Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA Berbasis Data Pada Materi Suhu dan Kalor Untuk Menunjang Pembelajaran IPA Development of Data-Based Science Student Worksheets (LKPD) on Temperature and Heat to Support Science Learning Albi Pratama 1. Suhartono 2. Theo Jhoni Hartanto 3 1 Jurusan Pendidikan MIPA/FKIP Ae Universitas Palangka Raya. Palangka Raya Ae Indonesia 73111 *E-mail: albipratama422@gmail. Abstrak Pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis data pada materi suhu dan kalor diperlukan untuk menghasilkan bahan ajar yang dapat mempermudah guru dalam mengajar dan mendukung peserta didik dalam proses pembelajaran selama masa pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan: . mendeskripsikan hasil penilaian ahli lembar kerja peserta didik berbasis data pada materi suhu dan kalor, . mendeskripsikan penilaian guru terhadap lembar kerja peserta didik berbasis data pada materi suhu dan Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Sasaran produk dalam penelitian adalah guru IPA kelas VII sebagai subjek. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen lembar penilaian ahli dan instrumen angket penilaian guru terhadap pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis data pada materi suhu dan kalor. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh adalah . Hasil penilaian ahli lembar kerja peserta didik berbasis data pada materi suhu dan kalor hasilnya sangat layak, dengan persentase hasil penilaian rata-rata semua aspek adalah sebesar 81,93% . Hasil penilaian guru terhadap lembar kerja peserta didik berbasis data pada materi suhu dan kalor mendapat penilaian yang baik dengan persentase hasil penilaian guru rata-rata semua aspek adalah sebesar 77,91%. Kata kunci: Lembar kerja peserta didik. Data. Suhu dan kalor. Abstract The development of data-based student worksheets on temperature and heat materials is needed to produce teaching materials that can facilitate teachers in teaching and support students in the scientific learning process during the online learning period. This study aims: . to find out the results of the expert assessment of student worksheets based on data on temperature and heat material, . to determine the teacher's assessment of data-based student worksheets on temperature and heat material. This research is a The target of the product in this research is the sevent grade science teacher as the subject. The instruments used in this research are expert assessment sheet instruments and teacher assessment Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 questionnaire instruments on the development of student worksheets based on data on temperature and heat material. Based on the research results obtained are . the results of the expert assessment of student worksheets based on data on the material of temperature and heat the results are very feasible, with the percentage of the average assessment results of all aspects 93% . The results of the teacher's assessment of the sheet Databased student work on temperature and heat material received a good assessment with the percentage of teacher assessment results on average for all aspects of 77. Keywords: Student worksheets. Data. Temperature and heat. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia guna mewujudkan insan pembangunan yang berbudaya dan bermartabat. Sutrisno . menyatakan bahwa pendidikan merupakan aktivitas yang bertautan, dan meliputi berbagai unsur yang berhubungan erat antara unsur satu dengan unsur yang lain. Trahati . menyatakan bahwa pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan manusia secara sadar dan terprogram guna membangun personalitas yang baik dan mengembangkan kemampuan atau bakat yang ada pada diri individu manusia agar mencapai tujuan atau target tertentu dalam menjalani hidup. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha menyiapkan dan membekali generasi muda ilmu pengetahuan, pengalaman dan kemampuan dalam memecahkan masalah yang prosesnya berlangsung sejak lahir hingga akhir hayat, baik jasmani maupun rohani. Andi Prastowo . menyatakan bahwa LKPD didefinisikan sebagai suatu bahan ajar cetak berupa lembar-lembar kertas yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh peserta didik dengan mengacu Kompetensi Dasar (KD) yang harus dicapai. Hernawan . menyatakan bahwa pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses komunikasi transaksional yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan peserta didik, maupun antara peserta didik dengan peserta didik lainnya, untuk mencapai tujuan yang telah Komunikasi transaksional adalah bentuk komunikasi yang dapat diterima, dipahami, dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran. Trianto . menyatakan bahwa IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematis dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangannya tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, tetapi oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. Samatowa . menyatakan bahwa pembelajaran IPA yang baik harus mengaitkan ide-ide siswa, membangun rasa ingin tahu tentang segala sesuatu yang ada di lingkungannya, membangun keterampilan yang diperlukan dan menimbulkan kesadaran siswa bahwa belajar IPA menjadi sangat perlu dan penting untuk dipelajari. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan LKPD merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran IPA karena memerlukan sarana untuk membantu dan mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar sehingga terbentuk interaksi efektif antara peserta didik dengan pendidik, dapat meningkatkan membantu memahami dan menganalisis antar konsep. Pendidikan akan membuat siswa dapat mengembangkan kemampuannya sehingga dapat diperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan individu maupun masyarakat, namun pada saat ini suasana pendidikan menjadi kurang nyaman Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 dan terbatas karena masa pandemic covid-19. Perubahan pola pendidikan di masa pandemic covid-19 ini perlu adanya pembembangan pembelajaran yang sesuai dengan suasana yang dihadapi di masa sekarang ini agar antara pendidik dan peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran dengan nyaman dan kompetensi peserta didik sesuai kurikulum dapat tercapai. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti dengan guru IPA kelas VII di SMP Negeri 3, 8. SMPN 4 Satu Atap dan SMP Muhammadiyah Palangka Raya, didapatkan informasi bahwa pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19, mata pelajaran IPA di SMP Negeri 8 Palangka Raya dilakukan dengan menggunakan, google classroom, zoom meeting dan WhatsApp Group. Guru IPA kelas VII di SMP Negeri 3, 8. SMPN 4 Satu Atap dan SMP Muhammadiyah Palangka Raya menjelaskan bahwa media yang sering digunakan dalam pembelajaran daring adalah power point dan video pembelajaran yang disampaikan melalui zoom meeting ataupun melalui WhatsApp Group. Guru IPA kelas VII di SMP Negeri 3, 8. SMPN 4 Satu Atap dan SMP Muhammadiyah Palangka Raya juga menjelaskan bahwa setelah selesai melakukan pembelajaran daring guru mengevaluasi peserta didik dengan memberikan tugas melalui google classroom yang dikumpulkan 3-4 hari kedepan. Metode pembelajaran daring yang digunakan guru IPA kelas VII adalah dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab yang disampaikan melalui zoom meeting. Metode ceramah ini dilakukan dengan menjelaskan materi melalui media power point dan video pembelajaran yang telah disiapkan oleh guru. Materi yang sudah dijelaskan oleh guru setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dilakukan antara guru dan peserta didik untuk memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya mengenai materi pembelajaran yang belum dipahami kepada guru. Keaktifan peserta didik dalam pembelajaran fisika secara daring menurun karena guru tidak mengorientasikan permasalahaan di kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang diajarkan kepada peserta didik, padahal materi yang diajarkan oleh guru memungkinkan untuk bisa memberikan orientasi permasalahan di kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga tidak diarahkan pada kegiatan ilmiah seperti melakukan pengamatan video percobaan. Guru IPA Kelas VII juga masih belum pernah mengembangkan bahan ajar IPA untuk peserta didik sehingga peserta