x 365 hari = 1 hari 251 x 365 hari = 5 hari = 7 hari Total asset turnover = total pendapatan Capital employed 885 x 100 % = 1,5569 atau 155,69 % 719 x 100 % = 2,3615 atau 236,15 986 x 100 % = 4,5013 atau 450,13 % 436 x 100 % = 5,3725 atau 537,25 % x 100 % *Total Pendapatan = total pendapatan usaha pendapatan lain-lain **Capital employed = total aktiva Ae aktiva tetap dalam x 365 hari x 365 hari Tahun 2009 074 x 365 hari = 18 hari 403 x 365 hari = 7 hari 958 x 100 % = 2,3295 atau 232,95 % Sumber : Data diolah Rasio Aktivitas Rasio ini untuk melihat pada beberapa asset, kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu. Dalam hal ini rasio aktivitas terdiri dari collection periods, inventory turnover, dan total asset turnover. Collection periods Di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik collection periods digunakan untuk mengukur angka rata-rata umur piutang. Untuk melihat baik tidaknya angka yang didapat dari Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. perhitungan collection periods tersebut perusahaan mempunyai kebijakan mengenai penentuan rata-rata umur piutang sebagai pembandingnya. Berdasarkan hasil penelitian penulis di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik pada tahun terakhir dapat diinterprestasikan bahwa dalam 1 tahun diperlukan waktu selama 18 hari untuk merubah piutang menjadi kas. Jadi collection periods digunakan untuk melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk melunasi piutang perusahaan . erubah piutang menjadi ka. Dengan semakin lama rata-rata umur piutang berarti semakin besar pula dana yang tertanam pada piutang. Inventory turnover Inventory turnover yaitu perbandingan antara total pendapatan usaha dalam tahun buku perusahaan dengan rata-rata umur persediaan. Perputaran persediaan yang tinggi menandakan semakin tingginya persediaan berputar dalam satu tahun buku, dan ini menandakan efektivitas manajemen persediaan. Sebaliknya, perputaran persediaan yang rendah menunjukkan kurangnya pengendalian persediaan yang efektif. Berdasarkan hasil penelilitian penulis selama 5 . tahun terakhir di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik angka perputaran persediaan yang semakin tinggi menunjukkan semakin efektifnya manajemen perusahaan dalam mengelola perputaran persediaannya. Total assets turnover Total asset turnover yaitu perbandingan antara total pendapatan dengan capital employed . osisi akhir tahun buku total aktiva dikurangi dengan aktiva tetap dalam pelaksanaa. Rasio ini digunakan untuk menghitung efektivitas penggunaan total aktiva. Berdasarkan hasil penelitian penulis di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik pada tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan nilai total asset turn over, hal ini menunjukkan ketidakefektifan manajemen dalam mengelola aktivanya sehingga manajemen harus mengevaluasi strategi pemasaran, dan pengeluaran modalnya . Sebaliknya apabila nilai rasio semakin tinggi hal tersebut menunjukkan efektivitas manajemen dalam mengelola aktivanya. Analisa Rasio Solvabilitas Tabel 2. 6 menggambarkan perhitungan atas rasio solvabilitas berdasarkan aspek keuangan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor : KEP-100/ MBU/2002, yang dipergunakan untuk menganalisa kinerja keuangan PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Tabel 2. Perhitungan Rasio Solvabilitas Periode 2005 sampai dengan 2009 Rasio Tahun 2005 Tahun 2006 Total modal sendiri terhadap total asset = 1. 283 x 100 % 3. 