PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Modernisasi Pendidikan Islam Dalam Pandangan Sir Muhammad Iqbal (Kajian Filsafat Progresivism. Abdul Khobir 1. Tsania Nelly Fakhrina 2. RohmatunniAomah 3. Dinda Anisa Riski 4. Lailatus Syifa Azzahro 5 Universitas Islam Negeri K. Abdurrahman Wahid Pekalongan12345 khobir@uingusdur. id, tsania. fakhrina@mhs. , rohmatunnimah@mhs. id, dinda. risqi@mhs. azzahro@mhs. Abstract: This study examines the thoughts of Sir Muhammad Iqbal regarding Islamic education in the context of progressive philosophy. Using a qualitative approach through literature study, this research identifies Iqbal's ideas on the modernization of Islamic education, integrating spiritual, intellectual, and social values. Iqbal emphasizes the importance of character development, creativity, and the balance between physical and spiritual aspects in education. He argues that education should shape the ideal individual, one who can harmonize the worldly and the spiritual. Through the principles of progressivism. Islamic education must be dynamic and responsive to the challenges of the times, prioritizing values such as love, courage, tolerance, and creative work. The findings of this study provide a new perspective on the importance of innovation in Islamic education to support the advancement of civilization. Keywords: Islamic Education. Sir Muhammad Iqbal. Progressivism. Educational Modernization. Abstrak: Penelitian ini mengkaji pemikiran Sir Muhammad Iqbal mengenai pendidikan Islam dalam konteks filsafat progresivisme. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini mengidentifikasi gagasan Iqbal mengenai modernisasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, intelektual, dan sosial. Iqbal menekankan pentingnya pengembangan karakter, kreativitas, dan keseimbangan antara aspek fisik dan spiritual dalam pendidikan. Ia berpendapat bahwa pendidikan harus membentuk individu yang ideal, yaitu manusia yang mampu mengharmoniskan dunia dan akhirat. Melalui prinsip-prinsip progresivisme, pendidikan Islam harus bersifat dinamis dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan mengutamakan nilai-nilai cinta, keberanian, toleransi, dan kerja kreatif. Temuan penelitian ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya inovasi dalam pendidikan Islam untuk mendukung kemajuan peradaban. Kata kunci: Pendidikan Islam. Sir Muhammad Iqbal. Progresivisme. Modernisasi Pendidikan. Pendahuluan Dalam beberapa tahun terakhir, sistem pendidikan di Indonesia menghadapi banyak masalah yang belum terpecahkan. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bersama Results Internasional mengidentifikasi ada tiga isu pokok pendidikan di Indonesia, yaitu kualitas pengajar, sekolah yang tidak bersahabat bagi anak, dan diskriminasi terhadap kelompok kurang beruntung1. Selama beberapa tahun terakhir, tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah penurunan karakter Thomas Lickona menyebutkan sepuluh indikasi zaman yang bisa menghancurkan bangsa. Kekerasan dan . Mencuri. Menyontek. Kurangnya penghormatan terhadap otoritas. Kebengisan antar teman sebaya. Intoleransi. Bahasa yang kasar. Kecenderungan seksual yang prematur dan 1 Umi Nur Fadhilah. AuIni 3 Isu Utama Pendidikan Di Indonesia,Ay Republika, 2017. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 . Meningkatnya egoisme dan berkurangnya tanggung jawab sosial. Perilaku yang merusak diri2. Dwi Astuti Martianto menginterpretasikan sepuluh zaman itu sebagai berikut: . Peningkatan kekerasan di kalangan siswa. penggunaan bahasa dan kata-kata yang tidak pantas. pengaruh kelompok teman yang kuat dalam tindakan kekerasan. meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol, dan seks bebas. semakin tidak jelasnya batasan baik dan buruk. turunnya semangat kerja. penggunaan bahasa yang tidak baik. semakin menurunnya rasa hormat kepada orang tua dan guru. membudayakan ketidakjujuran. munculnya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesama. Munculnya perilaku-perilaku tersebut di kalangan pelajar tidak hanya menimbulkan kecemasan, tetapi juga semakin membuat bangsa ini kehilangan jati Bangsa Indonesia dianggap sebagai salah satu bangsa Timur yang sangat menghargai nilai-nilai dan norma-norma luhur yang sangat berbeda dengan nilai dan norma dari Barat. Dunia Timur dikenal karena nilai-nilai yang kaya akan moral dan Sementara itu. Barat dikenal dengan peradaban materialistisnya. Namun, dengan kemajuan zaman, kedua peradaban ini seolah bergabung dalam satu kesatuan. Akibatnya, nilai-nilai yang mendukung pun terlihat menyusut dan bercampur. Namun, yang jelas, pihak yang memiliki kekuasaan akan memberi pengaruh yang lebih besar. Dalam konteks ini, nilai-nilai budaya Barat memengaruhi perilaku dan budaya Barat Timur, terutama bangsa Indonesia. Dunia pengrusakan diri, karena