Seminar & Call for Economic Paper (SCPE) UKMC 2025 04 Juli 2025 E-ISSN: 2963-153X Peran Artificial Intelligence (AI) Dalam Meningkatkan Akurasi Laporan Keuangan Fatika Firli Fitrohani1. Ananda Virgianti Susanto2. Selsabella Afifah Putri3 Universitas PGRI Mpu Sindok Nganjuk Universitas PGRI Mpu Sindok Nganjuk Universitas PGRI Mpu Sindok Nganjuk . ellaselsa408@gmail. Abstrak Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik pelaporan keuangan. Salah satu inovasi utama adalah penerapan Artificial Intelligence (AI) yang menawarkan kemampuan otomatisasi, analisis prediktif, dan deteksi anomali dalam data keuangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif bagaimana AI berkontribusi terhadap peningkatan akurasi laporan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan sumber-sumber dari jurnal ilmiah, laporan resmi, dan publikasi perusahaan konsultan global. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa AI mampu mengurangi human error, mempercepat proses penyusunan laporan, serta meningkatkan keandalan informasi keuangan. Di sisi lain, tantangan seperti kesiapan infrastruktur dan SDM menjadi hambatan dalam adopsi teknologi ini, terutama di negara berkembang. Temuan ini memperkuat pentingnya sinergi antara teknologi, regulasi, dan peningkatan kapasitas profesional akuntansi untuk memastikan manfaat maksimal dari implementasi AI dalam sistem pelaporan keuangan. Kata Kunci: Artificial Intelligence. Akurasi Laporan Keuangan. Otomatisasi. Pelaporan Digital. Teknologi Akuntansi Abstract The rapid advancement of information technology has significantly transformed financial reporting One of the most impactful innovations is the implementation of Artificial Intelligence (AI), which offers capabilities in automation, predictive analytics, and anomaly detection in financial data. This article aims to examine how AI contributes to enhancing the accuracy of financial statements. The research method employed is qualitative descriptive analysis through a literature review of scientific journals, official institutional reports, and global consultancy publications. The findings reveal that AI reduces human error, accelerates the reporting process, and improves the reliability of financial information. However, challenges such as technological infrastructure and human resource readiness remain key barriers, particularly in developing countries. These findings highlight the importance of synergy between technology, regulation, and the capacity building of accounting professionals to fully harness the benefits of AI in financial reporting systems. Keywords: Artificial Intelligence. Financial Report Accuracy. Automation. Digital Reporting. Accounting Technology PENDAHULUAN Perkembangan dalam dunia teknologi informasi selama dua puluh tahun terakhir telah menciptakan transformasi signifikan di hampir semua sudut kegiatan bisnis, termasuk di dalam fungsi akuntansi serta pelaporan keuangan. Salah satu inovasi teknologi yang paling disruptif dan terus berevolusi saat ini adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini memungkinkan mesin atau sistem komputer untuk meniru kemampuan berpikir manusia, yang 117 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 mencakup kemampuan untuk belajar . achine learnin. , memahami bahasa manusia . atural language processin. , dan membuat pilihan berdasarkan data yang tersedia. Dalam hal pelaporan keuangan, keakuratan, kehandalan, dan ketepatan waktu merupakan prinsip fundamental yang perlu dipatuhi agar laporan keuangan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pemangku kepentingan. Namun, dalam implementasinya, masih ada berbagai tantangan yang dihadapi, seperti kemungkinan kesalahan manusia, manipulasi informasi, keterlambatan dalam penyusunan laporan, serta kurangnya efisiensi dalam proses audit dan pengendalian Permasalahan tersebut berkontribusi pada penurunan kualitas informasi keuangan, yang akhirnya dapat berdampak pada pandangan investor, kreditor, dan pihak-pihak eksternal lainnya. Kehadiran AI dalam sektor akuntansi dan pelaporan keuangan menawarkan solusi inovatif yang sangat penting. Teknologi AI bisa diterapkan untuk mengotomatiskan tugas-tugas berulang, misalnya pencatatan transaksi, rekonsiliasi, dan