Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial |E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya PERAN PENDIDIKAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DESA PANGLIPURAN Ajeng Fitriyadi Ningsih1. Elok Mulazamah2. Nur Azkiyatun Salsabila3. Alfi Syahrial4. Didik Tri Setiyoko5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhadi Setiabudi Tinggi email:ajengfitriyadi04@gmail. com1,elokmulazama@gmail. com2,bcaca286@gmail. com3,alvisyahrial00@gmail. com4,trisetiyokoumus@gmail. Abstrak Studi ini dilakukan untuk menentukan peran pendidikan sosial-budaya di desa Penglipuran, yang terkait dengan pembentukan karakter komunitas desa. Studi ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan sosial-budaya bagi rakyat Penglipuran. Dimulai dengan studi informasi dari subjek penelitian, yaitu salah satu penduduk desa dan pemandu perjalanan. Berdasarkan wawancara dan pengamatan yang dilakukan, hasil dari kemajuan desa desa terbersih Bali tidak hanya didasarkan pada pendidikan, tetapi juga karena tradisi, budaya dan kebiasaan yang masih di dekatnya. Ini karena Bali masih memiliki konsep kehidupan dan kebiasaan yang gemuk. Semua tindakan yang dipikirkan seseorang tentang dirinya sendiri jika tidak dilakukan sesuai dengan kebiasaan. Kata Kunci: Sosial Budaya. Karakter. Panglipuran. Abstract This study was conducted to determine the role of socio-cultural education in Penglipuran village, which is related to the formation of the character of the village community. This study shows how important sociocultural education is for the people of Penglipuran. Starting with the study of information from the research subjects, namely one of the village residents and the travel guide. Based on interviews and observations conducted, the results of the progress of Bali's cleanest villages are not only based on education, but also because of the traditions, culture and customs that are still nearby. This is because Bali still has a fat concept of life and habits. All actions that a person thinks about himself if not done according to habit. Keywords: Social Culture. Character. Panglipuran. PENDAHULUAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran dari Pendidikan Sosial Budaya yang ada di Desa Panglipuran yang berkaitan dengan pembentukan karakter masyarakat desa tersebut. Dimana pada penelitian ini kami bermaksud ingin mengetahui betapa pentingnya Pendidikan Sosial Budaya terhadap masyarakat yang ada di Panglipuran. Sesuai kodratnya manusia merupakan makhluk social atau makhluk yang suka bermasyarakat, selain itu manusia juga diberikan akal dan pikiran untuk membantu manusia tumbuh dan berkembang. Arsana pada tahun 2002 menyatakan bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk social karena mempunyai kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain karena pada diri manusia memiliki dorongan untuk berhubungan dengan orang lain . Manusia dewasa di Indonesia pada umumnya dan di Bali khususnya sedang mengalami suatu perubahan yang sangat signifikan dalam segala bidang. Seiring dengan semakin mengglobalnya dunia, tantangan suatu Kawasan bahkan suatu negarapun menjadi transparan. Konsep globalisasi didasarkan pada interaksi social yang memungkinkan individua tau kelompok menggunakan keterampilan komunikasi mereka untuk menjalin koneksi dengan entitas lain . Hal ini juga berdampak pada cara hidup masyarakat umum seperti rasa aman, nyaman, dan damai, serta baik juga pola hidup sejahtera dan harmonis yang menjadi dambaan setiap orang. Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial |E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya . menyatakan bahwa budaya global ditandai oleh integrasi masuknya budaya lokal ke dalam suatu tatanan global. Menurut . , semua negara memiliki tantangan waktu globalisasi bahwa budaya lokal ada dalam proses ini, budaya dan tradisi mereka ada dalam pembangunan baru, sehingga mereka menjalani kehidupan mereka, ia melanjutkan dan mengatakan untuk menghindari hal ini. Menurut . Pendidikan karakter merupakan Pendidikan yang harus diterapkan pada anak sedini mungkin untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. Ketenaran Bali di tingkat internasional tidak memiliki efek positif karena Bali diri tidak kebal terhadap efek dari proses globalisasi. Proses globalisasi menawarkan banyak ruang lingkup dan kebebasan yang hampir tak terbatas di semua bidang yang memengaruhi nilai -nilai yang tertanam dalam pikiran Bali. Dalam peradaban, komunitas tradisional Bali sebagai masyarakat sosial juga memiliki norma-norma di mana peradaban mengatur kehidupan mereka. Peradabannya juga memiliki norma-norma yang mengatur kehidupan peradaban sejak zaman budaya yang dikenal sebagai kosmologi Tri Hita Karana, yang selalu dinamis sebagai salah satu karakteristik atau karakteristik peradaban terlepas dari konsep perubahan sosialnya. Menurut . dibentuk dari tiga makna. Hita, makna kebahagiaan, dan kata-kata yang berarti atau menyebabkannya sehingga dapat diartikan sebagai tiga penyebab kebahagiaan. Kurniasih pada tahun 2017 mengatakan bahwa Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek terpenting dalam Pendidikan . Berdasarkan standar kompetensi lulusan, tujuan Pendidikan karakter adalah meningkatkan mutu penyelenggaraan Pendidikan dan hasil Pendidikan yang berdampak pada kemampuan peserta didik dalam mengembangkan karakter atau akhlaknya secara utuh, terpadu, dan Individu yang baik adalah individu yang mampu membuat keputusan dan menaati setiap konsekuensi dari keputusan yang dibuatnya . Pada prakteknya karakter sangat perlu untuk dikembangkan melalui pembiasaan sehari-hari bukan hanya sekedar teori semata. Seseorang dikatakan berkarakter baik, manakala dalam kehidupan nyatanya memiliki tiga kebiasaan yaitu memikirkan hal yang baik . abits of min. , menginginkan hal yang baik . abits of hear. , dan tentunya melakukan yang baik . abits of actio. Dalam kehidupan manusia, kebersihan adalah dimensi mulia yang dinobatkan dalam berbagai hal. Kebersihan dikaitkan dengan unsur hina semacam kotoran yang dianggap mencemarkan ruang lingkup manusia dan geraknya. Setiap individu dan kelompoknya Menyusun kebersihan menjadi sebuah citacita ideal dalam beragam aktivitas. Bahkan,dalam proses Pendidikan yang diajarkan orang tua kepada anaknya ataupun guru kepada muridnya, kebersihan dijadikan sebagai sebuah pelajaran dan pembelajaran yang harus selalu diterapkan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Pendidikan di berbagai mata pelajaran yang akan dipelajari pada setiap jenjang Pendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi selalu mewujudkan definisi dari kata bersih sebagai Aobebas dari kotoran dan tidak tercemar nodaAo. Berdasarkan pola pikir yang demikian, kebersihan juga menjadi sebuah tolak ukur untuk menerangi individu atau sekelompok orang, baik yang beradab maupun yang mempunyai sifat ramah lingkungan. Secara geografis, desa Penglipuran merupakan salah satu lingkungan atau kawasan yang terletak di kelurhan Kubu. Menurut Catatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bangli, hingga Juni tahun 2019 jumlah penduduk Desa Penglipuran mencapai 1. Di samping itu. Desa Penglipuran memiliki keluasan wilayah hingga 112 hektar. Dalam hal ini, keberadaan hutan bambu bagi masyarakat Penglipuran banyak manfaatnya. Setiap rumah warga di Penglipuran mempunyai karakter Bahkan kerukunan tersebut terasa pula bagi pendatang baru atau pelancong yang berinteraksi dengan warga Penglipuran. Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial |E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya METODE Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan metode study kasus, dan dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Dimana diawali dengan menggali informasi dari obyek penelitian, yaitu salah satu masyarakat desa dan pemandu wisata. Informasi diawali dengan melakukan wawancara langsung mengenai peran Pendidikan, social budaya terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan pada masyarakat desa penglipuran. Hasil pencarian data penelitian diolah secara kualitatif dan dijabarkan dalam bentuk deskriptif HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Desa Penglipuran Sebagai bagian dari Desa Buyung Gede. Kintamani, merupakan Desa Adat Penglipuran. Konon, pada masa pemerintahan Raja Istri di Bangli, kekuatan masyarakat Desa Buyung Gede sangat penting dalam mengangkat bade, karena kekuatan Desa Bayung Gede sangat kuat (Bayu Gede = kuat atau Karena jarak antara Desa Bayung Gede dengan Kota Bangli yang cukup jauh itu . ekitar 25 k. , maka sejumlah penduduk desa tersebut direlokasi ke wilayah sekitar Desa Kubu yang sekarang menjadi Desa Penglipuran. Orang Bayung yang bermukim di Desa Kubu, merupakan nama lama Desa Penglipuran. Istilah AuPenglipuranAy berasal dari kata AuPenglipuranAy yang artinya "mengingat" dan "pura" yang berarti "tempat tinggal" atau "tanah leluhur". Jika kedua kata ini digabungkan, maka hasilnya adalah Penglipuran puda gang berarti "mengingat tanah leluhur tempat asalnya", khususnya Bayung Gede. Oleh karena itu, tata letak perumahan, organisasi, dan bentuk Bayung Gede, serta lokasi pura, hampir identik dengan Desa Penglipuran serta letak pura hampir sama dengan Desa Penglipuran. Sementara yang lain menyatakan bahwa kata kata Penglipuran berasal dari frasa Penglipur Lara yang berarti "tempat yang menenangkan". Penglipuran berasal dari frasa Penglipur Lara, yang berarti "tempat untuk menghibur. Ay Konon pada masa lampau, raja akan datang ke kota ini untuk bergembira dan menghibur hati ketika sedang mendapat masalah atau sedang tertekan, melaporkan bahwa di dahulu kala, raja akan datang ke kota ini untuk bersenang - senang dan membangkitkan semangatnya ketika ia sedang menghadapi masalah atau tertekan. Susunan Tata Ruang Desa Adat Penglipuran Susunan tata ruang Desa Adat Penglipuran berkonsepkan pada Tri Mandala, yaitu: Nista Mandala, yaitu disebelah paling selatan Desa Adat ada kuburan desa, di timurnya ada Pura Dalem Pelapuhan, di barat lautnya ada Pura Dalem Pingit/ Praja Pati. Madya Mandala, yaitu letak pemukiman Desa Adat yang terdiri dari dua jejer yaitu jejer timur dan jejer barat dan di tengah-tengah terletak jalan utama. Utama Mandala, yaitu bagian paling atas di sebelah desa terletak Pura Penataran atau Pura Bale Agung atau Pura Puseh. Keunikan Desa Adat Penglipuran. Rumah adat Penglipuran meliputi: Dapur di sebelah utara berfungsi ganda sebagai tempat tidur orang lanjut usia. Bale Saka 6 yang terletak di sebelah selatan merupakan tempat pelaksanaan ritual adat antara lain Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Sebuah bangunan di sebelah barat telah diperbarui untuk mencerminkan perubahan dari waktu ke waktu, menyediakan tempat bagi keluarga untuk berkumpul dan tidur. Di sebelah timur adalah tempat duduk Rajan atau sanggah. Warga Desa Adat Penglipuran mempunyai pantangan untuk beristri banyak atau berpoligami . , yang sampai saat ini belum ada yang berani melanggarnya. Jika ada yang berani Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial |E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya melanggarnya, maka akan dikucilkan, ditaruh di atas batu yang disebut Karang Medu, yang terletak di sebelah selatan dusun, dan dilarang