JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 PENGARUH FASILITAS DAN KEMAMPUAN KERJA PETUGAS TERHADAP EFEKTIVITAS PERGUDANGAN PT ARDHYA BUMI PERSADA JAKARTA TIMUR Marchelly Mutiara Maryono1. Dewi Dyah Widyastuti2* Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Mutiaramarchelly@gmail. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, dewidyah67@gmail. Abstrak Persaingan dalam bidang bisnis semakin ketat, perusahaan gudang menghadapi tantangan untuk meningkatkan efektivitas pergudangan. Fasilitas kerja yang baik dan kemampuan kerja petugas menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas kerja dan kemampuan kerja terhadap efektivitas pergudangan PT. Ardhya Bumi Persada di Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan asosiatif kausal dengan metode survei melalui aplikasi SPSS versi 26. Jumlah populasi 120 dan sampel 92 berdasarkan Teknik Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pergudangan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai thitung > ttabel . ,402 > 1,66. , kemampuan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pergudangan dengan nilai signifikansi 0,005 signifikansi < 0,05 dan nilai thitung > ttabel . ,279 > 1,66. , fasilitas kerja dan kemampuan kerja secara simultan berepengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pergudangan dengan nilai Fhitung 10,555 > Ftabel 3,10 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dalam penelitian ini Fasilitas Kerja dan Kemampuan Kerja memiliki kontribusi terhadap Efektivitas Pergudangan sebesar 19,2% dan 80,8% dipenaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci: fasilitas kerja. kemampuan kerja. efektivitas pergudangan Abstract As competition in the business sector intensifies, warehouse companies face the challenge of improving warehousing effectiveness. Good work facilities and officer work ability are important factors in achieving these goals. This study aims to determine how much influence work facilities and work ability have on the effectiveness of PT Ardhya Bumi Persada's warehousing at Halim Perdanakusuma Airport. East Jakarta. This study uses a causal associative approach method with a survey method through the SPSS version 26 application. The population is 120 and the sample is 92 based on the Slovin technique. The results showed that work facilities partially had a positive and significant effect on warehousing effectiveness with a significance value of 0. 000 <0. 05 and a tstatistics> t-table value . 402> 1. , work ability partially had a positive and significant effect on warehousing effectiveness with a significance value of 0, 005 significance <0. 05 and t-statistics> t-table . ,279> 1,66. , work facilities and work ability simultaneously have a positive and significant effect on warehousing effectiveness with an F-statistics value of 10. 555> F-table 3. and a significance value of 0. 000 <0. In this study, work facilities and work ability have a contribution to warehousing effectiveness of 19. 2% and 80. 8% is influenced by other variables not discussed in this study. Keywords: facilities. work abilities. effectiveness of warehousing PENDAHULUAN Transportasi dalam ketepatan waktu yang cenderung sangat Berdasarkan pada data Badan Pusat karakteristik yang dapat mencapai tujuan Statistik, terdapat kenaikan jumlah pengiriman 222 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 kargo udara domestik di bandara Halim gudang terhadap kesesuaian, kecukupan, dan Perdanakusuma dari tahun 2020-2022, yaitu sejumlah 76,948 ton , 135,961 ton dan 4,623 Salah satu perusahaan pergudangan udara . ir warehous. yang berlokasi di Halim Gudang kargo menjadi tempat aktivitas Perdanakusuma. Jakarta Timur yaitu PT. pengelolaan barang/kargo yang secara umum Ardhya Bumi Persada (PT Ardhya warehous. penyortiran, penyimpanan, dan pengiriman. pengiriman barang untuk tujuan domestik. Gudang adalah fasilitas untuk menyimpan