validasi dokumen, yang selama ini banyak memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Selain itu. AI memiliki kemampuan untuk menganalisis data dalam volume besar serta mendeteksi anomali atau ketidaksesuaian dalam pola transaksi yang mungkin luput dari perhatian auditor manusia. Dengan demikian. AI tidak hanya meningkatkan akurasi laporan keuangan, tetapi juga memberikan tambahan nilai dalam aspek efisiensi, ketepatan waktu, dan pencegahan risiko kecurangan. Berdasarkan laporan dari Deloitte . , sekitar 63% perusahaan besar telah mulai mengintegrasikan teknologi AI dalam sistem pelaporan keuangan mereka. Penerapan ini tidak hanya mempercepat proses pembuatan laporan, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil audit internal serta memperkuat sistem pengendalian dalam perusahaan. Selain itu, organisasi seperti International Federation of Accountants (IFAC) mendorong akuntan profesional untuk memahami dan menggunakan teknologi digital, termasuk AI, sebagai bagian dari peningkatan kompetensi di era industri 4. Transformasi digital dalam bidang akuntansi juga mendapatkan perhatian di kalangan Kokina dan Davenport . menyatakan bahwa pemanfaatan AI dalam audit dan pelaporan keuangan akan membawa perubahan signifikan dalam peran akuntan, dari sekadar penyusun laporan menjadi analis strategis yang fokus pada pengambilan keputusan yang berbasis Di sisi lain, isu-isu seperti keamanan data, etika dalam penggunaan AI, dan kesiapan sumber daya manusia juga menjadi hal-hal yang perlu diperhatikan dengan serius. Dengan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana AI berperan dalam meningkatkan akurasi laporan keuangan, melalui kajian literatur dan studi kasus. Fokus utama dari pembahasan ini meliputi penerapan AI dalam sistem informasi akuntansi, keuntungan yang diperoleh dalam konteks akurasi dan transparansi laporan keuangan, serta tantangan dan peluang ke depan yang perlu ditangani oleh para pemangku kepentingan. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas dalam lingkungan bisnis dan tuntutan yang lebih besar akan transparansi keuangan, pemanfaatan AI bukan hanya sekadar menjadi pilihan tetapi juga merupakan strategi krusial dalam menjaga integritas pelaporan keuangan baik di masa sekarang maupun yang akan datang. 118 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 KAJIAN PUSTAKA Artificial Intelligence (AI) dalam Konteks Akuntansi dan Keuangan Salah satu bidang ilmu komputer yang dikenal sebagai kecerdasan buatan (AI) berkonsentrasi pada pembuatan sistem cerdas yang dapat meniru kemampuan berpikir manusia, seperti mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan belajar (Russell & Norvig, 2. Akuntansi menggunakan AI untuk mendeteksi pola, mengolah data yang sangat besar, dan secara otomatis melakukan klasifikasi transaksi. Sutton et al. menyatakan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam akuntansi dapat menghasilkan peningkatan akurasi pelaporan keuangan, proses audit yang lebih efisien, dan pengurangan beban administratif. Memanfaatkan teknologi ini, machine learning, natural language processing (NLP), dan robotic process automation (RPA) memiliki kemampuan untuk menemukan kesalahan dan penipuan dalam data keuangan. Akuntansi Berbasis Teknologi dan Akurasi Laporan Keuangan Kemampuan laporan keuangan untuk menunjukkan kondisi keuangan perusahaan secara akurat, jujur, dan bebas dari kesalahan signifikan dikenal sebagai akurasi laporan keuangan (IAI. Untuk memperkuat kontrol internal, mempercepat penyusunan laporan, dan menekan tingkat kesalahan manusia . uman erro. , teknologi informasi, khususnya AI, sangat penting (Vasarhelyi et al. , 2. Dengan mempermudah proses audit berbasis data real-time dan mengurangi manipulasi akuntansi . arnings managemen. AI telah terbukti meningkatkan keandalan laporan (Issa et al. Laporan keuangan yang dihasilkan oleh hal ini tidak hanya lebih akurat, tetapi juga lebih tepat waktu dan relevan. Teori yang Mendukung Penelitian ini didasari oleh dua teori utama: Teori Efisiensi Pasar (The Market's Efficient Hypothesi. Menurut teori ini, harga pasar akan mencerminkan informasi yang akurat dan tersedia secara luas. Pasar akan lebih efisien menangani informasi laporan keuangan yang diperbaiki oleh kecerdasan buatan (Fama, 1. Teori Agen (Agenc. Menurut teori ini, ada asimetri informasi antara agen dan pemilik. Dengan menyediakan data keuangan yang akurat dan tidak bias. AI dapat menjadi alat kontrol yang membantu mengurangi konflik keagenan (Jensen & Meckling, 1. Penelitian Terdahulu Menurut penelitian yang dilakukan oleh Issa et al. , penggunaan analisis data AI dalam audit internal meningkatkan tingkat keberhasilan deteksi fraud hingga 35%. Ghasemi et al. juga menemukan bahwa AI secara signifikan meningkatkan kecepatan dan ketepatan laporan keuangan perusahaan besar di industri keuangan. 