Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol. 10 I No. 2, hal 284-297 Pengaruh Literasi Keuangan. Locus of Control, dan Financial Self Efficacy Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan (Studi Pada PT. Panarub Industry Tangeran. Atik Atikah1. Rocky Rinaldi Kurniawan2 1,2Universitas Muhammdiyah Tangerang 1atikatikah4343@gmail. com, 2rockyrinaldikurniawan@gmail. Keyword Financial Literacy. Locus of Control. Financial Self-Efficacy Abstract Financial management is an important thing for everyone to learn. The ability to manage finances can determine how each individual lives in the Good financial management can help raise the level of welfare of the People of Indonesia. This study aims to examine the influence of financial literacy, locus of control, and financial self-efficacy on financial management behavior in PT employees. Panarub Industry. This research is associative research with a quantitative approach. The population in this study was employees who worked at PT. Panarub Industry in the auto cutting The samples studied numbered 80 people. The analysis method used is test F and t using SPSS version 25. The results showed that there is an influence between financial literacy, locus of control, and financial self-efficacy on the behavior of financial management partially and A 2020 JMB. All right reserved PENDAHULUAN Pengelolaan keuangan merupakan tanggung jawab setiap individu terhadap keuangannya, karena pengelolaan keuangan erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Pengelolaan keuangan yang baik sangatlah penting untuk dilakukan karena dapat menentukan tujuan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Pengelolaan keuangan dalam jangka pendek dapat membantu dalam mengendalikan keinginan untuk mengkonsumsi produk yang kurang penting. Sedangkan pengelolaan keuangan untuk jangka panjang dapat membantu perencanaan masa depan maupun hari tua. Pengelolaan keuangan perlu dilakukan secara terencana dan disiplin sehingga tujuan yang sudah direncanakan sejak lama dapat Tahapan yang harus dilakukan dalam pengelolaan keuangan meliputi pencatatan aset/harta yang dimiliki, pencatatan semua pengeluaran rutin bulanan dan tahunan, menyusun rencana pengeluaran (Budgetin. , menabung secara periodik, perencanaan program untuk masa depan, dan menabung secara periodik untuk masa depan. Dalam pengelolaan keuangan, perilaku keuangan yang baik tentu sudah menjadi hal yang harus diterapkan. Seseorang yang mampu mengambil keputusan dalam mengelola keuangannya tidak akan mengalami kesulitan di masa depan dan memperlihatkan perilaku yang sehat sehingga mampu menentukan skala prioritas tentang apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya (Chinen & Endo, 2. dalam (Sara Khuzaimah. Perilaku manajemen keuangan menjelaskan bagaimana seseorang memperlakukan, mengelola, dan menggunakan sumber keuangan yang dimilikinya (Nababan & Sadalia, 2. Seseorang yang memiliki tanggung jawab pada perilaku keuangannya akan menggunakan uang secara menyimpan uang dan mengontrol pengeluaran, melakukan investasi dan membayar hutang tepat Dalam melakukan pengelolaan keuangan harus ada perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Media pencapaian tujuan tersebut dapat melalui tabungan, investasi, atau Dengan keuangan yang baik, maka tidak akan terjebak pada perilaku berkeinginan yang tidak terbatas. Saat ini, semakin banyak masyarakat Indonesia merencanakan keuangan. Dengan adanya perencanaan, masyarakat Indonesia dapat memperhitungkan kebutuhan keuangannya di masa mendatang. Dengan demikian, masyarakat Indonesia pembengkakan pengeluaran yang tidak diiringi dengan peningkatan pendapatan. Langkah awal yang dilakukan dalam perencanaan keuangan adalah dengan membuat anggaran. Dalam survei sementara dengan cara wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada 25 orang karyawan PT. Panarub industry yang dimana setiap divisi terdiri dari 2-3 karyawan dan diketahui bahwa sebanyak 45,6 % pernah mengalami kondisi dimana penghasilan yang dimiliki tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari kondisi tersebut karyawan melakukan berbagai sikap untuk menghadapi kondisi dimaksud, antara lain 40% menarik tabungan dan 15% meminjam dari