Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Volume. Number. July 2023 Hlm : 224-233 https://ejournal. id/index. php/bhinneka/index Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Dengan Metode Tutor Sebaya Pada Mata Pelajaran PAI Kelas XI Di SMA Al-Azhar Menganti Indra Adi Gunawan1* 1Institut Al Azhar Menganti Gresik. Indonesia e-mail: indragun2604@gmail. Abstract This research aims to describe the application of the STAD type cooperative learning model. Peer Tutor and to find out the comparison of the STAD type cooperative learning model with the Peer Tutor method in class XI PAI subjects at Al-Azhar Menganti Gresik High School. Data collection techniques in this research are validation, tests, questionnaires, interviews and documentation. The results of this research show that the application of the STAD type cooperative learning model at Al-Azhar Menganti Gresik High School according to the questionnaire received a favorable and very favorable response. Meanwhile, student learning outcomes in classes with STAD type cooperative learning are said to be classically complete with a percentage of 86. 2% and the average test score for learning outcomes is 87. The application of the Peer Tutor method at AlAzhar Menganti Gresik High School according to the questionnaire received a minimum response in the sufficient category. Meanwhile, student learning outcomes in class A comparison of student learning responses between STAD type cooperative learning and Peer Tutor type was carried out using t test analysis so that it can be seen that tcount = 5. 690 > ttable = 1. 671 meaning Ho is rejected and Ha is accepted, meaning the average response of class XI IPA 1 students using the STAD type Cooperative model better than the average response of class XI IPA 2 students after implementing the peer tutor learning model. Meanwhile, a comparison of student learning outcomes between STAD type cooperative learning and peer tutoring was carried out using t test analysis so that it can be seen that tcount = 1. 552 < ttable = 1. 671, meaning Ho is accepted and Ha is rejected. This means that the average learning outcomes of class XI IPA 1 students by applying the STAD type Cooperative model are the same as the average learning outcomes of class Keywords: STAD Learning Model. Peer Tutor Method. Islamic education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tutor Sebaya dan mengetahui komparasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan metode Tutor Sebaya pada mata pelajaran PAI kelas XI di SMA Al-Azhar Menganti Gresik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah validasi, tes, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di SMA Al-Azhar Menganti Gresik sesuai angket mendapat respon suka dan sangat suka. Sedangkan untuk hasil belajar siswa dikelas dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dikatakan tuntas secara klasikal dengan prosentase 86,2 % dan rata-rata nilai tes hasil belajarnya sebesar 87,93. Penerapan metode Tutor Sebaya di SMA Al-Azhar Menganti Gresik sesuai angket direspon minimal dalam kategori cukup. Sedangkan untuk hasil belajar siswa di kelas XI IPA 2 juga tuntas secara klasikal dengan prosentase sebesar 84,84% dan rata-rata nilai tes hasil belajarnya sebesar 83,79. Komparasi respon belajar siswa antara pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Tutor Sebaya dilakukan menggunakan analisis uji t sehingga dapat BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Indra Adi Gunawan Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . diketahui bahwa thitung = 5,690 > ttabel = 1,671 berarti Ho ditolak dan terima Ha artinya rata-rata respon siswa kelas XI IPA 1 dengan menerapkan model Kooperatif tipe STAD lebih baik dari rata-rata respon siswa kelas XI IPA 2 setelah menerapkan model pembelajaran tutor sebaya. Sedangkan Komparasi hasil belajar siswa antara pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tutor sebaya dilakukan menggunakan analisis uji t sehingga dapat diketahui bahwa t hitung = 1,552 < ttabel = 1,671 berarti Ho diterima dan tolak Ha. Artinya rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 dengan menerapkan model Kooperatif tipe STAD sama dengan rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 setelah menerapkan model pembelajaran tutor sebaya. Kata kunci : Model Pembelajaran STAD. Metode Tutor Sebaya. Pendidikan Agama Islam. Pendahuluan Dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud dengan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Keberhasilan belajar yang