119 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Selain itu, survei global PwC . menemukan bahwa 78 persen CFO percaya bahwa AI meningkatkan ketepatan laporan keuangan mereka. Tantangan seperti kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan biaya implementasi tetap menjadi kendala yang signifikan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka . ibrary researc. Metode ini dipilih karena fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan memahami secara mendalam bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat berperan dalam meningkatkan akurasi laporan keuangan perusahaan. Pendekatan ini juga sesuai karena topik yang dibahas berkaitan dengan perkembangan teknologi dan praktik profesional yang terus berkembang, sehingga diperlukan penelaahan dari berbagai sumber yang telah ada. 1 Pendekatan dan Tujuan Penelitian Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan fenomena secara sistematis dan terperinci. Penelitian ini tidak bermaksud menguji hipotesis secara kuantitatif, melainkan menggali informasi dan membangun pemahaman mengenai penerapan AI dalam pelaporan keuangan melalui penelaahan literatur dan dokumentasi yang Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peran AI dalam meningkatkan akurasi informasi keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan. 2 Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder yang kredibel, seperti: a Jurnal-jurnal ilmiah dari dalam dan luar negeri yang membahas akuntansi, audit, dan teknologi informasi. a Buku-buku teks dan referensi akademik yang relevan. a Laporan tahunan perusahaan serta white papers dari perusahaan konsultan akuntansi seperti Deloitte. PwC, dan EY. a Dokumen regulasi dan kebijakan dari lembaga akuntansi internasional seperti International Federation of Accountants (IFAC) dan International Accounting Standards Board (IASB). 3 Teknik Analisis Data Data dianalisis dengan menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Analisis isi dilakukan untuk menelaah secara sistematis isi dari setiap sumber yang dikumpulkan. Sementara itu, analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan peran AI dalam pelaporan keuangan. Beberapa tema yang dikaji antara lain: a Otomatisasi proses pencatatan dan pelaporan. a Deteksi kesalahan atau ketidakwajaran transaksi. a Analisis prediktif dan pengambilan keputusan berbasis data. 120 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 a Tantangan etika dan regulasi dalam penggunaan AI. Setelah tema-tema tersebut diidentifikasi, penulis menyusun sintesis dan interpretasi yang menggambarkan keterkaitan antar konsep serta dampaknya terhadap akurasi laporan keuangan. 4 Validitas Data Untuk memastikan bahwa informasi yang digunakan dalam penelitian ini valid dan dapat dipertanggungjawabkan, peneliti melakukan: a Triangulasi sumber, yaitu membandingkan data dari beberapa sumber yang berbeda. a Pemilahan data berdasarkan kualitas dan relevansi informasi. a Pencantuman sitasi secara jelas, agar pembaca dapat menelusuri kembali sumber informasi yang digunakan. Dengan metode ini, diharapkan hasil penelitian mampu memberikan pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai peran nyata AI dalam praktik pelaporan keuangan di era digital saat ini PEMBAHASAN Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah mengubah lanskap dunia bisnis secara drastis, termasuk di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Salah satu inovasi yang paling mencolok adalah penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang telah mengubah cara data keuangan dikumpulkan, dianalisis, dan disajikan. AI memungkinkan perusahaan untuk mengelola informasi keuangan dengan lebih cepat, efisien, dan akurat, serta memberikan peluang bagi pengambilan keputusan yang berbasis data secara lebih presisi. 