struktur yang menopang kehidupan telah runtuh. Tidak ada lagi penyangga moral, etika, spiritual, sosial, atau budaya yang mendukung struktur kehidupan. Manusia saat ini hidup di dunia realitas tanpa landasan4. Hal ini menjadi alasan bagi para pembuat kebijakan untuk mengambil tindakan guna menyelesaikan masalah Langkah pertama yang diambil oleh pemerintah adalah mengembangkan Kementerian Pendidikan Nasional . menginformasikan bahwa berdasar pada kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, hukum, etika akademik, dan prinsipprinsip HAM, telah ditemukan 80 aspek nilai karakter yang terbagi menjadi lima kategori, . nilai-nilai perilaku manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa, . nilainilai perilaku manusia terhadap dirinya sendiri, . nilai-nilai manusia dalam interaksi dengan sesama manusia, . nilainilai manusia dalam konteks lingkungan, . nilai-nilai perilaku manusia dalam konteks Disamping karakter seperti yang disebutkan di atas, juga pendidikan yang progresif dan konstruktif terhadap masalah bangsa. Progresivitas diperlukan karena seharusnya negara ini tidak boleh tertinggal dari negara lain. Namun, progresivitas tersebut harus disertai dengan keinginan untuk membangun dan memperbaiki diri di tengah kerusakan yang Dalam rujukan terhadap ide ini, penulis mengangkat pemikiran Muhammad Iqbal. Dari diungkapkannya. Iqbal dikenal sebagai tokoh rekonstruksionisme sebagaimana yang telah dilakukan oleh banyak penulis Penulis lebih tertarik untuk 2 James Arthur et al. Character Education in UK 4 Nurhadi. REALITAS DALAM DUNIA VIRTUAL, n. Schools (Jubilee Centre for Character and Virtues, 3 T Setyoso. AuBukan Arek Mbeling. Yogyakarta: Indie Book Corner,Ay 2013. 5 Heri Gunawan. Pendidikan Karakter: Konsep Dan Implementasi, vol. 1 (Cv. Alfabeta, 2. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 meneliti sisi lain dari Muhammad Iqbal, yaitu dari perspektif progresivitas yang Menurut penulis, progresivisme yang menjadi dasar dari rekonstruksionisme Muhammad Iqbal. Tulisan menjelaskan perspektif Muhammad Iqbal yang menempuh pendidikan di Eropa mengenai gagasan-gagasannya yang ingin memperbarui pendidikan Islam, yang menurutnya telah ketinggalan zaman dan tertinggal dari pendidikan Barat yang mendominasi berbagai aspek kehidupan. Muhammad Iqbal Tinjauan pustaka dilakukan untuk memberikan penulis pengetahuan tentang penelitian sebelumnya dan mendukung gagasan penulis tentang penelitian yang Kajian menghubungkan penelitian saat ini dengan penelitian sebelumnya sehingga dapat digunakan sebagai bahan referensi karena memiliki topik yang sama. Diantaranya Pertama, skripsi yang ditulis Muhammad Ilham Akil tentang AyPendidikan Islam Progresif Menurut Muhammad IqbalAy Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendidikan Islam pendidikan Islam progresif menurut Muhammad Iqbal. Penelitian . , atau penelitian kepustakaan permasalahan untuk memperoleh data dalam penelitian. Adapun Sumber data penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis-filosofis. Selain itu, metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini kelemahan pada kedua jenis pendidikan, aik yang berasal dari Barat maupun dari Islam, serta banyak ide-ide yang dia ungkapkan dalam tulisan dan puisi yang mencerminkan keprihatinannya tentang pendidikan. Selain itu, tulisan ini juga secara kritis mengkaji pemikiran Sir Muhammad Iqbal tentang pendidikan Islam, di mana penulis melakukan analisis mendalam untuk menemukan esensi dari gagasan-gagasan Sir Muhammad Iqbal mengenai pendidikan Islam. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang berarti serta memperluas pemahaman tentang pemikiran pendidikan Islam dari Sir Muhammad Iqbal. adalah analisis kualitatif. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik analisis . ontent Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemikiran Iqbal berkaitan dengan mengatasi permasalahan mendasar dalam pendidikan Indonesia dan harapannya dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual namun juga mempunyai akhlak yang baik. 6 Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Ilham Akil, keduanya meneliti pemikiran Muhammad Iqbal tentang pendidikan yang menekankan pembentukan karakter dan moral individu. Namun, perbedaannya terletak pada fokus skripsi ini lebih mendalami aspek progresivisme dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia dan tantangan yang dihadapi saat ini, sedangkan penulis lebih menekankan transformasi pendidikan Islam secara umum melalui prinsip-prinsip progresivisme Muhammad Iqbal. Kedua, karya tulis yang ditulis oleh Ridho riyanto tentang " Pembaharuan Pendidikan Islam Menurut Muhammad Iqbal" , dari Universitas Ahmad Dahlan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembaharuan pendidikan islam perspektif muhammad iqbal. Metode yang 6 Muhammad Ilham Akil. PENDIDIKAN ISLAM PROGRESIF MENURUT MUHAMMAD IQBAL. Nucl. Phys. , vol. 13, 2023. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menghimpun data informasi melalui data primer dan sekunder. Data primer diambil dari buku-buku karya Muhammad Iqbal, sedangkan data sekunder bersumber dari beberapa penelitian yang terkait kemudian dipaparkan secara kata-kata menghasilkan sebuah kesimpulan. penelitian menemukan bahwa Iqbal sangat menekankan pentingnya peran individu Islam berpegang teguh pada prinsip-prinsip alQur'an dan sunnah dalam menjalani Menciptakan manusia yang utuh melalui suatu proses pendidikan yang seimbang antara. Pengetahuan Barat modern dan Islam tradisional berpadu untuk membentuk sistem pendidikan Islam yang lebih maju. Persamaan dari penelitian Ridho riyanto yaitu keduanya membahas tentang pendidikan islam menurut muhammad iqbal sedangkan perbedaananya penelitian ridho riyanto lebih terfokus pada pemikiran muhammad iqbal terhadap pendidikan islam sedangkan penulis lebih fokus pada pendidikan islam melalui progresivisme7. Ketiga . Karya tulis yang ditulis oleh Yunita Furi Aristyasari tentang "Pendidikan Islam Progresif Muhammad Iqbal" dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan pemikiran pendidikan Muhammad Iqbal serta upaya mengkonstruk pemikiran Iqbal melalui corak pendidikan progresivisme ke dalam sistem pendidikan. Metode yang deskriptif-eksploratif. Teknik menggunakan analisis konten . nalisis is. dari sumber data berupa sumber-sumber kepustakaan yang terkait dengan pemikiran Iqbal dan filsafat pendidikan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pemikiran dan ide-ide Muhammad Iqbal menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang maju. Namun, dasar dan tujuan dari kemajuan yang diusung Iqbal berbeda dengan pendekatan kemajuan Barat. Kemajuan menurut Iqbal berakar dari iman dan bertujuan untuk menempatkan manusia sebagai wakil Tuhan. Dalam upaya memperbarui pendidikan, diperlukan pembangunan sistem pendidikan yang bertujuan untuk menghasilkan Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Yunita Furi Aristyasari keduanya meneliti pemikiran Muhammad iqbal tentang mendukung ide progresivisme dalam pendidikan, dengan tujuan untuk menghadirkan perubahan yang relevan Namun, perbedaannya terletak pada landasan artikel ini lebih fokus pada progresivisme yang digabungkan dengan Barat, sementara Muhammad Iqbal mendasarkan progresivismenya pada keimanan Islam dan konsep khalifah Allah8. Keempat. Karya tulis yang ditulis oleh Fahrurrozi dan Sayed Muhammad Ichsan berjudul "Pembaharuan Pendidikan Dalam Islam: Studi atas Pemikiran Sir Muhammad Iqbal" diterbitkan dalam EduRiligia: Jurnal Kajian Pendidikan Islam dan Keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk 7 Ridho Riyanto. AuPembaharuan Pendidikan Islam Yogyakarta. AoPendidikan Islam Progresif Muhammad Iqbal,Ao Stain. Purworejo J. Al Ghazali J. Kaji. Pendidik. Islam Dan Stud. Islam. Pp. 32Ae50, 2019. Hammad Iqbal,Ay STAINU Purworejo: Jurnal Al Ghazali Jurnal Kajian Pendidikan Islam Dan Studi Islam, 2019, 32Ae Menurut Muhammad Iqbal,Ay TaAodibuna: Jurnal Pendidikan Islam 11, no. : 557, https://doi. org/10. 32832/tadibuna. 8 Yunita Furi Aristyasari and Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. AuPendidikan Islam Progresif Mu. Aristyasari and U. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 progresivisme dalam pemikiran pendidikan Muhammad Iqbal mengkonstruksi pemikiran Iqbal melalui corak pendidikan progresivisme ke dalam sistem pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten . nalisis is. dari sumber data berupa sumber-sumber kepustakaan yang terkait dengan pemikiran Iqbal dan filsafat Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran dan ide-ide Muhammad Iqbal mencerminkan sosok yang progresif. Namun, dasar dan tujuan dari progresivisme Iqbal berbeda dengan pendekatan Barat. Menurut Iqbal, kemajuan berakar dari keimanan Islam dan bertujuan untuk menempatkan manusia sebagai khalifah Allah. Dalam upaya pembaruan pendidikan, diperlukan sistem yang mampu menghasilkan manusia sempurna dengan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Persamaan "Transformasi Pendidikan Islam dalam Pandangan Sir Muhammad Iqbal" dan "Pembaharuan Pendidikan Dalam Islam: Studi atas Pemikiran Sir Muhammad Iqbal" sama-sama berupaya menggali pemikiran Muhammad Iqbal mengenai pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan modernitas. Kedua artikel ini juga menyoroti gagasan Iqbal tentang perlunya integrasi nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu menciptakan sistem pendidikan Islam yang lebih dinamis dan responsif terhadap perubahan zaman. Perbedaannya, artikel "Transformasi Pendidikan Islam dalam Pandangan Sir Muhammad Iqbal" lebih menekankan bagaimana gagasan Iqbal dapat mengubah paradigma pendidikan