665 x 100 % TMS x 100% = 0,0976 atau 9,76 % = 0,2052 atau 20,52 % Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 421 x 100 % = 0,2988 atau 29,88 % 049 x 100 % = 0,2750 atau 27,50 % 946 x 100 % = 0,1404 atau 14,04 % Sumber : Data diolah Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya. Dalam hal ini untuk mengetahui posisi keuangan jangka panjang perusahaan digunakan analisa rasio total equity to total asset. Total equity to total asset yaitu perbandingan antara total modal sendiri dengan total Rasio ini digunakan untuk menganalisa keefektifan modal kerja, dan rasio ini juga menunjukkan persentase investasi dalam total aktiva yang telah dibelanjai dengan dana yang berasal dari modal sendiri. Berdasarkan penelitian penulis di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 Gresik di tahun 2008 dan 2009 terdapat sedikit penurunan namun dari tahun 2005 sampai tahun 2007 menunjukkan adanya peningkatan pada nilai rata-rata total equity to total asset. Perhitungan Aspek Operasional Perusahaan Berdasarkan Aspek Operasional SK Menteri BUMN No : KEP-100/MBU/2002 Berdasarkan hasil penelitian penulis di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik terdapat 3 . indikator aspek operasional yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang keberhasilan operasional perusahaan, yang meliputi: Rasio pencapaian servis mobil Rasio pencapaian kuantum penjualan / omzet Produktivitas tenaga kerja Dari ketiga indikator diatas, manajemen perusahaan menetapkan total score sebanyak 15 dan total bobot 15, dimana penentuan masing-masing bobot dan score ditetapkan dengan perbandingan 6:5:4, diambil dari nilai yang tertinggi hingga nilai yang paling terendah dari masing-masing indikator. Berikut ini adalah tabel sumber data dan tabel perhitungan dari aspek operasional. Tabel 2. 7 Sumber Data Aspek Operasional PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Periode 2005 sampai dengan 2009 Indikasi yang Tahun 2005 Rata-rata realisasi mobil yang diservis 3 tahun terakhir . lm Th. Th. Th. Rata-rata 2. Th. Th. Th. Rata-rata Th. Th. Th. Rata-rata 1. Th. Th. Th. Rata-rata Th. Th. Th. Rata-rata Jumlah mobil yang terakhir . lm uni. Th. Th. Th. Th. Th. Rata-rata omset 3 tahun terakhir . lm Th. Th. Th. Rata-rata 19. Th. Th. Th. Rata-rata 25. Th. Th. Th. Rata-rata 32. Th. Th. Th. Rata-rata 51. Th. Th. Th. Rata-rata 99. Total omset tahun terakhir . lm milya. Th. Th. Th. Th. Th. Rata-rata kerja 3 tahun terakhir . lm oran. Th. Th. Th. Rata-rata Th. Th. Th. Rata-rata 63 Th. Th. Th. Rata-rata 67 Th. Th. Th. Rata-rata Th. Th. Th. Rata-rata 73 Tenaga kerja tahun terakhir . lm oran. Th. Th. Th. Th. Th. Tahun 2006 Sumber : PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Tabel 2. 8 Perhitungan Aspek Operasional PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Periode 2005 sampai dengan 2009 Aspek operasional Th. Th. Th. Th. Th. Bobot Bobot Bobot Bobot Nilai Score Nilai Score Nilai Nilai Score Nilai Nilai Score Nilai Rasio pencapaian kuantum R1 = jml servis mobil th. terakhir x 100 % Rata-rata jml mobil yg diservis 3 th. 88,85 85,95 86,92 92,08 96,53 Rasio pencapaian kuantum penjualan / omset R2 = jml kuantum penjualan / omset th. terakhir x 100 % Rata-rata jml kuantum penjualan / omset 3 th. 136,04 162,90 267,90 343,69 211,40 Produktivitas tenaga kerja R3 = jml penjualan / omset th. terakhir x 100 % Jml tng. Kerja th. R4 = jml rata-rata omset 3 th. terakhir x 100 % Jml rata-rata tng. Kerja 3 th. R5 = R3 x 100 % 153,18 245,88 296,43 171,47 Total aspek operasional 111,68 Sumber : Data diolah Penentuan Aspek Administrasi Perusahaan Berdasarkan Aspek Administrasi SK Menteri BUMN No : KEP-100/MBU/2002 Berdasarkan hasil penelitian penulis di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik terdapat 3 . indikator aspek administrasi, yang meliputi : Laporan tahunan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Laporan periodik Dari ketiga indikator diatas, manajemen perusahaan menetapkan masing-masing bobot dan score seperti tabel berikut. Tabel 2. 