Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2022-2024 Purnama Titik1. Intan Rahayu2. Dewi Ratnasari Astuti3 Universitas Cipasung Tasikmalaya1,3. Universitas Perjuangan Tasikmalaya2 Email :titikpurnama55@gmail. com1, intanrahayu@unper. dewiratnasariastuti@uncip. ABSTRACT The purpose of this study is to determine how managerial and institutional ownership impact the financial performance of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2022 to 2024. In this study, 20 companies were selected as a purposive sample. Quantitative data were used. Secondary data were used as sources. Data collection used documentation and library research. Data analysis methods included hypothesis testing, multiple linear regression, and classical assumptions. All of these techniques were conducted using SPSS version 25. The study found that institutional ownership individually had a positive and significant effect on financial performance, while managerial ownership had a negative and significant effect. Both factors influenced overall financial performance. These findings support the assumptions of agency theory, where ownership mechanisms can reduce agency conflicts and improve the effectiveness of company management. These findings support the agency theory assumption, where ownership mechanisms can reduce agency conflicts and improve company management effectiveness. Keywords: Institutional Ownership. Managerial Ownership. Financial Performance. ROA. Agency Theory. Banking Companies. Keywords: Institutional Ownership. Managerial Ownership. Financial Performance. ROA. Agency Theory. Banking Companies ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepemilikan manajerial dan institusional berdampak pada kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2022 hingga tahun 2024. Dalam penelitian ini, 20 perusahaan dipilih sebagai sampel secara purposive. Menggunakan metode Data sekunder adalah sumbernya. Pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi dan penelitian pustaka. Metode analisis data termasuk pengujian hipotesis, regresi linier berganda, dan asumsi klasik. Semua teknik ini dilakukan menggunakan SPSS Penelitian menemukan bahwa kepemilikan institusional secara individual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sementara kepemilikan manajemen berpengaruh negatif dan signifikan. Kedua faktor tersebut memengaruhi kinerja keuangan secara keseluruhan. Temuan ini mendukung asumsi teori keagenan, dimana mekanisme kepemilikan dapat mengurangi konflik keagenan dan meningkatkan efektivitas manajemen perusahaan. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Kata kunci: Kepemilikan Institusional. Kepemilikan Manajerial. Kinerja Keuangan. ROA. Teori Agensi. Perusahaan Perbankan. PENDAHULUAN Perusahaan Perbankan adalah salah satu factor dalam perekonomian industri keuangan di Indonesia. Dalam menghadapi tekanan globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, terutama di era digitalisasi dan pasca pandemi COVID-19. Perusahaan perbankan dituntut secara konsisten meningkatkan kinerja keuangannya agar dapat mempertahankan posisi kompetitif di Kinerja keuangan menjadi tolak ukur utama dalam mengevaluasi efisiensi penggunaan sumber daya serta kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Oleh karena itu, evaluasi terhadap aspek keuangan tidak hanya penting bagi pihak internal perusahaan, seperti manajemen, tetapi bagi pihak eksternal seperti institusi keuangan dan investor. Menurut (Simamora Nurtiandriyani, 2. Adanya persaingan yang ketat antar bank. Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA). Jahja Setiatmadja yang juga merupakan bankir senior menyebut persaingan bank digital sangat kompetitif. Ia memperkirakan akan ada bank-bank digital yang tidak bisa bertumbuh lagi bisnisnya. Persaingan yang semakin ketat mendorong setiap perusahaannya untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kinerjanya agar tetap bisa berkembang dan bersaing. Kinerja menunjukkan hasil pencapaian yang telah dicapai oleh sebuah Bagi para investor, sebelum memutuskan untuk berivestasi, hal pertama yang mereka lakukan adalah memeriksa kondisi keuangan perusahaan tersebut. Jika kondisi keuangan bagus, maka pasar merespon secara dengan baik dengan meningkatkan harga saham perusahaan. Namun, hasil penelitian oleh (Keliat, 2. menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan manajerial tidak selalu efektif dalam mengendalikan kebijakan manajemen. Hal ini terlihat pada beberapa perusahaan perbankan di Indonesia. Meskipun perusahaan perbankan memiliki proporsi kepemilikan institusional dan manajerial yang signifikan, tetap menunjukkan kinerja keuangan yang fluktuatif, bahkan menurun. !#$#%&G()*# ##, 2>?> 2?!3 2@28 2@AB 2A&C B3C2 BMN3 &!2! &!2C CF83 -89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%-5067I1 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%J. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%1=J6. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%-6-0=6-. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%=0-6. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%JJ76=. 89%%%%%%%I. -6-I. 6=17 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%. =-65J. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%I6-JI6. 89%%%%%%%%%%%%%%%-=. 6=I16=789%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%. 