Volume 8 No. JURNAL ABADIMAS ADI BUANA http://jurnal. id/index. php/abadimas PELATIHAN PENGOLAHAN TANAMAN HERBAL SEDUH TEH KELOR (TELOR) UNTUK MENCEGAH ANEMIA PADA IBU HAMIL Nina Hidayatunnikmah1. Solichatin1. Retno Setyo Iswati1. Tetty Rihardini1. S1 Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Indonesia *Email: ninanikmah@unipasby. Informasi Artikel Abstrak Kata kunci: Pengabdian. Anemia. Ibu Hamil. Daun Kelor. Zat Besi Diterima: 2024-11-14 Disetujui: 2025-01-06 Dipubikasikan: Anemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr % pada trimester 1 dan 3 atau kadar hemoglobin < 10,5 gr % pada trimester 2. Anemia dalam kehamilan dapat menyebabkan komplikasi yang berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas. Meskipun pemerintah sudah melakukan program penanggulangan anemia pada ibu hamil yaitu dengan memberikan 90 tablet Fe selama periode kehamilan untuk menurunkan angka anemia ibu hamil, tetapi kejadian anemia masih tinggi. Daun kelor merupakan satu diantara dari jenis sayuran untuk sumber pangan yang tumbuh subur di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan zat besi sebesar 6,24 mg/100gram dan hasil penelitian lainnya menunjukan daun kelor serbuk mengandung 25 kali zat besi pada bayam. Tujuan pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan peran keluarga dan ibu hamil dalam pengolahan tanaman herbal daun kelor dalam upaya peningkatan hemoglobin pada ibu hamil trimester i yang mengalami anemia. Mitra sasaran adalah keluarga, ibu hamil, dan ibu PKK Kelurahan Menanggal Kec. Gayungan Kota SurabayaJawa Timur. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 40 orang. Metode pelaksanaan menggunakan penyuluhan kepapa peserta terkait pelatihan dan pengelolahan tanaman herban daun kelor sebagai seduhan teh serta memantau hasil penyuluhan dan pelatihan kepada ibu hamil dan ibu PKK. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan mulai tanggal 20 November Ae 20 Desember 2023 dan dihadiri oleh 40 peserta terdiri dari ibu hamil dan ibu PKK. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan, dimana dengan prosentase pengetahuan baik sebelum penyuluhan hanya 7 orang dari 40 dan meningkat 19 orang setelah diberikan Abstact Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Anemia in pregnant women is a condition of mothers with hemoglobin levels below 11 gr % in trimester 1 and 3 or hemoglobin levels < 10. 5 g % in Anemia in pregnancy can cause complications that have an impact on increasing morbidity and mortality. Although the government has carried out a program to overcome anemia in pregnant women, namely by giving 90 Fe tablets during the pregnancy period to reduce the anemia rate of pregnant women, the incidence of anemia is still high. Moringa leaves are one of the types of vegetables for food sources that thrive in Indonesia. The results showed that the iron content was 6. 24 mg / 100 grams and other research results showed Moringa leaf powder contains 25 times the iron in The purpose of this community service is to increase knowledge and empower the role of families and pregnant women in the processing of Moringa leaf herbal plants in an effort to increase hemoglobin in i trimester pregnant women who experience anemia. The target partners are families, pregnant women, and PKK mothers in Menanggal Village. Gayungan District. Surabaya-East Java. The number of participants who attended was 40 people. The implementation method uses counseling to participants related to training and management of Moringa leaf herban plants as tea steeping and monitoring the results of counseling and training to pregnant women and PKK mothers. The results of community service activities were carried out from November 20 Ae December 20, 2023 and were attended by 40 participants consisting of pregnant women and PKK mothers. There was an increase in knowledge before and after counseling, where the percentage of knowledge both before counseling was only 7 people out of 40 and an increase of 19 people after being given counseling. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 PENDAHULUAN Salah satu indikator keberhasilan pembangunan dalam bidang kesehatan dapat dilihat dari tinggi rendahnya angka kematian ibu dan bayi. Berdasarkan penelitian WHO diseluruh dunia . Angka Kematian Ibu (AKI) didunia yaitu sebanyak 303. 000 jiwa. Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN yaitu sebesar 235 per 100. 