9 Sumber Data Aspek Administrasi PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Periode 2005 sampai dengan 2009 No. Indikator Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Bobot Score Bobot Score Bobot Score Bobot Score Tahun 2009 Bobot Score Laporan tahunan Laporan RKAP Laporan periodik Total Sumber : PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Rekapitulasi Perhitungan dan Penilaian Tingkat Kesehatan Aspek Keuangan. Operasional dan Administrasi Perusahaan Berdasarkan SK Menteri BUMN No : KEP-100/MBU/2002 Berdasarkan perhitungan rasio-rasio diatas, maka dapat disusun rekapitulasi perhitungan dan penilaian tingkat kesehatan perusahaan sebagai perbandingan atas perkembangan perusahaan selama beberapa periode 2005 sampai 2009. Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 Tabel 2. 10 Rekapitulasi dan Penilaian Tingkat Kesehatan Aspek Keuangan. Operasional, dan Administrasi PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Tahun 2005 Aspek Keuangan Aspek Operasional Aspek Administrasi Rasio Bobot Nilai Score Indikator ROE ROI Cash ratio Current ratio Collection Perputaran Total asset Total modal terhadap total 32,56 % 25,45 % 7,33 % 60,3 % 17 hari Ratio pencapaian kuantum servis 88,85 Laporan 136,04 2 hari Laporan RKAP Ratio pencapaian penjualan / omzet 155,69 % 111,68 9,76 % Laporan Produktivitas tenaga kerja Total score Bobot Nilai Score Indikator Bobot Score Total score Total score Total score keseluruhan = 55 15 15 = 85 Kategori tingkat kesehatan AA (Seha. apabila 80 < TS < = 95 Sumber : Data diolah Tabel 2. 11 Rekapitulasi dan Penilaian Tingkat Kesehatan Aspek Keuangan, perasional, dan Administrasi PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Tahun 2006 Aspek Keuangan Aspek Operasional Aspek Administrasi Rasio Bobot Nilai Score Indikator Bobot Nilai ROE ROI Cash ratio Current ratio Collection Perputaran Total asset Total modal terhadap total 20,37 % 35,78 % 13,12 % 82,4 % 12 hari Ratio pencapaian kuantum servis 85,95 162,90 1 hari Ratio pencapaian penjualan / omzet 236,15 % 153,18 20,52 % 7,25 Produktivitas tenaga kerja Total score 59,25 Total score Score Indikator Bobot Score Laporan Laporan RKAP Kategori tingkat kesehatan AA (Seha. apabila 80 < TS < = 95 Laporan Total score keseluruhan = 59,25 15 15 = 89,25 Sumber : Data diolah Total score Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Tabel 2. 12 Rekapitulasi dan Penilaian Tingkat Kesehatan Aspek Keuangan. Operasional, dan Administrasi PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Tahun 2007 Aspek Keuangan Aspek Operasional Aspek Administrasi Rasio Bobot Nilai Score Indikator ROE ROI Cash ratio Current ratio Collection Perputaran Total asset Total modal terhadap total 37,50 % 50,57 % 27,69 % 110,6 % 8 hari Ratio kuantum servis 86,92 Laporan tahunan 5 hari 267,90 Laporan RKAP 450,13 % 29,88 % 7,25 Ratio Produktivitas tenaga kerja 245,88 Laporan periodik Total score 65,25 Bobot Nilai Score Total score Indikator Bobot Score Total score Total score keseluruhan = 65,25 15 15 = 95,25 Kategori tingkat kesehatan a (Seha. apabila TS > 95 Sumber : Data diolah Tabel 2. 