keluarga atau teman. Sementara sikap yang dilakukan dan berhubungan dengan lembaga jasa keuangan masih terbilang sangat tinggi yaitu 20% pinjaman di lembaga jasa keuangan formal dan 25% pinjaman dengan gadai. pinjaman dengan gadai pinjaman dari LJK formal meminjam dari keluarga atau menarik tabungan Gambar 1 Kemampuan Karyawan dalam pembiayaan kebutuhan sehari-hari Perilaku manajemen keuangan adalah kemampuan seseorang dalam mengatur yaitu mengatur sebuah perencanaan, penganggaran, pencarian dan penyimpanan dana keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Besarnya hasrat individu untuk memenuhi kebutuhan hidup sesuai dengan tingkat pendapatan perkapita adalah pemicu munculnya perilaku manajemen keuangan. Dalam perilaku literasi keuangan tidak selamanya terdampak baik ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga menimbukan tingkat literasi yang rendah diantaranya tidak memiliki perencanaan keuagan yang baik, tidak memiliki tujun keuangan, penempatan instrument investasi yang tidak tepat serta banyak nya investasi Indikator yang digunakan untuk mengukur berdasarkan pada (Laily, 2. meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, pencatatan pengeluaran bulanan, keseimbangan pemasukan keuangan, penyisihan uang untuk tabungan atau investasi, membayar kewajiban atau hutang tepat Aspek psikologi lain yang dapat mempengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah Locus of Control (Pusat Kendal. pertama kali dikemukakan oleh Julian Rotter . seorang ahli pembelajaran sosial. Pengertian Locus of control yakni keyakinan, harapan atau sikap tentang keterkaitan antara perilaku seseorang dengan akibatnya. Locus of Control merupakan bagaimana seseorang memandang suatu peristiwa dan bisa tidaknya seseorang mengendalikan peristiwa yang terjadi pada Ketika seseorang bisa mengendalikan dirinya dari dalam untuk menggunakan uang seperlunya saja atau menggunakan uangnya sesuai kebutuhan, kemungkinan seseorang tersebut juga akan melakukan perilaku manajemen keuanganya dengan baik. maka semakin baik Locus of Control yang dimiliki oleh individu maka semakin baik pula perilaku manajemen keuanganya. II. TINJAUAN PUSTAKA Theory Of Planned Behavior Menurut Ajzen . dalam (Widiawati, 2. Theory of Planned Behavior (TPB) membantu kita dalam memahami bagaimana kita dapat merubah perilaku seseorang. Theory Of Planned Behavior (TPB) juga telah banyak diaplikasikan untuk memahami bagaimana individu berperilaku dan bagaimana cara menunjukkan reaksi. Teori ini merupakan salah satu teori psikologi sosial yang memprediksi perilaku manusia. Alasan utama perilaku pengambilan keputusan merupakan hasil dari proses reasoning yang dipengaruhi oleh sikap, norma dan pengendalian perilaku. Theory of Planned Behavior adalah teori yang dapat memprediksi perilaku yang direncanakan. Seseorang dalam melakukan sesuatu perilaku karena adanya niat atau tujuan dalam suatu yang Niat seseorang dalam berperilaku ditentukan oleh tiga factor yakni sikap, norma subjektif serta persepsi terkait kontrol perilaku. Sikap juga diartikan sebagai penilaian positif maupun negatif atas sikapnya untuk dijadikan bagaimana seseorang tersebut harus berperilaku. Norma subjektif adalah pemikiran orang lain yang akan mendukung atau tidak mendukung dalam melakukan sesuatu. Sedangkan persepsi kontrol perilaku dapat mengacu pada persepsi seseorang tentang kemudahan atau kesulitan dalam melakukan perilaku yang diminatinya. Ajzen . dalam (Laili Rizkiawati & Asandimitra Haryono, 2. menambahkan faktor latar belakang individu ke dalam TPB. Faktor latar belakang yang dimaksud disini ada tiga yaitu personal, sosial dan informasi. Faktor personal merupakan sikap umum seseorang terhadap sesuatu, nilai hidup, kecerdasan, emosi maupun sifat kepribadian yang dimiliki. Faktor itu sendiri terdiri atas jenis kelamin, usia, pendidikan, pendapatan, agama dan etnis. Sedangkan faktor informasi terdiri atas pengetahuan, ekspos di media dan pengalaman. Teori Kognitif Sosial Teori kognitif sosial dikembangkan oleh Albert Bandura . dalam (Laili Rizkiawati & Asandimitra Haryono, 2. yang didasarkan atas pernyataan yakni baik proses kognitif maupun proses sosial merupakan pusat dalam memahami suatu emosi, motivasi maaupun pemahaman