1 Peningkatan Akurasi dan Keandalan Informasi AI dapat mengurangi kesalahan manusia dalam akuntansi dan pelaporan. Algoritma pembelajaran mesin (ML) dapat digunakan untuk melakukan validasi otomatis terhadap transaksi keuangan, mengidentifikasi entri duplikat, dan memverifikasi data. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Issa et al. , sistem AI memiliki kemampuan untuk mengurangi kesalahan pencatatan hingga lebih dari 70% dalam proses audit internal. Hal ini berdampak langsung pada kredibilitas dan keandalan laporan keuangan yang dibuat. 2 Kepatuhan terhadap Standar dan Regulasi Di tengah meningkatnya kompleksitas regulasi seperti IFRS. PSAK, dan standar audit. AI dapat membantu perusahaan dalam mengelola kepatuhan melalui sistem compliance checker. Sistem ini mampu menilai apakah laporan telah sesuai dengan ketentuan dan menyajikan dokumentasi pendukung secara otomatis. Davenport dan Ronanki . menyatakan bahwa penerapan AI dalam pelaporan regulatori dapat mengurangi risiko denda dan sanksi akibat ketidaksesuaian pelaporan. 3 Otomatisasi Proses dan Efisiensi Operasional Kemampuan untuk mengotomatisasi berbagai tugas yang sebelumnya dilakukan secara manual adalah salah satu manfaat paling nyata dari penggunaan AI dalam pelaporan keuangan. 121 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Misalnya, algoritma yang cerdas sekarang dapat melakukan proses entri jurnal, klasifikasi akun, dan penggabungan data dari berbagai sistem secara otomatis. Ini mempercepat pekerjaan akuntan dan mengurangi kesalahan manusia. Lebih dari setengah perusahaan di seluruh dunia telah menggunakan otomatisasi berbasis AI untuk mempercepat penyusunan laporan keuangan, menurut studi PwC . Hasilnya, bisnis ini mengalami peningkatan efisiensi proses pelaporan sebesar 35% dan penurunan kesalahan pencatatan sebesar 40%. 4 Deteksi Anomali dan Pencegahan Kecurangan Kemampuan AI untuk melakukan analisis data secara real-time dan dalam jumlah besar memungkinkan sistem untuk mendeteksi anomali keuangan atau pola transaksi yang tidak biasa. Teknologi ini bekerja berdasarkan pembelajaran mesin . achine learnin. yang mampu mengenali pola historis dan membandingkannya dengan transaksi terkini. Jika ditemukan penyimpangan, sistem dapat memberikan peringatan dini kepada auditor atau pihak manajemen. Teknologi seperti ini sangat bermanfaat dalam konteks pencegahan fraud, kesalahan penginputan, serta pelanggaran akuntansi yang bersifat sistemik. Beberapa platform AI, seperti Mind Bridge AI Auditor dan IBM Watson Analytics telah berhasil membantu auditor dalam memprioritaskan area risiko dan mempercepat proses investigasi finansial. 5 Analitik Prediktif dan Perencanaan Keuangan AI juga mendorong perkembangan analitik prediktif . redictive analytic. dalam pelaporan Dengan kemampuan untuk memproses data besar . ig dat. AI dapat memprediksi arus kas, fluktuasi biaya, hingga perubahan nilai aset berdasarkan tren dan variabel-variabel Deloitte . melaporkan bahwa perusahaan yang menggunakan AI untuk analisis keuangan strategis menunjukkan keunggulan dalam ketahanan finansial dan kecepatan adaptasi terhadap dinamika pasar. Prediksi yang dihasilkan AI memungkinkan manajemen membuat keputusan berdasarkan data . ata-driven decision makin. , bukan hanya berdasarkan intuisi atau pengalaman masa lalu. 6 Dukungan terhadap Fungsi Audit Internal dan Eksternal Penerapan AI juga mendukung transformasi proses audit, baik internal maupun eksternal. AI memungkinkan auditor untuk menilai ribuan atau bahkan jutaan transaksi dengan lebih efisien. Misalnya, teknologi pengenalan pola . attern recognitio. dalam audit memungkinkan auditor untuk mengidentifikasi ketidakwajaran atau risiko tertentu yang sebelumnya sulit dideteksi. Sistem audit berbasis AI yang dikembangkan oleh Deloitte (Argu. atau KPMG (Clar. menjadi contoh nyata bagaimana AI membantu proses audit yang lebih menyeluruh, real-time, dan berbasis risiko. Ini secara langsung berdampak pada kualitas laporan keuangan yang lebih kredibel dan minim kesalahan. 