Jurnal Menara Medika JMM 2024 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ANALISIS PENGETAHUAN PERAWAT TERKAIT 3S (SDKI. SLKI. SIKI ) DAN PENGGUNAAN DALAM ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD X SIAK SRI INDRAPURA Yulia Febrianita. Muhammad Riski Universitas Abdurrab. Pekanbaru Jl. Riau Ujung No. Tampan. Air Hitam. Payung Sekaki. Air Hitam. Kec. Payung Sekaki. Kota Pekanbaru. Riau 28291 e-mail : yulia. febrianita@univrab. Artikel Diterima : 09 Februari 2024. Direvisi : 27 Maret 2024. Diterbitkan : 31 Maret 2024 ABSTRAK Pendahuluan: Salah satu bentuk pelayanan yang berkualitas dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah tersusunnya dokumentasi keperawatan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan SDKI,SLKI Dan SIKI. Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengetahuan perawat terkait 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dan penggunaan dalam asuhan keperawatan di RSUD X Siak Sri Indrapura Pekanbaru. Metodologi: Populasi dalam penelitian ini berjumlah 146 perawat. Sampel yang digunakan adalah seluruh tenaga keperawatan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, dengan menggunakan analisis univariat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terhadap 63 responden, sebanyak 61 responden . ,1%) memiliki pengetahuan baik tentang SDKI. SIKI dan SLKI. Sedangkan penggunaan 3S (SDKI,SLKI,SIKI) dalam asuhan keperawatan masih belum optimal, dimana hasil persentase menunjukan sebesar 44 responden . ,8%) mendapat hasil <56% dalam kemampuan penerapan dokumentasi asuhan keperawatan. Diskusi: Dimana didapatkan, 61 dari 63 perawat memliki pengetahuan yang baik dalam memilih jawaban mengenai standar dalam melakukan penyusunan dan pencatatan dalam dokumentasi asuhan keperawatan. Kemampuan penerapan dokumentasi asuhan keperawatan pada Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura masih belum optimal. Hasil menunjukan perawat masih dalam kategori kurang dalam penerapan 3S. Kesimpulan:Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura sudah memiliki pengetahuan yang baik, namun pengetahuan tersebut belum bisa diterapkan dalam penggunaan 3S (SDKI,SLKI,SIKI) secara optimal. Diharapkan instansi memberikan kegiatan pelatihan dan sosialisasi kepada perawat terkait penggunaan 3S (SDKI. SLKI. SIKI) agar pengetahuan dapat dikembangkan dengan optimal. Kata Kunci : pengetahuan, penerapan. SDKI. SLKI. SIKI, perawat Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 95 Jurnal Menara Medika JMM 2024 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: One form of quality service in hospital nursing services is the preparation of nursing documentation in accordance with the standards set by the SDKI. SLKI and SIKI. Objective: The aim of this research is to analyze nurses' knowledge regarding 3S (SDKI. SLKI. SIKI) and its use in nursing care at Tengku Rafi'an Siak Sri Indrapura Hospital. Pekanbaru. Methodology: The population in this study was 146 nurses. The sample used was all nursing Quantitative descriptive research method. The sampling technique uses accidental sampling, using univariate analysis. Results: Based on the results of research on 63 respondents, 61 respondents . 1%) had good knowledge about SDKI. SIKI and SLKI. Meanwhile, the use of 3S (SDKI. SLKI. SIKI) in nursing care is still not optimal, where the percentage results show that 44 respondents . 