ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia DOMINASI ASPEK PSIKOLOGI TOKOH AJO KAWIR DALAM FILM SEPERTI DENDAM RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Syahulla Bartha Lythia1. Ikvina Hasanatika2. Vina Ayu Damayanti3 Universitas Negeri Semarang, syahullabl@students. Universitas Negeri Semarang, ikvinahasan@students. Universitas Negeri Semarang, vinaayu15@students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk . mendeskripsikan aspek psikologi tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. mengidentifikasi aspek psikologi yang mendominasi tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskripstif kualitatif. Data dalam penelitian ini berwujud potongan-potongan adegan atau dialog dari tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas yang mengindikasikan adanya aspek psikologi sesuai teori Sigmund Freud. Sedangkan, sumber data yang digunakan yaitu film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas karya sutradara Edwin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan pendekatan psikologi sastra melalui teori psikoanalisis Sigmund Freud. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan adanya sembilan belas data yang menggambarkan aspek psikologi sesuai dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud, diantaranya yaitu delapan aspek id, enam aspek ego, dan delapan aspek superego. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kepribadian Ajo Kawir didominasi oleh aspek id dan superego. Kata Kunci: Analisis. Film. Psikoanalisis. Psikologi Sastra. Eka Kurniawan How to cite: Damayanti. Lythia. , & Hasanatika. DOMINASI ASPEK PSIKOLOGI TOKOH AJO KAWIR DALAM FILM SEPERTI DENDAM RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD. Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10. , 60Ae69. https://doi. org/10. 31943/bi. DOI: https://doi. org/10. 31943/bi. PENDAHULUAN Rohman & Wicaksono . berpendapat bahwa karya sastra merupakan ekspresi batin seseorang yang digambarkan penghubung dengan kehidupan nyata. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kehidupan nyata, daya imajinatif pengarang yang tidak berkaitan dengan kehidupan nyata . ngatan tentang peristiw. atau mimpi naluri pengarang, dan bisa juga merupakan campuran dari keduanya. Sementara itu, menurut (Sumaryanto, 2. karya sastra merupakan gabungan antara pemikiran dan Jadi bukan sekedar berisi tiruan kehidupan sehari-hari atau lamunan kosong, melainkan ekspresi hidup dan kehidupan yang dipadukan dengan imajinasi dan kemampuan berkreasi. Pada awalnya karya sastra hanya disajikan dalam bentuk lisan dan tulisan. Karya sastra yang berbentuk lisan contohnya yaitu pertunjukan, sedangkan yang berbentuk tulisan contohnya adalah prosa yang disajikan dalam bentuk cerita pendek, novel, dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan teknologi, bentuk penyajian karya sastra juga ikut berkembang. Karya sastra sekarang hadir dalam bentuk baru berupa audiovisual atau yang sering disebut dengan film. Laminantang . alam Safira & Dewi, 2. menyebutkan bahwa film adalah platform media komunikasi yang bisa difungsikan untuk mengirimkan pesan, baik verbal ataupun non verbal kepada masyarakat luas dengan bentuk yang berupa gambar hidup atau audiovisual. Dengan formatnya yang unik dan menarik, film dianggap menjadi media yang lebih berpengaruh dibandingkan dengan media-media lain, karena melalui kerja sama audio dan visualnya yang baik, film mampu membuat orang-orang tidak cepat bosan ketika menontonnya. Meskipun menyampaikan beragam pesan melalui tingkah laku dan percakapan para tokoh yang ada di dalamnya, yang kemudian mampu memberikan dampak kepada ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. penonton, salah