JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 PENGARUH KONFLIK TERHADAP DISPARITAS DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAMBI Elizabet Sari Dewi1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Jambi saridewi@umjambi. Ahmad Soleh2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi 2 soleh@unja. Yunie Rahayu3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Jambi3 rahayu@umjambi. ABSTRAK Konflik sosial merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya berdampak pada ketegangan sosial, tetapi juga memengaruhi secara signifikan tatanan budaya, stabilitas sosial, serta arah dan keberlanjutan pembangunan ekonomi. Konflik yang berlangsung secara berkepanjangan berpotensi menimbulkan kerusakan struktural pada sendi-sendi kehidupan masyarakat, menurunkan kualitas hidup, serta memperdalam ketimpangan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas dan karakteristik konflik sosial yang terjadi di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jambi, serta mengkaji sejauh mana intensitas konflik sosial berpengaruh terhadap disparitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk merumuskan strategi kebijakan yang relevan dalam upaya penanganan dan mitigasi konflik sosial secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan eksploratif berbasis library research, serta memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif melalui pendekatan panel data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor perkebunan menjadi sektor dengan intensitas konflik tertinggi, terutama terkait dengan sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak swasta maupun negara. Temuan lainnya menunjukkan bahwa tingginya intensitas konflik sosial memiliki korelasi positif terhadap meningkatnya disparitas pembangunan, namun juga berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak merata. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan kebijakan yang adaptif dan partisipatif untuk mereduksi konflik sosial, melalui pendekatan resolusi konflik berbasis kearifan lokal, keadilan sosial, dan pembangunan inklusif. Kata kunci: konflik sosial, disparitas pembangunan, pertumbuhan ekonomi PENDAHULUAN Secara parsial pembangunan dikatakan berhasil ketika berbagai masalah mendasar dapat teratasi dan rendahnyanya disparitas pembangunan antar daerah . Hal ini sesuai dengan amanat UU No. 23 tahun 2004 tentang otonomi daerah, namun dalam kenyataannya masih jauh dari kondisi ideal. Pemerataan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 77 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 pembangunan juga dilakukan pada masa pemerintahan presiden Joko Widodo melalui pembangunan dari dari pedesaan dan dengan membangun dari daerah pinggiran . Penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang dikaitkan dengan intensitas konflik yang terjadi pada masing-masing daerah penelitian. Faktor intensitas konflik menjadi poin penting dalam penelitian karena budaya yang baik dan taat . on konfli. akan menciptakan kondisi harmonis dan menjadi produktif . Konflik sosial dapat menghambat kemajuan ekonomi karena menyebabkan rasa takut, kehilangan rasa aman, kerusakan lingkungan dan pranata sosial, kehilangan harta benda, korban jiwa, trauma psikologis, dan jarak segresi yang lebih besar antara pihak yang berkonflik . Penelitian ini juga menggunakan variabel makro ekonomi sebagai variabel kontrol yang juga mempengaruhi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi diantaranya variabel pendidikan, indeks pembangunan manusia dan pengangguran. Dalam beberapa studi dijelaskan bahwa meningkatnya pendidikan . dan indeks pembangunan manusia . dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sedangkan peningkatan pengangguran . berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi. Konflik sosial merupakan permasalahan yang kompleks dan mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia, termasuk politik, ekonomi, sosial dan psikologis . Konflik sosial memiliki dampak yang merugikan dalam proses pembangunan ekonomi seperti mengganggu aktivitas kegiatan ekonomi, menurunkan minat investasi, meningkatkan ketidak setaraan sosial sehingga menciptakan perpecahan . Tingginya konflik sosial di Indonesia masih menjadi persoalan besar yang menghambat dalam percepatan pembangunan. Data Kementrian Dalam Negari sepanjang tahun 2022 terdapat lebih dari 3. 