Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal Volume 6. , 2024, 108-117 ________________________________________________________________ Pengaruh Praperlakuan Fermentasi Fusarium terhadap Rendemen dan Profil Kimia Hidrodistilasi Minyak Gaharu Defiza1. Handaryni Ratna Ningsih1. Yanis Musdja1. Supandi1,2. Hendri Aldrat1* Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jalan Kertamukti 5. Pisangan. Ciputat Timur. Tangerang Selatan 15419 Fakultas Farmasi dan Sains. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Jalan Delima. Malaka Sari. Kec. Duren Sawit. Kota Jakarta Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13460 *Corresponding Author: hendri@uinjkt. Received: 27 October 2024. Accepted: 24 December 2024 Abstract: Agarwood . from Aquilaria sp. has been a treasured resin natural fragrance for thousands of years, prized for its uniqueness and scent. However, its rarity in the wild has prompted innovative strategies to boost production, from establishing sustainable plantations to optimizing distillation methods. This study presents an approach to enhancing agarwood yield through fermentation pretreatment using Fusarium sp. for 1 to 4 weeks. Following this, we conduct hydrodistillation and analyze the agarwood oil components via GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometr. These findings reveal a significant increase in agarwood oil yield and enriched chemical profiles, demonstrating the effectiveness of Fusarium sp. a pretreatment solution. This research is useful for sustainable agarwood production and highlights the potential of leveraging natural methods to enhance this exceptional fragrance. Keywords: agarwood. Aquilaria sp. Fusarium sp. GCMS, gaharu, hydrodistillation, pretreatment Abstrak: Gaharu dari Aquilaria sp. telah menjadi wewangian resin alami yang berharga selama ribuan tahun, dihargai karena keunikan dan aromanya. Namun, kelangkaannya di alam liar telah mendorong adanya strategi-strategi baru untuk meningkatkan produksi, mulai dari membangun perkebunan berkelanjutan hingga mengoptimalkan metode penyulingan. Penelitian ini menyajikan pendekatan inovatif untuk meningkatkan hasil gaharu melalui praperlakuan fermentasi menggunakan Fusarium sp. untuk jangka waktu 1 hingga 4 minggu. Keberadaan Fusarium sp membantu pemecahan sel kayu sehingga menyebabkan semakin banyak minyak atsiri bebas selama proses hidrodistilasi. Setelah itu, kami melakukan hidrodistilasi dan menganalisis komponen minyak gaharu melalui Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GCMS). Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil rendemen minyak gaharu, dan terjadi pengayaan sesquiterpen, komponen yang bertanggung jawab dalam aroma gaharu, yang menunjukkan efektivitas praperlakuan Fusarium sebelum hidrodistilasi. Penelitian ini tidak hanya bermanfaat dalam kontribusinya dalam produksi minyak gaharu berkesinambungan tapi juga merupakan langkah potensial dalam pemanfaatan metode alami untuk meningkatkan aroma dari produk bernilai ekonomis tinggi ini. Kata Kunci: Aquilaria sp. , fermentasi. Fusarium sp. GCMS, gaharu, hidrodistilasi, praperlakuan DOI: 10. 