Volume 2 Nomor 2 . Desember GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN E-ISSN: 2964-7010 Penyuluhan tentang Asi Eksklusif dengan Penerapan Model Coparenting Asah Asih Asuh Tahun 2023 Counseling on Exclusive Breastfeeding with The Application of The Asah Asih Asuh Coparenting Model in 2023 Gusti Ayu Martha Winingsih1 Nyoman Hadiyani2 Department of Midwifery. Poltekkes Kartini Bali. Indonesia Department of Midwifery Poltekkes Kartini Bali. Indonesia Jl. Piranha No 2 Pegok Sesetan Denpasar ,Bali. Indonesia Corresponding author: Martha Winingsih Email: winingsihmartha@gmail. ABSTRAK Beberapa kota/kabupaten di provinsi Bali belum mencapai target dalam pemberian ASI Eksklusif yaitu Kabupaten Jembrana . ,6%), dan Kota Denpasar . ,6%). Salah satu solusi untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif adalah dengan penyuluhan atau pendekatan atau dengan istilah coparenting yaitu kerjasama antara ibu dan keluarga lainnya dengan memberikan support atau dukungan kepada Tujuan dari penelitian adalah untuk memberikan penyuluhan kepada ibu mengenai mode coparenting Asah Asih dan Asuh yang dapat meningkatkan pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini menggunakan cross sectional dan telah dilakukan pada bulan September Ae November 2023 di PMB Bdn. Luh Ayu Koriawati. Tr. Keb dengan jumlah sample 30 responden. Analisis Data menggunakan independent sample T-Test untuk perbedaan gambaran pengetahuan terhadap ASI Eksklusif dan Model Coparenting sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Hasil uji menunjukan bahwa terdapat peningkatan nilai skor pengetahuan, pre test yaitu 73,33 dibandingkan dengan, post test yaitu 80,67. dengan P value = 0,022 . ebih kecil dari 0,. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan model coparenting berbasis kebudayaan Bali dapat menjadi program untuk meningkatkan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan pendampingan keluarga . Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat. Model Coparenting. ASI Eksklusif. Pengetahuan. Artikel Riset ABSTRACT Several cities/districts in the province of Bali have not reached the target for providing exclusive breastfeeding, namely Jembrana Regency . 6%), and Denpasar City . 6%). One solution to increase exclusive breastfeeding is through counseling or an approach or the term coparenting, namely cooperation between the mother and other families by providing support to the mother. The aim of the research is to provide education to mothers regarding the Asah Asih and Asuh coparenting mode which can increase exclusive breastfeeding. This research used cross sectional research and was conducted in September Ae November 2023 at PMB Bdn. Luh Ayu Koriawati. Tr. Keb with a sample size of 30 Data analysis used an independent sample T-Test to show differences in knowledge regarding Exclusive Breastfeeding and the Coparenting Model before and after being given counseling. The test results show that there is an increase in the pre-test knowledge score, namely 73. 33 compared Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ to the post-test, namely 80. with P value = 0. maller than 0. Based on the research results, it is hoped that the Balinese culture-based coparenting model can become a program to increase exclusive breastfeeding behavior with family . Keyword : Public Services. Coparenting Model. Exclusive Breastfeeding. Knowledge. Research PENDAHULUANA ASI merupakan nutrisi yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan memberikan beberapa manfaat tambahan jangka panjang dalam hal pencegahan berbagai penyakit bagi ibu dan bayi (AbbassDick and Dennis, 2. Berdasarkan data UNICEF, banyak negara di dunia telah mengalami kemajuan dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan selama 15 tahun terakhir. Di tingkat global, prevalensi ASI Ekslusif meningkat hanya sekitar 7%, dan menemukan hanya 49,8% yang memberikan ASI secara ekslusif