Dalam Selain itu, gudang juga berfungsi mampu memberikan kepuasan kepada para menjadi titik pengiriman barang dimana semua pelanggan dengan cara mengelola kargo atau barang diterima dan dikirim secepat, seefektif barang-barang dan seefisien mungkin (Richards 2014:. Hasibuan . Menurut Perusahaan jasa pergudangan harus efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang dapat mengelola gudang dengan baik melalui menunjukkan tingkat keberhasilan kegiatan pemanfaatan fasilitas serta sumber daya yang manajemen dalam mencapai tujuan meliputi kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan operasional gudang menjadi efektif. Menurut Siagian Pengelolaan gudang PT. Ardhya Bumi Persada harus mengedepankan aspek kualitas kerja, prasarana dalam jumlah tertentu yang secara namun pengelolaan gudang masih terdapat menghasilkan sejumlah barang atas jasa overcarried atau pengiriman kargo tidak sesuai kegiatan yang dijalankannya. rute atau destinasi yang sudah ditetapkan. Menurut Moenir . , fasilitas Berikut data ketidakefektifan pergudangan adalah segala jenis peralatan, perlengkapan yang dianalisis dari dimensi movement yang kerja dan fasilitas lain yang berfungsi sebagai meliputi indikator Customer Order Picking alat utama atau alat bantu dalam pelaksanaan pada tahun 2022. pekerjaan, dan juga berfungsi sosial dalam rangka kepentingan orang-orang yang sedang berhubungan dengan organisasi kerja itu. Menurut Pandiangan . untuk mengelola gudang dengan baik dilakukan penilaian jumlah, kualifikasi, dan kompetensi dari seluruh sumber daya manusia . uman resource. yang terlibat pada seluruh aktivitas 223 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Berdasarkan Tabel 1. 1 bahwa terjadi menerus meningkat yaitu sebanyak 16 pallet, permasalahan kargo atau irregularity yang dan rata-rata pallet yang layak sebanyak 218. artinya proses pengiriman kargo yang dalam Sementara penanganannya mengalami kejadian yang tidak Jumlah pallet yang tidak Dalam tabel di atas terdapat mencukupi tersebut dapat mengakibatkan kesalahan over carried yaitu pengiriman kargo penumpukan barang di area pergudangan, tidak sesuai rute atau destinasi. Terdapat mempersulit pengelolaan dan penataan barang sejumlah 72 Airway Bill, surat muatan udara dengan benar sehingga dapat meningkatkan dan sejumlah 165 colly . dengan total risiko kesalahan pengiriman atau overcarried. Kargo yang terbawa ke destinasi Selain yang salah akan memerlukan waktu tambahan untuk dikembalikan atau diarahkan ke lokasi dipengaruhi oleh kemampuan kerja petugas. yang sesuai. Ketidakefektifan pergudangan ini Menurut diduga disebabkan oleh fasilitas kerja. merupakan salah satu unsur dalam kematangan Fasilitas kerja juga sebagai faktor yang Thoha Menurut Moenir . , fasilitas adalah pendidikan, pelatihan dan suatu pengalaman. segala jenis peralatan, perlengkapan kerja dan Pengelolaan fasilitas lain yang berfungsi sebagai alat utama membutuhkan kombinasi yang baik antara atau alat bantu dalam pelaksanaan pekerjaan, fasilitas gudang yang memadai dengan SDM dan juga berfungsi sosial dalam rangka yang kompeten. Kompetensi tersebut harus dibuktikan dengan lisensi setiap petugas berhubungan dengan organisasi kerja itu. Gudang, yaitu lisensi Basic Cargo Handling. Perusahaan ini didapati pallet yang digunakan Pelatihan ini untuk staf kargo udara agar dapat untuk proses pemindahan dan penyimpanan melakukan proses pengiriman kargo sesuai barang belum mencukupi kebutuhan. Berikut dengan standar industri dan International Air data ketersediaan pallet pada tahun 2022. Transport Association (IATA). Berikut data dapat mempengaruhi efektivitas pergudangan. orang-orang pemegang lisensi Basic Cargo Handling yang dianalisis dari dimensi kemampuan teknis yang prosedur dan metode kerja pada tahun 2022. Berdasarkan Tabel 1. 