ABDI SAMULANG : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT e-ISSN: 2964-7215 (Onlin. Valume. Nomor. Edisi: Januari 2025. PP: 64-75 DOI: https://doi. org/10. 61477/abdisamulang. Pelatihan Pengajaran Bahasa Inggris untuk Guru Sekolah Dasar di Makassar: Pendekatan Kolaboratif Hasnani1. Sukmawati2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas. Megarezky. Makassar. Indonesia e-mail: hasnani@unimerz. e-mail: sukmar. dilla@unimerz. Article history Received : 2025-01-30 Revised : 2025-01-31 Accepted : 2025-01-31 *Corresponding author E-mail: hasnani@unimerz. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar di Makassar dalam pengajaran bahasa Inggris melalui pendekatan kolaboratif. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para guru dengan strategi pengajaran yang inovatif, berbasis komunikatif, serta sesuai dengan kebutuhan siswa di tingkat dasar. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi workshop interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi pengajaran yang memungkinkan para peserta untuk langsung mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Selain itu, pendekatan kolaboratif diterapkan dengan melibatkan para guru dalam kegiatan berbagi pengalaman dan penyusunan rencana pembelajaran bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini berdampak positif terhadap pemahaman guru mengenai metode pengajaran bahasa Inggris yang efektif. Peserta merespons positif materi yang disampaikan dan merasa lebih percaya diri dalam mengimplementasikan strategi baru di kelas. Selain itu, kolaborasi antarguru juga meningkat, menciptakan komunitas belajar yang mendukung pengembangan profesional secara berkelanjutan. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung profesionalisme guru serta meningkatkan mutu pendidikan bahasa Inggris di tingkat Kata Kunci: Pelatihan. Pengajaran Bahasa Inggris. Guru Sekolah Dasar. Pendekatan Kolaboratif This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Abstract This community service activity aims to improve the competence of elementary school teachers in Makassar in teaching English through a collaborative approach. This training is designed to equip teachers with innovative, communicative-based teaching strategies that are in accordance with the needs of elementary school students. The methods used in this training include interactive workshops, group discussions, and teaching simulations that allow participants to directly practice the material they have In addition, a collaborative approach is applied by involving teachers in sharing experiences and preparing joint lesson plans. The results of the activity show that this training has a positive impact on teachers' understanding of effective English teaching methods. Participants responded positively to the material presented and felt more confident in implementing new strategies in the classroom. In addition, collaboration between teachers also increased, creating a learning community that supports continuous Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang professional development. In conclusion, this training has succeeded in making a real contribution to improving the quality of English teaching in elementary schools. It is hoped that similar activities can continue to be carried out to support teacher professionalism and improve the quality of English education at the elementary level. Keywords: Training. English Language Teaching. Primary School Teachers. Collaborative Approach A 2025 Penulis. Seluruh hak cipta PENDAHULUAN Pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar di Indonesia, termasuk di Makassar, telah menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan literasi bahasa asing di kalangan generasi muda. Sebagai bahasa global, bahasa Inggris memainkan peran penting dalam pengembangan pendidikan dan karir individu Utami et al, . Sejalan dengan itu. Lestyaningrum et al. , menyampaikan bahwa di era yang semakin mengglobal, kemahiran berbahasa Inggris telah menjadi keterampilan penting untuk mempersiapkan pemuda Indonesia untuk bersaing di pasar pendidikan dan kerja global. Oleh karena itu, mengajar bahasa Inggris di tingkat dasar sangat penting untuk membangun fondasi keterampilan bahasa yang kuat pada anak-anak. Namun, meskipun pengenalan bahasa Inggris secara luas di sekolah dasar di seluruh Indonesia, kualitas