selama 6 bulan sesuai rekomendasi WHO (Yohmi et , 2. , sedangkan berdasarkan hasil Riskesdas 2018, proporsi pola pemberian ASI pada bayi umur 0-6 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% ASI Ekslusif, 9,3% ASI parsial dan 3,3% ASI predominan. Pemberian ASI formula masih sangat tinggi sebesar 8% (Pusdatin kementerian kesehatan RI. Di Provinsi Bali, cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar pada tahun 2020 sebesar 76,4%, tahun 2021 yaitu 70,9% dan pada tahun 2022 terjadi peningkatan menjadi 80,86% sudah diatas target nasional yaittu 67,96%. sudah mencapai target. Namun beberapa kota/kabupaten belum mencapai target yaitu Kabupaten Jembrana . ,37%), dan Kota Denpasar . ,45%). Kabupaten dengan capaian tertinggi yaitu Kabupaten Bangli sebesar . ,51%) dan Kabupaten Badung . ,79%) (Dinkes Provinsi Bali. Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang langsung misalnya perilaku menyusui, psikologis ibu, fisiologis ibu, ataupun yang tidak langsung misalnya, sosial kultural dan bayi, yang akan berpengaruh terhadap psikologis ibu (Saraung. Rompas and Bataha, 2. Faktor mental dan psikologis ibu menyusui sangat besar pengaruhnya terhadap proses menyusui dan kelancaran produksi ASI. Perasaan stress, tertekan, dan tidak nyaman yang dialami oleh seorang ibu dapat menghambat jumlah ASI yang keluar (Roostaee et al. , 2. Selain itu, faktor budaya juga berpengaruh terhadap pemberian ASI karena masih terikat dengan mitos dan kepercayaan nenek moyang (Hervilia. , 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 4 . october 2021 dengan metode wawancara terhadap 10 pasang ibu hamil dan suami yang asli bali didapatkan sebanyak tujuh orang . %) ibu hamil mengatakan tidak selalu didampingi oleh suaminya oleh karena kesibukan suami mengikuti kegiatan upacara keagamaan . , tidak ada perhatian khusus yang diberikan kepada istrinya terlebih jenis kelamin anak tidak sesuai dengan yang diharapkan, namun suami tetap bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan istri dan Salah satu solusi untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif adalah dengan penyuluhan atau pendekatan atau dengan istilah coparenting yaitu kerjasama antara ibu dan keluarga lainnya dengan memberikan support atau dukungan kepada ibu. Coparenting adalah istilah konsep kerjasama tim dimana ibu dan ayah bekerjasama untuk kesehatan dan pengaruhan terbaik untuk anak mereka. Model pengasuhan coparenting dengan melibatkan peran dan dukungan ayah diperkirakan dapat mencegah stress pada ibu pasca melahirkan Para ayah tentunya merupakan peran yang unik dalam tindakan mempengaruhi, mendukung ibu dalam masa METODE Penelitian ini menggunakan cross sectional dan telah dilakukan pada bulan SeptemberAeNovember 2023 di PMB Bdn. Luh Ayu Koriawati. Tr. Keb. Jumlah sample yang akan diberikan penyuluhan sebanyak 30 pasang suami dan istri yang telah Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ melahirkan. Responden akan diberikan penyuluhan dengan menggunakan media Analisis Data independent sample T-Test untuk perbedaan gambaran pengetahuan terhadap ASI Eksklusif dan Model Coparenting sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum responden diberikan pre test untuk untuk mengetahui Keberhasilan ASI dna model coparenting yang digunakan. Kuesioner yang digunakan telah melewati tahap uji validasi dan reabilitas. Setelah diberikan penyuluhan, dilakukan kembali posttest dengan kuesioner yang sama pada pretest untuk mengukur keberhasilan perlakukan yang diberikan. Berikut hasilnya: Distribusi responden berdasarkan Variabel Umur ibu Berisiko Tidak Berisiko 5 16,7 25 83,3 Total Status Pekerjaan Istri Tidak Bekerja Bekerja 13 43,3 17 56,7 Total Status Pekerjaan Suami Tidak Bekerja Bekerja 4 13,3 26 86,7 Status Hamil diinginkan oleh ibu diinginkan oleh ibu & suami 25 83. Total Adapun rerata pengetahuan ibu dan hasil uji bivariate sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan disajikan dalam table berikut ini : Hasil Uji Independent sample t-test Pre-Test 33 A 13. Post-Test 67 A 10. p-value Sumber : Data Primer, 2022 Tabel diatas menunjukan bahwa terdapat peningkatan nilai skor pengetahuan ,pre test yaitu 73,33 dibandingkan dengan, post test yaitu 80,67. Hasil uji statistic menggunakan juga menunjukan bahwa ada perbedaan yg bermakna antara pretest dan post test ( P= 0,022 lebih kecil dari 0,. Co-parenting berbasis kebudayaan bali yang menjabarkan implementasi Asah Asih. Asuh sebagai kebudayaan Bali yang dekat dengan keluarga dan bisa sebagai dasar penerapan model coparenting. Coparenting ini juga didukung oleh keluarga dan tenaga kesehatan sehingga akan berpengaruh terhadap sikap, pengetahuan dan tindakan orang tua terutama ibu. Model Coparenting ini dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan yang mampu menurunkan kejadian postpartum pada ibu dan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif Pada tahap responden diberikan bekal Komunikasi. Informasi dan Edukasi (KIE) berupa poster mengenai pemberian ASI eksklusfi dan model coparenting. Poster tersebut menjadi bekal dini bagi ibu dan suami untuk meningkatkan pengetahuan mengenai ASI eksklusif kepada bayinya dan model parenting yang dapat diterapkan dalam mengasuh si kecil. Salah satu model coparenting yaitu Asah. Asih. Asuh merupakan implementasi dalam membina harmonisasi sebuah keluarga secara lahir dan batin agar menjadi Rumah Tangga yang rukun. Asah (Mendidi. pembelajaran, koreksi, saran dan masukan. Kebudayaan asah di Bali memiliki makna pengertian antara pasangan suami dan istri untuk saling belajar dan saling membantu dalam mengasuh anak. Copyright @2023 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ Asih (Mencinta. dimaksudkan saling mengasihi, menyayangi, mencintai dan menghormati antara suami dan istri, utamanya dalam mengasuh anak. Dukungan dan pendekatan secara emosional mampu sepemikiran dan sehati dalam keluarga. Sedangkan Asuh (Membin. yaitu saling memelihara, memperhatikan, saling menjaga dan saling bantu-membantu. Asah. Asih. Asuh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Menurut penelitian yang dikutip oleh Abbass-Dick and Dennis . dalam jurnalnya menyebutkan bahwa menunjukkan bahwa peran ayah sangat penting dalam meningkatkan keberhasilan menyusui. Ayah dalam posisi yang ideal untuk membantu ibu Pada masyarakat Bali peran kedua orang tua sangat mempengaruhi karakteristik anak (Kusuma Negara. Rismawan and Astawa, 2. , namun dengan kentalnya budaya bali yaitu banyaknya upacara-upacara keagamaan menyebabkan kurangnya figure ayah untuk mendampingi istrinya selama masa kehamilan sampai masa laktasi, dimana pada masa ini istri sangat membutuhkan dukungan dan pendampingan dari suami dalam merawat bayinya sejak dalam kandungan, sehingga kebutuhan bayi dapat terpenuhi dengan baik, selain itu dapat ketidakmapuan untuk merawat bayinya sendiri (Subratha and Kartiningsih, 2. Keberhasilan peningkatan pengetahuan ibu dalam penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Iliadou et al. yang menyebutkan bahwa pasca perlakukan , wanita dalam kelompok perlakukan memiliki pengetahuan yang lebih besar dibanding kelompok kontrol . ,6% berbanding 13,1%, p-value <0,. Hasil penelitian pada kelompok kontrol menunjukkan juga adanya perubahan pengetahuan yang signifikan namun tidak sekuat nilai makna signifikan pada kelompok perlakuan. Peningkatan pengetahuan pada kelompok kontrol bisa saja didapatkan dari adanya paparan media yang SIMPULAN DAN SARAN Setelah diberikan penyuluhan terdapat peningkatkan pengetahuan pasangan tentang pengasuhan model coparenting yang bisa dilakukan bersama suami serta pemberian ASI Ekslusif sebesar 9%. Berdasarkan diharapkan model coparenting berbasis kebudayaan Bali dapat menjadi program untuk meningkatkan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan pendampingan keluarga . UCAPAN TERIMAKASIH