dipengaruhi oleh faktor sekolah diantaranya adalah faktor kreativitas guru dalam penggunaan metode dalam proses pembelajaran, karena dengan menggunakan metode dalam kegiatan pembelajaran, guru berharap peserta didik tidak hanya dapat menguasai materi bahan ajar saja tetapi juga berharap peserta didik dapat berpartisipasi atau berperan aktif dalam kegiatan belajar demi kesuksesan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun pada kenyataannya lemahnya sumber daya guru dalam mengembangkan pendekatan dan metode yang lebih variatif (Majid. Guru sebagai subjek dalam membuat perencanaan pembelajaran dituntut harus dapat menyusun berbagai program pengajaran sesuai pendekatan dan metode yang akan digunakan. Dalam Pendidikan Agama Islam, faktor metode adalah faktor yang tidak bisa diabaikan, karena turut menentukan sukses atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan agama Islam. Hubungan antara tujuan dan metode pendidikan agama Islam merupakan hubungan sebab akibat. Artinya, jika metode pendidikan digunakan dengan baik dan tepat, maka tujuan pendidikan kemungkinan besar akan tercapai (Majid. Menurut Anita Lie dalam buku Made Wena, dalam paradigma lama proses pembelajaran adalah guru memberikan pengetahuan pada siswa secara pasif. Dalam konteks pendidikan, paradigma lama ini juga berarti jika seseorang mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam suatu bidang, ia pasti akan dapat mengajar, ia tidak perlu tahu proses belajar mengajar yang tepat, ia hanya perlu menuangkan apa yang diketahuinya ke dalam botol kosong yang siap menerimanya. Banyak guru masih menganggap paradigma lama ini sebagai satu-satunya alternatif yang terbaik. Mereka mengajar dengan metode ceramah dan mengharapkan siswa duduk, diam, dengar, catat, dan hafal (Wena, 2. Untuk itu diharapkan setiap guru dituntut adanya inisiatif dan kreatifitas dalam kegiatan belajar mengajar secara optimal demi tercapainya tujuan BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Indra Adi Gunawan Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . pembelajaran, karenanya upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran harus dilakukan secara optimal dan terus menerus, secara berkelanjutan karena hal itu memiliki posisi yang strategis dan dengan pembelajaran yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Ghony, 2. Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada lembaga pendidikan formal . dewasa ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Menurut hasil pengamatan dan wawancara dengan guru mata pelajaran PAI di SMA Al-Azhar Gresik hasil belajar peserta didik yang senantiasa masih belum memuakan dengan rata-rata nilai PAI semester Genap tahun ajaran 2023-2024 adalah sekitar 73 dengan KKM 75. Prestasi ini tentunya merupakan hasil pembelajaran yang masih bersifat konvesional dan tidak menyentuh ranah kognitif ataupun afektif peserta didik itu sendiri, yaitu bagaimana sebenarnya belajar itu. Telah jelas bahwa yang menjadi sasaran dari pendidikan agama Islam adalah selain para siswa menguasai ilmu pengetahuan agama tetapi siswa diharapkan mampu menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan seharihari. Namun, seolah-olah pendidikan agama dianggap kurang memberikan kontribusi ke arah itu. Setelah ditelusuri, pendidikan agama menghadapi beberapa kendala, antara lain waktu yang disediakan hanya dua jam pelajaran dengan muatan materi yang begitu padat dan memang penting, yakni menuntut pemantapan pengetahuan hingga terbentuk watak dan kepribadian yang jauh berbeda dengan tuntutan terhadap mata pelajaran lainnya. Dalam materi pendidikan agama Islam, termasuk bahan ajar akhlak, lebih terfokus pada pengetahuan . dan minim dalam pembentukan sikap . serta pembiasaan . (Didik, 2. Salah satu strategi pembelajaran yang sering digunakan oleh guru pembelajaran kooperatif yang merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk pengembangan kecakapan akademik (Academic skil. , sekaligus keterampilan sosial (Social skil. atau juga disebut interpersonal skill. Melalui pembelajaran kooperatif akan memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Melalui pembelajaran kooperatif pula, seorang siswa akan menjadi sumber belajar bagi temannya yang lain. Pembelajaran koperatif memiliki berbagai jenis diantaranya yaitu TGT (Team-Games-Tournament atau Turnaman Game ti. STAD (Student Team Achievement Division atau pembagian pencapaian tim sisw. TAI (Team Accelrated Instruction atau percepatan pengajaran ti. CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compositio. Jigsaw (Teka- tek. Group Investigation (Kelompok Investigas. Learning Together (Belajar Bersam. CompleXI Instruction (Pengajaran Komplek. Structure Dyadic Methods (Metode Struktur Berpasanga. Berdasarkan berbagai tipe model pembelajaran kooperatif tersebut, peneliti lebih tertarik tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. karena pembelajaran kooperatif tipe STAD ini salah satu tipe pembelajaram kooperatif yang paling Siswa ditempatkan pada suatu tim belajarn beranggotakan beberapa siswa yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku9. Tipe STAD ini merupakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga siswa dalam kelompok tersebut memiliki kontribusi yang sama dalam pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Indra Adi Gunawan Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pembelajaran guna mencapai prestasi yang diinginkan. Metode pembelajaran lain yang juga sering digunakan selama proses pembelajaran adalah tutor sebaya, tutor sebaya merupakan metode pembelajaran yang menitikberatkan pada peran seorang teman dalam menyampaikan infomasi. Peran teman sebaya dapat menumbuhkan dan membangkitkan persaingan hasil belajar secara sehat, karena siswa yang dijadikan tutor, eksistensinya diakui oleh teman sebaya. Dalam satu kelas selisih usia antara siswa satu dengan siswa yang lain tentu relative kecil atau hampir sama, sehingga dalam satu kelas terdapat kelompok teman sebaya yang saling berinteraksi antara siswa satu dengan yang lain sehingga akan terbentuk pola tingkah laku yang dipakai dalam pergaulan mereka. Dalam interaksi tersebut tidak menutup kemungkinan antar siswa satu dengan siswa yang lain saling membantu dan membutuhkan dalam pembelajaran untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui komparasi kedua tipe dalam model pembelajaran kooperatif terutama dalam mata pelajaran PAI bab kompetisi dalam kebaikan kelas XI semester gasal tahun pelajaran 2023-2024. Pada penelitian ini, peneliti mengkomparasikan respon dan hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan kooperatif tipe STAD dan Tutor sebaya pada dua kelas yang telah dipilih peneliti sebelumnya dengan penentuan kelasnya berdasarkan uji normalitas dan uji Sehingga judul penelitian ini adalah AuKomparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dengan Tutor Sebaya Mata Pelajaran PAI Kelas XI SMA Al-Azhar Menganti GresikAy. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian perbandingan . yaitu perbandingan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Tutor sebaya. Hal yang dibandingkan dalam penelitian ini adalah respon siswa dan hasil belajar siswa. Design dari penelitian ini adalah Control Group Posttest only design yaitu bahwa selama pembelajaran peneliti hanya menggunakan hasil belajar setelah pembelajaran . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Al-Azhar Gresik yang terdiri dari 7 kelompok belajar dengan total siswa sebanyak 193 siswa. Design penelitian adalah Control Group Posttest only design sehingga prosedur penelitain ini dapat digambarkan sebagai berikut: XI A XI B Keterangan: : kelas yang mendapat perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe STAD : kelas yang mendapat perlakuan model pembelajaran tutor sebaya XI A : kelas eksperimen . engan perlakuan pembelajaran kooperartif tipe STAD) XI B : kelas eksperimen B . engan perlakuan pembelajaran tutor sebay. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dilakukan oleh guru mitra dan satu orang Setelah memberikan perlakuan pembelajaran kepada masing-masing kelas BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Indra Adi Gunawan Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . yaitu kelas XI A dengan kooperatif tipe STAD dan kelas XI B dengan tutor sebaya maka setelah itu akan diberikan angket respon siswa dan tes hasil belajar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan validasi melalui tiga orang validator yaitu 2 orang dosen dan 1 orang guru mitra. Tes untuk mengetahui hasil belajar siswa terutama pada materi kompetisi dalam kebaikan. Metode tes ini dilakukan setelah pembelajaran pada kedua kelas eksperimen. Tes hasil Belajar (THB) pada penelitian dikembangkan oleh peneliti yang merupakan tes pilihan ganda sebanyak 20 soal. Tes hasil belajar ini akan dilakukan analisis berupa validitas butir soal, sensitivitas butir soal dan reabilitas tes. Angket respon siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap perangkat pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Tutor Sebaya, wawancara dan dokumentasi. Sebelum