Islam melalui analisis transformasi dan dampaknya terhadap perubahan sosial. Sedangkan artikel "Pembaharuan Pendidikan Dalam Islam: Studi atas Pemikiran Sir Muhammad Iqbal" lebih fokus pada progresivisme dalam pendidikan dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan perpaduan antara intelektualisme Barat dan intuisi Timur dalam kerangka pemikiran Iqbal9. Rumusan Masalah Bagaimana Pembaharuan Pendidikan Islam Dalam Pandangan Sir Muhammad Iqbal (Kajian Filsafat Progresivism. ? Tujuan Penelitian Mengetahui dan mendeskripsikan Pembaharuan Pendidikan Islam Dalam Pandangan Sir Muhammad Iqbal (Kajian Filsafat Progresivism. Metode Penelitian Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, yang mencakup berdiskusi, dan mengumpulkan literatur, baik yang baru maupun yang bersifat Dalam penelitian ini, analisis isi deskriptif digunakan untuk mengkaji konten objek dengan memanfaatkan sumbersumber yang relevan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi, yang merupakan metode untuk menarik kesimpulan yang akurat dari suatu data berdasarkan konteksnya. Setelah semua data terkumpul, penulis akan menganalisis informasi untuk mencapai kesimpulan. Dalam hal ini, peneliti menerapkan strategi melakukan analisis teks guna mendapatkan temuan yang akurat dan tepat. Untuk 9 Fahrurrozi Fahrurrozi and Sayed Muhammad Pendidikan Islam,Ay EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Dan Keagamaan 8, no. 56Ae65, https://doi. org/10. 47006/er. Ichsan. AuPembaharuan Pendidikan Islam: Studi Atas Pemikiran Sir. Muhammad Iqbal Tinjauan Filsafat PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 tradisional kedua orang tersebut dapat ditarik dengan cara ini. Pembahasan dan Hasil Penelitian Pendidikan Islam dalam Perspektif Sir Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal dilahirkan di Punjab pada tahun 1873. Ia datang dari latar belakang keluarga Muslim yang religius. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan berbagai bakat, bahkan ada yang berpendapat bahwa Muhammad Iqbal keistimewaan sejak berada dalam rahim Pendidikan Islam menurut Sir Muhammad Iqbal memiliki arti yang luas, seperti yang dijelaskan dalam karyanya yang berjudul The Reconstruction of Religious Thought in Islam, di mana ia menyatakan bahwa pendidikan Islam berfungsi sebagai untuk mengembangkan potensi spiritual, intelektual, dan sosial individu dalam mencapai tujuan yang tinggi 11. Dalam konteks ini, sangat jelas bahwa pendidikan Islam tidak terbatas pada satu aspek saja, seperti ibadah semata, tetapi juga selalu menekankan pada pengembangan karakter dan kepribadian yang kokoh. Widyastini pemikiran pendidikan Muhammad Iqbal terbagi menjadi dua kategori, yaitu pendidikan karakter dan pendidikan kreativitas, yang keduanya menjadi fokus utama pendidikan dalam sudut pandang Muhammad Iqbal. Pendidikan karakter adalah aspek dari pengertian pendidikan yang membahas tentang sifat manusia yang ideal, yaitu individu yang menjalani hidup mengasingkan diri, serta tidak hidup dengan Gagasan Muhammad Iqbal tentang pendidikan karakter adalah sebagai kritik beliau terhadap penerapan ajaran tasawuf yang tidak sejalan dengan Praktek suluk, yang menjadi salah satu pengamalan utama dalam tasawuf, dianggap oleh Muhammad Iqbal sebagai aktivitas pasif terhadap lingkungan sehingga individu tidak bersatu dengan keadaan sekelilingnya. Pendidikan kreatif bertujuan untuk mencegah umat Islam mempertentangkan agama dengan ilmu pengetahuan, sehingga pendidikan yang diterima bersifat kreatif dan didasarkan pada niat serta kemampuan, dan pendidikan bisa diartikan sebagai keyakinan mengenai tujuan akhir kehidupan Menurut Muhammad Iqbal, manusia hanya bisa terbentuk melalui pendidikan Islam yang seimbang antara perkembangan spiritual dan intelektual. Dan untuk mencapai derajat manusia ideal atau manusia yang tercerahkan, ada tiga tahap yang harus dilalui yaitu: Pertama, penguasaan diri sendiri, yang merupakan aspek penting dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik, di samping itu penguasaan diri juga bisa dipahami sebagai kesadaran akan seluruh potensi yang ada. Kedua, kepatuhan pada syariat, bagi Muhammad Iqbal, ketaatan pada syariat adalah indikator untuk mencapai manusia ideal. Ketiga, fungsi kekhalifahan sebagai tugas utama manusia untuk dapat mengelola alam semesta serta menjaga dan melestarikannya 14. Khusus dalam bidang pendidikan Islam. Pemikiran Muhammad Iqbal dituangkan dalam buku oleh K. Saiyidain. Filsafat Pendidikan Muhammad Iqbal. Buku ini yang diterbitkan pertama kali di Lahore 10 Robert Lee. Over Coming Tradition and 12 Widyastini. AuMuhammad Iqbal Tentang Modernity. Terj. Mencari Islam Otentik. Dari Nalar Puitis Iqbal Hingga Nalar Kritis Arkoun (Bandung: Mizan, 2. 11 Muhammad Iqbal. The Reconstruction of Religious Thought in Islam (USA: Oxford University Press. Pendidikan,Ay Jurnal Filsafat 27 . : 128. 