Jurnal AGRINIKA. September-2022. :151-160 Identifikasi Hubungan Iklim Mikro pada Produksi Tanaman Kopi Robusta (Coffea chanepor. Dataran Rendah Dimas Prakoswo Widiyani1*. Adryade Reshi Gusta1. Abdul Aziz1. Kresna Shifa Usodri1. Joko S. S Hartono1. Hamdani1 Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan. Politeknik Negeri Lampung. Bandar Lampung. Indonesia *Korespondensi: dimaspw2@polinela. Diterima 01 Juni 2022/ Direvisi 20 Agustus 2022 / Disetujui 30 Agustus 2022 ABSTRAK Provinsi Lampung Barat dan Tangamus merupakan daerah pengembangan kopi robusta dan sebagai salah satu produsen kopi Indonesia ternama di Indonesia. Provinsi Lampung memiliki wilayah geografis dan iklim yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan kopi robusta. Kopi robusta, meskipun berasal dari tanaman vegetatif, sering menunjukkan respon fenotipik variatif berdasarkan perbedaan lingkungannya. Suatu tanaman pasti terpengaruh faktor dari dalam seperti genetis atau dari luar seperti lingkungan, proses pertumbuhan dan perkembangannya. Tanaman kopi cenderung menghendaki tumbuh pada dataran tinggi sehingga pada dataran rendah tidak. Adapun penelitian ditujukan mengidentifikasi kondisi iklim mikro di perkebunan kopi dataran rendah, sebagai acuan dalam modifikasi lingkungan guna mengoptimalkan pertumbuhan serta menghasilkan produktivitas yang optimal. Penelitian dini dilaksanakan pada Agustus Ae November 2021 dikebun pecobaan Politeknik Negeri Lampung. Metode dalam percobaan ini menggunakan metode survei. Hasil yang diperoleh terdapat kondisi iklim mikro yang bervariatif antar plot serta terdapat korelasi yang searah antar unsur iklim serta selaras dengan hasil produksi berdasarkan uji regresi linier yang dilakukan, yaitu dengan nilai > 0,5 yang mengindikasikan setiap komponen unsur iklim sangat kuat dalam mempengaruhi satu dengan yang lainya begitupun juga dengan produksi. Kata kunci: Iklim mikro. Kopi. Produktivitas ABSTRACT The provinces of West Lampung and Tangamus are areas of robusta coffee development and as one of the leading Indonesian coffee producers in Indonesia. Lampung Province has a geographical area and climate suitable for the growth and development of robusta Robusta coffee, although derived from vegetative plants, often shows varied phenotypic responses based on environmental differences. A plant must be affected by internal factors such as genetics or from outside such as the environment, the process of growth and development. Coffee plants tend to grow in the highlands. The research was aimed at identifying microclimate conditions in lowland coffee plantations, as a reference in environmental modification to optimize growth and produce optimal productivity. Early research was carried out in August Ae November 2021 in the experimental garden of the Lampung State Polytechnic. The method in this experiment used a survey method. The results obtained were microclimate conditions that vary between plots and there was a unidirectional correlation between climate elements and in line with production results based on linear regression tests carried out, namely with a value > 0. 