13 Rekapitulasi dan Penilaian Tingkat Kesehatan Aspek Keuangan. Operasional , dan Administrasi PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Tahun 2008 Aspek Keuangan Aspek Operasional Aspek Administrasi Rasio Bobot Nilai Score Indikator ROE ROI Cash ratio Current ratio Collection Perputaran Total asset Total modal terhadap total 42,50 % 42,67 % 38,52 % 154,68 % 15 hari Ratio kuantum servis 92,08 Laporan tahunan 7 hari 343,69 Laporan RKAP 537,25 % 27,50 % 7,25 Ratio Produktivitas tenaga kerja 296,43 Laporan periodik Total score 67,25 Bobot Nilai Score Total score Indikator Total score Bobot Score Total score keseluruhan = 67,25 15 15 = 97,25 Kategori tingkat kesehatan a (Seha. apabila TS > 95 Sumber : Data diolah Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 Tabel 2. 14 Rekapitulasi dan Penilaian Tingkat Kesehatan Aspek Keuangan. Operasional, dan Administrasi PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Tahun 2009 Aspek Keuangan Aspek Operasional Aspek Administrasi Rasio Bobot Nilai Score Indikator ROE ROI Cash ratio Current ratio Collection Perputaran Total asset Total modal terhadap total 44,49 % 23,1 % 21,01 % 105,12 % 18 hari Ratio pencapaian kuantum servis 96,53 Laporan 211,40 7 hari Laporan RKAP Ratio pencapaian penjualan / omzet 232,95 % 171,47 14,04 % Laporan Produktivitas tenaga kerja Total score Bobot Nilai Score Total score Indikator Bobot Score Total score Total score keseluruhan = 62 15 15 = 92 Kategori tingkat kesehatan AA (Seha. apabila 80 < TS < = 95 Sumber : Data diolah Kesimpulan dari analisa Dari hasil analisa dan pembahasan dapat disimpulkan dalam tabel dibawah ini : Tabel 2. 15 Rekapitulasi dan Penilaian Tingkat Kesehatan Aspek Keuangan. Operasional, dan Administrasi PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik Periode Tahun 2005 s/d Tahun 2009 Tahun 2005 Rasio Aspek Tahun 2007 Tahun 2006 Bobot Nilai Nilai Score ROE 32,56% 20,37% 37,50% 42,50% 44,49% ROI 25,45% 35,78% 50,57% 42,67% 23,10% Cash ratio 7,33% 13,12% 27,69% 38,52% 21,01% Current ratio 60,30% 82,40% 110,60% 154,68% 105,12% Collection 17 hari 12 hari 8 hari 15 hari 18 hari Perputaran 2 hari 1 hari 5 hari 7 hari 7 hari Total asset 155,69% 236,15% 450,13% 537,25% 232,95% Total modal terhadap total 9,76% 20,52% 7,25 29,88% 7,25 27,50% 7,25 14,04% Ratio servis mobil 88,85% 85,95% 86,92% 92,08% 96,53% 136,04% 162,90% 267,90% 343,69% 211,40% Produktivitas tenaga kerja 111,68% 153,18% 245,88% 296,43% 171,47% Laporan ADMINI- Laporan STRASI RKAP Laporan Total Score (Seha. (Seha. (Seha. KEUANGAN Score Bobot Nilai Score Bobot Nilai Tahun 2009 Tahun 2008 Score Bobot Nilai Score Bobot Ratio OPERA- pencapaian SIONAL penjualan / Sumber : Data diolah 89,25 (Seha. a 95,25 (Seha. a 97,25 Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Berdasarkan penilaian tingkat kesehatan perusahaan selama 5 . tahun terakhir menunjukkan PT Petrokopindo Cipta Selaras Gresik adalah perusahaan yang sehat, meskipun di tahun 2009 nilai total score lebih rendah dari tahun sebelumnya, selanjutnya hasil penilaian tingkat kesehatan perusahaan tersebut kemudian dianalisa oleh pihak-pihak yang terkait Berikut ini merupakan kesimpulan dari hasil analisa dan pembahasan penulis sesuai dengan tabel 2. Pada aspek keuangan 5 tahun terakhir perusahaan sudah cukup baik, hal ini dibuktikan dengan total score return on investment (ROI) dan return on equity (ROE) yang cenderung stabil dan berada di score tertinggi dengan batas maksimal score return on investment (ROI) sebesar 15 dan return on equity (ROE) sebesar 20. Dengan demikian kemampuan perusahaan perusahaan dengan modal sendiri sudah cukup baik. Serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan untuk menutup investasinya juga sudah cukup Pada aspek keuangan rasio likuiditas perusahaan tercermin dalam cash ratio dan current ratio, total score cash ratio dan current ratio selama tahun 2005 sampai tahun 2008 menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, dengan