000 konflik sosial yang terjadi di NKRI. Demikian juga yang terjadi di Provinsi Jambi yang memiliki potensi konflik yang cukup tinggi. Data bakesbangpol provinsi Jambi menunjukkan bahwa selama tahun 2022 lebih dari 200 kasus konflik sosial di masyarakat. Konflik yang terjadi meliputi berbagai bidang seperti konflik lahan/agraria, sumberdaya alam/tambang, antar UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 78 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 . ilkada/pileg/pilpre. , ormas dan antar suku. Atas dasar masalah tersebut topik ini penting untuk dianalisis karena adanya konflik yang berkepanjangan dapat menghambat percepatan pembangunan dan pemerataan ekonomi . Atas dasar latar belakang tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konflik sosial di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi. menganalisis pengaruh intensitas konflik terhadap disparitas pembangunan. menganalisis pengaruh intensitas konflik terhadap pertumbuhan ekonomi dan menganalisis strategi kebijakan dalam menurunkan konflik sosial, disparitas dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi. METODOLOGI PENELITIAN Riset ini menggunakan Mixed Methods dengan metoden library research yang bersifat ekploratif. Pendekatan ini merupakan pendekatan gabungan berdasarkan paradigma pragmatik seperti pluralistik, orientasi masalah, dan orientasi konsekuensi . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data secara simultan dan squensial. Mixed Methods merupakan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatid yang digunakan dalam waktu yang bersamaan hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih valis, reliable, objektif dan pomprehensif . Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dalam bentuk time series dan cross section. Data primer bersumber dari Badan Kesbangpol Provinsi Jambi. Badan Intelejen Negara (BIN) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warung Informasi Konservasi (WARSI) dan Elemen Masyarakat di Provinsi Jambi. Sementara data sekunder bersumber dari buku, laporan, artikel, berita dan semua literatur yang terkait dengan penelitian ini. Ruang lingkup dari penelitian ini meliputi wilayah Kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Metode Dan Tehnik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, studi pustaka, studi lapangan, observasi dan wawancara. Sementara tehnik dalam pengumpulan data dilakukan dengan tehnik purposive sampling dan pendekatan snowball sampling. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 79 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Alat Analisis Untuk menganalisis karakteristik konflik sosial di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi maka digunakan alat analisis analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan statistik. Untuk menganalisis pengaruh intensitas konflik terhadap disparitas pertumbuhan ekonomi menggunakan analisis data panel. Alat analisis data panel digunakan karena memiliki banyak keunggulan yaitu: mengurangi multikolinear antar variabel bebas, memiliki derajat kebebasan lebih besar dan lebih efisien. Selain itu analisis data panel juga dapat mendeteksi efek individu dan meminimalkan bias estimasi . Model 1. Pengaruh Intensitas Konflik terhadap disparitas pembangunan ekonomi ycU = yu0 yu1 ycu1ycnyc yu2 ycu2ycnyc yu3 ycu3ycnyc yu4 ycu4ycnyc yu5 ycu5ycnyc ycycnyc Keterangan: = Disparitas Pembangunan X1it = Intensitas Konflik di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi X2it = Tingkat Pendidikan Penduduk di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi X3it = Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi X4it = Jumlah Pengangguran di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi Uit = Eror Term 0, 1, 2, 3, 4 = Parameter Model 2. Pengaruh Intensitas Konflik terhadap pertumbuhan ekonomi ycU = yu0 yu1 ycu1ycnyc yu2 ycu2ycnyc yu3 ycu3ycnyc yu4 ycu4ycnyc yu5 ycu5ycnyc ycycnyc Keterangan: = Pertumbuhan Ekonomi X1it = Intensitas Konflik di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi X2it = Tingkat Pendidikan Penduduk di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi X3it = Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi X4it = Jumlah Pengangguran