Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 1 Maret 2020 | pp. 1 Ae 8 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Pengaruh Continuity Of Care Terhadap Angka Kejadian Sectio Cessarea Nurya Viandika. Ratih Mega Septiasari STIKesWidya Cipta Husada Corresponding author: Nurya Viandika . iandika04@gmail. Received: December, 16 2019. Accepted: January, 19 2020. Published: March, 15 2020 ABSTRAK Prevalensi sectio caesarea di banyak negara dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, begitu pula di negara kita Indonesia sudah melebihi batas yang telah ditentukan oleh WHO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh continuity of care terhadap angka kejadian sectio secarea di PBM wilayah kerja Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan design penelitian quasi experimental. Populasi penelitian yaitu semua ibu hamil TM i pada bulan Mei-Juni di daerah Kabupaten Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sebanyak 18 responden. Variabel independennya adalah . ontinuity of car. dengan variabel dependennya adalah . ectio secare. Pengumpulan data menggunakan ceklist dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94% responden yang dilakukan continuity of care jenis persalinannya adalah normal. Analisa data dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai A = 0,03 yang berarti A < . H0 ditolak, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian asuhan continuity of care dengan penurunan angka kejadian sectio secarea. Jadi continuity of care dapat mendeteksi dini komplikasi pada saat kehamilan sehingga dapat segera dilakukan Oleh karena itu perlu adanya peningkatan pelayanan kebidanan terutama continuity of care kepada ibu mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Kata Kunci: Continuity of Care. Sectio Cessarea. Kehamilan This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Persalinan adalah proses pengeluaran janin dan plasenta yang telah cukup bulan atau sudah mampu hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan . ekuatan sendir. (Marmi & Rahardjo, 2. Persalinan merupakan sebuah proses akhir dari serangkaian kehamilan. Terdapat dua macam proses persalinan yaitu persalinan pervaginam atau persalinan normal persalinan spontan dan persalinan sectio caesarea (SC) atau orang awam menyebutnya operasi sesar. Operasi sesar yaitu proses pengeluaran janin lewat pembedahan perut (Aprina, 2. Prevalensi sectio caesarea dari tahun ke tahun terus meningkat, berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) bahwa mereka menetapkan standar rata-rata sectio Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Pengaruh Continuity Of CareA. caesarea di sebuah Negara adalah sekitar 5-15% per 1000 kelahiran didunia. Rumah Sakit pemerintah kira-kira 11% sementara Rumah Sakit swasta lebih dari 30% (Gibbson, 2. Menurut WHO peningkatan persalinan dengan sectio caesarea di seluruh Negara selama tahun 2007- 2008 yaitu 110. 000 per kelahiran di seluruh Asia (Leveno, 2. Riskesdas tahun 2012 menyatakan tingkat persalinan sectio caesarea di Indonesia sudah melewati batas maksimal standar WHO 5-15%. Tingkat persalinan SC di Indonesia 15,3% sampel dari 20. 591 ibu yang melahirkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yng disurvey dari 33 provinsi. (Riskesdas, 2. Jumlah persalinan sectio caesarea di Indonesia, terutama di rumah sakit pemerintah adalah sekitar 20-25% dari total jumlah persalinan, sedangkan di rumah sakit swasta jumlahnya lebih tinggi yaitu sekitar 30-80% dari total jumlah Data Riskesdas 2013 menunjukkan kelahiran bedah SC di Provinsi Jawa Timur tahun 2011 berjumlah 3. 401 operasi dari 170. 000 persalinan, sekitar 20% dari seluruh persalinan (Dinkes Provinsi Jawa timur, 2. Persalinan sectio caesarea bisa terjadi dikarenakan oleh beberapa sebab atau masalah. Masalah ini bisa berasal dari pihak ibu ataupun pihak bayi. Selain itu terdapat dua keputusan dalam pelaksanaan persalinan SC. Yang pertama adalah keputusan yang sudah didiagnosa sebelumnya atau sudah direncanakan, penyebab dari pihak bayi antara lain ketidakseimbangan ukuran kepala bayi dan panggul ibu, kelainan letak bayi, plasenta previa, janin yang sangat besar, dan gemeli . ayi kemba. , sedangkan penyebab dari pihak ibu antara lain kehamilan pada ibu berusia lanjut, preeklampsia-eklampsia, riwayat bedah caesar pada kehamilan sebelumnya, ibu menderita penyakit tertentu, infeksi saluran persalinan dan sebagainya. Yang kedua adalah keputusan yang diambil tiba-tiba karena tuntutan kondisi darurat misalnya persalinan lama, ketuban pecah dini, kontraksi lemah, gawat janin dan sebagainya (Indriati. Gambaran adanya faktor resiko ibu saat melahirkan atau dioperasi sectio caesarea adalah 13,4% karena ketuban pecah dini. 5,49% karena preeklampsia. 