8%) got <56% results in the ability to apply nursing care documentation. Discussion: Where it was found, 61 out of 63 nurses had good knowledge in choosing answers regarding standards in preparing and recording nursing care documentation. The ability to implement nursing care documentation for nurses at Tengku Rafi'an Siak Sri Indrapura Regional Hospital is still not optimal. The results show that nurses are still in the deficient category in implementing 3S. Conclusion: From these data it can be concluded that the Nurses at Tengku Rafi'an Siak Sri Indrapura Regional Hospital already have good knowledge, but this knowledge cannot be applied in optimal use of 3S (SDKI. SLKI. SIKI). It is hoped that agencies will provide training and outreach activities to nurses regarding the use of 3S (SDKI. SLKI. SIKI) so that knowledge can be developed optimally. Keywords: knowledge, application. SDKI. SLKI. SIKI, nurse PENDAHULUAN Kualitas asuhan keperawatan secara global masih rendah. Penelitian yang dilakukan Rivas et al. di Amerika. Eropa dan Australia masing-masing menunjukkan kualitas yang rendah dibawah . %), penelitian juga menunjukkan Amerika sebesar . ,7%). Eropa sebesar . ,3%) dan Selandia Baru sebesar . %) (Rivas et al. Penelitian Shewangizaw dan Mersha . menyatakan rendahnya kualitas asuhan keperawatan di Eropa, disebabkan oleh beban kerja . ,8%) kurang pengetahuan . ,5%,) dan kurangnya pengawasan manager . ,2%). Perawat di Indonesia memiliki peran keperawatan, yang mana . ,2%) perawat melakukan kegiatan adalah dokumentasi keperawatan di pelayanan primer dan . ,8%) kegiatan di rumah sakit perawat melaksanakan dokumentasi keperawatan. Dalam perawat berdasarkan keilmuan masingmasing dengan referensi yang dimiliki terkadang menggunakan referensi tidak jelas, ruangan tidak memiliki referensi terbaru sebagai standar dan panduan asuhan terdokumentasi lebih pada tindakan medis (Tunny & Soullisa, 2. Menurut Febriani dalam penelitian Agustina et al. menunjukkan hasil asuhan keperawatan di Indonesia belum optimal dilihat dari pelaksanaan pengkajian . ,5%), pembuatan diagnosa . ,70%), pembuatan perencanaan . ,22%), tindakan . ,26%), evaluasi . ,38%) dan pendokumentasian . ,70%), sehingga dapat dilihat bahwa pelaksanaan asuhan keperawatan di Indonesia belum Berdasarkan penelitian yang dilakukan Rezkiki . di RSUD M. Natsir Solok menunjukkan hasil penerapan 3S (SDKI. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 96 Jurnal Menara Medika JMM 2024 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 SIKI. SLKI) pada perawat ditemukan 0% perawat belum mendokumentasikan asuhan keperawatan dengan 3S (SDKI. SLKI dan SIKI) asuhan keperawatan masih menggunakan NANDA. NIC dan NOC (Rezkiki et al. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ananda RSUP Dr. Djamil Padang tentang penerapan SDKI. SLKI, dan SIKI menunjukkan hasil 7 perawat memiliki pengetahuan kurang . %) dalam penerapan 3S (SDKI. SLKI dan SIKI), hasil wawancara yang dilakukan kepada perawat di Ruangan Interne diperoleh bahwa pendokumentasian keperawatan melalui SDKI. SLKI, dan SIKI belum berjalan optimal (Ananda et al. , 2. Peningkatan kemampuan perawat dalam standar asuhan keperawatan yang sesuai dengan kebijakan organisasi profesi sangat dibutuhkan agar perawat memiliki kinerja dan integritas yang baik agar memberikan kepuasan bagi pasien atau masyarakat (Purnamasari, 2. Faktor utama yang mempengaruhi penerapan dokumentasi keperawatan (SDKI. SIKI, dan SLKI yaitu kemampuan berdasarkan standar dari profesi itu sendiri (Rendana & Muharni, 2. Pengetahuan merupakan salah satu faktor utama dalam melakukan pelaksanaan asuhan keperawatan (Rendana & Muharni, 2. Penelitian Astutik et al. menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan perawat meningkat dalam penggunaan buku SDKI. SLKI, dan SIKI. Pemberian pelatihan buku 3S (SDKI. SLKI. SIKI) sangat membantu mendapatkan pemahaman yang lebih nyata dan meningkatkan pengetahuan serta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk membuat pendokumentasi keperawatan yang lebih baik (Rendana & Sumarni, 2. Sejalan dengan penelitian Baharuddin et al . menyatakan bahwa edukasi terkait penggunaan buku 3S (SDKI. SLKI dan SIKI) perawat mengalami peningkatan pengetahuan sekitar . ,8%) dalam asuhan Hasil penelitian Febriyanti . menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan perawat tentang standar asuhan keperawatan dengan sikap perawat terhadap penerapan 3S (SDKI. SLKI, dan SIKI) di ruang rawat inap RSD dr. Soebandi