2 menerangkan bahwa kondisi pallet yang tidak layak terus 224 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Penerimaan (Receivin. Merupakan aktivitas penerimaan barang yang di dalamnya terdapat aktivitas seperti pembongkaran muatan, penghitungan kuantitas yang diterima dan inspeksi kualitas dan kerusakan, dan juga aktivitas lain yang berkaitan dengan penerimaan barang di gudang. Berdasarkan Tabel 1. 3 bahwa jumlah Put petugas yang berlisensi Basic Cargo Handling Away. Merupakan pemindahan barang dari penerimaan ke tersebut sangat kurang. Hal ini diduga dapat gudang penyimpanan. mengakibatkan kesalahan dalam penanganan Customer Order Picking. Merupakan aktivitas pemindahan barang dari KERANGKA TEORI gudang penyimpanan atau dari lokasi Pengertian Gudang picking untuk kemudian disiapkan Menurut Warman . ata untuk proses pengiriman. adalah bangunan yang dipergunakan Packing. Proses packing merupakan proses pengepakkan barang yang akan Pergudangan . ata kerj. ialah kegiatan dikirim ke konsumen. menyimpan dalam gudang. Menurut Martono Cross Docking. Proses ini merupakan . gudang adalah tempat penyimpanan proses pemindahan barang dari area sementara dan pengambilan inventori untuk receiving langsung ke lokasi shipping mendukung kegiatan operasi bagi proses tanpa melalui aktivitas penyimpanan di berikutnya, atau ke lokasi distribusi, atau kepada konsumen akhir. Pandiangan . Shipping. Aktivitas ini merupakan Manajemen Pergudangan adalah suatu sistem pengiriman produk dan meliputi proses pengelolaan gudang yang mengatur proses penanganan barang semenjak dari penerimaan Indikator-indikator dimensi Penyimpanan sampai pengiriman. (Storag. adalah Pengertian Efektivitas Pergudangan Penyimpanan sementara. Penyimpanan Menurut Purnomo . , terdapat dua dimensi dalam aktivitas pergudangan: sementara merupakan penyimpanan barang yang bersifat sementara seperti barang semi finish good dan barang Indikator-indikator dimensi Perpindahan (Movemen. adalah perlengkapan persediaan. Penyimpanan semi permanen. Penyimpanan semi permanen ini merupakan 225 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 penyimpanan finish good sementara barang atau jasa dalam kegiatan penyimpanan dan pengelolaan barang atau kargo di dalam Indikator menurut Priambodo . Fasilitas Kerja Menurut Moenir . dimensi fasilitas Fasilitas kerja ada tiga, yaitu: Penyediaan serta pengaturan yang baik terhadap fasilitas/perlengkapan/ terbagi menjadi 2 jenis yaitu, peralatan peralatan yang dibutuhkan dalam kerja tunggal guna dan peralatan kerja serba guna. Memungkinkan pemeliharaan yang baik dan mudah untuk semua fasilitas Perlengkapan. Yaitu pekerjaan tetapi tidak langsung untuk Fleksibilitas terhadap perubahan. berproduksi, melainkan berfungsi sebagai Tenaga kerja pelancar dan penyegar dalam pekerjaan. Penggunaan tenaga kerja seefektif Fasilitas Sosial. Yaitu fasilitas yang digunakan dan berfungsi sosial. Misalnya Mengurangi resiko kecelakaan. Memungkinkan penyediaan mess, asrama untuk para pegawai bujangan, rumah jabatan, rumah Fasilitas benda atau barang yang digunakan dalam Fasilitas Alat Kerja. Peralatan kerja ini Barang . Menghindari kadang-kadang Menurut The Liang Gie . 2, . mengungkapkan bahwa dimensi fasilitas kerja yaitu sebagai berikut: Menghindari terjadinya kehilangan operasional yaitu semua barang/benda Mengatur letak agar hemat tempat yang berfungsi sebagai alat yang langsung atau ruang. digunakan dalam produksi. Seperti mesin Pengaturan aliran keluar-masuknya tulis, mesin pengganda, mesin hitung. Berdasarkan Fasilitas peralatan kerja. Alat kerja di atas, mesin komputer. disimpulkan bahwa efektivitas pergudangan Fasilitas perlengkapan kerja. Perlengkap- an kerja ialah semua benda/barang yang memanfaatkan sumber daya, sarana, dan digunakan dalam pekerjaan tetapi tidak prasarana yang telah ditetapkan sebelumnya langsung untuk memproduksi, melainkan dengan tujuan untuk menghasilkan sejumlah 226 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 berfungsi sebagai pelancar dan penyegar dalam