Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Pendidikan Lingkungan melalui Kegiatan Extrakurikuler IPS di Sekolah Dasar JamaAoah*. I Wayan Kertih. I Wayan Lasmawan Universitas Pendidikan Ganesha. Denpasar. Indonesia *Coresponding Author: jama@student. Dikirim: 05-07-2025. Direvisi: 15-07-2025. Diterima: 18-07-2025 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis faktor Ae faktor yang berhubungan dengan pendidikan sebagai bagian dari kurikulum sekolah dasar (SD). Pendidikan lingkungan pada anak-anak sekolah dasar merupakan sebuah konsep holistik yang mencakup pemahaman tentang lingkungan serta aspek emosional, minat, dan keterampilan. Pendidikan lingkungan adalah untuk mendorong anak agar peduli terhadap alam, mengenalkan prinsip-prinsip dasar, dan mengajarkan tindakan untuk merawat lingkungan, terutama berkaitan dengan air, sampah, dan tumbuhan. Tulisan ini menggunakan studi konten analisis (Content Analysis ) yang berarti menganalisis pendidikan lingkungan sebagai materi dalam kegiatan extrakurikuler. DI dalam kurikulum extrakurikuler bahwa pendidikan lingkungan mencantumkan beberapa topik yang dapat dieksplorasi dalam pendidikan lingkungan untuk anak usia dini, antara lain: . tanah, . air, . udara, karakteristik udara yang tidak tampak . makanan, . energi, . polusi, serta sumber-sumber polusi seperti pencemaran air, udara, dan tanah. Mengembangkan kepedulian pada anak bukanlah proses yang cepat atau Untuk anak usia dini, penting untuk memberikan pengenalan dasar yang konkret dan bertahap agar mereka mampu menerima informasi dengan baik. Kata Kunci: Pendidikan lingkungan. Ilmu Pengetahuan Sosial Abstract. This study aims to explain and analyse factors related to education as part of the primary school curriculum. Environmental education for primary school children is a holistic concept that encompasses understanding of the environment as well as emotional aspects, interests, and skills. Environmental education is intended to encourage children to care for nature, introduce basic principles, and teaching actions to care for the environment, particularly related to water, waste, and plants. This paper uses content analysis, which means analysing environmental education as material in extracurricular activities. Within the extracurricular curriculum, environmental education includes several topics that can be explored in environmental education for young children, including: . soil, . water, . air, the characteristics of invisible air . food, . energy, . pollution, and sources of pollution such as water, air, and soil pollution. Developing awareness in children is not a quick or easy For early childhood, it is important to provide a concrete and gradual introduction so that they can receive information well. Keyword : Extracurricular. Social Studies. Environmental Education PENDAHULUAN Pendidikan fondasi kehidupan manusia (Ahmadi, 2. , dan pendidikan sebagai upaya yang terencana dan sistimatis untuk menciptakan peserta didik dalam mengembangkan potensi diri mereka (Suprayogo, 2013. Supriadi, 2016. Ichsan. Tujuannya adalah untuk memiliki kekuatan spiritual dalam beragama, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, budi pekerti yang baik, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara, sesuai dengan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional JamaAoah dkk. Pendidikan Lingkungan melalui Kegiatan Extrakurikuler IPS di Sekolah Dasar Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003. Pendidikan dianggap sebagai sarana yang paling tepat untuk memberikan wawasan, keterampilan, dan sikap terkait kepedulian terhadap lingkungan kepada manusia. Barlia . berpendapat bahwa pendidikan lingkungan hidup seharusnya mampu membentuk individu-individu yang peka terhadap perkembangan teknologi, memahami isu-isu yang ada di biosfer, serta memiliki keterampilan yang produktif untuk melindungi dan melestarikan alam. Melalui proses pendidikan ini, diharapkan setiap siswa mampu menjadi anggota masyarakat yang peka dan sadar akan masalah lingkungan hidup (Daryanto et al. Saputra, 2017. Abhari, 2. Pendidikan lingkungan adalah suatu bentuk pembelajaran berfokus pada aspekaspek lingkungan. Salah satu tujuan dari pendidikan lingkungan untuk siswa sekolah dasar (SD) adalah menanamkan sikap kepekaan dan rasa hormat terhadap lingkungan Berbagai elemen dalam pendidikan lingkungan yang dapat dikembangkan seperti komponen pendidikan lingkungan (Hamzah, 2012. Nugroho, 2022. Indahri. Menurut UNESCO . 