6=J1 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%--56JI. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%=JI61. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%-J67. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%-. J6. 89%%%%%%%%%%%%%%5. 89%%%%%%%%%%%%%%0J. 89%%%%%%%%%%%%%%. 89%%-0I6. =56J5. 89%%%%%%%%%%%%%%%I6=1. 89%%%%%%%%%%%%%%%I6. =6=I5 89%%%%%%%%%%-00657. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%WJ6. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%JI6J-J 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%6. 89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%-6. I89%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%. 89%%%%%%%%%%%%%%0==61. 89%%%%%%%%%%%%%%-7=6. 89%%%%%%%%%%%%%%. 89%%-10657I61. 89%%%%%%%%%%%%%%%-65I16. 89%%%%%%%%%%%%%%%-6. 556J5I 89%%%%%%%%%%%%. 6=5. 60789%%%%%%%%%%%%%%%%%%=1561I1 Gambar 1 Penurunan Laba Bersih Perusahaan Perbankan Sumber: Data yang dianalisis berdasarkan laporn keuangan tahunan pada tahun 2024 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Berdasarkan data pada gambar di atas, terlihat bahwa kinerja keuangan beberapa bank mengalami fluktuasi bahkan penurunan yang tercermin dari menurunnya laba bersih, rasio profitabilitas seperti Return On Assets (ROA), hingga penurunan harga saham di pasar modal. Penurunan kinerja keuangan ini menimbulkan kekecewaan di kalangan investor, baik investor institusional maupun individu. Ada pun masalah lainnya yaitu Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2024. PT Bank Sumut membatalkan pengangkatan dua komisaris non-independen. Keputusan ini diambil dalam forum pemegang saham, yang menandakan adanya perbedaan pandangan atau ketidakselarasan antara keinginan pemegang saham dan pihak manajemen (Nizar, 2. Jensen and Meckling . menemukan bahwa ketika tugas pengelolaan perusahaan dan hak kepemilikan terpisah, hal tersebut biasanya menyebabkan munculnya masalah keagenan dan konflik keagenan. Adanya perbedaan tujuan atau konflik kepentingan antara manajer dan pemilik saham dapat menyebabkan konflik keagenan ini. Namun, pada kenyataanya manajer sering kali tidak hanya memikirkan cara menghasilkan dividen yang maksimal bagi pemilik saham, tetapi juga peduli pada kepentingan pribadinya. Mereka juga ingin meningkatkan kesejahteraan diri sendiri, seperti mendapatkan gaji yang besar serta banyak bonus dan keuntungan perusahaan Kepemilikan institusional adalah bagian dari gaya kerja pasar yang membantu mengurangi permasalahan konflik keagenan. Keberadaan kepemilikan institusional membantu meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan, karena para investor institusional memiliki lebih banyak aset atau sumber daya yang tersedia dan kemampuan untuk melakukan pengawasan yang lebih baik daripada pemegang saham biasa dengan memberikan pengawasan yang lebih baik dan oleh investor institusi, manajer didorong untuk fokus pada peningkatan kinerja perusahaan daripada keuntungan pribadi (Keliat, 2. Sementara itu, strategi biaya agensi untuk mengurangi konflik agensi diimplementasikan melalui kepemilikan oleh manajer (Keliat, 2. Kepemilikan manajerial memberi kewenangan kepada pihak manajer untuk mempunyai saham di sebuah perusahaan. Sebagai seorang manajer yang juga menjadi pemilik saham, mereka harus lebih hati-hati dalam mengatur keuangan perusahaan, menentukan cara berinvestasi, serta mengembangkan bisnis. Karena menjadi bagian dari pemilik saham, manajer juga akan merasakan hasil baik atau buruk dari keputusan dan kebijakan yang mereka ambil dalam memimpin perusahaan. Dengan demikian, kemungkinan munculnya konflik keagenan bisa dikelola dengan baik, sehingga kinerja keuangan dan nilai perusahaan bisa bertambah dengan maksimal. Penelitian yang dilakukan oleh (Sianturi and Silalahi, 2. menyimpulkan Kepemilikan institusional memengaruhi secara signifikan kinerja keuangan (ROE) perusahaan LQ-45 yang terdaftar di BEI selama tahun 2018 sampai 2021. Kepemilikan oleh manajemen juga memengaruhi secaraemberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan (ROE) perusahaan LQ-45 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Kepemilikan institusi dan kepemilikan manajemen secara bersama-sama memengaruhi secara signifikan kinerja keuangan (ROE) perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018 sampai Hasil penelitian ini sama dengan penelitian (Henryanto Wijaya, 2. , menunjukkan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Semakin tinggi kepemilikan manajerial suatu perusahaan semakin tinggi pula resiko yang akan ditanggung manajer apabila perusahaan mengalami kerugian, sehingga membuat manajer terpacu untuk memajukan perusahaanya. kepemilikan institusional berpengaruh yang positif dan signifika terhadap kinerja perusahaan. Ketika tingg atau banyak saham institusional yang dimiliki perusahaan maka semakin banyak kontrol yang dilakukan oleh investor institusional atas kinerja keuangan perusahaanya (Henryanto Wijaya, 2. Berdasarkan masalah yang dijelaskan sebelumnya, strategi untuk mengurangi konflik agensi adalah dengan mengimplementasikan kepemilikan saham manajerial. Kepemilikan manajerial memberi peluang bagi manajer untuk memiliki saham di perusahaan. Dengan menjadi bagian dari pemilik saham, manajerdiharapkan bisa lebih berhati htai dalam mengatur keuangan , menentukan