hlm: 68-76 Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Kegiatan Festival Lomba Perayaan HUT RI Asya Syifa Ahmad Al Hadi1*. Aryana Eka Dewandria1. Indah Dwi Anggraini1. Ayu Putri Nabila Qohar1. Domas Nurchandra Pramudianti1. Ashila Nur Aulia R2 Email: asyasyifaahmadalhadi@gmail. Prodi D3 Kebidanan Sutomo. Politeknik Kesehatan Surabaya. Indonesia Pendidikan Profesi Bidan. Politeknik Kesehatan Surabaya. Indonesia Jl. Pucang Jajar Tengah No. Telp. Abstrak Pada Indonesia diproyeksikan mengalami DOI: peningkatan 37% pada jumlah pasien HIV positif, 37402/abdimaship. menandai penambahan sekitar 13. 576 kasus dalam 11 Jawa Timur, khususnya pada kelompok usia 25History artikel: 49 tahun, terutama pada laki-laki, mencatat prevalensi Diterima HIV tertinggi. Faktor-faktor seperti pengetahuan yang 2024-07-18 kurang memadai di kalangan remaja tentang kesehatan Direvisi reproduksi, paparan terhadap pornografi, dan 2024-08-19 ketidakberdayaan orang tua berkontribusi pada perilaku Diterbitkan seksual yang berisiko. Penelitian ini bertujuan 2024-08-27 meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi remaja, mengurangi kasus HIV/AIDS, dan mendukung upaya pencegahan di SMPN 15 Surabaya dengan fokus pada Kecamatan Kenjeran. Kegiatan pengabdian masyarakat melibatkan seminar cerdas cermat, roleplay edukasi, dan poster edukasi. Kuesioner dengan 15 pertanyaan digunakan sebagai metrik keberhasilan penyuluhan, dan statistik deskriptif dan inferensial diterapkan untuk menganalisis hasil dan efektivitas metode. Inisiatif partisipasi dari 108 siswa dari total 900 di SMPN 15 Surabaya. Seminar cerdas cermat dengan A-value O 0. secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa sebesar 14%, sementara lomba roleplay dan poster tidak menunjukkan signifikansi. Pendidikan kesehatan reproduksi melalui festival HEROES berhasil memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan siswa, terutama melalui seminar cerdas Kata kunci: kesehatan reproduksi remaja. HIV/AIDS, edukasi kesehatan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. : 68-76 Asya Syifa Ahmad Al Hadi* Aryana Eka Dewandria et al Abstract In 2030. Indonesia is projected to experience a 37% increase in the number of HIV-positive patients, marking an addition of approximately 13,576 cases over 11 years. East Java, particularly among the 25-49 age group, predominantly males, stands out with the highest HIV prevalence. Factors such as inadequate knowledge among adolescents about reproductive health, exposure to pornography, and parental disempowerment contribute to risky sexual behaviors. The Activity aims to enhance adolescent reproductive health awareness, reduce HIV/AIDS cases, and supports preventative efforts at SMPN 15 Surabaya. Kenjeran. Surabaya. The community service activities encompass smart quiz seminars, educational role-playing, and informational A questionnaire with 15 questions serves as metric for the success of the outreach. To analyze the methods' outcomes and effectiveness Descriptive and inferential statistics are applied. The community service initiatives successfully garnered participation from 108 students out of a total of 900 at SMPN 15 Surabaya. The seminar quiz activity with A-value O 0. 05 significantly increased students' knowledge by 14%, while roleplaying and poster competitions showed no Hence the festival has positively contributed to students' knowledge enhancement, particularly through the smart quiz seminar. Keywords: adolescent. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Indonesia diproyeksikan akan mengalami 37% kenaikan pada jumlah pasien positif HIV dari 2019 . Kenaikan tersebut adalah dari angka 22,679 pasien positif HIV pada tahun 2019 dan diproyeksikan akan menjadi 36,255 pasien positif HIV di tahun 2030 Berdasarkan proyeksi sebanyak 13,576 pasien positif dalam 11 tahun, atau sekitar 1000 tambahan pasien positif HIV tiap . Jumlah kasus HIV yang dilaporkan bulan Januari-Desember 2022 di Jawa Timur sebanyak 9. mengalami peningkatan penemuan kasus dibandingkan tahun 2021 Sejak Bulan September Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai wilayah dengan prevalensi HIV yang terkonsentrasi bersama 5 . provinsi lainnya, yaitu DKI Jakarta. Papua. Bali. Riau dan Jawa Barat. Jumlah kumulatif penemuan kasus baru HIV sejak tahun 1989Ae2022 sebesar 90. Jumlah penemuan kasus HIV baru di Jawa Timur pada tahun 2022 208 kasus, dengan proporsi laki-laki 59,8% . dan perempuan 40,2% . Berdasarkan kelompok umur, 70,4% adalah kelompok umur 25-49 tahun. Hal ini karena mobilitas serta perilaku berisiko pada laki-laki usia produktif lebih tinggi daripada perempuan. Dari 38 kabupaten/kota yang sudah melaporkan adanya kasus HIV, kasus tertinggi berada di Kota Surabaya. Kabupaten Jember. Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Banyuwangi Kabupaten Pasuruan. Kasus HIV di Surabaya telah mencapai jumlah 1. 009 kasus dengan 746 . ,93%) kasus laki-laki dan 263 . kasus perempuan. Sebanyak 334 kasus baru AIDS ditemukan di Surabaya pada tahun 2019 dengan 233 . ,76%) kasus laki-laki dan 101 . ,24%) kasus Jika dijumlahkan sejak awal ditemukan, kasus AIDS di Kota Surabaya terdapat sebanyak 967 kasus. Berdasarkan data tahun 2021, diketahui kasus HIV/AIDS di Surabaya paling banyak dialami oleh kelompok usia 25-49 tahun yakni sebesar 493, sedangkan pada rentang usia 20-24 tahun sebesar 107 kasus. Ketidaktahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah salah peningkatan perilaku seksual yang pengetahuan tentang kesehatan Kesehatan reproduksi bukan hanya berarti bebas dari ketidakmampuan namun juga bebas dari penyakit. Edukasi kesehatan reproduksi adalah kunci untuk menurunkan resiko dan meningkatkan kesehatan reproduksi remaja. Namun banyak remaja masih rendah disebabkan oleh rendahnya akses terhadap informasi kesehatan reproduksi. Kurangnya kesehatan reproduksi dapat memicu adanya perilaku seksual yang tidak . Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2022 menyatakan bahwa 97% remaja pernah menonton pornografi, 7% remaja pernah ciuman, genital simulation . eraba alat kelami. dan oral seks , remaja tidak perawan 62,7%, sedangkan remaja mengaku pernah aborsi 21,2%. Indikator melihat pornografi ini yaitu motivasi yang paling berpengaruh terhadap pelecehan seksual, dimana semakin Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 68-76 tinggi motif remaja untuk mencapai keinginan pribadinya terutama rasa ingin tahu informasi seks, kebutuhan pengakuan dalam proses pubertas dari remaja menuju dewasa. Presentase remaja pada laki-laki yang menonton pornografi . ,6%) dan pada wanita . ,3%) melalui media daring. Adapun yang terlibat seksual atau mempraktikan langsung seksualitas pada anak laki-laki . ,5%), dan pada anak perempuan . %), sehingga capaian angka yang menonton pornografi pada anak laki-laki lebih banyak dibandingkan anak perempuan dan aktivitas langsung oleh anak laki-laki lebih banyak dibanding anak perempuan. Efek media pornografi yang dimulai dari tahap addiction . , escalatin . , desensitization . , act-out . Perilaku seksual yang dilakukan dapat berupa mastubrasi, berpelukan, berciuman . ibir, kening, pipi, lehe. , dan melakukan hubungan senggama atau Tingkat aktivitas perilaku seksual tergantung dari besarnya tindakan yang dilakukan, dimana dampak dari perilaku seks dapat menularkan gangguan kesehatan seperti infeksi HIV, penyakit menular seksual (PMS), kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi dan masalah kesehatan lainnya. Lebih audiovisual pada meningkatkan wawasan remaja tentang kesehatan reproduksi sudah selalu ditekankan, akurasi dan informasi yang benar . reproduksi yang sehat. Hubungan antara wawasan, sikap dan perilaku berbanding lurus meningkatkan . Pemberian kesehatan kepada remaja dalam berbagai studi terdahulu terbukti efektif meningkatkan wawasan kesehatan reproduksi remaja. Beberapa menekankan signifikansi program wawasan, dan keterampilan dalam menjaga kesehatan reproduksi. Pemuda saat ini terpapar pada lingkungan permainan digital, dan oleh