15408/pbsj. PENDAHULUAN zaman dahulu mulai dari pewangi, status sosial Kayu gaharu merupakan damar wangi dari genus (Peeraphong, 2. Gaharu juga digunakan selama Aquilaria dan Gyrinops dari famili Thymelaeaceae ribuan tahun dalam ritual keagamaan Hindu. Budha yang terdistribusi di berbagai kawasan Asia seperti dan Islam (Gratzfeld & Tan, 2. Sampai saat Asia Selatan (India. Banglades. China sampai ke sekarang, gaharu masih digunakan di Masjidil Asia Tenggara (Thailand. Vietnam. Malaysia. Haram sebagai pewangi untuk jemaah haji dan Indonesia dan Filipina (Lee & Mohamed, 2. bagian dari tradisi wewangi masyarakat Timur Gaharu Tengah (Hansen, 2. kebudayaan berbagai bangsa-bangsa besar semenjak 109 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Defiza et al. Gaharu dalam perdagangan secara umum terbagi jinkohol (Pasaribu. Waluyo, et al. , 2. dalam tiga kualitas yakni gubal, kemedangan dan Sementara itu untuk kromon ditandai dengan (Daud Womsiwor et al. , 2. Gaharu kualitas keberadaan derivat 2-. -phenethy. chromone yang terbaik berbentuk gubal akan tenggelam di air, dilaporkan pada penelitian sebelumnya pada gaharu mungkin itulah sebabnya dalam bahasa Tiongkok kualitas bagus (Hashimoto et al. , 1985. Wang et al. sebagai aroma tenggelam (Oo, chyn xan. , atau jinkoh Bahasa Jepang (Mohamed & Lee, 2. Berdasarkan kandungan resinnya, gaharu diusulkan Permintaan pasar yang tinggi mengakibatkan agar diklasifikasikan sebagai grade A. C dan D ketersediaan gaharu di alam bebas menjadi semakin untuk kandungan resin di atas 30%, 20-29. 99%, 9- lama semakin tipis. Akhirnya. Aquilaria, genus 99% dan kurang dari 9% berturut-turut (Nor Azah et al. , 2. Sementara itu gaharu yang biasa Appendix II CITES tahun 2004. Sebagai upaya disuling untuk mendapatkan minyak atsirinya untuk meningkatkan produksi gaharu, saat sekarang berasal dari kualitas kemedangan. Minyak gaharu telah banyak dilakukan perkebunan gaharu dan memiliki pasar yang tinggi, terutama di Uni Emirat induksi gaharu dengan berbagai cara agar resin Arab. Arab Saudi. Jepang, dan China (Asia, 2. gaharu bisa diproduksi oleh pohon tersebut. Upaya Saat sekarang, gaharu tidak hanya populer di lain untuk meningkatkan hasil produksi minyak kawasan Timur Tengah dan Asia lainnya, gaharu gaharu adalah dengan cara memperbaiki proses telah menjadi bahan baku parfum kelas dunia seperti penyulingan dan melakukan proses praperlakuan. Gucci Intense Oud (Gucc. Tom Ford Tobacco Oud Teknik yang paling umum digunakan adalah dengan (Tom For. , dan Aigner No. 1 Oud (Etienne cara perendaman sampai berbulan-bulan. Tidak Aigne. hanya itu, proses penyulingan juga berlangsung lebih dari 24 jam jam, sehingga kedua faktor Fungsi lain gaharu di samping pewangi secara tersebut akan memakan lebih banyak sumber daya. tradisional adalah untuk pengobatan gangguan Adapun salah satu upaya yang dilakukan adalah pernafasan dan pencernaan baik dalam pengobatan dengan melakukan praperlakuan sebelum dilakukan Tiongkok (Y. Lai et al. , 2. maupun menurut Praperlakuan yang sebelumnya telah Islam yang berkhasiat untuk radang amandel pada dilakukan adalah dengan menggunakan microwave Hadits HR. Muslim No. com, 2. yang dilaporkan efektif meningkatan rendemen Studi aktivitas farmakologi menunjukkan bahwa minyak gaharu. Penggunaan Fusarium sp, juga telah gaharu memiliki aktivitas sebagai anti alergi, dilaporkan digunakan untuk praperlakukan yang antimikroba sampai kepada antikanker (Adhikari et dapat meningkatkan rendemen setelah fermentasi , 2. selama 7 hari (Hardiansyah et al. , 2. Namun dalam hal ini sampel yang dianalisis menggunakan Komponen-komponan yang memberikan aroma GCMS bukanlah minyak atsiri yang diperoleh wangi pada gaharu itu berasal dari berbagai jenis setelah penyulingan, melainkan hanya fraksi n- seskuiterpen dan turunan kromon (Nakanishi et al. heksana yang diekstraksi secara maserasi. Hal inilah Yang et al. , 2021. Yoneda, 1. Beberapa yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian komponen seskuiterpen yang terdeteksi pada gaharu di antaranya adalah agarofuran, agarospirol, dan fermentasi Fusarium sp. yang bertujuan untuk 110 