di Kabupaten/kota di Provinsi Jambi Uit = Eror Term 0, 1, 2, 3, 4 = Parameter Selanjutnya sebelum melakukan pengolahan data maka dilakukan pemilihan model dalam penelitian dengan menggunakan uji chow, uji hausman, uji lagrange multiplier (LM) untuk memilih model yang tepat apakah pooled data . , fixed effect model (FEM), dan random effect model (REM). Kemudian dilakukan pengujian uji asumsi klasik agar hasil estimasi yang diperoleh tidak bias diantaranya: uji UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 80 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 normalitas dengan jarque bera (JB), uji multikolinieritas dengan variance inflation factor (VIF) atau nilai korelasi masing-masing antar variabel independen, uji autokorelasi dengan uji breusch godfrey, dan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan glesjer atau uji white. Dan untuk menentukan strategi kebijakan dalam menurunkan konflik sosial, disparitas dan pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota di Provinsi Jambi maka digunakan alat analisis SWOT. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis karakteristik konflik sosial. Konflik sosial adalah perseteruan dan/atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas, mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial, mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional. Penyebab konflik sosial dapat berupa perbedaan pendapat dan perasaan antara individu, peristiwa perubahan, dan perbedaan pendapat dan perasaan antara Ada konflik kepentingan antara individu atau kelompok, sebagai contoh konflik kepentingan ekonomi. Jika seseorang merasa adanya prinsip yang sama dalam hal lain, seperti politik, sosial, keamanan, dan ketertiban, maka hal itu juga Di Provinsi Jambi, konflik masyarakat dan organisasi masyarakat dapat dikategorikan menjadi beberapa kategori: konflik besar, konflik sedang, dan konflik kecil. Berdasarkan data terdapat 385 konflik yang tersebar diwilayah Provinsi Jambi Gambar 1 Jumlah Desa Berkonflik UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 81 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Selanjutnya berdasarkan jenisnya konflik dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa sektor diantaranya sektor perkebunan, pertambangan, industri, satwa, sara dan lainnya. Dari data yang ada menunjukkan bahwa konflik pada perkebunan menjadi penyumbang terbanyak dibandingkan sektor lainnya. Tabel 1 Jenis Konflik II. Analisis pengaruh intensitas konflik terhadap disparitas pembangunan di Provinsi Jambi Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa meningkatnya pembangunan di kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Model Variabel Log (PDRB Tabel 2. Koefisie T-stat Prob Intensita s Konflik Prob (Fstatisti. Fstatisti R-Square Sumber: Data diolah Pada tabel diatas menunjukkan bahwa secara parsial meningkatnya jumlah konflik sosial yang terjadi di Provinsi Jambi dapat menurunkan indeks wiliamson atau disparitas pendapatan yang ditunjukkan dari nilai koefisien sebesar -0,002 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 82 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 meskipun dengan tingkat signifikasi diatas 10%. Secara tidak langsung kondisi ini menunjukkan bahwa meningkatnya konflik sosial yang terjadi akan menurunkan disparitas pertumbuhan ekonomi karena pertumbuhan yang terjadi banyak ditopang oleh kalangan menengah ke atas bahkan dan perusahaan sehingga adanya konflik sosial masyarakat yang berkaitan dengan kepemilikan lahan berdampak pada pemerataan pendapatan pada masyarakat. Analisis IPM, pengangguran, intensitas konflik. Hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel pendidikan, kemiskinan dan intensitas konflik berpengaruh positif dan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi seperti pada tabel 3 dibawah. Mode Log (PDR Variabel Pendidikan Log Kemiskinan IPM Log Penganggur Log Konflik Prob (Fstatisti. R-Square Tabel 3. Koefisi T-stat Prob Fstatisti Prob (ZFstatisti Sumber: Data diolah Berdasarkan tabel 3 maka dapat dibuat model persamaan sebagai berikut: yaycuyciycEyaycIyaAycnyc = 10. 021ycEyceycuyccycnyccycnycoycaycu 0. 586yaycuyciyayceycoycnycycoycnycuycaycu Oe 0. 001yaycEycA 0. 303yaycuyciycEyceycuyciycaycuyciyciycycycaycu 0. 