Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 4, April 2024 ISSN: 27342488 PENGARUH MEDIA KARTU HURUF TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1 SD INPRES 16 KABUPATEN SORONG Paskalina Cristina Momot1, Desti Rahayu2, Syams Kusumaningrum3 Email: paskalinamomot@gmail.com1, rahayudesti@gmail.com2, syam123@gmail.com3 Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong ABSTRAK Studi awal diperoleh hasil pengamatan di Sekolah Dasar Inpres 16 Kabupaten Sorong Kelas I ditemukan pembelajaran menggunakan metode konvensioanl di dalam kelas. Sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan belum mampu menunjang kemampuan membaca permulaan siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan media kartu huruf terhadap kemampuan membaca permulaan di kelas I SD Inpres 16 Kabupaten Sorong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian dengan desain eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-group pretest-posttest design. Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Inpres 16 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas I SD Inpres 16 Kabupaten Sorong. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas I dengan jumlah 21 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa teknik tes dan non tes dan teknik analisis data menggunakan SPSS V29. Untuk melihat ttabel maka didasarkan pada derajat kebebasan (dk), yang besarnya adalah N-1, yaitu 21 -1 = 20 pada taraf signifikan 5% diperoleh ttabel = 1.724. Berdasarkan hasil analisis uji t (paired sample t-test) maka dapat diperolah hasil bahwa thitung lebih besar dari ttabel yaitu -6.363 > 1.724 dan Sig. (2 tailed) = 0.000 < 0.5, maka Ha diterima dan HO di tolak. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengharuh Pengaruh Media Kartu Huruf Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Inpres 16 Kabupaten Sorong. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Kartu Kuruf, Membaca Permulaan. 36 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Istilah pendidikan atau paedagogie berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Dewasa di sini dimaksudkan adalah dapat bertanggung jawab terhadap diri sendiri secara biologis, psikologis, paedagogis dan sosiologis. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional Bab 1 pasal 1 dinyatakan bahwa: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menunjukkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara” Menurut Widodo (2015.9) Mengatakan pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara sadar, sengaja dan terencana untuk mendewasakan manusia dan mengembangkan potensi diri melalui upaya pengajaran dan pelatihan yang dilakukan sepanjang hidupnya pendidikan tidak mengenal jenjang usia, semua manusia dalam menjalankan kehidupannya pasti diiringi dengan pendidikan. Secara umum pendidikan merupakan suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja, serta penuh dengan tanggung jawab yang dilakukan orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicitacitakan dan berlangsung terus-menerus. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran yang berlangsung di sekolah masih menghadapi berbagai masalah, diantaranya adalah kurangnya kemampuan Siswa memahami pelajaran yang disampaikan. Keberhasilan belajar ditentukan dan dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya kemampuan dasar siswa, motivasi belajar siswa, dan media pembelajaran yang digunakan oleh guru di kelas. Kualitas pembelajaran dipengaruhi berbagai faktor diantaranya faktor dari siswa, guru, kurikulum/materi, media, metode, dan lingkungan. Berdasarkan observasi yang dilakukan di sekolah tersebut terlihat bahwa guru SD Inpres 16 Kabupaten Sorong kelas 1 dalam proses pembelajaran di kelas masih menggunakan pendekatan konvensional dan kurangnya