7 Tantangan dan Kendala Penerapan AI Meskipun menjanjikan, penggunaan AI dalam pelaporan keuangan menghadapi berbagai Salah satunya adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang akuntansi yang masih rendah dalam memahami sistem AI. Banyak akuntan yang belum memiliki pengetahuan teknologi yang memadai untuk mengelola atau menginterpretasikan hasil dari sistem AI. samping itu, ada tantangan dalam hal etika dan keamanan data. Laporan keuangan mengandung informasi sensitif yang harus dijaga kerahasiaannya. Penggunaan AI yang tidak disertai 122 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 pengawasan dapat membuka peluang penyalahgunaan data atau bias algoritma. Oleh sebab itu, diperlukan regulasi dan kebijakan yang jelas untuk memastikan implementasi AI dilakukan secara etis dan bertanggung jawab. 8 Relevansi di Indonesia dan Arah Masa Depan Di Indonesia, pemanfaatan AI dalam pelaporan keuangan masih berada dalam tahap awal, terutama diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar di sektor perbankan, fintech, dan Tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur teknologi, pendanaan, serta literasi digital yang belum merata. Namun, peluangnya tetap besar. Pemerintah Indonesia melalui OJK dan Kementerian Keuangan telah mendorong transformasi digital melalui regulasi dan insentif teknologi finansial. Di sisi lain, institusi pendidikan tinggi dan asosiasi profesi akuntansi juga mulai mengembangkan kurikulum berbasis digital dan pelatihan AI bagi akuntan. HASIL PEMBAHASAN Berdasarkan hasil kajian literatur dari berbagai penelitian terdahulu, ditemukan bahwa penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pelaporan keuangan telah membawa dampak transformasional terhadap proses akuntansi tradisional. AI tidak hanya mempercepat penyusunan laporan, tetapi juga meningkatkan kualitas, keandalan, dan transparansi informasi keuangan yang AI dapat membantu memastikan bahwa laporan keuangan memenuhi ketentuan yang berlaku dengan meningkatnya kompleksitas peraturan seperti IFRS. PSAK, dan standar audit Secara otomatis, sistem berbasis kecerdasan buatan dapat melacak kesesuaian data dengan aturan dan menyediakan dokumentasi audit yang lengkap (Davenport & Ronanki, 2. Ini meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya terhadap transparansi Dalam akuntansi kontemporer, penggunaan sistem pelaporan keuangan yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah berkembang pesat. Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa kecerdasan buatan tidak hanya dapat mempercepat proses pelaporan, tetapi juga dapat meningkatkan akurasi dan ketepatan informasi keuangan yang disajikan kepada pihak internal dan eksternal perusahaan. Laporan PwC . menyatakan bahwa 52% perusahaan di seluruh dunia telah mengintegrasikan AI ke dalam sistem keuangannya. 38% dari mereka mengatakan bahwa akurasi laporan keuangan mereka telah meningkat secara signifikan. mempercepat pengolahan data, mengurangi kesalahan manusia (HR), dan mendeteksi pola keuangan yang tidak wajar yang mungkin terlewatkan oleh pengamatan manual. Menurut Deloitte . , perusahaan yang menggunakan AI melaporkan peningkatan efisiensi proses pelaporan sebesar 35% dan penurunan kesalahan entri data sebesar 40%. Ini terutama karena penggunaan otomatisasi seperti Robotic Process Automation (RPA), machine learning untuk validasi data, dan algoritma untuk pencocokan transaksi . AI juga terbukti berperan dalam fungsi prediktif laporan keuangan. Gartner . menyatakan bahwa teknologi AI memiliki akurasi prediksi hingga 91% dalam proyeksi arus kas, tren pendapatan, dan estimasi biaya. Kemampuan prediktif ini memberikan nilai tambah yang tidak dimiliki sistem konvensional, karena AI mampu menganalisis data historis dan real-time secara simultan dan menyarankan tindakan berbasis prediksi tersebut. 