2060 ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Analisis Persepsi Siswa Terhadap Efektifitas Suvervisi Pembelajaran di UPT SMP Negeri 17 Medan Elya Siska Anggraini1. Ahmad Syukur Amin Sambo2. Fitalis Kurisi3 Prodi PG-PAUD1. Jurusan Pendidikan Sejarah2 Fakultas Ilmu Pendidikan1. Fakultas Ilmu Sosial2 Universitas Negeri Medan Email : elyasiskaanggraini@unimed. id, ffitaliskurisi@gmail. samboml123@gmail. Article History: Received: 09 Juni 2025 Revised: 23 Juli 2025 Accepted: 31 Juli 2025 Kata Kunci: Pembelajaran. Siswa. Efektivitas. Kualitas Pendidikan Abstrak: Supervisi pembelajaran adalah upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan membantu guru menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pembelajaran efektif di UPT SMP Negeri 17 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dan 25 siswa di kelas ViAe9 diminta untuk menjawab angket yang mengukur keterlibatan supervisor, kenyamanan belajar, dan dampak supervisi terhadap motivasi siswa. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi positif tentang keterlibatan supervisor, dengan skor efektivitas supervisi sebesar 79,8%, yang merupakan skor yang tinggi. Siswa mengalami peningkatan pemahaman materi, instruksi guru yang lebih jelas, suasana belajar yang lebih nyaman, dan peningkatan dorongan untuk belajar. Namun, beberapa siswa menilai kehadiran supervisor belum selalu terasa berdampak langsung di kelas, menandakan perlunya pendekatan supervisi yang lebih humanis dan partisipatif PENDAHULUAN Supervisi pembelajaran merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau, membina, dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas, yang biasanya dilaksanakan oleh kepala sekolah atau guru senior. Menurut Suryana dan Wibowo . , supervisi pembelajaran adalah pendekatan sistematik yang bertujuan mendampingi guru dalam menerapkan praktik pembelajaran yang efektif dan berpusat pada siswa. Supervisi yang dilakukan secara tepat mampu menjadi jembatan antara kebijakan manajemen sekolah dengan realitas pengajaran di Dalam konteks pendidikan modern, supervisi tidak lagi dipandang sebagai bentuk kontrol semata, melainkan sebagai bentuk kolaborasi yang membangun antara guru dan Menurut Rahmawati dan Nurhasanah . yang menyatakan bahwa supervisi pembelajaran yang bersifat edukatif dan demokratis berperan penting dalam meningkatkan kapasitas guru serta memberikan dampak langsung terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Supervisi yang partisipatif dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa implementasi supervisi pembelajaran sering kali belum optimal. Supervisi yang seharusnya menjadi sarana pembinaan profesional justru kadang dipersepsi sebagai bentuk penilaian yang menegangkan, baik oleh guru maupun siswa. Ini mengindikasikan bahwa persepsi siswa terhadap pelaksanaan supervisi merupakan aspek penting yang perlu digali lebih dalam. Menurut Susanti dan Hartono . , persepsi siswa terhadap atmosfer pembelajaran, termasuk aktivitas supervisi, memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan emosional mereka dalam proses belajar. Penulis melakukan penelitian mereka di UPT SMP Negeri 17 Medan berdasarkan latar belakang ini. Penelitian ini berfokus pada persepsi siswa tentang seberapa efektif supervisi pembelajaran di sekolah tersebut. Dengan menyebarkan angket kepada siswa di kelas ViAe9, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menilai supervisi pembelajaran yang mereka alami dengan baik. Menurut . , yang menekankan bahwa keterlibatan siswa dalam menilai pengalaman belajar mereka dapat memberikan gambaran yang akurat tentang kualitas pendidikan yang diterima. Sebaliknya, penelitian ini menemukan bahwa beberapa siswa tidak merasakan dampak langsung dari supervisi. Ada beberapa siswa yang merasa bahwa kegiatan supervisi tidak selalu membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Menurut Putri dan Kurniawan . , yang menemukan bahwa efektivitas supervisi sangat bergantung pada pendekatan supervisor yang interpersonal dan empatik, serta kemampuan mereka untuk memahami kebutuhan psikologis siswa. Ketegangan di kelas dapat terjadi karena supervisi yang terlalu administratif tanpa memperhatikan kenyamanan siswa. Namun, supervisi seharusnya mendorong pembelajaran humanistik, inklusif, dan interaktif. Menurut Yusuf dan Lestari . , supervisi yang berhasil adalah supervisi yang menggabungkan