memasuki desa parapatan atau berdoa di pura. Terdapat pintu keluar tetangga antar rumah masing-masing, sehingga tidak perlu melalui angkulangkul. Anda dapat mengunjungi tetangga dengan pergi dari keluarga di utara ke keluarga di selatan, dan sebaliknya. Seperti yang jarang terjadi di desa-desa Bali lainnya, tidak ada masalah meskipun para tetangga saling meminjam untuk keperluan seperti atap rumah atau capcapan. Terjaga kebersihan lingkungannya dengan sistem pertanggungjawaban setiap Pengasuh Arep, dengan mengingat tugas masing-masing orang diselesaikan sekurang-kurangnya setiap tanggal satu dan lima belas. jika tidak mencukur rumput akan dikenakan denda sesuai dengan awig-awig. Pada tanggal 29 April 1993, dikeluarkan Keputusan Bupati Nomor 115 yang menetapkan secara resmi Desa Penglipuran sebagai Desa Wisata. Adapun potensi yang dimiliki desa penglipuran yaitu: Mempunyai adat yang unik serta tingginya kegiatan upacara adat keagamaan. Penampilan fisik desa juga sangat unik dan indah, dimana jalan utama desa berupa jalan sempit yang lurus dan berundag-undag, dan di utara ujung jalan terdapat pura penataran yang megah, sedangkan di ujung selatan terdapat kuburan dan sebuah tugu pahlawan. Potensi lain dari desa yaitu memiliki hutan bambu yang cukup luas, dengan 15 macam jenis bambu yang berbeda. Dalam penelitian ini kami melaksanakan dengan metode studi kasus dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Yang pertama wawancara, wawancara mengenai peran Pendidikan social budaya yang kami teliti dilaksanakan untuk mengetahui peran antara Pendidikan dengan social budaya terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan yang ada di desa Narasumber mengatakan bahwa antara Pendidikan dengan social budaya yang lebih berpengaruh adalah social budayanya sendiri. Karena, masyarakat bali sudah menanamkan kebiasaan bahwa AoKebersihan adalah habbitAo. Maka dari itu masyarakat Bali sebelum melakukan ibadah wajib untuk mandi terlebih dahulu, dan membersihkan rumah seisinya sebelum melakukan ibadah. Masyarakat Bali apabila ingin melaksanakan ibadah harus dalam keadaan bersih dan suci. Masyarakat bali percaya bahwa agama, budaya dan tradisi adalah segalanya. Seburuk-buruknya orang bali mereka pasti akan tetap ingat dan taat pada ibu mereka dan akan taat melaksanakan Masyarakat bali memiliki tradisi dimana masyarakat setempat percaya bahwa orang yang sudah meninggal arwahnya tidak akan pernah benar-benar pergi selamanya, tetapi mereka akan kembali hidup dengan versi yang lebih baik, tapi bisa dengan wujud yang berbeda tetapi masih berhubungan dengan alam semesta, biasanya hal ini disebut dengan reinkarnasi. Berdasarkan wawancara dengan narasumber terkait Pendidikan di bali khususnya di desa penglipuran bukan menjadi tolak ukur untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih. Kemajuan dan kemunduran desa bukanlah berasal dari Pendidikan melainkan berasal dari budaya dan agama masyarakat Bali. Bahkan di Bali untuk volume orang yang berpendidikan S1 hingga jenjang S3 sangat sedikit kualitas dan kuantitasnya. Kebanyakan masyarakat di Bali mengenyam Pendidikan hanya sampai SMA hingga Diploma (D. , dan biasanya mengambil jurusan yang ingin mereka lakukan Seperti misalnya ingin bekerja di kapal pesiar maka mereka akan masuk ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kenapa Pendidikan di Bali hanya sampai Diploma, karena di Bali jarang ditemukan Industri dan lebih banyak ditemukan hotel. Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial |E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya Gambar 1. Peneliti Mewawancara Narasumber Lokal Narasumber mengatakan untuk mempertahankan budaya warisan leluhur dengan cara mempertahankan budaya, agama dan tradisi karena ketiganya mempunyai makna yang saling Yang beragama hindu pasti melaksanakan tradisi dan budaya dengan taat pada adat Seperti salah satu tradisi di Bali dimana masyarakat Bali yang perempuan diwajibkan untuk pandai menari. Suka tidak suka para perempuan Bali harus bisa menari. Namun, tidak diharuskan semua perempuan pandai menari asalkan di desa tersebut harus ada yang bisa menari pada saat kegiatan yang membutuhkan pertunjukan tari. Maka dari itu biasanya diadakan kegiatan yang mendatangkan pelatih yang kompeten di bidangnya. Bisa juga dengan diadakan kegiatan festival ogoh-ogoh, dimana setiap desa berlomba-lomba untuk membuat dan menunjukan ogoh-ogoh yang terbaik. Di Bali ogoh-ogoh berkaitan erat dengan budaya dan tradisi Bali. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan oleh peneliti pada tanggal 26 januari 2025, peneliti mendapatkan hasil berupa masyarakat di desa penglipuran masih mengenyam Pendidikan namun lebih memprioritaskan budaya dan adat istiadat dalam pembentukan karakter individunya. Maka dari itu berdasarkan wawancara dan observasi yang telah dilakukan maka didapatkan hasil kemajuan desa terbersih di Bali bukan sepenuhnya karena pendidikan melainkan didapatkan karena tradisi, budaya dan adat istiadat yang masih erat. Hal ini dikarenakan Bali punya konsep hidup dan adat istiadat yang masih kental. Setiap perbuatan yang dilakukan manusia ada sanksinya sendiri apabila tidak dilaksanakan sesuai dengan adat. KESIMPULAN Dalam penelitian ini kami melaksanakan dengan metode studi kasus dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Yang pertama wawancara, wawancara mengenai peran Pendidikan social budaya yang kami teliti dilaksanakan untuk mengetahui peran antara Pendidikan dengan social budaya terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan yang ada di desa Narasumber mengatakan bahwa antara Pendidikan dengan social budaya yang lebih berpengaruh adalah social budayanya sendiri. Karena, masyarakat bali sudah menanamkan kebiasaan bahwa AoKebersihan adalah habbitAo. Maka dari itu masyarakat Bali sebelum melakukan ibadah wajib untuk mandi terlebih dahulu, dan membersihkan rumah seisinya sebelum melakukan ibadah. Berdasarkan wawancara dengan narasumber terkait Pendidikan di bali khususnya di desa penglipuran bukan menjadi tolak ukur untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih. Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial |E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya Kemajuan dan kemunduran desa bukanlah berasal dari Pendidikan melainkan berasal dari budaya dan agama masyarakat Bali. Bahkan di Bali untuk volume orang yang berpendidikan S1 hingga jenjang S3 sangat sedikit kualitas dan kuantitasnya. Kebanyakan masyarakat di Bali mengenyam Pendidikan hanya sampai SMA hingga Diploma , dan biasanya mengambil jurusan yang ingin mereka lakukan Suka tidak suka para perempuan Bali harus bisa menari. Namun, tidak diharuskan semua perempuan pandai menari asalkan di desa tersebut harus ada yang bisa menari pada saat kegiatan yang membutuhkan pertunjukan tari. Maka dari itu biasanya diadakan kegiatan yang mendatangkan pelatih yang kompeten di bidangnya. Bisa juga dengan diadakan kegiatan festival ogoh-ogoh, dimana setiap desa berlomba-lomba untuk membuat dan menunjukan ogoh-ogoh yang terbaik. Di Bali ogoh-ogoh berkaitan erat dengan budaya dan tradisi Bali. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih peneliti ucapkan kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pembuatan artikel ilmiah ini, dan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhadi Setiabudi. Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bli Ketut Suarna. Masyarakat Desa Penglipuran, dan Bapak DPL Didik Tri Setiyoko yang sudah membimbing kami. DAFTAR PUSTAKA