7 bahwa pendidikan lingkungan memiliki manfaat di dalam pendidikan lingkungan. Membantu siswa dan kelompok sosial untuk mendapatkan pemahaman serta kepedulian terhadap lingkungan secara menyeluruh dan isu-isu yang terkait . menngkatlkan attitude, mendukung siswa dan kelompok sosial dalam mengembangkan nilai-nilai dan rasa peduli terhadap lingkungan serta dorongan untuk berpartisipasi secara aktif dalam melestarikan dan memperbaiki lingkungan, . meninkatkan keterampilan . , membantu individu dan kelompok sosial untuk mengasah kemampuan dalam mengenali serta menyelesaikan masalah lingkungan, . , meningkatkan bentuk partisipasi, memberikan kesempatan kepada peserta didik dan kelompok sosial untuk terlibat secara aktif di semua level dalam usaha menyelesaikan masalah lingkungan. Pendidikan lingkungan yang diterapkan dengan efektif akan menciptakan individu yang peka dan memperhatikan lingkungan, tanpa memandang usia ( Kurniawan, 2017. Halidah, 2018. Naziyah et al. , 2. Kesadaran, perilaku, kemampuan, dan keterlibatan merupakan aspek utama dalam pelaksanaan pendidikan lingkungan. Masing-masing aspek ini berpengaruh positif terhadap lingkungan dan dapat membentuk sifat individu yang ingin belajar. Seiring bertambahnya waktu, jumlah penduduk terus mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah penduduk ini menimbulkan masalah lingkungan. Masalah tersebut muncul karena manusia semakin serakah dalam mengeksploitasi sumber daya Banyak orang tidak lagi memikirkan konsekuensi dari tindakan eksploitasi yang mereka lakukan. Mengingat masalah ini, sekolah mulai mengadakan pendidikan tentang lingkungan hidup. Tujuan dari pendidikan tersebut adalah agar siswa dapat lebih memahami lingkungan mereka dan menyadari apa saja dampak yang mungkin terjadi akibat eksploitasi alam yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pendidikan lingkungan hidup dapat meningkatkan pemahaman ekologis (Isbandi, 2. Sementara itu, pendidikan lingkungan memiliki posisi dan peran yang sanat penting dalam pelestarian lingkungan. Pada tahun 2006, untuk mendukung pendidikan lingkungan hidup. Kementerian Negara Lingkungan Hidup meluncurkan Program Adiwiyata sebagai langkah lanjutan dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada 3 Juni 2005 antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional. Pendidikan lingkungan hidup sangat diperlukan untuk mengatasi isu-isu tersebut (Juliarti et al. Dengan adanya program pendidikan yang mengajarkan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional JamaAoah dkk. Pendidikan Lingkungan melalui Kegiatan Extrakurikuler IPS di Sekolah Dasar tema lingkungan di sekolah, diharapkan siswa akan lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Pendidikan lingkungan hidup dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran di sekolah dan dapat dilaksanakan dengan pendekatan interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner (Barlia, 2008:82. Andriani, & Bakhtiar, 2017. Rahman & Ma'ruf, 2. Pendidikan lingkungan hidup mencakup aspek afektif seperti perilaku nilai, dan komitmen yang diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang berkelanjutan, (Keraf. Mencapai tujuan afektif ini seringkali tidak mudah. Oleh karena itu, guru harus menggunakan metode yang mendorong klarifikasi dan internalisasi nilai-nilai selama proses pembelajaran. Pendidikan lingkungan hidup juga harus menunjukkan bahwa dalam kehidupan nyata ada berbagai nilai yang dipegang oleh berbagai Perbedaan nilai ini dapat menyulitkan untuk menarik kesimpulan dan dapat memicu kontroversi atau