DARMA CENDEKIA e-ISSN 2963-167X Vol. No. Desember 2025, hlm. http://w. com/index. php/darmacendekia/index DOI: https://doi. org/10. 60012/dc. PELATIHAN PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QURAoAN MELALUI IRAMA DI PESANTREN TAHFIDZ AR-RAHMANI CIPUTAT AsAoad. Fatimah. Irfan Ananto. Nana Suyana Universitas Indraprasta PGRI1,2,3 yayasanarrahmani@gmail. com1*, fatimahifat4@gmail. com2, irfan. ananto@gmail. suyanamandiri@gmail. Kata Kunci: Pelatihan. Pembelajaran. Al-QurAoan. Irama Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pembelajaran membaca Al-QurAoan melalui irama di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat Tangerang Selatan bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan para santri belajar membaca Al-QurAoan dengan irama . Hampir semua santri di lembaga tersebut mampu membaca AlQurAoan dengan baik, benar, dan lancar, tetapi membacanya standar dan tanpa berirama . Target khusus yang ingin dicapai adalah santri terampil membaca Al-QurAoan dengan irama, khususnya irama jiharkah. Adapun peserta pelatihan pembelajaran membaca Al-QurAoan melalui irama adalah santrisantri pesantren tahfidz Ar-Rahmani dan metode yang digunakan adalah pelatihan dengan 70 persen praktik dan 30 persen teori. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah artikel yang nantinya akan diberikan kembali kepada peserta Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan kegiatan ini, tim PKM akan memberikan angket kepada peserta pelatihan dengan tujuan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Keyword: Training. Learning. AlQur'an. Rhythm Abstract: The community service activity in the form of training in reading the Qur'an through rhythm at the Ar-Rahmani Ciputat Islamic Boarding School in South Tangerang aims to provide knowledge and skills to students in learning to read the Qur'an with rhythm . Almost all students at the institution are able to read the Qur'an well, correctly, and fluently, but they read it in a standard manner without rhythm . The specific target is for students to be skilled in reading the Qur'an with rhythm, especially the jiharkah rhythm. The participants of the training in learning to read the Qur'an through rhythm are students of the Ar-Rahmani Tahfidz Islamic boarding school, and the method used is training with 70 percent practice and 30 percent theory. The output of this activity is an article that will be given back to the training participants. To measure the knowledge and skills gained from this activity, the PKM team will give a questionnaire to the training participants with the aim of measuring their knowledge and skills before and after the Diserahkan: 11-11-2025 Direvisi: 30-12-2025 Diterima: 30-12-2025 Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Asad. Fatimah. Irfan Ananto. Nana Suyana Pelatihan Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Melalui Irama di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat PENDAHULUAN Al-QurAoan adalah kitab suci bagi umat Islam dan merupakan wahyu dari Allah Swt. disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril as, diawali surat AlFatihah, diakhiri surat An-Nas dan membacanya bernilai ibadah. Sebagai pembawa wahyu dari Allah Swt. Nabi Muhammad saw. diberi tugas untuk menyampaikan pesanpesan Al-QurAoan kepada segenap manusia. Pesan-pesan wahyu tersebut merupakan pokok-pokok ajaran tentang keyakinan . , ibadah, muAoamalah, ahlak, hukum, sejarah, hikmah, ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi umat Islam. Al-QurAoan merupakan petunjuk . untuk menuntun umat manusia menuju jalan yang benar. Al-QurAoan juga berfungsi sebagai pemberi penjelasan . terhadap segala sesuatu dan pembeda . antara kebenaran dan kebatilan. Keindahan bahasa, kedalaman makna, keluhuran nilai, dan keragaman tema di dalam AlQurAoan membuat pesan-pesan yang terkandung di dalamnya tidak akan pernah kering untuk terus diperdalam, dikaji, diteliti, dan dimaknai lebih mendalam. Oleh karena itu, upaya menghadirkan pesan-pesan Al-QurAoan merupakan proses yang tidak pernah berakhir selama manusia hidup di muka bumi ini. Ditinjau secara harfiyah. Al-QurAoan berarti bacaan sempurna. Surat Al-AoAlaq yang pertama kali turun juga perintah tentang membaca. Tiada bacaan semacam Al QurAoan