tindakan manusia. Teori kognitif sosial berasal pada pandangan tentang adanya human agency. Salah satu hal penting bagi human agency yakni pembentukan self efficacy. Self efficacy tidak hanya sekedar mengetahui apa yang harus dilakukan, melainkan memiliki keterampilan serta kepercayaan diri atas kemampuannya dalam melaksanakan suatu kinerja. Adanya keyakinan terhadap self efficacy juga ikut menentukan cara menentukan apa yang harus dikerjakan. Teori Pembelajaran Sosial Teori pembelajaranhsosial dibangun oleh Julian Rotter pada tahun 1996 dalam (Laili Rizkiawati & Asandimitra Haryono, 2. yang menyatakan bahwa teori pembelajaran sosial dibanguan atas empat konsep pokok yakni potensi perilaku, harapan, nilai penguatan dan situasi psikologis. Teori pembelajaran sosial menjadikan konsep penguat menjadi posisi inti, dimana terdapat keyakinan bahwa sejarah belajar seseorang/ individu dapat menggiringnya ke suatu harapan tentang penguatan dan seseorang dapat memandang suatu reward baik positif maupun negatif sebagai hasil atas perilakunya sendiri atau tergantung pada kekuatan di luar kendalinya. Perilaku Manajemen Keuangan Perilaku manajemen keuangan merupakan salah satu konsep penting pada disiplin ilmu Perilaku manajemen keuangan merupakan perilaku seseorang dalam mengatur keuangan mereka dari sudut pandang psikologi dan kebiasaan individu. Perilaku manajemen keuangan juga dapat diartikan sebagai proses pengambilan keputusan keuangan. manajemen keuangan berkaitan terhadap efektifitas manajemen dana, dimana arus dana tersebut harus diarahkan sesuai dengan rencana yang telah ditatapkan. (Humaira & Sagoro, 2. menyatakan tujuan perilaku manajemen keuangan sebagai penentuan, akuisisi, alokasi dan pemanfaatan sumber daya keuangan, dengan keseluruhan tujuan yang dimiliki dalam pemikiran. Maka dari itu perilaku manajemen yang efektif akan meningkatkan kesejahteraan keuangan tehadap diri seseorang. dan sebaliknya kegagalan dalam mengelola keuangan pribadi dapat menyebabkan masalah yang serius untuk jangka Menurut Dew dan Xiao . dalam (Sara, 2. perilaku manajemen keuangan seseorang mencakup empat hal, yaitu: Consumption (Konsums. Perilaku manajemen keuangan seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia melakukan kegiatan konsumsinya seperti apa yang dibeli seseorang dan mengapa dia membelinya. Cash-flow management (Manajemen Arus Ka. Arus kas adalah indikator utama dari kesehatan keuangan yaitu ukuran kemampuan seseorang untuk membayar segala biaya yang dimilikinya, manajemen arus kas yang baik adalah tindakan penyeimbangan, masukan uang tunai dan Saving and Investment (Tabungan Dan Investas. Tabungan dapat didefinisikan sebagai bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsi dalam periode tertentu. Investasi yaitu mengalokasikan atau menanamkan sumber daya saat ini dengan tujuan mendapatkan manfaat di masa mendatang. Manajemen Utang (Credit Managemen. Manajemen utang adalah kemampuan seseorang dalam memanfaatkan utang agar tidak membuat anda mengalami kebangkrutan atau dengan kata lain pemanfaatan utang untuk meningkatkan kesejahteraan. Tabungan Tabungan adalah suatu simpanan uang yang berasal dari pendapatan yang tidak digunakan untuk keperluan sehari-hari maupun kepentingan Literasi Keuangan Kemampuan untuk mengelola uang dan keuangan secara efektif menjadi semakin penting, tidak hanya untuk para profesional di sektor investasi dan perbankan, namun bagi setiap orang yang bertanggung jawab dalam mengelola urusan sehari-hari, kemampuan ini termasuk dalam istilah literasi Literasi keuangan tidak terbatas pada pengertian pengetahuan, keterampilan dan keyakinan akan lembaga, produk dan layanan jasa keuangan yang ada, namun sikap dan perilaku juga memberikan pengaruh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat (OJK, 2. Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa literasi keuangan merupakan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengelola keuangan guna meningkatkan kesejahteraan hidup, di mana keputusannya dapat berdampak pada masyarakat, negara, dan ekonomi secara global. Indikator literasi keuangan dalam penelitian ini di adaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Sakkinah dan mudakir . dalam Siti Fatimah . Yaitu ada lima indikator: Pengetahuan (Financial Knowledg. Pengetahuan keuangan yaitu pertanyaan terkait dengan pengetahuan umum keuangan pribadi, tabungan dan simpanan, asuransi dan Sikap keuangan (Financial Attitud. Sikap keuangan yaitu pertanyaan terkait dengan konsep orientasi terhadap keuangan pribadi, utang, keamanan keuangan, dan menilai keuangan pribadi. Perilaku keuangan (Financial Behavio. Perilaku keuangan yaitu pertanyaan terkait dengan konsep pengorganisasian, pengeluaran, dan tabungan. Pelatihan Keuangan (Financial Trainin. Pelatihan keuangan yaitu pertanyaan terkait dengan konsep terhadap keuangan pribadi, utang, pendapatan dan tabungan. Keterampilan keuangan (Financial Skil. Keterampilan keuangan yaitu pertanyaan terkait dengan konsep terhadap menghitung produk dan jasa lembaga keuangan, seperti bunga . abungan atau pinjama. , hasil investasi, biaya dan denda. Locus of Control Locus of Control (Pusat Kendal. merupakan sejauh mana individu meyakini sebuah peristiwa dalam hidup mereka dipengaruhi atau dikontrol oleh mereka sendiri. Ketika orang percaya bahwa mereka memiliki sedikit kontrol atas apa yang terjadi pada mereka, mereka dianggap memiliki Locus Of Control eksternal. Salah satu yang percaya bahwa peristiwa-peristiwa dalam hidupnya adalah hasil dari keadaan di luar kontrolnya bahwa suatu peristiwa itu adalah hasil dari nasib, kesempatan, keberuntungan atau takdir diklasifikasikan ke dalam Locus Of Control Eksternal. Sebaliknya seseorang yang memiliki Locus Of Control Internal percaya bahwa peristiwaperistiwa dalam hidupnya merupakan hasil dari dirinya atau perilakunya sendiri. Hal ini berarti bahwa didalam diri seseorang tersebut memiliki potensi yang besar untuk menentukan arah hidupnya, tidak peduli apakah faktor lingkungan akan mendukung atau tidak. Individu seperti ini percaya mereka mempunyai kemampuan menghadapi tantangan dan ancaman yang timbul dari lingkungan dan berusaha memecahkan masalah dengan keyakinan yang tinggi sehingga strategi penyelesaian atas konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik. Dalam penelitian ini yang berkaitan dengan perilaku manajemen keuangan adalah Locus Of Control Internal. Seseorang yang memiliki Locus Of Control Internal selalu menghubungkan peristiwa yang dialaminya dengan faktor dalam dirinya. Karena mereka percaya bahwa hasil dari perilakunya disebabkan faktor dari dalam dirinya. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Aditia Mahendra Putra . yaitu sebagai Kemampuan (Abilit. Menurut Kartonodan Gulo . definisi kemampuan adalah istilah umum yang dikaitkan dengan kemampuan atau potensi untuk menguasai suatu keahlian ataupun pemilikan keahlian itu sendiri. Minat (Interes. Tampubolan . bahwa minat adalah perpaduan antara keinginan dan kemauan yang dapat berkembang jika ada motivasi, seseorang memiliki minat yang lebih besar terhadap kontrol perilaku, peristiwa dan Usaha (Effor. Menurut Segerestrom . sikap optimis adalah cara berpikir yang positif dan realistis dalam memandang suatu masalah. Berpikir positif adalah berusaha mencapai hal terbaik dari keadaan terburuk seseorang yang memiliki internal locus of control bersikap optimis, pantang menyerah dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengontrol perilakunya. Bekerja Keras Menurut Mustari . kerja keras adalah sikap pantang menyerah untuk melakukan suatu hal, tidak pernah mengeluh dan selalu berusaha walaupun banyak rintangan namun tetap berusah untuk mancapai target yang dia Keberhasilan Dikontrol Oleh lingkungan Keadaan lingkungan terdekat dapat mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai target yang telah terencana. Lingkungan disekitar dapat mempengaruhi emosional seseorang. Financial Self Efficacy Financial Self-efficacy dikenalkan oleh Albert Bandura. Bandura . dalam Siti Fatimah . menyatakan bahwa Financial Self Efficacy merupakan keyakinan individu terkait kemampuan mereka dalam mengorganisir serta melaksanakan suatu aksi atau tindakan untuk mencapai suatu tujuan yang Agar relevan dengan penelitian ini. Financial Self Efficacy dapat dikaitkan dengan konteks keuangan dan bisa disebut dengan Financial Self Efficacy. Menurut Forbes dan Kara . dalam (Widiawati, 2. Financial Self Efficacy adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang atas kemampuannya dalam mencapai tujuan keuangannya dan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya keterampilan keuangan, kepribadian, sosial, maupun faktor Financial Self efficacy merupakan istilah dalam psikologi, yaitu penilaian individu terhadap kemampuan untuk mengorganisasikan dan melaksanakan sejumlah tingkah laku yang sesuai dengan unjuk kerja. Financial Self Efficacy merupakan penilaian seseorang terhadapdirinya sendiri atau tingkat keyakinan mengenai seberapa besar kemampuannya dalam mengerjakan suatu tugas tertentu untuk mencapai hasil tertentu (Marini & Hamidah, 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dengan rumusan asosiasif bersifat kausal dengan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua ataulebih variabel. Menurut Sugiyono . rumusan masalah asosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Lanjut Sugiyono . menambahkan hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel independen . ariabel yang mempengaruh. dan dependen . Menurut Sugiyono . Pendekatan kuantitatif adalah: AuSebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Ay Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Sugiyono . populasi adalah Auwilayah generalisasi yang terdiri atas, obyek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Adapun populasi pada penelitian ini, adalah jumlah karyawan PT. Panarub Industry Tbk di departemen Autocutting yang berjumlah 414 orang. Untuk menghitung penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan, maka pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin (Husen U, 2014:. Perhitungan pengambilan Slovin, nA 1 A Ne 2 , dimana n adalah sampel. N adalah ukuran populasi, dan e adalah persen kelonggaran ketidaktelitian . araf kesalaha. pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir. Untuk nilai e ini, peneliti menggunakan nilai sebesar 10 %, mengingat kondisi pada saat penelitian sedang pandemi Covid-19 sehingga dibatasi untuk berkomunikasi terhadap banyak orang dan mengukuti protokol kesehatan untuk mengindari penyebaran Covid -19. 1 4,14 5,14 = 80,5 = 81 Untuk kebutuhan proses analisis data, jumlah sampel yang diambil adalah 81 responden, dengan teknik random sampling. Dalam penelitian teknik pengumpulan data yaitu angket untuk data primer yang digunakan adalah kuisioner. Penulis telah mempersiapkan daftar pertanyaan yang diarahkan pada pokok pembahasan yang akan diisi oleh pihak-pihak terkait di organisasi. Teknik Analisis Data Uji Persyaratan Data Uji Validitas dan Reliabilitas Uji . ntuk mengetahui kesahihan butir pertanyaan atau pernyataa. , sehingga data yang digunakan dalam analisis selanjutnya adalah datayang diambil berdasarkan butir pertanyaan yang valid, sedangkan butiryang tidak valid dinyatakan gugur dan langsung di drop . idak diikutkan alam pengujian selanjutny. Keputusan mengenai validitas butir item dengan membandingkan rhitung dengan Apabila rhitung lebih besar daripada rtabel . h>r. maka butir instrumen tersebut valid, tetapi sebaliknya bila rhitung lebih kecil daripada rtabel . h 0,60. Maka dapat disimpulkan bahwa semua variable dinyatakan Cronbachs Alfha 0,860 0,877 0,868 Cut Off ket reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 0,874 Reliabel Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residul memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas grafik normal probability plot yang tampak pada gambar 4. 2 berikut : Gambar 1 Scatterplot Gambar normal probability plot diatas menunjukkan bahwa data meyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. dari variabel tersebut berhubungan linier secara signifikan antara X3 dengan Y. Uji Mulitikolinieritas independen lainnya. Multikolinieritas terjadi jika nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan VIF > 10. Jika nilai VIF tidak ada yang melebihi 10, maka dapat dikatakan bahwa multikolinieritas yang . olos Hasil uji multikoleniaritas . ji VIF) dapat dilihat pada tabel 4. 