satu dampak tersebut yaitu membuat penonton ikut serta merasakan perasaan tokoh di film. Selain itu, berbagai peristiwa yang ada di dalam film pun secara tidak langsung mengandung nilai ajar atau pesan yang ingin disampaikan kepada Dengan pendekatan psikologi untuk menganalisis tokoh yang ada di film, maka akan diperoleh berbagai nilai ajar yang berkaitan dengan Peneliti menggunakan pendekatan psikologi sastra dalam penelitian ini. Teori psikologi sastra Sigmund Freud menjadi teori psikologi sastra yang dipilih oleh peneliti untuk digunakan dalam penelitian Sigmund Freud mendefinisikan psikologi sastra sebagai alam bawah sadar. Sastra adalah sebuah langkah dalam mengkonstruksi mimpi, yang secara tidak langsung memuaskan pengarang dan Teori Sigmund Freud ini dapat juga disebut sebagai teori psikoanalisis. Freud menyatakan psikoanalisis dengan beberapa konsep dasar teori yaitu mengenai kesadaran dan ketidaksadaran yang dianggap sebagai aspek kepribadian, serta mengenai naluri dan kegelisahan. Freud seseorang dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu kesadaran dan ketidaksadaran. Kepribadian manusia menurut Freud dibagi menjadi tiga yaitu id, ego, dan superego. merupakan ketegangan-ketegangan hasrat yang harus segera dipenuhi, oleh karena itu mengedepankan prinsip kenikmatan dan kepuasan agar dapat lepas dari keteganganketegangan hasrat tersebut. Ego merupakan penghubung antar aspek Id dengan dunia nyata, dimana aspek kepribadian Ego inilah yang memenuhi ketegangan-ketegangan hasrat yang muncul dari aspek id. Superego Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan aspek kepribadian yang paling berkaitan erat dengan persoalan moral individu (Nursholatiah dkk. , 2. Artikel ini meneliti film berjudul Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas yang disutradarai oleh Edwin dan dirilis pada tahun 2021. Film ini diadaptasi dari novel karya Eka Kurniawan dengan judul yang serupa dan berkisah tentang Ajo Kawir, seseorang yang memiliki hasrat besar dalam bertarung. Hasratnya ini muncul untuk menyembunyikan rahasia mengenai dirinya yang impoten. Kondisi tersebut bermula ketika Ajo masih anakanak. Ajo dan temannya yang dipanggil Tokek, mengintip dua orang polisi yang sedang memperkosa perempuan gila bernama Rona Merah. Aksi mereka berdua ketahuan oleh polisi tersebut hingga menyebabkan Ajo yang saat itu tidak sempat kabur, dipaksa untuk melakukan hal seperti yang dilakukan kedua polisi tersebut kepada Rona Merah. Singkat cerita. Ajo bertemu dengan seorang wanita petarung bernama Iteung hingga akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta. Mereka berdua memutuskan untuk menikah setelah Iteung mengungkapkan bahwa dirinya menerima kondisi Ajo yang impoten. Setelah pernikahan, masalah lain mulai muncul. Namun, dari masalah tersebutlah Ajo akhirnya mampu untuk berdamai dengan Peneliti memiliki dua alasan dalam memilih film ini. Pertama, film ini belum pernah dianalisis oleh peneliti lain menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Kedua, film ini menceritakan mengenai seseorang yang memiliki kerumitan batin atas kejadian atau masalah yang menimpanya. Sosok Ajo Kawir pada masa kecilnya diceritakan pernah mengalami pengalaman buruk yaitu dirinya dipaksa oleh dua orang polisi melakukan pemerkosaan pada Rona Merah. Akibatnya. Ajo mengalami impoten semasa hidup. Stigma di masyarakat menganggap bahwa impoten merupakan hal yang memalukan bagi lelaki. Oleh karena itu. Ajo berusaha menyembunyikan kondisinya itu dengan hasrat bertarungnya, agar tetap dianggap sebagai pejantan sejati. Hal tersebutlah yang membuat peneliti memilih untuk mengkaji Ajo Kawir menggunakan teori psikologi