karena itu sebagian besar dari mereka tahu segalanya dan siap untuk bermain untuk kesenangan dan keceriaan. Oleh karena itu, untuk masalah kesehatan seksual, permainan dapat menjadi metode pengajaran yang lebih mudah dan lebih memotivasi dibandingkan . Mereka memberikan peluang untuk mempromosikan perilaku seksual yang lebih aman melalui lingkungan pembelajaran yang dipersonalisasi, yang dapat menyampaikan pesan melalui alur cerita yang relevan, peran-peran, dan ikon yang sesuai. Selain membuat pembelajaran menyenangkan, telah dilaporkan dalam pendidikan kesehatan seksual berisiko dan membuat keputusan seksual yang bijak. Pendidikan permainan memungkinkan kaum . Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang menantang . ugas berpikir, ujian, konte. yang memajukan fungsi mental dan keterampilan pengembangan, termasuk berpikir Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 68-76 kritis, arahan, ingatan, penilaian, berpikir, dan pemecahan masalah. Dengan penyuluhan kesehatan reproduksi dalam bentuk festival lomba ini, diharapkan dapat terjadi sosialisasi nilai dan wawasan akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Sehingga pertumbuhan kasus HIV positif dapat ditekan. Selain itu dengan berhasilnya implementasi metode ini diketahui meningkatkan kesadaran sasaran akan kesehatan reproduksi sehingga dapat diimplementasikan sebagai upaya preventif untuk sasaran Metode Dalam pelaksana memanfaatkan metode edukasi berupa seminar cerdas cermat, yaitu cerdas-cermat yang didahului dengan seminar, roleplay edukasi, dan poster edukasi. Pemilihan metode seminar dan roleplay berdasarkan studi terdahulu yang menyarankan pelaksanaan edukasi kesehatan preventif melalui roleplay dan cerdas cermat. Sedangkan poster sebagaimana membuktikan efektifitas signifikan pembelajaran melalui media poster Pelaksana Hal ini dilakukan melalui pengisian kuesioner pada saat registrasi pendaftaran peserta lomba dan submisi karya lomba. Kuesioner yang diberikan berupa 15 pertanyaan seputar wawasan kesehatan secara umum dan kesehatan reproduksi remaja. Dengan butir pertanyaan sebagai Kondisi berfungsinya fisik jasmani manusia dengan normal tanpa hambatan apapun. Pada usia remaja sebaiknya seseorang bisa mandiri secara orang-orang penampilannya bagus. Tiap remaja harus selalu dengan orang lain supaya selalu sadar bahwa dirinya memiliki kemampuan yang terbatas, dan orang Iain mungkin memiliki banyak bakat yang sudah dibawa sejak lahir. HIV/AIDS sudah ditemukan Remaja sebaiknya fokus pada pendidikan sekolahnya saja. Tidak perlu memiliki sosok Pada akhirnya jika nilai rapor bagus maka pasti masa depan akan cerah. HIV/AIDS adalah satusatunya menular melalui hubungan Usia remaja menurut WHO adalah 14-24 tahun, dan BKKBN adalah 10-20 tahun Masalah reproduksi Remaja yang paling utama di Indonesia adalah depresi, kurang tidur, dan Infeksi Saluran Kemih. Ikut kegiatan ekstrakurikuler penyalahgunaan NAPZA. Tidak mengkonsumsi rokok dilakukan untuk pencegahan Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 68-76 ketertarikan pada NAPZA. Menghindari makanan atau menggunakan alat makan bersama untuk pencegahan penularan HIV AIDS. Gejala NAPZA perubahan sikap dan perilaku siswa, mialnya prestasi di sekolah menurun, merusak disiplin, membolos serta tindak kenakalan. Mengkonsumsi Napza dapat fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial. Penyakit HIV AIDS tidak dapat menular melalui jarum suntik hubungan seksual dan tranfusi darah. Memegang kemaluan sendiri merupakan perilaku seksual Hal ini sekaligus menentukan pertanyaan mana yang relevan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja yang berlandaskan atas keseimbangan kualitas kesehatan fisik, mental, sosial dan intelektual Selanjutnya statistik deskriptif menyesuaikan karakteristik variasi data, sedangkan statistik inferential menyesuaikan jumlah sampel yang tersedia dari populasi seluruh siswa SMPN 15 Surabaya yakni 145 peserta dari 1000 siswa. Dengan menggunakan pendekatan central limit theorem