000 kelahiran hidup(Secretariat 2. , dan Berdasarkan data World Bank angka kematian bayi di dunia pada tahun 2019 mencapai angka 28,2 per 1000 kelahiran hidup (Bank 2. Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 menunjukkan 4. 627 kematian di Indonesia dan Provinsi Nusa Tengga Timur menyumbang 141 kasus kematian ibu tahun 2020. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2019 sebesar 4. 221 kematian. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh perdarahan sebanyak 1. 330 kasus, hipertensi dalam kehamilan 110 kasus, dan gangguan sistem peredaran darah sebanyak 230 kasus (Profil Kesehatan Indonesia 2. Salah satu penyebab perdarahan pada ibu hamil adalah anemia dalam kehamilan. Anemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr % pada trimester 1 dan 3 atau kadar hemoglobin < 10,5 gr % pada trimester 2. Anemia dalam kehamilan dapat menyebabkan komplikasi Ae komplikasi yang berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal (Susiyanti & Hartini, 2. Seorang ibu hamil yang menderita anemia memiliki resiko menderita atonia uteri akibat gangguan kontraktilitas uterus yang diakibatkan gangguan transportasi oksigen sehingga terjadi disfungsi enzim di tingkat jaringan dan selular, sehingga bisa terjadi gangguan kontraksi uterus yang dapat menyebabkan perdarahan pasca salin (Sormin Roslin E. et al. , 2. Selain itu dampak ibu hamil yang menderita anemia dapat menyebabkan abortus, persalinan premature, perdarahan antepartum, rentan terserang infeksi, gangguan his baik primer maupun sekunder, retensio plasenta, luka persalinan sukar sembuh, sepsis puerperalis dan gangguan involusi uteri. Sedangkan dampak anemia dalam kehamilan pada janin dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia neonatal, kelainan kongenital, anemia pada janin hingga kematian janin dalam rahim. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Keputusan Menteri Kesehatan RI, 2. prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9 %. Sebanyak 84,6% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun. Untuk mencegah anemia setiap ibu hamil di harapkan mendapatkan tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan. Cakupan pemberian TTD pada ibu hamil di Indonesia tahun 2020 adalah 83,6%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar 64% (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Meskipun pemerintah sudah melakukan program penanggulangan anemia pada ibu hamil yaitu dengan memberikan 90 tablet Fe kepada ibu hamil selama periode kehamilan dengan tujuan menurunkan angka anemia ibu hamil, tetapi kejadian anemia masih tinggi (Arini & Hutagaol, 2. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Daun kelor merupakan satu diantara dari jenis sayuran untuk sumber pangan yang tumbuh subur di daerah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kalsium daun kelor (Moringa oleifer. sebesar 497,8 mg/100gram dan kandungan zat besinya sebesar 6,24 mg/100 gram (Dhafir & Laenggeng, 2. (Yulianto, 2. Pada tahun 1999. Fuglie LJ pertama kali mempublikasikan hasil penelitian tantang kandungan nutrisi kelor yang tertuang dalam buku AuThe Miracle Tree Natural Nutrition for the TropicsAy. Menurut hasil penelitiannya, daun kelor serbuk mengandung 10 kali vitamin A yang ada pada wortel, 25 kali zat besi pada bayam (Pulungan & Purnomo, 2. (Susiyanti & Hartini, 2. , 17 kali kalsium pada susu, 9 kali protein pada yogurt dan 15 kali potassium pada pisang (Mutmainna et al. , 2. Anemia berdasarkan penyebab secara garis besar digolongkan menjadi 3, yaitu defisiensi nutrien . efisiensi besi, vitamin A, vitamin B2. B6. B12, vitamin C, vitamin D, vitamin E, folat dan tembag. , anemia karena penyakit kronis . HIV dan infeksi parasi. dan defek genetik pada hemoglobin . ickle cell anemia, & thalasemi. Dalam kehamilan yang menjadi penyebab utama anemia adalah defisiensi besi dan defisiensi asam folat. Sehingga anemia dalam kehamilan dapat dengan mudah dan murah untuk dicegah dan diobati sebab Zat besi juga bisa di dapatkan dari makanan yang di konsumsi ibu seperti sayur-sayuran salah satunya daun kelor Pemanfaatan herbal atau tanaman obat keluarga yaitu daun kelor yang bermanfaat untuk peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester i (Tampubolon, 2. pemanfaatannya yang mudah, murah dan banyak tumbuh di sekitar lingkungan, sepatutnya harus makin ditingkatkan penggunaan dan kesadaran masyarakat akan manfaat yang luarbiasa (Hartati & Sunarsih, 2. Alasan yang mendasar dari program ini adalah untuk bersama-sama menjaga kesehatan masyarakat Indonesia dari bermacam penyakit