Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Peran Penting Sarana dan Prasarana Dalam Keberhasilan Pembelajaran Sekolah Dasar Islam Terpadu Miswar,1 Ros Suryaningsih GeAoe2. Adil Rosyadi Hasibuan3. Paisal Rahman Hutapea4 1,2,3,4 UIN Sumatera Utara Medan. Indonesia miswar@uinsu. Abstract: This study aims to analyze the important role of facilities and infrastructure in the success of learning at the Integrated Islamic Elementary School (SD IT) Al Hijrah 2. The background of this study departs from the view that educational facilities and infrastructure are strategic factors that influence the effectiveness of the teaching and learning process and the achievement of integrated Islamic education goals that combine academic, spiritual, and character aspects. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, where data is obtained through observation, interview, and documentation techniques with the principal, teachers, administrative staff, and students at SD IT Al Hijrah 2. The results of the study show that SD IT Al Hijrah 2 has facilities and infrastructure that are relatively complete and in accordance with the standards of Permendikbudristek Number 22 of 2023, including comfortable study rooms, laboratories, libraries, teacher rooms, mosques. UKS rooms, as well as sports and play facilities. The use of learning media such as globes, mannequins, and infocus also helps teachers create interactive and enjoyable learning. Complete facilities and a clean environment increase student motivation, comfort, and learning Overall, this study concludes that facilities and infrastructure are not merely physical support elements, but also fundamental components in realizing effective and meaningful learning. Good facility management contributes to improving educational quality, fostering Islamic character, and fostering a positive school image in the community. Keywords: Facilities and Infrastructure. Learning. Quality of Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penting sarana dan prasarana dalam keberhasilan pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Al Hijrah 2. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor strategis yang memengaruhi efektivitas proses belajar mengajar serta pencapaian tujuan pendidikan Islam terpadu yang menggabungkan aspek akademik, spiritual, dan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan siswa di SD IT Al Hijrah 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD IT Al Hijrah 2 memiliki sarana dan prasarana yang tergolong lengkap dan sesuai dengan standar Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023, meliputi ruang belajar yang nyaman, laboratorium, perpustakaan, ruang guru, masjid, ruang UKS, serta fasilitas olahraga dan bermain. Pemanfaatan media pembelajaran seperti globe, manekin, dan infokus juga membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Fasilitas yang lengkap dan lingkungan yang bersih meningkatkan motivasi, kenyamanan, serta prestasi belajar siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana bukan hanya elemen pendukung fisik, melainkan komponen fundamental dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan Kualitas pengelolaan fasilitas yang baik berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan, pembentukan karakter Islami, serta citra positif sekolah di mata masyarakat. Kata Kunci: Sarana dan Prasarana. Pembelajaran. Kualitas Pendidikan. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 PENDAHULUAN Pendidikan dasar merupakan fondasi utama bagi terbentuknya karakter, intelektualitas, dan spiritualitas peserta didik. Pendidikan Islam secara khusus adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam. Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan 2 Dalam konteks Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh aktivitas Upaya mencapai tujuan tersebut tentu tidak terlepas dari faktor pendukung yang bersifat instrumental, salah satunya adalah sarana dan prasarana Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sarana dan prasarana merupakan komponen penting yang menjamin terselenggaranya proses pembelajaran secara efektif, efisien, dan Tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai, pembelajaran cenderung berjalan kurang optimal, dan pencapaian tujuan pendidikan menjadi terhambat. Sarana dan prasarana pendidikan memiliki peranan strategis dalam membentuk lingkungan belajar yang kondusif. Sarana