pekerjaan. Kemampuan Fisik . hysical abilit. , yaitu menjalankan pekerjaan, serta memiliki peran memecehkan masalah. peralatan, perlengkapan kerja, dan sumber daya Adalah . ntellectual aktivitas mental-berpikir, menalar, dan bahwa fasilitas kerja adalah segala jenis fisik yang berfungsi sebagai alat utama dalam Intelektual dibutuhkan untuk melakukan beragai Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan Kemampuan penting bagi keberhasilan pekerjan yang kurang membutuhkan keterampilan dan individu/kelompok dalam organisasi kerja. lebih terstandar. Kemampuan Kerja Menurut Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan Blanchard bahwa kemampuan kerja adalah kombinasi dari aspek intelektual, fisik dan sosial yang dimiliki kemampuan dasar yang harus dimiliki, baik oleh individu yang memungkinkan untuk sebagai manajer maupun sebagai pelaksana, berhasil melaksanakan berbagai tugas yang ada antara lain: dalam suatu pekerjaan. Hersey Kemampuan Teknis (Technical Skil. KERANGKA PEMIKIRAN meliputi kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, metode, teknis dan peralatan pekerjaan tertentu yang diperoleh dari pengalaman, pendidikan dan training. Kemampuan (Social Skil. meliputi kemampuan dalam bekerja dengan melalui motivasi orang lain H1 : Fasilitas motivasi dan penerapan kepemimpinan yang efektif. PT. Ardhya Bumi Persada Kemampuan Konseptual (Conceptual Skil. H2 : Kemampuan kerja petugas secara kompleksitas organisasi secara menyeluruh. efektivitas pergudangan PT. Ardhya Kemampuan individu pada dasarnya terdiri atas dimensi yaitu intelektual dan fisik (Robbins dan Judge 2015:. Bumi Persada H3 : Fasilitas kerja dan kemampuan kerja petugas secara simultan berpengaruh 227 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 terhadap efektivitas pergudangan PT. sample diperoleh sebanyak 92 orang dengan Ardhya Bumi Persada. ycu = ycA / . cA x yce. ) ycu = 120 / . x 0,. ) METODE PENELITIAN Metode ycu = 92. 307 dibulatkan menjadi 92 adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Menurut Sugiyono PEMBAHASAN bahwa hubungan kausal adalah Profil Organisasi hubungan yang bersifat sebab dan akibat yaitu 2017 dan kini sedang berkembang dalam melayani pengiriman barang untuk tujuan . ariabel yang dipengaruh. Jenis data yang Beralamat di Jalan Protokol Halim digunakan dalam penelitian ini adalah data Perdanakusuma RT. 01/09. Halim Perdana- kuantitatif. Menurut Sujarweni . Data kusuma. Kecamatan Makassar. Jakarta Timur. Perusahaan ini dikenal dengan nama Ardhya . ariabel PT. Ardhya Bumi Persada berdiri tahun menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat Warehouse. dengan prosedur-prosedur menawarkan layanan gudang untuk keperluan statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi domestik dan internasional. Petugas yang . berada di bagian Gudang berjumlah 120 orang. Ardhya Bumi Persada Data penelitian ini berupa kuesioner berskala penilaian: . sangat setuju, . setuju, . netral, . tidak setuju, . sangat tidak setuju, yang disebar kepada petugas di Gudang. Populasi target penelitian yaitu seluruh petugas di gudang sebanyak 120 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Probability sampling yaitu Simple random sampling dengan menggunakan rumus Slovin dengan keterangan: Karakteristik Responden n = Jumlah anggota sampel N = Jumlah anggota sampel E = Error level . ingkat kelemaha. 1%, 5%. Tabel 4. Karakteristik Responden Usia dan 10%. Untuk populasi (N) sebesar 120 orang nilai e yang ditetapkan sebesar 5%. Jumlah 228 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Berdasarkan Tabel 4. 