Jember . value = 0,. karena sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan baik menunjukkan sikap positif terhadap penerapan 3S (SDKI. SLKI. SIKI). Ketika perawat telah memiliki sikap positif terhadap penerapan 3S (SDKI. SLKI. SIKI) maka diharapkan tidak akan mengalami Dengan penerapan aplikasi 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dapat digunakan untuk membantu meningkatkan efektivitas kinerja perawat (Widayanti et al. , 2. RSUD X adalah rumah sakit umum daerah milik Pemerintah dan merupakan salah satu rumah sakit tipe C yang terletak di wilayah Kabupaten Siak Sri Indrapura. Riau. Lokasi Rumah Sakit yang lumayan jauh dari ibu kota menjadi alasan peneliti ingin mengetahui lebih dalam terkait pengetahuan perawat dalam penggunaan 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dan aplikasinya dalam asuhan keperawatan diwilayah kabupaten Siak Sri Indrapura. Populasi perawat di RSUD X Siak Sri Indrapura berjumlah 146 perawat dengan jenjang Pendidikan S1 berjumlah 64 orang dan D3 berjumlah 82 orang. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakujkan peneliti pada Rabu, 20 September 2023 menunjukkan hasil dari 10 narasumber semuanya . %) menyatakan mengetahui apa itu 3S (SDKI. SLKI. SIKI). Kemudian 7 %) menyatakan diruangan sudah menggunakan 3S (SDKI. SLKI. SIKI), namun penerapan belum 100% karena sebagian standar keperawatan dirumah sakit RSUD X Siak Sri Indrapura Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 97 Jurnal Menara Medika JMM 2024 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 masih dalam tahap penyusunan, selain itu sebagian perawat dalam penerapan 3S (SDKI. SKLI. SIKI) masih mengalami kesulitan terutama yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun karena hal ini merupakan hal yang baru, mayoritas diterapkan oleh freshgraduate yang sudah terpapar saat kuliah sehingga penerapannya masih belum lengkap atau maksimal. Kesimpulan penelitian ini secara keseluruhan meneliti Gambaran Analisis Pengetahuan Perawat terkait Penggunaan 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dan Aplikatifnya dalam Asuhan Keperawatan di RSUD X Siak Sri Indrapura. Adaptasi penggunaan standar SDKI. SLKI dan SIKI di beberapa rumah sakit membutuhkan pengetahuan dan kemampuan yang sesuai. Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Indonesia berbasis 3S (SDKI. SLKI. SIKI) amatlah penting bagi perawat dalam menjalankan praktiknya. Jadi mengapa peneliti tertarik untuk meneliti tentang tingkat pengetahuan perawat terkait 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dan penggunaan Peningkatan mutu asuhan keperawatan menerapkan standar diagnosis, standar intervensi dan standar luaran sesuai dengan standar 3S (SDKI. SIKI. SLKI) merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Metode kuantitatif yang bersifat deskrpitif dilakukan untuk mendeskripsikan atau menguraikan fenomena pada suatu populasi (Lapau, 2. Penelitian ini dimulai dari tahap persiapan yaitu pengajuan judul pada bulan Agustus 2023. Dan penelitian akan di laksanakan pada tanggal 26 januari 2024. Penelitian ini dilakukan di kota Siak Sri Indrapura tepatnya di RSUD X Siak Sri Indrapura. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang bekerja di RSUD X Siak Sri Indrapura berjumlah 146 perawat. Penelitian accidental sampling. Kriteria inklusi adalah Perawat yang memiliki Riwayat Pendidikan minimal Di Keperawatan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner. Kuesioner Pengetahuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diadopsi dari penelitian Rosiana AuHubungan Pengetahuan Dokumentasi Asuhan Keperawatan berdasarkan 3s (SDKI. SLKI. SIKI) dengan Kemampuan Penerapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan pada Mahasiswa Ners Di Universitas Dr. Soebandi JemberAy yang berupa skala Guttman (Rosiana, 2. Kuesioner Penggunaan 3S (SDKI. SLKI. SIKI) yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diadopsi dari penelitian Rosiana