yang dibaca oleh ratusan juta bahkan milyaran orang. Bahkan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja dan anak-anak. Tiada bacaan seperti Al-QurAoan yang diatur tatacara membacanya, mana yang dipendekkan, dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, di mana tempat yang terlarang atau boleh berhenti, atau harus memulai dan berhenti . bdaAo dan wafo. , bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai pada etika membacanya (Shihab, 2007:. Sejarah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan bacaan al QurAoan kepada para sahabatnya. Pada mulanya bacaan yang diajarkan adalah bacaan yang sesuai dengan dialek kabilah Quraisy. Namun setelah beberapa waktu lamanya. Nabi membacakannya kepada para sahabatnya dengan bacaan-bacaan dalam versi lain yang sesuai dengan dialek dari kabilah lain seperti dialek dari kabilah Tamim. SaAod. Hawazin, dan lain sebagainya, agar mereka bisa memilih sendiri mana bacaan yang paling mudah bagi mereka. Kemudian Nabi Muhammad SAW mengambil beberapa sahabatnya yang senior untuk bisa menggantikan beliau dalam pengajaran bacaan Al QurAoan kepada sahabat yang lebih yunior, mengingat jumlah kaum muslimin bertambah banyak. Di antara sahabat-sahabat pilihan tersebut mereka adalah Abu Bakar ra. Umar bin Khattab ra. Usman bin Affan ra. Ali bin Abi Talib ra. Ubay bin KaAoab. Abdullah bin MasAoud, dan lain-lainnya (Departemen Agama RI, 2008: xxi. Begitu pentingnya bagi setiap muslim agar dapat membaca Al-QurAoan sebagaimana yang dijelaskan di atas, maka ada beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2013 membuat program gerakan maghrib mengaji (Gelor. Gerakan ini di latarbelakangi oleh sedikitinya anak- anak yang mengaji Al-QurAoan. Program gerakan maghrib mengaji adalah sebuah program untuk membudayakan membaca Al-QurAoan setelah shalat Maghrib. Mengaji merupakan kegiatan ibadah umat Islam sebagai bentuk keimanan bagi pemelukNya kepada Allah SWT (Hammiyah, 2014:. Program gerakan maghrib mengaji merupakan pendidikan non formal dalam bidang keagamaan. Pendidikan non formal merupakan bentuk kegiatan pendidikan yang terorganisasi atau setengah terorganisasi Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Asad. Fatimah. Irfan Ananto. Nana Suyana Pelatihan Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Melalui Irama di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat yang berlangsung di luar sistem persekolahan yang ditujukan untuk melayani sejumlah besar kebutuhan belajar dari berbagai kelompok penduduk (Mujab, 2011:. Membaca Al-QurAoan melalui irama . merupakan perintah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman: eAaOee aeeaEaO aNee aO a ae' aeCa aIeeaaOEA Artinya: Atau tambahlah dari itu, dan bacalah Al-QurAoan itu dengan tartil . ndah, baik dan bena. (Q. Al-Muzzammil, 73:. Nabi Muhammad SAW bersabda: eAaOe a'IaOeCa aIe a aOaEaIA Artinya: Hiasilah Al-QurAoan . acalah Al-QurAoan dengan inda. dengan suaramu (HR. Abu Daud. NasaAoi. Ibnu Majah dan Imam Ahma. Dalam penjelasan lain, tidak memperindah membaca Al-QurAoan merupakan bukan golongan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabdanya: eAEaO ae e aIIac e aIIe eEaIe e aOaa acIe e aECa aIA Artinya: Siapa yang tidak memperindah suaranya membaca Al-Qur`An, maka bukan termasuk golongan kami. (H. R Abu Dau. Dalam h a d i s yang lain dijelaskan bahwa keutamaan orang yang mahir membaca AlQurAoan dan terbata-bata membacanya, maka akan mendapatkan kebaikan-kebaikan yang banyak. Nabi Muhammad SAW bersabda: e eacaIaeCaaOaaee aIeeaaOee aO aI a acIeae aIeeaaOeaa aOee aIaOeaIeeaaOeea aOIaaeeCa ae aIeeaaOee e aacaIaeeaa eO e a aOIaae e aIe eCaeae aIe e a a aeae aIe eaOAaO e aIe e a ae e aIA eAaNaIe e aIe e aa aeaeCaEaeeCa aEA eAAEacOeacEEacaaee aEaO aNee aO aEac aIe aI aN aee aECa aeIe aI aeacAa aae aE a aIe a a aaee aOEacaOe aOC aeCaI aaeO aOa aeeAaO aNee aON aaOee aEaO aNeeaCeaNaea a aIA a eacaea aO aeacEEA Artinya: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Muhammad bin Ubaid AlGhubari semuanya dari Abu AoAwanah ibnu Ubaid berkata, telah menceritakan kepada kami Abu AoAwanah dari Qatadah dari Zurarah bin Aufa dari Sa'd bin Hisyam dari AoAisyah ia berkata. Rasulullah SAW bersabda: Orang mukmin yang mahir membaca Al-Qur`an, maka kedudukannya di akhirat di