5 which indicated that each component of the climate element was strong in influencing one with the other, as well as production. Keywords: Coffee. Microclimate. Productivity Dimas Prakoswo Widiyani. Identifikasi hubungan iklimA PENDAHULUAN Provinsi Lampung Barat dan Tangamus pengembangan kopi robusta yang menjadikan wilayah terkenal di Pulau Sumatera sebagai produsen andalan kopi Indonesia (Talitha et al. , 2021. Ariyanti et al. , 2. Provinsi Lampung memiliki geografis wilayah dan iklim yang perkembangan kopi robusta. Politeknik Negeri Lampung merupakan salah satu intansi pendidikan yang mengkhususkan diri pada bidang pertanian dan Salah perkebunan yang dibudidayakan adalah kopi dengan jenis varietas robusta. Kopi yang ditanam di Universitas Teknologi Negeri Lampung umumnya berproduksi Pada kondisi lingkungan berbeda, kopi robusta akan menunjukkan reaksi fenotipe dan hasil panen yang berbeda meskipun sumber bahan tanam berasal dari organ vegetative. Suatu tanaman pasti terpengaruh faktor dari dalam seperti genetis atau dari luar seperti lingkungan, proses pertumbuhan dan perkembangannya (Evizal et al. , 2015. Karyati, 2. Salah satu faktor ekternal atau lingkungan adalah iklim. Menurut Sitorus unggulan merupakan komoditas dengan iklim dan tanah yang baik dan spesifik pada suatu wilayah. Iklim mikro dipengaruhi oleh kelompok atau vegetasi mempengaruhi individu tanaman pada Kawasan tersebut. Hal tersebut terbukti pada beberapa penelitian, dimana komposisi klon kopi pada suatu lahan dapat mempengaruhi produktivitas kopi itu sendiri (Evizal et al. , 2. Dibandingkan dg peran tanah dalam pertumbuhan ataupun perkembangan dari sebuah tanaman, iklim bisa jadi berperan lebih penting (Widiyani & Hartono, 2. Suhu, radiasi sinar matahari, dan kelembaban merupakan faktor iklim yang mendukung secara Sifat kimia, sifat fisika, dan sifat biologi tanah memiliki korelasi secara (Hartono et al. , 2. Perkebunan percobaan Politeknik Negeri Lampung memiliki diversitas yang beranekaragam. Kondisi demikian mengakibatkan kondisi lingkungan atau iklim mikro yang Batasan ruang lingkup dari iklim mikro, sebatas ruang antara perakaran hingga sekitar akar dan di sekitar kanopi tanaman, atau di sekitar (Santoso, 2. Iklim mikro berperan penting bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Kondisi iklim mikro pertumbuhan dan produksi yang optimal (Hulupi, 2. Capaian dalam penelitian ini adalah mendapatkan informasi mengenai kondisi iklim mikro di kebun tanaman kopi pada dataran rendah, produktivitas yang optimal. BAHAN DAN METODE Kawasan Kebun Percoban Tanaman Kopi. Politeknik Negeri Lampung, yang terletak di Rajabasa. Kota Bandar Lampung, dipilih sebagai lokasi penelitian ini. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan AgustusNovember 2021. Metode penelitian ini dengan mengambil beberapa titik sampel yang mewakili dari unsur iklim mikro di Kebun Percobaan kopi Politeknik Negeri Page 152 of 160 Dimas Prakoswo Widiyani. Identifikasi hubungan iklimA Lampung (Probability Pengambilan titik sampel dilakukan sebanyak 10 plot/kebun sampel diseluruh kawasan Kebun Percobaan Kopi Politeknik Negeri Lampung. Data yang di ambil merupakan data primer dari hasil titik sampel baik dari segi iklim intensitas cahaya. Pengambilan data dilakukan sebanyak 4 kali pengamatan selama 4 bulan, hasil pengamatan selama 4 bulan dirata-ratakan menjadi satu dan di analisis menggunakan uji anova dengan taraf 5%. Jika terjadi perbedaan yang nyata maka di lanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT 5%). Sedangkan untuk nilai estimasi