demikian hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang yang dimiliki perusahaan sudah cukup baik. Namun pada tahun 2009 penurunan total score cash ratio sebesar 21,01% dan current ratio sebesar 105,12 % yang cukup signifikan menunjukkan ketidakefektifan perusahaan dalam mengelola aktiva lancarnya. Pada aspek keuangan rasio aktivitas perusahaan meliputi collection period, perputaran persediaan, total asset turnover dan total modal sendiri terhadap total asset. Total score collection period . erputaran piutan. , perputaran persediaan, dan total asset turnover selama lima tahun terakhir tidak menunjukkan adanya perubahan, dan ditahun 2009 jumlah rata-rata umur piutang masih lebih baik di tahun-tahun Dengan semakin lama ratarata umur piutang berarti semakin besar pula dana yang tertanam pada piutang, dan hal ini menunjukkan ketidakefektifan perusahaan dalam mengelola piutangnya meskipun total score perputaran persediaan selama lima tahun terakhir tidak menunjukkan adanya perubahan namun ada kenaikan angka rata-rata umur persediaan dari tahun ke tahun, dan semakin tingginya angka perputaran efektifnya perusahaan dalam mengelola perputaran persediaannya . nilai ratarata total asset turnover pada tahun 2009 sebesar 232,95 % masih lebih baik di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa perusahaan masih belum mampu mengelola seluruh aktiva yang dimiliki perusahaan secara maksimal guna meningkatkan pendapatan. Pada aspek keuangan rasio solvabilitas perusahaan meliputi rasio total equity to total asset, total score rasio total equity to total asset dari tahun 2005 sampai tahun 2007 menunjukkan adanya kenaikan yang cukup signifikan namun ditahun 2008 dan 2009 terdapat penurunan total score sebesar 27,50 % dan 14,04 %, hal ini menunjukkan ketidakefektifan perusahaan dalam mengelola modal sendiri terhadap total aktiva. Aspek operasional dan administrasi perusahaan merupakan aspek pendukung didalam menilai tingkat kesehatan suatu perusahaan dimana indikator-indikator dalam aspek tersebut meliputi unsurunsur kegiatan yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang kegiatan operasional perusahaan. Secara umum kegunaan analisa laporan keuangan di PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik adalah untuk memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan, dimana informasi tersebut secara garis besar berisi tentang : Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 Tingkat kesehatan perusahaan Penilaian prestasi perusahaan Gambaran kondisi keuangan perusahaan baik pada masa lalu, sekarang, maupun yang akan datang, dimana kondisi keuangan perusahaan tercermin dalam : Oe Neraca, berisi tentang informasi mengenai sumber daya ekonomi . , kewajiban ekonomis . , dan modal dari suatu entitas perusahaan Oe Laporan laba-rugi, berisi tentang informasi yang berkaitan dengan tingkat keuntungan . eturn on investmen. , dan informasi untuk membantu menaksir biaya dalam menjaga kemampuan operasional perusahaan. Pengambilan dilakukannya analisa terhadap laporan keuangan dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : Keputusan Jangka Panjang Keputusan jangka panjang merupakan keputusan yang dapat memberikan manfaat lebih dari satu tahun. Alternatif yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan jangka panjang oleh pihak internal perusahaan, antara lain: Oe Keputusan mengenai penetapan taksiran umur kegunaan aktiva tetap, metode depresiasi dan metode Oe Dengan laporan keuangan selama beberapa periode manajer perusahaan dapat menyusun sasaran dan strategi perusahaan pada periode-periode akuntansi berikutnya. Oe Alternatif mengenai investasi aktiva