pedoman investasi, serta memajukan perusahaan. Karena manajer juga menjadi pemilik saham, mereka akan merasakan hasil baik atau buruk dari ebijakan dan keputusan yang mereka ambil dalam mengelola perusahaan. Dengan demikian, konflik antara pemilik dan manajer dapat diminimalkan, sehingga kinerja keuangan dan nilai perusahaan bisa meningkat secara maksimal. Alhasil, kemungkinan terjadinya konflik keagenan dapat diminimalisir, sehingga kinerja keuangan dapat meningkat secara maksimal (Bertuah, 2. Keberhasilan kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial meminimalkan dari potensi konflik institusional. Namun penelitian menurut (Keliat, 2. , kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan. Hal ini menunjukkan dinamika industri perbankan yang terus berubah, terutama dengan perkembangan teknologi digital dan kondisi ekonomi akibat COVID-19. Oleh karena itu, penting untuk melakukan replikasi penelitian untuk menguji kembali apakah ketidakefektifan peran kepemilikan ini masih konsisten dalam konteks yang lebih terkini, khususnya perusahaan perbanka yang terdaftar di BEI pada tahun 2022-2024. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepemilikan institusional dan kepemilikan manajeial terhadap kinerja keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2022 hingga 2024. METODE PENELITIAN Objek Penelitian Fokus utama dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara struktur kepemilikan perusahaan dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan, dengan penekanan khusus pada kepemilikan institusional (X. dan kepemilikan manajerial (X. sebagai variabel independen, serta kinerja keuangan (Y) sebagai variabel dependen. Kepemilikan Institusional (X. Menurut (Suastini. Purbawangsa, and Rahyuda. Kepemilikan institusional yaitu situasi di mana sebuah institusi mempunyai saham dalam perusahaan tertentu. Institusi tersebut bisa berupa lembaga pemerintah, lembaga swasta, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Kepemilikan institusional yaitu suatu kepemilikan saham oleh pihak institusi lain yaitu kepemilikan oleh perusahaan atau lembaga lain seperti perusahaan asuransi, perusahaan investasi, perusahaan dana pensiun, dan juga kepemilikan institusi lain. Rumus untuk menghitung kepemilikan saham suatu perusahaan adalah: (Sartono 2010:. KEMInst = !"#$%& ()*)# $ ,%- . %&%# /-01 1"0 2-%$ 321%$ (). $"4"&%- 0%&%# Kepemilikan Manajerial (X. Menurut Fajri . kepemilikan manajerial ialah keseluruhan persentase kepemilikan saham dari pihak internal perusahaan, yaitu manajemen, dewan eksekutif, dan pemilik Manajer yang mempunyai saham perusahaan mungkin lebih cenderung untuk memperhatikan kepentingan jangka panjang pemegang saham dan berusaha untuk meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Kepemilikan manajerial adalah jumlah saham perusahaan yang dimiliki oleh pihak manajemen, seperti direktur, komisaris, dan pejabat eksekutif lainnya yang terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan strategis perusahaan. Menurut (Sartono, 2010: . Kepemilikan Manajerial dapat dinyatakan sebagai berikut: KEM = !"#$%& ()*)# $ ,%- . %&%# 5%-%. 4 %$ 321%$ (). $"4"&%- . %&%# Kinerja Keuangan (Y) Kinerja keuangan merupakan suatu tujuan perusahaan yaitu gambaran dari kemampuan perusahaan dalam meningkatkan laba perusahaan dengan menghasilkan keuntungan. Kinerja keuangan sangat penting dinilai karena dapat memotivasi pegawai untuk mencapai tujuan organisasi dan patuh terhadap standar perilaku yang sudah ditetapkan, sehinggal menghasilkan langkah dan perolehan yang diinginkan. Kinerja keuangan diukur melalui data yang berasal dari laporan keuangan. Laporan keuangan yang dilakukan untuk memerikan gambaran keadaan keuangan masa lalu dan dipergunakan untuk perkiraan keuangan dimasa yang akan datang (Zalukhu et al. Pengukuran kinerja keuangan menggunaka ROA. ROA adalah rasio yang dipergunakan untuk menilai kemampuan manajemen bank dalam mencapai laba dan mengelola efisiensi operasi secara keseluruhan. Semakin tinggi nilai rasio ini, maka semakin baik atau sehat kondisi laba dari usaha bank tersebut (Ponttie ,2. Return on Assets dirumuskan sebagai berikut (Suad Husnan,2004:. 7%8% . ROA = 321%$ :,1 . Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini ditujukan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022Ae2024. Dengan membatasi ruang lingkup pada sektor perbankan dan kurun waktu tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi empiris terhadap pemahaman mengenai peran struktur kepemilikan dalam mempengaruhi kinerja keuangan di sektor jasa keuangan di Indonesia. Sumber data utama dalam penelitian ini berasal dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah dipublikasikan dan dapat diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pendekatan purposive sampling ini digunakan untuk memastikan bahwa sampel yang terpilih benar-benar mewakili karakteristik populasi perusahaan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Penggunaan metode ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan dan relevansi hasil temuan. Rincian lebih lanjut mengenai perusahaan sampel yang digunakan dalam penelitian ini disajikan secara sistematis dalam tabel pada bagian berikutnya. Tabel 4. 