produksi kopi tiap kebun sampel dilakukan dengn cara sampling dengan penjelasan sebagai berikut: Menentukan pohon sampel pada masing-masing kebun terdiri dari 3 Lalu menghitung jumlah cabang produktif pada setiap sampel Selanjutnya menghitung rerata jumlah dompolan kopi pada setiap cabang yang di amati Selanjutnya menjumlahkan setiap dompolan lalu dikalikan dengan cabang produktif di tiap pohon Selanjutnya di konfersikan ke hektar untuk mengetahui estimasi produksi Selanjutnya untuk mengetahui keeratan hubungan antara pengaruh iklim dan produksi kopi dilakukan analisis regresi sederhana dengan persamaan sebagai ycIycuycyc = Ocycuycyc Oo(Ocycu 2 yc 2 yc 2 ) Dimana: Rxyz : Korelasi antar variable x, y dan z X : Suhu Y : Kelembapan Z : Intensitas cahaya Sedangkan untuk mengetahui hubungan antar unsur iklim dilakukan analisis korelasi dengan persamaan sebagai berikut: ycU = yca yca1ycu1 yca2ycu2 yca3ycu3 Dimana: Y : Variabel terikat a : Konstanta b : Variabel bebas iklim . uhu, kelembaban, cahay. x : Nilai variabel bebas HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan observasi serta data yang telah dianalisis menunjukan bahwa setiap plot percobaan menghasilkan kelembaban dan intensitas cahaya yang berbeda-beda, hal tersebut tertera pada tabel 1, 2 dan 3 Produksi: CP x D x Populasi/ha Ket: CP: Cabang Produktif D: Rerata jumlah dompolan /cabang Page 153 of 160 Dimas Prakoswo Widiyani. Identifikasi hubungan iklimA Tabel 1. Data Rerata Suhu Kawasan Di Berbagai Plot Percobaan Plot Suhu . C) 27,10 28,63 28,17 29,13 27,97 26,47 26,93 27,00 27,57 P10 26,40 BNT 5% 0,36 Notasi Keterangan: Notasi yang sama pada kolom menunjukkan tidak berbeda nyata, bersumber pada uji BNT 5%. Tabel 2. Data Rerata Kelembaban Udara Di Berbagai Plot Percobaan Plot P10 BNT 5% Kelembaban (%) 69,30 69,53 69,57 67,20 69,17 68,27 68,33 68,67 69,03 68,83 Notasi Keterangan: Notasi yang sama pada kolom menunjukkan tidak berbeda nyata, bersumber pada uji BNT 5%. Berdasarkan data pada tabel 1 diketahui bahwa setiap plot kawasan menghasilkan kondisi suhu udara yang sangat bervariatif dan secara uji analisis mengasilkan hasil yang berbeda. Pada data kelembaban menghasilkan hasil yang tidak berbeda nyata antar plot Sedangkan pada kondisi intensitas cahaya (Tabel . menunjukan hasil yang berbeda nyata dengan kondisi plot 4 menghasilkan intensitas cahaya paling tinggi di antara plot yang lain intensitas cahaya yang lebih rendah jika dibandingkan dengan plot yang lain. Hal ini berkaitan dengan perbedaan naungan atau penggunaan pohon penaung yang berbeda-beda sehingga menyebabkan kondisi iklim mikro yang bervariatif. Pernyataan hasil penelitian yang sama oleh Evizal et al. Adejedi . , bahwa tingkat naungan tinggi akan menurunkan produktivitas kopi, sehingga strata vegetasi dan tata guna lahan pada suatu kawasan akan mempengaruhi iklim mikro yang dihasilkan. Sedangkan hubungan antara komponen iklim mikro tertera pada tabel 2. Page 154 of 160 Dimas Prakoswo Widiyani. Identifikasi hubungan iklimA Tabel 3. Data Rerata Intensitas Cahaya Di Berbagai Plot Percobaan Plot P10 BNT 5% Cahaya (FC) 13639,79 9588,36 13391,56 16743,90 13565,57 12945,83 10821,33 11022,79 11003,80 10726,25 0,66 Notasi Keterangan: Notasi yang sama pada kolom menunjukkan tidak berbeda nyata, bersumber pada uji BNT 5%. Tabel 4. Analisis Korelasi Komponen Iklim Iklim