1 menerangkan keterampilan fisik, pemahaman dasar tentang bahwa mayoritas berusia antara 19-25 tahun sistem penyimpanan, dan distribusi barang sebanyak 35 petugas . %). Usia 19-25 tahun yang bisa didapatkan melaui pelatihan. termasuk usia produktif dan memiliki tingkat Uji Validitas energi yang tinggi dalam bekerja. Menurut Uji Kemenkes RI tahun 2019 bahwa usia yang menggunakan Korelasi Bevariate Pearson yang produktif antara 15-64 tahun, sehingga mereka akan diolah dengan menggunakan program dapat mendukung efektivitas pergudangan SPSS Versi 26. yang tinggi bagi perusahaan sesuai dengan Hasil perhitungan uji validitas efektivitas yang dibutuhkan. pergudangan (Y) bahwa 14 pertanyaan Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja kuesioner dinyatakan valid, karena nilai rhitung lebih besar dari pada ttabel . hitung>rtabel = 0,3. sehingga dapat dilakukan analisis lanjut. Hasil perhitungan uji validitas fasilitas kerja (X. bahwa 14 pertanyaan kuesioner Berdasarkan Tabel 4. 2 dapat dilihat dinyatakan valid, karena nilai rhitung lebih bahwa sebanyak 43 orang telah bekerja selama besar dari pada ttabel . hitung>rtabel = 0,3. 6-7 tahun . ,7%). Hal ini menggambarkan sehingga dapat dilakukan analisis lanjut. bahwa petugas memiliki pengalaman dan dapat Hasil perhitungan uji validitas kemampuan bertugas dengan baik. Seperti yang dikatakan kerja petugas (X. bahwa yang tersaji Foster . bahwa masa kerja yang telah dalam 14 pertanyaan kuesioner dinyatakan ditempuh seseorang dapat memahami tugas- valid, karena nilai rhitung lebih besar dari tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan pada ttabel . hitung>rtabel = 0,3. sehingga dengan baik. dapat dilakukan analisis lanjut. Tabel 4. Karakteristik Responden Pendidikan Uji Reliabilitas Uji merupakan indikator dari variabel. Hasil uji reliabilitas akan menghasilkan CronbachAos Berdasarkan Tabel 4. 3 menunjukkan Alpha. Jika nilai CronbachAos Alpha > 0,70 maka instrument dikatakan reliabel. berpendidikan SMA/SMK = 74 orang . ,4%). Sebagian operasional Gudang, sehingga cukup dengan SMA/SMK 229 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Efektivitas Pergudangan (Y) Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha Uji Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov Program N of Items SPSS versi 26. Dasar pengambilan kesimpukan hasil uji normalitas dilihat dengan kriteria: Pada Tabel 4. 4 hasil uji reliabilitas (Y) Jika nilai > 0,05 dinyatakan data distribusi normal. Jika nilai < 0,05 dinyatakan data distribusi tidak normal. reliabel, karena memiliki nilai CronbachAos Tabel 4. Uji Normalitas Alpha 0,879 yang lebih besar dari nilai One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Abs standarnya . ,879 > 0,. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Fasilitas Kerja (X. Reliability Statistics Cronbach's Cronbach's Alpha Based on Standardized Alpha Items N of Items Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Pada tabel 4. 5 hasil uji reliabilitas fasilitas kerja Tabel 4. 7 menunjukkan bahwa nilai dinyatakan reliabel, karena memiliki nilai signifikan uji normalitas sebesar 0,200 lebih CronbachAos Alpha 0,915 yang lebih besar dari besar dari 0,05 ( > 0,. , sehingga dapat nilai standarnya . ,915 > 0,. disimpulkan bahwa data ketiga variabel yaitu Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kemampuan Kerja Petugas (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items Cronbach's Alpha N of Items fasilitas kerja , kemampuan kerja petugas, dan efektivitas pergudangan yang diuji dinyatakan berdistrubusi normal. Uji Linieritas Uji Pada Tabel 4. 6 hasil uji reliabilitas mengetahui apakah variabel terikat dengan variabel bebas memiliki hubungan linier atau tidak secara signifikan. Kriteria yang berlaku dinyatakan reliabel, karena memiliki nilai adalah jika nilai signifikan > 0,05, maka CronbachAos Alpha 0,877 yang lebih besar dari nilai standarnya . ,943 > 0,. variabel terikat adalah linier. Kemampuan Kerja, 230 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Efektivitas pergudangan terhadap fasilitas Hasil Between Groups linearity sig. = 0,079 > 0,05 . , maka efektivitas pergudangan dan fasilitas kerja. dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear signifikan antara kemampuan