Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 5, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ Enhancing Story Writing Skills Through Picture-Based Prompts: A Classroom Action Research at MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara Rosmalia Titin Arti1. Silvia Pratiwi 2 1 MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara 2 MIS Al-Ma'arif Sumbawa Correspondence: titinarti257@gmail. Article Info Article history: Received 12 Agust 2025 Revised 02 Sept 2025 Accepted 23 Sept 2025 Keyword: Classroom Action Research, story writing, picture-based prompts, creativity, student engagement, writing skills. MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara. ABSTRACT This Classroom Action Research (CAR) aims to improve students' story writing skills by using picture-based prompts at MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara. The study focuses on enhancing students' ability to create coherent and imaginative stories through visual stimuli. The research is conducted in two cycles, with each cycle involving planning, action, observation, and reflection. The students are encouraged to write stories based on pictures, which serve as a source of inspiration and structure for their narratives. The findings indicate that the use of picture-based prompts significantly improves students' creativity, vocabulary, and writing fluency. Additionally, it enhances their engagement in the writing process and boosts their confidence in expressing ideas. Data collection methods include observation, student reflections, and analysis of students' written The results show a positive development in students' writing abilities, with an increase in their ability to organize ideas logically and express them more clearly. This study highlights the effectiveness of visual stimuli in promoting writing skills among elementary students. A 2025 The Authors. Published by PT SYABANTRI MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Dalam beberapa tahun terakhir, keterampilan menulis semakin diakui sebagai komponen penting dalam pendidikan dasar. Menulis bukan hanya alat untuk meraih keberhasilan akademik, tetapi juga kunci komunikasi efektif dan perkembangan kognitif siswa. Namun, di banyak sekolah dasar, termasuk di MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara, siswa sering menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan menulis mereka, terutama dalam menulis narasi. Kesulitan ini muncul dari beberapa faktor, termasuk terbatasnya paparan terhadap aktivitas menulis yang menarik dan kurangnya bimbingan terstruktur dalam proses menulis (Rahmawati, 2. Salah satu masalah yang paling menonjol adalah kurangnya motivasi siswa untuk menulis. Banyak siswa menganggap menulis sebagai tugas yang membosankan, yang diperburuk oleh kesulitan mereka dalam menghasilkan ide atau mengorganisirnya dengan koheren. Akibatnya, siswa sering kali menghasilkan tulisan yang pendek, tidak lengkap, atau memiliki struktur yang Tantangan ini sejalan dengan temuan dari berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar sering kali kesulitan dalam kreativitas dan menghasilkan ide dalam tugas menulis (Sari, 2. Beberapa faktor turut berkontribusi pada masalah ini, termasuk metode pengajaran tradisional yang diterapkan di banyak kelas, di mana pengajaran menulis lebih berfokus pada pembelajaran hafalan dan latihan tata bahasa ketimbang ekspresi kreatif. Menurut Dwi . , ketika siswa diajarkan menulis sebagai keterampilan mekanis dan bukan sebagai bentuk ekspresi diri, kreativitas dan keterlibatan mereka dalam menulis akan menurun. Akibatnya. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 guru sering kesulitan menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa untuk secara bebas mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan menulis mereka. Peran guru sangat penting dalam memfasilitasi perkembangan keterampilan menulis. Guru yang mengadopsi pendekatan inovatif dalam pengajaran menulis dapat menciptakan lingkungan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, mengembangkan ide-ide mereka, dan mengekspresikan diri mereka dengan lebih efektif. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memasukkan alat bantu visual, seperti gambar, dalam pengajaran menulis dapat secara signifikan meningkatkan kreativitas dan kinerja menulis siswa (Haris, 2. Gambar dapat merangsang imajinasi siswa, memudahkan mereka untuk mengembangkan cerita, dan mengorganisir pemikiran mereka. Menggunakan gambar dalam proses menulis sangat efektif bagi siswa sekolah dasar, yang mungkin memiliki keterbatasan kosakata atau kesulitan berpikir abstrak. Dengan menyediakan rangsangan visual yang konkret, guru dapat membimbing siswa untuk menyusun cerita yang lebih terperinci dan terstruktur (Fauziyah, 2. Selain itu, penggunaan gambar sebagai rangsangan memungkinkan pendekatan pengajaran menulis yang lebih inklusif, karena ini dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar, termasuk pembelajar visual. Di MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara, banyak siswa menghadapi tantangan serupa dalam menulis narasi. Pengamatan menunjukkan bahwa siswa sering kali menunjukkan keengganan terhadap tugas menulis dan kesulitan dalam membuat cerita yang koheren dan menarik. Hal ini menunjukkan perlunya metode pengajaran yang lebih inovatif dan interaktif dalam mengajarkan menulis. Salah satu strategi yang menjanjikan adalah penggunaan gambar sebagai rangsangan, yang dapat berfungsi sebagai alat untuk merangsang kreativitas dan meningkatkan keterampilan menulis siswa (Indriyani, 2. Beberapa penelitian telah menunjukkan efektivitas gambar sebagai rangsangan dalam meningkatkan keterampilan menulis. Misalnya, penelitian oleh Rizki . menemukan bahwa siswa yang diberikan gambar sebagai rangsangan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas dan kuantitas tulisan mereka. Gambar membantu siswa untuk menghasilkan ide lebih cepat dan mengorganisir cerita mereka dengan lebih jelas dan koheren. Ini menunjukkan potensi gambar sebagai strategi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi siswa dalam menulis Penggunaan gambar sebagai rangsangan sejalan dengan teori pembelajaran konstruktivis, yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Menurut Hidayati . , ketika siswa terlibat aktif dalam menghasilkan ide dan membangun makna, mereka lebih cenderung untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang proses menulis. Gambar memberikan titik awal bagi siswa untuk membangun, sehingga memudahkan mereka untuk membuat narasi yang lebih rinci yang mencerminkan pemahaman dan kreativitas Selain meningkatkan keterampilan menulis, rangsangan gambar juga telah terbukti meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa. Sebuah studi oleh Anwar . menemukan bahwa siswa yang menggunakan gambar sebagai rangsangan lebih antusias terhadap tugas menulis dan menunjukkan kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam mengekspresikan ide mereka melalui tulisan. Ini sangat penting di lingkungan sekolah dasar, di mana membangun sikap positif terhadap menulis sangat krusial untuk keberhasilan jangka Selain meningkatkan keterampilan menulis, gambar sebagai rangsangan juga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Dengan menginterpretasikan gambar dan menerjemahkannya menjadi narasi tertulis, siswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menganalisis, mengorganisir, dan mengomunikasikan pemikiran mereka dengan lebih efektif (Nuryani, 2. Proses ini Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang hubungan antara elemen visual dan pengalaman mereka sendiri, sehingga meningkatkan perkembangan kognitif secara keseluruhan. Salah satu keuntungan utama dari penggunaan gambar sebagai rangsangan adalah fleksibilitas dan adaptabilitas pendekatan ini dalam pengajaran menulis. Guru dapat memilih gambar yang relevan dengan minat siswa, latar belakang budaya, atau topik yang sedang dipelajari, sehingga membuat tugas menulis menjadi lebih menarik dan bermakna (Putri, 2. Fleksibilitas ini memungkinkan guru untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dan preferensi siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung. Meskipun manfaat dari gambar sebagai rangsangan sudah terbukti, masih diperlukan lebih banyak penelitian mengenai bagaimana pendekatan ini dapat diterapkan secara efektif di dalam Secara khusus, penelitian yang mengkaji dampak penggunaan gambar sebagai rangsangan terhadap keterampilan menulis siswa sekolah dasar dalam konteks budaya yang beragam masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menyelidiki penggunaan gambar sebagai rangsangan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita di MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga tentang efektivitas gambar sebagai rangsangan dalam meningkatkan menulis narasi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat memberikan dasar bagi praktik pengajaran di masa depan, menawarkan strategi berbasis bukti untuk mendukung perkembangan menulis siswa. Mengingat peran penting menulis dalam pendidikan, sangat penting untuk menjelajahi pendekatan inovatif yang dapat membantu siswa mengatasi tantangan umum dan mencapai potensi penuh mereka sebagai penulis. Dengan memeriksa dampak gambar sebagai rangsangan terhadap kemampuan menulis siswa, penelitian ini akan memberikan kontribusi pada percakapan yang lebih luas tentang bagaimana meningkatkan pengajaran menulis di sekolah dasar. Hasil penelitian ini juga dapat memiliki implikasi bagi sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa, memberikan model untuk menerapkan strategi menulis yang efektif yang dapat melibatkan siswa dan mendorong Melalui penelitian ini, kami berharap dapat menunjukkan bahwa gambar sebagai rangsangan adalah alat yang berharga untuk meningkatkan keterampilan menulis dan mempromosikan keberhasilan siswa dalam menulis narasi. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita berdasarkan gambar di kalangan siswa MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara. Metode PTK dipilih karena pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengimplementasikan tindakan langsung di dalam kelas dan mengamati perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktu. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan Setiap siklus bertujuan untuk memperbaiki kualitas pengajaran dan keterampilan menulis siswa secara berkelanjutan. Proses penelitian dimulai dengan tahap perencanaan, di mana peneliti merancang kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan gambar sebagai rangsangan dalam kegiatan menulis. Gambar yang digunakan disesuaikan dengan topik yang sedang dipelajari oleh siswa dan diharapkan dapat merangsang imajinasi mereka untuk mengembangkan cerita yang lebih terstruktur dan kreatif. Pada tahap ini, peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian, seperti lembar observasi untuk guru dan siswa serta rubrik penilaian untuk menilai kualitas tulisan Selama tahap tindakan, peneliti mengimplementasikan kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan, dengan menggunakan gambar sebagai alat bantu untuk merangsang ide-ide siswa dalam menulis cerita. Siswa diberi waktu untuk mengamati gambar dan kemudian diminta untuk menulis cerita berdasarkan gambar tersebut. Selama proses ini, peneliti Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 melakukan observasi terhadap keterlibatan dan perkembangan siswa dalam menulis. Peneliti juga mencatat tantangan yang dihadapi siswa dalam mengembangkan cerita mereka dan mencatat respons mereka terhadap penggunaan gambar sebagai rangsangan. Setelah tindakan dilakukan, tahap observasi dimulai, di mana peneliti mengumpulkan data mengenai proses dan hasil pembelajaran. Data yang dikumpulkan mencakup observasi langsung terhadap siswa, catatan tentang partisipasi siswa dalam kegiatan menulis, serta penilaian kualitas tulisan siswa yang menggunakan rubrik penilaian yang telah disiapkan. Selain itu, peneliti juga meminta siswa untuk memberikan refleksi mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan gambar untuk menulis cerita. Data dari observasi dan refleksi ini digunakan untuk mengevaluasi apakah penggunaan gambar sebagai rangsangan dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Tahap terakhir adalah refleksi, di mana peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan dan membuat perbaikan berdasarkan temuan yang diperoleh. Berdasarkan hasil observasi dan penilaian tulisan siswa, peneliti merumuskan tindakan perbaikan yang akan diterapkan pada siklus berikutnya. Proses refleksi ini sangat penting dalam PTK karena memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi efektivitas tindakan yang telah dilakukan dan merencanakan langkahlangkah selanjutnya yang lebih baik. Dengan demikian. PTK memberikan kesempatan untuk perbaikan berkelanjutan dalam proses pembelajaran dan pengajaran. RESULTS AND DISCUSSION Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gambar sebagai rangsangan dalam pembelajaran menulis cerita dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa di MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara. Selama siklus pertama, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide dan menyusun cerita secara koheren. Namun, setelah menggunakan gambar sebagai alat bantu, terlihat peningkatan signifikan dalam cara siswa menyusun cerita. Gambar memberikan mereka titik awal yang konkret untuk memulai proses menulis, yang sebelumnya menjadi hambatan besar bagi mereka. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang menunjukkan bahwa visualisasi melalui gambar dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis (Rahmawati, 2. Selama siklus kedua, ditemukan bahwa siswa semakin percaya diri dalam menulis setelah mereka diberikan gambar sebagai rangsangan. Peneliti mencatat bahwa tingkat keterlibatan siswa dalam proses menulis meningkat, terutama dalam hal penggunaan kosa kata dan pengembangan ide. Dengan gambar sebagai sumber inspirasi, siswa dapat dengan mudah menghubungkan elemen-elemen dalam gambar dengan pengalaman atau imajinasi mereka, yang memperkaya tulisan mereka. Hal ini sesuai dengan temuan dari Sari . , yang mengungkapkan bahwa gambar dapat merangsang siswa untuk mengembangkan ide lebih banyak dan lebih beragam. Pengamatan selama siklus pertama menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa kesulitan untuk memulai menulis tanpa adanya bantuan konkret. Sebelumnya, mereka hanya diberi tema umum tanpa adanya stimulus visual, yang menyebabkan banyak siswa merasa bingung tentang bagaimana memulai cerita mereka. Dengan adanya gambar, mereka lebih mudah menemukan fokus dan dapat menyusun cerita yang lebih terstruktur. Fauziyah . juga menekankan bahwa gambar dapat memperjelas konsep yang abstrak, memfasilitasi pemahaman siswa, dan meningkatkan hasil tulisan mereka. Penurunan hambatan kognitif dalam menulis juga terlihat jelas pada siswa yang awalnya merasa kurang percaya diri dalam menyusun kalimat yang panjang atau mengorganisir cerita. Dengan bantuan gambar, siswa dapat lebih mudah menghubungkan bagian-bagian cerita, dan pada akhirnya, dapat menghasilkan tulisan yang lebih kohesif. Penelitian oleh Dwi . menyatakan bahwa penggunaan gambar dapat membantu siswa mengatasi kesulitan dalam mengorganisir pikiran mereka menjadi sebuah narasi yang terstruktur dan logis. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 Selain itu, peneliti juga mengamati adanya peningkatan dalam kualitas tulisan siswa, terutama dalam hal kedalaman cerita dan penggunaan kosa kata yang lebih beragam. Gambar yang diberikan tidak hanya berfungsi sebagai pemicu ide, tetapi juga membantu siswa untuk mengembangkan plot cerita dengan lebih detail. Hal ini sejalan dengan penelitian Haris . , yang menyatakan bahwa gambar tidak hanya merangsang kreativitas, tetapi juga membantu siswa untuk mengembangkan alur cerita yang lebih kompleks dan lebih hidup. Peningkatan motivasi siswa juga menjadi temuan penting dalam penelitian ini. Siswa yang sebelumnya cenderung menghindari tugas menulis kini menunjukkan lebih banyak antusiasme dan keinginan untuk menulis. Proses menulis menjadi lebih menyenangkan bagi mereka, dan mereka lebih aktif terlibat dalam setiap tahap kegiatan menulis. Anwar . menyatakan bahwa pemberian stimulus visual dapat meningkatkan motivasi siswa untuk terlibat lebih aktif dalam pembelajaran, yang berimplikasi pada peningkatan kualitas hasil belajar mereka. Selain peningkatan kualitas tulisan, siswa juga menunjukkan peningkatan dalam aspek lain, seperti kemampuan untuk membuat kesimpulan dan menggambarkan karakter dengan lebih jelas dalam cerita mereka. Gambar membantu mereka untuk lebih fokus pada elemen cerita seperti setting, karakter, dan peristiwa, yang meningkatkan kemampuan mereka dalam menyusun cerita dengan lebih mendalam. Menurut Indriyani . , penggunaan gambar memberikan ruang bagi siswa untuk bereksperimen dengan ide-ide mereka dan mengekspresikannya melalui tulisan dengan lebih detail. Penelitian ini juga menemukan bahwa melalui penggunaan gambar sebagai alat bantu, siswa yang sebelumnya memiliki kemampuan menulis yang terbatas dapat menghasilkan cerita yang lebih kreatif dan beragam. Gambar memungkinkan mereka untuk berpikir lebih terbuka dan bebas, sehingga menciptakan ruang bagi eksplorasi ide yang lebih luas. Hidayati . menjelaskan bahwa penggunaan rangsangan visual seperti gambar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan memberikan mereka kebebasan untuk menggali ide-ide baru dalam menulis. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya perubahan dalam cara siswa menilai proses menulis mereka. Siswa yang semula merasa menulis sebagai tugas yang membosankan, kini lebih melihatnya sebagai aktivitas yang menarik dan menyenangkan. Hal ini mencerminkan adanya perubahan sikap terhadap pembelajaran menulis, yang juga berhubungan dengan peningkatan minat mereka untuk melibatkan diri dalam tugas menulis. Putri . menemukan bahwa pemberian stimulus yang relevan dan menarik dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap tugas-tugas menulis. Selain dampak terhadap motivasi dan keterampilan menulis, penggunaan gambar juga mempengaruhi kualitas interaksi antara siswa dan guru. Selama proses menulis, siswa lebih sering berinteraksi dengan guru untuk mendiskusikan cerita mereka, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan umpan balik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan gambar juga meningkatkan kualitas komunikasi dan kolaborasi antara siswa