temani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al QurAoan dengan gagap, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua (HR. Bukhari, no. 4937 dan Muslim, no. Dari penjelasan ayat-ayat Al-QurAoan dan hadis-hadis di atas dapat disimpulkan bahwa dianjurkan . memperbagus suara dalam membaca Al-QurAoan karena hal itu membuat Al-QurAoan enak untuk didengar dan masuk ke dalam hati para Membaca Al-QurAoan dengan suara yang merdu dapat memberikan kesan kepada pendengarnya semakin indah, enak didengar, dan menakjubkan terutama bagi para penikmatnya. Memperbagus bacaan Al-QurAoan memiliki pengaruh yaitu hati semakin lembut, air mata mudah untuk menetes, anggota badan menjadi khusyuAo dan hati menyatu untuk menyimak (Salim, 2008:. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Asad. Fatimah. Irfan Ananto. Nana Suyana Pelatihan Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Melalui Irama di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat Memperindah bacaan Al-QurAoan disebut dengan istilah tahsinul Quran, yaitu membaca Al-QurAoan dengan cara yang baik dan benar serta dengan suara yang indah, yaitu memperindah dan memperbaiki bacaan Al-QurAoan secara benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Bahkan siapa yang tidak memperindah suaranya dengan Al-QurAoan . aat membacany. maka ia bukan termasuk orang yang menapaki petunjuk dan jalan Nabi Muhammad SAW (Zen dan Mustafid, 2006:. Para praktisi pendidikan Al-QurAoan dengan serius dan gigih merumuskan metodemetode belajar membaca Al-QurAoan seperti, metode Qiroati yang disusun oleh K. Dachlan Salim Zarkasyi, tahun 1963 terdiri 10 jilid, metode IqroAo yang disusun oleh K. AsAoad Humam, tahun 1988 terdiri 6 jilid, metode YanbuAoa yang disusun oleh Pesantren Tahfidz YanbuAoul QurAoan, tahun 2004 terdiri 6 jilid buku pedoman, metode Tartil yang disusun oleh Ustadz Syamsul Arifin Al-hafidz, tahun 2000 terdiri 4 jilid. Metode An Nahdliyah yang secara khusus disusun oleh K. Munawir Kholid dan rekan-rekannya, metode Wafa yang diinisiasi oleh Yayasan SyafaAoatul QurAoan Indonesia (YAQIN), metode Al-Barqy yang disusun K. H Muhadjir Sulthon, dosen dari Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1965 dan yang lainnya. Usaha tersebut dijalankan tujuan besarnya adalah agar setiap muslim mampu membaca kitab suci Al-QurAoan dengan baik dan benar. Hasil survei Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Institut Ilmu Al-QurAoan (IIQ) Jakarta melalui program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tahun akademik 2021/2022 sebagaimana yang disampaikan oleh Rektor IIQ Jakarta Nadjmatul Faizah bahwa riset mengangkat tema AoPeran Perempuan dalam Pemberantasan Buta Aksara Al-QurAoan dan Pemberdayaan MasyarakatAo dilakukan secara nasional di 25 provinsi. Jumlah responden 3. 111 muslim, terdapat 72,25 persen terkategori belum mampu membaca Al-QurAoan dengan baik (Kanal IIQ Jakarta, 2. Dari masalah-masalah yang sangat mendasar sebagaimana dijelaskan di atas, maka diperlukan dirancang metode pembelajaran membaca Al-QurAoan yang ringkas, memiliki karakteristik atau ciri khas dan unik dalam pembelajarannya, di antaranya adalah metode pembelajaran membaca Al-QurAoan melalui irama. Metode pembelajaran membaca Al-QurAoan melalui irama merupakan pengayaan sekaligus pengembangan . motode-motede yang ada sebelumnya. Melalui metode ini, pembelajaran belajar membaca Al-QurAoan lebih mudah, menyenangkan, tidak membosankan apalagi Belajar membaca Al-QurAoan melalui irama juga lebih berkesan dan mudah membekas dalam hati dan ingatan. Variasi irama atau lagu membuat pembelajar merindukan bacaan yang indah dan tertarik untuk mendalami materi-materi pada pertemuan selanjutnya. Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat Tangerang Selatan adalah bagian lembaga yang bertanggung jawab dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan. Bahkan Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani adalah pusat pembelajaran membaca Al-QurAoan dari tingkat dasar, tahsin dan tahfidz. Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani memiliki peran penting dalam membentuk generasi-genarasi qurAoani bagi peserta didiknya. Untuk itu perlu kiranya dikembangkan pembelajaran membaca Al-QurAoan yang mudah, menarik dan menyenangkan agar para santri terdorong untuk giat mempelajari Al-QurAoan khususnya bacaan Al-QurAoan dengan irama . Tim PKM tertarik memberikan pelatihan pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan irama Jiharkah di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani dengan alasan sebagai berikut . irama Jiharkah mudah dipejari, . dalam melafadzkan irama Jiharkah lembut dan Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Asad. Fatimah. Irfan Ananto. Nana Suyana Pelatihan Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Melalui Irama di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat menyenangkan, . ekpresif yaitu kaya nuansa dan emosi, . irama Jiharkan merupakan irama yang disenangi oleh Nabi Muhammad SAW dan sangat mudah untuk dipraktikkan bagi tingkatan suara baik orang yang memiliki suara rendah, sedang, dan tinggi. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mendatangi lokasi kegiatan yaitu Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat Tangerang Selatan. Selanjutnya tim PKM memberikan pelatihan materi pembelajaran membaca Al-QurAoan melalui irama agar para santri terampil membaca Al-QurAoan dengan irama Jiharkah. Adapun peserta pelatihan adalah para santri Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani dan metode yang digunakan adalah pelatihan dengan 70 persen praktik dan 30 persen teori. Diharapkan peserta dapat aktif berlatih dan terampil membaca Al-QurAoan dengan irama Jiharkah. Gambar 1 Tim PKM Pelatihan Membaca Al-QurAoan Melalui Irama Jiharkah HASIL Dengan mengamati, melihat, mendengar, dan merasakan, temuan yang didapatkan oleh Tim Abdimas selama kegiatan pelatihan berlangsung sebagai berikut: Peserta pelatihan yang diikuti 35 santriwan dan santriwati Pesantren Tahfidz ArRahmani yang beralamat di Jl. Al-Ihsan RT 02/07 Kp. Sawah Kelurahan Sawah Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan yang bertempat di aula lembaga tersebut, secara umum para santriwan dan santriwati belum memahami terori dengan baik irama . dalam membaca Al-QurAoan diantaranya adalah irama Jiharkah. Bacaan Al-QurAoan para santri menggunakan irama standar yang belum mengarah secara sempurna kepada irama Jiharkan, hanya mirip-mirip saja dan belum sesuai dengan kaidah teori irama . Ada tiga santri dari jumlah tiga puluh lima peserta pelatihan yang memahami dengan baik terori irama . jiharkah dalam membaca Al-QurAoan, namun pada praktiknya mereka belum dapat membawakan irama tersebut secara sempurna. Faktor-foktor dari permasalahan tersebut adalah dikarenakan kurangnya bimbingan Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Asad. Fatimah. Irfan Ananto. Nana Suyana Pelatihan Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Melalui Irama di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat secara intens oleh ahli irma . di lembaga tersebut, sehingga para santri kurang terampil dalam melafalkan irama Jiharkah tersebut. Latihan-latihan irama . jiharkah perlu ditingkatkan. Semakin sering berlatih semakin baik penguasaan dan keterampilan dalam mempraktikkan irama . Jiharkah. Disamping kurangnya latihan, waktu untuk mempelajari irama Al-QurAoan dalam hal ini irama Jiharkah juga terbatas, mengingat program pembelajaran di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani lebih fokus kepada tahfidz atau hafalan Al-QurAoan 30 juz secara mutqin . sehingga pembelajaran membaca Al-QurAoan di lembaga tersebut waktunya sangat terbatas dan para santri juga bersekolah formal dari jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MT. , dan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (SMA/MA). PEMBAHASAN Setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan pembelajaran membaca Al-QurAoan melalui irama . khsususnya irama Jiharkah di mitra Abdimas, hasil setelah kegiatan pelatihan, tim PKM mengelompokkan santriwan dan santriwati peserta pelatihan tersebut sebagai Bagi santriwan dan santriwati yang belum memahami secara menyeluruh irma . khusunya irama Jiharkan dalam membaca Al-QurAoan, mereka merasakan bahwa pelatihan pembelajaran membaca Al-QurAoan melalui irama . Jiharkah adalah hal baru yang mereka ketahui dan mereka sangat tertarik untuk mempelajari lebih lanjut ilmu tersebut, mengingat membaca Al-QurAoan dengan irama tentu lebih