perdebatan. Oleh sebab itu, pendidikan lingkungan hidup perlu memberikan peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan yang dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah. Berdasarkan hal ini, penulis tertarik untuk menganalisis bagaimana pendidikan lingkungan hidup dapat meningkatkan kompetensi ecoliteracy siswa (Karim, 2. Kebutuhan akan pendidikan lingkungan sejak usia sekolah dasar (SD) untuk mengenalkan dan membentuk sikap menghargai alam. Di fase awal kehidupan, siswa bisa diperkenalkan kepada pendidikan lingkungan dengan cara yang sederhana. Siswa sekolah dasar (SD) dapat dijelaskan serta memahami makna lingkungan sekitar, karena periode ini merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan pengertian dan penghargaan terhadap alam dengan metode yang sesuai dengan tahap perkembangan Pembentukan sikap menghargai lingkungan sebaiknya dimulai sejak dini, sehingga saat mereka dewasa, anak-anak sudah terbiasa untuk menghargai lingkungan. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode pustaka. Menurut Arifin . , penelitian kepustakaan adalah sebuah metode riset yang dilakukan dengan memanfaatkan sumber-sumber literatur, baik dalam bentuk buku, catatan, atau laporan hasil penelitian sebelumnya. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari dokumen atau kajian dokumen (Zainal. Kajian dokumen adalah aktivitas yang dilakukan untuk mencari informasi tentang aspek-aspek atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, daftar kegiatan, dan lain-lain (Creswell, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kesadaran siswa tentang lingkungan adalah aspek yang sangat berharga untuk ditanamkan sejak awal kepada anak-anak muda. Salah satu metode yang efektif untuk mengembangkan kesadaran ini adalah melalui kegiatan di luar pelajaran di sekolah atau Ekstrakurkuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada lingkungan memberikan makna bagi siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pelestarian alam, selain juga membangun kebiasaan dan sikap yang peduli terhadap Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang mendalam mengenai pentingnya menjaga planet kita. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional JamaAoah dkk. Pendidikan Lingkungan melalui Kegiatan Extrakurikuler IPS di Sekolah Dasar Masalah lingkungan telah ada sejak lama dan perlu segera diselesaikan di sekolah dasar (SD). Berbagai usaha untuk melindungi dan mengelola lingkungan telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat serta sekolah. Dalam Undang-Undang mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 32 tahun 2009 pasal 1 ayat 2 dinyatakan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terencana dan terintegrasi yang bertujuan untuk menjaga fungsi-fungsi lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan. Upaya tersebut meliputi perencanaan, penggunaan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum (Aini, 2. Adapun materi pembelajaran yang mengajarkan tentang lingkungan hidup perlu difokuskan pada usaha untuk menemukan penyebab dari masalah lingkungan, di mana tidak hanya sekadar memperhatikan gejala-gejala lingkungan. Pendidikan lingkungan hidup dalam praktiknya dapat diperluas melalui tiga jalan, yaitu: . Pendidikan tentang lingkungan. Pendidikan dari lingkungan. Pendidikan untuk Pada pendidikan tentang lingkungan, dijelaskan bahwa proses belajarnya berfokus pada materi yang berkaitan dengan alam itu sendiri (Pakpahan, 2. Metode pengajaran dapat dilakukan dengan pendekatan penemuan atau investigatif, dengan tujuan utama yang terbatas pada aspek kognitif. Dalam pendidikan dari lingkungan, proses belajar dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber pengetahuan, yang dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu lingkungan sebagai media untuk kegiatan inquiry dan penemuan sebagai usaha untuk meningkatkan pembelajaran serta lingkungan sebagai sumber materi untuk kegiatan nyata dalam proses belajar (Afriani, 2. Pendidikan yang membahas tentang masalah