Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Pemetaan Pola Kunjungan dan Cakupan Pelayanan Taman Vatulemo Pascarevitalisasi Berbasis GIS Nike Dyah Permata1*. Pawitra Sari2. Hadi Abdurrohman3. Khaerunnisa4 Program Studi Teknik Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta Km. Tondo. Kec. Mantikulore. Kota Palu. Sulawesi Tengah Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa Jl. Inspeksi Kalimalang No. Cibatu. Cikarang Selatan. Kab. Bekasi. Jawa Barat Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Fakultas Teknik. Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta Km. Tondo. Kec. Mantikulore. Kota Palu. Sulawesi Tengah *Korespondensi email: nike. dyah@ymail. com / nikedyah@untad. Abstrak Informasi Artikel Diterima: 1 Maret 2025 Vatulemo Park is an open space in the Direvisi: 20 Maret 2025 Palu City. In 2024. Vatulemo Park Dipublikasikan: 27 Maret 2025 underwent a revitalization. The goal of this revitalization is to increase quality and aesthetics of the park while expanding the Keywords coverage of public services in the GIS. Mapping. Service Coverage Area, surrounding area. The aim of this research Vatulemo Park. Visit Pattern is to use GIS to distribute of visitor patterns and coverage area services of Vatulemo Park. The data collected through field observations, interviews, and visitor surveys were then analyzed using GIS. The study shows that visitors to Vatulemo Park do not only come from the parkAos service radius but also from outside the service The visitation pattern is distributed based on location and the coverage area services of the park, which can be Vatulemo Park have a good condition and can be clearly depicted through thematic maps that display the This recommendations for park managers in planning the development of more efficient and inclusive infrastructure and services. Therefore, the analysis and impact visualization of revitalization on the visitation patterns and coverage area services of Vatulemo Park can be successfully carried out using GIS Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Pendahuluan Salah satu ruang terbuka publik yang dapat diakses oleh masyarakat adalah taman kota. Taman kota dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan estetika di dalam dan sekitar taman tersebut . Revitalisasi taman merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keindahan taman dan meningkatkan fungsi ruang publik sehingga dapat menarik masyarakat untuk mengunjungi taman tersebut . Taman Vatulemo merupakan salah satu ruang terbuka publik yang telah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Palu. Pada akhir tahun 2024 lalu. Taman Vatulemo resmi dibuka untuk umum. Saat ini. Taman Vatulemo cukup digemari oleh masyarakat Kota Palu karena desainnya yang sangat urban dan berbeda dibandingkan dengan ruang terbuka publik lainnya di Kota Palu sehingga menciptakan suasana modern di perkotaan. Selain estetik secara Taman Vatulemo menyediakan beberapa fasilitas seperti taman bermain anak, jogging area, kantin, lapangan olahraga, dan area Kombinasi antara elemen hijau, area terbuka, dan infrastruktur modern membuat taman ini menjadi destinasi favorit bagi berbagai kalangan. Revitalisasi sebuah taman dilakukan dengan tujuan untuk membuat taman terlihat lebih menarik dan mudah diakses oleh pengunjung. Keberhasilan desain urban ini juga tercermin dari Masyarakat tidak hanya datang untuk bersantai, tetapi juga memanfaatkan taman sebagai ruang untuk berinteraksi, berolahraga, atau sekadar menikmati suasana kota yang asri. Hal ini menunjukkan bahwa desain urban yang baik tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan ruang publik yang fungsional dan menarik. Namun, dilakukan evaluasi terhadap efektivitas perubahan tersebut, khususnya dalam hal distribusi asal pengunjung dan aksesibilitas layanan. Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information System (GIS) merupakan salah satu alternatif untuk melakukan analisis memudahkan bagi seorang perencana menganalisis, dan menginterpretasi data terkait ruang publik . Dengan memanfaatkan GIS, memungkinkan untuk memetakan pola kunjungan, mengidentifikasi area cakupan layanan, dan menilai aksesibilitas fasilitas di Pendekatan mengoptimalkan pengelolaan taman dan pengunjung terpenuhi . Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti aspek-aspek penting terkait Taman Vatulemo, salah satunya tentang pengaruh kondisi tatanan fisik terhadap kenyamanan pengunjung . Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penataan jalur pejalan kaki memiliki kenyamanan pengunjung, dengan nilai 0,625. Temuan mengindikasikan bahwa aspek fisik tertentu dalam desain taman dapat pengalaman dan kepuasan pengunjung. Penelitian-penelitian memberikan dasar yang kuat untuk memahami pentingnya penataan fisik dalam meningkatkan kualitas ruang Dengan adanya perubahan Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 signifikan melalui proyek revitalisasi terbaru, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak dari perubahan tersebut terhadap pola kunjungan dan kepuasan pengunjung saat ini. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya revitalisasi dan pemeliharaan, masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu diteliti lebih lanjut adalah . Pola Kunjungan Masyarakat: Bagaimana pola kunjungan masyarakat sebelum dan sesudah revitalisasi, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya? dan . Cakupan Pelayanan Taman: Apakah fasilitas yang disediakan mampu memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pengunjung dari berbagai kalangan? . dan berlangsung mulai dari bulan Januari-Februari 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis pola kunjungan serta cakupan pelayanan Taman Vatulemo spasial dan data lapangan. Adapun desain penelitian secara skematik dalam bentuk bagan terdapat pada Gambar 2. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi fasilitas taman, lalu dilakukan wawancara dengan beberapa pengunjung taman untuk mengetahui asal pengunjung dan pendapat mereka tentang Taman Vatulemo setelah dilakukan revitalisasi. Penelitian ini berfokus pada analisis distribusi pengunjung dan aksesibilitas Taman Vatulemo menggunakan pendekatan berbasis GIS. Dengan pengunjung berinteraksi dengan taman dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, penelitian ini bertujuan keputusan berbasis bukti bagi pengelola Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan ruang publik yang lebih inklusif dan efektif, memastikan Taman Vatulemo tetap menjadi aset berharga bagi Kota Palu dan warganya. Analisis spasial dilakukan dengan memetakan asal pengunjung dengan menggunakan GIS. Data bersumber dari wawancara pengunjung kemudian dibuat dalam bentuk peta tematik untuk menunjukkan sebaran asal pengunjung. Pemetaan pola kunjungan berdasarkan titik asal responden . oint distributio. Analisis cakupan layanan dilakukan dengan menggunakan buffer analysis untuk menentukan radius pelayanan taman (Tabel . berdasarkan arahan teknis Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan . Analisis spasial berbasis GIS juga dengan buffer analysis untuk melihat jangkauan pelayanan . ervice are. Analisis Cakupan Pelayanan (Service Coverag. menggunakan pendekatan accessibility radius, yaitu 2,5 km dengan landasan pada KLHK, untuk menilai area yang efektif terlayani oleh Taman Vatulemo. II. Metodologi Penelitian ini menggunakan pendekatan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk menganalisis sebarana atau distribusi asal pengunjung Taman Vatulemo. Penelitian ini dilakukan di Taman Vatulemo (Gambar Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Gambar 1. Lokasi Penelitian Identifikasi Masalah dan Tujuan Studi Literatur dan Penelitian Terdahulu Pengumpulan Data (Primer dan Sekunde. | Observasi Lapangan | Survei dan Kuesioner | Koordinat asal pengunjung (GPS) | Data GIS. Peta, dan Citra Satelit | Observasi Lapangan | Survei dan Kuesioner | Koordinat asal pengunjung (GPS) | Data GIS. Peta, dan Citra Satelit Pengolahan Data GIS | Digitasi taman | Pemetaan pola kunjungan | Analisis Buffer Analisis Deskriptif dan Interpretasi Data | Pola Kunjungan dan Karakteristik Pengunjung | Cakupan Pelayanan dan Area Terjangkau Kesimpulan