penggunaan media pembelajaran oleh guru. Sebagian besar guru belum maksimal menggunakan media pembelajaran yang ditandai dengan tidak bervariatifnya penggunaan media yang diterapkan saat proses belajar berlangsung serta media yang digunakan sangat monoton yaitu hanya mengandalkan media papan tulis dengan pembelajaran yang sekilas tanpa melakukan demonstrasi yang berkali-kali. Hal tersebut membuat siswa merasa kurang termotivasi dalam kegiatan pembelajaran dan membuat hasil belajar siswa rendah. Kegiatan pembelajaran dikatakan berhasil apabila dalam pelaksanakannya didukung dengan adanya fasilitas pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar yang optimal. Guru aktif dalam menjelaskan materi pelajaran sementara siswa hanyalah sebagai pendengar saja. Siswa kurang diikut sertakan dalam pengelolaan informasi, sehingga siswa tidak aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang berlangsung dan untuk itu motivasi belajar siswa menjadi rendah, ditandai dengan banyaknya siswa yang bermain sendiri dan guru pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Guru hanya menekankan pada penanaman konsep pada diri siswa tanpa memperdulikan apakah konsep-konsep yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa itu sendiri. Kenyataan yang ada di lapangan mengungkapkan bahwa kemampuan membaca siswa kelas 1 SD Inpres 16 Kabupaten sorong masih rendah, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar pada salah satu mata pelajaran yang belum mencapai KKM. Rendahnya hasil belajar dapat dilihat dari hasil Mid semester genap tahun pelajaran 2021/2022 adalah 63,28 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran itu ≥ 70. Nilai tertingginya adalah 83 dan nilai terendahnya adalah 22. Dari 23 siswa, hanya 13 siswa saja yang mendapatkan nilai tuntas dan 10 siswa mendapatkan nilai tidak tuntas karena belum mencapai daya serap materi. Mencermati adanya permasalahan di atas, perlu adanya 37 pemanfaatan media pembelajaran yang dapat menjadikan siswa lebih aktif dan berada dalam suasana belajar yang menyenangkan. Hal ini dilakukan agar siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan aktivitas belajar siswa adalah media kartu huruf. Media Kartu Huruf adalah media pembelajaran dengan menggunakan kertas yang berukuran tebal dan berbentuk persegi panjang yang ditulisi atau ditandai dengan unsur abjad atau huruf tertentu. Kartu huruf merupakan salah satu alat bantu pembelajaran yang termasuk dalam kategori Flash Card. Media pembelajaran ini mengandalkan Kartu Huruf yang menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Kartu huruf dapat membantu guru mencapai tujuan intruksional karena selain merupakan media yang murah dan mudah diperoleh, juga dapat meningkatkan keaktifan siswa. Selain itu, pengetahuan dan pemahaman siswa menjadi lebih luas, jelas, dan tidak mudah dilupakan. ME TODE PE NE LITIA N Dalam suatu penelitian pasti mutlak diperlukan suatu jenis penelitian yang akan digunakan untuk menyelesaikan sebuah penelitian. Menurut Sugiyono (2014:3) menyatakan bahwa “metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Artinya melalui penggunaan metode serta pemilihan sebuah metode yang tepat maka akan membantu jalannya sebuah penelitian. Beranjak dari suatu permasalahan, rumusan masalah, dan tujuan penelitian, maka jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang dikendalikan” Penelitian ini bertujuan untuk melihat motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen dengan menggunakan kisi-kisi. Sebelum menerapkan media pembelajaran audiom visual maka terlebih dahulu diberi pretest untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa tersebut dan setelah pembelajaran tersebut diadakan prosttest untuk melihat hasil akhir dari pembelajaran tersebut. i i i i i HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini di laksanakan di SD Inpres 16 Kabupaten Sorong kelas I dengan jumlah 21 siswa. Penelitian dilaksanakan selama enam hari. Pada pertemuan pertama pengambilan data awal pretest dengan cara melakukan pembelajaran bahasa Indonesia membaca permulaan yakni melalui tes membaca dimana siswa diberikan teks yang berisi tulisan dan kemudian diminta utuk dibacakan. Pertemuan hari kedua, ketiga, keempat dan kelima dilakukan pembelajaran menggunakan media kartu huruf dan pada hari keenam dilakukan pengambilaan data posttest yaitu siswa di tes menggunakan lembar tes ketrampilan membaca permulaan yang terdiri dari lafal, intonasi, kelancaran dan kenyaringan Selama pembelajaran berlangung pula dilakukan pengambilan data observasi aktivitas siswa yang dilakukan oleh observer. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Observasi aktivitas siswa dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan media kartu huruf. Observasi ini dinilai oleh observer dengan memberikan penilaia pada aspek yang diamati sebagai berikut: Tabel 1 Lembar Observasi Ketrampilan Membaca Permulaan Siswa Jawaban Keterangan No. Aktivitas siswa Ya Tidak 1. Siswa mampu mengidentifikasi huruf lambang bunyi dengan √ Sebagai besar siswa sudah mampu mengidentifikasi dan melafalkan huruf dengan tepat. Siswa sudah 38 No. Aktivitas siswa Ya Jawaban Tidak bunyinya 2. Siswa mampu membaca katakata dan kalimat sederhana dengan lancar dan tepat dalam waktu yang relatif singkat. 3. Siswa mampu memahami dan menyuarakan kalimat sederhana. 4. Siswa bersikap aktif dalam pembelajaran. 5. Siswa mengerjakan tugas yang di berikan guru. 6. 7. 8. 9. 10. √ √ √ √ Siswa berinteraksi dengan baik dengan siswa lain. Siswa berinteraksi dengan baik dengan guru. √ √ Siswa bersikap tertip di dalam kelas. Siswa menggunakan alat bantu dalam membaca. Sikap siswa dalam membaca sudah benar. √ √ √ Keterangan melafalkan huruf dari a sampai z. Sudah banyak siswa yang belum mampu membaca kata maupun kalimat sederhana dengan lancar. Misalnya kata dahi di baca /dddaaahhhiiii/. Dan hanya sebagaian yang belum lancar Masih banyak siswa yang belum mampu membaca kalimat sederhana sehingga dalam memahami kalimat sederhana juga belum mampu. Siswa menunjukkan sikap yang aktif ketika mengikuti pembelajaran. Hanya beberapa siswa saja yang tidak aktif aktif. Siswa sudah mau mengerjakan tugas yang di berikan guru, meskipun ada beberapa siswa yang tidak mau mengerjakan. Siswa kurang dapat berinteraksi dengan temannya, bahkan ada siswa yang bertengkar saat pembelajaran. Interaksi siswa dengan guru sudah terlihat baik. Siswa telah merespon pertanyaan yang di berikan guru. Kondisi siswa di kelas belum tertib, masih ada siswa yang ramai bermain dengan temannya dan juga berjalan-jalan di dalam kelas. Dalam membaca siswa masih menggunakan alat bantu seperti jari dan pensil. Sikap tubuh siswa saat membaca masih belum benar, seperti jarak mata dengan buku yang terlalu dekat atau jauh, sikap duduk yang miring atau 39 No. Aktivitas siswa Ya Jawaban Tidak Keterangan terlalu membungkuk 11, Siswa memperhatikan penjelasan guru √ Masih banyak siswa yang bermain dengan temannya saat pembelajaran dan ada pula mengantuk. Data Obervasi pada tabel 1 diatas menyajikan hasil penerapan media kartu huruf yang telah dilaksakan dikelas I. Observasi ini dilakukan dengan memperhatikan aktivitas penerapan metode kartu huruf. Hasil observasi menyatakan bahwa sebagian besar siswa mampu melaksanan pembelajaran dimana dari 11 aspek-aspek aktivitas siswa ada 6 jawaban yang menyatakan ya dan 5 tidak. Hasil Pretest Kemampuan Membaca Permulaan Tabel 2 Hasil Pretest No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa AK AK DS EB FHS HM HB LB MDM MR NL NS OK OA PYL RF SK SF TK YB YM Jumlah Rata-Rata Nilai Pre