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Defiza et al. mengetahui pengaruh variasi waktu terhadap secara makroskopik dan mikroskopik sebelum pretreatment fermentasi Fusarium sp. pada hasil minyak atsiri gaharu serta bagaimanakah komposisi dari minyak gaharu tersebut setelah mengalami 2 Metodologi Penyiapan sampel Penelitian memberikan manfaat kepada penyuling gaharu Kayu gaharu kualitas kemedangan disortir untuk dalam rangka meningkatkan rendemen gaharu mengeluarkan pengotornya dan ditimbang sebanyak dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan 5 kg, kemudian dirajang kasar dan dihaluskan dengan perendaman biasa selama berbulan-bulan menggunakan blender. tanpa harus mengorbankan kualitasnya. Kultur Fusarium BAHAN DAN METODE Biakan Fusarium sp. disiapkan sesuai dengan protokol standar pekerjaan mikrobiologi (Faizal et 1 Alat dan Bahan , 2020. Vavre et al. , 2. Fusarium yang Peralatan yang digunakan untuk penelitian ini diperoleh dari Balittro Bogor dilakukan peremajaan adalah peralatan gelas berbagai ukuran, golok selama 7 hari suhu ruang dengan menggunakan pencacah, botol, spatel, spuit 1 mL, timbangan media steril PDA steril di cawan petri, selanjutnya dilanjutkan dengan kultur mikroba dengan media Clevenger apparatus set, pH meter digital (Toled. PDB steril sebanyak 25 mL inkubator shaker 28CC selama 4 hari dengan spectrophotometry (GCMS) (Agilen. Adapun kecepatan 150 rpm. kondisi GCMS sebagai berikut: aliran gas 1 ml/menit, split ratio 2:1, volume sampel injeksi Fermentasi 1AAL, oven program 50CC selama 3 menit, kemudian Selanjutnya sebanyak 25 mL kultur tersebut 5CC /menit, kecepatan pemanasan 250CC selama 58 dimasukkan ke dalam botol kaca gelap ukuran 2. menit, gas pembawa Helium, suhu antarmuka yang berisi 250 gram serbuk gaharu yang direndam 280CC, kolom Agilent 19091S-433 ukuran 30m x dengan aquades dan diaduk merata. Proses 250AAm x 0. 25 AAm dengan suhu 325CC. fermentasi dilakukan selama 1, 2, 3 dan 4 minggu dengan mengaduk fermentasi tersebut dua kali Sampel penelitian yang digunakan adalah kayu sehari pada suhu ruangan diberi kode masing- gaharu kualitas kemedangan (Aquilaria sp. ) asal masing GF1. GF2. GF3 dan GF4 berturut-turut. Sarolangun. Provinsi Jambi yang diperoleh dari Kontrol untuk percobaan ini adalah serbuk gaharu eksportir gaharu CV Gaharu Aneka Jaya. Klaten, tanpa fermentasi (GTP), cukup direndam dengan air Jawa Tengah yang juga merupakan salah satu semalam, besok paginya langsung disuling. Masing- anggota dari Asosiasi Pengusaha Eksportir Gaharu masing perlakukan dilakukan duplo dengan banyak Indonesia (Asgari. Bahan yang digunakan adalah sampel tiap kali perlakuan 500 gram. air (AQUA), aquades, metanol, media PDA (Merck Millipor. Biakan Fusarium sp diperoleh dari Prof. Pengukuran pH dan penyulingan Dr. Sukamto. Balai Penelitian Tanaman Rempah Selama proses fermentasi, derjat keasaman serbuk dan Obat (Balittr. Bogor yang telah dikonfirmasi gaharu diukur pada minggu ke 0, 1, 2, 3 dan 4 111 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Defiza et al. menggunakan pH meter digital. Sampel kayu gaharu saat sekarang masih merupakan metode terbanyak . asing-masing yang digunakan untuk memperoleh minyak gaharu selanjutnya disuling . selama 15 karena peralatan yang sederhana dan mudah jam dengan menggunakan Clevenger Apparatus dilakukan walaupun di kawasan terpencil. Proses dengan perbandingan serbuk gaharu dan air . praperlakuan merupakan salah satu proses yang Minyak atsiri yang terdapat pada distilat receiver telah dilakukan dari dahulunya dalam upaya untuk dipindahkan ke dalam tube 1. 