kepribadian Sigmund Freud, karena berawal dari kejadian yang menimpanya. Ajo tumbuh dengan mengalami berbagai hal. Hal tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan psikologis Ajo sebagai individu, termasuk di dalamnya adalah pemenuhan kebutuhan pada aspek psikologi yang berupa id, ego, dan superego. Penelitian mengenai psikoanalisis ini sudah banyak dilakukan sebelumnya. Penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian saat ini diantaranya ada penelitian yang dilakukan oleh (Situmorang & Evyanto, 2. yang mengkaji tokoh Amy dari novel Gone Girl karya Gillian Flynn. Dari penelitian ini diperoleh bahwa id dari tokoh Amy lebih dominan dari pada aspek lainnya, hal ini ditunjukkan dengan perilaku Amy dalam menunjukkan hasrat akan mengontrol Nick dengan menciptakan perburuan harta karun, id lainnya ditunjukkan dengan Amy yang marah kepada Nick karena tidak berhasil menjawab pertanyaan yang diberikannya, hal lainnya yaitu Amy yang rela menyakiti dirinya untuk mendapatkan kesenangan atas rencana balas dendam. Amy memperdaya orang lain tanpa memedulikan perasaan mereka, dan masih banyak lainnya. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Penelitian lainnya dilakukan oleh (Herdayanti & Satria, 2. yang menemukan dominasi aspek id oleh tokoh Lady Bird yaitu keinginannya untuk sekolah di luar kota dan mendapatkan keinginannya tanpa memperhatikan finansial keluarganya yang tidak baik, id lainnya yaitu Lady Bird yang berkeinginan memiliki rumah megah yang dilihatnya dengan membunuh anggota keluarga pemilik rumah tersebut, aspek ego juga dijabarkan dalam penelitian ini yaitu Lady Bird yang melihat ibunya sedikit marah karena dia memaksa untuk memasak sarapannya sendiri tetapi dia tetap memasak sarapannya sendiri, aspek superego Lady Bird ditunjukkan dengan dia yang mencuri majalah walaupun dia tidak memiliki uang yang cukup. Penelitian terdahulu selanjutnya yaitu mengenai id, ego, superego pada tokoh utama film Dilan 1990 dilakukan oleh (Habibati dkk. , 2. Ketiga aspek tersebut ditemukan dalam perilaku Dilan, id ditemukan dari sebagaimana digambarkan Dilan yang mendekati Milea pertama kali atas rasa penasaran yang kuat, ego ditunjukkan dengan Dilan yang menjauhi Milea karena sering melihat Milea dengan dengan laki-laki lain yang disangkanya sebagai pacarnya, sedangkan superego dari tokoh Dilan yaitu dijelaskan bagaimana Dilan masih memiliki rasa sopan santun kepada orang tua, dan juga sopan santun untuk izin masuk kelas di kelas Milea. Berdasar penelitian tersebut, disimpulkan bahwa ed dan ego tokoh Dilan lebih mendominasi dari pada superegonya. Penelitian sebelumnya yang juga relevan dengan penelitian ini yaitu AuAnalisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Film Pendek Jagat Raya: Kajian Psikologi SastraAy yang dilakukan oleh (Romadhianti ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. & Pramesti, 2. Penelitian tersebut dibandingkan aspek id dan superego tokoh Ego yang ditunjukkan oleh Sandi, si tokoh utama, terlihat pada keinginannya untuk menjadi yang terbaik. Sandi mempertahankan argumennya dan memperkuat pendapatnya agar dapat Aspek id yang ditemukan dalam tokoh Sandi tergambar pada kepribadiannya yang enggan bersosialisasi dan tempramen. Hal ini menunjukkan bahwa Sandi tidak mempertimbangkan aspek realitas serta Sandi juga menunjukkan aspek superego. Aspek ini terlihat dari perasaan menyesal yang muncul setelah mengetahui Sandi mendapatkan nilai Rasa penyesalan ini ialah bentuk penyimpangan moral yang Sandi lakukan, yaitu ketidakdisiplinan untuk belajar. Penelitian mengenai aspek id, ego, dan superego juga dilakukan (Rakhmat, 2. terhadap Butet, tokoh utama dalam film Sokola Rimba. Tokoh Butet