Yora Nopriani. Venny Refitania PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI ELEKTIF DI RUANG PERAWATAN BEDAH CHARITAS HOSPITAL KM 7 PALEMBANG Nuzula Firdaus1. Yora Nopriani 2. Venny Refitania 3 Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email :nuzulafirdaus@gmail. com1, yoranopriano90@gmail. com2, vennyarie. vr@gmail. ABSTRAK Tindakan pre operasi merupakan stresor bagi pasien yang dapat membangkitkan reaksi stres baik secara fisiologis maupun psikologis. Kecemasan adalah salah satunya. Salah satu upaya untuk mengatasi tingkat kecemasan adalah penggunaan aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif. Metode: Penelitian menggunakan metode desain Pre Eksperimen dengan rancangan one group pre post test design, jumlah sampel sebanyak 35 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan univariat , bivariat ( Uji Wilcoxo. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai signifikan hasil uji statistik non parametrik (Wilcoxo. sign rank adalah <0,001 . value < 0,. yang berarti menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dapat dijadikan sebagai bahan referensi serta menjadi salah satu pilihan therapi non farmakologi untuk penatalaksanaan kecemasan . Kata Kunci : Kecemasan . Aromaterapi Lavender. Pre Operasi ABSTRACT Preoperative action is a stressor for patients that can evoke a stress reaction both physiologically and psychologically. Anxiety is one of them. One of the efforts to overcome anxiety levels is the use of lavender aromatherapy. Objective: This study aims to determine the effect of lavender aromatherapy on the anxiety level of elective preoperative patients. Methods: The study used the Pre Experiment design method with a one group pre post test design, with a sample of 35 respondents. Sampling was carried out by purposive sampling technique. Data analysis using univariates, bivariates (Wilcoxon Tes. Results: The results of the study obtained a significant value of the non-parametric statistical test (Wilcoxo. sign rank was <0. value < 0. which means that there is an effect of lavender aromatherapy on the anxiety level of elective preoperative patients. It is hoped that the results of this study can be used as reference materials and become one of the options for non-pharmacological therapy for anxiety Keywords : Anxiety. Lavender Aromatherapy. Pre-Surgery Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Yora Nopriani. Venny Refitania PENDAHULUAN Tindakan pre operasi merupakan membangkitkan reaksi stres baik secara fisiologis maupun psikologis. Respon psikologis bisa merupakan kecemasan. Pada umumnya kecemasan pasien pre operasi dimulai ketika dokter menyatakan operasi dengan puncak mendekati waktu operasi dengan tanda-tanda pasien gelisah, nadi cepat, tensi meningkat, sering bertanya-tanya, mengulangulang perkataan dan bahkan sampai menangi. Kondisi ini sangat membahayakan pasien, sehingga dapat dibatalkan atau ditundanya suatu operasi, bahkan ancaman timbulnya kecacatan atau kematian (Maryunani, 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari World Health Organization (WHO) jumlah pasien dengan tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat di tahun 2017 terdapat 140 juta pasien diseluruh rumah sakit di dunia, sedangkan pada tahun 2019 data mengalami peningkatan sebesar 148 juta jiwa, sedangkan untuk di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 1,2 juta jiwa. Menurut WHO . jumlah klien yang menjalani peningkatan yang sangat signifikan setiap Diperkirakan setiap tahun ada 165 juta tindakan bedah dilakukan di seluruh dunia. Tercatat di tahun 2020 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2020 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Berdasarkan data Kemenkes RI operasi/pembedahan menempati urutan posisi ke-11 dari 50 penanganan penyakit yang ada di Indonesia, 32% diantaranya tindakan pembedahan elektif. Pola penyakit di Indonesia diperkirakan 32% bedah mayor, 25,1% mengalami kondisi gangguan jiwa dan 7% mengalami ansietas. Berdasarkan fenomena dilapangan yang sering terjadi pada pasien pre operasi adanya gejala tingkat kecemasan yang berlebihan (Ramadhan et al. , 2. Kecemasan merupakan keadaan tidak menyenangkan terhadap suatu hal yang diikuti dengan respon tubuh. Kecemasan biasanya muncul sebelum operasi ketika pasien berada mengantisipasi operasi dan pasca operasi karena rasa