16 sebagai berikut: Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tipe-tipe variabel saling berhubungan secara Uji multikolinieritas dapat dilihat dari Variance Inflation Faktor (VIF) dan nilai. ukuran ini menunjukkan sikap variabel independen manakah yang dijelaskan variabel Tabel 6 Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF Literasi Keuangan Locus Of Control Financial Self Efficacy Dependent Variable: Perilaku Manajemen Karyawan (Y) Keuangan Sumber : Data Sekunder yang diolah, 2020 Berdasarkan tabel 4. 16 diatas, terlihat bahwa tidak ada variabel yang memiliki nilai VIF lebih dari 10 dan nilai torerance yang lebih kecil dari 0,10 yang berarti bahwa tidak terdapat korelasi antar variabel bebas yang lebih dari 95%. Hasil uji multikoleniaritas . ji VIF) pada tabel 4. menunjukkan bahwa VIF Literasi Keuangan (X. 7,873 < 10 dan tolerance 0,127 > 0,1. Locus Of Control (X. 4,745 < 10 dan tolerance 0,211, dan Financial Self Efficacy (X. 5,352 dan tolerance 0,187 yang berarti bahwa model regresi tidak mengandung multikolenieritas dan model regresi layak digunakan. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residul satu pengamatan ke Uji menghasilkan grafik pada penyebaran titik . seperti tampak pada gambar 4. berikut ini: Gambar 2. Uji Heteroskedastisitas Dari grafik scatterplot diatas dapat dilihat bahwa tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar diangka 0 . pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Hipotesis Regresi Berganda variabel X1 dan X2 terhadap Y secara bersamasama, dimana dalam penelitian ini regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh Literasi Keuangan (X. Locus Of Control (X. dan Financial Self Efficacy (X. terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan (Y). Hasil regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel Analisis regeresi linier berganda digunakan penulis untuk mengetahui besarnya pengaruh Tabel 7. Hasil Pengujian Regresi Linier Y atas X1. X2, dan X3 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. Literasi Keuangan Locus Of Control Financial Self Efficacy Dependent Variable: Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan Sumber : Output SPSS, 2020 Dari tabel diatas, nilai konstan sebesar -3,393 Y = 23,093 0,187X1 0,422X2 0,200X3 dan koefisiensi regresi variabel X1 sebesar 0,229 Uji Koefisien Determinasi dan variabel X2 sebesar 0,235 dan variabel X3 sebesar 0,622. Sehingga dapat dibuat persamaan Koefisien Determinasi adalah untuk menentukan regresi sebagai berikut : besarnya pengaruh variabel X terhadap Y. X Dari hasil analisis regresi diperoleh persamaan terhadap Y dan X3 terhadap Y. Untuk mengetahui hasil perhitungannya adalah sebagai Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Model Summary R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Financial Self Efficacy. Locus Of Control. Literasi Keuangan Berdasarkan tabel diatas, koefisien determinasi atau adjusted R Square adalah sebesar 0,954. Jadi besarnya sumbangan pengaruh Literasi Keuangan (X. Locus Of Control (X. dan Financial Self Efficacy (X. terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan adalah sebesar 95,4%, sisanya 4,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji Signifikansi Hipotesis Uji t Uji t digunakan untuk menguji seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial dan individual. Uji t dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel pada taraf signifikan 5% adapun kaidah pengambilan keputusan sebagai berikut : Ho diterima dan H1 ditolak jika nilai t hitung < t tabel atau jika nilai sig. >0,05. Ho ditolak dan H1 diterima jika nilai t hitung > t tabel atau jika nilai sig. <0,05. Untuk mengetahui nilai t tabel menggunakan t tabel = . araf signifikansi dibagi 2. responden dikurangi jumlah variabel bebas dikurangi . jika ditulis dalam bentuk rumus adalah : (/. n-k-. t tabel = . ,05/2 . 80-2-. ,05/2 . t tabel = . ,05. , diperoleh nilai t tabel 664 pada selang kepercayaan 95% Uji t Literasi Keuangan (X. Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan Y Berdasarkan hasil pengujian, dapat diperoleh t hitung sebesar 23,031 dan diketahui t tabel 1,664 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Karena t hitung > dari t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh signifikan antara Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan pada PT. Panarub Industry Tangerang. Locus Of Control (X. Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan (Y). Berdasarkan hasil pengujian, dapat diperoleh t hitung sebesar 17,656 dan diketahui t tabel 1,664 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Karena t hitung > dari t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Locus Of Control (X. Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan (Y) pada PT. Panarub Industry Tangerang. Financial Self Efficacy (X. Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan (Y). Berdasarkan hasil pengujian, dapat diperoleh t hitung sebesar 29,197 dan diketahui t tabel 1,664 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 Karena t hitung > dari t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Financial Self Efficacy (X. Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan (Y) pada PT. Panarub Industry Tangerang. Uji F Untuk menguji hipotesis secara simultan dilakukan analisis uji F (Anov. , dimana F hitung dibandingkan dengan F tabel pada taraf signifikansi 5%. Adapun kaidah pengambilan keputusan sebagai berikut : Jika nilai Fhitung > Ftabel , maka Ha diterima dan H0 Jika nilai Fhitung < Ftabel , maka Ha ditolak dan H0 Hasil perhitungan nilai F hitung dapat dilihat pada tabel output SPSS dibawah ini. Menentukan tingkat signifikansi sebesar = 5% atau 0,05 = . : n Ae k Ae 1 ) = . : 80 Ae 3 Ae 1 ) = . : 76 ) F tabel = 2,72 Tabel 9. Hasil Uji Regresi Berganda Berdasarkan Tabel Anova ANOVAa Model Sum of Squares Mean Sig. Square Regression Residual Total Dependent Variable: Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan Predictors: (Constan. Financial Self Efficacy. Locus Of Control. Literasi Keuangan Dari tabel diatas, diperoleh F hitung sebesar 257 jika dibandingkan dengan F tabel sebesar 2,72 maka F hitung > F tabel. Hal tersebut menunjukkan bahwa H1 dan H2 diterima, artinyaterdapat pengaruh signifikan dan parsial antara Pengaruh. Literasi Keuangan (X. Locus Of Control (X. dan Financial Self Efficacy (X. secara bersama-sama terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan PT. Panarub Industry Tangerang. PENUTUP Penelitian ini menghasilkan adanya pengaruh antara Locus Of Control (X. dengan Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan (Y) perhitungan hipotesis dengan tingkat sig 0,000 < 0,05 thitung > ttabel yakni 17,656 > 1,664, ini menunjukan bahwa X1 (Locus Of Contro. berpengaruh positif dan signifikan dengan Y (Perilaku Manajemen Keuangan Karyawa. pada PT. Panarub Industry Tangerang. Pada penelitian kali ini, bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Literasi Keuangan (X. Locus Of Control (X. dan Financial Self Efficacy (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan pada PT. Panarub Industry Tangerang. Berdasarkan rumusan masalah yang di paparkan, analisis yang telah di lakukan dan pembahasan yang telah di kemukakan pada bab sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : Penelitian ini menghasilkan adanya pengaruh antara Financial Self Efficacy (X. dengan Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan (Y) perhitungan hipotesis dengan tingkat sig 0,000 < 0,05 thitung > ttabel yakni 29,197 > 1,664, ini menunjukan bahwa X1 (Literasi Keuanga. berpengaruh positif dan signifikan dengan Y (Perilaku Manajemen Keuangan Karyawa. pada PT. Panarub Industry Tangerang. Penelitian ini menghasilkan adanya pengaruh antara Literasi Keuangan (X. dengan Perilaku Manajemen Keuangan Karyawan (Y) perhitungan hipotesis dengan tingkat sig 0,000 < 0,05 thitung > ttabel yakni 23,031 > 1,664, ini menunjukan bahwa X1 (Literasi Keuanga. berpengaruh positif dan signifikan dengan Y (Perilaku Manajemen Keuangan Karyawa. pada PT. Panarub Industry Tangerang. Penelitian ini menghasilkan adanya pengaruh antara Literasi Keuangan (X. Locus Of Control (X. dan Financial Self Efficacy (X. bersama-sama terhadap Perilaku Manajemen Keuangan pada PT. Panarub Industry Tangerang. berdasarkan nilai koefisiensi determinasi (R. sebesar 99,5% dan sisanya 4,5% dipengaruhi oleh varibel lain, perhitungan hipotesis F dengan nilai signifikan sebesar 0,000< 0,05 Fhitung > Ftabel yakni 541,257 > 2,72, ini menunjukan bahwa Literasi Keuangan (X. Locus Of Control (X. dan Financial Self Efficacy (X. secara bersamasama terhadap Perilaku Manajemen Keuangan pada PT. Panarub Industry Tangerang. DAFTAR PUSTAKA