pengajarannya masih menghadapi beberapa tantangan, terutama di daerah tertentu seperti Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan. Berbagai kendala, seperti sumber daya yang terbatas, pelatihan guru yang tidak memadai, dan tingkat kecakapan bahasa Inggris yang rendah di antara guru, terus menimbulkan masalah signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris di tingkat dasar. Tantangan dalam Mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Dasar di Makassar. Di Makassar, meskipun merupakan salah satu pusat ekonomi dan pendidikan terbesar di Indonesia Timur, banyak sekolah dasar di daerah perkotaan dan pedesaan masih menghadapi kendala dalam mengajar bahasa Inggris. Meskipun Makassar memiliki sumber daya yang lebih banyak dibandingkan dengan daerah terpencil di Indonesia, kesenjangan kualitas pendidikan antar sekolah tetap menjadi masalah. Sekolah-sekolah di pinggiran Makassar seringkali memiliki fasilitas yang terbatas, seperti kurangnya bahan ajar bahasa Inggris yang tepat dan terbatasnya akses ke teknologi pembelajaran modern. Hal ini menyulitkan guru untuk memberikan pelajaran yang efektif dan menarik. Selain itu, meskipun bahasa Inggris telah menjadi mata pelajaran wajib di banyak sekolah dasar, banyak guru tidak memiliki pelatihan khusus dalam mengajar bahasa Inggris. Banyak guru SD di Makassar hanya memiliki latar belakang pendidikan dasar atau pelatihan yang tidak berhubungan langsung dengan pengajaran bahasa Inggris. Mayoritas guru bahasa Inggris di sekolah dasar tidak memiliki pelatihan formal dalam mengajar bahasa asing atau pengalaman yang cukup dalam menerapkan metode pengajaran yang efektif. Situasi ini semakin diperburuk oleh terbatasnya kesempatan bagi guru untuk menghadiri program pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar bahasa Inggris, terutama yang didasarkan pada pendekatan pedagogis modern. Sebuah studi yang dilakukan oleh Putu Andre Suhardiana, . mengungkapkan bahwa meskipun pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar telah berkembang dari waktu ke waktu. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang kualitas pengajaran di tingkat dasar masih sangat bergantung pada kompetensi individu guru. Makassar, banyak guru mengajar bahasa Inggris menggunakan metode tradisional yang cenderung berfokus pada hafalan kosakata dan tata bahasa tanpa membahas keterampilan berbicara dan mendengarkan yang praktis. Akibatnya, siswa hanya dapat memperoleh bahasa Inggris secara pasif, tanpa dapat menggunakannya secara aktif dalam percakapan sehari-hari. Selain itu, banyak guru yang kurang memiliki pengetahuan tentang bagaimana menyesuaikan materi pelajaran agar sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah Banyak guru berjuang untuk membuat materi pembelajaran bahasa Inggris menarik dan relevan bagi siswa pada tahap perkembangan mereka, yang pada akhirnya menyebabkan kurangnya minat untuk belajar bahasa Inggris di antara siswa. Pendekatan Kolaboratif untuk Pelatihan Guru sebagai Solusi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pelatihan berbasis kolaboratif antara dosen pendidikan bahasa Inggris dan guru SD di Makassar dapat menjadi solusi yang Pendekatan kolaboratif ini tidak hanya melibatkan penyediaan materi pelatihan tetapi juga mendorong interaksi dua arah antara dosen dan guru. Dalam konteks ini, para dosen bertindak sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan dukungan dalam menerapkan metode pengajaran bahasa Inggris yang inovatif, sedangkan guru sekolah dasar berperan aktif dalam memberikan umpan balik berdasarkan pengalaman kelas mereka di dunia nyata. Pendekatan kolaboratif untuk pelatihan guru menawarkan banyak keuntungan. Pertama, mempromosikan pertukaran pengetahuan yang konstruktif antara profesional akademik dan praktisi pendidikan. Guru dapat belajar langsung dari dosen tentang teori dan pendekatan terbaru dalam pengajaran bahasa Inggris, sementara dosen dapat memperoleh wawasan berharga tentang tantangan dunia nyata yang dihadapi oleh guru di lapangan. Melalui diskusi dan kolaborasi, guru sekolah dasar akan lebih memahami bagaimana menerapkan teori pengajaran dalam konteks kehidupan nyata dan menyesuaikan materi pelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Kedua, pendekatan kolaboratif ini memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan keterampilan