mencakup segala perlengkapan yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar, seperti ruang kelas, media pembelajaran, alat peraga, laboratorium, dan perangkat Sedangkan prasarana meliputi aspek fisik dan infrastruktur pendukung seperti gedung sekolah, perpustakaan, lapangan olahraga, hingga fasilitas sanitasi. Ketersediaan, kelayakan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana secara efektif dapat mendorong meningkatnya motivasi belajar siswa, kinerja guru, dan iklim sekolah yang produktif. Sebaliknya, keterbatasan fasilitas dapat menyebabkan rendahnya mutu pembelajaran dan menurunkan daya saing lembaga pendidikan Islam. Dalam konteks Sekolah Dasar Islam Terpadu, sarana dan prasarana juga berperan dalam mendukung implementasi pendidikan holistik-integratif, yang menggabungkan aspek akademik, spiritual, dan karakter. Model pembelajaran di SDIT biasanya menuntut adanya fasilitas yang mendukung integrasi antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu keislaman, seperti laboratorium sains Islami, mushalla, ruang tahfidz, media digital interaktif berbasis nilai-nilai Islam, serta lingkungan belajar yang bernuansa religius. Dengan demikian, sarana dan prasarana bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi juga representasi dari nilai dan visi lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi beriman, cerdas, dan berakhlak mulia. 1 Mursal Aziz. Berkah 90 Tahun Al-Ittihadiyah: Kontribusi Al-Ittihadiyah Dalam Pendidikan Islam Mewujudkan Visi Keumatan (Sukabumi: Haura Utama, 2. 2 Mursal Aziz and Zulkipli Nasution. Al-QurAoan & Hadis: Landasan Kurikulum Studi Islam (Kuningan: Goresan Pena, 2. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Namun, dalam praktiknya masih banyak SDIT yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan pengembangan sarana-prasarana. Permasalahan yang sering muncul antara lain keterbatasan anggaran, pemanfaatan fasilitas yang belum optimal, serta kurangnya kesadaran manajemen sekolah dalam merencanakan dan mengevaluasi kebutuhan sarana-prasarana secara berkelanjutan. Kondisi ini berdampak pada proses pembelajaran yang belum mencapai kualitas ideal sebagaimana diharapkan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP). Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana peran strategis sarana dan prasarana dalam menunjang keberhasilan pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu, baik dari sisi perencanaan, ketersediaan, pemanfaatan, maupun pemeliharaannya. Beberapa penelitian terdahulu, seperti yang dilakukan oleh Ningsih dkk. terdapat korelasi positif antara pengelolaan sarana prasarana dengan peningkatan kualitas pembelajaran. 3 Penelitian Tanjung dkk. perbedaan akreditasi yang sangat signifikan yaitu terletak pada tersedianya sarana dan prasarana di masing-masing sekolah. Kesesuain sarana prasarana sekolah dasar mengacu permen no 24 Tahun 2007. 4 Penelitian Fitria dkk. sarana dan prasarana yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan optimal karena sesuai dengan jadwal yang ada. Program pemeliharaan sarana dan prasarana dikelola oleh wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana. 5 Herawati dkk. penggunaan sarana dan prasarana sudah optimal, dilakukan oleh guru kelas atau guru mata Penggunaannya dilakukan untuk membantu kelancaran proses Semua sarana dan prasarana yang ada di SD Negeri 20 Tanjung Raja dirawat dan dipelihara bersama-sama dengan dikoordinasikan oleh seorang penanggung jawab. Penelitian yang lain yaitu penelitian Sibilunnajah dkk. bahwa pengelolaan sarana dan prasarana tersebut terbukti berkontribusi positif terhadap mutu pembelajaran. Fasilitas yang ada, seperti ruang kelas, mushala, alat peraga, papan tulis, buku referensi, hingga penggunaan media teknologi sederhana, telah mendukung guru dalam menyampaikan materi abstrak menjadi lebih mudah 3 Sindi Eka Ningsih. Lilianti Lilianti, and Nurzaima Nurzaima. AiMengoptimalkan Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Sekolah Dasar,An Edum Journal 8, no. : 29Ae44, https://doi. org/10. 31943/edumjournal. 4 Firima Zona Tanjung. Muhsinah Annisa, and Ridwan Ridwan. AiAnalisis Sarana Dan Prasarana Sekolah Dasar Berdasarkan Tingkat Akreditasi Di Kota Tarakan,An JPI (Jurnal Pendidikan Indonesi. 5, no. : 134, https://doi. org/10. 23887/jpi-undiksha. 5 Faning Maulida Fitria et al. AiStrategi Sarana Dan Prasarana Di Lembaga Pendidikan Sekolah Dasar,An Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan (JDMP) 8 . : 143Ae55. 