kerja Tabel 4. Hasil Uji Linieritas Efektivitas Pergudangan terhadap Fasilitas Kerja Fasilitas (Combine. Linearity Deviation Linearity Uji Homogenitas ANOVA Table Sum of Squares Within Groups Total petugas dengan efektivitas pergudangan. Mean Square Sig. Uji homogenitas adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui bahwa dua atau kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki varian sama. Kriteria yang Dari pengelolaan data pada Tabel berlaku adalah jika nilai signifikan > 0,05, 8, bahwa hasil pengujian linieritas maka dikatakan bahwa varian dari dua atau variabel efektivitas pergudangan terhadap lebih kelompok populasi data adalah sama. fasilitas kerja yaitu hasil perhitungan Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas X1 dengan Y diperoleh deviation of linearity sig. 0,056 0,05 Test of Homogeneity of Variances disimpulkan bahwa ada hubungan linear Fasilitas signifikan antara fasilitas kerja dengan Sig. Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean efektivitas pergudangan. Efektivitas Based on Mean Levene Statistic kemampuan kerja petugas. Hasil uji Berdasarkan uji homogenitas, bahwa linieritas variabel efektivitas pergudangan nilai signifikan dilihat dari based on mean dan kemampuan kerja petugas. fasilitas kerja adalah 0,197>0,05 artinya Tabel 4. Hasil Uji Linearitas Efektivitas Pergudangan terhadap Kemampuan Kerja Petugas Between Groups (Combine. Linearity fasilitas kerja mempunyai varian yang sama. Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas X2 dengan Y ANOVA Table Sum of Squares Kemampuan Mean Square Sig. Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Berdasarkan uji homogenitas pada tabel Dari pengelolaan data pada tabel 4. 11, bahwa nilai signifikan dilihat dari based bahwa hasil pengujian linieritas variabel on mean variabel efektivitas pergudangan dengan kemampuan kerja petugas adalah kemampuan kerja petugas yaitu hasil 0,051>0,05 231 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 pergudangan dengan kemampuan kerja petugas terjadi gangguan multikolinearitas. Hasil uji mempunyai varian yang sama. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis Tabel 4. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Standardi Unstandardize Coefficien d Coefficients variabel fasilitas kerja dan kemampuan kerja Tabel 4. Regresi Linear Berganda Model 1 (Constan. Fasilitas Coefficientsa StandardiUnstandardized zed CoeffiCoefficients Std. Error Beta Std. Model Error 1 (Consta Fasilitas Kemampuan Dependent Variable: Y Collinearity Statistics Tol Sig. nce VIF Beta Berdasarkan hasil uji multikolinearitas Sig. multikolinearitas menggunakan tolerance dan variance inflation factor (VIF). Nilai tolerance X1: koefesien regresi fasilitas kerja (X. sebesar 0,997>0,10, sementara nilai VIF sebesar 0,264. Angka ini positif artinya sebesar 1,003<10, maka dapat disimpulkan jika peningkatan fasilitas kerja sebesar bahwa antara variabel bebas . asilitas kerja dan satu satuan maka efektivitas pergudangan kemampuan kerja petuga. akan meningkat sebesar 0,264. X2: koefesien regresi kemampuan kerja sehingga dapat diginakan untuk memprediksi petugas (X. sebesar 0,286. Angka ini pengaruh fasilitas kerjaa (X. dan kemampuan kemampuan kerja petugas sebesar satu (X. pergudangan (Y). satuan maka efektivitas pergudangan akan meningkat sebesar 0,286. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk Uji Multikolinearitas menguji apakah dalam model regresi terjadi Uji multikolinearitas digunakan untuk ketidaksamaan variance dari residual satu menguji apakah terdapat kolerasi tinggi atau pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance sempurna antara variabel bebas dalam model dari residual satu pengamatan ke pengamatan regresi, jika terjadi korelasi yang kuat, maka yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. multikolinearitas dalam model regresi. Kinerja Model pada uji multikolinearitas yaitu jika nilai tolerance > 0,10 atau VIF <10 maka tidak heteroskedastisitas dengan kriteria jika nilai 232 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 taraf signifikan > 0,05 maka tidak terjadi Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Model 1 (Constan. Fasilitas Kemampuan Coefficientsa Standar Unstandardized Coeffici Coefficients Std. Error Beta 699E-15 Sig. Model 1 (Constan. Fasilitas Collinearity Statistics Tolera VIF Std. Error Beta Berdasarkan hasil uji hipotesis parsial (Uji . pada tabel 4. 