menganalisis data, peneliti melakukan uji prasyarat melalui uji normalitas untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah tidak. dengan metode Kolmogorov-Smirnov. Uji homogenitas ini digunakan untuk mengetahui varians dari populasi tersebut sama atau tidak. Sedangkan dalam menganalisis data peneliti menggunakan uji validitas product moment Untuk mengetahui validitas dari tes hasil Uji reliabilitas dengan rumus Cronbach alpha. Analisis tes hasil belajar, analisis data respon siswa, dan analisis komparasi untuk menguji perbedaan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tutor sebaya dilihat dari respon siswa dan hasil belajar siswa. Analisis uji komparasinya menggunakan t-Test dengan taraf signifikan sebesar 5% dan dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 21. Hasil dan Pembahasan Temuan penelitian Pada analisis data awal ini dilakukan untuk menguji apakah uji komparasi dapat dilakukan pada data tersebut yaitu data respon siswa dan hasil belajar siswa. Hal ini penting dilakukan karena syarat awal sebuah data yang akan diuji komparasinya harus memenuhi bahwa data tersebut berdistribusi normal dan homogen. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data respon siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 yang akan dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Dimana hipotesis penelitiannya adalah. Ho : data respon siswa berdistribusi normal. Ha: data respon belajar siswa tidak berdistribusi normal. Dengan uji Kolmogorov-Smirnov menggunakan SPSS 20. 0 dan dengan taraf signifikan 5%, maka diperoleh hasil running sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Running Uji Normalitas Data Respon Siswa BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Indra Adi Gunawan Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa nilai koefisien Kolmogorov-Smirnov lebih dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan kedua data respon siswa baik di kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 berdistribusi normal. Sedangkan untuk Uji normalitas hasil belajar siswa di kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 menggunakan hipotesis sebagai berikut. Ho : data hasil belajar siswa berdistribusi normal, sedangkan Ha : data respon belajar siswa tidak berdistribusi normal. Tabel 2. Hasil Running Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai koefisien Kolmogorov-Smirnov lebih dari 0,05 sehingga Ho diterima, maka dapat disimpulkan kedua data hasil belajar siswa baik di kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 berdistribusi normal. Uji homogenitas data hasil belajar siswa ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang akan diolah mempunyai varians yang sama antara kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Dengan menggunakan SPSS 20. 0 dan dengan taraf signifikan 5%, maka diperoleh hasil running sebagai berikut. Tabel 3. Hasil Running Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Siswa Berdasarkan hasil running pada tabel 4. 19 diketahui bahwa nilai signifikan 0,788 > dari 0,05 maka Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Indra Adi Gunawan Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . siswa homogen. Selanjutnya uji komparasi data respon belajar siswa menggunaan 2 sampel yang independen. Hal ini dikarenakan kedua sampel diberi perlakuan yang berbeda-beda sehingga masing-masing kelas tidak saling mempengaruhi. Dengan menggunakan hipotesis penelitian yaitu. Ho : Tidak ada perbedaan respon belajar antara siswa di kelas eksperimen 1 (XI IPA . dan eksperimen 2 (XI IPA . Ha : Ada perbedaan respon belajar antara siswa di kelas eksperimen 1 (XI IPA . dan eksperimen 2 (XI IPA . Dengan menggunaka taraf signifikan 5% dan bantuan SPSS ver 20. 0 dengan Kriteria pengujian: Ho diterima jika nilai signifikan > 5% atau 0,05, sedangkan Ho ditolak jika nilai signifikan < 5% atau 0,05. Tabel 4. Hasil Running Komparasi Respon Siswa Jadi untuk uji banding t nanti harus memilih pada deret baris Equal variances assumed. Pada kolom t-test for Equality of Means diperoleh nilai sig. 0,000 < 0,05, maka Tolak Ho artinya ada perbedaan respon belajar setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tutor sebaya. Belum diketahui manakah yang apakah nilai hasil belajar kelas eksperimen 1 (XI IPA . yang lebih baik atau kelas eksperimen 2 (XI IPA . untuk mengetahui mana yang lebih baik maka perlu dilakukan uji lanjut yaitu uji satu pihak dengan membaca output nilai t yang dibandingkan dengan ttabel. Ho :AA1=AA2 (Rata-rata respon belajar kelas XI IPA 1 dengan menerapkan model Kooperatif tipe STAD sama dengan rata-rata respon siswa kelas XI IPA 2 setelah menerapkan model pembelajaran tutor sebay. Ha: AA1>AA2 (Rata-rata respon belajar kelas XI IPA 1 dengan menerapkan model Kooperatif tipe STAD lebih baik rata-rata respon siswa kelas XI IPA 2 setelah menerapkan model pembelajaran tutor sebay. Dengan menggunakan Taraf signifikan 5% atau 0,05 dan kriteria penolakan Ho adalah jika thitung > ttabel. maka berdasarkan tabel 4. 