123 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Namun, adopsi teknologi ini belum merata. Di Indonesia, laporan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP, 2. menunjukkan bahwa hanya 18% perusahaan yang telah mengimplementasikan AI dalam proses pelaporan keuangan. Rendahnya tingkat adopsi ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM), kurangnya pemahaman manajemen terhadap manfaat AI, serta kendala biaya investasi awal dalam infrastruktur digital. Dalam aspek pengawasan dan deteksi kecurangan . raud detectio. AI menunjukkan performa yang menjanjikan. Berdasarkan laporan ACFE . AI mampu meningkatkan kecepatan dalam mendeteksi anomali transaksi hingga 30% dan menurunkan kerugian akibat fraud sebesar 23%. Hal ini menunjukkan bahwa AI juga memainkan peran penting dalam menjaga integritas laporan keuangan, bukan hanya dalam efisiensi dan ketepatan Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa implementasi AI membawa dampak nyata terhadap kualitas pelaporan keuangan, terutama dari sisi akurasi, kecepatan, dan keandalan data. AI membantu mengubah paradigma laporan keuangan dari yang bersifat historis menjadi lebih prediktif dan real-time, memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih tepat waktu dan berbasis data. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian dan data yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam laporan keuangan memiliki peran yang sangat signifikan dalam meningkatkan akurasi, efisiensi, dan keandalan informasi keuangan. memungkinkan perusahaan untuk mengurangi risiko kesalahan manusia, mempercepat proses penyusunan laporan, serta mendeteksi ketidakwajaran atau potensi kecurangan secara lebih Hasil statistik dari berbagai sumber memperkuat bahwa AI mampu mendukung fungsi pelaporan keuangan secara komprehensif mulai dari pengumpulan data otomatis, analisis tren keuangan, hingga prediksi keuangan masa depan. Selain itu. AI juga memperkaya laporan keuangan dengan kemampuan prediktif yang sebelumnya tidak mungkin dicapai melalui metode Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi tantangan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Rendahnya tingkat adopsi AI menunjukkan perlunya strategi yang terstruktur, termasuk pelatihan sumber daya manusia dan investasi pada infrastruktur teknologi Tanpa kesiapan dari aspek manusia dan sistem, potensi penuh AI tidak akan bisa dioptimalkan dalam pelaporan keuangan. KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian ini masih memiliki keterbatasan yang perlu disadari. Pertama, seluruh analisis disusun berdasarkan studi literatur dan data sekunder. Belum ada data primer yang diperoleh langsung dari praktisi akuntansi atau pengguna sistem AI di lapangan. Hal ini tentu membatasi kedalaman analisis dari sisi pengalaman pengguna. Kedua, sebagian besar referensi yang digunakan berasal dari negara maju dengan kondisi infrastruktur dan regulasi yang relatif lebih siap. Sementara di Indonesia, banyak perusahaan 124 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 terutama skala menengah dan kecil yang belum memiliki akses memadai terhadap teknologi ini. Karena itu, penerapan dan dampaknya mungkin belum dapat dibandingkan secara langsung. Ketiga, pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yang artinya belum sampai pada tahap pengujian empiris menggunakan data kuantitatif. Sehingga, temuan yang diperoleh lebih bersifat konseptual dan memerlukan kajian lanjutan agar dapat digeneralisasi secara luas. IMPLIKASI Implikasi Praktis Bagi perusahaan dan praktisi akuntansi, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi digitalisasi sistem keuangan. Perusahaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada otomatisasi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan teknologi. Dengan pelatihan yang tepat dan sistem yang mendukung. AI dapat menjadi mitra kerja yang efektif, bukan pengganti tenaga manusia. Implikasi Akademik Dari sisi akademik, penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi pengetahuan teknologi dalam kurikulum akuntansi. Mahasiswa akuntansi tidak cukup hanya memahami pencatatan dan pelaporan keuangan secara manual, tetapi juga harus dibekali pemahaman tentang teknologi digital, termasuk AI, analisis data, dan keamanan informasi. Implikasi Kebijakan Untuk pembuat kebijakan, terutama regulator seperti OJK atau IAI, penting untuk mulai merumuskan pedoman atau standar yang memfasilitasi penggunaan teknologi AI dalam pelaporan Regulasi ini perlu mempertimbangkan aspek keamanan data, transparansi algoritma, serta perlindungan konsumen. Selain itu, dukungan terhadap pelatihan dan edukasi teknologi untuk pelaku usaha juga sangat dibutuhkan. DAFTAR PUSTAKA