15 diketahui bahwa: Dependent Variable: Unstandardized Residual Fasilitas kerja, berpengaruh secara parsial terhadap efektivitas pergudangan dengan Berdasarkan nilai signifikansi 0,000 dan nilai thitung Heteroskedastisitas pada Tabel 4. 14 diperoleh sebesar 3,402 maka H0 ditolak dan Ha nilai taraf signifikan untuk fasilitas kerja diterima karena nilai signifikansi < 0,05 sebesar 1,000>0,05 dan kemampuan kerja petugas sebesar 1,000 > 0,05, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. dan nilai thitung > ttabel . ,402 > 1,66. Kemampuan kerja petugas berpengaruh pergudangan dengan nilai signifikansi Uji Hipotesis 0,005 dan nilai thitung sebesar 3,279 maka Uji Hipotesis Parsial (Uji . H0 ditolak dan Ha diterima karena nilai Uji t melakukan pengujian terhadap signifikansi < 0,05 dan nilai thitung > ttabel . ,279 > 1,66. mengetahui signifikansi peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Dasar pengambilan kesimpulan Uji F: variabel independen lain dianggap konstan. Jika nilai Fhitung > Ftabel dan nilai Sig. Hasil perhitungan ini selanjutnya dibandingkan 0,05 maka berpengaruh secara simultan dengan ttabel dengan menggunakan tingkat terhadap Y. kesalahan 0,05. Kriteria yang digunakan adalah Jika nilai Fhitung < Ftabel dan nilai Sig. sebagai berikut: 0,05 maka X tidak berpengaruh secara H0 diterima jika nilai thitung < ttabel dan nilai sumultan terhadap Y. Sig. > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Simultan (Uji F) ANOVAa H0 ditolak jika nilai thitung > ttabel dan Sig. 0,05 Model Sum of Squares df Mean Square 1 Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. , kemampuan. Fasilitas Berdasarkan hasil uji hipotesis pada 16 diketahui Fhitung sebesar 10,555 dan 233 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Sig. JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 signifikansi 0,000. Berdasarkan df dengan taraf simultan terhadap efektivitas pergudangan signifikansi ( = 5%) dan Ftabel = F0,05 . , . = sebesar 19,2% sedangkan sisanya 80,8% 3,10 maka pengolahan data pada tabel dipengaruhi oleh variabel lain di luar model menunjukkan nilai Fhitung 10,555 > Ftabel 3,10 regresi ini. dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian KESIMPULAN DAN SARAN ini adalah H0 ditolak dan Ha diterima, yang Kesimpulan artinya fasilitas kerja dan kemampuan kerja Secara parsial fasilitas kerja berpengaruh petugas secara simultan berpengaruh terhadap positif dan signifikan terhadap efektivitas efektivitas pergudangan. Koefisien Determinasi (R. Analisis digunakan untuk melihat seberapa besar variabel independen (X) memiliki dampak (Y) dinyatakan dalam presentase. Dalam nilai koefisien determinasi berkisar antara 0 sampai Apabila nilai R2 mendekati 1, artinya semakin lemah. Tabel 4. Hasil Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Model R Square Square Predictors: (Constan. , kemampuan. Fasilitas Std. Error of the Estimate Tabel 4. 17 hasil Koefisien Determinasi (R. menunjukkan sebesar 0. Nilai (R. diperoleh dari pengkuadratan nilai Koefisien Korelasi (R). Besar angka (R. = 0,192 atau 19,2%. terhadap efektivitas pergudangan. Secara kemampuan kerja petugas berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pergudangan . ,2%), sisanya 80,8% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. sebaliknya apabila nilai koefisien determinasi Secara parsial kemampuan kerja petugas Angka DAFTAR PUSTAKA