didik masih kurang mampu mengembangkan pengetahuannya sendiri dan memecahkan permasalahan pembelajaran pada pembelajaran. Permasalah yang telah diuraikan di atas maka perlu dikembangkan bahan ajar sebagai sumber belajar dalam kondisi daring yang dapat membuat siswa dapat lebih aktif proses pembelajaran. Bahan ajar IPA yang akan dikembangkan adalah bahan ajar berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) IPA berbasis data, mudah dipahami oleh guru serta dapat digunakan peserta didik selama proses menemukan antar konsep pada materi suhu dan kalor. LKPD IPA berbasis data yang akan dikembangkan nantinya akan dibuat dengan mengaitkan pembelajaran IPA pada permasalahan dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada materi suhu dan kalor. LKPD IPA berbasis data memuat 3 pembelajaran dengan 3 materi pokok pada materi suhu dan kalor yaitu materi konversi skala suhu, kalor dan perpindahan kalor. Tinjauan masalah dan langkah-langkah pengamatan dimunculkan sebelum memasuki materi pembelajaran, hal ini dirancang agar supaya peserta didik dalam dihadapkan terlebih dahulu dengan permasalahan-permasalahan yang kontekstual sebelum memasuki materi pelajaran. LKPD IPA berbasis data juga memuat catatan-catatan penting di setiap akhir materi, untuk membantu peserta didik lebih memahami antar konsep. LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik ini dalam penyajian LKPD menggunakan kegiatan pengamatan video praktikum dan analisis data untuk membantu Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 peserta didik dalam kegiatan ilmiah menemukan hubungan antar konsep. LKPD IPA berbasis data ini juga banyak memuat penerapan konsep suhu dan kalor dalam kehidupan sehari-hari dan dilengkapi dengan link youtube dan website agar memperluas lagi pengetahuan peserta didik dan membantu dalam menemukan hubungan antar konsep yang berkaiatan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian yang dilakukan oleh Qoriatul Forquniyah . dengan judul pengembangan LKPD berbasis STEM pada materi pemansan global di SMA. Hasil pengembangan LKPD berbasis STEM adalah: . LKPD berbasis STEM dengan hasil validasi 89%. tanggapan positif dari siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis STEM dengan hasil respon siswa sebesar 82%. Penelitian yang dilakukan oleh Lutfiah Dina Aulia . dengan judul pengembangan perangkat pembelajaran fisika model STEM untuk meningkatkan kreatifitas sains dan kemampuan kritis peserta didik pada materi suhu dan kalor. Hasil penilaian oleh validator menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan memiliki rata-rata persentase sebesar 77. 00% yang berada pada kriteria valid dan sangat valid. Kemudian respon peserta didik memperlihatkan hasil kepraktisan perangkat yang mendapat nilai rata-rata 3. 70 dengan kriteria praktis. Penelitian yang dilakukan oleh Novita . dengan judul pengembangan LKPD berbasis pendekatan contekstual teacher learning untuk membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik pada tema global Hasil penelitian dan pengembangan menunjukan tingkat validasi lembar kerja peserta didik berbasis pendekatan contextual teaching learning untuk membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik pada tema global warming dilihat dari secara keseluruhan termasuk kedalam kategori sangat valid dengan nilai 82% dari penilaian para ahli. Permasalahan yang telah diuraikan membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengembangan LKPD IPA dengan judul AuPengembangan LKPD IPA berbasis data pada materi suhu dan kalor untuk menunjang pembelajaran IPA Kelas VII di Kota Palangka RayaAy. BAHAN DAN METODE Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model dari Thiagarajan dan Semmel dalam Trianto . yang mengungkapkan bahwa terdapat empat tahapan . -D) pengembangan yaitu Audefine, design, develop and disseminateAy. Tahapan 4-D yang digunakan peneliti dalam proses pengembangan LKPD IPA berbasis data yaitu tahap pertama adalah define . , tahap kedua design . dan tahap ketiga yaitu develop . hanya sampai tahap penilaian ahli. Tahap disseminate . tidak dilakukan karena terkendala pandemi covid 19. Tahapan pengembangan penelitian ini dijelaskan pada gambar 1. Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 Gambar 1. Prosedur pengembangan 4D . umber: Diadaptasi dari Thiagarajan dan Semmel (Trianto, 2. ) Penelitian terhadap LKPD IPA berbasis berbasis data pada materi suhu dan kalor dilaksanakan di SMPN 3. SMPN 8. SMPN 4 Satu Atap dan SMP Muhammadiyah Palangka Raya dengan jumlah enam guru sebagai Pelaksanakan penelitian dimulai pada bulan Desember 2020 hingga April 2022. Sasaran produk dalam penelitian adalah guru IPA di SMPN 3. SMPN 8. SMPN 4 Satu Atap dan SMP Muhammadiyah Palangka Raya sebagai Objek penelitian ini LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik pada materi suhu dan kalor. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 2 . jenis instrumen, yaitu instrumen lembar penilaian ahli LKPD IPA berbasis data dan lembar angket penilaian guru terhadap LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik pada materi suhu dan kalor. Teknik analisis data pengembangan LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik menggunakan instrumen lembar penilaian ahli serta lembar angket penilaian guru. Instrumen lembar penilaian ahli dan lembar penilaian guru terdiri dari 3 aspek yaitu aspek kelayakan isi, aspek kebahasaan dan aspek desain. Penilaian dilakukan dengan menggunakan rating scale yaitu memberikan skala 1 . urang laya. , skala 2 . ukup laya. , skala 3 . dan skala 4 . angat laya. Skala penilaian dapat dilihat pada gambar 2 berikut. Purwanto . menyatakan skor angket yang diperoleh dari tiap aspeknya dijumlahkan kemudian dihitung menggunakan rumus sebagai Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 ycI ycAycE = ycIycA y 100% . Keterangan: NP : Persentase hasil penilaian ahli/guru R : Skor yang diperoleh dari validator/responden SM : Skor maksimum HASIL Hasil pengembangan LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik ini terdiri dari 3 pembelajaran dari materi suhu dan kalor. Pemilihan format yang digunakan dalam pengembangan LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik diadopsi dari format rancangan LKPD oleh Trianto . Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan panduan peserta didik yang digunakan untuk melakukan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus dicapai LKPD IPA berbasis data dengan menambahkan sub yaitu pembelajaran dibagi menjadi tiga kegiatan belajar yaitu materi konversi skala suhu, kalor dan perpindahan Kompoen awal yang ada pada LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik ini antara lain berisi cover depan LKPD, tujuan mengerjakan LKPD, dan petunjuk penggunaan LKPD. Komponen isi LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik pada bagian terdapat video percobaan yang berhubungan dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, materi pembelajaran dan penerapan materi dikehidupan sehari-hari yang dilengkapi dengan link website/yotoube agar peserta didik dapat lebih luas lagi untuk mengeksplor pengetahuanya pada saat proses menemukan hubungan antar Komponen akhir/penutup pada LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik antara lain berisi kesimpulan dari setiap aktivitas dan penutup merupakan refleksi dari peserta didik sejauh mana memahami materi yang sudah diajarkan. Bagian-bagian LKPD IPA yang dikembangna dapat dideskripsikan sebagai berikut. Gambar 2. Permasalahan pada LKPD Gambar 2 menunjukkan bahwa sebelum mengerjakan LKPD IPA peserta didik melakukan pengamatan terhadap sebuah permasalahan. Permasalahan pada LKPD merupakan bagian dari kegiatan saintifik yaitu memfokuskan konsep yang akan didapat setelah menyelesaikan LKPD. Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 Gambar 3. Kegiatan pengamatan video pada LKPD Gambar 3 menunjukkan bahwa setelah melakukan pengamatan dan memahami permasalahan yang sudah ada peserta didik selanjutnya diarahkan menonton video percobaan untuk mengetahui proses ilmiah, mengetahui suatu konsep dan menghasilkan data hasil percobaan. Video peneliti berjumlah tujuh video dengan rincian, empat video buatan peneliti dan tiga video merupakan dari sumber youtube. Gambar 4. Data berdasarkan video percobaan Gambar 4 menunjukkan bahwa setelah melakukan pengamatan pada video setiap percobaan akan selalu menghasilkan data. Data disini digunakan peneliti sebagai basis peserta didik melakukan analisis. untuk menemukan konsep dan mengetahui hubungan antar konsep pada materi suhu dan kalor. Gambar 5. Analisis data hasil percobaan Gambar 5 menunjukkan bahwa setelah melakukan pengamatan pada video dan data percobaan, peserta didik diarahkan untuk melakukan analisis untuk menemukan konsep dan mengetahui hubungan antar konsep pada materi suhu dan kalor. Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 Gambar 6. Kesimpulan Gambar 6 menunjukkan bahwa setelah melakukan analisis data peserta didik mampu membuat kesimpulan berdasarkan video percobaan, data hasil percobaan, dan analisis data. Peserta didik akan mampu menemukan sebuah konsep jika sudah sampai pada tahap kesimpulan. Gambar 7. Refleksi diri peserta didik Gambar 7 merupakan bagian penutup . pada LKPD peneliti, setelah bagian kesimpulan masing-masing peserta didik akan mengisi tiga pilihan sejauh mana peserta didik tersebut memahami materi. LKPD IPA berbasis data menggunaka model saintifik yang telah dirancang ini adalah LKPD IPA yang di dalamnya terdapat suatu aktivitas kegiatan ilmiah yang melatih peserta didik dalam menemukan antar konsep pada materi suhu dan kalor secara mandiri. Peserta didik dapat merasakan pembelajaaran yang bermakna dalam pembelajaran apabila peserta didik dapat membangun pengetahuanya sendiri, hal ini sesuai dengan teori Wulandari . menyatakan bahwa peran LKPD sangat besar dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam belajar dan penggunaannya dalam pembelajaran dapat membantu guru untuk mengarahkan peserta didiknya menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri. Model pembelajaran yang dipilih untuk membantu peserta didik dalam menemukan konsep-konsep materi salah satunya yaitu menggunakan model pembelajaran santifik. Hosnan . menyatakan bahwa pendekatan saintifik adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 supaya peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip mengajukan/merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan. PEMBAHASAN Hasil Penilaian Ahli LKPD IPA Berbasis data Hasil penilaian ahli LKPD IPA berbasis data dinilai oleh 2 validator. Penilaian LKPD IPA berbasis data dinilai melalui 3 aspek yaitu aspek kelayakan isi, aspek kebahasaan, dan aspek desain yang hasilnya secara keseluruhan hasilnya dapat dilihat pada Gambar 8. Gambar 8. Diagram persentase penilaian ahli setiap aspek Gambar 8 menunjukan bahwa rata-rata persentase oleh dua validator untuk aspek kelayakan isi sebesar 81% dan masuk pada kategori sangat layak, artinya LKPD IPA berbasis data yang telah dikembangkan sangat layak secara isi yaitu kesesuaian materi dengan KI dan KD, kelengkapan materi serta kelengkapan contoh penerapan konsep di kehidupan sehari-hari pada setiap kegiatan pembelajaran pada LKPD. Persentase rata-rata skor pada aspek kebahasaan memperoleh persentase sebesar 83% dan masuk kategori sangat layak, artinya LKPD IPA berbasis data yang telah dikembangkan mendapatkan hasil yang sangat layak dalam kebahasaan pada LKPD. Aspek desain LKPD IPA berbasis data memperoleh persentase sebesar 79% dengan katefgori llayak, contoh kemudahan bahasa yang digunakan pada LKPD serta baik dalam pemilihan gambar, warna, dan variasi huruf yang dituangkan pada LKPD. Berdasarkan penilaian ahli oleh dua validator dapat dikatakan bahwa LKPD IPA berbasis data yang telah dikembangkan ini sudah layak digunakan sebagai bahan ajar. LKPD IPA yang dikembangkan ini sudah sesuai dengan model pembelajaran saintifik, yang di dalamnya terdapat suatu aktivitas LKPD untuk melatih peserta didik tetap dapat aktif melakukan kegiatan ilmiah walaupun dalam kondisi pembelajaran daring. LKPD IPA berbasis data dengan menggunakan model saintifik ini digunakan untuk membantu peserta diidk dalam menemukan antar konsep pada materi suhu dan kalor. Hasil Penilaian Guru terhadap LKPD IPA Berbasis data Hasil penilaian guru terhadap LKPD IPA berbasis data dinilai oleh 6 responden yaitu 6 guru kelas VII di SMPN 3. SMPN 8. SMPN 4 Satu Atap dan SMP Muhammadyah Palangka Raya. Penilaian guru terhadap LKPD IPA berbasis data dinilai melalui 3 aspek yaitu aspek kelayakan isi, aspek kebahasaan, dan aspek bahasa desain yang hasilnya secara keseluruhan hasilnya dapat dilihat pada Gambar 9. Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 Gambar 9. Diagram persentase penilaian guru terhadap LKPD IPAsetiap Gambar 9 menunjukan bahwa rata-rata persentase oleh enam responden untuk aspek kelayakan isi diperoleh 78% dengan kategori layak, artinya LKPD IPA berbasis data yang telah dikembangkan mendapatkan penilaian guru yang baik secara isi yaitu kesesuaian materi dengan KI dan KD, kelengkapan materi serta kelengkapan contoh penerapan konsep di kehidupan sehari-hari. Hasil persentase rata-rata penilaian guru pada aspek kebahasaan diperoleh 76% dengan kategori layak artinya LKPD IPA berbasis data yang telah dikembangkan mendapatkan penilaian yang baik dalam penyajian LKPD. Aspek desain mendapatkan persentase penilaian guru sebesar 79% dengan kategori layak artinya LKPD IPA yang telah dikembangkan mendapatkan penilaian yang baik. Presentasi hasil penilaian guru terhadap LKPD IPA berbasis data pada seluruh aspek oleh enam responden adalah 76,6% dengan kategori baik. Penilaian respon guru terhadap modul pembelajaran daring berbasis LKPD pada materi suhu dan kalor oleh dua responden mendapatkan respon guru yang baik dari 3 aspek yaitu aspek kelayakan isi, kebahasaan, dan desain. Berdasarkan penilaian yang baik oleh enam responden dapat dikatakan bahwa LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik yang telah dikembangkan ini sudah mencerminkan dengan model pembelajaran saintifik, yang di dalamnya terdapat suatu aktivitas LKPD untuk melatih peserta didik tetap dapat aktif melakukan kegiatan ilmiah walaupun dalam kondisi pembelajaran daring. LKPD IPA berbasis data dengan menggunakan model saintifik ini digunakan untuk membantu peserta diidk dalam keterampilan menemukan hubungan antar konsep pada materi suhu dan kalor. LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik diharapkan akan memberikan kesan yang berbeda, pembelajaran IPA akan menjadi bermakna melalui kegiatan ilmiah melalui kegiatan pengamatan video percobaan yang dilaksanakan secara daring. Gusniwati . 5: . pemahaman konsep adalah suatu kemampuan menemukan ide abstrak untuk mengklasifikasikan objekobjek yang biasanya dinyatakan dalam suatu istilah kemudian dituangkan kedalam contoh dan bukan contoh, sehingga seseorang dapat memahami suatu konsep dengan jelas. Yunuka . , pemahaman konsep adalah kemampuan bersikap, berpikir dan bertindak yang ditunjukkan oleh siswa dalam memahami definisi, pengertian ciri khusus, hakikat dan inti/isi dari matematika dan kemampuan dalam memilih prosedur tepat dalam menyelesaikan masalah. Kemendikbud . 4: . Pendekatan scientific adalah pembelajaran yang menggunakan kaidahkaidah keilmuan. Pendekatan scientific atau metode ilmiah pada umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah infomasi atau data, kemudian mengkomunikasikan. Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 SIMPULAN Kesimpulan penelitian ini berdasarkan hasil penelitian dan yang telah diuraikan adalah sebagai berikut. Penilaian ahli terhadap pengembangan LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik pada materi suhu dan kalor kelas VII semester I di SMP Negeri Kota Palangka Raya hasilnya sangat layak. Persentase ratarata semua aspek sebesar 81,93% dengan kategori sangat layak, sehingga LKPD IPA yang dikembangkan dikatakan sangat layak untuk diterapkan di sekolah sebagai bahan ajar pembelajaran. Penilaian guru terhadap pengembangan LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik pada materi suhu dan kalor kelas VII semester I di SMP Negeri Kota Palangka Raya hasilnya sangat layak. Persentase ratarata semua aspek sebesar 77,91% dengan kategori layak, sehingga LKPD IPA yang dikembangkan dikatakan layak untuk diterapkan di sekolah sebagai bahan ajar pembelajaran. Berdasrkan hasil penilaian ahli dan penilaian guru LKPD IPA berbasis data menggunakan model saintifik yang dikembangkan mendapatkan hasil yang baik dan layak digunakan sebagai bahan ajar di Hasil penelitian yang baik dari pengembangan LKPD IPA berbasis data ini hanya sampai penilaian guru sehingga belum sampai uji coba produk. Peneliti mengharapkan untuk peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan LKPD serupa dapat melanjutkan sampai ke tahap uji coba produk, penilaian draf produk LKPD IPA sebaiknya lebih spesifik dilakukan tiap kegiatan, jadi penilaian tidak secara umum, dan melakukan uji validasi empiris untuk mengetahui efektivitas penggunaan LKPD IPA yang REFERENSI Akbar. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Alev. Perceived values of reading and writing in learning physics in secondary Scientific Research and Essays 5. :1333-1345. Allan. Wolf. Rosenthal. & Rugg. The effects of retrieval cues on post-retrieval monitoring in episodic memory: An electrophysichological study. Brain Research 12:289-299. Andi Prastowo. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press. Ariany. Yusditia. Problematika Pelaksanaan Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran IPA kelas VII SMP Negeri Di Kecamatan Lima Kaum Tahun 2017/2018. Journal Biosains, 1 . : 306-314. Arrahim. Zaifudin. Ipa Fisika. Klaten: Gema Nusa, 2010. Arsyad. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Beacham. et al. Media Combinations and Learning Styles: A DualCoding Approach. Association for the Advancement of Computing in Education (AACE). Belawati. Tian, dkk. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka. Chiappetta. dan T. Koballa. Science Instruction in The Middle and Secondary Schools: Developing Fundamental Knowledge and Skills. United State of America: Pearson Education Inc Daryanto dan Dwicahyono. Aris. Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Silabus. RPP. PHB. Bahan Aja. Yogyakarta: Gava Media Eka Yuni Andriyani. Pengembangan lembar kerja peserta didik elektronik berbasis proyek pada materi termokimia di kelas XI SMA. Jambi: Universitas Jambi. Hosnan. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia. Iskandar Wiryokusumo dalam Afrilianasari, 2014. Teori Pengembangan. Surabaya Kemendikbud, 2016. Juknis Pengembangan Bahan Ajar SMP. Jakarta. Direktorat Pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Umum. Gamaproionukelus Bulan 20xx, volume. : xx-xx E-ISSN 2775-7560 Kurniawan. A dan Fadloli. Science Process Skills Mastery Profile Students Primary School Teacher Education Program Open University. Proceeding Biology Education Conference. , 410-419. Krathwohl. A revision of bloomAos taxonomy: an overview. Theory Into Practice 41. : 212-218. Lawson. Science Teaching and The Development of Thinking. USA. International Thomson Publishing. Marks,R & Eilks. Promoting sceintific literacy using a sociocriticaland problemorientid aproach to chemistry teaching: concep, examples and experiences. International Jurnal of Environmental & Science Education 4:231-245. Mardalis. Metodologi Peneitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara Prastowo. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: DIVA Press. Prastowo. Andi. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Jogjakarta: DIVA Press. Samatowa. Usman. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Indeks. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Bandung. Suparno. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik & menyenangkan. Yogyakarta. Penerbit Universitas Sanata Dharma. Tegeh. I Made. Media Pembelajaran. Singaraja: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri Singaraja. Thiangarajan. Semmel. S & Semmel. Instrukcional Development For Training Teacher Of Exceptional Children. Bloomington: Indiana University. Trahati. MR. AuImplementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar Negeri Tritih Wetan 05 Jeruklegi CilacapAy. Skripsi (Tidak Diterbitka. Yogyakarta: FKIP UNY. Diakses pada 21 Oktober 2016, pukul 14:48 Trianto . Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif Surabaya: Kencana Trianto. Mendesaian Model Pembelajaran Inovatic. Progresif dan Kontekstual. Surabaya: Prenadamedia Group. Trianto. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara. Widodo & Jasmadi. Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT Elex Media Komputido. UCAPAN TERIMA KASIH