Vol. No. November 2025, page: 318-326 p-ISSN: 1410-9344. e-ISSN: 2549-5631 DOI: https://doi. org/10. 23917/warta. Empowering Nasyiatul Aisyiyah Health Cadres in Assisting Pregnant Women in Preparation for Normal Delivery through a Holistic Approach Nova Elok Mardliyana*. Umi MaAorifah. Nur Hidayatul Ainiyah. Syuhrotut Taufiqoh. Firdausi Nuzula Program Studi S1 Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surabaya Email : novaelokm@um-surabaya. Abstract Article Info Received: 15/5/2025 Revised: 16/6/2025 Accepted: 11/9/2025 Published: 20/11/2025 Keywords: Pregnan women, empowering, normal delivery, holistic approach Copyrights Aa Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. International License (CC BY-NC All writings published in this journal are personal views of the author and do not represent the views of this journal and the authorAos affiliated institutions. Reducing maternal and infant mortality rates and improving the quality of normal delivery are major challenges in health services in Indonesia. In an effort to support this, empowering health cadres is an important key to improving community knowledge and skills, especially in assisting pregnant women during pregnancy and preparing for childbirth. This community service program aims to empower Nasyiatul Aisyiyah health cadres in assisting pregnant women with a holistic approach. This approach includes physical, psychological, social, and spiritual aspects, to ensure the readiness of pregnant women in facing a safe and healthy normal delivery process. The activities carried out include cadre training, providing educational materials related to preparation for normal delivery, and assistance to pregnant women in Malang City. The results of this activity show an increase in the knowledge and skills of health cadres regarding the importance of a holistic approach in assisting pregnant women and increasing the readiness of pregnant women both physically and mentally for normal delivery. It is hoped that this activity can contribute to reducing maternal and infant mortality rates and strengthening the capacity of East Java Nasyiatul Aisyiyah health cadres in the community. Pemberdayaan Kader Kesehatan Nasyiatul Aisyiyah dalam Pendampingan Ibu Hamil untuk Persiapan Persalinan Normal melalui Pendekatan Holistik Kata kunci: Ibu hamil, pemberdayaan, persalinan normal, pendekatan holistik Abstract Penurunan angka kematian ibu dan bayi serta peningkatan kualitas persalinan normal menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Dalam upaya mendukung hal tersebut, pemberdayaan kader kesehatan menjadi kunci penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam mendampingi ibu hamil selama masa kehamilan dan persiapan Kegiatan ini bermitra dengan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yaitu Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang memiliki program peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah dalam mendampingi ibu hamil dengan pendekatan holistik. Pendekatan ini mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, guna memastikan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan normal yang aman dan sehat. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari Ae Maret 2025. Dengan sasaran kader kesehatan NA sejumlah 30 orang dan ibu hamil sejumlah 15 orang. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan kader, pemberian materi edukasi terkait persiapan persalinan normal, serta pendampingan kepada ibu hamil di Kota Malang. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan mengenai pentingnya pendekatan holistik dalam pendampingan ibu hamil. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi serta penguatan kapasitas kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di masyarakat. PENDAHULUAN Kesehatan ibu hamil dan persalinan yang aman merupakan salah satu prioritas dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi perhatian serius, dengan banyaknya komplikasi yang terjadi saat proses persalinan seperti hipertensi dalam kehamilan . reeklamsia dan eklamsi. , perdarahan dan infeksi menjadi faktor langsung kematian ibu. Sedangkan faktor tidak langsung kematian ibu adalah rendahnya akses dan pemahaman masyarakat terkait pentingnya persalinan normal dan pendampingan yang holistik selama kehamilan. Persalinan normal adalah proses yang lebih alami yang mempunyai keuntungan pemulihan yang lebih cepat, dan risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan bersalin dengan seksio sesarea, (Puspita et al. , 2. Namun, banyak ibu hamil memilih melahirkan operasi sesar karena berbagai alasan, baik