Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 ANALISIS USAHATANI MELON INTHANON (Cucumis melo L. DI NAJAA FARM CIANJUR JAWA BARAT ANALYSIS OF INTHANON MELON (Cucumis melo L. AT NAJAA FARM CIANJUR WEST JAVA Andhari Derhana Putri 1 1Universitas Muhammadiyah Sukabumi 1 andhari. putri@gmail. Masuk: 29 Juni 2025 Penerimaan: 29 Juni 2025 Publikasi: 30 Juni 2025 ABSTRAK Melon merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura buah yang banyak dibudidayakan dan juga dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Analisis usahatani yang benar memiliki kemampuan untuk meninjau dan menyelidiki berbagai aspek masalah pertanian secara menyeluruh dan menemukan solusi untuk masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usahatani dan menganalisis kelayakan usaha melon Inthanon yang dikelola oleh Najaa farm. Penelitian ini dilaksanakan di Najaa Farm, yang terletak di Cianjur. Jawa Barat. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer diperoleh dari kuesioner, hasil wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari studi literatur. Sumber data yang digunakan yaitu wawancara dengan Manajer kebun sebagai responden utama dalam penelitian. Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian, maka disimpulkan bahwa analisis usahatani di Najaa Farm terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan Najaa Farm, total biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, break even point (BEP), serta kelayakan usahatani sebagai hasil dari analisis usahatani di Najaa Farm tersebut. Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 7. 000 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 3. 000 dan biaya variabel sebesar Rp 3. Penerimaan usahatani melon di Najaa Farm sebesar Rp 45. 000/siklus/0,05 Ha. dalam satu tahun. Pendapatan yang didapatkan sebesar Rp 37. 000/siklus/0,05 Ha. Keuntungan usahatani sebesar Rp 29. 000/siklus/0,05 Ha. BEP dalam nilai Rupiah dihasilkan sebesar Rp 354 dan untuk memperoleh titik impas dengan harga jual sebesar Rp 30. 000, maka Najaa Farm harus menjual sebanyak 151 unit. Untuk hasil R/C rasio di Najaa Farm didapatkan senilai 5,68, yang berarti usaha ini layak untuk dijalankan. Kata kunci: Analisis usahatani. BEP. Melon. ABSTRACT Melon is a horticultural fruit commodity that is widely cultivated and consumed by people in Indonesia. A proper farming analysis has the ability to review and investigate various aspects of agricultural problems comprehensively and find solutions to these problems. This study aims to describe the farming business and analyze the feasibility of the Inthanon melon business managed by Najaa Farm. This research was conducted at Najaa Farm, located in Cianjur. West Java. The data used in this study are primary data obtained from questionnaires, interviews, and documentation. Meanwhile, secondary data is data obtained from literature studies. The data source used was an interview with the farm manager as the main respondent in the study. Based on the results of the discussion of the study, it is concluded that the farming analysis at Najaa Farm consists of fixed costs and variable costs incurred by Najaa Farm, total costs, revenue, income, profit, breakeven point (BEP), and farming feasibility as a result of the farming analysis at Najaa Farm. The total cost incurred was Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 Rp 7,918,000 consisting of fixed costs of Rp 3,938,000 and variable costs of Rp 3,980,000. The income from melon farming at Najaa Farm was Rp 45,000,000/cycle/0. 05 Ha. in one year. The income obtained was Rp 37,082,000/cycle/0. 05 Ha. The farming profit was Rp 29,164,000/cycle/0. 05 Ha. The BEP in Rupiah value generated was Rp 4,540,354 and to reach the break-even point with a selling price of Rp 30,000. Najaa Farm must sell 151 units. For the results of the R/C ratio at Najaa Farm, the value obtained was 5. 68, which means this business is feasible to run. Keywords: Farm analysis. BEP. Melon Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 PENDAHULUAN Salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah melon. Namun, seperti yang dapat dilihat, produksi melon dari tahun 2021 hingga 2023 mengalami penurunan. Produksi melon mencapai 129. 