melalui manfaat Daun Kelor yang dikemas dalam bentuk teh celup. Dalam kegiatan PPM yang bertema AuPelatihan Pengolahan Tanaman Herbal Serbuk Daun Kelor (Moringa Oleifer. terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester i dengan AnemiaAy ini. Tim PPM akan memberikan contoh bagaimana cara mengolah daun kelor menjadi teh celup yang diminati ibu hamil dan sangat bermanfaat untuk peningkatan kadar hemoglobinnya terutam pada ibu hamil trimester i yang mengalami Anemia. METODE Kegiatan pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan di laksanakan pada tanggal 20 November- 20 Desember 2023 di Pendopo Kelurahan Menanggal. Kecamatan Gayungan Kota Surabaya. Terdapat beberapa alur dalam metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat yaitu tahap perizinan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan selanjutnya dilakukan perizinan di kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya. Tahap kedua yaitu persiapan kegiatan dengan melakukan identifikasi/mendata jumlah sasaran. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi jumlah ibu hamil sehingga dapat ditentukan berapa jumlah kelompok Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 dan menjadwalkan program kegiatannya. Mempersiapkan tempat dan sarana pelaksanaan AuPelatihan Pengolahan Tanaman Herbal Serbuk Daun Kelor (Moringa Oleifer. Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester i dengan AnemiaAy, misalnya tempat di Puskesmas atau Polindes. Kantor Desa/Balai Pertemuan. Posyandu atau di rumah salah seorang warga masyarakat. Sarana belajar menggunakan, tikar/karpet, papan tulis dan lain-lain. Mempersiapkan materi, alat bantu pelatihan dan jadwal pelaksanaan serta mempelajari materi yang akan disampaikan Persiapan peserta, mengundang Ibu Hamil dan kader PKK. Persiapan tim pelaksana, dengan menentukan tim fasilitatornya dan Tahap ketiga adalah tahap pelaksanaan. Kegiatan PPM ini menggunakan metode workshop, yaitu kegiatan berbasis perubahan perilaku pada kelompok masyakarakat target. Pada Pelatihan Pengolahan Tanaman Herbal diharapkan terjadi perubahan perilaku yaitu penggabungan Behaviour Communication Change (BCC), yaitu proses interaktif antara individu, kelompok atau masyarakat dalam mengembangkan strategi komunikasi dan Behaviour Communication Definition (BCD), yaitu proses komunikasi yang memanfaatkan secara langsung konstruksi psikologis individu dengan melibatkan perasaan. Metode yang digunakan pada Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat yaitu Pemberian penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu PKK serta Memantau hasil penyuluhan dan Adapun konsep yang diterapkan pada kegiatan ini mengatasi permasalahan di atas dengan pendekatan berbasis komunitas dimana strategi pemecahan masalah langsung ke sasaran. ada tahap pertama para ibu hamil dan ibu anggota PKK di warga kelurahan Menanggal Kec. Gayungan Selanjutnya diberikan penyuluhan tentang manfaat dan pentingnya pengolahan tanaman Herbal untuk kesehatan ibu hamil. Dan pada tahap terakhir yaitu tahap evaluasi. Memantau pelatihan pamanfaatan tanaman herbal untuk kesehatan, maka perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkesinambungan seluruh pelaksanaan kegiatan dengan dibuat pelaporan dan Evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Perizinan Persiapan Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Diagram Alur Kegiatan Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat dilaksanakan mulai tanggal 20 NovemberAe 20 Desember 2023 di Pendopo Kelurahan Menanggal kec. Gayungan Surabaya. Sasaran yang mengikuti kegiatan ini adalah ibu-ibu kader dan ibu hamil sejumlah 40 peserta. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan secara luring/tatap muka. Kegiatan Pengabdian ini mengangkat tema AuEdukasi Kebidanan Komplementer Pemanfaatan Bahan Alam Herbal untuk Kesehatan Ibu dan AnakAy dalam konteks Pemberdayaan Masyarakat. dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini melalui beberapa tahapan, sebagai berikut: Survey Mitra Sebelum pengajuan perijinan pada mitra, pengabdi melakukan survey mitra mengenai permasalahan dan potensi yang ada di mitra sebagai dasar awal untuk merumuskan masalah dan memecahkan solusi. Ibu hamil adalah kelompok ibu2 dengan permasalahan yg perlu diantisipasi dan ibu kader adalah membantu tenaga kesehatan melayani kebutuhan masyarakat dalam peayanan kesehatan yang lebih menjangkau masyarakat di tahap awal. Sehingga dipandang perlu dua kelompok tersebut sebagaisasaran