lingkungan dapat diadakan mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini, sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan lingkungan tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran terpisah, tetapi juga bisa dimasukkan dalam pelajaran lainnya. Pembelajaran tentang lingkungan tidak terbatas pada kegiatan di dalam kelas, melainkan juga dapat berupa tindakan nyata di area sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Aktivitas nyata yang dilakukan dalam pendidikan lingkungan mencakup kegiatan menanam pohon di sekolah dan di komunitas, mengurangi penggunaan air, energi listrik, dan kendaraan bermotor, mengawasi makanan yang dijual di kantin sekolah, meningkatkan efisiensi penggunaan buku dan alat tulis, serta kegiatan lainnya yang membawa dampak positif bagi pelestarian lingkungan (Pakpahan, 2. Dengan melihat kurikulum pendidikan formal, pendidikan lingkungan hidup dapat diimplementasikan melalui tiga metode, yaitu infusi, integrasi, dan sebagai mata pelajaran mandiri. Infusi berarti mengintegrasikan topik lingkungan ke dalam kurikulum yang sudah ada. Metode ini memperkaya dan memperluas silabus serta materi yang diajarkan. Dalam pendekatan ini, materi pelajaran tetap sama, tetapi contoh-contoh yang digunakan diganti. Sementara itu, pendekatan integrasi menghilangkan batasan antara berbagai mata pelajaran. Metode ini memerlukan kerja sama yang terencana dari materi-materi relevan yang dituangkan ke dalam silabus. Pendekatan ketiga adalah menjadikan pendidikan lingkungan hidup sebagai mata pelajaran tersendiri, yang lebih sesuai untuk diterapkan di tingkat perguruan tinggi. Namun, tingginya kompleksitas isu lingkungan telah membuat pendidikan lingkungan hidup sulit dilaksanakan. Selain itu, masalah lingkungan memerlukan pemahaman dan keterampilan dari berbagai disiplin ilmu untuk dapat dipahami secara tepat dan bertindak dengan efektif. Oleh karena itu, tidak ada satu bidang studi atau keahlian @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional JamaAoah dkk. Pendidikan Lingkungan melalui Kegiatan Extrakurikuler IPS di Sekolah Dasar yang mampu menyelesaikan permasalahan lingkungan secara keseluruhan (Sriyanto. Pendidikan sekolah dasar (SD) adalah bentuk pendidikan formal untuk anak. Pelaksanaan pendidikan berbasis lingkungan untuk anak harus disesuaikan dengan karakteristik mereka, karena cara mereka belajar berbeda dari orang dewasa. Rickinson . dalam Beattie . menjelaskan bahwa pembelajaran terkait lingkungan perlu mencakup semua fase kehidupan, termasuk masa bayi dan awal masa kanak-kanak, bukan hanya saat mereka menjalani pendidikan formal. Masa sekolah dasar (SD) adalah periode terbaik untuk membentuk karakter, dan apa yang dialami pada tahap ini akan berdampak pada kehidupan di masa mendatang. Sabo & Gavrila . menyatakan bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian dilanjutkan di Taman Kanak-kanak, sekolah dasar, universitas, dan seterusnya, karena pelestarian alam yang sejati hanya dapat tercapai ketika orangorang mengubah cara berpikir mereka dan memahami bahwa mereka adalah bagian dari alam, bukan sebaliknya (Sriyanto, 2. Untuk siswa sekolah dasar (SD), penting untuk memberikan pengenalan dasar yang konkret dan bertahap agar mereka mampu menerima informasi dengan baik. Dengan ikut serta di PLH, kamu akan: Belajar tentang berbagai permasalahan lingkungan, seperti perubahan iklim, polusi, dan penebangan hutan. Mendapatkan wawasan mengenai cara-cara untuk melindungi alam, seperti daur ulang, efisiensi energi, dan menanam pohon. Terlibat dalam kegiatan nyata untuk menjaga lingkungan, seperti membersihkan pantai, menanam pohon, dan memberikan pendidikan kepada masyarakat. Mengasah kreativitas dan keterampilanmu dalam menyampaikan pesan-pesan perlindungan lingkungan kepada publik. Menemukan teman baru yang memiliki minat yang sama dan meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan (Afriani, 2. Dengan demikian, maka sekolah tidak hanya melatih murid untuk bisa membaca dan menghitung. Murid juga menikmati