praktis yang lebih konkret dan relevan. Dalam pelatihan tersebut, guru tidak hanya diajarkan teori pengajaran tetapi juga diberi kesempatan untuk menerapkannya secara langsung di kelas melalui simulasi dan praktik langsung. Hal ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan keterampilan mengajar mereka dengan cara yang lebih praktis dan efektif. Misalnya, guru dapat belajar bagaimana menggunakan teknik pengajaran berbasis komunikasi, seperti bermain peran, diskusi kelompok, dan permainan bahasa, yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan mendengarkan siswa. Selain itu, pelatihan berbasis kolaboratif dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengajar bahasa Inggris. Banyak guru yang merasa tidak yakin dan kurang percaya diri dalam mengajar bahasa Inggris, terutama karena kemampuan bahasa Inggris mereka yang terbatas. Dengan dukungan dari dosen dan sesama kolega, guru akan merasa lebih didukung dan termotivasi untuk meningkatkan keterampilannya. Pendekatan ini juga dapat mengurangi kecemasan yang sering dialami oleh guru yang merasa kurang kompeten dalam mengajar bahasa Manfaat bagi Mahasiswa dan Masyarakat Bagi mahasiswa, pelatihan kolaboratif ini dapat membawa dampak positif pada proses pembelajaran bahasa Inggris mereka. Dengan guru yang lebih terlatih dan percaya diri, siswa akan menerima pelajaran yang lebih berkualitas dan lebih interaktif. Guru yang memiliki keterampilan Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang pedagogis yang kuat dapat menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan, di mana siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Pembelajaran yang melibatkan keterampilan berbicara, mendengarkan, dan berpikir kritis dapat membantu siswa mengembangkan kemahiran bahasa Inggris mereka secara lebih holistik dan praktis. Secara keseluruhan, keberhasilan program pelatihan berbasis kolaboratif ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pendidikan di Makassar dan sekitarnya. Guru yang terlatih dengan baik akan dapat berbagi pengetahuan mereka dengan guru lain, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris di sekolah lain. Hal ini akan mengarah pada peningkatan kemahiran bahasa Inggris siswa, membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan global di masa depan. Melalui pendekatan ini, pengajaran bahasa Inggris di Makassar diharapkan dapat terus berkembang, sejalan dengan meningkatnya profesionalisme guru di lapangan. Tinjauan Literatur Menurut octavita & Saraswati, . , bahwa integrasi pengajaran bahasa Inggris ke dalam pendidikan dasar di Indonesia telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, karena negara ini menyadari perlunya mempersiapkan generasi mudanya untuk dunia global. Bagian ini menyajikan gambaran literatur tentang pendidikan bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia, peran pendekatan kolaboratif dalam pelatihan guru, dan manfaat kolaborasi tersebut bagi guru sekolah dasar. Pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Dasar di Indonesia Pendidikan bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia telah menjadi subjek perkembangan yang berkelanjutan, terutama dalam dua dekade terakhir. Secara historis, bahasa Inggris diperkenalkan sebagai mata pelajaran dalam pendidikan menengah, tetapi sebagai tanggapan atas meningkatnya permintaan akan kemahiran bahasa Inggris di pasar global, secara bertahap diperkenalkan dalam pendidikan dasar juga. Pergeseran ini sejalan dengan tren pendidikan global, di mana penguasaan bahasa sejak dini telah diakui sebagai faktor penting dalam mencapai tingkat kemahiran bahasa asing yang lebih tinggi. Menurut Yuniarti et al. , . Susanti dan Rahmawati . , bahwa pengajaran bahasa Inggris di tingkat dasar di Indonesia menghadapi tantangan yang unik. Salah satu masalah yang paling menonjol adalah bahwa pengajaran bahasa Inggris cenderung berfokus terutama pada kosakata dan tata bahasa, dengan penekanan terbatas pada pengembangan keterampilan komunikatif dalam berbicara dan mendengarkan. Fokus sempit ini, sering disebut sebagai "metode pengajaran tradisional", cenderung mengabaikan penggunaan bahasa praktis dalam skenario dunia nyata, yang sangat penting untuk mengembangkan kefasihan dan kemampuan percakapan pada pelajar muda. Akibatnya, siswa sering memperoleh pengetahuan bahasa Inggris pasif daripada