sakit atau ketidaknyamanan, perubahan citra tubuh dan fungsi tubuh, ketergantungan pada orang lain, kehilangan kendali, perubahan gaya hidup, dan masalah Kecemasan pasien pre operasi mengalami kecemasan yang menunjukan gangguan secara fisik dan psikis, perasaan tidak tenang, gelisah dan khawatir yang sering dialami oleh pasien harusnya Aromaterapi adalah cara aromatik yang tinggi konsentrasi minyak atsiri yang diekstraksi dari tumbuhan. Aromaterapi bekerja secara bertahap menutupi indra penciuman manusia. Kegunaannya, aromaterapi dapat diberikan dengan beberapa cara, diantaranya inhalasi, perendaman, pemijatan, dan kompres. Metode inhalasi adalah dianggap sebagai cara yang paling langsung dan cepat penyembuhan, karena minyak esensial yang mudah menguap molekul bekerja langsung pada penciuman organ dan dirasakan langsung oleh otak Terapi aromaterapi lavender merupakan salah satu terapi complementary and alternative medicine (CAM) (Anderson & Taareluan, 2. Aromaterapi Lavender memiliki manfaat untuk relaksasi, kecemasan, suasana hati dan ada peningkatan kekuatan gelombang alfa dan beta yang menunjukkan relaksasi. Lavender bersifat analgesic dan obat Lavender berdampak pada mengurangi kecemasan pada kurtase pre operasi pasien, dengan proses kapan aromaterapi yang dihirup akan merangsang sel penciuman barulah pesan tersampaikan ke sistem limbik di otak, bisa melepaskan Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Yora Nopriani. Venny Refitania enceplin, endorfin dan serotonin di respon terhadap stressor sehingga mendatangkan ketenangan tubuh dan mengurangi Aromaterapi lavender telah terbukti mengurangi tekanan darah dan detak jantung pasca operasi pasien di unit perawatan intensif dan juga mampu mengurangi tingkat kecemasan pre operasi pada pasien (Guo et al. , 2. Mengingat pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pasien sebelum tindakan operasi, aromaterapi lavender dapat menjadi alternatif alami non farmakologi dalam mengurangi kecemasan tanpa penggunaan obat-obatan. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan desain Pre Ekperimen dengan rancangan one group pre post testdesign. Dimana dalam penelitian ini sampel diberikan pretest . engamatan awa. terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi, setelah itu diberikan intervensi, kemudian dilakukan posttest . engamatan akhi. Populasi yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah 189 orang pasien pre operasi. Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel didasarkan pertimbangan peneliti mengenai sampel mana yang paling sesuai, dianggap dapat mewakili suatu populasi HASIL PENELITIAN Hasil uji univariat dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, dan tingkat Pendidikan, tingkat kecemasan pre operasi kecemasan pre operasi elesktif setelah Tabel 4. Usia Dewasa . -40 tahu. Muda paruh baya . -60 Dewasa tua . tahun ke Jumlah Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Usia Berdasarkan hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Jumlah Persentase (%) Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa distribusi frekuensi responden yang termasuk dalam kategori dewasa . sia 18-40 tahu. sebanyak 22 responden . 9%), responden yang termasuk dalam kategori muda paruh baya . 0 tahu. sebanyak 9 responden . 7%) dan responden yang termasuk dalam kategori dewasa tua . tahun ke ata. sebanyak 4 responden . 4%). Jenis Kelamin Berdasarkan hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Hasil Uji Univariat Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Jumlah Persentase (%) Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa distribusi frekuensi responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 11 orang . sedangkan perempuan sebanyak 24 orang . 6%). Pendidikan Berdasarkan hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Yora Nopriani. Venny Refitania Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan No Pendidikan Jumlah Persentase (%) SMP SMA Jumlah Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa distribusi frekuensi responden yang berpendidikan SD sebanyak 4 responden . 4%), pendidikan SMP sebanyak 1 responden . 9%), pendidikan SMA sebanyak 21 responden . 0%) dan PT sebanyak 9 orang . 