berkesan dan merupakan anjuran dari Nabi Muhammad SWA sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud. NasaAoi. Ibnu Majah dan Imam Ahmad, bahwa hiasilah Al-QurAoan . acalah Al-QurAoan dengan inda. dengan suaramu. Dalam kesempatan yang lain Nabi SWA bersabda Dari Al-BaraAo bin AoAzib ra, dia berkata: Aku mendengar Nabi SAW membaca Al-QurAoan pada shalat isyaAo, ketika itu beliau membaca surah At-Tiin. Aku belum pernah mendengar suara yang paling indah dari pada beliau. (HR. Bukhari, no. 7546 dan Muslim, no. Lebih lanjut Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinnya Ausiapa yang tidak memperindah suaranya membaca Al-Qur`An, maka bukan termasuk golongan kami. (H. R Abu Dau. Bagi santriwan dan santriwati yang telah memahami secara parsial tentang irama . jiharkah dalam membaca Al-QurAoan, bagi mereka pelatihan ini tentu menguatkan pengetahuan dan keterampilan mereka tentang ilmu irama . Jiharkah sekaligus mereka dapat mempraktikkan di bawah bimbingan ahli atau Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 Desember 2025 hlm. Asad. Fatimah. Irfan Ananto. Nana Suyana Pelatihan Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Melalui Irama di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat pakar pelatihan, dan mereka mendapatkan banyak masukan tentang bagaimana melafazkan irama Jiharkah dengan baik, seperti latihan pelafalan, pernafasan bacaan yang panjang, menghindari waqof yang salah, bacaan tergesa-gesa dan membantu mereka pembentukan suara dan meningkatkan kualitas suara serta menjaga kesehatan dan stamina tubuh dengan berolahraga, istirahat yang teratur, penuhi gizi yang dibutuhkan tubuh, agar kesehatan dan stamina tetap terjaga, karena dalam bersuara kita akan mengeluarkan energi yang cukup besar. Firman Allah SWT dalam Al-QurAoan Surat Al-Muzzammil . ayat ke 4 yang artinya: Auatau tambahlah dari itu, dan bacalah Al-QurAoan itu dengan tartil . ndah, baik dan bena. Ay. Dalam hadis juga dijelaskan bahwa keutamaan orang yang mahir membaca Al-QurAoan dan terbata-bata membacanya, maka akan mendapatkan kebaikan-kebaikan yang banyak. Nabi Muhammad SAW bersabda: yang artinya: Autelah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Muhammad bin Ubaid Al-Ghubari semuanya dari Abu AoAwanah ibnu Ubaid berkata, telah menceritakan kepada kami Abu AoAwanah dari Qatadah dari Zurarah bin Aufa dari Sa'd bin Hisyam dari AoAisyah ia berkata. Rasulullah SAW bersabda: Orang mukmin yang mahir membaca Al-Qur`an, maka kedudukannya di akhirat di temani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al QurAoan dengan gagap, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahalaAy. (HR. Bukhari, no. 4937 dan Muslim, no. SIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pembelajaran membaca al QurAoan melalui irama Jiharkah yang dilaksanakan aula Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat Kota Tangerang Selatan memberikan nilai positif dan keterampilan pada peserta Para santriwan dan santriwati yang mengikuti pelatihan dapat memahami materi irama . khususnya irama Jiharkah dalam membaca Al-QurAoan. Dengan memahami materi irama Jiharkah tersebut, tentu para santriwan dan santriwati dapat mempraktikkan membaca Al-QurAoan dengan irama Jharkah dan sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki dalam hal irama-irama lain dalam membaca Al-QurAoan. Dampak positif tersebut dapat dilihat saat tim PKM berkunjung kembali pasca pelatihan di Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani, mereka sangat senang dengan adanya pelatihan tersebut dan peserta pelatihan telah mempraktikkan irama Jiaharkah dalam membaca Al-QurAoan sesuai dengan tinggi dan rendah suara masingmasing. UCAPAN TERIMA KASIH Tim PKM menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Universitas Indraprasta PGRI atas dukungan dana yang diberikan melalui program PKM Hibah Unndra dengan Nomor Kontrak 01712/SP3M/LRPM/UNINDRA/VI/2025. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Indraprasta PGRI atas dukungan dan fasilitasi yang telah memungkinkan terlaksananya penelitian ini. Tim PKM juga menyampaikan terima kasih kepada mitra dalam hal ini adalah Pesantren Tahfidz Ar-Rahmani Ciputat atas terlaksananya kegiatan PKM berupa pelatihan yang dilaksanakan lembaga tersebut. DAFTAR PUSTAKA