dan Saran Gambar 2. Bagan Skematik Desain Penelitian Taman Vatulemo Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Tabel 1. Radius Pelayanan Taman berdasarkan Tipologi dan Luas Taman Tipologi Taman Luas . Radius Pelayanan . Hutan Kota Ou 100. Taman Kota Ou 50. Taman Kecamatan Ou 15. Taman Kelurahan Ou 5. Sumber: Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2024 i. Hasil dan Pembahasan Taman Vatulemo memiliki luas area 2,5 hektar atau sekitar 25. Taman ini menjadi salah satu ruang terbuka yang diminati oleh masyarakat Kota Palu, menawarkan suasana perkotaan yang tenang dan nyaman bagi pengunjung. Dengan luas yang cukup besar. Taman Vatulemo menyediakan area yang luas untuk berbagai aktivitas luar ruangan, seperti berolahraga, berjalan kaki, atau sekadar bersantai menikmati taman (Gambar . Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah taman, selain dari lapangan dan koridor hijau, yang memberikan kesempatan bagi penduduk lingkungan alam yang bersih dan hijau . Dalam prinsip ekologi kota yang menjelaskan tentang menghormati sejarah yang dilakukan dengan cara menghidupkan kembali monumen juga landmark sebuah kota, menghargai budaya, menghormati sejarah dan habitat pribumi dan menumbuhkan penghargaan . Taman Vatulemo memiliki lokasi berada di tengah Kota Palu yang keberadaannya A 1kilometer tidak jauh dari kawasan bersejarah (Gambar . Gambar 3. View di Taman Vatulemo Gambar 4. Taman Vatulemo Tidak Jauh dari Kawasan Bersejarah Berdasarkan analisis buffer diperoleh bahwa luas area radius pelayanan Taman Vatulemo adalah sekitar 2. Hal ini dapat dilihat pada gambar, bahwa area yang termasuk dalam radius pelayanan Taman vatulemo adalah sebagian besar merupakan area permukiman dan Area radius pelayanan Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 taman mencakup 3 kecamatan dan 9 kelurahan (Tabel . Pola kunjungan Taman Vatulemo mengalami perubahan setelah revitalisasi. Kunjungan tertinggi terjadi pada hari Sabtu dan Minggu, dengan puncak kunjungan antara pukul 00 Ae 10. 00 WITA dan 16. 00 Ae 23. WITA. Hal ini disebabkan oleh faktor waktu luang masyarakat pada akhir pekan dan panas matahari Kota Palu yang dekat dengan garis khatulistiwa. Selain itu, pada hari libur nasional, dibandingkan hari biasa. Peningkatan kunjungan pada akhir pekan dan hari libur menunjukkan bahwa Taman Vatulemo telah menjadi destinasi rekreasi favorit bagi keluarga dan individu yang mencari aktivitas luar ruangan . Oleh karena itu. Taman Vatulemo berfungsi sebagai tempat untuk berbagai kegiatan di luar ruangan, rekreasi, dan tempat untuk bersantai. Analisis spasial juga mengungkapkan bahwa 65% pengunjung berasal dari dalam area radius pelayanan taman . adius 2,5 k. , sementara 35% lainnya berasal dari luar area radius pelayanan taman (Gambar . Radius 2,5 km juga merupakan cycling distance . arak tempuh berseped. yang artinya akses pencapaiannya yang ramah lingkungan. Dengan metode buffer analysis berdasarkan jaringan jalan sepeda, atau estimasi waktu tempuh . Ae20 meni. Pengunjung dari luar area radius pelayanan taman cenderung datang secara berkelompok, terdiri dari minimal 2 . Sedangkan pengunjung yang berasal dari dalam memanfaatkan taman ini untuk aktivitas harian dan mingguan. Dominasi pengunjung lokal menunjukkan bahwa taman ini telah memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat sekitar, sementara kehadiran pengunjung dari luar wilayah menunjukkan bahwa Taman Vatulemo mulai dikenal sebagai destinasi wisata regional . Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti pedagang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar . Overlay peta antara distribusi menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki tingkat kunjungan yang lebih tinggi, membantu mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan aksesibilitas lebih baik ke taman . Oleh karena itu. Taman Vatulemo memberikan fungsi sosial dan rekreasi dalam meningkatkan kualitas hidup di Kota Palu (Gambar . Tabel 2. Area Cakupan Kecamatan dan Kelurahan Kecamatan Kelurahan Palu Selatan Tatura Selatan. Tatura Utara. Birobuli Utara Palu Timur Besusu Timur. Besusu