menunjukkan dominasi aspek id dalam Aspek id terlihat ketika Butet menolak bantuan orang lain untuk membawa barang bawaannya, pada akhirnya Butet merasa kelelahan. Penolakan itu Butet lakukan untuk memenuhi kepuasan memedulikan kemampuannya. Ego Butet dapat ditemukan ketika ia menahan amarahnya dan memilih mencurahkan kemarahannya kepada kawannya. Butet juga memperlihatkan ketegaran ketika harus Aspek superego dapat diamati ketika Butet merasa bersalah karena telah memarahi tokoh Perasaan bersalah ini muncul karena adanya penyimpangan moral yang dirasakan oleh Butet. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Berdasarkan penjabaran di atas, maka dapat ditetapkan bahwa rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana aspek psikologi tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas dan apa aspek psikologi yang mendominasi tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek psikologi tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas dan mengidentifikasi aspek psikologi yang mendominasi tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai sumber informasi untuk memperoleh pengetahuan serta pemahaman yang berkaitan dengan teori psikoanalisis. Penelitian ini juga bisa dijadikan sebagai bahan acuan bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian dengan topik yang serupa. METODE PENELITIAN Menjawab pertanyaan mengenai aspek psikologi tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, maka penelitian ini dilakukan Penelitian deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran yang objektif mengenai suatu fenomena yang ada. Teknik analisis data penelitian deskriptif pada penelitian ini menggunakan analisis non statistik yaitu deskriptif kualitatif, karena data-data yang ditampilkan berupa potongan-potongan adegan atau dialog dari film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, bukan dalam bentuk angka. Hal tersebut sesuai dengan pendapat dari (Chandra dkk. , 2. yang mengungkapkan bahwa penelitian jenis mengumpulkan data dari naskah wawancara, arsip pribadi, catatan harian dan notulensi lapangan, foto, atau arsip resmi lainnya yang bukan bersifat non-numerik. Sumber data dari penelitian ini yaitu film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Edwin yang rilis pada tahun 2021, sedangkan data pada penelitian ini yaitu potongan-potongan adegan atau dialog dari tokoh Ajo Kawir dalam film tersebut yang menunjukkan adanya unsur aspek psikologi yang berupa id, ego, superego, sesuai dengan teori Sigmund Freud. Tempat penelitian ini bersifat kondisional karena sumber data yang dipilih pada penelitian ini merupakan film yang bisa diteliti kapanpun dan dimanapun tergantung kondisi dan situasi peneliti. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai Mei 2024. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang berupa teknik simak dan catat. Menurut Sakdiah & Haramain . alam Melani, 2. teknik simak merupakan teknik pengumpulan data yang perolehan datanya berasal dari apa yang dilihat dan disimak. Pada penelitian ini, teknik simak diawali dengan menonton isi film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas secara keseluruhan dan memahami dengan sungguh-sungguh isi dari film Teknik selanjutnya adalah teknik Teknik catat adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mencatat segala tindakan, peristiwa, atau kejadian yang terjadi pada waktu tertentu dalam bentuk catatan tertulis (Bayinah & Maemunah, 2. Pada teknik catat diawali dengan mencatat berbagai hal yang sekiranya berpeluang menjadi data dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan yaitu pendekatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia psikologi sastra dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Teori tersebut digunakan untuk menganalisis aspek psikologi pada tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. Adapun langkah-langkah analisis data dilakukan dengan tahapan berikut. Pertama, menonton secara keseluruhan film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. Kedua, mengidentifikasi data berupa dialog atau potongan-potongan adegan pada tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas yang memuat aspek psikologi di dalamnya. Ketiga, mengelompokkan data-data tersebut ke dalam tiga aspek psikologi yang berbeda, sejalan dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Keempat, memaparkan semua data yang telah diperoleh dan dikelompokkan tersebut ke dalam uraian kebahasaan yang berbentuk kata-kata atau kalimat sehingga kemudian dapat diambil kesimpulan akhir. HASIL PEMBAHASAN Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan adanya 22 data menunjukkan aspek psikologi sesuai dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud pada tokoh Ajo Kawir dalam film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. Data tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam tiga aspek psikologi id, ego, dan superego, yaitu sebagai berikut: Tabel 1. Aspek Psikologi Aspek Psikologi Jumlah Data Ego Superego Aspek Id Ajo Kawir dalam Film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. AuHeh. Ajo! Burungmu apa kabar?Ay Menerima pertanyaan itu. Ajo Kawir segera melemparkan puntung rokok dan mendaratkan pukulannya. Tindakan melempar puntung rokok, dan memukul yang dilakukan Ajo Kawir adalah tindakan berdasarkan alam bawah sadar, sikap agresif yang meluap-luap tanpa Sikap agresif itu sendiri termasuk ke dalam Id sebagai pemenuhan rasa marah atau keinginan untuk mendapatkan sesuatu. AuAku Ajo Kawir, setan dari nerakaAy dan dijawab oleh Pak Ebe. AuKau mau apa?Ay kemudian Ajo kawir langsung memukul kepala Pak Ebe Perilaku Ajo Kawir tersebut termasuk ke dalam Id karena sifatnya yang agresif, luapan emosi yang tidak terkontrol sebagai bentuk pemuasan diri karena marah. Tindakan asusila atas dasar persetujuan antara Ajo Kawir dan Iteung ketika di Bianglala pasar malam pun yang dilakukan di kebun di sore hari. Potongan adegan tersebut menunjukkan perilaku Id berupa pemenuhan atau mengikuti naluri untuk nafsu diri Ajo Kawir. Ketika Ajo Kawir masturbasi di kamar mandi kemudian marah dan memukul tembok karena kelaminnya tidak bisa ereksi. Tindakan Id Ajo Kawir ini ditunjukkan pada dua tindakan yaitu masturbasi dan Walaupun burung Ajo Kawir tidak bisa berdiri tapi kegiatan masturbasi ini dilakukannya untuk pemenuhan hasrat akan burungnya yang berdiri, sedangkan memukul tembok menunjukkan luapan emosi dalam bentuk marah. Ajo kawir mencuri sepatu yang dijemur di depan rumah orang lain. Perilaku mencuri ini menunjukkan sikap yang dipengaruhi alam bawah sadar karena Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tindakan yang tidak mempertimbangkan norma masyarakat, hal ini dilakukannya karena untuk pemenuhan keinginannya walaupun harus melanggar norma yang ada. Ajo Kawir dengan persetujuan Iteung berciuman di hutan ketika Iteung sedang melarikan dari Ajo Kawir. Perilaku dan lagu-lagu yang dikirim Iteung melalui pemenuhan nafsu yang mana salah satu Penolakan Ajo Kawir dilakukan karena Ajo bentuk dari perilaku Id. Kawir menghindari konflik dengan orang Ajo Kawir kecil yang mengintip ke rumah perempuan gila ketika dua pria masuk ke rumah perempuan Sikap mengintip Ajo Kawir ini dilakukan Ajo Kawir menolak pemberian cerutu dari Paman Gembul lalu memilih menghisap kretek miliknya. Gestur yang diberikan Ajo Kawir dalam adegan tersebut mengisyaratkan penolakan Paman