6 Neti Herawati. Tobari, and Missriani. AiAnalisis Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Sekolah Dasar Negeri 20 Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Neti,An Jurnal Pendidikan Tambusai 4, no. : 9672Ae78, https://doi. org/10. 54371/jiip. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 7 Namun, masih sedikit penelitian yang secara khusus menelaah konteks sekolah Islam terpadu, yang memiliki kekhasan sistem pendidikan berbasis integrasi nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki novelty dalam mengungkap keterkaitan antara ketersediaan sarana-prasarana dengan efektivitas pembelajaran di lingkungan SDIT, termasuk aspek spiritualitas dan pembentukan karakter siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran penting sarana dan prasarana dalam keberhasilan pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu, dengan fokus pada bagaimana keberadaan, pengelolaan, dan optimalisasi saranaprasarana berkontribusi terhadap mutu proses dan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam, serta menjadi acuan praktis bagi kepala sekolah, guru, dan pengelola yayasan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis sarana dan prasarana yang unggul. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berorientasi pada penambahan pengetahuan ilmiah, tetapi juga pada peningkatan mutu pendidikan Islam di tingkat dasar secara berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam peran sarana dan prasarana dalam keberhasilan pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Pendekatan ini dipilih karena data yang dihasilkan bukan berupa angka, melainkan deskripsi kata yang mencerminkan realitas sosial dan pengalaman para informan. Penelitian kualitatif memberikan kesempatan bagi peneliti untuk memahami makna di balik perilaku, kebijakan, serta praktik pengelolaan sarana dan prasarana yang terjadi secara alami di lingkungan sekolah. Lokasi penelitian ini adalah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Hijrah 2, yang dipilih secara purposive karena dianggap representatif dalam menerapkan konsep pendidikan Islam terpadu dan memiliki fasilitas pembelajaran yang Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan siswa, yang masing-masing memberikan informasi sesuai dengan peran dan pengalaman Kepala sekolah berperan memberikan data terkait kebijakan pengelolaan sarana-prasarana, guru menjelaskan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran, staf tata usaha menguraikan aspek administrasi dan inventarisasi, sedangkan siswa memberikan pandangan langsung terhadap kenyamanan dan efektivitas fasilitas belajar yang digunakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Observasi digunakan untuk menilai kondisi nyata fasilitas sekolah, 7 Astiela Sibilunnajah et al. AiManajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Akidah Akhlak Di Sekolah,An Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 wawancara mendalam dilakukan untuk menggali pandangan dan pengalaman para informan, sementara dokumentasi digunakan untuk memperoleh bukti pendukung berupa arsip, laporan, dan foto kegiatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan metode, sehingga hasil penelitian ini dapat menggambarkan secara akurat dan objektif peran penting sarana dan prasarana dalam menunjang keberhasilan pembelajaran di SDIT Al Hijrah 2. TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Sarana dan Prasarana SD IT Al Hijrah 2 Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi, diketahui bahwa SD IT Al Hijrah 2 memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai. Sekolah berdiri di atas lahan seluas lebih dari 300 mA dengan bangunan yang tertata rapi, ruang belajar yang nyaman, serta lingkungan yang bersih dan aman. Setiap ruang kelas dilengkapi fasilitas standar seperti meja, kursi, papan tulis, pendingin ruangan (AC), lemari, dan bahkan kamar mandi di dalam kelas. Lingkungan sekolah juga menyediakan ruang guru, ruang kepala sekolah, laboratorium, perpustakaan, masjid, lapangan olahraga, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta tempat sampah tertutup. Semua fasilitas tersebut mendukung kegiatan belajar mengajar dan menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi siswa. Kelengkapan sarana dan prasarana ini sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar, yang menegaskan bahwa satuan pendidikan harus memiliki ruang belajar, ruang guru, ruang kepala sekolah, tempat ibadah, perpustakaan, laboratorium, tempat bermain, dan sumber belajar lainnya. Dengan terpenuhinya standar tersebut. SD IT Al Hijrah 2 dapat dikategorikan sebagai sekolah yang memiliki fasilitas representatif bagi pelaksanaan pembelajaran berkualitas. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa sarana dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran di sekolah dasar. Kondisi umum sarana dan prasarana di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) secara keseluruhan menunjukkan kualitas yang baik dan mendukung terlaksananya proses pembelajaran yang efektif. Fasilitas fisik seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang guru, ruang tata usaha, serta masjid sekolah tertata dengan rapi dan bersih, mencerminkan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan karakter islami peserta didik. 9 Ruang kelas dilengkapi dengan media pembelajaran modern seperti infokus, papan tulis interaktif, serta alat peraga tematik yang membantu guru dalam menjelaskan materi secara konkret. Selain itu, 8 Fitria et al. AiStrategi Sarana Dan Prasarana Di Lembaga Pendidikan Sekolah Dasar. An 9 Sibilunnajah et al. AiManajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Akidah Akhlak Di Sekolah. An Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 tersedianya sarana ibadah seperti masjid dan tempat wudhu yang memadai memperkuat integrasi antara kegiatan akademik dan nilai-nilai spiritual yang menjadi ciri khas pendidikan Islam terpadu. SD IT pada sisi prasarana, juga memiliki halaman luas yang dimanfaatkan sebagai area bermain dan kegiatan ekstrakurikuler, serta fasilitas kebersihan dan keamanan yang terjaga dengan baik. Pengelolaan sarana dan prasarana dilakukan secara profesional melalui sistem inventarisasi, pemeliharaan rutin, dan penataan ruang berbasis kebutuhan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan prinsip manajemen mutu pendidikan, di mana lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bersih berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dan produktivitas guru. Dengan kondisi sarana dan prasarana yang terawat serta pemanfaatan yang optimal. SD IT mampu menciptakan atmosfer belajar yang aktif, menyenangkan, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta prestasi peserta didik. Sarana dan Prasarana sebagai Penunjang Proses Pembelajaran Sarana dan prasarana di SD IT Al Hijrah 2 tidak hanya lengkap secara fisik, tetapi juga dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Guru menggunakan berbagai media pembelajaran seperti globe, manekin tubuh manusia, dan infokus . untuk menjelaskan materi pelajaran. Penggunaan media tersebut membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak menjadi lebih konkret, sesuai dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget pada tahap operasional konkret . sia 7Ae11 tahu. , di mana anak akan lebih mudah memahami materi apabila dihadapkan dengan objek yang dapat dilihat dan disentuh secara langsung. Media pembelajaran dapat membantu guru menjelaskan materi sehingga mudah dipahami Selain itu, keberadaan laboratorium dan perpustakaan menjadi sarana penting dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik dan literasi. Laboratorium digunakan untuk kegiatan eksperimen sederhana dalam pelajaran IPA, sedangkan perpustakaan menyediakan berbagai sumber bacaan yang menumbuhkan budaya literasi dan menambah wawasan siswa. 11 Guru juga memanfaatkan ruang kelas yang nyaman dan ber-AC untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan fokus. Kelas yang berisi sekitar 20 siswa dengan dua guru pengajar memungkinkan terjadinya pembelajaran yang efektif dan interaktif antara guru dan peserta didik. 10 Mursal Aziz et al. AiTahfidzul QurAoan Curriculum Media Innovation in Islamic Boarding Schools,An Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education 5, no. : 235Ae49, https://doi. org/10. 31538/tijie. 11 Mursal Aziz. Dedi Sahputra Napitupulu, and Siti Khodizah Siregar. AiLearning Media in Early Childhood Education Curriculum in Instilling Religious Character From The Perspective of The QurAoan,An Fikroh: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam 18, no. : 99Ae113, https://doi. org/https://doi. org/10. 37812/fikroh. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Sarana dan prasarana memiliki peran vital sebagai penunjang utama dalam keberhasilan proses pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT). Ketersediaan fasilitas yang memadai seperti ruang kelas yang nyaman, media pembelajaran digital, alat peraga, serta perangkat teknologi pendidikan mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Guru dapat lebih mudah menjelaskan konsep-konsep abstrak dengan bantuan alat peraga konkret dan multimedia, sehingga peserta didik tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengaitkannya dengan realitas kehidupan sehari-hari. 12 Dengan demikian, sarana dan prasarana tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap fisik, tetapi juga sebagai media transformasi pengetahuan dan pembentukan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Islam terpadu. Selain itu, prasarana seperti ruang ibadah, taman sekolah, laboratorium, serta fasilitas olahraga turut mendukung pembelajaran yang holistikAimengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Kegiatan keagamaan yang dilakukan di masjid sekolah menumbuhkan kedisiplinan spiritual, sementara aktivitas fisik di lapangan dan kegiatan ekstrakurikuler di ruang terbuka memperkuat kesehatan dan kerja sama sosial peserta didik. Dukungan fasilitas ini menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna karena berlangsung dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan inspiratif. Dengan pengelolaan sarana dan prasarana yang optimal. SD IT mampu membangun sistem pembelajaran yang tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter unggul dan berakhlak mulia. Sarana Penunjang Non-Akademik dan Pengembangan Karakter Selain fasilitas akademik. SD IT Al Hijrah 2 juga memiliki sarana penunjang non-akademik seperti lapangan futsal, lapangan basket, taman bermain, dan masjid Fasilitas tersebut tidak hanya mendukung kegiatan jasmani, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan kerja sama antarsiswa. Lapangan olahraga yang luas memungkinkan siswa berolahraga secara rutin, sementara taman bermain memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Masjid sekolah menjadi pusat kegiatan spiritual seperti salat berjamaah, tahfidz, dan pembinaan akhlak yang terintegrasi dengan kurikulum Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat juga mencerminkan kesadaran pentingnya pendidikan karakter melalui budaya menjaga kebersihan dan tanggung jawab sosial. Fasilitas kesehatan berupa ruang UKS menunjukkan perhatian sekolah terhadap keselamatan dan kesejahteraan peserta didik selama berada di lingkungan 12 Mursal Aziz and Zulkipli Nasution. Strategi & Materi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis: Upaya Mewujudkan Pendidikan Agama Islam Yang Religius. Pena Persada (Banyumas: Pena Persada, 2. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 13 Kondisi ini mendukung teori yang menegaskan bahwa lingkungan belajar yang aman, sehat, dan harmonis merupakan faktor penting dalam pembentukan perilaku dan keberhasilan akademik anak. Sarana penunjang non-akademik memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian dan karakter peserta didik di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT). Fasilitas seperti lapangan olahraga, taman bermain, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), masjid, serta area hijau sekolah bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari pendidikan karakter. Melalui kegiatan olahraga dan permainan, siswa dilatih untuk menjunjung tinggi sportivitas, kerja sama, serta tanggung jawab. Sementara kegiatan keagamaan yang difasilitasi oleh masjid sekolah, seperti shalat berjamaah dan pembiasaan ibadah harian, menjadi sarana pembinaan spiritual yang menanamkan nilai disiplin, keikhlasan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sarana non-akademik juga mendukung pengembangan sosialemosional siswa. Ruang kegiatan seni, perpustakaan, dan lingkungan sekolah yang bersih serta asri menumbuhkan rasa cinta terhadap keindahan, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan semangat kebersamaan. Kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, tahfiz, atau klub literasi menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka secara positif. Dengan dukungan sarana tersebut, pendidikan di SD IT tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Peran Sarana dan Prasarana terhadap Keberhasilan Pembelajaran Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana memiliki hubungan langsung dengan peningkatan motivasi dan prestasi belajar Guru menyatakan bahwa dengan fasilitas yang lengkap, siswa lebih antusias dan fokus dalam mengikuti pelajaran. Media pembelajaran visual seperti infokus dan globe memudahkan guru menjelaskan materi dengan menarik dan interaktif. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menemukan bahwa sarana sekolah 13 Mursal. Aziz. Dedi Sahputra. Napitupulu, and Elidayanti. Pasaribu. AiImplementation of Islamic Education Curriculum in Instilling Tauhid Education at MIS Al-Washliyah Siamporik North Labuhanbatu,An Intiqad: Jurnal Agama Dan Pendidikan Islam https://doi. org/10. 30596/23693. 14 Aiman Faiz. Anis Pratama, and Imas Kurniawaty. AiPembelajaran Berdiferensiasi Dalam Program Guru Penggerak Pada Modul 2. 1,An Jurnal Basicedu 6, no. : 2846Ae53, https://doi. org/10. 31004/basicedu. Mursal Aziz et al. AiAdministrasi Manajemen Kurikulum Intrakurikuler Dan Ekstrakurikuler Dalam Menanamkan Karakter Siswa Di SD Al-Ittihadiyah Laut Dendang,An Administraus 8, no. : 1Ae18, https://doi. org/10. 56662/administraus. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar, karena siswa lebih termotivasi ketika belajar dengan dukungan fasilitas yang memadai. Dengan kondisi tersebut. SD IT Al Hijrah 2 berhasil menciptakan sistem pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Sarana dan prasarana yang baik juga memperkuat citra positif sekolah di mata masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik, dan mendorong minat calon siswa baru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana bukan hanya faktor pendukung teknis, melainkan elemen strategis dalam membangun mutu pendidikan Islam terpadu yang unggul dan berdaya saing. Peran sarana dan prasarana terhadap keberhasilan pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) sangatlah signifikan, karena keduanya menjadi faktor utama yang menunjang efektivitas proses belajar mengajar. Ketersediaan ruang kelas yang nyaman, pencahayaan yang memadai, ventilasi yang baik, serta fasilitas pendukung seperti proyektor, papan tulis digital, dan media pembelajaran konkret membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Sarana yang lengkap memungkinkan guru mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran aktif dan kreatif, seperti diskusi, demonstrasi, dan eksperimen, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep yang diajarkan. Hal ini sejalan dengan teori lingkungan belajar yang menyatakan bahwa faktor fisik sekolah berpengaruh langsung terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Selain mendukung kegiatan akademik, prasarana yang memadai juga meningkatkan efisiensi kerja guru dan kenyamanan belajar siswa. Keberadaan ruang perpustakaan, laboratorium, masjid, serta lapangan olahraga berkontribusi terhadap pembentukan keseimbangan antara aspek intelektual, spiritual, dan jasmani peserta Pembelajaran yang didukung oleh sarana dan prasarana yang baik juga memperkuat citra sekolah sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas, sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, sarana dan prasarana bukan hanya fasilitas fisik semata, melainkan instrumen strategis yang berperan langsung dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di SD IT. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Hijrah 2. Ketersediaan fasilitas yang lengkap seperti ruang belajar yang nyaman, laboratorium, perpustakaan, masjid, lapangan Sibilunnajah et al. AiManajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Akidah Akhlak Di Sekolah. An 17 Hilya Gania Adilah and Yaya Suryana. AiManajemen Strategik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah,An Jurnal ISEMA: Islamic Educational Management 6, no. : 87Ae 18 Sibilunnajah et al. AiManajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Akidah Akhlak Di Sekolah. An Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 olahraga, ruang UKS, serta media pembelajaran modern terbukti meningkatkan motivasi, fokus, dan hasil belajar siswa. Lingkungan belajar yang bersih dan kondusif turut membentuk karakter disiplin serta menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Dengan demikian, sarana dan prasarana tidak hanya berfungsi sebagai penunjang teknis, tetapi juga menjadi faktor strategis dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan bernilai Islami, sesuai dengan tujuan pendidikan Islam terpadu yang holistik dan berorientasi pada mutu. DAFTAR PUSTAKA