dengan judul AuHubungan Pengetahuan Dokumentasi Asuhan Keperawatan berdasarkan 3s (SDKI. SLKI. SIKI) dengan Kemampuan Penerapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan pada Mahasiswa Ners Di Universitas Dr. Soebandi JemberAy yang terdiri 20 soal (Rosiana, 2. HASIL Hasil penyebaran kuesioner yang telah dilakukan 26 Januari 2024 sampai 02 Februari 2024 di RSUD X Siak sri indrapura terhadap 63 Responden tentang analisis pengetahuan perawat terkait 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dan penggunaan dalam asuhan keperawatan di rsud X Siak sri indrapura hasilnya adalah sebagai berikut : Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 98 Jurnal Menara Medika JMM 2024 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Karakteristik Responden 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 1. 1 Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Frekuensi Persentase (%) Berdasarkan tabel 1. 3 menunujukan Jumlah Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura terbesar berdasarkan Pendidikan yaitu D3 Keperawatan sebesar 26 . Karakteristik responden berdasarkan Lama Bekerja Tabel 1. 4 Lama Bekerja Responden Lama Bekerja Total Sumber : (Data Primer, 2. Berdasarkan tabel 1. 1 menunjukan bahwa jumlah Jumlah responden Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura berdasarkan jenis kelamin terbesar adalah perempuan yaitu sebesar 52 . ,5%) 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Tabel 2. 2 Umur Responden Frekuensi Persentase Umur Total . (%) Berdasarkan tabel 2. 2 menunjukan Jumlah responden Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura terbesar berdasarkan umur yaitu pada rentang usia 31-40 yaitu sebersar 36 . ,1%). 3 Karakteristik responden berdasarkan Pendidikan Tabel 1. 3 Pendidikan Responden Pendidikan Keperawatan Profesi Ners Keperawatan Total Frekuensi . Persentase (%) Persentase (%) Sumber : (Data Primer, 2. Berdasarkan tabel 1. 4 menunujukan Jumlah Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura menunjukan bahwa lama bekerja responden pada rentang 1-5 tahun sebesar 20 . ,7%), pada rentang usia 6-12 sebesar 21 . ,3%), dan yang terbanyak yaitu pada rentang usia 13-20 sebesar 22 . ,9%). Sumber : (Data Primer, 2. Frekuensi . Pengetahuan Perawat Terkait 3S (SDKI. SLKI. SIKI) di RSUD X Siak Sri Indrapura Tabel 2. 1 Pengetahuan Perawat Terkait Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 2. 1 menunujukan Pengetahuan (SDKI,SLKI,SIKI) baik yaitu sebesar 61 . ,8%) artinya pengetahuan Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura tergolong kategori baik, dikatakan baik jika presentase 76% 100% (Nursalam, 2. Sumber : (Data Primer, 2. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 99 Jurnal Menara Medika JMM 2024 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Penggunaan 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dalam Asuhan Keperawatan di RSUD X Siak Sri Indrapura Tabel 3. 1 Penggunaan 3S (SDKI. SLKI. SIKI) Penerapan Baik Cukup Kurang Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 3. 1 menunujukan Kemampuan perawat dalam penggunaan 3S RSUD X Siak Sri Indrapura dengan jumlah terbesar pada kategori kurang sebesar 44 . ,8%) Artinya kemampuan penerapan dokumentasi asuhan keperawatan pada Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura tergolong kategori Kurang jika presentase <56% (Nursalam, 2. PEMBAHASAN Karakteristik Responden di RSUD X Siak Sri Indrapura Jenis kelamin pada Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura tentang dokumentasi keperawatan terbanyak perempuan sebanyak 82,5%. Jenis kelamin perempuan lebih berorientasi pada tugas dan kompetitif, lakilaki dan perempuan memiliki tingkat pengetahuan atau secara kognitif yang Hal ini menunjukkan bahwa dengan pengetahuan seperti itu maka perempuan memiliki tingkat pengetahuan atau kognitif lebih baik (Tunny. Soulissa F. , 2. Jumlah responden Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura terbesar berdasarkan umur yaitu pada rentang usia 31-40 yaitu sebesar 57,1%. dewasa muda pada umumnya mereka kurang memiliki rasa tanggung jawab, kurang disiplin, sering berpindah-pindah pekerjaan, belum mampu menunjukan kematangan jiwa dan belum mampu berpikir rasional. Perawat yang berusia muda masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam bersikap disiplin serta ditanamkan rasa tanggung jawab sehingga pemanfaatan usia produktif bisa lebih Dengan bertambahnya usia seseorang, maka akan terjadi perubahan pada aspek mental dan psikologis sehingga taraf pemikiran seseorang semakin dewasa dan matang (Sege. M et al. Jumlah Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura terbesar berdasarkan Pendidikan yaitu D3 Keperawatan sebesar 41,32%. Orang dengan pendidikan yang lebih baik akan mudah dalam menerima informasi dibandingkan orang dengan pendidikan Jumlah Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura terbesar berdasarkan lama bekerja rentang usia 13-20 sebesar 22 . ,9%). Lama kerja merupakan lama seseorang menyumbang tenaganya pada perusahaan Semakin lama masa kerjanya maka akan semakin berpengalaman juga dalam keperawatan dan akan semakin terampil sehingga lebih teliti dalam melaksanakan Pengetahuan yang baik didasari dari sumber yang tepat dan pengalaman yang ia alami, dengan begitu untuk menghadapi situasi tertentu ia sudah mempunyai pengetahuan yang memadai juga dapat belajar dari pengalaman-pengalaman yang telah ia dapatkan sebelumnya (Awaliyani et al. Berdasarkan karakteristik Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura sudah sesuai dalam aspek jenis kelamin, mayoritas usia perawat, lama bekerja perawat, namun belum optimal hanya sedikit parawat dengan lulusan s1 di RSUD X Siak Sri Indrapura. Perawat dengan jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan, yang mana Perempuan memiliki tingkat pengetahuan atau kognitif lebih baik. Usia mayoritas perawat yaitu usia 31-40 dengan bertambahnya usia seseorang. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 100 Jurnal Menara Medika JMM 2024 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 maka akan terjadi perubahan pada aspek mental dan psikologis sehingga taraf pemikiran seseorang semakin dewasa dan Lama bekerja petugas sudah dalam rentang 12-20 tahun bekerja. Penulis berasumsi Semakin lama masa kerjanya maka akan semakin berpengalaman juga dalam melaksanakan dokumentasi asuhan Namun, mayoritas perawat hanya lulusan diploma dibanding sarjana. Dimana, tinggi pendidikan seseorang pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan Perawat Terkait 3S (SDKI. SLKI. SIKI) di RSUD X Siak Sri Indrapura 3S (SDKI. SIKI. SLKI) merupakan 3 komponen utama dalam asuhan keperawatan dokumentasi asuhan keperawatan (Rezkiki, . Evi. Jafone. , & Aysha. Sebagai professional, perawat memiliki kesempatan terbesar dalam pemberian pelayanan kesehatan terlebih pada asuhan keperawatan untuk membantu dan memenuhi kebutuhan dasar pasien (Nursalam, 2. Pengetahuan seseorang di pengaruhi oleh factor internal dan eksternal. Factor internal yang memperngaruhi pengetahuan perawat dalam penelitian ini adalah umur, keikutsertaan dalam pelatihan/workshop penggunaan 3S dan kepemilikan buku 3S. Berdasakan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) RI Nomor HK. 07/ MENKES/ 425/ 2020 tentang standar profesi perawat menyebutkan bahwa daftar diagnosis keperawatan mengacu pada Standar Diangnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) dan daftar keterampilan berisikan intervensi keperawatan yang mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dan Kriteria hasil mengacu pada Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) (Keputusan Menteri Kesehatan (Kemenkes RI, 2022. PPNI, 2017, 2018a, 2019. Berdasarkan uraian diatas peneliti berasumsi bahwa Pengetahuan dokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan 3S (SDKI,SLKI,SIKI) di RSUD X Siak Sri Indrapura tergolong kategori