Suhu . C) Kelembaban (%) Cahaya (FC) Suhu . C) Kelembaban (%) Cahaya (FC) Keterangan: Bilangan yang didampingi dengan tanda bintang (**) menunjukan pengaruh antar unsur yang nyata bersumber pada uni korelasi. Berdasarkan korelasi terhadap komponen iklim pada tabel 4 menunjukan bahwa setiap unsur iklim akan berkaitan dengan unsur iklim yang lainya. Pada parameter suhu dan kelembaban menghasilkan korelasi yang positif dan cukup kuat yang berarti bahwa semakin tinggi suhu akan menurunkan kelembaban suatu kawasan. Komponen dasar cahaya dan suhu memiliki hubungan satu sisi dan menunjukkan nilai yang sangat kuat. Artinya, semakin tinggi intensitas cahaya, semakin tinggi suhu di daerah itu. Hal ini berbanding lurus dengan pernyataan (Mortensen, 2. yang menyatakan semakin meningkatnya paparan radiasi matahari maka suhu dikawasan tersebut akan semakin tinggi. Sedangkan pada kelembaban juga meghasilkan korelasi yang searah dengan nilai yang cukup kuat yang berarti semakin tinggi ntensitas begitupun sebaliknya (Suciantini, 2. Page 155 of 160 Dimas Prakoswo Widiyani. Identifikasi hubungan iklimA Tabel 5. Rerata Estimasi Produksi Kopi Masing-Masing Plot Plot P10 BNT 5% Produksi . g/h. 962,33 748,67 552,33 675,00 530,33 666,00 818,33 708,67 819,67 657,33 16,68 Notasi Keterangan: Notasi yang sama pada kolom menunjukkan tidak berbeda nyata, bersumber pada uji BNT 5%. Iklim sangat berperan penting dalam mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan suatu tanaman bahkan mempengaruhi produksi yang dihasilkan dari tanaman kopi. Hal ini berbanding lurus dengan pernyataan (Prakoswo et , 2. yaitu komponen iklim sangat Pada tabel 5 berdasarkan analisis yang telah diperoleh menunjukan masing-masing produksi yang berbeda nyata. Secara umum estimasi produksi terdapat pada plot 1 sedangkan produksi terendah pada Secara umum iklim mempengaruhi dari produksi kopi kawasan namun tidak menutup kemungkinan faktor lain juga mempengaruhi seperti kodisi tanaman, kondisi tanah dan faktor budidaya tanaman kopi tersebut. Selain mempengaruhi produksi dan berpengaruh antar komponen unsur iklim, unsur iklim juga memiliki hubungan erat dengan hasil atau produksi kopi, hal ini tertera pada Gambar 1. Berdasarkan uraian gambar 1 hasil menunjukan bahwa unsur-unsur iklim juga sangat mempengaruhi dari produksi tanaman kopi. Berdasarkan hasil uji regresi linier dari unsur suhu hubungan yang sangat kuat yaitu sebesar 0,8968 yang mengindikasikan suhu sebagai faktor penting dalam produktivitas tanaman kopi. Begitupun juga dengan unsur kelembaban dan mempengaruhi dari produksi. kopi dengan hasil uji regresi masingmasing sebesar 0,58 dan 0,54. Secara garis besar kondisi lingkungan suatu kawasan akan sangat dipengaruhi oleh faktor iklim (Dirmeyer et al. , 2. Kegiatan budidaya tanaman kopi tidak mudah untuk dilakuakan, karena dalam proses budidayanya dibutuhkan kondisi kawasan yang sesuai dengan syarat iklim yang sangat tepat guna meningkatkan produktivitas hasil (Rono & Mundia. Berdasarkan tanalisis kesesuaian agroklimat maka didapatkan beberapa komponaen iklim yang sudah sesuai dengan karakteristik kopi robusta. Page 156 of 160 Dimas Prakoswo Widiyani. Identifikasi hubungan iklimA Gambar 1. Hubungan Unsur Iklim dan Produksi Kopi Page 157 of 160 Dimas Prakoswo Widiyani. Identifikasi hubungan iklimA Namun juga ada beberapa faktor pembatas