tetap yaitu dengan membeli atau menyewa mesin baik secara tunai maupun angsuran dengan memperhatikan manfaat aktiva tetap pada masa yang akan datang. Alternatif dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan jangka panjang oleh pihak eksternal perusahaan, antara lain : Oe Kreditur jangka panjang sebelum mengambil keputusan Oe memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan berhak untuk mengetahui apakah kredit yang akan diberikan cukup mendapat jaminan dari aktiva tetap yang dijadikan jaminan terhadap kredit jangka panjang yang telah diterima sebelumnya oleh perusahaan tersebut dari kreditur lain. Dengan memperoleh informasi atas analisa laporan keuangan, investor atau pemegang saham berhak menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut, karena investor atau pemegang saham juga tertarik pada informasi yang nantinya akan mempengaruhi mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar deviden. Keputusan Jangka Pendek Keputusan jangka pendek merupakan keputusan dimana hasil dari keputusan tersebut langsung dapat dirasakan pada tahun dimana keputusan tersebut Alternatif keputusan yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan jangka pendek oleh pihak internal perusahaan, antara lain : Oe Keputusan mengenai penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada periode Oe Keputusan mengenai strategi harga maupun strategi merebut pangsa Oe Keputusan mengenai penentuan ratarata umur piutang perusahaan. Alternatif keputusan yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan jangka pendek oleh pihak eksternal perusahaan antara lain: Oe Pemerintah mengadakan analisis laporan keuangan untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan, juga sangat diperlukan oleh biro pusat statistik, dinas perindustrian, perdagangan dan tenaga kerja untuk dasar perencanaan Analisa Laporan Keuangan Sebagai Basis Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Oe Oe Bagi berhak memberikan keputusan dimiliki atau menjual saham-saham yang dimiliki tersebut. Bagi karyawan atas tingkat profitabilitas perusahaan berhak mengajukan imbalan balas jasa atas hasil-hasil yang telah dicapai. Dengan diadakannya analisa terhadap laporan keuangan tersebut diharapkan pihakpihak yang berkepentingan dapat mengambil suatu keputusan bisnis. Dengan demikian hasil informasi dari analisa laporan keuangan adalah sebagai suatu basis pengambilan keputusan terhadap kinerja keuangan perusahaan, baik bagi pihak internal perusahaan maupun pihak eksternal perusahaan. Oleh karena itu analisa laporan keuangan memegang peranan yang sangat penting terhadap lahirnya suatu kebijakan bagi perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan dan berusaha memberikan saran yang diharapkan dapat membantu perusahaan serta dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam menetapkan kebijakan perusahaan terutama yang berkaitan dengan penilaian tingkat kesehatan perusahaan. Kesimpulan Dari penelitian dan analisa yang telah diuraikan, maka penulis dapat menarik kesimpulan antara lain : Ditinjau dari aspek keuangan tingkat profitabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir sudah cukup baik, dengan demikian diharapkan perusahaan dapat mempertahankannya pada tahun-tahun Pada aspek keuangan tingkat likuiditas perusahaan di tahun 2009 terdapat penurunan total score cash ratio sebesar 21,01% dan current ratio sebesar 105,12 %, turunnya total score cash ratio dan current ratio menunjukkan ketidakefektifan perusahaan dalam mengelola aktiva lancarnya. Pada aspek keuangan rasio aktivitas perusahaan, ditahun 2009 jumlah ratarata umur piutang masih lebih baik di tahun-tahun