5,14% karena 4,40% kelainan letak janin. 4,25% karena jalan lahir tertutup. 2,3% karena rahim sobek (Riskesdas, 2. Tindakan SC merupakan tindakan yang cepat dan mudah, akan tetapi tindakan SC juga memiliki beberapa bahaya komplikasi. Komplikasi ini diantaranya adalah kerusakan organorgan seperti vesika urinaria dan uterus saat dilangsungkannya operasi, komplikasi anastesi, perdarahan, infeksi dan tromboemboli. Kematian ibu lebih besar jika dibandingkan dengan persalinan pervaginam. Sulit untuk memastikan hal tersebut terjadi apakah dikarenakan prosedur operasinya atau karena alasan yang menyebabkan ibu hamil tersebut harus dioperasi. Selain itu takipneu sesaat pada bayi baru lahir lebih sering terjadi pada persalinan sectio caesarea dan kejadian-kejadian trauma persalinanpun tidak dapat disingkirkan. Resiko jangka panjang yang dapat terjadi adalah terjadinya plasenta previa, solusio plasenta akrata dan ruptur Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan prevalensi kejadian sectio caesarea adalah dilakukannya asuhan yang berkesinambungan atau yang biasa disebut continuity of care (COC). Continuity Of Care ini dilakukan sejak ibu pada masa kehamilan, persalinan, nifas sampai ibu menentukan pilihannya untuk memakai kontrasepsi yang akan digunakan. Asuhan kebidanan yang berkesinambungan yang diberikan pada ibu dapat mendeteksi dini adanya komplikasi yang dapat terjadi dan juga dapat mencegah kemungkinan komplikasi yang akan terjadi dengan segera. Dengan demikian dilakukannya perawatan Continuity Of Care ini mampu menurunkan angka kejadian sectio caesarea. Selain itu melakukan pelayanan Continuity Of Care menciptakan terjalinnya hubungan yang baik antara seorang pasien dan Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Continuity Of CareA. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewaktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga kesehatan (Kemenkes, 2. Pernyataan-pernyataan diatas didukung oleh penelitian Rahmawati, 2015 yang berjudul AuAsuhan Berkesinambungan Untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Bayi di Kabupaten SubangAy. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi maka dilakukanlah continuity of care ini, pada penelitian tersebut bahkan dijelaskan bahwa asuhan berkesinambungan dilakukan sejak masa remaja dan sebelum Hal tersebut dilakukan untuk mendeteksi dini kelainan atau komplika si yang mungkin terjadi kelak, jika ditemukan kelaianan maka dapat segera ditangani sedini mungkin. Oleh karena itu dengan dilakukannya continuity of care iini maka kesehatan ibu dan bayi dapat meningkat serta kejadian sectio caesarea dapat menurun. Dari uraian diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai pengaruh continuity of care terhadap kejadian sectio caesarea di Kabupaten Malang METODE Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini . merupakan penelitian experiment dengan desain penelitian quasi experimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh continuity of care terhadap angka kejadian Sectio Sesarea di Kabupaten Malang. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah ibu hamil yang ada di Kabupaten Malang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 2 kriteria yaitu kriteria insklusi dan Kriteria insklusi adalah ibu hamil trimester i yang bersedia menjadi responden dan ibu hamil fisiologi. Kriteria ekslusi adalah ibu hamil dengan resti. Jumlah populasi penelitian ini adalah sebanyak 18 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling yaitu dengan pengambilan sampel yang sesuai dengan criteria inklusi dan Dan data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan pengisian cheklist. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil analisis data yang telah dikumpulkan oleh Data yang telah dikumpulkan berjumlah 18 orang. Data yang diperoleh adalah data mengenai Pengaruh Continuity Of Care Terhadap Angka Kejadian Sectio Caesarea Di Kabupaten Malang pada tahub 2018, penelitian dilakukan dalam rentang wakktu dari bulan Maret-Agustus 2018. Analisa data pada penelitian ini terdiri dari data umum dan khusus. Pada data umum akan diketahui hasil tentang data responden berdasarkan umur, pekerjaan, paritas dan Adapun data khusus dilakukan untuk melihat hubungan antara pemberian continuity of care terhadap kejadian sectio caesarea di wilayah Kabupaten Malang. Berikut data umum dari penelitian ini Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Continuity Of CareA. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Usia Jumlah Persentase < 20 tahun Ou 20 - O 35 tahun >35 tahun Total Berdasarkan penelitian karakeristik umur ibu hamil mayoritas berusia Ou 20 - O 35 tahun berjumlah 15 responden . %) dan minoritas yang berusia > 35 tahun berjumah 1 responden . %). sesuai dengan pendapat Kemenppa RI . menyatakan bahwa reproduksi sehat optimal bagi seorang wanita berada pada usia 20-35 tahun karena dalam usia tersebut organorgan reproduksi berfungsi secara optimal dengan siklus menstruasi. Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Persentase Ibu Rumah Tangga Bekerja Total Tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hanya sebagai Ibu Rumah Tangga berjumlah 14 responden . %) dan sebagian kecil yang bekerja berjumlah 4 responden . %). Peneliti mengkaji karena ini berhubungan dengan sosial ekonomi yang akan mempengaruhi kesehatan fisik maupun psikis Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan SD-SMA Sarjana Total Jumlah Persentase Tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian besar pendidikan ibu adalah SD-SMA dengan jumlah 16 responden . %) dan sebagian kecil yang berpendidikan sarjana berjumlah 2 responden . %). Ibu yang berpendidikan menengah keatas, memiliki pengetahuan yang cukup sehingga lebih mudah menangkap informasi termasuk pengetahuan tentang pentingnya continuity of care dalam menghadapi proses persalinan. Sehingga diharapkan kondisi ibu menjadi lebih baik. Sesuai dengan pendapat Rahmawati . menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin mudah dia menyerap informasi yang Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Continuity Of CareA. Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Paritas Pekerjaan Jumlah Persentase Primipara Multipara Total Berdasarkan data dari tabel 4 bahwa sebagian besar respoden merupakan kehamilan primipara dengan jumlah 12 responden . %) dan sebagian kecil merupakan kehamilan multipara berjumah 6 responden . %). Pengalaman ibu bersalin dapat mempengaruhi kebutuhan ibu akan pendampingan saat melahirkan. Hal ini sesuai dengan teori Richard dan Diane . bahwa keadaan psikologis ibu akan mempengaruhi proses persalinan sehingga dibutuhkan dukungan dari seorang suami, keluarga dan tenaga kesehatan minimal berupa sentuhan dan kata-kata pujian yang dapat membuat nyaman, memberi penguatan, meningkatkan keharmonisan keluarga, dan pendampingan selama kehamilan. Selanjutnya adalah hasil penelitian dari data khusus Tabel 5. Responden Yang Diberikan Continuity of Care Jenis Persalinan Dilakukan Continuity of Care Total Jumlah Persentasi Tabel 5 menunjukkan bahwa seluruh responden mendapatkan Continuity of Care berjumlah 18 orang . %). Tabel 6. Jenis Persalinan Responden Yang Diberikan Continuity of Care Jenis Persalinan Jumlah Persentase Normal Sectio Caesarea Total Tabel 6 menunjukkan bahwa sebagian besar jenis persalinan normal berjumlah 17 responden . %) dan sebagian kecil merupakan persalinan Sectio Caesarea berjumah 1 responden . %). Tabel 7. Pengaruh Continuity of Care Terhadap Jenis Persalinan Jenis Persalinan Normal Sectio Caesarrea Total Dilakukan Continuity of Care Berdasarkan tabel 7 dapat dilihat bahwa sebagian besar jenis persalinan yang Dilakukan Continuity of Care jenis persalinannya adalah normal berjumlah 17 responden . %) dan sebagian kecil merupakan persalinan Sectio Caesarea berjumah 1 responden . %) dengan nilai p value 0. 03, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian intervensi Continuity of Care terhadap persalinan normal. Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Continuity Of CareA. KESIMPULAN Dengan dilakukannya continuity of care sejak masa kehamilan didapatkan hasil bahwa perlakuan tersebut berhasil menurunkan angka kejadian sectio caesarea di Kabupaten Malang. Hal ini terbukti bahwa sebanyak 18 responden . %) mendapakatkan perlakuan continuity of Sebanyak 17 responden . %) bersalin dengan normal pervaginam dan 1 responden . %) bersalin dengan sectio caesarea. Dengan demikian continuity of care yang dilakukan sejak masa kehamilan hingga keluarga berencana selain dapat menurunkan angka kejadian sectio caesarea tapi juga dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayinya. DAFTAR PUSTAKA