13 Widyastini. 14 Mastur Hamami. AuPEMIKIRAN FILOSOFIS MUHAMMAD IQBAL TENTANG PENDIDIKAN ISLAM,Ay Azhaaruna 1, no. : 166Ae75. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 pada tahun 1934 dianggap sebagai karya terbaik Muhammad Iqbal. Ide dan konsep yang terdapat dalam karya ini adalah hasil kajian dan analisis pemikiran Muhammad Iqbal dalam pendidikan Islam, yang relevan dengan pendidikan saat ini. Dalam buku tersebut. Muhammad Iqbal dianggap telah menyampaikan pandangannya di bidang pendidikan melalui prinsip-prinsip dasar pendidikan Islam. Prinsip-prinsip itu adalah kecenderungan nyata untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan15. Menurut Muhammad Iqbal, terdapat dua alasan untuk hal ini: Pendidikan dilihat sebagai kekuatan budaya menyeluruh yang mempengaruhi kehidupan individu dan kelompok Setiap falsafah hidup, selama fokus pada isu-isu kehidupan dan tujuan akhir manusia, pasti mengandung falsafah (Suharto, 1. Selain prinsip, terdapat juga tipologi humanistik menurut M. Iqbal yang harus dicapai oleh pendidikan Islam, yaitu Ketaatan terhadap hukum Ilahi yang memerlukan disiplin diri dan komitmen yang terarah. Pengendalian menjauhkan diri dari keinginan akan hal-hal materi. Perwakilan Tuhan, di mana pemikiran dan tindakan naluriah serta rasionalitas Pemikiran Iqbal dampak positif yang signifikan bagi dunia Islam. Implikasi pemikirannya dapat dilihat dalam beberapa aspek, antara lain: Pertama, dalam proses Iqbal pentingnya nilai-nilai pendidikan dan moral, sehingga setiap orang, tanpa memandang latar belakang, dapat mengejar ilmu dengan Kedua, ia menyoroti pentingnya pengetahuan agar nilai-nilai moral tetap terjaga dan tidak terdistorsi. Ketiga. Iqbal mendorong sikap kritis terhadap berbagai Keempat, ia menginspirasi upaya aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, mendorong individu untuk terlibat secara langsung dalam proses Progresivisme dalam perspektif Sir Muhammad Iqbal Pandangan progresif Muhammad Iqbal dapat ditelusuri dari prinsip-prinsip dasar pendidikan yang ia sampaikan. Prinsip dasar yang pertama adalah konsep tentang Iqbal perkembangan individualitas secara aktif tidak mungkin terwujud tanpa interaksi langsung dengan lingkungan yang nyata dan Individualitas merupakan anugerah terbesar dari Tuhan, dan manusia menyambutnya dengan rasa tanggung jawab. Namun, individualitas yang ada dalam diri seseorang harus dirawat Proses pengembangan ini hanya dapat dilakukan jika individu bersedia untuk bergerak dengan dinamis, membuka diri, dan siap menghadapi tantangan serta berbagai pengalaman dalam segala bentuk. Pandangan Iqbal mengenai konsep individualitas ini mencerminkan sebuah bentuk progresivitas. Progresivitas yang diungkapkan Iqbal adalah bahwa semua makhluk hidup berupaya untuk meraih kesempurnaan, begitu juga dengan manusia. Bahkan, manusia memiliki tingkat keunikan 15 Zainuddin. Yunus Abu Bakar, and Ah. Zakki Muhammad Iqbal. Anterior Jurnal, 12. doi:10. 33084/anterior. 17 Rini Puspitasari. Pendidikan Islam Menurut Muhammad Iqbal. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2. 18 Saiyidain. Fuad. AuPendidikan Islam Integratif Muhammad Iqbal,Ay Qolamuna : Jurnal Studi Islam 8, no. : 1Ae15, https://doi. org/10. 55120/qolamuna. 16 Normuslim Normuslim. Pemikiran Pendidikan Islam Muhammad Abduh dan PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 yang paling tinggi dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia yang berhasil mencapai kesempurnaan ini disebut sebagai insan kamil. Individu yang menolak untuk berjuang di dunia akan suatu saat Ini sejalan dengan pandangan kemajuan yang berpendapat bahwa dunia selalu mengalami pembaruan. Agar manusia dapat maju, mereka harus sanggup menyelesaikan masalah yang ada. Hal ini hanya bisa dilakukan jika manusia bersedia menerima tantangan perubahan tersebut. Individu yang unggul adalah mereka yang mampu memberikan kontribusi positif dan tidak mengasingkan diri dari kehidupan di Pandangan progresif ini sejalan dengan al-QurAoan surat al-raAoad ayat 11 yang artinya AyBaginya . yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekalikali tidak ada pelindung bagi mereka selain DiaAy. Iqbal menyatakan bahwa untuk membangun individu yang kuat dan sejati, diperlukan kebebasan. Prinsip kebebasan menurut Iqbal dalam dunia pendidikan adalah kebebasan yang memberikan peluang untuk mencoba hal baru di dalam dan sekitar lingkungan Melalui pendidikan kebebasan ini Iqbal berharap sekolah bisa membangun dan mengembangkan individu-individu yang mandiri, berani, dan kreatif, bukan sosok yang hanya bisa dikendalikan oleh tali kekang saja19. Prinsip kebebasan ini dikemukakan oleh aliran progresivisme. Aliran ini menolak sikap otoriter dan absolut dalam semua bentuknya. Hal ini disebabkan karena bagi Iqbal, sikap tersebut