CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 7 | Nomor 3 | April . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Pendampingan SUNSAGI (Sekolah Unggul Sadar Giz. Dalam Upaya Perbaikan Gizi Remaja Rahayu Indriasari1. Marini Amalia Mansur2. Ulfah Najamuddin3. Nasrah4. Muthiah Nurul Atikah5. Afifah Khairunnisa6 Kata Kunci: Gizi Remaja. Edukasi. Sekolah. Keywords : Adolescent Nutrition. Education. School. Corespondensi Author Departemen Ilmu Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan Km. Tamalanrea. Makassar Email: rahayu. indriasari@unhas. Article History Received: 24-12-2024. Reviewed: 20-02-2025. Accepted: 25-03-2025. Available Online: 25-04-2025. Published: 29-04-2025. Abstrak. Program pendampingan berbasis sekolah ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang gizi remaja, termasuk anemia dan pencegahannya, melalui pendekatan yang melibatkan siswa, guru, dan pengelola kantin. Pendampingan dilakukan melalui promosi kesehatan dan gizi pada siswa, sosialisasi tentang jajanan sehat dan bergizi serta pelatihan peningkatan kapasitas pada pengelola kantin, menyampaikan informasi gizi remaja secara efektif. Setelah program dilaksanakan, terdapat peningkatan pengetahuan siswa, penjaja kantin dan guru. Dapat disimpulkan bahwa program SUNSAGI meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga sekolah terhadap pentingnya upaya perbaikan gizi pada remaja dan Abstract. This school-based mentoring program aims to increase knowledge and awareness about adolescent nutrition, including anemia and its prevention, through an approach that involves students, teachers, and canteen managers. The mentoring is conducted through health and nutrition promotion among students, dissemination of information about healthy and nutritious snacks, capacity-building training for canteen managers, and capacity development for teachers in effectively delivering adolescent nutrition information. After the program was implemented, there was an increase in knowledge among students, canteen vendors, and teachers. It can be concluded that the SUNSAGI program improved school community awareness and understanding of the importance of adolescent nutrition improvement efforts and enhanced their capacity for sustainable implementation. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 zat gizi mikro yang berhubungan dengan anemia berada pada kategori defisit berat, dengan siswa yang memiliki defisit berat tersebut cenderung memiliki status gizi yang tidak normal (Oceani, 2. Pemeriksaan kadar hemoglobin menunjukkan bahwa 54% siswi menderita anemia, yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya konsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin B12 (Zulfitrawati et al. , 2. Temuan ini menunjukkan bahwa remaja putri di lokasi tersebut rentan terhadap masalah gizi, khususnya anemia, akibat kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang pencegahan anemia serta pola konsumsi yang tidak memadai. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperbaiki pola makan dan status gizi melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang gizi remaja, anemia, dan cara pencegahannya. Namun, untuk mencapai pola makan yang baik, dukungan lingkungan sekolah juga sangat penting, terutama dengan memastikan ketersediaan makanan bergizi di kantin sekolah (Wang & Stewart, 2013. Oddo et al. Hal ini penting karena remaja menghabiskan banyak waktu di sekolah dan mengandalkan makanan yang tersedia di sana sebagai salah satu sumber utama konsumsi Tinjauan literatur sistematis dan metaanalisis menunjukkan bahwa intervensi berbasis sekolah yang menggabungkan perubahan kognitif siswa dengan perbaikan lingkungan sekolah dapat secara signifikan meningkatkan perilaku makan sehat dan konsumsi makanan bergizi pada remaja . e Medeiros et al. , 2019. O'Brien et al. , 2021. Samad et al. , 2. Situasi ini menyoroti pentingnya intervensi berbasis pendidikan dan promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik gizi yang lebih baik di kalangan remaja, khususnya pada kelompok usia rentan seperti siswa SMA. Pengabdian Masyarakat pengetahuan dan kesadaran tentang masalah gizi remaja dan upaya perbaikan gizi remaja melalui pendampingan Sekolah Unggul Sadar Gizi (SUNSAGI) yang melibatkan siswa, guru, dan pengelola kantin sekolah. PENDAHULUAN Masa kehidupan yang rentan terhadap masalah gizi yang dikenal sebagai triple burden malnutrition, meliputi kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan defisiensi zat gizi mikro (UNICEF. WHO, & World Bank, 2. Salah satu ancaman serius bagi remaja, terutama remaja putri, adalah anemia sebagai bentuk defisiensi zat gizi mikro yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan kognitif, produktivitas, serta kualitas generasi masa depan. Berdasarkan data Riskesdas 2018, remaja Indonesia mengalami kekurangan gizi . ,1% remaja berusia 16Ae18 tahun tergolong kuru. , kelebihan gizi . ,5% tergolong gemu. , dan anemia . %). Di Sulawesi Selatan, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 33,7% (Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, status gizi remaja di kelompok usia 16Ae18 tahun menunjukkan 10,5% mengalami kelebihan berat badan, 10,4% kekurangan berat badan, dan 79,1% dalam kategori normal (Riskesdas, 2. Beberapa faktor menjadi penyebab utama masalah gizi pada remaja. Rendahnya pengetahuan tentang anemia, terutama pada remaja dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, menyebabkan kurangnya kesadaran akan kondisi tersebut (Hatma et al. , 2020. Imran et al. , 2022. Indriasari et al. , 2022. Kassebaum et al. , 2. Pola makan yang tidak sehat dan asupan gizi yang tidak memadai, termasuk rendahnya konsumsi zat gizi makro dan mikro, juga memperburuk kondisi ini (Citrakesumasari et al. , 2020. Haurissa, 2023. Oddo et al. , 2. Selain itu, kebiasaan melewatkan sarapan menjadi masalah signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa remaja yang hanya sarapan 1Ae4 kali seminggu cenderung memiliki asupan energi dan protein yang rendah (Indriasari et al. Penelitian yang dilakukan di SMAN 9 pada tahun 2022 menunjukkan bahwa sebagian remaja putri masih mengalami status gizi kurang . ,8%) dan gizi lebih . %) Hasil penelitian ini juga mengungkap bahwa mayoritas siswi mengalami defisit asupan energi dan zat gizi makro. Selain itu, asupan Indriasari et al. Pendampingan SUNSAGI (Sekolah Unggul Sadar Giz. METODE Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMA Negeri 9 Makassar. Kecamatan Rappocini. Kota Makassar. Program SUNSAGI ini meliputi tiga tahap kegiatan: . promosi kesehatan dan gizi remaja, . pengembangan kapasitas bagi pengelola kantin, dan . pengembangan kapasitas guru dalam menyampaikan informasi gizi remaja. Promosi kesehatan dan gizi remaja. Pada tahap ini, edukasi mengenai masalah penanggulangannya, pedoman gizi seimbang untuk remaja, membaca label pangan, dan melibatkan tim dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) sebagai narasumber, dipandu oleh seorang perwakilan pengurus OSIS SMA Negeri 9 Makassar sebagai MC. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 10 dan 11, guru, serta orang tua atau wali siswa dengan peserta sebanyak 35 orang. Sebelum penyampaian materi, dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dan di akhir post-test mengevaluasi pemahaman yang diperoleh. Kegiatan talkshow dilaksanakan selama kurang lebih 2 jam, yang dimulai dengan aktifitas ice breaking yang dipandu oleh mahasiswa prodi s1 Ilmu Gizi FKM UNHAS melalui beberapa permainan yang dilakukan oleh peserta. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi gizi seimbang untuk remaja dengan metode tanya jawab antara MC dan presentasi di layar. Untuk mengetahui daya Gizi FKM UNHAS dibantu oleh mahasiswa prodi s1 Ilmu Gizi FKM UNHAS. Pada kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi mengenai pentingnya pengelolaan kantin sekolah yang mendukung perbaikan gizi dan kesehatan warga sekolah. Materi ini juga mencakup penjelasan indikator jajanan sehat dan bergizi yang idealnya tersedia di kantin sekolah berdasarakan panduan BPOM 2014 (BPOM, 2. Setelah sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan bakso anti anemia yang menggunakan bahan dasar hati ayam dan daun kelor. Bakso ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif cemilan sehat dan bergizi yang dapat dibuat dan dijual di kantin Peserta mengikuti proses pembuatan bakso secara langsung, kemudian mencicipi hasilnya setelah matang. Narasumber meminta pendapat peserta terkait rasa bakso dan kemudahan proses pembuatannya, yang mendapatkan respon positif dari seluruh Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan pilihan makanan sehat di lingkungan sekolah. Untuk mengevaluasi dilakukan pengukuran pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan selesai. Hasil dari kedua pengukuran tersebut dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan metode paired t-test. serap materi, dilakukan pengukuran pre-test sebelum materi diberikan dan pengukuran post-test di akhir kegiatan. Data kedua pengukuran tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired-t-test dan wilcoxon. Pengembangan kapasitas bagi pengelola Kegiatan sosialisasi sekaligus pelatihan pembuatan jajanan sehat bergizi dilakukan di aula SMA Negeri 9 yang dihadiri oleh 10 orang pengelola atau penjual di kantin sekolah dan pemateri dari tim dosen departemen Ilmu Gambar 1: Sosialisasi dan demonstrasi membuat jajanan bergizi Pengembangan kapasitas guru dalam menyampaikan informasi gizi remaja Pelatihan pembuatan materi ajar tentang Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 gizi remaja untuk guru SMA Negeri 9 Makassar dihadiri 10 perwakilan guru beberapa mata pelajaran dan guru UKS, dibuka secara resmi oleh kepala sekolah. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan tentang gizi seimbang bagi remaja serta pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak. Penyuluhan ini disampaikan dosen Departemen Ilmu Gizi FKM UNHAS melalui metode ceramah dan presentasi powerpoint serta tanya jawab dilakukan dengan peserta setelah materi selesai dipaparkan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi untuk menyusun rencana materi ajar gizi bagi guru yang dapat dijadikan rekomendasi dalam pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah. Pre-test dan posttest dilakukan untuk menilai pemahaman Data dari kedua pengukuran tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif dan t-test membandingkan hasilnya. tentang pentingnya gizi seimbang. Tabel 1. Perubahan rerata skor pengetahuan peserta sebelum dan setelah Mean (SD) p-value Talkshow Pre-test 52,06 . 0,000a Post-test 65,88 . Pelatihan jajanan Pre-test 55,67 . 0, 645a Post-test 58,89 . Pelatihan guru Pre-test 66,00 . 0,005b Post-test 92,00 . uji paired-t-test, buji Wilcoxon P e r b a nd i ng a n ja w a b a n p r e - d a n post-test 100,0% 80,0% 60,0% HASIL DAN PEMBAHASAN 40,0% Kegiatan SUNSAGI ini menyasar penjual/pengelola di kantin sekolah, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam melakukan upaya perbaikan gizi remaja di lingkugan sekolah. Hasil edukasi melalui talkshow menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna pada peserta talkshow di SMAN 9 Makassar (Tabel . , berdasarkan uji perbedaan pre-tes dan post-test yang menunjukkan selisih rerata skor pengetahuan sebesar 13,82 . =0. Grafik 1 menunjukkan perubahan jumlah jawaban yang benar meningkat pada 80% pertanyaan setelah edukasi dilakukan. Berdasarkan grafik tersebut, terlihat adanya peningkatan proporsi peserta talkshow yang memberikan jawaban benar pada post-test hampir di setiap pertanyaan, kecuali soal 4 dan 5 yang terjadi sedikit penurunan namun sebagian besar responden telah menjawab benar pada saat pre-test. Hal ini menunjukkan edukasi gizi dalam bentuk talkshow dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang materi gizi remaja yang diberikan. Hasil yang diperoleh sejalan dengan pengabdian dan penelitian terdahulu (Oktaviasari et al. , 2021. Yuliana & Sari, 2. bahwa metode talkshow yang interaktif antara audience dan pembicara dapat meningkatkan pengetahuan remaja 20,0% 0,0% SoalSoalSoalSoalSoalSoalSoalSoalSoalSoal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Benar Pre Benar Post Salah Pre Salah Post Grafik 1. Peningkatan pengetahuan peserta talkshow gizi remaja Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan jajanan sehat bergizi dilakukan kepada pengelola/penjual kantin di sekolah. Hal meningkatkan kapasitas penjual kantin sebagai produsen dalam menyediakan makanan atau jajanan sehat yang dikonsumsi siswa dan warga sekolah lainnya dari pagi hingga sore Makanan jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi dan zat gizi lain bagi anak-anak usia sekolah (Syarifuddin et al. , 2023. Muhimah & Farapti, 2. Kegiatan ini mensosialisasikan indikator dan jenis jajanan sehat bergizi, cara pengolahan, serta pemilihan bahan yang terjangkau namun bergizi berdasarkan panduan yang tersedia (BPOM. Hal ini dilakukan agar makanan yang dijual dikantin sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan asupan energi agar asiswa Indriasari et al. Pendampingan SUNSAGI (Sekolah Unggul Sadar Giz. merasa kenyang, namun juga mengandung nilai-nilai zat gizi yang cukup untuk mencegah masalah gizi remaja. Adapun hasil pengukuran pre-test dan post-test pengetahuan peserta terkait materi yang diberikan, dapat dilihat pada Tabel 1 dan Grafik 1. Hasil analisis (Tabel . menunjukkan adanya sedikit peningkatan rerata skor pada post-test namun uji paired-t test menunjukkan p-value >0,05 yang berarti peningkatan pengetahuan yang terjadi pada peserta talkshow di SMAN 9 Makassar tidak bermakna secara statistik. Akan tetapi dari distribusi jawaban peserta (Grafik . , terlihat bahwa pengetahuan awal dari peserta memang sudah cukup baik karena sebagian besar peserta sudah menjawab benar untuk semua pertanyaan pada pre-test maupun post-test. Sehingga materi yang diberikan sebagai penguatan dari pengetahuan yang telah dimiliki. Pegetahuan ini diperkuat lagi dengan pengalaman untuk membuat satu contoh jajanan bergizi melalui demonstrasi memasak bakso anti anemia yang dilakukan setelah pemberian materi. Peserta juga mencicipi hasil masakan dan memberikan Seluruh peserta menyatakan suka dengan rasa bakso anti anemia dan merasa mudah membuatnya. Beberapa peserta modifikasi produk bakso tersebut untuk dijadikan produk jajanan lain seperti isian tahu bakso, pangsit bakso, maupun siomai. Hal tersebut memperkaya rekomendasi kepada penjual kantin untuk menyediakan jajanan yang mudah dibuat, rasa yang enak, harga yang terjangkau dan memiliki nilai gizi lebih dari segi pemenuhan protein dan sumber Fe sehingga masalah gizi pada siswa sekolah dapat dicegah, sebagaimana bakso anti anemia ini telah terbukti dapat meningkatkan kadar hemogolobin remaja anemia (Hasanah et al. P e r b a nd i ng a n ja w a b a n p r e - d a n post-test 120,0% 100,0% 80,0% 60,0% 40,0% 20,0% 0,0% SoalSoalSoalSoalSoalSoalSoalSoalSoalSoal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Benar Pre Benar Post Salah Pre Salah Post Grafik 2. Peningkatan pengetahuan peserta pelatihan pembuatan jajanan bergizi Kegiatan pelatihan pembuatan materi ajar gizi remaja pada guru sekolah bertujuan agar guru sekolah mengoptimalkan perannya sebagai pendidik dalam membentuk pola pikir dan kebiasaan gizi yang baik pada siswa. Selain itu, pelatihan ini juga membekali guru mengintegrasikan pendidikan gizi dalam meningkatkan status gizi remaja. Hal ini merupakan pendekatan yang penting dalam mendukung program pemerintah Gerakan Sekolah Sehat (Kemendikbudristek, 2. Untuk menilai perubahan pengetahuan pada peserta, pengukuran pre-test diberikan sebelum pelatihan dan post-test setelah Hasil (Tabel pengetahuan sesudah pelatihan