pengabdian masyarakat. Pengajuan Perijinan Perijinan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di awali dari perijinan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan selanjutnya perizininan dilakukan di Kelurahan Menanggal Kec. Gayungan Surabaya Rapat Koordinasi Rapat koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi, merancang dan mempersiapkan kegiatan PkM. Persiapan pembuatan seduh teh daun kelor (Seduh TeLo. Pertama membuat simpliasia daun kelor Gambar 2. Pengeringan Daun Kelor Gambar 3. Daun Kelor Kering Gambar 1. Daun Kelor Segar Mengumpulkan daun Kelor segar sebanyak 500 gram Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Melakukan pengeringan daun kelor dibawah sinar matahari akan tetapi dilindungi dengan paranet agar panasnya sinar matahari tidak langsung terpapar dengan daun kelor segar. Tahap ini dilakukan untuk mendapatkan daun kelor kering Melakukan penghalusan daun kelor kering dengan menggunakan blander Didapatkan simplisa halus dalun kelor yang akan siap digunakan sebagai teh daun kelor Gambar 4. Penghalusan Daun Kelor Kering Gambar 5. Simplisia Daun Kelor Pengemasan daun kelor pada kantung seduh teh Gambar 6. Teh Daun Kelor Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan menggunakan metode Workshop dilakukan pada bulan Desember 2023. Kegiatan yang di lakukan pada tahap pelaksanan ini adalah : Absensi Kehadiran Peserta Peserta yang hadir sebanyak 40 peserta terdiri dari ibu kader PKK dan ibu hamil Dilakukan Pretest Sebelum Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Materi yang digunakan untuk mengevaluasi peserta adalah terkait dengan definisi anemia, penyebab anemia, pencegahan anemia selama kehamilan, tanaman herbal yang dapat Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 dimanfaatkan ibu hamil dalam mencegah terjadinya anemia, tahapan membuat teh kelor, cara mengkonsumsi teh kelor, manfaat tanaman kelor. Hasil dari pretest yang di dapatkan adalah sejumlah 7 orang . ,5%) memiliki pengetahuan baik, 22 orang . %) memiliki pengetahuan cukup, 11 orang . ,5%) memiliki pengetahuan kurang Penyampaian Materi Materi yang disampaikan terkait dengan definisi anemia, penyebab anemia, pencegahan anemia selama kehamilan, tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan ibu hamil dalam mencegah terjadinya anemia, tahapan membuat teh kelor, cara mengkonsumsi teh kelor, manfaat tanaman Diskusi/Tanya Jawab Didapatkan beberapa peserta yang memberikan pertanyaan seputar manfaat daun kelor, cara mengkonsumsi kelor selain dengan bentuh teh, frekuensi konsumsi teh kelor, cara membuat teh kelor dari tanaman segar yang dimiliki masing masing peserta. Dilakukan Pretest Setelah Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Hasil dari posttest yang di dapatkan adalah sejumlah 19 orang . ,5%) memiliki pengetahuan baik, 17 orang . ,5%) memiliki pengetahuan cukup, 4 orang . ,5%) memiliki pengetahuan Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi dilakukan secara bertahap setiap minggu dengan melakukan observasi ke ibu PKK diwilayahnya masing masing untuk mengetahui keberlanjutan pelatihan pemanfaatan daun kelor dengan bentuk teh seduh. Sebagian besar ibu merasa antusias meminum teh seduh daun kelor dan biasnya dikonsumsi 1 kali sehari Gambar 8. Penyampaian Materi Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 7. Pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat Gambar 9. Tanya Jawab Gambar 10. Monitoring dan Evaluasi KESIMPULAN Pengabdian Pada Masyarakat yang dilaksanakan dengan metode Workshop dengan sub tema AuPelatihan Pengolahan Tanaman Herbal Seduh Teh Kelor (TeLo. Untuk Mencegah Anemia Pada Ibu HamilAy yang dilaksanakan oleh Fakultas Sains Dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan ibu-ibu kader dan ibu hamil di lingkungan Desa Menanggal Kecamatan Gayungan Surabaya yang berjumlah 40 orang berjalan baikdengan lancar. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat secara luring ini merupakan upaya Fakultas Sains Dan Kesehatan membantu dan mendukung Pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dengan menggunakan bahanbahan alam. Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang teh daun kelor dalam upaya meningkatkan Kesehatan. Saran untuk kegiatan selanjutnyan yaitu diperlukan tindak lanjut dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yang telah dilaksanaan dengan kegiatan pengabdian lanjutan sebagai bagian dari Keberlanjutan PkM. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 DAFTAR PUSTAKA