test 31 64 53 64 56 45 38 55 70 27 61 70 44 53 54 53 39 45 49 47 55 1080 51.4 Nilai Akhir 21,7 44,8 37,1 44,8 39,2 31,5 26,6 38,5 53,9 18.9 42,7 53,9 30,8 37,1 37,8 37,1 27,3 31,5 34,3 32,9 38,5 18.9 Pretest kemampuan membaca permulaan pada penelitian ini diambil sebelum perlakukan diberikan atau sebelum penerapan pembelajaran menggunakan media kartu huruf. Siswa diminta untuk membacakan setiap kata dan huruf yang telah disediakan untuk mengukur kemampuan awal membaca permulaan. Hasil analisis data pada tabel diatas dapat dilihat dari interval kategori tes kemampuan membaca permulaan siswa yang mendapatkan. 40 Hasil Postest Kemampuan Membaca Permulaan No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Tabel 3 Hasil Postest Nama Siswa Nilai Postest AK 40 AK 67 DS 65 EB 67 FHS 60 HM 50 HB 47 LB 60 MDM 92 MR 55 NL 81 NS 74 OK 56 OA 58 PYL 60 RF 61 SK 48 SF 50 TK 57 YB 69 YM 64 Jumlah Rata-Rata 61 Nilai Akhir 28 46,9 45,5 46,5 42 35 32,9 42 64,4 38,5 56,7 51,8 39,2 40,6 42 42,7 33,6 35 39,9 48,3 44,8 42 Data Postest pada tabel 3 diatas diambil pada akhir penelitian yakni pada hari ke-6 . Postest kemampuan kemampuan membaca pemahaman dilakukan setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan media kartu huruf selama 4 hari berturut-turut. Siswa diminta satu persatu untuk membaca huruf dan kata yang telah disediakan yang kemudian diambil nilainya menggunakan lembar tes kemampuan membaca permulaan. Kategorisasi Kemampuan Membaca Permulaan Tabel 4 Kategorisasi Pretest Kemampuan Membaca Permulaan Nilai No. Nama Siswa Akhir Kategoriasai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 AK AK DS EB FHS HM HB LB MDM 21,7 60,8 37,1 44,8 39,2 31,5 26,6 50,2 53,9 Sangat Kurang Baik Kurang Cukup Sangat kurang Kurang Sangat kurang Cukup Cukup 41 No. Nama Siswa Nilai Akhir 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 MR NL NS OK OA PYL RF SK SF TK YB YM Rata-Rata 18.9 42,7 53,9 60,8 37,1 37,8 37,1 27,3 71,1 34,3 32,9 38,5 18.9 Kategoriasai Sangat kurang Kurang Cukup Baik Kurang Kurang Kurang Sangat kurang Baik Kurang Kurang Kurang Tabel diatas dapat dilihat pada table 4 diatas nilai rata-rata pretest sebesar 18,9. Berdasarkan data pretest diatas nilai interval tes kemampuan membaca permulaan terdapat 2 siswa mendapatkan kategori baik, 4 siswa mendapatkan kategori cukup, 9 siswa memperoleh kategori kurang dan untuk kategori sangat kurang terdiri dari 6 siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah siswa yang mendapatkan kategori kurang sangat tinggi dan sangat kurang lebih tinggi dari 3 kategori lainnya, hal ini membuktikan bahwa tingkat membaca permulaan siswa di kelas 1 SD Inpres 16 belum maksimal. Tabel 5 Kategorisasi Postest Kemampuan Membaca Permulaan No. Nama Siswa Nilai Akhir Interval nilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 AK AK DS EB FHS HM HB LB MDM MR NL NS OK OA PYL RF SK SF TK 28 46,9 45,5 46,5 42 53 46,9 42 64,4 48,5 56,7 51,8 59,2 40,6 42 42,7 75,6 35 39,9 Sangat Kurang Cukup Cukup Cukup Kurang Cukup Cukup Kurang Baik Cukup Cukup Cukup Cukup Kurang Kurang Kurang Sangat baik Kurang Kurang 42 No. Nama Siswa Nilai Akhir 20 21 YB YM Rata-Rata 48,3 44,8 47,6 Interval nilai Cukup Cukup Berdasarkan hasil analisis pada tabel 5 dapat dilihat nilai rata-rata posttest sebesar 47,6 hal ini menunjukan adanya peningkatan dari nilai rata-rata pretest sebelumnya yakni hanya 18,9. Nilai interval tes kemampuan membaca permulaan berdasarkan data posttest menunjukan bahwa terdapat 1 siswa memperoleh kategorisasi sangat baik, 1 siswa yang memperoleh kategorisasi baik, 11 siswa memperolah kategorisasi cukup dan 7 siswa. KESIMPULAN Terdapat perbedaan mean atau nilai rata-rata antara pre-test dan post-test. Dari perhitungan diperoleh nilai mean pre-test 18 sebesar dan nilai mean post-test sebesar 