sebelumnya. Dengan semakin lama rata-rata umur piutang berarti semakin besar pula dana yang tertanam pada piutang . selama lima tahun terakhir angka rata-rata umur persediaan dari tahun ke tahun cenderung stabil dan hal ini menunjukkan semakin efektifnya perusahaan dalam mengelola perputaran nilai rata-rata total asset turnover pada tahun 2009 sebesar 232,95 % masih lebih baik di tahun-tahun sebelumnya, dan hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih belum mampu mengelola seluruh aktiva yang dimiliki perusahaan secara maksimal guna meningkatkan pendapatan. Pada aspek keuangan rasio solvabilitas perusahaan di tahun 2008 dan 2009 sebesar 27,50 % dan 14,04 %, hal ini menunjukkan ketidakefektifan perusahaan dalam mengelola modal sendiri terhadap total aktiva. Aspek operasional dan administrasi perusahaan merupakan aspek pendukung didalam menilai tingkat kesehatan suatu perusahaan dimana indikator-indikator dalam aspek tersebut meliputi unsurunsur kegiatan yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang kegiatan operasional perusahaan. Saran Berdasarkan beberapa kesimpulan yang diambil oleh penulis diatas, maka beberapa saran yang mungkin bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi PT. Petrokopindo Cipta Selaras Gresik adalah sebagai berikut : Pada aspek keuangan rasio profitabilitas perusahaan melalui return on investment (ROI), dan return on equity (ROE) selama 5 tahun terakhir sudah cukup Volume 01. Nomor 01. Juni 2012 baik, diharapkan perusahaan dapat mempertahankan prestasinya pada tahun-tahun berikutnya. Pada aspek keuangan rasio likuiditas perusahaan, pada tahun 2009 rasio likuiditas yang rendah menunjukkan resiko likuiditas yang tinggi, oleh karena itu diharapkan perusahaan lebih memperhatikan distribusi daripada aktiva lancarnya, sehingga perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya tepat pada waktunya. Pada aspek keuangan rasio aktivitas perusahaan, rendahnya colletion period . erputaran piutan. pada tahun 2009 diharapkan perusahaan mengadakan analisa lebih lanjut terhadap jumlah ratarata umur piutang atau mungkin juga diperlukan adanya perubahan dalam kebijakan pemberian kredit . persediaan selama 5 tahun terakhir sudah cukup efisien diharapkan perusahaan dapat mempertahankannya pada tahuntahun berikutnya . nilai rata-rata total asset turnover pada tahun 2009 masih lebih baik di tahun-tahun sebelumnya, oleh karena itu perusahaan perlu mengevaluasi strategi dalam mengelola seluruh aktivanya agar diperoleh tingkat pendapatan yang tinggi. Pada aspek keuangan rasio solvabilitas perusahaan, rasio modal sendiri dengan total aktiva mencerminkan kepentingan relatif dari dana pinjaman dan modal sendiri dan tingkat keamanan bagi kreditur. Pada rasio ini diharapkan perusahaan lebih memperhatikan pengalokasian aktiva yang dibiayai dengan modal sendiri, sehingga rasio modal sendiri dengan tingkat total aktiva yang tinggi akan membawa perbaikan dalam posisi keuangan jangka panjang dan menambah tingkat keamanan bagi kreditur. Pengukuran tentang penilaian tingkat kesehatan suatu perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor : KEP100/MBU/2002, juga baik untuk diterapkan bagi perusahaan non Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hal ini disebabkan karena aspek-aspek yang terkandung didalamnya terdapat ukuran-ukuran yang lazim yang dapat digunakan dalam menganalisa laporan keuangan, hasil dari analisa laporan keuangan bila diinterprestasikan dapat diperoleh informasi tentang posisi keuangan perusahaan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat sehingga dapat memberikan masukan dan saran bagi perusahaan. DAFTAR PUSTAKA