1 Proses Seleksi Sampel Penelitian Kriteria Jumlah Perusahaan Penelitian ini berfokus pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri perbankan yang terdaftar secara resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2022 hingga 2024. Perusahaan-perusahaan ini memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional dan sistem keuangan Indonesia, serta memiliki pengaruh besar terhadap dinamika pasar modal Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan secara lengkap untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sampai 31 Desember 2024 Jumlah perusahaan yang menjadi sampel Periode Penelitian Jumlah Data Perusahaan yang digunakan Data Outlier Jumlah Data yang diolah Dalam Tabel 4. 1 mengindikasikan bahwa terdapat 27 perusahaan yang tidak mengungkapkan laporan keuanganya dengan lengkap. Dengan demikian ada 20 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel penelitian dengan jumlah data 60 pengamatan. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Berdasarkan data tersebut, sebagian besar bank memiliki nilai ROA yang relatif rendah, umumnya di bawah 5% setiap tahunnya. Beberapa bank menunjukkan ROA yang stabil, sebagian mengalami peningkatan, sementara sebagian lainnya mengalami penurunan. Misalnya. Bank AGRO dan Bank BMAS. Di sisi lain, terdapat bank dengan kinerja ROA yang konsisten cukup tinggi, salah satunya adalah BBCA. Selain itu, ada juga bank yang secara konsisten mencatatkan ROA mendekati nol, seperti ARTO yang selama tiga tahun berturut-turut memiliki ROA 0,00%. Hal ini mengindikasikan bahwa bank tersebut masih menghadapi tantangan dalam mencetak laba atau sedang berada pada tahap pengembangan bisnis. Sebagian besar perusahaan perbankan memiliki tingkat kepemilikan institusional yang relatif tinggi, yaitu di atas 50%, bahkan terdapat beberapa bank yang mendekati 100%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan perbankan di Indonesia masih didominasi oleh pemegang saham institusi, baik lokal maupun asing, yang berfungsi sebagai pihak pengendali dalam mekanisme tata kelola perusahaan. Perusahaan perbankan memiliki tingkat kepemilikan manajerial yang relatif sangat kecil, umumnya di bawah 1% yaitu bank AGRO dan bank BBCA. Sebagian besar bank memiliki Kepemilikan Manajerial yang sangat rendah ada beberapa perusahaam yang nilainya tinggi yaitu pada bank BVIC. MCOR dan BBSI. Uji Statistik Deskriptif Tabel 4. 5 Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation ROA Valid N . Berdasarkan Tabel 4. 5 analisis data yang dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistic versi 25 adalah sebagai berikut: Perusahaan ARTO pada tahun 2023 memiliki nilai terendah sebesar 1,44 untuk variabel Kinerja keuangan (Y), sedangkan Perusahaan BBCA pada tahun 2022 memiliki nilai tertinggi sebesar 1,49. Dengan standar deviasi sebesar 0,01496, nilai rata-rata Kinerja Keuangan adalah 1,4727. Perusahaan BVIC Pada tahun 2024 memiliki nilai terendah sebesar 1,73 untuk variabel Kepemilikan Institusional (X. , sedangkan Perusahaan BMAS pada tahun 2023 memiliki nilai tertinggi sebesar 2,00. Dengan standar deviasi sebesar 0,08398, nilai rata-rata Kepemilikan Institusional adalah 1,8900. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Perusahaan AGRO Pada tahun 2024 memiliki nilai terendah sebesar 1,13 untuk variabel Kepemilikan Manajerial (X. , sedangkan Perusahaan BVIC pada tahun 2024 memiliki nilai tertinggi sebesar 1,31. Dengan standar deviasi sebesar 0,08629, nilai rata-rata Kepemilikan Manajerial adalah 1,2908. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Untuk menilai kenormalan variabel dalam model regresi, dilakukan uji kenormalan. Secara khusus, uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk mengevaluasi apakah variabel dependen dan independen dalam penelitian ini mengikuti distribusi normal. Tingkat signifikansi dianggap tidak relevan jika hasil perhitungan menunjukkan nilai yang melebihi 0,05, yang menunjukkan bahwa data mematuhi distribusi normal (Ghozali 2. Tabel 4. 6 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandarddized Residual Asymp. Sig. -taile. Uji Multikolinearitas Pengujian multikolinearitas digunakan untuk menilai apakah variabel independen dalam model regresi yang dianalisis saling terkait. Model regresi dianggap berkualitas tinggi jika multikolinearitas tidak ada, karena tidak adanya hubungan tersebut menunjukkan bahwa variabel independen memberikan kontribusi unik untuk menjelaskan variabel dependen. Hal ini memastikan keakuratan dan keandalan hasil model, menjadikannya langkah penting dalam proses Toleransi lebih dari 0,10 dan skor VIF yang sesuai dengan gejala multikolinearitas adalah dua tanda bahwa keduanya tidak ada. Tabel 4. 7 Uji Multikolinearitas Coefficients Colinearity Statistics Model Tolerance Dependent Variabel: ROA VIF Uji Heteroskedastisitas Untuk menentukan apakah residual dalam model regresi yang diteliti berbeda dalam varians di antara data yang berbeda, digunakan uji heteroskedastisitas. Jika tidak ada tanda heteroskedastisitas . adang-kadang disebut homoskedastisita. , model regresi dikatakan sangat Seseorang dapat berasumsi bahwa tidak ada indikasi heteroskedastisitas jika variabel independen memiliki tingkat signifikansi lebih tinggi dari 0,05. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Tabel 4. 