42 . Media kartu huruf terbukti memiliki pengharuh yang signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan siswa, hal ini terbukti dari asil uji t (paired sample t-test) menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah. menunjukan adanya perbedaan yang singnifikan antara sebelum dan sesudah. Untuk melihat ttabel maka didasarkan pada derajat kebebasan (dk), yang besarnya adalah N-1, yaitu 21 -1 = 20 pada taraf signifikan 5% diperoleh ttabel = 1.724. Berdasarkan hasil analisis uji t (paired sample t-test) maka dapat diperolah hasil bahwa thitung lebih besar dari ttabel yaitu -6.363 > 1.724 dan Sig.(2 tailed) = 0.000 < 0.5, maka Ha diterima dan HO di tolak. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengharuh Pengaruh Media Kartu Huruf Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Inpres 16 Kabupaten Sorong. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengunaan media kartu huruf memiliki pengharuh yang signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan di kelas VI SD Inpres 18 Kabupaten Sorong. DAFTAR PUSTAKA Ambarini, Vinca. 2006. Kartu Pintar Huruf. Gramedia Jakarta: Jakarta. Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Ed Revisi. Jakarta: Rineka Cipta. Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Darmiyanti Zuchdi, & Budiasih.2007. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Ditjen Dikti: Jakarta Daryanto, 2010. Belajar dan Mengajar.Yrama Widya. Bandung. Djamarah, Syaifu, Bahri. 2002. Rahasia Sukses Belajar.Rineka Cipta. Jakarta. Eliyawati. Cucu. 2005. Pemilihan dan Pengembangan Sumber Belajar Untuk Anak Usia Dini. Dirjen Pendidikan dan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi: Jakarta. Farida Rahim. 2008. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. PT. Bumi Aksara: Jakarta Fathurrohman, Pupuh dan Sobry Sutikno, 2007, Strategi Belajar Mengajar, PT Refika Aditama: Bandung. Hairudin, dkk. 2007. Pembelajaran Bahasa Indonesia. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta. Hasan, Maimunah. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini. DIVA Press: Yogyakarta. Holilingsworth, Pat 2005. Pembelajaran Aktif. PT. Indeks. Jakarta. Kartini, Diah. 2014. Pengembangan Media Kartu Huruf Bergambar Magneti Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Materi Pokok Penguasaan Kosa kata Pada Kelas II Sdn Majosari. E-Jurnal Volume1 No.1, https:/drive.google.com/file/d/ view. 01 February 2007. Kurniawan, Imas. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini. Edukasia: Jakarta. 43 Munawir Yusuf. 2003. Pendidikan Bagi Anak dengan Problema Belajar. TigaSerangkai Pustaka Mandiri: Solo. Padmi, I.G.A. 2014. Efektivitas Implementasi Metode Bermain Berbantuan, Media Kartu Huruf Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Gambar dan Sosial Emosional Anak. Jurnal Pendidikan. Volume 4, No.1. https:/drive.google.com/file/d/view, 01 February 2017. Sadiman Arif dkk. 2008. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta. Suartini, I.A. Kmg. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Konstekstual Berbantuan Alat Peraga Kartu Huruf Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 Sd. Jurnal mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha. Volume 2, No.1. https:/drive.google.com/file/d/view. 01 February 2017. Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. UNY Pers: Yogyakarta. Sudjana, N dan Rivai, A. 2010. Media Pengajaran. Sinar Baru Algesindo: Bandung Sudjana, Nana. 2011. Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosda Karya. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Supriyadi, dkk. 2005. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Depdikbud, Universitas Terbuka: Jakarta. Tarigan, Hendry Guntur. 2008. Membaca sebagai Suatu Katerampilan Berbahasa. Angkasa: Bandung. 44