Gembul. Ajo Kawir berbohong kepada Iteung mengenai tangannya yang terluka setelah berkelahi dan dikeroyok oleh Budi Baik dan komplotannya. Adegan tersebut menunjukkan bahwa Ajo Id-nya Kawir Iteung. mengetahui suatu hal tanpa memikirkan Kebohongan Ajo Kawir bertujuan untuk norma bahwa tindakan mengintip tidak baik. mencegah adanya konflik dengan Iteung. Ajo Kawir yang berteriak AuLonte. Lonte. Lonte. Ay karena rasa marahnya, bahkan ketika kepalanya ditenggelamkan di bak air berkalikali oleh teman-temannya. Sikap agresif Ajo Kawir tersebut salah satu Ajo Ia diliputi kemarahan, tetapi ia menggebu-gebu, salah satu sikap atau memilih diam dan pergi untuk menghindari perilaku dari alam bawah sadar atau Id. konflik dengan Iteung. Aspek Ego Ajo Kawir dalam Film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas Ajo Kawir tidak membalas lagu-lagu dan salam yang dikirimkan Iteung kepadanya melalui radio. Adegan tersebut menunjukkan penolakan Ajo Kawir terhadap perasaannya. Ajo Kawir menyangkal bahwa ia memiliki perasaan kepada Iteung dengan tidak membalas salam Ketika Iteung mengatakan bahwa dirinya hamil. Ajo Kawir merasa sangat marah. Namun. Ajo Kawir memilih diam dan meninggalkan Iteung karena kemarahannya. Kawir Ajo Kawir sedang tidur ketika Mono Ompong mengendarai truk yang mereka tumpangi. Ajo Kawir sebenarnya mengetahui bahwa Mono Ompong truknya dengan kecepatan tinggi. Namun. Ajo Kawir memilih Setelah Mono Ompong berhasil menyalip truk milik Si Kumbang. Ajo Kawir berkata AuPelan-pelan saja. Dia tak mungkin mengejarmu. As rodanya Ay Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ajo Kawir membiarkan Mono Ompong agar Mono Ompong meraih kepuasan dan kemenangan atas Si Kumbang. Keputusan Ajo Kawir ambil mengancam mereka berdua. AuKau bajingan, ya. Kau biarkan bocah tadi nyaris mati. Ay AuEmang kau siapa menyuruhnyuruhku. Ay Ajo Kawir membiarkan Mono Ompong terlibat perkelahian dengan Si Kumbang. Ajo Kawir mengambil keputusan itu tanpa memikirkan resiko yang membahayakan keselamatan Mono Ompong. Aspek Superego Ajo Kawir dalam Film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas Ajo segera menarik Iteung yang baru saja sampai supaya masuk ke rumah karena hujan yang deras. Adegan tersebut menunjukkan aspek kepribadian superego karena Ajo merasa khawatir terhadap Iteung. Adegan terjadi di malam hari ketika hujan deras. Saat itu. Iteung datang ke rumah Ajo dengan menerobos hujan sambil menangis. Oleh karena itu. Ajo segera menarik Iteung untuk masuk ke rumah karena khawatir dengan kondisi Iteung. AuJangan kau bawa-bawa gadisku. Jika kau ingin berkelahi denganku, katakan saja kapan dan di mana. Ay Berdasarkan kutipan dialog tersebut, bentuk aspek superego yang ditunjukkan Ajo yaitu rasa sayang dan bertanggung jawab. Ajo tidak ingin seseorang membawa-bawa gadis yang dicintainya ke dalam masalah yang dia Ajo diceritakan sebagai seseorang yang memiliki hasrat tinggi dalam Hal tersebut tentu membuatnya memiliki banyak musuh. Maka dari itu. Ajo ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. tidak ingin jika ada yang membawa-bawa permasalahannya, terlebih jika yang dibawa-bawa adalah gadis yang dicintainya. Jika memang orang tersebut memiliki masalah dengannya. Ajo ingin orang itu langsung menyelesaikannya dengan Ajo dan tidak menyeret orang lain yang tidak ada kaitannya dengan masalah yang ada. AuIni saat yang tepat untuk kau meninggalkan Iteung,Ay bisik Budi Baik pada Ajo. Lalu, ketika ditanyai oleh Iteung dan ibunya mengenai apa yang dibisikkan Budi Baik. Ajo Kawir mengatakan. AuDia hanya Ay Dari tindakan Ajo tersebut terdapat aspek superego karena Ajo berusaha mencegah terjadinya kekacauan. Kalimat yang dibisikkan Budi Baik