8 Uji Heteroskedatisitas Coefficients Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Mosel Std. Error Beta Sig 1 (Constan. Dependent Variabel: ABS_RES Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi antara subjek yang disusun Berlandaskan waktu atau tempat (Purnomo. Menurut (Ghozali. Uji autokorelasi menentukan apakah model regresi memiliki masalah autokorelasi jika nilai Durbin-Watson (DW) berada di antara -2 dan 2. Sebaliknya, autokorelasi terindikasi pada model regresi jika nilai Durbin-Watson (DW) berada di luar kisaran -2 dan 2. Berikut ini adalah hasil uji autokorelasi dari penelitian ini: Tabel 4. 9 Uji Autokorelasi Model Summary Model Square Durbin-Watson Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda merupakan suatu teknik untuk menentukan bagaimana satu atau lebih faktor independen memengaruhi dua atau lebih variabel dependen, menurut Sujarweni . Tabel di bawah ini menampilkan temuan analisis tersebut: Tabel 4. 10 Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Dependent Variabel : ROA Sig Uji Koefesien Determinasi (R-Squar. Menurut Sugiyono . , sejauh mana variabel independen mempengaruhi variabel dependen dipastikan dengan menggunakan koefisien determinasi . A). Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen semakin kecil jika nilai koefisien ini mendekati nol. Sebaliknya, variabel independen memiliki dampak yang lebih besar terhadap variabel dependen jika nilai koefisiennya mendekati 100%. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Tabel 4. 11 Uji Koefesien Determinasi (R-Squar. Model Summary b Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate 882 Predictors: (Constan. KM. KI Pengujian Hipotesis Tujuan uji hipotesis penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa kinerja keuangan kemungkinan besar dipengaruhi secara signifikan oleh kepemilikan institusional dan kepemilikan Uji Parsial Untuk menilai apakah setiap variabel bebas (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y), digunakan uji t. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut: Jika nilai sig O 0,05, maka Ho ditolak dan H diterima, artinya mempunyai pengaruh secara Jika nilai sig Ou 0,05, maka Ho ditolak dan H diterima, artinya tidak mempunyai pengaruh secara Tabel 4. 12 Uji Persial (Uji T) Coefficients Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Beta Sig Error (Constan. Dependent Variabel: ROA Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Keuangan Uji t digunakan untuk menilai apakah Kepemilikan Institusional memiliki dampak signifikan terhadap Kinerja Keuangan perusahaan. Seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4. 12, variabel Kepemilikan Institusional menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari ambang signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Kepemilikan Institusional memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap Kinerja Keuangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Kepemilikan Institusional berperan penting dalam memengaruhi Kinerja Keuangan perusahaan. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Uji t digunakan untuk menilai apakah Kepemilikan Manajerial memiliki dampak signifikan terhadap Kinerja Keuangan perusahaan. Berdasarkan Tabel 4. 9, variabel Kepemilikan Manajerial menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari ambang signifikansi 0,05. Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa Kepemilikan Manajerial memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan perusahaan. Uji F Kelayakan Model (Goodness Of Fit Mode. Berikut adalah hasil analisis data yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25: Tabel 4. 13 Hasil Uji F ANOVAa Sum of Squares Model Mean Square Regression Residual Total Deveden Variabel: ROA Predictors: (Constan. KM. KI Sig Pada tabel 4. 13, uji f menghasilkan nilai signifikansi 0,00, atau kurang dari <0,05, yang menunjukkan bahwa model penelitian layak untuk diteliti. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022Ae2024. Temuan penelitian ini dibahas dan ditafsirkan secara sistematis dalam bagian-bagian berikut: Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Keuangan Penelitian ini mengetahui pengaruh kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2022 hingga 2024. Berdasarkan hasil analisis, kepemilikan Institusional mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Menurut Sitanggang and Komisaris . kepemilikan institusional terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini juga sejalan menurut (Rahardjo and Wuryani. yang menunjukkan bahwa kepemilikan institusional memiliki dampak positif signifikan terhadap ROA perusahaan perbankan. Temuan tersebut konsisten dengan teori agensi yang menyebutkan bahwa "kepemilikan institusional berfungsi sebagai mekanisme kontrol eksternal yang efektif", meminimalkan konflik Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 antara manajer dan pemegang saham, serta mendorong pengelolaan aset yang lebih optimal. Relevansi praktisnya, semakin tinggi jumlah saham yang dimiliki pihak institusi, semakin baik kualitas tata kelola dan pengawasan, sehingga kinerja keuangan terukur dengans ROA meningkat. Sebagaimana contoh pada Bank BBHI yang memiliki kepemilikan institusional sebesar 85. berhasil membukukan kinerja keuangan sebesar 3. 34% ditahun 2024. BBMD yang memiliki saham institusional sebesar 89. 