5 mL, lalu disentrifus meningkatan rendemen minyak gaharu. Hasil dengan kecepatan 3200 rpm selama 10 menit penyulingan gaharu yang dilakukan di lapangan sebanyak dua kali. Minyak atsiri yang terkumpul diukur volumenya menggunakan spuit 1 mL (P. Lai, peralatannya tidak menggunakan stainless steel. Selanjutnya warna minyak atsiri hasil Minyak gaharu hasil penyulingan penelitian ini distilasi diamati berdasarkan studi sebelumnya diperoleh menghasilkan warna yang cerah sampai (Wibowo & Aulifa, 2. agak gelap. Warna cerah diperoleh untuk minyak gaharu yang disuling tanpa perlakukan yakni tanpa Analisis GCMS proses perendaman dan penambahan Fusarium sp. Sebanyak 1L sampel diinjeksikan ke dalam Warna hijau pekat muncul pada saat proses fermentasi dilakukan selama 4 minggu. GCMS Data yang diperoleh antara lain nama senyawa, no. CAS, waktu retensi, persentasi relatif Rendemen minyak gaharu diperoleh sebagai berikut area, dan kemurnian dikumpulkan menggunakan sebagai nilai rata-rata sebagai berikut: 0. dalam aplikasi pengolah data Microsoft Excel. 06% dan 0. 07% untuk sampel Library yang digunakan untuk analisa GCMS adalah tanpa perlakuan (GTP). sampel yang difermentasi NIST11. Kondisi GCMS yang digunakan adalah dengan Fusarium sp. selama 1 minggu (GF. , 2 aliran gas 1 mL/menit, split ratio 2:1, volume injeksi minggu (GF. , 3 minggu (GF. , dan 4 minggu 1AAL, program oven 50CC selama 3 menit dan (GF. selanjutnya 5CC/menit, laju pemanasan 250CC menunjukkan bahwa proses perendaman gaharu selama 58 menit, gas pembawa Helium, suhu antar dengan menambahkan biakan Fusarium sp. muka 28CC, kolom Agilent 19091S-433 ukuran 30m meningkatkan rendemen gaharu seiring dengan x 250AAm x 0. 25 AAm dengan suhu 325CC. Library NIST11. penelitian ini berasal dari Kabupaten Sarolangun. Berdasarkan kajian sebelumnya genus gaharu komersial yang tersebar di Sumatera khususnya Hasil dengan tanpa perlakuan. HASIL DAN DISKUSI Sampel kayu gaharu yang digunakan untuk (Gambar pertambahan waktu sampai 4 minggu dibandingkan Rendemen (%) berturut-turut Persentase Rendemen Minyak Gaharu setelah praperlakuan fermentasi S1 S2 1 Minggu 2 ke- 3 Jambi umumnya adalah Aquilaria (Balfas, 2008. Lee & Mohamed, 2. yang konsisten dengan ciriciri dan aroma yang diidentifikasi oleh eksportir Pada pasaran dunia, proses hidrodistilasi Gambar 1. Rendemen hidrodistilasi gaharu sebelum dan setelah praperlakuan fermentasi dengan Fusarium. Keterangan: 0: tanpa praperlakuan (GTP) sebagai kontrol. 1,2,3, dan 4 praperlakuan selama 1, 2, 3, dan 4 minggu 112 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Defiza et al. dengan kode masing-masing GF1. GF2. GF3, dan GF4. S1:sampel pertama. S2: sampel kedua. terlibat dalam proses tersebut adalah contohnya Keberadaan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praperlakuan ini menunjukkan bahwa jamur ini semakin lama terpapar oleh Fusarium tersebut semakin tinggi hasil minyak atsiri yang diperoleh. Fusarium selulase, protease dan lipase (Perincherry et al. mendegradasi dinding sel. Ada berbagai enzim yang Selama dimiliki oleh Fusarium tersebut sehingga terjadi membantu pelepasan minyak gaharu dari sel dan lisis dinding sel kayu (Perincherry et al. , 2. dan juga dibutuhkan dalam membawa minyak tersebut menyebabkan minyak gaharu keluar dari sel, bersama dengan uap air menuju penampungan sehingga rendemen menjadi lebih banyak. Enzim- distilasi (Safitri & Rihayat, 2. enzim yang disebut sebagai cell wall-degrading enzymes (CWDE. umumnya glikosil hidrolase Hasil Pengukuran Gaharu Fermentasi polisakarida dinding sel kayu. Enzim lain yang Tabel 1. Komponen kimia minyak atsiri gaharu yang dipraperlakuan dengan Fusarium. Nama Senyawa CAS no. GTP Octanoic acid 3-buten-2-ol, 4-phenyl Benzylacetone Nonanoic acid 2-methylenebornane -Caryophyllene -Bulnesene -Selinene Alloaromadendrene -Maaliene -Gurjunene Eudesma-4. -diene Selina 4. ,7. -diene -Guaiene -Selinene Aromadendrene Eremophilene Ocimene -Ocimene 2,6-Dimethyloctane Tridecanoic acid -Selinene Pentadecanoic acid Valencene Palmitic acid Cyclotridecane Elaidic acid total senyawa 124-07-2 5. 