Vol 3 No. 2 Mei 2026 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 44 Ae 51 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/04ywyk90 PENGARUH STRUKTUR MODAL. PROFITABILITAS. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Putri Silkatin Nafi ah a*. Iman Karyadi b putrisilka227@gmail. Universitas Wijaya Kusuma a Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Jurusan Akuntansi. Surabaya. Jawa Timur b Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Jurusan Akuntansi. imankaryadi07@gmail. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Jawa Timur * Penulis Korespondensi: Putri Silkatin Nafi ah ABSTRACT The study aims to test and analyze the influence of Capital Structure. Profitability, and Company Size on the Firm Value of Mining Sector Companies listed on the Indonesia Stock Exchage. This research is classified as quantitative research. The population analyzed in this study consists of companies in the Basic Materials sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchage for the period 2022-2024. This study used purposive sampling, with a sample of 114 samples obtained from 38 companies. The research method used was multiple linear regression analysis with the application of SPSS 23. The results of this study indicate that Capital Structure has no effect on Firm Value. Profitability has a significant effect on Firm Value, and Company Size has no effect on Firm Value. Keywords: Capital Structure. Profitability. Firm Size. Firm Value Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Struktur Modal. Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian kuantitatif. Populasi yang dianalisis dalam studi ini terdiri dari perusahaan subsektor Basic Materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20222024. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan diperoleh sampel sejumlah 114 sampel dari 38 perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Struktur Modal tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Kata Kunci: Struktur Modal. Profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Nilai Perusahaan PENDAHULUAN Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor strategis perekonomian Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini secara konsisten memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Konstribusi tersebut menjadikan sektor pertambangan sebagai sektor penting dalam kajian ekonomi dan bisnis . Meskipun sektor pertambangan menujukkan kinerja positif pada tingkat makro, kondisi mikro di tingkat perusahaan mencerminkan dinamika yang lebih kompleks . Perbedaan kondisi tercermin dari kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di bursa efek menunjukkan tren yang beragam. Beberapa perusahaan mengalami peningkatan laba dan pendapatan yang signifikan, sementara yang lain justru menghadapi penurunan kinerja . Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun berada di sektor yang sama, setiap perusahaan memiliki karakteristik dan tantangan yang Naskah Masuk 15 Januari 2026. Revisi 20 Januari 2026. Diterima 28 Januari 2026. Tersedia 29 Januari Putri Silkatin Nafi ah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 44 Ae 51 berbeda dalam mengelola operasional dan keuangannya. Kondisi yang fluktuatif ini menjadi perhatian penting bagi pemangku kepentingan, terutama investor dalam menilai prospek investasi di sektor pertambangan . Ketidakkonsistenan temuan dari berbagai penelitian terdahulu menunjukkan adanya kesenjangan penelitian dan kesenjangan teori dalam memahami hubungan antara struktur modal, profitabilitas, ukuran perusahaan dan nilai perusahaan . Beberapa penilitian menunjukkan hasil yang bertentangan, baik dalam hal signifikansi maupun arah pengaruh antar variabel. Perbedaan konteks industri, kondisi ekonomi, dan periode penelitian merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil tersebut . Berdasarkan penelitian di atas, maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji ulang hubungan antar variabel tersebut, khususnya dalam konteks sektor pertambangan Indonesia yang memiliki karakteristik unik dan dinamika pasar yang berbeda . Berdasarkan fenomena empiris dan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan temuan beragam, penelitian ini berjudul: AuPengaruh Struktur Modal. Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2022-2024Ay. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan sektor pertambangan subsektor Basic Materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA 1 Signaling Theory Teori sinyal menjelaskan bahwa perusahaan berusaha mengurangi ketidakseimbangan informasi antara manajemen dan investor dengan menyampaikan berbagai sinyal yang tercermin dalam informasi keuangan dan non keuangan. menyatakan bahwa sinyal merupakan bentuk komunikasi dari perusahaan kepada pihak eksternal untuk menunjukkan kondisi perusahaan sebenarnya. Informasi ini mencakup laporan keuangan, profitabilitas, struktur modal, ukuran perusahaan, dan kebijakan manajerial yang dapat menggambarkan kinerja perusahaan. 2 Trade-Off Theory Trade-Off Theory menjelaskan bagaimana perusahaan menyeimbangkan penggunaan utang dan ekuitas untuk mencapai struktur modal yang optimal. menjelaskan bahwa perusahaan akan mempertimbangkan manfaat pajak dari penggunaan utang . ax shiel. terhadap biaya kesulitan keuangan yang timbul akibat peningkatan leverage. 3 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan indikator yang mencerminkan persepsi pasar terhadap keberhasilan manajemen dalam mengelola sumber daya dan prospek masa depan perusahaan. menjelaskan bahwa nilai perusahaan tercermin dalam harga saham yang dipengaruhi oleh informasi keuangan, kondisi industri dan sentiment pasar. Semakin tinggi harga saham, semakin tinggi nilai perusahaan yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan pemegang saham. menyatakan bahwa salah satu rasio yang paling sering digunakan untuk mengukur nilai perusahaan adalah Price to Book Value (PBV). PBV menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku ekuitas perusahaan. PBV di atas satu menunjukkan bahwa pasar menghargai perusahaan lebih tinggi dari nilai bukunya, sementara PBV di bawah satu mencerminkan persepsi pasar yang negatif. 4 Struktur Modal Struktur modal berkaitan dengan keputusan perusahaan dalam menentukan komposisi pendanaan antara utang dan ekuitas. menjelaskan bahwa struktur modal menggambarkan sejauh mana perusahan menggunakan utang sebagai sumber pendanaan. Sementara itu, . menyatakan bahwa struktur modal optimal adalah kombinasi utang dan ekuitas yang meminimalkan biaya modal dan memaksimalkan nilai Debt to Equity Ratio (DER) merupakan indikator kunci untuk mengukur struktur modal karena menunjukkan proporsi utang dibandingkan dengan ekuitas. DER yang tinggi menunjukkan ketergantungan yang besar pada utang yang dapat meningkatkan risiko keuangan dan mengurangi nilai perusahaan. Namun. DER yang terlalu rendah dapat menunjukkan bahwa perusahaan tidak memanfaatkan leverage yang dapat memberikan manfaat pajak. Pengaruh Struktur Modal. Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Putri Silkatin Nafi A. Putri Silkatin Nafi ah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 44 Ae 51 5 Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba yang merupakan indikator utama kesehatan dan kinerja perusahaan. Menurut . profitabilitas menunjukkan efektivitas manajemen dalam menggunakan aset dan modal untuk menghasilkan laba. Return on Equity (ROE) adalah salah satu rasio profitabilitas yang paling sering digunakan karena menunjukkan tingkat pengembalian bagi pemegang Profitabilitas yang tinggi memberikan sinyal positif kepada investor, menujukkan bahwa perusahaan mampu mengelola sumber dayanya dengan baik dan menghasilkan keuntungan secara konsisten. Dalam konteks pertambangan profitabilitas sangat dipengaruhi oleh harga komoditas, efisiensi produksi, dan biaya Profitabilitas yang stabil menunjukkan bahwa perusahaan memiliki daya saing yang kuat, sehingga mampu meningkatkan nilai perusahaan. 6 Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan menunjukkan skala kegiatan operasional dan kemampuan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. menjelaskan bahwa ukuran perusahaan dapat dilihat dari total aset, total penjualan, atau modal yang dimiliki. Dalam penelitian keuangan, ukuran perusahaan umumnya diukur menggunakan logaritma natural dari total aset (Ln Total Ase. untuk mengurangi kemiringan data dan meningkatkan normalitas distribusi. Perusahaan besar cenderung memiliki keunggulan seperti stabilitas keuangan, akses yang lebih mudah ke pendanaan, risiko kebangkrutan yang lebih rendah, dan kemampuan diversifikasi yang lebih baik. Ukuran perusahaan juga mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghadapi volatilitas pasar dan perubahan kondisi ekonomi. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan sektor pertambangan subsektor basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2024. Sample penelitian ini ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Kriteria yang digunakan dalam menentukan sample adalah sebagai berikut: Perusahaan sektor pertambangan subsektor basic materials yang terdaftar di BEI untuk periode 20222024. Menerbitkan laporan keuangan tahunan yang lengkap selama periode 2022-2024. Perusahaan yang memakai mata uang rupiah. Perusahaan yang mencatatkan laba bersih positif selama periode 2022-2024. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Statistik Deskriptif Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Struktur Modal Profitabilitas Ukuran Perusahaan Nilai perusahaan Valid N . Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 23 Std. Deviation Berdasarkan Tabel 1 karakteristik masing-masing variabel penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: Struktur Modal (X. memiliki nilai minimum sebesar 0. 10 dan nilai maksimum sebesar 1. 73 dengan nilai rata-rata 0. 7667 dan standar deviasi 0. 27118, nilai ini menujukkan perbedaan tingkat struktur modal antar perusahaan. Profitabilitas (X. memiliki nilai minimum sebesar 0. 13 dan nilai maksimum sebesar 0. 82 dengan nilai rata-rata 0. 4191 dan standar deviasi 0. 12854, ini menujukkan variasi dalam kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Mei 2026, pp. 44 - 51 Putri Silkatin Nafi ah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 44 Ae 51 Ukuran Perusahaan (X. memiliki nilai minimum sebesar 2. 94 dan nilai maksimum sebesar 3. dengan nilai rata-rata 3. 0454 dan standar deviasi 0. 05606, nilai standar deviasi yang relative kecil menunjukkan bahwa distribusi data ukuran perusahaan dalam sample relatif dekat. Nilai Perusahaan (Y) memiliki nilai minimum sebesar 0. 63 dan nilai maksimum sebesar 1. 76 dengan nilai rata-rata 1. 0824 dan standar deviasi 0. 24534, yang menunjukkan variasi nilai perusahaan pada perusahaan subsektor basic materials. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 23 Berdasarkan Tabel 2, nilai Asymp. Sig . _taile. 200 yang lebih besar dari tingkat signifikansi Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data residual terdistribusi secara normal dan meodel regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Model Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Coefificients Colinearrity Statistics Tolerance VIF (Constan. Struktur Modal Profitabilitas Ukuran Perusahaan Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 23 Berdasarkan tabel 3 semua variabel independen memiliki nilai toleransi lebih besar dari 0. 10 dan nilai VIF kurang dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada multikolinearitas antara variabel independen dalam model regresi pada penelitian ini. Oleh karena itu, model regresi ini cocok untuk analisis lebih lanjut. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk megetahui apakah terjadi ketidaksamaan varians residual pada model regresi. Dalam penelitian ini, uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji glejser. Tabel 4 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model (Constan. Struktur Modal Profitabilitas Ukuran Perusahaan Sig. Pengaruh Struktur Modal. Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Putri Silkatin Nafi A. Putri Silkatin Nafi ah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 44 Ae 51 Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 23 Berdasarkan tabel 4 semua variabel independen memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0. 50 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami heteroskedastisitas dan memenuhi asumsi Uji Autokorelasi Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 23 Durbin-Watson Berdasarkan Tabel 5 nilai Durbin-Watson yang diperoleh adalah 1. nilai ini berada di antara batas dU dan 4-dU sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi dalam model regresi penelitian ini. Dengan demikian, model regresi memenuhi asumsi non-autokorelasi dan cocok untuk analisis lebih lanjut. 3 Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Struktur modal Ukuran Perusahaan Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 23 Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda yang disajikan pada Tabel 6 diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 2. 