44% dari total saham yang beredar memiliki kinerja keuangan 60% di tahun 2023, selain itu ada SDRA yang memiliki saham institusional mencapai 96. memiliki kinerja keuangan hingga 1. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional memiliki kemampuan untuk memberikan pengawasan yang baik sehingga dapat memberikan kinerja keuangan yang baik pada perusahaan perusahaan yang menjadi sampel penelitian dalam penelitian ini. Penelitian ini sejalan dengan (Lailatussaripah and Wahyuningsih. Proporsi kepemilikan institusional dalam struktur kepemilikan perusahaan memiliki dampak pada dinamika performa organisasi. Semakin tinggi persentase kepemilikan oleh institusional, semakin efektif fungsi pengawasan pemegang saham terhadap operasional perusahaan. Kepemilikan institusional dipandang sebagai pihak yang memiliki kemampuan dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas manajerial. Hal ini disebabkan karena kepemilikan institusional yang substansial mampu mengoptimalkan fungsi monitoring terhadap kinerja manajer sehingga berdampak pada peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan Penelitian ini membahas hubungan antara kepemilikan manajerial dengan kinerja keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga Berdasarkan hasil analisis, kepemilikan manajerial mempunyai pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Temuan ini mendukung teori keagenan . gency theor. yang dikemukakan oleh Jensen dan Meckling . , yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial diharapkan dapat mengurangi konflik kepentingan antara manajer dan pemilik melalui penyelarasan kepentingan, tetapi pada praktiknya, pengaruh ini dapat menjadi tidak signifikan apabila proporsi kepemilikan manajerial sangat rendah. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Safitri and Hidayat. pada jurnal yang menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan perbankan di Indonesia sebelum masa pandemi. Penelitian lain oleh (Adi Nugroho and Nur Rahardjo. juga mendukung temuan serupa pada perusahaan manufaktur, di mana kepemilikan manajerial tidak memiliki hubungan yang berarti dengan kinerja keuangan yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Menurut (Affan. Saputri, and Prianto. menunjukkan hasil serupa pada perusahaan manufaktur, menegaskan bahwa proporsi kepemilikan manajerial yang rendah seringkali tidak cukup kuat untuk memengaruhi kebijakan manajemen yang berdampak pada kinerja keuangan. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa kepemilikan manajer tidak memengaruhi performa keuangan yang diukur melalui ROA. Artinya, tingkat kepemilikan manajer tidak berdampak pada hasil keuangan Hal ini terjadi karena kepemilikan manajer masih rendah dan manajemen belum bisa mengambil keputusan secara penuh (Keliat, 2. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Berdasarkan data yang diteliti, mayoritas bank menunjukkan tingkat kepemilikan manajerial yang sangat rendah, umumnya di bawah 1% bahkan mendekati nol persen pada beberapa Artinya, penerapan kepemilikan manajerial pada unit analisis penelitian ini belum efektif dalam membantu pemilik perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Menurut (Royani. Mustikowati, and Setyowati. Kepemilikan manajerial dalam perusahaan tersebut rendah maka dapat diperkirakan kebanyakan pihak manajer belum merasa ikut memiliki Hal tersebut dapat menyebabkan motivasi pihak manajemen berkurang sehingga kinerja manajemen rendah dan tidak mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Secara praktik, manajemen tidak memiliki kepemilikan saham yang signifikan untuk dapat mengendalikan kebijakan perusahaan secara langsung melalui kepemilikan. Dengan demikian, variabel kepemilikan manajerial cenderung tidak menjadi faktor utama penentu kinerja keuangan Hal ini menunjukkan bahwa investor, pemilik, dan pihak manajemen kemungkinan lebih menitikberatkan faktor lain seperti kepemilikan institusional, efisiensi operasional, kualitas aset, dan manajemen risiko dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Pengaruh Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Manajerial Secara Simultan Terhadap Kinerja Keuangan Penelitian ini menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial secara simultan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2022 hingga 2024. Secara simultan Variabel independent berperngaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Sianturi and Silalahi. kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial terbukti secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan (ROE) pada Perusahaan LQ-45 di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Hasil ini selaras dengan teori agensi oleh Jensen dan Meckling . , di mana hubungan antara pemilik modal . dan manajemen . sering kali memunculkan konflik kepentingan akibat adanya perbedaan tujuan serta informasi yang tidak seimbang. Konflik ini dapat menimbulkan biaya keagenan . gency cos. yang merugikan perusahaan apabila tidak dikelola dengan baik. Untuk mengurangi konflik tersebut, dibutuhkan mekanisme pengawasan yang efektif. Dalam penelitian ini, kepemilikan institusional berperan sebagai bentuk pengawasan eksternal, di mana institusi seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan reksa dana memiliki kemampuan sumber daya, keahlian analisis, dan insentif ekonomi yang kuat untuk memantau manajemen secara ketat. Dengan pengaruh yang