103-35-4 6. 2550-26-7 6. 112-05-0 6. 27538-47-2 7. 87-44-5 8. 3691-11-0 8. 77-76-9 8. 25246-27-9 9. 77-77-0 9. 489-40-7 9. 77-78-1 9. 77-79-2 9. 88-84-6 9. 77-75-8 9. 489-39-4 9. 10219-75-7 9. 3712-29-6 9. 105-13-5 9. 108-75-2 9. 544-31-0 9. 473-13-2 9. 544-32-1 10. 4630-07-3 10. 57-10-5 10. 292-65-9 11. 148-31-7 11. Persentase relatif area (%) GF1 GF2 GF3 GF4 Keterangan: sampel tanpa perlakuan (GTP). sampel yang difermentasi dengan Fusarium sp. selama 1 minggu (GF. , 2 minggu (GF. , 3 minggu (GF. , dan 4 minggu (GF. berturut-turut. RT:retention time. CAS: Chemical Abstracts Service 113 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Selama proses fermentasi dilakukan pengamatan pH Defiza et al. Adapun perubahan-perubahan perubahan derjat keasaman seiring dengan lamanya merupakan senyawa-senyawa yang lazim dijumpai Kondisi pH rata-rata pada proses pada minyak gaharu (Gao et al. , 2019. Naef, 2. fermentasi ini adalah 8. 1 (GF. , 7. 9 (GF. , 6. Salah satu enzim yang (GF. 1 (GF. (Gambar . Penurunan pH degradasi dinding sel adalah -glucosidase yang 1 tidak terjadi pada penelitian sebelumnya dihasilkan oleh Fusarium sp. yang tetap bekerja dengan praperlakuan microwave yang kisaran optimal pada rentang pH 4. 0 dengan temperatur pHnya sekitar 7 pada minggu ke-3 dan ke-4. Ini berkisar 30-70AC (Olajuyigbe et al. , 2. sehingga menunjukkan bahwa penurunan pH disebabkan proses degradasi dinding dapat terus terjadi karena adanya aktivitas enzimatik dari Fusarium itu meskipun dalam suasana asam pada minggu ke 3 sendiri dalam perendaman serbuk gaharu. Fusarium dan ke-4. terlibat dalam proses sp membutuhkan energi untuk keberlangsungan Energi tersebut diperoleh dari carbon Penurunan pH fermentasi gaharu dapat dilihat dari source yang ada pada serbuk gaharu dengan cara perubahan warna sampel serbuk gaharu yang menjadi coklat kehitaman. Hal itu menunjukkan menghasilkan senyawa-senyawa lain yang bersifat bahwa senyawa fitoaleksin yang masih tersisa pada asam seperti asam fumarat, asam sitrat, dan asam gaharu tersebut terdegradasi akibat adanya toksin fusarat (Bacon et al. , 1996. Farooq, 2. pada Fusarium sp. (Hardiansyah et al. , 2. Analisa Kandungan Senyawa Minyak Atsiri Gaharu Minyak atsiri gaharu terdiri dari berbagai jenis senyawa kimia yang menjadi penyusun komponen minyaknya yang ditandai dengan keberadaan senyawa-senyawa . Gambar 2. Perubahan pH rata-rata selama proses fermentasi serbuk gaharu minggu ke-1, 2, 3 dan 4. Keterangan: S1:sampel pertama. S2: sampel kedua. Meskipun identifikasi komponen gaharu telah Komponen-komponen sesquiterpene yang terlacak masih mengandalkan penciuman mereka untuk pada GCMS menunjukkan adanya perubahan menentukan minyak gaharu yang mereka sukai. komposisi kimiawinya seperti munculnya seline dan Pada penelitian ini, analisis kandungan senyawa ocimene setelah proses fermentasi. Hal tersebut tentunya akan ada kaitan dengan suasana asam menggunakan instrument GCMS. Jika dilihat dari selama fermentasi yang juga bisa menyebabkan komposisi senyawa yang teridenfikasi pada minyak senyawa-senyawa tertentu berubah dan juga bisa gaharu menunjukkan bahwa semakin lama proses disebabkan aktivitas enzimatik dari Fusarium atau fermentasi semakin