7%). Tingkat Kecemasan Pre Operasi Sebelum Intervensi Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Pre Operasi Sebelum Intervensi No Tingkat Jumlah Persentase (%) Kecemasn Ringan . Kecemasan Sedang . Kecemasan Berat . Panik . Jumlah Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa distribusi frekuensi responden yang tingkat kecemasannya sedang sebanyak 7 responden . 04%), tingkat kecemasan berat sebanyak 27 responden . 1%),dan tingkat kecemasan panik sebanyak 1 responden . 9%). Tingkat Kecemasan Pre Operasi Setelah Intervensi Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Pre Operasi Setelah Intervensi Tingkat Jumlah Persentase (%) Kecemasan Ringan . Kecemasan Sedang . Kecemasan Berat . Panik . Jumlah Berdasarkan tabel 3 diatas diketahui bahwa distribusi frekuensi perilaku pasien diabetes mellitus sebelum diberikan edukasi diet sebagian besar memiliki perilaku yang kurang sebanyak 37 responden . ,%). Sedangkan perilaku pasien diabetes mellitus setelah diberikan edukasi diet sebagian besar memiliki perilaku yang baik sebanyak 39 responden . ,9%). Uji Normalitas Sebelum melakukan analisis bivariat terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan menggunakan uji Shapiro Wilk karena sampel kurang dari 50 responden, dengan ketentuan jika p value> 0,05 maka data berdistribusi normal dan jika p value < 0,05 berarti data tidak berdistribusi normal. Tabel 4. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Kelompok Tingkat Tingkat Statistik N value Keterangan <0. Tidak Normal Tidak Normal Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Yora Nopriani. Venny Refitania Berdasarkan tabel di atas, uji normalitas dengan menggunakan shapiro wilk diketahui bahwa nilai signifikasi untuk tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif yang belum diberikan aromaterapi lavender berdistribusi tidak normal . value < 0,. dan nilai signifikan untuk Tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif yang sudah diberikan aromaterapi lavender juga berdistribusi tidak normal . Value <0,. Sehingga menggunakan non parametrik, yaitu uji Wilcoxon dimana batas kemaknaan = 0,05 . onfidence interval 95%). Analisis Bivariat Apabila hasil p value< 0,05 maka terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif, dan apabila p value> 0,05 maka tidak terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif. Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon Variabel Median Tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif sebelum diberikan aromaterapi Tingkat kecemasan pasien pre pre operasi elektif sesudah diberikan aromaterapi lavender P value <0,001 Berdasarkan tabel 4. 6 dapat dilihat bahwa nilai signifikan hasil uji statistik non parametrik (Wilcoxo. sign rank adalah <0,001 . value < 0,. yang berarti menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif. PEMBAHASAN Pembahasan Kecemasan biasanya muncul sebelum operasi ketika pasien operasi dan pasca ketidaknyamanan, perubahan citra tubuh dan fungsi tubuh, ketergantungan pada orang lain, kehilangan kendali, perubahan gaya hidup, dan masalah keuangan. Jika kecemasan tidak mendapat pengobatan yang memadai dari dokter, perawat, atau keluarga, kemungkinan adanya kecemasan akan menjadi lebih buruk yang akan berdampak pada ketidaksiapan pasien untuk operasi (Indarti, 2. Berdasarkan hasil Analisa univariat diketahui bahwa distribusi frekuensi responden yang termasuk dalam kategori dewasa . sia 18-40 tahu. sebanyak 22 responden . 9%), responden yang termasuk dalam kategori muda paruh baya . -60 tahu. sebanyak 9 responden . 7%) dan responden yang termasuk dalam kategori dewasa tua . tahun ke ata. sebanyak 4 responden . 4%). distribusi frekuensi responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 11 orang . 4%) sedangkan perempuan sebanyak 24 orang . 6%). Dan distribusi frekuensi responden yang berpendidikan SD sebanyak 4 responden . 4%), pendidikan SMP sebanyak 1 responden . 9%), pendidikan SMA sebanyak 21 responden . 0%) dan PT sebanyak 9 orang . 7%). Sedangkan distribusi frekuensi responden tingkat kecemasan pre operasi sebelum intervensi yaitu, tingkat responden . 04%), tingkat kecemasan berat sebanyak 27 responden . 1%) dan tingkat kecemasan panik sebanyak 1 responden . 9%). Distribusi frekuensi responden tingkat kecemasan pre operasi kecemasannya ringan sebanyak 15 responden . 9%), tingkat kecemasan sedang sebanyak 19 responden . 3%), dan tingkat kecemasan berat sebanyak 1 responden . 