dimilikinya, investor institusional mampu mendorong manajemen untuk bertindak lebih akuntabel dan berorientasi pada peningkatan nilai Sementara itu, kepemilikan manajerial menjadi mekanisme pengawasan internal, karena ketika manajer juga memiliki saham perusahaan, maka mereka turut menanggung risiko atas setiap keputusan yang diambil. Keterlibatan langsung manajer dalam kepemilikan mendorong Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 mereka untuk bertindak lebih hati-hati dan bertanggung jawab dalam mengelola aset perusahaan, karena kepentingan manajer menjadi selaras dengan kepentingan pemegang saham. Secara simultan, kombinasi kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial dapat berkontribusi dalam mengurangi konflik keagenan. Namun, dalam konteks perusahaan perbankan yang dianalisis, pengaruh dominan tetap datang dari kepemilikan institusional karena fungsinya sebagai pengawas eksternal yang kuat. Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa upaya untuk meningkatkan kinerja keuangan perbankan lebih efektif melalui penguatan kepemilikan institusional daripada hanya bergantung pada kepemilikan manajerial. PENUTUP Berdasarkan hasil dari penelitian diatas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: . Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan. Kepemilikan institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan. Hal ini berarti semakin tinggi proporsi kepemilikan institusional, maka semakin tinggi pula pengawasan yang dilakukan terhadap manajemen, sehingga mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan aset dan mendukung peningkatan Return On Assets (ROA) bank. Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Kinerja Keuangan. Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa proporsi saham yang dimiliki oleh manajemen belum sepenuhnya mendorong manajer untuk bertindak lebih efektif dalam meningkatkan laba perusahaan, atau terdapat potensi konflik kepentingan yang belum sepenuhnya terkontrol. Pengaruh Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Manajerial Secara Simultan Terhadap Kinerja Keuangan. Kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja Dengan demikian, struktur kepemilikan yang sehat tetap menjadi faktor penting dalam mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan perbankan di Indonesia. Hasil penelitian ini menyarankan agar peneliti selanjutnya mempertimbangkan beberapa inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan nilai saham, antara lain:. Perusahaan disarankan untuk mempertahankan atau meningkatkan proporsi kepemilikan institusional sebagai salah satu mekanisme pengawasan terhadap manajemen. Perusahaan perlu meninjau ulang kebijakan kepemilikan saham bagi manajer agar benar-benar dapat memotivasi manajer dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menambahkan variabel kontrol lain seperti ukuran perusahaan, struktur modal, dan variabel makroekonomi untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Peneliti selanjutnya juga disarankan untuk memperluas objek penelitian pada sektor industri lain agar hasilnya dapat dibandingkan lintas DAFTAR RUJUKAN Adi Nugroho. Faizal, and Shiddiq Nur Rahardjo. AuAnalisis Pengaruh Corporate Social Responsibility Dan Karakteristik Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan. Ay Diponegoro Journal of Accounting 03:1Ae10. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Affan. Muhammad Wildan. Novitasari Agus Saputri, and Akbar Alifiani Prianto. AuPengaruh Intelektual Capital. Kepemilikan Managerial. Dan Kepemilikan INstitusional Terhadap Kinerja Keuangan. Ay Jurnal Akuntansi Dan Pajak 23. :1Ae9. Ahmed. Huson Joher Ali. AuManagerial Ownership Concentration and Agency Conflict Using Logistic Regression Approach: Evidence from Bursa Malaysia. Ay Journal of Management Research 1. :1Ae10. Bertuah. Eka. AuImplikasi Struktur Kepemilikan Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Keputusan Keuangan. Ay Jurnal Ekonomi 6. :1Ae10. Damagum. Yau M. , and Emmanuel Chima. AuThe Impact of Corporate Governance on Voluntary Information Disclosures of Quoted Firms in Nigeria : An Empirical Analysis. Ay Research Journal of Finance and Accounting 4. :166Ae79. Ekonomi. Fakultas, and Universitas Sebelas. AuPengaruh Ownership Retention . Investasi Dari Proceeds . Dan Reputasi Auditor Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kepemilikan Manajerial Dan Institusional Sebagai Variabel Pemoderasi. Ay (Hartono 2. :1Ae23. Fajri. Firlana. AuInfluence Of Good Corporate Governance On Financial Sector Soe Companies Financial Performance. Ay Risma 2. :307Ae20. Ghozali. AuBuku Ghozali. Pdf. Ay 490. Hadiansyah. Rahmat. Susi Retna Cahyaningtyas, and Iman Waskito. AuPENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2. Ay Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi 2. :656Ae doi: 10. 29303/risma. Hendrawaty. Ernie. Perspektif Excess Cash Dalam Teori Keagenan. Henryanto Wijaya. Joshua Gunawan,. AuPengaruh Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan Mnufaktur. Ay Jurnal Paradigma Akuntansi 2. :1718. doi: 10. 24912/jpa. Ismiyanti. Fitri, and Anggita Rebbica Hamidya. AuPengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Kinerja Dengan Value Added Intellectual Capital Coefficient (VAIC) Sebagai Variabel Intervening [The Influence of Ownership Structure on Performance with Value Added Intellectual Capital Coefficient (VAIC) as an Inte. Ay DeReMa (Development Research of Managemen. : Jurnal Manajemen 12. :40. doi: 10. 