pada Ajo merupakan kalimat yang bermakna menyuruh Ajo untuk meninggalkan Iteung yang saat itu baru saja resmi menjadi istrinya. Jika Iteung dan ibunya mendengar hal tersebut, sudah dapat dipastikan akan terjadi ketegangan diantara mereka saat itu juga. Oleh karena itu. Ajo mencegahnya dengan mengatakan bahwa yang dibisikkan oleh Budi Baik hanyalah candaan semata. Tokek mengatakan. AuPerempuan Ay Kemudian. Ajo membalasnya dengan mengatakan. AuIstriku. Ay Adegan tersebut menunjukkan aspek superego karena Ajo sedang berusaha menyenangkan hati istrinya. Iteung. Kata yang diucapkan Ajo setelah Tokek berkata demikian dimaksudkan untuk memuji bahwa istrinya cantik. Hal tersebut berhasil karena setelah Ajo mengatakan itu. Iteung tertawa bahagia. Ajo melarang Tokek untuk melihat langsung ke arah matahari ketika terjadi gerhana matahari. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aspek ditunjukkan Ajo dalam adegan tersebut yaitu berupa sikap perhatiannya terhadap Tokek. Seperti yang telah diketahui, melihat matahari secara langsung atau dengan mata telanjang ketika terjadi gerhana dapat menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu. Ajo langsung menegur ketika Tokek melakukan hal tersebut, karena dirinya pasti tidak ingin Tokek mengalami kebutaan karena itu. AuIteung, kamu kenapa? Kamu dari mana?Ay AuAku dari rumah sakit. Ay AuKamu tidak apa-apa?Ay Kutipan dialog tersebut menunjukkan aspek superego karena dari dialog tersebut Ajo menunjukkan rasa perhatian sekaligus kekhawatirannya te rhadap istrinya. Iteung. Pada saat itu. Iteung pulang tanpa memakai payung padahal sedang hujan, dan ternyata dirinya baru saja dari rumah sakit. Ajo yang mengetahui hal tersebut langsung bertanya mengenai kondisi Iteung karena dirinya khawatir terjadi sesuatu yang serius hingga mengharuskan Iteung pergi ke rumah sakit. Seorang pria yang sebelumnya bertengkar dengan Ajo karena helm mendatangi Ajo dan Mono yang sedang berada di warung. Pria itu mereka berdua. Mono yang terpancing langsung mengacungkan pecahan botol. Namun. Ajo langsung menyuruh Mono untuk keluar dari warung dan masuk ke Potongan adegan tersebut menunjukkan aspek kepribadian superego karena Ajo berusaha mencegah terjadinya pertikaian yang lebih besar antara Mono dan pria Jika pertikaian tersebut terjadi. Ajo khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan pada Mono. AuKau tak suka perempuan?Ay AuAku punya bini. Ay Kutipan dialog antara Jelita dan Ajo diata s menunjukkan aspek superego karena Ajo yang masih setia kepada istrinya walaupun istrinya telah melakukan kesalahan fatal yang membuat hubungan mereka renggang. Adegan tersebut terjadi setelah Ajo memberikan tumpangan pada Jelita. Sebagai imbalannya. Jelita menawarkan Ajo untuk bersetubuh dengannya. Namun Ajo menolak hal tersebut karena dirinya memiliki seorang SIMPULAN Berdasarkan pada temuan aspek kepribadian Ajo Kawir menunjukkan bahwa kepribadiannya Ajo Kawir didominasi oleh Id dan Superego. Jika diperhatikan, bahwa sikap maupun tindakan yang dipengaruhi naluri, kepuasaan, atau agresif Ajo Kawir tampak pada masa ketika ia anak-anak hingga remaja atau ketika belum menikah dengan Iteung. Sedangkan perilaku yang didominasi oleh norma masyarakat adalah ketika Ajo Kawir dewasa atau setelah ia menikah dan melewati masa-masa suram dalam pernikahannya. Mempelajari teori aspek kepribadian manusia milik Sigmund Freud ini, bagaimana seseorang dalam mengambil keputusan atau bertindak. Hal ini dimaksudkan bahwa sikap dan perilaku manusia dalam bertindak didasari oleh tiga hal, yaitu id, ego, dan superego. Tentunya teori ini kemudian dikembangkan oleh ilmuwan lainnya untuk melengkapi kekurangan dari teori Freud. DAFTAR PUSTAKA