yang akan menghambat pertumbuhan serta perkembangan kopi dikawasan tersebut. Faktor pembatas yang dimaksud adalah ketinggian tempat dan suhu sehingga perlu dilakukan Tindakan keseuaian lingkunganya yaitu salah satu caranya dengan menambahkan naungan untuk mengurangi cahaya berlebih sehingga suhu dapat ditekan (Usodri et , 2. Komponen utama dalam proses tumbuh dan berkembangnya suatu tanaman adalah iklim. Dalam hal ini kawasan kebun percobaan kopi yang sebagian besar tediri dari tegakan tegakan yang sama akan menghasilkan iklim mikro bagi organisme atau tanaman dibawahnya baik berupa suhu udara, kelembapan udara dan juga radiasi pengunaan lahan juga akan berpengaruh terhadap iklim mikro yang dihasilkan dan khususnya berdampak banyak pada organisme disekitarnya (Adejedi. Pengaruh suhu udara sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan suatu tanaman. Suhu sangat berperan penting terhadap proses fisiologi dari masing-masing tanaman. Suhu mampu mempengaruhi dari proses biokimia dari setiap organisme terutama proses enzimatis dari suatu tanaman (Amutha & Priya, 2. Dengan demikian karakter suhu yang sesuai atau ideal sangat dibutuhkan setiap tanaman guna menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang optimal. Kelembapan udara merupakan salah satu faktor penting dalam mempengaruhi perkembangan serta pertumbuhan suatu tanaman. Pada keberlangsungan hidupnya. Kondisi mengakibatkan serangan penyakit pada kelembapan terlalu tinggi tentu sangat merugukan (Pautasso et al. , 2. Hal ini tentu sangat merugikan karena jika serangan hama taupun penyakit yang tinggi akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman serta hasil yang akan didapatkan. Namun keadaan kelembapan yang tinggi juga dapat berdampak positif terhadap pathogen yang baik untuk membantu tanaman tumbuh dan berkembang (Prasetyo. Cahaya kehidupan dari semua organisme yang hidup di bumi. Tidak terkecuali dengan tanaman ataupun tumbuhan sangat memerlukan sinar matahari selaku sumber tenaga untuk perkembangan Tumbuhan memerlukan cahaya untuk proses fotosintesis sebagai cadangan makanan bagi setiap tanaman. Cahaya matahari merupakan komponen utama dalam mengasilkan baik biomassa maupun hasil tanaman yang dihasilkan (Oluwasemire & Odugbenro, 2. Selanjutnya Prakoswo et al. , . mengungkapkan bahwa semakin tinggi suhu udara maka akan diringi dengan kenaikan kelembapan udara pada suatu Menanggapi hal tersebut perbedaan terjadi akibat letak serta wilayah yang Selain dapat mempengaruhi dari keadaan tanaman iklim juga dapat mempengaruhi keadaan dari suatu lahan lahan tertentu semisal jika keadaan cahaya tinggi mengakibatkan suhu tinggi sehingga akan mempengaruhi dari ketersediaan air dari suatu wilayah (Benito et al. , 2. Page 158 of 160 Dimas Prakoswo Widiyani. Identifikasi hubungan iklimA KESIMPULAN Bersumber observasi dan ulasan yang sudah dipaparkan hingga bisa disimpulkan selaku berikut: Terdapat kondisi iklim mikro yang bervariatif, hal ini dikarenakan terdapatnya naungan yang berbeda sehingga mempengaruhi iklim mikro kawasan kebun kopi menjadi Terdapat korelasi yang searah antar unsur iklim serta selaras dengan hasil produksi berdasarkan uji regresi linier yang dilakukan, yaitu mengindikasikan setiap komponen unsur iklim sangat kuat dalam mempengaruhi satu dengan yang lainya begitupun juga dengan DAFTAR PUSTAKA