147 ton pada tahun 2021, tetapi terus menurun setiap tahun hingga akhirnya mencapai 118. 696 ton pada tahun 2023. Analisis usahatani yang benar dapat meninjau dan menyelidiki secara menyeluruh berbagai aspek masalah pertanian dan menemukan solusi. Melon Inthanon merupakan salah satu varietas melon premium yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi besar untuk dikembangkan. Salah satu komoditas buah yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan adalah melon (Juani et al. , 2. Buah melon banyak mengandung air, nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, dan kandungan gizi yang cukup tinggi seperti vitamin A. C, kalium, niacin, serat dan asam folat (Andriani, 2. Melon mengandung zat adenosine yang berfungsi sebagai antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan keping darah (Daryono dan Maryanto, 2. Penelitian terkait analisis usahatani melon Inthanon mencakup berbagai aspek seperti kelayakan finansial, strategi pemasaran, hingga metode budidaya yang optimal. Usahatani melon khususnya varietas Inthanon, telah menjadi salah satu komoditas pertanian yang menarik perhatian di Indonesia. Melon merupakan tanaman hortikultura yang memiliki permintaan tinggi di pasar, baik sebagai buah segar maupun bahan baku industri makanan dan minuman. Meskipun demikian, produksi melon di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya produktivitas dan keterbatasan pengetahuan teknis petani mengenai budidaya yang optimal. Menurut data dari Badan Pusat Statistik . , produksi melon nasional mencapai 92. 432 ton dengan rata-rata produktivitas 17,38 ton/ha, namun angka ini masih jauh dari potensi maksimal yang dapat dicapai. Pondok Pesantren Najaatain berlokasi di desa Cidamar. Cianjur. Jawa Barat dan memiliki unit bisnis bernama Najaa Farm yang berfokus pada pertanian. Sampai saat ini. Kebun Najaa telah banyak menanam tanaman hortikultura, terutama tanaman buah. Tanaman buah yang dibudidayakan termasuk melon Inthanon. Pepaya Calina. Labu Butternut Squash, dan Jambu Kristal. Selain itu, kebun ini juga pernah menanam sayuran seperti cabai. Kegiatan budidaya tanaman tentunya memiliki tantangan yang cukup sulit dilakukan terutama bagi pelaku usaha yang baru saja merintis. Salah satu tantangan yang pasti dihadapi yaitu bagaimana cara Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 memasarkan produk yang telah dihasilkan. Najaa Farm pada awalnya hanya kegiatan bertani yang ditekuni oleh dua orang kakak beradik yang memiliki kesenangan dalam bertani. Najaa Farm sudah memiliki off taker rutin untuk beberapa produk seperti pepaya, labu, dan melon. Dengan adanya off taker ini mengharuskan Najaa Farm memberikan produk yang berkualitas untuk membangun kepercayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian dirumuskan masalah yang ditemukan adalah bagaimana tingkat pendapatan dan keuntungan usahatani melon Inthanon di Najaa Farm. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usahatani melon Inthanon yang dikelola oleh Najaa Farm dan untuk menganalisis kelayaken usaha melon Inthanon yang dikelola oleh Najaa farm. Analisis usahatani adalah proses evaluasi dan interpretasi data serta informasi yang berkaitan dengan kegiatan usahatani. Tujuannya adalah untuk memahami kinerja usahatani secara komprehensif, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usahatani, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan efisiensi dan produktivitas. Analisis usahatani adalah proses untuk mengevaluasi kegiatan pertanian guna menentukan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan. Hal ini mencakup penilaian kelayakan dari berbagai praktik budidaya serta pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi. Analisis usahatani pada dasarnya merupakan alat yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dari suatu kegiatan usahatani (Amir et al. , 2. Teori usahatani mencakup berbagai konsep dasar yang mendasari kegiatan pertanian sebagai suatu usaha ekonomi. Usahatani dapat didefinisikan sebagai kegiatan produksi pertanian yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk menghasilkan barang dan jasa yang memiliki nilai ekonomi. Sedangkan menurut usaha tani adalah kegiatan untuk meninjau dan menyelidiki berbagai