beragam senyawa yang bisa peningkatan pelepasan senyawa-senyawa atsiri dari diproduksinya sebagaimana yang ditampilkan pada sel yang pecah akibat semakin lamanya proses Tabel 1. Pada gaharu tanpa praperlakuan dan satu banyak dipublikasikan, para pembeli minyak gaharu 114 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Defiza et al. minggu praperlakuan ada 17 senyawa yang Asam lemak yang muncul setelah difermentasi teridentifikasi, namun komposisinya ada yang 5 senyawa yang berbeda satu sama lainnya sementara hexadecanoic acid, pentadecanoic acid, n-decanoic itu 12 senyawa yang identik antara keduanya. Hal acid dan tridecanoic acid. Asam lemak yang itu menyarankan adanya Fusarium sp memiliki dianalisis pada gaharu ini hampir semuanya pengaruh terhadap perubahan komposisi senyawa merupakan asam lemak tidak jenuh yang muncul yang ada pada gaharu tersebut selama proses pada minggu keempat kecuali elaidic acid, asam Pada minggu ke-2, 3 dan 4 terjadi lemak tidak jenuh yang muncul pada gaharu yang perubahan komposisi komponen atsiri minyak tidak difermentasi. Kehadiran asam-asam lemak ini gaharu yakni 19, 19, dan 20. Pada minggu ke-4 seperti hexadecanoid acid juga dilaporkan pada penelitian sebelumnya (Defiza et al. , 2. meningkat dibandingkan dengan minggu-minggu Senyawa-senyawa asam lemak yang terdeteksi pada Senyawa yang konsisten muncul minyak atsiri gaharu merupakan respon atas selama proses ini baik difermentasi dengan serangan infeksi yang terjadi pada gaharu (Nasution Fusarium sp. atau tidak adalah benzylacetone. et al. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan -bulnesene. bahwa gaharu (A. dari kawasan Laos memiliki kandungan asam lemak yang tinggi eremophilene dan valencene. Semua senyawa itu bahkan sampai 15% dibandingkan dengan studi ini berasal dari sesquiterpene kecuali benzylaceton yang hanya 7. 8% pada minggu ketiga (Ngan et al. yang merupakan senyawa golongan keton. Ada dua -guaiene. senyawa yang juga muncul pada penelitian terdahulu pada hasil sulingan minyak gaharu yang Senyawa kromon sebagai salah satu penentu dipraperlakuan sebelumnya dengan microwave kualitas gaharu tidak terdeteksi selama penelitian -bulnesene benzylacetone (Defiza et al. , 2. Hal tersebut disebabkan karena sampel penelitian ini berasal dari gaharu kemedangan, bukan kelas gubal (Semiadi et al. , 2. Adapun Adapun senyawa sesquiterpene yang muncul setelah komponen-komponen yang sering sering muncul difermentasi dengan Fusarium sp adalah -selinene. A-selinene. A-selinene, eudesma-4. -diene, - eremophilene, guaiene, gurjunene, allomadendrene, maaliene sedangkan monoterpenen yang muncul valenence dan aromadendrene. Senyawa-senyawa adalah ocimene. Senyawa selinene juga dilaporkan tersebut memang dilaporkan dijumpai pada gaharu pada penelitian sebelumnya terdapat pada daun dan sebagaimana dilaporkan pada kajian sebelum ini pohon A. banaensis dari Vietnam (Van et al. , 2. (Jung & Lee, 2022. Ngan et al. , 2020. Wang et Sesquiterpene yang muncul dari minyak gaharu ini , 2. Sementara itu senyawa-senyawa yang Jika dipandang dari sudut ciri khas ocimene, alpha dan beta selinene. minyak gaharu, tentu saja peningkatkan jumlah monoterpen yang muncul dalam analisis ini adalah sesquiterpene ini menunjukkan kualitas gaharu yang Senyawa beta-ocimene berperan dalam semakin membaik. tanaman sebagai atraktan untuk serangga polinasi Kelompok (Farry-Armengol et al. , 2. Derivat ocimene juga 115 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Defiza et al. dilaporkan dijumpai pada bunga gaharu Aquilaria Penelitian sebelumnya mengungkapkan sinensis (Chen et al. , 2. bahwa ASS1 suatu enzim