002 DER Ae 0. 970 ROE Ae 0. 208 SIZE e Nilai konstanta sebesar 2. 122 menunjukkan bahwa apabila variabel struktur modal (DER). Profitabilitas (ROE), ukuran perusahaan (SIZE) bernilai nol atau dianggap konstan, maka nilai perusahaan (PBV) adalah nilai konstanta ini menggambarkan nilai dasar perusahaan tanpa dipengaruhi oleh ketiga variabel independen dalam model. Koefisien regresi struktur modal (DER) memiliki nilai positif sebesar 0. 002, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit dalam struktur modal (DER) akan meningkatkan nilai perusahaan (PBV) 002 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tetap konstan. Koefisien regresi profitabilitas (ROE) benilai negatif sebesar -0. 970, menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit dalam profitabilitas (ROE) akan menurunkan nilai perusahaan (PBV) sebesar 0. dengan asumsi variabel lain dalam model tetap konstan. Koefisien regresi untuk ukuran perusahaan (SIZE) bernilai negatif sebesar -0. 208, menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit dalam ukuran perusahaan akan menurunkan nilai perusahaan (PBV) sebesar 208 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap konstan. 4 Uji Hipotesis 1 Uji koefisien Determinasi Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Mei 2026, pp. 44 - 51 Putri Silkatin Nafi ah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 44 Ae 51 Model R Square Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 23 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Nilai Adjusted R Square sebesar 0. 189 menunjukkan bahwa struktur modal, profitabilitas dan ukuran perusahaan dapat menjelaskan 18,9 % variasi nilai perusahaan, sementara 81,1 % sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor di luar model penelitian. Uji T (Uji Parsia. Tabel 8 Hasil Uji T (Uji Parsia. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Struktur Modal Profitabilitas Ukuran Perusahaan Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 23 Sig. Berdasarkan Tabel 8 hasil pengujian hipotesis masing-masing variabel independen dapat dijelaskan sebagai Variabel struktur modal (DER) memiliki nilai t sebesar 0. 032 dengan nilai signifikansi 0. Karena nilai signifikansi 0. 974 > 0. 05 dapat disimpulkan bahwa struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Variabel profitabilitas (PBV) memiliki nilai t sebesar -6. 138 dengan nilai signifikansi 0. Karena nilai signifikansi 0. 000 < 0. 05 dapat disimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Variabel ukuran perusahaan (SIZE) memiliki nilai t -0. 555 dengan nilai signifikansi 0. Karena nilai 580 > 0. 05 dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Uji F (Uji Simulta. Tabel 9 Hasil Uji F (Uji Simulta. ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square Regression Residual Total Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 23 Sig. Berdasarkan hasil uji pada Tabel 9, diperoleh nilai F yang dihitung sebesar 13. 437 dengan tingkat nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur modal, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strutur modal dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada subsektor basic materials. Temuan ini menunjukkan bahwa investor lebih memperhatikan stabilitas kerja, efisiensi pengelolaan perusahaan, serta prospek keberlanjutan usaha dibandingkan indikator keuangan semata. Pengaruh Struktur Modal. Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Putri Silkatin Nafi A. Putri Silkatin Nafi ah dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 44 Ae 51 SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel lain yang berpotensi mempengaruhi nilai perusahaan agar model penelitian menjadi lebih komprehensif. periode pengamatan serta memperluas objek penelitian pada sektor lain yang dapat memberikan hasil yang lebih konsisten. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengelola profitabilitas dan kebijakan internal perusahaan. Perusahaan perlu memperhatikan bagaimana laba dikelola dan dikomunikasikan kepada investor agar dapat meningkatkan kepercayaan pasar. Bagi investor, penelitian ini dapat dijadikan seagai referensi dalam pengambilan keuputusan investasi, dengan memperhatikan dinamika profitabilitas serta faktor fundamental lainnya yang relevan dengan karakteristik industri. DAFTAR PUSTAKA