medis maupun non-medis, (Sihombing et al. , 2. Dari studi pendahuluan yang telah dilakukan terdapat 6 dari 10 ibu hamil yang memiliki pengetahuan rendah tentang pentingnya persalinan normal dan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan tingkat persalinan melalui operasi sesar yang tinggi di Indonesia. Angka persalinan melalui operasi sesar di Jawa Timur terus meningkat dalam beberapa tahun Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, persentase persalinan dengan operasi sesar di provinsi ini mencapai sekitar 22,36% pada tahun 2020, dan tren tersebut cenderung meningkat seiring waktu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keputusan melahirkan dengan operasi sesar disebabkan karena adanya komplikasi pada ibu dan janin, (Adewale et al. , 2. Namun terdapat trend dimasyarakat persalinan sesar terjadi karena permintaan ibu hamil meskipun tidak ada indikasi medis yang jelas. Menurut data BPS pada tahun 2022, di Kota Malang persalinan yang ditolong oleh bidan sebesar 35,7%. Fenomena yang menjadi perhatian adalah masih banyak ibu hamil yang takut terhadap proses persalinan Alasan tersebut disebabkan karena kurangnya edukasi tentang proses persalinan normal, pengalaman trauma sebelumnya atau cerita negatif yang beredar di masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan ibu hamil memilih operasi caesar meskipun tanpa indikasi medis dengan risiko dan biaya yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal, (Fajrini, 2. Ibu hamil yang memilih melahirkan secara sesar karena kurangnya pengetahuan tentang dampak yang akan terjadi seperti waktu pemulihan lebih lama dan akan terjadi persalinan sesar lagi pada kehamilan berikutnya. Ibu hamil juga khawatir jika melahirkan secara normal tidak kuat menghadapi nyeri persalinan dalam waktu lama, (Mardliyana et al. , 2. Banyak yang belum mengetahui proses pemulihan persalinan normal lebih cepat, memiliki risiko lebih rendah dan bayi yang dilahirkan memiliki kesehatan paru-paru yang lebih baik, (Mutmaina, 2. Pada persalinan normal bayi mengalami tekanan alami saat melewati jalan lahir dan membantu mengeluarkan cairan paru-paru untuk persiapan bayi bernafas diluar uterus, ((MaAorifah, 2. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang dapat memberikan dukungan fisik, psikologis, dan sosial untuk mempersiapkan ibu hamil menghadapi persalinan dengan lebih baik dan penuh percaya diri. Nasyiatul Aisyiyah, sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang fokus pada pemberdayaan perempuan, memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan ibu hamil melalui berbagai program yang mendukung kesehatan. Banyak kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah yang masih memiliki pengetahuan rendah mengenai pentingnya persalinan normal, sehingga mereka kurang dapat memberikan informasi yang tepat kepada ibu hamil tentang manfaat dan prosedur persalinan yang aman. Sebanyak 72 % kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah belum sepenuhnya memahami konsep pendampingan holistik, yang melibatkan pendekatan menyeluruh terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu hamil. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 319 dengan memberdayakan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah sebagai pendamping bagi ibu hamil, yang dapat memberikan pengetahuan, keterampilan, serta dukungan emosional sepanjang masa kehamilan, terutama dalam persiapan untuk persalinan normal, (Ainiyah et al. , 2. Pendampingan yang holistik, yang melibatkan pendekatan yang mengintegrasikan aspek fisik, mental, dan sosial, sangat dibutuhkan untuk mengurangi rasa cemas, meningkatkan pemahaman tentang proses persalinan, serta memastikan kesiapan ibu hamil baik secara fisik maupun mental, (Nguyen et al. , 2. Pendekatan holistik dalam pendampingan ibu hamil mengutamakan pentingnya peran kader kesehatan yang berperan tidak hanya memberikan informasi medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan emosional dan psikologis ibu hamil, (Bhatia et al. , 2. Pendampingan ini mencakup edukasi tentang kesehatan ibu hamil, pemahaman tentang proses persalinan normal, teknik relaksasi, serta dukungan mental yang dapat membantu ibu hamil merasa lebih tenang dan siap. Dengan pemberdayaan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendampingan ibu hamil yang membantu ibu hamil lebih paham dan percaya diri siap menjalani persalinan normal sehingga dapat mengurangi angka persalinan caesar yang tidak perlu. Hal tersebut seringkali disebabkan karena ketidaktahuan dan kecemasan yang berlebihan. Kegiatan ini juga selaras dengan program kerja Nasyiatul Aisyiyah yaitu penguatan peran perempuan dalam kesehatan. Dengan kegiatan ini, diharapkan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendampingi ibu hamil dalam persiapan persalinan normal, serta membantu menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan ibu hamil dan kelancaran proses persalinan. Seiring dengan tujuan tersebut, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran serta partisipasi aktif masyarakat, khususnya anggota Nasyiatul Aisyiyah, dalam mendukung kesehatan ibu hamil dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berbasis komunitas. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan februari sampai maret 2025 bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah dalam mendampingi ibu hamil untuk mempersiapkan persalinan normal melalui pendekatan holistik. Sasaran awal dari kegiatan ini adalah kader kesehatan NA dalam memberikan pendampingan yang meliputi dukungan fisik, emosional, dan edukasi kepada ibu hamil. Sasaran akhirnya adalah ibu hamil yang mendapatkan manfaat dari pendampingan ini, sehingga mereka dapat lebih siap secara mental dan fisik untuk menjalani persalinan normal dengan aman dan lancar. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek fisik, mental, dan sosial ibu hamil untuk mempersiapkan mereka menghadapi proses persalinan secara sehat dan aman. Gambar 1 : Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Tahapan Kegiatan kepada Mayarakat: Identifikasi Ibu Hamil Pada tahap awal, 15 ibu hamil yang tinggal di Kota Malang untuk mendapatkan pendampingan. Pelatihan Kader Kesehatan Nasyiatul Aisyiyah Sebanyak 30 kader kesehatan NA mengikuti pelatihan tentang kelebihan dan tanda persalinan normal, teknik relaksasi, managemen nyeri persalinan, persiapan persalinan normal serta doAoa dan dzikir selama proses persalinan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan pendampingan yang holistik bagi ibu hamil. Metode pelatihan kader Nasyiatul Aisyiyah dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan teori dan praktik langsung. 320 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 Pendampingan Ibu Hamil Kader kesehatan melakukan pendampingan terhadap 15 ibu hamil dengan melakukan kunjungan rumah atau pertemuan kelompok. Kegiatan ini mencakup pendampingan dan edukasi fisiologi persalinan normal, teknik relaksasi, managemen nyeri persalinan, persiapan persalinan normal serta doAoa dan dzikir selama proses persalinan, serta memberikan dukungan psikologis kepada ibu hamil. Evaluasi Kegiatan Di akhir Maret, dilakukan evaluasi terhadap efektivitas kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan. Evaluasi ini melibatkan ibu hamil, kader kesehatan, dan pihak terkait untuk mengukur dampak program terhadap kesiapan fisik dan mental ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Instrumen evaluasi meliputi pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan kader sebelum dan setelah pelatihan, serta observasi langsung terhadap praktik pendampingan yang dilakukan oleh kader selama pendampingan ibu hamil. Selain itu, dilakukan wawancara atau kuesioner kepada ibu hamil untuk menilai tingkat kepuasan mereka terhadap kualitas pendampingan yang diberikan, serta sejauh mana mereka merasa lebih siap menghadapi persalinan normal. Hasil evaluasi ini akan menjadi indikator untuk menentukan keberhasilan pelatihan kader dan dampaknya terhadap kesiapan ibu hamil dalam persalinan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang memberdayakan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah (NA) dalam pendampingan ibu hamil untuk persiapan persalinan normal melalui pendekatan holistik di Kota Malang telah berhasil dilaksanakan dengan baik selama bulan Februari hingga Maret 2025. Sebanyak 15 ibu hamil yang bersedia mengikuti program. Kegiatan ini melibatkan 30 kader kesehatan NA yang telah mengikuti pelatihan fisiologi persalinan normal, teknik relaksasi, managemen nyeri persalinan, persiapan persalinan normal serta doAoa dan dzikir selama proses persalinan, serta dukungan psikologis untuk ibu hamil. Kader yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat sebagian besar berpendidikan SMA dengan beberapa diantaranya merupakan tenaga kesehatan. Ibu hamil yang terlibat dalam kegiatan ini membutuhkan pendampingan dari kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah karena mereka sering kali kurang mendapatkan informasi yang tepat mengenai persiapan persalinan normal. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pendampingan yang komprehensif, yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial ibu hamil. Pendampingan kepada ibu hamil dilakukan melalui serangkaian kegiatan, seperti pemberian edukasi kelebihan dan tanda persalinan normal, teknik relaksasi, managemen nyeri persalinan, persiapan persalinan normal, serta dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan. Kader kesehatan NA juga memberikan dukungan emosional dengan mengajarkan doAoa dan dzikir untuk mempersiapkan mental ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Setiap kader melakukan kunjungan ke rumah ibu hamil secara berkala untuk memastikan partisipasi aktif dari ibu hamil dalam program ini. Hasil observasi menunjukkan bahwa ibu hamil merasa lebih siap secara fisik dan mental setelah mendapatkan pendampingan dari kader kesehatan NA. Evaluasi secara berkala setiap minggu dilakukan untuk mengukur perkembangan ibu hamil. Berdasarkan hasil evaluasi, mayoritas ibu hamil menunjukkan peningkatan dalam pemahaman mengenai persiapan persalinan normal dan merasa lebih percaya diri dengan kondisi fisik mereka. Banyak ibu hamil yang melaporkan peningkatan dalam kebugaran fisik mereka setelah melakukan senam hamil dan menerapkan pola makan sehat yang disarankan oleh kader. Di sisi lain, dukungan psikologis yang diberikan kader juga terlihat membantu ibu hamil dalam mengurangi kecemasan dan stres yang seringkali muncul menjelang persalinan. Tabel 1. Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan kader kesehatan NA No. Indikator Fisiologi Persalinan Persiapan Persalinan Tehnik Relaksasi Managemen Nyeri Persalinan DoAoa Jumlah Peserta Skor rata-rata Margin 39,91 44,98 Persentase Kenaikan Skor 38,43% 44,27% 46,56% 51,90% 35,06 Pre-test Post-test Tabel 1 menunjukkan hasil evaluasi tingkat pengetahuan kegiatan pelatihan pada 30 orang kader kesehatan NA. Dalam kegiatan pelatihan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah (NA), terlihat adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan kader terkait berbagai aspek yang penting dalam persiapan Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 321 persalinan. Sebelum pelatihan, sebagian besar kader memiliki pemahaman yang rendah dengan skor rata-rata 41-52 yang berkaitan mengenai fisiologi persalinan, persiapan persalinan, teknik relaksasi, manajemen nyeri, serta do'a dan dzikir persalinan. Namun, setelah pelatihan, terjadi perubahan yang positif, di mana sebagian besar kader kini memiliki pemahaman yang tinggi dalam kelima indikator tersebut dengan skor rata-rata 84-87. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam memberdayakan kader untuk mendukung ibu hamil dalam persiapan persalinan yang lebih baik dan lebih holistik. Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Pendampingan Ibu Hamil No. Indikator Jumlah Peserta Persiapan Persalinan Managemen Nyeri Persalinan Kesiapan Fisik Ibu Hamil Motivasi memilih Metode Persalinan Normal Skor rata-rata Pretest Posttest Margin Persentase Kenaikan Skor 56,62% 52,95% 62,19% Dalam kegiatan pendampingan 15 orang ibu hamil oleh kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah (NA), terdapat peningkatan yang signifikan pada berbagai indikator terkait kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Sebelum pendampingan, sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang rendah dengan skor rata-rata 3541, namun setelah pendampingan, pengetahuan ibu meningkat dengan skor 82-85. Hal ini menunjukkan efektivitas kader dalam memberikan informasi dan dukungan kepada ibu hamil. Pendampingan ini terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, kesiapan fisik, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan motivasi ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan normal. Gambar 4. Kegiatan Pelatihan Kader Nasyiatul Aisyiyah Gambar 5. Kegiatan Pendampingan Ibu Hamil 322 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 Kegiatan pengabdian masyarakat Pemberdayaan Kader Kesehatan Nasyiatul Aisyiyah Dalam Pendampingan Ibu Hamil Untuk Persiapan Persalinan Normal melalui Pendekatan Holistik menunjukkan hasil yang signifikan dalam mempersiapkan ibu hamil untuk persalinan normal. Pendekatan holistik yang diterapkan dalam program ini melibatkan tiga aspek utama, yaitu fisik, mental, dan sosial. Kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang dilatih memiliki peran dalam memberikan pendampingan yang menyeluruh kepada ibu hamil, bukan hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga memberikan dukungan psikologis yang dibutuhkan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa percaya diri ibu hamil. Pendampingan ini menjadi sangat penting, karena banyak ibu hamil yang sering merasa cemas atau tidak siap