waktu makan siang bersama, melakukan perjalanan, dan berpartisipasi dalam klub serta tim olahraga yang didukung oleh Aktivitas ini dikenal sebagai kegiatan non-akademis atau ekstrakurikuler. Kegiatan di luar kurikulum memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan dengan pembelajaran di kelas, di mana siswa dapat terlibat secara langsung dalam aktivitas di lapangan, proyek, atau tindakan nyata. Kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada lingkungan juga mendorong siswa untuk berkolaborasi, berpikir kreatif, dan mencari solusi terkait dengan masalah lingkungan. Melalui aktivitas ini, siswa belajar untuk menghargai alam, menyadari pentingnya konservasi lingkungan, dan mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitar mereka. Kegiatan ekstrakurikuler yang terkait dengan lingkungan sering kali melibatkan hubungan langsung dengan alam, seperti berkebun, membersihkan sungai, atau mengelola limbah. Pengalaman tersebut memberikan efek yang lebih mendalam, yang mungkin sulit dicapai melalui metode pembelajaran tradisional di kelas. Jenis-Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler yang Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Berikut adalah beberapa ekstrakurikuler yang efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa, antara lain . @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional JamaAoah dkk. Pendidikan Lingkungan melalui Kegiatan Extrakurikuler IPS di Sekolah Dasar Siswa cinta Lingkungan Adanya komunitas siswa yang cinta alam adalah salah satu ekstrakurikuler yang sangat umum di berbagai sekolah dasar. Di dalam kelompok ini, siswa diajak untuk menjelajahi alam melalui aktivitas seperti pendakian gunung, berkemah, dan pengamatan satwa. Kegiatan ini memberikan siswa kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan alam dan menyadari pentingnya menjaga keindahan serta kelestarian lingkungan. Melalui komunitas pecinta alam, siswa memperoleh pengetahuan tentang tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang ada di sekitar mereka. Kebun Sekolah Klub kebun di sekolah merupakan cara yang efektif untuk memperkenalkan siswa pada ide penanaman dan pengelolaan lingkungan. Di kebun ini, siswa dapat mempelajari proses penanaman, perawatan tanaman, serta mengenali siklus hidup Aktivitas tersebut juga memberikan pengetahuan mengenai betapa pentingnya tanaman dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas udara. samping itu, mereka bisa belajar tentang pembuatan kompos, penggunaan pupuk organik, serta cara mengelola air dengan bijak. Pengelolaan Sampah Kegiatan pengolahan sampah merupakan bentuk kegiatan yang bertujuan untuk mendidik siswa mengenai pengelolaan sampah, proses daur ulang, dan upaya mengurangi sampah plastik. Siswa diajak untuk memisahkan sampah, mengumpulkan barang-barang yang dapat didaur ulang, serta menciptakan produk baru dari bahan Dengan terlibat dalam daur ulang, siswa menyadari pentingnya mengurangi limbah dan dampak buruk plastik terhadap lingkungan. Selain itu, mereka juga bisa ikut serta dalam kampanye melawan plastik di sekolah dan mengajak teman-teman mereka untuk terlibat. Pekan Sanitasi Lingkungan Kegiatan ini merupakan bentuk pembersihan lingkungan, seperti membersihkan pantai, aliran sungai, atau taman kota, merupakan metode yang ampuh untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan. Dengan ikut serta secara langsung, siswa dapat melihat secara langsung konsekuensi dari sampah yang berserakan di sekitar mereka. Selain melakukan pembersihan, mereka juga dapat mengamati jenis-jenis sampah yang paling banyak muncul dan berdiskusi mengenai cara-cara untuk mengurangi limbah tersebut. Pengalaman ini memberikan pengaruh yang mendalam kepada siswa karena mereka mengerti betapa pentingnya menjaga kebersihan alam. Diskusi Lingkungan Kelompok ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mendalami topik-topik lingkungan, seperti perubahan iklim, polusi udara, penurunan keanekaragaman hayati, dan penebangan hutan. Siswa bisa melakukan