dan guru. Hal ini senada dengan hasil penelitian oleh Nuryani . yang menunjukkan bahwa rangsangan visual dalam pembelajaran dapat meningkatkan komunikasi antara siswa dan guru, terutama dalam konteks pembelajaran kreatif. Temuan ini juga menunjukkan bahwa meskipun penggunaan gambar dapat meningkatkan kualitas menulis siswa, masih terdapat tantangan dalam hal bagaimana mengelola kelas secara efektif selama proses menulis. Beberapa siswa masih membutuhkan bimbingan lebih intensif untuk mengatasi hambatan dalam menulis, terutama dalam mengorganisir cerita dengan lebih Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan gambar harus diiringi dengan pendekatan pengajaran yang lebih personal dan bimbingan yang lebih terfokus pada setiap siswa (Rizki, 2. Dari segi waktu, ditemukan bahwa pada siklus pertama, beberapa siswa membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tulisan mereka dibandingkan dengan siklus kedua. Hal ini Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 menunjukkan bahwa penggunaan gambar tidak hanya membantu siswa dalam menghasilkan ide, tetapi juga mempercepat proses mereka dalam menulis. Semakin sering mereka menggunakan gambar, semakin cepat mereka dapat menghasilkan tulisan yang lebih Hal ini didukung oleh temuan Dwi . yang menyatakan bahwa latihan yang berulang dalam menggunakan rangsangan visual dapat meningkatkan efisiensi proses menulis Meskipun demikian, penggunaan gambar sebagai rangsangan juga menunjukkan beberapa Beberapa siswa masih kesulitan dalam menghubungkan gambar dengan ide-ide yang mereka ingin ungkapkan dalam cerita. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas gambar sebagai rangsangan bergantung pada sejauh mana siswa dapat menafsirkan dan menghubungkan gambar tersebut dengan pengalaman pribadi mereka. Untuk itu, pendekatan pengajaran yang lebih eksploratif perlu diterapkan untuk mengatasi kesulitan ini (Fauziyah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa penggunaan gambar sebagai rangsangan dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa di MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara. Dengan menggunakan gambar, siswa tidak hanya mengembangkan keterampilan menulis mereka, tetapi juga memperoleh keuntungan dalam hal kreativitas, motivasi, dan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat menjadi strategi yang efektif untuk diterapkan dalam pengajaran menulis di sekolah dasar, sejalan dengan hasil temuan dari berbagai penelitian yang mendukung penggunaan gambar dalam pembelajaran kreatif (Haris. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di MIS Azzuhriyah NW Kelayu Utara, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gambar sebagai rangsangan dalam pembelajaran menulis cerita secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis siswa. Proses pembelajaran yang melibatkan gambar sebagai stimulus visual terbukti efektif dalam merangsang kreativitas, memperkaya kosa kata, serta meningkatkan struktur dan koherensi tulisan siswa. Gambar memberikan titik awal yang jelas bagi siswa untuk mengembangkan ide-ide mereka, sehingga mengurangi kesulitan yang sering dialami siswa ketika harus memulai menulis tanpa bantuan Selama dua siklus penelitian, ditemukan bahwa siswa menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam hal keterlibatan, motivasi, dan kualitas tulisan. Gambar memungkinkan siswa untuk lebih mudah menghubungkan elemen cerita seperti karakter, setting, dan peristiwa, yang berdampak positif pada kemampuan mereka dalam menyusun narasi yang lebih lengkap dan Selain itu, pemberian gambar juga meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menulis, di mana mereka menjadi lebih antusias dan aktif dalam menyelesaikan tugas menulis yang diberikan. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti kebutuhan akan bimbingan yang lebih personal bagi siswa yang kesulitan menghubungkan gambar dengan ide mereka. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun gambar efektif dalam merangsang kreativitas, pendekatan pengajaran yang lebih individual dan eksploratif tetap diperlukan untuk membantu siswa mengatasi kesulitan dalam menulis. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa gambar sebagai rangsangan merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa di tingkat sekolah dasar. Oleh karena itu, penggunaan gambar sebagai alat bantu dalam pengajaran menulis sangat dianjurkan, karena memberikan manfaat yang signifikan dalam mengembangkan kemampuan menulis siswa, meningkatkan motivasi mereka, serta memperkaya pengalaman belajar mereka secara keseluruhan. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 REFERENCES