menghadapi persalinan, baik secara fisik maupun emosional. Pelatihan yang diberikan kepada kader NA terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam mendampingi ibu hamil. Sebanyak 30 kader NA memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang persiapan persalinan normal, managemen nyeri persalinan serta pentingnya relaksasi untuk mengurangi stres. Keberhasilan pelatihan ini terlihat dari meningkatnya motivasi ibu hamil untuk melahirkan secara normal dan menurunnya tingkat kecemasan. Kader juga berhasil memberikan informasi yang mudah dipahami oleh ibu hamil, sehingga ibu hamil merasa mendapat dukungan selama mempersiapkan persalinannya. Setelah pendampingan, ibu hamil yang terlibat dalam program ini merasa lebih siap secara fisik dan mental menjelang persalinan. Teknik relaksasi yang diberikan oleh kader kesehatan juga berfungsi untuk mengurangi kecemasan yang sering dirasakan oleh ibu hamil. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah mengikuti pendampingan, ibu hamil memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi dan lebih tenang dalam menghadapi persalinan, yang terbukti dari penurunan tingkat kecemasan yang signifikan. Pendekatan holistik juga mencakup dukungan emosional dan sosial yang diberikan kepada ibu hamil. Kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi kesehatan, tetapi juga sebagai pendengar yang baik dan memberikan dukungan moral. Hal ini sangat penting, mengingat banyak ibu hamil yang merasa cemas atau terisolasi, terutama jika mereka tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari keluarga atau lingkungan sosial mereka. Dukungan sosial yang diberikan oleh kader membantu ibu hamil untuk merasa lebih diperhatikan dan diberdayakan dalam menghadapi persalinan, (Davis et al. , 2. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan kader kesehatan dalam pendampingan ibu hamil melalui pendekatan holistik sangat efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil baik secara fisik, mental, maupun sosial. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi ibu hamil, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program kesehatan, dan memberikan contoh yang baik untuk penerapan program-program serupa di wilayah lain,(Pratiwi et al. , 2. Untuk pengembangan lebih lanjut, perlu adanya upaya untuk memperluas cakupan kegiatan ini agar dapat menjangkau lebih banyak ibu hamil dan kader kesehatan di wilayah lain. Pemberdayaan kader kesehatan NA dalam pendampingan ibu hamil untuk persiapan persalinan normal melalui pendekatan holistik memberikan dampak yang signifikan bagi ibu hamil yang terlibat dalam program Berdasarkan empowerment theory, pemberdayaan bukan hanya tentang meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas mental dan sosial individu untuk membuat keputusan yang lebih baik mengenai kesehatannya, (Baska & Yulyana, 2. Kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah yang terlibat dalam pendampingan ini menunjukkan peran kunci dalam memberikan pengetahuan serta dukungan emosional bagi ibu hamil, yang memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di komunitas mereka, (Mardiana et al. Pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial memberikan dasar yang kuat bagi ibu hamil untuk merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi persalinan. Kegiatan pemberdayaan kader kesehatan NA sejalan dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Siti Patimah pada tahun 2024 tentang pendampingan pencegahan risiko anak stunting pada masyarakat, kader kesehatan, dan guru PAUD/TK karena keduanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, dengan fokus pada pemberdayaan kader kesehatan dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu hamil, balita, dan pencegahan stunting secara holistic, (Patimah et al. , 2. Pendekatan holistik dalam pendampingan ibu hamil, yang mencakup dukungan emosional dan sosial yang diberikan kepada ibu hamil mengacu pada teori kesehatan komunitas yang menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan fisik dan mental secara bersamaan, (Keawpimon & Samankasikorn, 2. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat sangat bergantung pada pendekatan yang komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada pengobatan atau tindakan medis saja tetapi juga pada pemberdayaan individu untuk mengambil kontrol atas kesehatan mereka sendiri, (Akba et al. , 2. Dalam konteks ini, ibu hamil yang didampingi dalam program ini merasa lebih siap secara fisik dan lebih tenang secara mental berkat konseling yang diberikan oleh kader kesehatan. Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 323 Hasil dari pendampingan yang dilakukan selama dua bulan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan normal, yang sesuai dengan penelitian oleh Nova Elok Mardliyana . yang menunjukkan bahwa edukasi tentang persiapan persalinan dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesiapan mental ibu hamil. Penurunan kecemasan ibu hamil sebesar 30% dalam kegiatan ini mengidentifikasi bahwa dukungan sosial dan informasi yang cukup dapat membantu menurukna kecemasan dan stres yang efektif. Dengan pemberian informasi yang tepat dan dukungan psikologis, ibu hamil merasa lebih percaya diri dalam menghadapi proses persalinan, (Santi et al. , 2. Lebih lanjut, keberhasilan pendampingan ini juga mengacu pada teori keterlibatan masyarakat (Community Involvement Theor. yang berfokus pada peran aktif komunitas dalam setiap tahap kegiatan, (Haldane et al. , 2. Dalam hal ini, kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya memberikan pengetahuan dan dukungan, tetapi juga secara aktif melibatkan ibu hamil dalam proses tersebut, memastikan bahwa ibu hamil memiliki hak untuk terlibat dalam perencanaan proses persalinannya. Penelitian Russel . menunjukkan bahwa ketika masyarakat terlibat langsung dalam upaya kesehatan, hasil yang dicapai cenderung lebih efektif dan berkelanjutan serta dapat menjaga kesehatan mental, (Russell et al. , 2. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif yang signifikan dalam menyiapkan ibu hamil untuk persalinan normal. Selain itu, pemberdayaan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah menunjukkan bahwa dengan pelatihan yang tepat, kader kesehatan dapat berperan aktif dalam mengedukasi dan memberikan dukungan emosional kepada ibu hamil, yang sesuai dengan prinsip teori pemberdayaan dan teori kesehatan Pendekatan yang terintegrasi dan berbasis masyarakat, dengan melibatkan dukungan fisik, mental, dan sosial, adalah kunci dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil dan keberhasilan persalinan normal. depannya, program ini dapat diperluas dengan memperkenalkan teknologi kesehatan atau aplikasi digital untuk mendukung proses pendampingan yang lebih luas dan efektif. SIMPULAN Program pengabdian masyarakat yang melibatkan pemberdayaan kader kesehatan Nasyiatul Aisyiyah berhasil memberikan dampak positif terhadap pendampingan ibu hamil dalam persiapan persalinan normal. Pendekatan holistik yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual ibu hamil, yang berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan kader kesehatan juga meningkatkanpengetahuan dan keterampilan kader dalam mendampingi ibu hamil. Selain itu, ibu hamil yang mendapatkan pendampingan merasa lebih siap secara fisik dan mental dalam menghadapi proses persalinan normal, serta lebih percaya diri dalam menjalani kehamilan yang sehat. Pemberdayaan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kader, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu hamil, serta meningkatkan peran aktif komunitas dalam proses pendampingan ibu Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan program pendampingan ibu hamil dengan pendekatan yang lebih berbasis pada kebutuhan individu dan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperlihatkan pentingnya pendekatan holistik dalam pendampingan ibu hamil untuk persiapan persalinan normal, serta menunjukkan potensi besar dalam pemberdayaan kader kesehatan sebagai agen perubahan dalam masyarakat. PERSANTUNAN Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah memberikan hibah kepada kami, kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya yang telah memberikan izin dan dukungan penuh untuk pelaksanaan penelitian ini, serta kepada mitra Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang telah berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program ini. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil dan persiapan persalinan yang sehat dan aman. KONTRIBUSI PENULIS Pelaksanaan kegiatan: NEM. UM. NHA. ST. FN. Penyusunan artikel: NEM. NHA. Analisis dampak layanan: UM. ST. Penyajian hasil layanan: FB. Revisi artikel: NEM. Conflict of Interest Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan dalam publikasi artikel ini. 324 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 PENDANAAN Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya beserta jajarannya dan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Program RISETMU atas dukungan dan perhatian yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Semoga kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar di masa yang akan datang. REFERENSI