yang aktif setelah pohon gaharu mengalami luka dan akibat adanya jasmonat Senyawa-senyawa komponen minyak gaharu dalam tentu berhasil diidentifikasi (Xu et al. , 2. bentuk tunggal telah tersedia secara komersil seperti Sungguhpun -guaiene (CAS 88-84-. digunakan pada industri ternyata ada protein AsWRKY44 yang dapat parfum untuk aroma berkayu dan tanah (The Good menghambat produksi resin dengan melakukan Scents Company, 2021. , benzylacetone beraroma downregulasi promoter dari enzim ASS1 tersebut floral dijumpai juga pada daging sapi, telur, cocoa, (Yu et al. , 2. Solusinya adalah disrupsi protein blackberry dan raspberry (Fragrance Creators AsWRKY44 Association, 2. , -caryophyllene beraroma aktivitas produksi resin gaharu. kayu, rempah dan cengkeh (The Good Scents Company, 2021. Sementara itu, senyawa-senyawa KESIMPULAN asam lemak yang terkandung pada gaharu juga Rendemen dari hasil penyulingan minyak atsiri dijumpai untuk keperluan kosmetik dan personal gaharu . garwood oi. dapat meningkat jika care seperti octanoid acid, nonanoic acid, dan diberikan praperlakuan fermentasi Fusarium sp. palmitic acid (The Good Scents Company, 1,5. 2,5. 3,0. dan 3,5 kali lipat berurut-turut seiring 2021(Netchem Inc. , 2. dengan pertambahan waktu fermentasi . , 2, 3 dan 4 Komponen-komponen yang muncul pada minyak Ada beberapa komponen senyawa gaharu merupakan komponen-komponen yang tidak yang memiliki perubahan namun senyawa tersebut hanya menjadi faktor penentu dalam aroma minyak gaharu itu sendiri tapi juga memiliki aktivitas berdasarkan hasil analisa dari GCMS. Adapun farmakologi yang beragam. Beberapa senyawa di senyawa yang memiliki persentase relatif tertinggi bawah ini diulas sedikit tentang beberapa aktivitas di antaranya adalah eremophilene, aromadendrene farmakologi senyawa yang banyak dijumpai pada dan A-guaiene. Senyawa-senyawa ini merupakan minyak gaharu. Komponen-komponen pada minyak kelompok sesquiterpen yang biasa dijumpai pada gaharu yang memberikan bau aromatis, spicy, antioksidan, anti-inflamasi dan anti-diabetes (Gogoi et al. , 2. Aktivitas antikanker juga dilaporkan merupakan karakter khas dari minyak gaharu itu pada penelitian sebelumnya untuk kanker pankreas Atas kajian ini, praperlakuan fermentasi untuk A. crassna (Dahham et al. , 2. Kajian- kajian aktivitas farmakologi untuk gaharu masih bermanfaat untuk memperpendek masa suling yang terbuka untuk digali lebih dalam terutama kaitannya biasanya lebih dari 24 jam. Percobaan berikutnya dengan aktivitas ansiolitik dan antidepresannya (C. disarankan menggunakan sampel dan Wang et al. , 2. penyulingan lebih besar agar akurasinya lebih . Fusarium mendekati kondisi penyulingan skala industri kecil Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, upaya untuk meningkatkan produksi resin pada kayu gaharu dilakukan dengan pendekatan biologi sampai menengah di lapangan. 116 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini didukung oleh Bantuan Penelitian BLU UIN Syarif Hidayatullah Jakarta SK no. Defiza et al. Faizal. Azar. Turjaman. , & Esyanti. Fusarium solani induces the formation of agarwood in Gyrinops versteegii (Gilg. ) Domke Symbiosis, 81. , 15Ae23. https://doi. org/10. 1007/S13199-020-00677-W Un. 01/KPA/1141/2022 (Defiza dan Handaryni Ratna Ningsih. Terima kasih kepada Bapak Apin (Sugiatt. atas penjelasan mutu dan pengolahan Farooq. Mycobial Deterioration of Stone Monuments of Dharmarajika. Taxila. Journal of Microbiology & Experimentation, 2. https://doi. org/10. 15406/jmen. gaharu yang layak untuk dipasarkan dan Terima kasih juga kepada Walid Rumblat atas bantuan selama pengukuran GCMS. DAFTAR PUSTAKA