kejelasan struktur dengan fleksibilitas emosional. Ini memungkinkan untuk memfasilitasi perkembangan guru dan kesejahteraan belajar siswa pada saat yang sama. Oleh karena itu, mengembangkan pola supervisi yang fleksibel dan berbasis kerja sama sangat penting bagi institusi pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi awal untuk memberikan gambaran langsung dari perspektif siswa tentang bagaimana supervisi dilakukan dan bagaimana hal itu berdampak pada proses belajar mereka. Di masa mendatang, pendekatan yang berfokus pada pengalaman siswa akan semakin penting untuk menciptakan pembelajaran yang transformatif dan bermakna di tingkat sekolah menengah. METODE PENELITIAN Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini dilakukan di UPT SMP Negeri 17 Medan pada tanggal 17 Mei 2025. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi siswa tentang seberapa efektif supervisi pembelajaran yang digunakan di sekolah. Responden penelitian adalah siswa kelas Vi-9, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, yang dirancang berdasarkan metrik efektivitas supervisi pembelajaran. Indikator ini termasuk keterlibatan guru atau kepala sekolah dalam pengawasan, kenyamanan belajar, dan dampak terhadap motivasi dan pemahaman siswa. Untuk mendapatkan data kualitatif tambahan, angket yang digunakan termasuk beberapa pertanyaan terbuka dengan skala Likert. Serta dilengkapi dengan beberapa pertanyaan terbuka untuk mendapatkan lebih banyak data kualitatif. Teknik pengumpulan data, yang menjaga kerahasiaan identitas dan memastikan bahwa respons siswa diberikan secara sukarela, dilakukan secara langsung . atap muk. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Ini berarti a. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 menghitung total skor, frekuensi, dan persentase jawaban untuk menentukan tingkat efektivitas supervisi tinggi-rendahnya berdasarkan persepsi siswa. Tingkat efektivitas dikategorikan menjadi rendah . ari 0 hingga 33,3%), sedang . ari 33,3 hingga 66,6%), dan tinggi . ari 66,6 hingga 100%). Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana supervisi pembelajaran dilakukan di sekolah, terutama dari perspektif siswa sebagai penerima langsung pendidikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa melihat supervisi pembelajaran efektif di UPT SMP Negeri 17 Medan. Angket yang dibagikan kepada 25 siswa kelas ViAe9 digunakan untuk mengumpulkan data. Angket tersebut berisi lima indikator utama yang berkaitan dengan pelaksanaan supervisi pembelajaran. Hasil perhitungan menunjukkan skor total 399 dari total 500. itu masuk dalam kategori tinggi dengan persentase 79,8%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa menyukai supervisi pembelajaran yang digunakan sekolah Tabel 1. 1 Rekapitulasi Skor tiap Indikator Indikator Skor Skor (%) Pernyataan Maks. Diperoleh Kehadiran guru/supervisor Instruksi lebih jelas Materi Suasana Semangat Total "Materi pembelajaran lebih mudah dipahami" dan "semangat belajar meningkat" memiliki nilai tertinggi, menurut tabel diata. Hal ini memperkuat pemahaman bahwa supervisi berdampak pada guru secara administratif serta keterlibatan dan hasil belajar siswa secara langsung. Menurut Rahman & Fitriyah . , supervisi yang dilakukan dengan pendekatan partisipatif dapat meningkatkan kualitas instruksional dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi Namun, indikator kehadiran guru dalam supervisi paling rendah, 66%, yang menunjukkan a. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 bahwa tidak semua siswa merasa kehadiran guru selalu terlihat atau memiliki dampak langsung di kelas. Ini konsisten dengan pendapat Zahroh & Amin . bahwa supervisi yang efektif diukur tidak hanya dari keberadaan pengawas secara fisik, tetapi juga dari bagaimana supervisi berdampak pada pembelajaran siswa. Hasil ini tidak hanya menunjukkan bahwa siswa senang dengan supervisi pembelajaran, tetapi juga menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara bagaimana supervisi dilakukan dan seberapa baik pembelajaran dilakukan di kelas. Dengan skor tertinggi . %), indikator "materi lebih mudah dipahami" menunjukkan bahwa supervisi tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan administratif, tetapi juga dapat membantu guru menyampaikan materi dengan lebih jelas dan berkualitas. Ini sesuai dengan konsep supervisi sebagai pendampingan profesional yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru secara langsung dalam proses pembelajaran (Suryana & Wibowo, 2. Karena indikator "kehadiran guru/supervisor saat pembelajaran" yang paling rendah . %) menunjukkan bahwa siswa belum sepenuhnya merasakan kehadiran guru secara fisik. Ini dapat menjadi peringatan penting bagi sekolah bahwa supervisi yang hanya berfokus pada kehadiran fisik tanpa tindak lanjut dan komunikasi yang efektif kurang memberikan dampak yang signifikan terhadap pengalaman belajar siswa (Zahroh & Amin, 2. Selain itu, suasana belajar yang lebih tenang dan nyaman . %) adalah indikator penting yang menunjukkan bahwa supervisi dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang Siswa merasa lebih tenang dan fokus, yang pada gilirannya meningkatkan efektivitas Ini sejalan dengan penelitian Susanti dan Hartono . yang menemukan bahwa persepsi positif siswa tentang suasana kelas meningkatkan keterlibatan emosional mereka dalam Pembelajaran yang dilakukan dengan benar dan dengan pendekatan partisipatif dapat sangat memengaruhi pengalaman belajar dan kualitas pembelajaran siswa. Namun, masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal pendekatan komunikasi dan interpersonal antara supervisor, guru, dan siswa. Ini akan memungkinkan supervisi menjadi proses pembinaan yang humanis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa. KESIMPULAN Hasil penelitian di UPT SMP Negeri 17 Medan menunjukkan bahwa mayoritas siswa menilai supervisi pembelajaran sebagai efektif. 79,8% siswa melaporkan persepsi positif, yang masuk dalam kategori tinggi. Siswa melihat perbaikan dalam proses pembelajaran. Ini termasuk materi yang lebih mudah dipahami, instruksi yang diberikan oleh guru yang lebih jelas, dan suasana kelas yang lebih tenang dan menyenangkan. Supervisi juga terbukti meningkatkan semangat belajar siswa. Siswa beberapa kali merasa supervisi terlalu formal atau tidak cukup terasa dalam pengalaman belajar mereka. Hal ini menunjukkan bahwa gaya pendekatan supervisor, kepekaan terhadap kondisi psikologis siswa, dan tindak lanjut yang terjadi selama proses pembelajaran sangat memengaruhi keberhasilan supervisi. Secara keseluruhan, supervisi pembelajaran sangat penting karena tidak hanya berfungsi untuk mengontrol dan menilai guru tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan dari perspektif siswa. Oleh karena itu, untuk benar-benar mempengaruhi kualitas pendidikan di tingkat satuan sekolah, pendekatan supervisi yang humanis, berpartisipasi, dan reflektif harus terus dikembangkan. ISSN : 2810-0581 . ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bersedia ikut terlibat dan membantu peneliti dalam melakukan penelitian ini, serta semua pihak yang bersedia berkontribusi di dalamnya terkusus Bapak kepala sekolah UPT SMP NEGERI 17 Medan, yang bersedia meberikan ijin kepada tim peneliti untuk melakukan riset di sekolah ini. Peneliti juga berterimakasih kepada bapak/ibu guru dan siswa kelas 8 yang dengan sukarela bersedia menjadi narasumber dalam pengumpulan data ini sebagai sumber data primer. Semoga hasil riset ini bermanfaat bagi seluruh yang membacanya. DAFTAR REFERENSI Hidayat. , & Mulyadi. Peran keterlibatan siswa dalam menilai kualitas pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 12. , 45Ae56. Putri. , & Kurniawan. Pengaruh pendekatan interpersonal dan empatik dalam supervisi pembelajaran. Jurnal Supervisi Pendidikan, 8. , 78Ae89. Rahman. , & Fitriyah. Pendekatan partisipatif dalam supervisi pembelajaran untuk peningkatan kualitas instruksional. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 15. , 98Ae107. Rahmawati. , & Nurhasanah. Supervisi pembelajaran yang edukatif dan demokratis dalam meningkatkan kapasitas guru. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10. , 112Ae125. Suryana. , & Wibowo. Supervisi pembelajaran: Pendekatan sistematik mendampingi Jurnal Pendidikan Dasar, 9. , 34Ae42. Susanti. , & Hartono. Persepsi siswa terhadap atmosfer pembelajaran dan pengaruhnya pada keterlibatan emosional. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14. , 67Ae75. Yusuf. , & Lestari. Supervisi pembelajaran yang menggabungkan struktur dan fleksibilitas emosional. Jurnal Inovasi Pendidikan, 11. , 22Ae33. Zahroh. , & Amin. Efektivitas supervisi berdasarkan tindak lanjut dan dampaknya terhadap pembelajaran siswa. Jurnal Pendidikan Sekolah Menengah, 7. , 55Ae64. ISSN : 2810-0581 .