17 dapat diketahui bahwa Dari tabel perhitungan SPSS thitung = 5,690 > ttabel = 1,671 berarti Ho ditolak dan terima Ha artinya rata-rata respon siswa kelas XI IPA 1 dengan menerapkan model Kooperatif tipe STAD lebih baik rata-rata respon siswa kelas XI IPA 2 setelah menerapkan model pembelajaran tutor sebaya. Selanjutnya. Uji komparasi data hasil belajar siswa menggunaan 2 sampel yang Hal ini dikarenakan kedua sampel diberi perlakuan yang berbeda-beda sehingga masing-masing kelas tidak saling mempengaruhi. Dengan menggunakan hipotesis penelitian yaitu. Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar antara siswa di kelas e BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Indra Adi Gunawan Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . ksperimen 1 (XI IPA . dan eksperimen 2 (XI IPA . , dan Ha : Ada perbedaan hasil belajar antara siswa di kelas eksperimen 1 (XI IPA . dan eksperimen 2 (XI IPA . Dengan menggunakan taraf signifikan 5% dan bantuan SPSS ver 20. 0 dengan Kriteria pengujian: Ho diterima jika nilai signifikan > 5% atau 0,05, dan Ho ditolak jika niali signifikan < 5% atau 0,05, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 5. Hasil Running Komparasi Hasil Belajar Siswa Sehingga untuk uji banding t nanti harus memilih pada deret baris Equal variances assumed. Pada kolom t-test for Equality of Means diperoleh nilai sig. 0,126 > 0,05, maka terima Ho. Artinya tidak ada perbedaan hasil belajar setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tutor sebaya. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PAI kelas XI mata pelajaran PAI SMA Al-Azhar Menganti Gresik. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang telah diterapkan pada kelas XI IPA 1 terbukti memberikan respon yang baik. Hal ini bisa diketahui dari angket yang telah diberikan diketahui bahwa setiap aspek angket direspon suka dan sangat suka oleh siswa. Sedangkan untuk hasil belajar siswa dikelas dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dikatakan tuntas secara klasikal dengan prosentase 86,2% dan rata-rata nilai tes hasil belajarnya sebesar 87,93. Penerapan metode pembelajaran tutor sebaya pada mata pelajaran PAI kelas XI mata pelajaran PAI SMA Al-Azhar Menganti Gresik. Penerapan metode pembelajaran tutor sebaya di kelas XI IPA 2 memberikan respon yang baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang setiap aspek pertanyaannya direspon minimal dalam kategori cukup. Sedangkan untuk hasil belajar siswa di kelas XI IPA 2 juga tuntas secara klasikal dengan prosentase sebesar 84,84% dan rata-rata nilai tes hasil belajarnya sebesar 83,79. Komparasi antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tutor sebaya pada mata pelajaran PAI kelas XI SMA Al-Azhar Menganti Gresik. Untuk data hasil belajar dan respon siswa dianalisis normalitas dan homogenitasnya dengan menggunakan SPSS ver 20. 0 dan dapat disimpulkan kedua data tersebut berdistribusi normal dan homogen sehingga kedua data tersebut dapat dianalisis lebih lanjut yaitu uji komparasi antara kedua model BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. July, 2023 . Indra Adi Gunawan Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad . Komparasi respon siswa antara pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tutor sebaya dilakukan menggunakan analisis uji t sehingga dapat diketahui bahwa thitung = 5,690 > ttabel = 1,671 berarti Ho ditolak dan terima Ha artinya rata-rata respon siswa kelas XI IPA 1 dengan menerapkan model Kooperatif tipe STAD lebih baik dari rata-rata respon siswa kelas XI IPA 2 setelah menerapkan model pembelajaran tutor Sedangkan Komparasi hasil belajar siswa antara pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tutor sebaya dilakukan menggunakan analisis uji t sehingga dapat diketahui bahwa thitung = 1,552 < ttabel = 1,671 berarti Ho diterima dan tolak Ha artinya rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 dengan menerapkan model Kooperatif tipe STAD sama dengan rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 setelah menerapkan model pembelajaran tutor sebaya. Daftar Pustaka