dapat digunakan statistic-t 16. Hasil dan Pembahasan Pada tanggal 18 Agustus 2023 30 WIB dilakukan post-test untuk peserta seminar dan cerdar cermat di ruang aula gedung SMPN 15 Surabaya. Didapatkan jumlah responden menurun, semula 191 menjadi 145 responden. Dengan statistik paired t test, festival HEROES signifikan meningkatkan pengetahuan siswa akan kesehatan . elang kepercayaan 95%). Selain itu dengan menggunakan statistik uji kepercayaan 95%, ajang lomba roleplay dan poster tidak signifikan berpengaruh meningkatkan skor pengetahuan kesehatan reproduksi Sedangkan pada ajang lomba cerdas cermat dan seminar tingkat pengetahuan sebesar 14% dari sebelum peserta mengikuti Dari populasi total sebesar 900 mendapatkan 108 partisipasi siswa dalam metrik peningkatan wawasan Dengan komposisi partisipasi siswa sebagai Tabel 1. Rincian Jumlah Peserta Lomba Mata Jumlah Lomba Registrasi Poster Roleplay Seminar dan Cerdas Cermat Total Sedangkan melakukan pengisian kuesioner ulang pada saat pengumpulan karya selanjutnya menjadi sampel metrik peningkatan wawasan peserta pasca Menggunakan statistik uji proporsi student t, didapatkan hasil 95% yakin dapat meningkatkan wawasan 28% peserta dengan rata- Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 68-76 Jumlah rata peningkatan skor 24% dari tingkat pemahaman siswa terhadap mendapatkan penyuluhan. Selain itu, untuk menguji peneliti menemukan berdasarkan hasil analisis proporsi dua populasi independen membandingkan jumlah siswa menjawab benar pada 15 soal kuesioner yang sama pada pre-test dan post-test butir instrument kuesioner nomor 1,2,9,10,11,13, dan 14 . merupakan butir soal adanya perbedaan positif dapat dikerjakan oleh peserta dengan tingkat kepercayaan 95%. Adapun signifikansi 7 butir soal tersebut hanya ditemukan pada populasi peserta seminar cerdas cermat. Sedangkan pada lomba-lainnya 15 soal kuesioner menggunkan tingkat 05 gagal dibuktikan signifikan mengukur peningkatan wawasan kesehatan reproduksi remaja pada populasi. Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa kegiatan seminar dan festival HEROES pada tanggal 18 Agustus 2023 di SMPN 15 Surabaya terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi Meskipun terjadi penurunan jumlah responden dari 191 menjadi 145, hasil statistik paired t test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan siswa dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil HEROES terbukti efektif dalam meningkatkan wawasan siswa, terutama pada ajang lomba cerdas cermat dan seminar. Peningkatan tingkat pengetahuan sebesar 14% setelah peserta mengikuti kegiatan ini menunjukkan dampak positif dari acara tersebut. Namun, tidak semua kegiatan memiliki dampak yang signifikan. Ajang lomba roleplay dan poster, meskipun memiliki jumlah peserta yang cukup besar, tidak memberikan peningkatan yang signifikan dalam reproduksi remaja menurut uji kepercayaan 95%. Dari total populasi siswa sebanyak 900, kegiatan ini berhasil memperoleh partisipasi dari 108 siswa, dengan komposisi partisipasi yang terbagi antara lomba poster, roleplay, dan seminar cerdas cermat. Meskipun jumlah peserta poster dan roleplay cukup besar, hanya seminar cerdas cermat yang menunjukkan signifikansi dalam peningkatan Selanjutnya, hasil uji proporsi kegiatan ini berhasil meningkatkan wawasan sebanyak 28% peserta dengan rata-rata peningkatan skor mendapatkan penyuluhan. Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil positif ini terutama terlihat pada peserta seminar cerdas Analisis instrumen metrik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan positif yang signifikan pada 7 butir soal pada populasi peserta seminar cerdas cermat, sementara pada lomba lainnya tidak terbukti Dengan demikian, meskipun terdapat beberapa aspek kegiatan yang tidak signifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa, memberikan kontribusi positif dalam peningkatan wawasan siswa tentang Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 68-76 terutama pada ajang seminar cerdas Daftar Pustaka