sangat merendahkan kemampuan dasar manusia menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan hidup20. Kelompok progresif berlandaskan pada pemikiran pragmatisme yang meyakini bahwa cara dan metode dalam pendidikan serta pengajaran harus memiliki manfaat nyata dalam isu-isu yang dihadapi oleh peserta didik. Pendidikan harus dilihat sebagai bagian dari pengalaman hidup yang Oleh karena itu, metode pendidikan progresivisme menawarkan berbagai situasi dan tantangan baru, baik di dalam maupun luar kelas, yang dapat menarik minat dan menggerakkan para peserta didik untuk menyelesaikan situasi dan tantangan Namun, proses penyelesaian masalah ini memerlukan bimbingan dari guru yang terampil agar dapat membantu para peserta didik melampaui sebagian besar isi kurikulum tradisional dengan cara yang cukup mudah. Melalui proses penyelesaian masalah, para peserta didik tidak hanya mempelajari fakta-fakta, tetapi yang lebih penting mereka belajar cara berpikir dan bagaimana menerapkan pemikiran mereka dalam kehidupan nyata21. Bagi Iqbal, ilmu yang hanya berupa pengetahuan tanpa disertai dengan praktik tidak akan berguna bagi kehidupan manusia. Iqbal menolak semua pengetahuan yang berasal dari literatur dan hanya bersifat akademis-intelektual. Salah satu sumber utama inspirasi Iqbal dalam menyatakan penolakannya tersebut berasal dari wahyu ilahi yang terdapat dalam Surat Al-AoAnkabut ayat 20 yang artinya adalah: Katakanlah, 19 Saiyidain. 21 Knight. 20 George R Knight. AuFilsafat Pendidikan (Terjemahan Mahmud Ari. ,Ay Jakarta: Penerbit Gama Media. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 AuBerjalanlah di . bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan . emua makhlu. Kemudian. Allah membuat kejadian yang akhir . etelah Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatuAy. Sejalan dengan aliran progresivisme yang berakar pada filosofi pragmatisme tidak langsung menerima pengetahuan atau sudut pandang sebelum ada bukti nyata atas Ilmu pengetahuan muncul dari pembuktian melalui eksperimen di dunia nyata22. Maka, kurikulum yang sesuai untuk kepentingan ini adalah semacam laboratorium di mana ia berfungsi sebagai aktivitas eksperimen dengan semua rincian diatur sedemikian rupa hingga hal-hal kecil, menciptakan sebuah proses yang terintegrasi dan tidak terpecah-pecah23. Dengan demikian, bagi kelompok progresif, cara mendapatkan pengetahuan lebih fokus pada pendekatan rasional, induktif, dan empiris. Pandangan progresif Iqbal juga terlihat dalam prinsip keduanya yang berkaitan dengan hubungan antara individu dan masyarakat. Dalam pandangan Iqbal, manusia seharusnya bergerak aktif dan kreatif untuk mewujudkan tujuan hidupnya sendiri serta kemajuan masyarakat di sekitarnya dengan cara membina dan Keberlangsungan suatu budaya hanya bisa bertahan jika individu dan masyarakat berperan aktif serta bekerja Oleh karena itu, pendidikan seharusnya dapat membantu individu memanfaatkan semua potensi pemikirannya dan keterlibatannya dalam pembangunan Hanya melalui usaha aktif dari setiap individu, sebuah masyarakat yang kuat dan mandiri dapat terwujud tanpa bergantung pada kelompok lain. Dalam hal ini, terlihat bagaimana Iqbal terus menekankan pentingnya untuk tidak tergantung pada orang lain24. Filsafat menegaskan ide yang serupa. Filsafat ini mengharuskan para pengikutnya untuk terus melangkah maju . dengan cara yang konstruktif, inovatif, reformatif. Seperti Iqbal, progresivisme menolak pandangan pasrah manusia terhadap semua situasi di Naluri menginginkan adanya perubahan. Manusia perlu memiliki sikap yang fleksibel, penasaran, dan terbuka untuk mewujudkan berbagai perubahan yang diharapkannya. Filsafat kebudayaan sebagai hasil pemikiran manusia yang telah ada sepanjang sejarah, sebagai sesuatu yang dinamis dan terus Oleh sebab itu, pendidikan sebagai sarana untuk mengolah dan membentuk kebudayaan baru harus mampu menciptakan kondisi yang mendidik, sehingga pada akhirnya dapat membentuk karakter dan kualitas dari siswa . yang dihasilkan menjadi individu-individu yang unggul, kompetitif, inisiatif, adaptif, dan kreatif, siap menghadapi tantangan Selanjutnya, menurut prinsip evolusi kreatifnya. Muhammad Iqbal berpendapat bahwa semesta dan nasib hidup manusia tidak dibuat dan ditentukan sepenuhnya oleh Sang Penguasa. Ia menolak pandangan mengesampingkan otonomi dan kebebasan Dengan menggelora. Iqbal yakin bahwa umat manusia tidak memiliki batasan. 22 Knight. Iqbal,Ao Stain. Purworejo J. Al Ghazali J. Kaji. Pendidik. Islam Dan Stud. Islam. Pp. 32Ae50, 2019. Hammad Iqbal. Ay 25 Jalaluddin Abdullah. AuFilsafat Pendidikan Manusia Filsafat Dan PendidikanAy (Rajawali Press, 2. 23 Knight. 