19166/derema. Jensen. Michael C. , and William H. Meckling. AuTeori Perusahaan Yang: Perilaku Manajerial. Biaya Agency Dan Struktur Kepemilikan. Ay Jurnal Ekonomi Keuangan 3:305Ae60. Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Jensen. Michael, and William Meckling. AuTheory of the Firm: Managerial Behavior. Agency Costs, and Ownership Structure. Ay The Economic Nature of the Firm: A Reader. Third Edition 283Ae303. doi: 10. 1017/CBO9780511817410. Keliat. Ria Cindi Melinta Br. AuPengaruh Kepemilikan Institusional Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. Ay Universitas Medan Area. Kusumardana. Tri Rychy. Hendra Kartika Titisari, and Dimas Rois. Nur Ilham. Au384-Article Text-699-1-10-20220805. Ay Seminar Nasional UNIBA Surakarta 978Ae79. Lailatussaripah, and Devi Wahyuningsih. AuJurnal Ekonomi STIEP ( JES ) Pendahuluan Kajian Teori. Ay Ekonmi STIEP 9. :1Ae15. Malau. Clara Nova Augustina. Ahmad Sani, and Desi Ika. AuPengaruh Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional. Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Dimoderasi Struktur Modal. Ay Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) 4. :703Ae7. 47233/jebs. Nizar. Aldi. AuKonflik Antara Pihak Manajemen Dan Pemegang Saham (Hasil RUPS Bank Sumut Batalkan Pengangkatan 2 Komisaris Non Independe. Ay Retrieved . ttps://w. com/sumut/berita/d-7837392/hasil-rups-bank-sumut-batalkanpengangkatan-2-komisaris-non-independen#google_vignett. Novi Erika. I Gusti Ketut Agung Ulupui, and Muhammad Yusuf. AuPengaruh Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional. Dan Modal Intelektual Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Saat Pandemi Covid-19 Dengan Struktur Modal Sebagai Variabel Kontrol. Ay Jurnal Akuntansi. Perpajakan Dan Auditing 3. :588Ae607. doi: 10. 21009/japa. Panda. Brahmadev, and N. Leepsa. AuAgency Theory: Review of Theory and Evidence on Problems and Perspectives. Ay Indian Journal of Corporate Governance 10. :74Ae95. 1177/0974686217701467. Permanasari. Wien Ika. AuPengaruh Kepemilikan Manajemen. Kepemilikan Institusional. Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan. Ay UNDIP E-Journal Systems 1Ae101. Ponttie. AuAnalisis Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Bank Umum Di Indonesia (Studi Empiris Bank-Bank Umum Yang Beroperasi Di Indonesi. Ay Tesis 1Ae65. Rahardjo. Agassi Pringgo, and Eni Wuryani. AuPengaruh Good Corporate Governance. Kepemilikan Institusional. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Tahun Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Ay Jurnal Akuntansi 26740/akunesa. Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 AKUNESA 10. :103Ae13. Risman. Lia, and Zuraida Zuraida. AuPengaruh Kepemilikan Manajerial. Kepemilikan Institusional. Dan Kepemilikan Asing Terhadap Biaya. Ay Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi 7. :415Ae24. doi: 10. 24815/jimeka. Royani. Indah. Rita Indah Mustikowati, and Supami Wahyu Setyowati. AuPengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening. Ay Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi 8. :1Ae11. 21067/jrma. Safitri. Sylvia, and Taufiq Hidayat. AuPengaruh Ownership Structure. Pemberian Remunerasi Direksi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020: Sebelum Dan Masa Pandemi Covid-19. Ay Journal of Accounting. Management Islamic Economics 1. :487Ae98. 35384/jamie. Sembiring. Yan Christin Br. AuPengaruh Kepemilikan Institusional Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Ay Jurnal Mutiara Akuntansi 5. :91Ae100. Sianturi. Sitra, and Donalson Silalahi. AuPengaruh Kepemilikan Institusional Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Lq-45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2021. Ay KUKIMA : Kumpulan Karya Ilmiah Manajemen 2. :69Ae81. doi: 10. 54367/kukima. Simamora Nurtiandriyani. Werdiningsih Putri. AuPersaingan-Keras. Ay Kontan. Co. Id. Retrieved . ttps://keuangan. id/news/persaingan-keras-ini-strategi-bca-digital-danbank-raya-pertahankan-kinerja-di-2. Sitanggang. Abdonsius, and Pengaruh Dewan Komisaris. AuNo Title. Ay 7. :181Ae90. Suastini. Ni Made. Ida Bagus Anom Purbawangsa, and Henny Rahyuda. AuPengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Struktur Modal Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia. Ay E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana 1:143Ae72. Sudjinan. Loso Judijanto, and I. Ketut Kusuma Wijaya. AuThe Influence Of Institutional Ownership On Company Financial. Ay Management Studies and Entrepreneurship Journal 5. :435Ae40. Yang. Wong Shi. Loo Sin Chun, and Shamsher Mohamad Ramadili. AuThe Effect of Board Jurnal Ekonomi Perjuangan ( JUMPER ) Vol 7 No. Halaman 106 - 123 P-ISSN : 2714-8319/ E-ISSN : 2714-7452 Diserahkan:11/08/2025 Diterima:25/11/2025 Diterbitkan:13/10/2025 Structure and Institutional Ownership Structure on Earnings Management. Ay International Journal of Economics and Management 3. :332Ae53. Zalukhu. Rika Surianto. Rapat Piter Sony Hutauruk. Metyria Imelda Hutabarat, and Nadya Syakira Andini. AuPengaruh Penerapan Green Accounting Dan Struktur Modal Terhadap Kinerja Perusahaan. Ay Akuntansi 45 3. :208Ae17. doi: 10. 30640/akuntansi45.