kemahiran aktif yang dapat digunakan dalam interaksi sehari-hari. Tantangan dalam mengajar bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia dapat dikaitkan dengan beberapa faktor. Pertama, kurangnya guru yang berkualitas yang dilatih secara khusus dalam penguasaan bahasa dan metode pengajaran bahasa komunikatif. Banyak guru di sekolah dasar tidak memiliki kualifikasi formal dalam pendidikan bahasa Inggris, yang mengarah pada pengajaran yang lebih berfokus pada hafalan dan latihan tata bahasa daripada komunikasi Selain itu, kurangnya bahan ajar yang mempromosikan pembelajaran aktif dan Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang pemikiran kritis dalam bahasa Inggris, sehingga sulit untuk menumbuhkan lingkungan belajar yang menarik dan dinamis bagi siswa. Selain itu, laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI . menunjukkan bahwa sumber daya yang tersedia untuk pengajaran bahasa Inggris di banyak sekolah dasar tidak mencukupi, terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Sekolah-sekolah ini sering kali tidak memiliki akses ke bahan ajar terbaru, teknologi, dan peluang pengembangan profesional bagi Kesenjangan sumber daya antara daerah perkotaan dan pedesaan Indonesia semakin memperburuk tantangan pengajaran bahasa Inggris secara efektif di tingkat dasar. Mengingat tantangan ini, ada peningkatan pengakuan akan pentingnya mengembangkan pendekatan pengajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan linguistik tetapi juga mendorong siswa untuk menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. Para peneliti dan pendidik mengadvokasi pergeseran dari metode pengajaran bahasa tradisional ke pendekatan yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa yang melibatkan keterampilan berbicara, mendengarkan, dan pemecahan masalah (Ningsih & Sari, 2. Pendekatan Kolaboratif dalam Pelatihan Guru Salah satu solusi yang paling menjanjikan untuk tantangan yang dihadapi oleh pendidikan bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia adalah penerapan pendekatan kolaboratif dalam pelatihan guru. Pelatihan guru kolaboratif melibatkan kemitraan antara lembaga akademik, seperti universitas, dan guru praktik, di mana kedua kelompok bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Widodo . berpendapat bahwa pendekatan kolaboratif dalam pelatihan guru telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan mengajar. Dengan mendorong kerja sama antara dosen universitas dan guru sekolah dasar, pelatihan kolaboratif menciptakan lingkungan yang dinamis di mana guru dapat bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan belajar dari satu sama Proses saling belajar ini membantu meruntuhkan hambatan antara teori dan praktik, memungkinkan guru untuk lebih memahami bagaimana menerapkan konsep teoritis dalam pengaturan kelas yang sebenarnya. Salah satu manfaat utama dari pelatihan guru kolaboratif adalah mempromosikan inovasi dalam metode pengajaran. Guru dapat mengintegrasikan ide-ide dan pendekatan baru yang mungkin tidak mereka temui dalam sesi pelatihan tradisional. Misalnya, dosen dapat memperkenalkan metode pengajaran bahasa Inggris kontemporer, seperti pengajaran bahasa berbasis tugas (TBLT) atau pengajaran bahasa komunikatif (CLT), yang berfokus pada komunikasi kehidupan nyata dan mendorong partisipasi aktif dari mahasiswa. Sebagai imbalannya, guru dapat memberikan wawasan berharga tentang tantangan spesifik yang mereka hadapi di kelas mereka, memungkinkan dosen untuk menyesuaikan metode pelatihan mereka untuk memenuhi kebutuhan guru dengan lebih baik. Pendekatan kolaboratif juga mendorong pengembangan profesional di antara para guru. Dengan terlibat dengan pakar akademik dan rekan-rekan mereka, guru dapat memperluas pengetahuan pedagogis mereka dan meningkatkan kompetensi mengajar mereka. Interaksi kolaboratif ini membantu guru untuk merasa lebih percaya diri dengan kemampuan mereka, yang pada akhirnya mengarah pada hasil pengajaran yang lebih baik. Rasa dukungan dan dorongan yang dihasilkan melalui kolaborasi juga berkontribusi pada sikap yang lebih positif terhadap pertumbuhan dan pengembangan profesional di antara para guru. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang Selain itu, program pelatihan guru kolaboratif seringkali lebih berkelanjutan karena melibatkan umpan balik dan keterlibatan berkelanjutan antara guru dan pelatih. Interaksi yang berkelanjutan ini memastikan bahwa proses pembelajaran tidak berakhir setelah satu sesi pelatihan tetapi terus berkembang saat guru menerapkan strategi baru dan menyempurnakan keterampilan mereka di kelas nyata. Manfaat Pendekatan Kolaboratif bagi Guru Sekolah Dasar Bagi guru sekolah dasar, manfaat dari pendekatan kolaboratif untuk pengembangan profesional sangat besar. Salah satu keuntungan utama adalah kesempatan bagi guru untuk berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain. Mengajar adalah profesi yang sering melibatkan bekerja dalam isolasi, dengan kesempatan terbatas bagi guru untuk mendiskusikan tantangan atau mencari dukungan. Namun, dalam suasana kolaboratif, guru didorong untuk mendiskusikan masalah yang mereka hadapi di kelas, berbagi strategi yang berhasil untuk mereka, dan menawarkan solusi untuk masalah umum. Suryadi . mencatat bahwa kolaborasi antara praktisi pendidikan dan akademisi dapat meningkatkan kualitas pengajaran secara signifikan, terutama dalam hal penggunaan metode yang lebih interaktif dan kontekstual. Hal ini sangat penting dalam konteks pengajaran bahasa Inggris di tingkat dasar, di mana kebutuhan belajar siswa yang beragam mengharuskan guru untuk mengadopsi strategi pengajaran yang fleksibel dan adaptif. Dengan berkolaborasi dengan kolega dan pakar, guru mendapatkan perspektif baru tentang cara melibatkan siswa secara efektif dan membuat pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, pelatihan kolaboratif meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi guru. Guru sering menghadapi keraguan diri, terutama ketika mereka tidak memiliki pelatihan atau pengalaman yang memadai dalam bidang studi tertentu. Melalui kolaborasi, guru menerima validasi dan umpan balik konstruktif dari rekan kerja dan pelatih mereka, yang membantu membangun harga diri dan identitas profesional mereka. Kepercayaan diri ini sangat penting untuk pengajaran yang efektif, karena guru yang merasa lebih mampu lebih mungkin untuk terlibat dengan siswa secara positif dan antusias, menumbuhkan lingkungan belajar yang produktif dan memotivasi. Selain itu, pelatihan guru kolaboratif mendukung pengembangan komunitas belajar Guru yang berpartisipasi dalam program pelatihan ini sering membentuk jaringan dengan pendidik lain, menciptakan rasa solidaritas dan tujuan bersama. Komunitas ini memungkinkan guru untuk terus belajar dan tumbuh bersama, bahkan setelah program pelatihan formal selesai. Pertukaran ide dan sumber daya dalam komunitas ini dapat mengarah pada peningkatan berkelanjutan dalam praktik pengajaran, karena guru terus-menerus terpapar pada ide dan metode baru. Singkatnya, literatur menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dalam pelatihan guru memberikan manfaat yang signifikan bagi guru sekolah dasar, terutama dalam konteks pendidikan bahasa Inggris. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan pedagogis guru tetapi juga membangun kepercayaan diri mereka, menumbuhkan jaringan profesional, dan mempromosikan metode pengajaran yang inovatif. Akibatnya, guru lebih siap untuk memberikan pengajaran bahasa Inggris berkualitas tinggi, yang pada akhirnya menguntungkan siswa mereka. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang METOD PELAKSANAAN Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dalam waktu enam bulan, dari Januari hingga Juni 2024. Lokasi kegiatan PKM berada di SD Negeri dan SD Swasta, dua SD yang berlokasi di pedesaan di Makassar. Sulawesi Selatan. Lokasi ini dipilih karena tingginya kebutuhan akan pelatihan pengajaran bahasa Inggris, serta tantangan besar yang dihadapi oleh para guru di daerah tersebut mengenai kemahiran bahasa Inggris dan metode pengajaran yang Peserta Peserta pelatihan ini terdiri dari 30 guru sekolah dasar, yang berusia antara 30 dan 50 tahun, dengan tingkat kemahiran bahasa Inggris yang berbeda-beda. Sebagian besar peserta memiliki latar belakang pendidikan di bidang non-bahasa Inggris dan baru mulai mengajar bahasa Inggris di kelas 4 hingga 6. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan Workshop. Diskusi, dan Interview yang difokuskan pada pelatihan guru dengan pendekatan kolaboratif. Pelatihan terdiri dari tiga tahap utama: Persiapan dan Perencanaan Dosen pendidikan bahasa Inggris dari Universitas Megarezky mengawali pelatihan dengan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mengajar bahasa Inggris. Tahap ini melibatkan diskusi kelompok untuk memahami kebutuhan spesifik peserta. Pelaksanaan PKM Pelatihan dilaksanakan dalam 6 sesi pertemuan, masing-masing berlangsung selama 3 jam. Setiap sesi berfokus pada pengembangan keterampilan praktis dalam pengajaran bahasa Inggris, seperti penggunaan media pembelajaran kreatif, teknik pembelajaran berbasis game, dan metode komunikasi interaktif. Evaluasi dan Refleksi Setelah pelatihan selesai, dilakukan evaluasi untuk mengukur peningkatan keterampilan mengajar dan pemahaman peserta terhadap metode pengajaran baru yang telah diajarkan. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, diskusi reflektif, dan wawancara dengan HASIL PEMBAHASAN Program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan mengajar bahasa Inggris bagi guru SD di Makassar dengan pendekatan kolaboratif telah berhasil dilaksanakan dengan capaian yang signifikan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pedagogis guru dalam mengajar bahasa Inggris, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan komunikasi bahasa Inggris siswa melalui metode pengajaran yang lebih interaktif dan inovatif. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang Berikut adalah hasil yang dicapai dari program pelatihan ini: Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengajar Bahasa Inggris Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar bahasa Inggris secara lebih efektif dan komunikatif. Sebelum pelatihan, sebagian besar guru di Makassar, terutama di daerah pedesaan, menggunakan metode pengajaran yang lebih berfokus pada pengajaran tata bahasa dan kosakata, tanpa perhatian yang cukup pada keterampilan berbicara dan mendengarkan yang lebih praktis. Setelah berpartisipasi dalam pelatihan berbasis pendekatan kolaboratif, guru menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan mereka untuk menerapkan metode pengajaran yang lebih komunikatif dan berbasis keterlibatan siswa. Teknik seperti bermain peran, diskusi kelompok, dan permainan bahasa diperkenalkan dan diimplementasikan di ruang kelas, membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menarik bagi siswa. Guru yang sebelumnya merasa kurang percaya diri dalam mengajar bahasa Inggris kini mampu merancang pelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa mereka. Adapun Kegiatan pemaparan materi dari Tim PKM dapat dilihat pada gambar 1 dibawah. Gambar 1: Sesi Pemaparan Materi oleh Tim PKM Memperkuat Kolaborasi Antara Dosen dan Guru Pendekatan kolaboratif yang diterapkan dalam pelatihan ini tidak hanya melibatkan penyampaian materi pelatihan tetapi juga terciptanya forum interaktif antara dosen pendidikan bahasa Inggris dan guru sekolah dasar. Dosen bertindak sebagai fasilitator, memberikan bimbingan tentang teori pengajaran terbaru, sementara guru memberikan umpan balik berdasarkan pengalaman kehidupan nyata mereka di lapangan. Hasil kerja sama ini sangat positif, karena menumbuhkan hubungan yang saling mendukung antara akademisi dan praktisi pendidikan. Guru merasa lebih dihargai dan didengar dalam diskusi, sementara dosen mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang tantangan yang dihadapi guru di kelas. Kolaborasi ini membuka peluang untuk terciptanya metode pengajaran inovatif yang lebih selaras dengan konteks lokal di Makassar. Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang Peningkatan Kepercayaan Diri Guru Dampak signifikan dari pelatihan ini adalah meningkatnya kepercayaan diri di antara para guru dalam mengajar bahasa Inggris. Banyak guru sebelumnya merasa cemas atau kurang percaya diri karena kecakapan mereka yang terbatas dalam bahasa Inggris, terutama dalam mengajar berbicara dan mendengarkan. Melalui pendekatan kolaboratif, mereka diberikan kesempatan untuk belajar dari pengalaman sesama guru dan mendapatkan dukungan dari dosen, yang membantu mengurangi kecemasan mereka. Guru yang berpartisipasi dalam pelatihan ini melaporkan merasa lebih termotivasi dan lebih siap untuk mengajar dengan cara yang lebih interaktif. Mereka menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi sehari-hari di kelas dan merasa lebih nyaman merancang kegiatan pembelajaran yang menekankan keterlibatan siswa. Sesi diskusi dan tanya jawab dapat dilihat pada gambar 2 dibawah ini. Gambar 2: Sesi Diskusi dan