24 Aristyasari and Yogyakarta. AuPendidikan Islam Progresif Mu. Aristyasari and U. Yogyakarta. AoPendidikan Islam Progresif Muhammad PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 menggambarkan manusia sebagai makhluk yang ditakdirkan untuk meraih jalan hidupnya melalui usaha dan perjuangan yang tiada henti agar dapat melaksanakan tugasnya sebagai Aukhalifah di muka bumi. Ay26 Pandangan Iqbal ini sejalan dengan pemikiran progresivisme yang menolak segala bentuk absolutisme dan kemutlakan dalam kehidupan. Pengalaman manusia adalah kunci untuk memahami realitas Realitas sendiri tidak bersifat absolut dan selalu berubah. Oleh karena itu, pengalaman ini harus diisi oleh perjuangan, kerja keras, serta keberanian untuk Semua pengalaman tersebut tidak akan terwujud jika manusia berada di bawah sistem otoritarian. Karena itu. Immanuel Kant, yang merupakan salah satu pemikir progresivisme, sangat menekankan nilainilai yang mengutamakan hak asasi manusia dan kebebasan yang menghormati martabat Namun, terdapat perbedaan dalam pengertian kemutlakan antara filsafat progresivisme Barat dan progresivisme yang diajukan oleh Iqbal. Progresivisme Barat menolak segala bentuk absolutisme. Ini Progresivisme Barat. Dalam metafisikanya, ia mengakui bahwa tidak ada hal-hal yang absolut, tidak ada prinsipprinsip apriori, atau hukum-hukum alam yang tetap. Nilai-nilai adalah relatif, dan tidak ada prinsip-prinsip absolut yang dapat dijadikan sebagai pedoman. Apa yang dianggap benar saat ini mungkin menjadi salah di masa depan, dan sebaliknya. Progresivisme Iqbal berlandaskan pada filosofi pragmatisme. Iqbal meyakini kemutlakan Tuhan. Ini berarti Iqbal mengakui ada sesuatu yang bersifat absolut di luar dirinya. Namun. Iqbal menolak anggapan bahwa alam semesta dan kehidupan manusia sepenuhnya diciptakan dan ditentukan Tuhan tanpa batas, sehingga tidak ada peluang bagi manusia untuk Sementara diciptakan untuk menjadi wakil Tuhan. Kehadiran wakil Tuhan di dunia hanya bisa terjadi jika manusia memiliki kebebasan dan kreativitasnya sendiri. Kebebasan dan kreativitas ini adalah anugerah dari Tuhan untuk melaksanakan tugas dan fungsi manusia itu sendiri. Pembaharuan Pendidikan Islam Menurut Sir Muhamaad Iqbal dalam Filsafat Progresivisme Pemahaman tentang pendidikan Islam menurut Muhammad Iqbal terbagi menjadi dua bagian, yaitu. Pertama, pendidikan Islam mencakup pengembangan anak didik baik secara pribadi maupun sosial, dua aspek ini adalah faktor penting yang dapat membentuk karakter siswa. Kedua. Ilmu filsafat memainkan peran kunci dalam keberlangsungan pendidikan Islam, karena filsafat mengajarkan prinsip dan dasar yang mendasari setiap pemikiran dan praktik pendidikan Islam sesuai dengan pedoman yang telah disepakati 27. Muhammad Iqbal bahwa umat Islam harus memprioritaskan pendidikan Islam sebagai fondasi bagi diperlukan upaya untuk mengganti atau kurikulum pendidikan Islam. Materi kurikulum pendidikan Islam adalah sebagai berikut: a. Cinta . , cinta adalah kasih sayang manusia kepada Tuhannya, yang mencakup segala hal, bukan sekadar cinta terhadap fisik atau pencarian mistis yang tidak jelas. Cinta di sini merupakan usaha untuk menghubungkan semua potensi akal dan intuisi. Melalui faqr, siswa dibimbing untuk memiliki jiwa yang tidak rakus. Faqr berarti bukan bersikap kaku, statis, atau 26 Saiyidain. IqbalAos Educational Philosophy. 27 Toto Suharto. AuRekonstruksi Pemikiran Pendidikan Islam: Telaah Pemikiran Muhammad Iqbal,Ay Jurnal Hermeneia\Vol-4-No-2-2005, 2005. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 fatalistik saat mengamati dunia. Semangat dan keberanian, siswa berusaha untuk memiliki semangat dan keberanian yang fokus pada keikhlasan dan kesabaran. Dalam membangun sistem pendidikan yang solid. Muhammad Iqbal menyatakan pentingnya membangun keberanian. Toleransi adalah tujuan dari proses pembelajaran bagi siswa yang memiliki jiwa untuk menghargai dan saling menghormati setiap ide yang Kerja yang orisinal dan kreatif, siswa diberikan arahan untuk menjalani hidup dengan usaha dan perjuangan yang kuat dalam memperkuat diri atau ego manusia28. Selanjutnya. Muhammad Iqbal menekankan bahwa untuk melakukan perombakan atau inovasi dalam pendidikan Islam dengan mengubah cara berfikir, yaitu dengan beberapa prinsip dasar pendidikan seperti konsep individu, perkembangan individu, keseimbangan antara fisik dan spiritual, peranan akal dan naluri, sistem kehidupan sosial Islam, dan sudut pandang kreatif mengenai pendidikan, antara lain. Pertama, pembentukan karakter individu sangat penting untuk keberlanjutan pendidikan Islam. Kedua, perkembangan individu, yaitu hubungan harmonis antara seseorang dan Ketiga. Keseimbangan Fisik dan Spiritual yaitu nilai-nilai yang ada dalam fisik dan spiritual harus mampu dijalankan oleh individu secara bersamaan. Keempat, individu dan komunitas yaitu keterkaitan antara individu dengan komunitas tidak bisa terpisahkan, bahkan saling melengkapi satu sama lain, sebagai bentuk nyata dari tujuan pendidikan