9%). Berdasarkan hasil analisa bivariat dapat dilihat bahwa nilai signifikan hasil uji statistik non parametrik (Wilcoxo. sign Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Yora Nopriani. Venny Refitania rank adalah <0,001 . value < 0,. yang berarti menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Arinata, 2. yang berjudul Pengaruh Kombinasi Terapi Dzikir dan Aromaterapi Lavender Kecemasan Pasien Pre Operasi. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,000 . <0,. menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan intervensi terapi dzikir dan Aromaterapi lavender. Penelitian lain yang dilakukan oleh Indarti, . dengan judul The Effect Of Lavender Aromatherapy To Anxiety Levels Patient Preoperative Orif Antebrachii Fracture. Hasil uji statistik Wilcoxon sign rank menunjukkan P value = 0,001 < = 0,05 aromaterapi lavender terhadap tingkat Fraktur ORIF Antebrachii sebelum operasi. Penelitian serupa juga dilakukan Rahayu & Puspita . yang bejudul Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Perubahan Tingkat Ansietas Pada Ibu Hamil Pre Operasi Sectio Caesarea. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap perubahan tingkat ansietas pada ibu hamil pre operasi sectio caesarea di RSIA Santa Anna Bandar Lampung dengan nilai p-value = 0. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Guo et , 2. bahwa Aromaterapi lavender telah terbukti mengurangi tekanan darah dan detak jantung pasca operasi pasien di unit perawatan intensif dan juga mampu mengurangi tingkat kecemasan pre operasi pada pasien. setelah diberikan aromaterapi lavender maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Usia responden Sebagian besar Dewasa . -40 tahu. sebanyak 22 responden dengan persentase . 9 %). Jenis kelamin responden Sebagian besar perempuan sebanyak 24 responden dengan persentase . 6 %). Tingkat Pendidikan Sebagian besar SMA sebanyak 21 responden dengan persentase . 0%). Tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif sebelum diberikan aromaterapi lavender Mayoritas kecemasan berat sebanyak 27 responden dengan persentase . 1%), responden yang sebanyak 7 responden . 04%), dan tingkat kecemasan panik sebanyak 1 responden . 9%). Tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif setelah diberikan aromaterapi lavender Sebagian besar kecemasan sedang sebanyak 19 responden dengan persentase . 3%), responden yang tingkat kecemasannya ringan sebanyak 15 responden . 9%), dan tingkat kecemasan berat sebanyak 1 responden . 9%). Terdapat terhadap tingkat kecemasan pre operasi elektif sebelum dan setelah diberikan Setelah dilakukan uji bivariat dengan hasil uji statistik non parametrik (Wilcoxo. sign rank adalah <0,001 . value < 0,. yang berarti menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif. SARAN KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang dilakukan pada 35 responden tentang tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif sebelum dan Bagi Tenaga Kesehatan Diharapkan dalam melakukan penanganan mengatasi tingkat kecemasan pasien pre operasi selain menggunakan obat-obatan yang sudah diterapkan selama ini, petugas kesehatan juga menyarankan kepada pasien untuk melakukan terapi non farmakologi Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Yora Nopriani. Venny Refitania yang sudah terbukti manfaatnya untuk mengatasi tingkat kecemasan pasien pre operasi seperti pemberian aromaterapi Bagi Institusi Pendidikan Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan menambah kepustakaan di STIKES Mitra Adiguna Palembang khususnya jurnal-jurnal serta bahan-bahan yang menunjang penulisan skripsi yang berkaitan dengan penanganan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan dapat melakukan penelitian serupa dengan menggunakan sampel yang lebih banyak lagi serta menggunakan terapi nonfarmakologi yang lain, sehingga lebih banyak lagi pengobatan nonfarmakologi yang dapat diterapkan untuk mengatasi kecemasan pasien pre operasi. Mengurangi Kecemasan Mahasiswa: Sebuah Narrative Review. Jurnal Keperawatan BSI, 9. , 234Ae . Faktor faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan pasien Pre Operasi Di RS Charlie Hospitas Kendal. Marcdante. Kliegman. Jenson. , & Behrman. Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial (I. Indonesia . )). Elsevier Health Sciences. Maryunani, . Asuhan Keperawatan Perioperatif-Pre Operasi (Menjelang Pembedaha. (Cetakan P. Penerbit Trans Info Media. DAFTAR PUSTAKA