Tanya Jawab Penerapan Teknik Pengajaran yang Lebih Interaktif Salah satu fokus utama dari pelatihan ini adalah pengenalan dan penerapan teknik pengajaran yang lebih interaktif, seperti permainan bahasa, bermain peran, dan metode pembelajaran berbasis proyek. Teknik-teknik ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan mendengarkan siswa dan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan menarik. Setelah pelatihan, para guru melaporkan bahwa mereka telah mulai menerapkan teknik ini di kelas mereka. Misalnya, penggunaan bermain peran membantu siswa menjadi lebih terlibat dalam percakapan bahasa Inggris, dan permainan bahasa yang melibatkan kegiatan kelompok meningkatkan kerja sama dan keterlibatan siswa. Penerapan teknik-teknik ini telah membantu siswa merasa lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris, baik dalam konteks formal maupun informal. Dampak Positif Terhadap Kualitas Pembelajaran Bahasa Inggris Berdasarkan pengamatan dan umpan balik dari guru dan siswa, pelatihan ini membawa dampak positif terhadap kualitas pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Siswa sekarang lebih Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang antusias dengan pelajaran bahasa Inggris, karena guru mereka mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran telah meningkat, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan keterampilan bahasa mereka, terutama dalam berbicara dan mendengarkan. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi guru untuk berbagi bahan ajar yang lebih bervariasi dan adaptif sesuai dengan karakteristik siswanya. Dengan penguasaan metode pengajaran yang lebih baik, guru mampu menyajikan materi yang lebih menarik, sehingga siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris sebagai mata pelajaran formal tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan Jaringan Profesional Selain manfaat langsung yang dialami oleh guru dan siswa, pelatihan ini juga membantu membangun jejaring profesional antar guru di Makassar. Para guru yang terlibat dalam pelatihan sekarang memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dan sumber daya satu sama lain, serta mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi dalam mengajar bahasa Inggris. Jaringan ini diharapkan akan berlanjut setelah pelatihan, dengan para guru saling mendukung dan berbagi praktik terbaik dalam pengajaran bahasa Inggris. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengarah pada peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris secara keseluruhan di Makassar dan Evaluasi dan Refleksi Kegiatan pelatihan pengajaran bahasa Inggris ini telah berhasil dilaksanakan dengan partisipasi aktif dari para guru sekolah dasar di Makassar. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sampai dimana pemahaman dan pengetahuan peserta selama mengikuti kegiatan pelatihan pengajaran Bahasa Inggris kepada siswa. Hal ini sejalan dengan Yahrif et al. , . , bahwa dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) perlu diadalan sesi evaluasi dan refleksi untuk mengetahui sampai dimana pemahaman peserta pelatihan. Rencana Tindak Lanjut Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, rencana pengembangan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan hasil yang dicapai. Program pelatihan tambahan akan diadakan untuk memperdalam keterampilan guru dalam pengajaran bahasa Inggris dengan pendekatan yang lebih spesifik, seperti pembelajaran berbasis proyek dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Selain itu, pemantauan dan evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan bahwa teknik yang diajarkan selama pelatihan terus diterapkan di kelas dan memberikan dampak positif pada pembelajaran siswa. KESIMPULAN Secara keseluruhan, pelatihan mengajar bahasa Inggris untuk guru SD di Makassar dengan pendekatan kolaboratif telah berhasil mencapai tujuan utamanya yaitu meningkatkan keterampilan mengajar guru, memperkenalkan metode pengajaran yang lebih interaktif, dan memperkuat kolaborasi antara dosen dan guru. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris di tingkat dasar tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang pendidikan di Makassar. Dengan terus melibatkan guru dalam pengembangan profesinya, diharapkan kualitas pendidikan bahasa Inggris akan terus meningkat di masa depan. DAFTAR PUSTAKA