Islam. Kelima, evolusi kreatif, yaitu Evolusi kreatif bermakna bahwa pendidikan adalah sebuah proses yang berjalan dalam jangka panjang, dan harus siap menghadapi berbagai kemungkinan. Keenam, peran akal dan naluri, kolaborasi antara akal dan naluri adalah suatu cinta yang bersatu, yang tidak bisa dipisahkan dan Ketujuh, pendidikan karakter yaitu pendidikan pendidikan Islam untuk menghadapi berbagai tantangan di zaman modern, dan memberi inspirasi kepada individu untuk mencari solusi atas semua masalah yang Kedelapan, sistem kehidupan sosial yaitu Tujuan pendidikan Islam adalah menciptakan sistem kehidupan sosial Islam yang dibentuk oleh karakter peserta didik yang telah diarahkan dan dibina oleh Kesembilan, pandangan kreatif tentang pendidikan yaitu kreatif berarti bahwa segala tantangan, perubahan zaman, dan sebagainya, harus mampu dijawab, dan tentunya tidak dijadikan sebagai alasan untuk tidak berbuat29. Dalam tahapan yang lain. Sir Muhammad Iqbal menekankan bahwa pembaharuan dalam pendidikan Islam perlu memusatkan perhatian pada dua aspek yang menjadi dasar utama dalam mendidik, di antaranya: Pertama, pendidikan Islam seharusnya memberikan pemahaman yang benar kepada siswa tentang ajaran agama Islam, agar kelak siswa memperoleh kepekaan moral dan spiritual yang Kedua, pendidikan Islam perlu bersifat dinamis dan responsif terhadap perubahan zaman, artinya pendidikan Islam harus menolak pendekatan konservatif yang pengetahuan dan teknologi 30. Dalam konteks ini. Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa filsafat dan agama sebenarnya tidak saling bertentangan, dan dapat dianggap sebagai satu aspek penting Penggabungan 28 Saiyidain. IqbalAos Educational Philosophy. 30 Fazlur. Muhammad Iqbal. Essay on The 29 Fahrurrozi and Ichsan. AuPembaharuan Pendidikan Islam: Studi Atas Pemikiran Sir. Muhammad Iqbal Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam. Ay Reconstruction of Modern Muslim Thought . st Ed. (Adam Publishers, 1. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 intelektual dan intuisi oleh Sir Muhammad Iqbal disebut dengan Khudi, yang bisa diartikan sebagai kesadaran diri yang mendalam, dan menjadi ukuran dalam pendidikan Islam. Menurut Sir Muhammad Iqbal, pendidikan Islam harus bisa mengembangkan khudi dalam diri seorang siswa, agar nantinya anak didik bisa menjadi sosok yang mandiri dan kreatif31. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa fokus utama pendidikan Islam menurut Sir Kesimpulan Pemikiran Sir Muhammad Iqbal tentang pendidikan Islam menekankan perlunya pembaharuan yang progresif untuk Pendidikan Islam, menurut Sir Muhammad Iqbal, harus bersifat dinamis dan berorientasi pada pengembangan spiritual, intelektual, dan sosial individu. mengkritik pendekatan konservatif yang dianggap menghambat kemajuan, serta mendorong penerapan metode pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Tujuan utama pendidikan Islam adalah menciptakan manusia sempurna . nsan kami. yang seimbang antara aspek spiritual Sir Muhammad Iqbal mengajukan konsep pendidikan yang menekankan pembentukan karakter, kreativitas, dan Pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademis, tetapi juga mendorong pengembangan potensi individu melalui pengalaman nyata. Dalam pandangannya, manusia ideal adalah individu yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai pengetahuan modern, serta memiliki kebebasan berpikir yang didukung oleh Muhammad Iqbal adalah bersifat dinamis. Ini berarti pendidikan Islam harus dapat beradaptasi dengan kemajuan zaman, di mana saat ini peradaban Barat telah pengetahuan dan teknologi. Jika pendidikan tetap menggunakan pendekatan yang konservatif, itu akan mengakibatkan kegagalan dan tidak akan relevan dengan kemajuan zaman saat ini. kemampuan untuk menghadapi tantangan zaman secara kreatif dan inovatif. Dalam kerangka progresivisme. Sir Muhammad Iqbal menolak determinisme dan otoritarianisme yang membatasi kebebasan individu. Beliau percaya bahwa pembelajaran yang aktif dan berbasis pengalaman, di mana siswa dilatih untuk berpikir kritis dan mandiri. Beliau juga kurikulum yang mencakup nilai-nilai seperti cinta, keberanian, toleransi, dan orisinalitas. Dengan diharapkan mampu menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Pemikiran Sir Muhammad Iqbal tentang pendidikan Islam berlandaskan Beliau menginginkan sistem pendidikan yang progresif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Dengan konsep ini, pendidikan Islam dapat menjadi sarana untuk menciptakan generasi yang bermoral, kreatif, dan berdaya saing tinggi, serta mampu menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi. 31 K Hendri. AuPemikiran Muhammad Iqbal Dan Pengaruhnya Terhadap Pembaruan Hukum Islam,Ay Al-AoAdalah 12, no. : 611Ae22. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Daftar Pustaka