baik. Hasil menganalisis, dan mengevaluasi terhadap objek yang telah tertuang didalam kuesioner, sudah diisi dengan baik oleh perawat. Dimana didapatkan, 61 dari 63 perawat memliki pengetahuan yang baik dalam memilih jawaban mengenai standar dalam melakukan penyusunan dan pencatatan dalam dokumentasi asuhan keperawatan. Perawat yang memiliki pengetahuan terbesar dalam pemberian pelayanan kesehatan terlebih pada asuhan keperawatan dapat membantu dan memenuhi kebutuhan dasar Penggunaan 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dalam Asuhan Keperawatan di RSUD X Siak Sri Indrapura Kemampuan dalam penggunaan 3S pada perawat di RSUD X Siak Sri Indrapura Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura pada kategori baik yaitu sebesar 2 . ,2%), sementara pada kategori cukup sebesar 44 . %), sementara dengan jumlah terbesar pada kategori kurang sebesar 44 . ,8%). Penggunaan 3S yang dimaksud dalam penelitian ini adalah cara penggunaan 3S Dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dibutuhkan ketelitian dan kelengkapan dalam menuliskan informasi. Beberapa pendokumentasian adalah masa kerja, pelatihan dan beban kerja (Tunny. Rumaloat. , 2. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 1 September 2024 | 101 Jurnal Menara Medika JMM 2024 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Berdasarkan hasil penelitian terdahulu oleh (Herwawan et al. , 2. , diketahui bahwa di RSUP Dr. Leimena penggunaan buku 3S sudah diberlakukan, namun ada beberapa perawat yang masih kesulitan dalam menggunakannya, karena merasa Padahal penggunaan 3S sama dengan pengguna NANDA. NIC dan NOC, sehingga tim peneliti berasumsi bahwa faktor kebiasaan yang membuat para perawat enggan untuk belajar beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Data hasil jawaban responden menunjukan pada nilai terendah yang diperoleh adalah pada pertanyaan mengenai intervensi keperawatan khususnya intervensi edukasi yang harus dilakukan, hal ini terjadi jika pengetahuan awal tentang standar intervensi keperawatan belum pernah dibaca atau diperoleh maka akan memungkinkan tidak maksimal dalam meberi respon tentang intervensi edukasi tersebut. Hal ini peningkatan pengetahuan akan penerapan proses keperawatan berbasis SDKI. SLKI dan SIKI. Berdasarkan uraian diatas peneliti berasumsi bahwa Kemampuan penerapan dokumentasi asuhan keperawatan pada Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura masih belum optimal. Hasil menunjukan perawat masih dalam kategori kurang dalam Disamping pengetahuan yang dimiliki, perawat memerlukan latihan dan pembiasaan untuk melakukan proses keperawatan secara sistematis didukung oleh evaluasi yang berkesinambungan tentang pelaksanaan keperawatan Indonesia, dari atasan dalam rangka peningkatan profesionalisme perawat di rumah sakit, agar pengetahuan dan penerapan dapat di implementasikan secara KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian mengenai analisis pengetahuan perawat terkait 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dan penggunaan dalam asuhan keperawatan di rsud X Siak sri indrapura dapat disimpulkan bahwa: Pengetahuan berdasarkan 3S (SDKI,SLKI,SIKI) baik yaitu sebesar 61 . ,8%) artinya pengetahuan Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura dikatakan baik jika presentase 76% - 100% (Nursalam, 2. Kemampuan penerapan dokumentasi asuhan keperawatan pada Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura terbesar pada kategori kurang sebesar 44 . ,8%). Artinya kemampuan penerapan dokumentasi asuhan keperawatan pada Perawat RSUD X Siak Sri Indrapura tergolong kategori Kurang jika presentase <56% (Nursalam. Jawaban responden menunjukan pada nilai terendah yang diperoleh adalah pada pertanyaan khususnya intervensi edukasi. Saran Diharapkan instansi dapat memberikan kegiatan pelatihan dan sosialisasi kepada perawat terkait 3S (SDKI. SLKI. SIKI) dan penggunaan dalam asuhan keperawatan di rsud X Siak sri indrapura KEPUSTAKAAN