793yaycuyciyaycuycuyceycoycnyco yceycnyc UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 83 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan dengan taraf signifikansi 5% dengan nilai koefisien 0. Kondisi ini mengindikasikan bahwa jika lama pendidikan bertambah selama 1 tahun maka akan mendorong PDRB untuk tumbuh sebesar 0. Kemiskinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB dengan taraf signifikansi 5% dengan koefisien sebesar 0. Hal ini mengindikasikan jika kemiskinan meningkat 1 % maka PDRB meningkat sebesar 0. 586 %. Indek Pembangunan Manusia tidak berpengaruh secara berarti terhadap PDRB Provinsi Jambi yang ditunjukkan dengan tingkat signifikansi diatas A Pengangguran tidak berpengaruh secara berarti terhadap PDRB Provinsi Jambi yang ditunjukkan dengan tingkat signifikansi diatas 5%. Intensitas konflik berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB dengan taraf signifikansi 5% dengan koefisien 0. artinya ketika terjadi peningkatan jumlah intensitas konflik sebesar 1% akan meningkatkan PDRB Provinsi Jambi sebesa 0. Kondisi ini terjadi karena konflik sosial yang terjadi sebagai akibat dari kepemilikan lahan perkebunan dimana dalam proses konflik tidak berdampak pada produksi yang dihasilkan. Selanjutnya diperoleh nilai (R. 488, yang mengindikasikan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian hanya dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 48. 89 % dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. IV. Analisis strategi penurunan konflik di Provinsi Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah kabupaten/kota harus terus menerus melakukan langkah-langkah sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat dengan melibatkan seluruh stakeholders untuk mengatasi persoalan konflik yang terjadi di masyarakat, terutama konflik sosial yang telah terjadi puluhan tahun. Pemerintah Provinsi Jambi juga harus menangani konflik melalui beberapa tahap, seperti mengurangi kemungkinan konflik melalui perencanaan dan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 84 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 pelaksanaan pembangunan yang mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat menimbulkan konflik. melaksanakan tanggung jawab pelayanan masyarakat sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. melibatkan kelompok fokus topik (FGD) dalam setiap upaya untuk menyelesaikan masalah yang berpotensi menimbulkan konflik. dan proaktif dalam memediasi konflik. Menegakkan hukum secara tegas, tidak diskriminasi, dan menghormati hak asasi manusia. melakukan peringatan dini. mengoptimalkan peran jajaran intelkam untuk deteksi dini, dengan menempatkan 1 . anggota intelkam pada setiap kelurahan atau desa yang memiliki potensi konflik tinggi dan bekerja sama dengan unsur kominda. dan mengoptimalkan peran . bhabinkamtibmas pada setiap kelurahan atau desa yang memiliki potensi konflik tinggi. Melakukan pencegahan dengan tahapan: . mediasi dengan pranata adat dan atau pranata sosial . melakukan negosiasi jika mediasi belum berhasil . jika negosiasi belum berhasil polisi mengimbau pihak konflik untuk menahan diri dan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum . jika himbauan tidak diindahkan maka dikeluarkan maklumat . menggunakan kekuatan satwil sesuai dengan eskalasi konflik . meminta back up kekuaran dari satuan hirarkis . pada situasi tertentu dapat meminta bantuan TNI . mempedomani tahapan prosedur tidakan kepolisian . mengambil tindakan tegas dan terukur . meminimalisir terjadinya korban dan . memproses hukum bagi pelaku pelanggar hukum. Jika terjadi korban maka: . perlindungan dan penyelamatan korban . melakukan pertolongan dan evakuasi . identifikasi korban konflik . membentuk posko pengaduan . membangun tempat pengungsian dan . membatasi perluasan area untuk mencegah timbulnya konflik kembali. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 85 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 KESIMPULAN Berdasarkan data dan analisis menunjukkan bahwa intensitas konflik sosial terbesar terjadi pada sektor perkebunan dan tingginya intensitas konflik sosial memberikan pengaruh negatif terhadap disparitas pembangunan ekonomi di Provinsi Jambi. Sementara intensitas konflik sosial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota di Provinsi Jambi. DAFTAR PUSTAKA