eksperimen sederhana untuk memahami pengaruh polusi, mengevaluasi kualitas udara, atau mempelajari siklus air. Dengan pengetahuan ilmiah mengenai isu-isu ini, siswa akan lebih mengerti tentang peran mereka dalam melestarikan alam. Klub ini juga bisa menyelenggarakan diskusi atau seminar dengan para ahli untuk memberikan wawasan yang lebih dalam tentang tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini (Aini, 2. Penanaman Pohon @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional JamaAoah dkk. Pendidikan Lingkungan melalui Kegiatan Extrakurikuler IPS di Sekolah Dasar Jenis kegiatan ekstrakurikuler ini bertujuan untuk mengajak para siswa SD untuk menanam serta merawat pohon di area sekolah atau ruang terbuka hijau di sekitarnya. Setiap individu atau kelompok siswa diberikan tanggung jawab untuk merawat satu pohon hingga pohon tersebut tumbuh besar. Melalui kegiatan ini, siswa belajar akan pentingnya pohon dalam kehidupan serta memahami proses pertumbuhan pohon. Inisiatif penanaman pohon ini juga bisa dikombinasikan dengan pembelajaran tentang perubahan iklim, karena pohon berperan dalam menyerap karbon dioksida dari udara. Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan lingkungan memiliki banyak keuntungan bagi siswa, di antaranya: Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Siswa menjadi lebih paham tentang pentingnya melindungi lingkungan serta dampak tindakan mereka terhadap alam. Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan: Melalui partisipasi langsung, siswa belajar untuk menjalani kehidupan yang lebih ramah lingkungan, seperti menghemat energi, mengurangi limbah, dan menggunakan barang yang dapat didaur ulang. Membentuk karakter positif di mana kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan mengajarkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kolaborasi, kepedulian, dan disiplin. Meningkatkan keterampilan praktis dan ilmiah, di mana siswa SD memperoleh keterampilan praktis dalam berkebun, mendaur ulang, dan melakukan penelitian sederhana, yang bermanfaat untuk masa depan mereka. Menjadi agen perubahan di lingkungan Sekitar di mana wawasan dan pengalaman yang didapat, siswa dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di keluarga, sahabat, dan komunitas mereka. Kegiatan ekstrakurikuler yang terfokus pada lingkungan adalah sarana yang efektif untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Dengan beragam pilihan kegiatan, mulai dari pecinta alam hingga penelitian lingkungan, siswa dapat belajar tentang pentingnya menjaga alam dan cara untuk aktif berkontribusi dalam melestarikan bumi. Pengalaman langsung ini membentuk generasi muda yang lebih peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungan, serta siap menghadapi tantangan lingkungan yang muncul di masa depan (Widaningsih, 2. KESIMPULAN Pendidikan lingkungan memuat materi pembelajaran yang mengajarkan tentang lingkungan hidup. Konsep ini tidak hanya sekadar memperhatikan gejala-gejala Pendidikan lingkungan hidup dalam praktiknya dapat diperluas melalui tiga jalan, yaitu: . Pendidikan tentang lingkungan. Pendidikan dari lingkungan. Pendidikan untuk lingkungan. Pendidikan yang membahas tentang masalah lingkungan dapat diadakan mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini, sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan lingkungan tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran terpisah, tetapi juga bisa dimasukkan dalam pelajaran lainnya. Pembelajaran tentang lingkungan tidak terbatas pada kegiatan di dalam kelas, melainkan juga dapat berupa tindakan nyata di area sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Ada beberapa kegiatan yang berhubungan denan pendidikan lingkungan di sekolah antara lain, konsep siswa cinta Lingkungan, kebun sekolah, pengelolaan Sampah, pekan sanitasi lingkungan, diskusi Lingkungan, dan penanaman pohon. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional JamaAoah dkk. Pendidikan Lingkungan melalui Kegiatan Extrakurikuler IPS di Sekolah Dasar DAFTAR PUSTAKA