sebesar 26,00 . =0. Lebih jauh pada Grafik 3 terlihat adanya peningkatan proporsi peserta pelatihan yang memberikan jawaban benar pada posttest hampir di setiap pertanyaan, kecuali soal 5,7,9,13, dan 15 yang tidak terjadi peningkatan jawaban benar namun sebagian besar responden telah menjawab benar pada saat pre-test. Hal ini menunjukkan pelatihan guru menggunakan metode ceramah dan diskusi dapat meningkatkan pengetahuan peserta terkait materi gizi remaja yang diberikan. Kegiatan pelatihan ini tidak hanya sebatas pemberian materi gizi remaja dan pembatasan menggunakan metode ceramah, tetapi juga dilakukan diskusi perumusan rencana materi ajar gizi bagi guru sekolah. Diskusi antar peserta dan fasilitator menghasilkan tiga Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3. April 2025 rumusan rekomendasi yaitu: . pembentukan komunitas duta gizi di sekolah yang membantu pelaksanaan kegiatan yang terkait gizi remaja di sekolah serta bekerjasama dengan OSIS untuk perencanaan lomba yang berkaitan dengan gizi remaja, . integrasi materi gizi remaja ke dalam kurikulum dapat diterapkan di sekolah pembuatan poster gizi dalam pembelajaran P5. Implementasi dari kedua rekomendasi ini direncanakan akan dilaksanakan pada semester berikutnya. Peningkatan pengetahuan gizi dan kesadaran pada para guru terlatih dalam mengedukasi siswa, khususnya terkait materi gizi, dapat menjadi peluang terciptanya perubahan pengetahuan dan perilaku gizi dari siswa dan personal lain di lingkungan sekolah, sebagaimana yang telah dibuktikan pada penelitian sebelumnya oleh Elmas & Arslan . P e r ba n di n g a n j a w a ba n pr e - da n po st -t e st 120,0% 100,0% 80,0% 60,0% 40,0% 20,0% Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5 Soal 6 Soal 7 Soal 8 Soal 9 Soal 10 Soal 11 Soal 12 Soal 13 Soal 14 Soal 15 0,0% Benar Pre Benar Post Salah Pre Salah Post Grafik 3. Peningkatan pengetahuan peserta pelatihan pembuatan materi ajar gizi remaja workshop atau simulasi, untuk meningkatkan pemahaman peserta, melakukan evaluasi berkala dan pendampingan lanjutan bagi pengelola kantin agar jajanan sehat bergizi dapat diimplementasikan secara konsisten di kantin sekolah, memberikan pelatihan mengintegrasikan materi gizi ke dalam pembelajaran sehari-hari, melakukan evaluasi rutin terhadap penerapan rekomendasi kegiatan, seperti pembentukan duta gizi dan integrasi materi gizi di sekolah dan memperluas program edukasi ke sekolah lain dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesadaran gizi seimbang secara lebih luas. Dengan penerapan saran-saran tersebut, diharapkan kegiatan SUNSAGI dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan dalam meningkatkan status gizi remaja di lingkungan sekolah. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan SUNSAGI yang dilakukan di SMAN 9 Makassar berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya gizi remaja, baik di kalangan siswa, pengelola kantin, maupun guru. Edukasi melalui talkshow untuk siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, terbukti dari uji pre-test dan posttest yang menunjukkan perbedaan skor yang Penyuluhan kepada pengelola kantin sekolah, meskipun tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik, memperkaya pengetahuan mereka tentang jajanan sehat bergizi dan memberikan contoh pembuatan jajanan yang dapat meningkatkan status gizi siswa. Pelatihan kepada guru juga berhasil meningkatkan pengetahuan mereka mengenai gizi remaja, dengan sebagian besar peserta memberikan jawaban benar pada posttest. Selain itu, hasil diskusi dalam pelatihan guru menghasilkan rekomendasi konkret, seperti pembentukan komunitas duta gizi dan integrasi materi gizi dalam kurikulum sekolah, yang akan diterapkan pada semester Beberapa hal dapat direkomendasikan untuk peningkatan kualitas pendampingan dan luaran yang dicapai di masa berikutnya antara lain: Menggunakan metode edukasi yang lebih interaktif dan aplikatif, seperti UCAPAN TERIMAKASIH