Tengah. Lolu Selatan Mantikulore Tamanodindi. Lasoani. Talise Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Gambar 5. Gambar Radius Pelayanan Taman Vatulemo Gambar 6. Taman Vatulemo Sebagai Fungsi Sosial dan Rekreasi Analisis GIS Taman Vatulemo setelah revitalisasi (Gambar . Hasil analisis menunjukkan bahwa 85% populasi dalam radius 3 km dapat mengakses taman dengan waktu tempuh kurang dari 15 menit Penambahan fasilitas parkir telah meningkatkan aksesibilitas taman, menjangkau lebih banyak masyarakat untuk mengakses taman . Peta distribusi pengunjung menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki tingkat kunjungan yang lebih tinggi . Selain Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 itu. Taman Vatulemo tidak hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai ruang sosial bagi Kegiatan seperti senam pagi, pasar minggu, dan acara komunitas sering diadakan di taman ini, menciptakan ruang multifungsi yang mendukung interaksi sosial dan kegiatan Hal ini juga didukung oleh pemandangan berupa bukit, yaitu Sesar Palu-Koro. Dengan berjalan-jalan di Taman Vatulemo turut mendukung kehidupan sehat sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari selain bekerja, seperti melihat pemandangan alam yang Aktivitas yang lebih berat dari jalan-jalan juga lari-lari hingga olahraga menciptakan suasana baru di Taman Vatulemo (Gambar . Area-area ini sangat penting untuk kesehatan fisik penduduk kota karena menyediakan ruang untuk jogging, bersepeda, berolahraga, dan berbagai jenis olahraga lainnya yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas . Hasil observasi spasial di Taman Vatulemo mengindikasikan adanya heterogenitas aktivitas pengguna yang tercermin dalam sebaran intensitas penggunaan ruang, mulai dari area dengan kepadatan tinggi hingga zona yang menawarkan kenyamanan visual dan fungsional yang lebih rendah intensitasnya (Gambar . Dengan menggunakan pendekatan GIS, penelitian ini dapat memetakan distribusi spasial aktivitas pengunjung di Taman Vatulemo, mengidentifikasi area dengan intensitas tinggi dan rendah. Analisis ini penting untuk perencanaan dan pengelolaan taman yang lebih efektif, memastikan bahwa semua area taman dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Gambar 7. Gambar Radius Pelayanan Kecamatan Taman Vatulemo Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Analisis spasial menggunakan GIS menjadi kunci dalam memahami pola kunjungan dan cakupan pelayanan Taman Vatulemo. Analisis buffer zone menunjukkan bahwa 65% pengunjung berasal dari wilayah dalam radius 2,5 km, mengindikasikan bahwa Taman Vatulemo memiliki daya tarik yang kuat bagi masyarakat di sekitarnya (Gambar Hal ini sejalan dengan penelitian ruang terbuka publik di Kilometer Nol Yogyakarta memiliki keharmonisan . armonious environment. , keberadaan tempat bermain anak . layground childre. di Benteng Vredeburg, . , serta memiliki nilai-nilai kesesuaian dan kemanfaatan ruang . Analisis ini dapat digunakan untuk perencanaan taman yang lebih efektif. Hasil analisis ini juga dapat digunakan dalam pembuatan rencana yang dapat menarik pengunjung dari lokasi yang meningkatkan pengalaman pengunjung yang tidak ada di taman lain. Revitalisasi Taman Vatulemo memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan lingkungan. Kehadiran pengunjung yang meningkat telah mendorong pertumbuhan ekonomi Survei menunjukkan bahwa 80% masyarakat merasa puas dengan kondisi taman setelah revitalisasi. Mereka mengaku bahwa taman telah menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas yang revitalisasi taman telah berhasil menciptakan ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan . Gambar 8. Taman Vatulemo Sebagai Fungsi Olahraga Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Padat Gambar 9. Layer Peta Interaktif: Zona Nyaman vs Zona Padat Gambar 10. Peta Distribusi Asal Pengunjung Taman ISSN: p. 2301-475X e. IV. Kesimpulan dan Saran dalam viewshed analysis untuk Taman Vatulemo pascarevitalisasi pandangan terbuka dengan terhalang. berhasil menjadi ruang publik yang menarik bagi masyarakat Kota Palu. Daftar Pustaka