seluk beluk masalah pertanian dan menemukan solusinya (Shinta, 2. Dalam konteks melon Inthanon, teori ini mencakup analisis biaya dan manfaat, manajemen risiko, serta strategi pemasaran. Salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam analisis usahatani adalah Revenue Cost Ratio (R/C rati. , yang merupakan perbandingan antara total penerimaan dengan total R/C ratio yang lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa usaha tersebut menguntungkan (Andriani, 2. Dengan memahami teori-teori dasar ini, petani dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan pengelolaan sumber daya dan strategi pemasaran untuk meningkatkan profitabilitas usahatani mereka. Melon Inthanon dengan nama lain Gladial Honeydew Melon atau biasa juga disebut Golden Emerald adalah salah satu varietas melon premium yang berasal dari dataran tinggi Thailand. Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 khususnya daerah sekitar Gunung Inthanon. Penampilan dari melon inthanon ini kulit berwarna kuning keemasan dengan jaring . yang cantik di permukaan, sedangkan daging buahnya berwarna hijau muda atau hijau cerah. Melon inthanon ini berbentuk bulat atau agak oval dengan berat rata-rata sekitar 1,2 Ae 1. 7 kg per buah. Daging buahnya yang lembut, juicy, tidak terlalu garing dan juga memiliki tingkat kemanisan yang tinggi . adar brix 13 Ae 18, jauh di atas rata-rata melon bias. serta memiliki aroma harum yang khas. Melon adalah buah yang populer dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi (Wulandari et al. , 2. Di Indonesia, melon ini mulai banyak dibudidayakan, terutama dengan teknik pertanian modern seperti greenhouse dan hidroponik untuk menjaga kualitasnya serta menghindari hama dan penyakit untuk menjaga kualitas buah. Benih melon Inthanon diproduksi oleh perusahaan benih besar seperti Rijk Zwaan dari Belanda. Masa panen relatif singkat, sekitar 64-75 hari setelah tanam. Melon ini tergolong melon premium dan langka di Indonesia, sehingga memiliki harga jual yang lebih tinggi sekitar Rp 25. 000/kg. Melon inthanon ini juga memiliki permintaan pasar yang tinggi, terutama karena rasa manisnya yang konsisten dan kualitas buah yang premium. Usahatani melon merupakan suatu kegiatan produksi dimana peranan input . aktor produksi atau korbanan produk si dalam menghasilkan output . ash atau produks. yaitu buah melon menjadi perhatian vang utama. Peranan imput bukan saja dilihat dari macam atau ketersediaannya dalamwaktu yang tepat, tetapi dapat juga dilihat dari segi efisiensi penggunaan faktor tersebut (Tohir, 1. Tabel 1. Penelitian Terdahulu. Judul Analisis Usahatani Melon (Cucumis melo L. ) dengan Sistem Hidroponik Di Politeknik Negeri Lampung Analisis Usahatani Melon (Cucumis melo L. ) di Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri Analisis Kelayakan Finansial dan Strategi Pemasaran Buah Melon di Green House Pondok Pesantren Nurul Fattah Kabupaten Tulang Bawang Feasibility Analysis of Hydroponic Melon Business at PT. Agro Bergas Sejahtera. Bergas Subdistrict. Semarang Regency Persamaan Pada penelitian ini membahas tentang analisis usahatani Perbedaan Penelitian ini dilakukan di lokasi yang berbeda dan menggunakan sistem hidroponik Penelitian ini membahas tentang analisis usahatani Pada penelitian ini dilakukan di lokasi yang berbeda Penelitian ini membahas usahatani melon Pada penelitian ini membahas tentang bagaimana menyusun strategi pemasaran produk melon Penelitian ini membahas kelayakan usahatani melon dengan menggunakan metode yang sama Feasibility Analysis of Melon Agribusiness Greenhouse System Penelitian ini membahas kelayakan usahatani dengan metode yang sama Pada penelitian ini membahas usahatani menggunakan sistem hidroponik dengan lokasi yang Pada penelitian ini membahas tentang kelayakan usahatani melon dengan menggunakan greenhouse Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Najaa Farm, yang terletak di Cianjur. Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara purposive selama 3 bulan sejak Feburari - April 2025 dengan pertimbangan bahwa Najaa Farm merupakan salah satu lokasi yang aktif dalam budidaya melon Inthanon dan memiliki potensi untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Metode ini dipilih karena bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis kondisi usahatani melon Inthanon di Najaa Farm. Cianjur. Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan manajer Najaa Farm untuk mendapatkan informasi mengenai aspek-aspek produksi, biaya, pendapatan, keuntungan dan strategi pemasaran. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner, hasil wawancara, dan dokumentasi. Menurut Sugiyono . data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari studi literatur, buku-buku, publikasi yang bersifat resmi seperti jurnal-jurnal, dan publikasi terbatas yang meliputi arsip-arsip instansi/lembaga tersebut. Sumber data yang digunakan yaitu wawancara dengan Manajer kebun sebagai responden utama dalam penelitian. Biaya Secara matematis, total biaya dapat dihitung sebagai penjumlahan biaya tetap dan biaya variable yang harus dikeluarkan oleh petani buah melon di Kebun Najaa Farm (Soekartawi. TC = FC VC Keterangan : TC = Total Biaya FC = Total Biaya Tetap VC = Total Biaya Variable Penerimaan Nilai uang dari total produk, atau hasil perkalian antara total produk (Q) dan harga produk (P), dengan asumsi faktor lain dianggap konstan, disebut total penerimaan. Ini dapat ditulis secara matematis sebagai berikut (Soekartawi, 2. Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 TR = Q x P Keterangan : TR = Total Pendapatan Q = Total Penjualan P = Harga Produk Pendapatan Pendapatan usahatani (Rp/H. TR ialah penerimaan usahatani (Rp/H. TCe ialah biaya produksi usahatani (Rp/H. I = TR Ae Tce Keuntungan Menurut Soekartawi . , keuntungan usaha dapat dihitung dengan mengalikan pendapatan total dari petani buah melon dengan biaya total. Ini dapat ditulis secara matematis sebagai berikut: A = TR Ae TC Keterangan : TR = Total Pendapatan TC = Total Biaya Analisis Titik Impas (Break Even Poin. Break Even Point (BEP) digunakan untuk mengetahui kapasitas produksi minimum buah melon agar usahatani memperoleh keuntungan (Sesanti. , 2. Untuk mengetahui nilai BEP digunakan rumus aljabar. Perhitungan BEP dilakukan dengan dua cara yaitu BEP unit dan BEP rupiah. Ini dapat ditulis sebagai berikut : yaya BEP unit = ycEOeyaycOya yaya BEP Rp = 1OeyaycOya/ycE Kelakayan Usahatani Kelayakan usahatani pada penelitian ini di analisis dengan pendekatan R/C ratio. Persamaan R/C ratio dapat dirumuskan sebagai berikut : ycEyceycuyceycycnycoycaycaycu . cNycI) R/C ratio = yaAycnycaycyca ycEycycuyccycycoycycn . cNy. Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 Jika rasio laba/rugi lebih dari 1, usahatani dinyatakan untung atau layak untuk dijalankan. rasio laba/rugi kurang dari 1, usahatani berada di titik impas, yaitu tidak untung atau tidak rugi. dan jika rasio laba/rugi kurang dari 1, usahatani dianggap rugi atau tidak layak untuk dijalankan. HASIL DAN PEMBAHASAN Biaya Investasi Biaya investasi dalam usahatani adalah biaya awal yang dikeluarkan untuk pengadaan sarana produksi jangka panjang yang tidak habis dalam satu musim tanam, tetapi digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu periode produksi. Tabel 2. Biaya Investasi Komponen Satuan Paket Greenhouse Jumlah Package Total Biaya Investasi Harga (R. Satuan 40,000,000 Total 160,000,000 160,000,000 Berdasarkan dari data berikut dihasilkan yang termasuk dalam biaya investasi adalah biaya pembangunan greenhouse, dalam satu greenhouse mengeluarkan biaya sebesar Rp 40. saat ini Najaa Farm memiliki 4 greenhouse yang berarti mengeluarkan biaya sebesar Rp Biaya Penyusutan Alat Biaya penyusutan alat adalah bagian dari biaya tetap yang menggambarkan penurunan nilai atau umur ekonomis dari alat mesin pertanian yang digunakan dalam usahatani karena pemakaian, waktu, atau kerusakan. Tabel 3. Biaya Penyusutan Alat. Nama Barang Cangkul Gunting Stek Gembor Harga Total (R. (R. 75,000 300,000 50,000 500,000 35,000 140,000 Total Nilai Penyusutan Jumlah Umur Ekonomis Penyusutan (R. 60,000 250,000 28,000 338,000 Berdasarkan dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa biaya penyusutan alat yang terdiri dari cangkul, gunting stek dan gembor didapatkan sebesar Rp 338. 000, hasil tersebut berdasarkan umur ekonomis yang berbeda-beda dari setiap alat. Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 Biaya Tetap (Fixed Cos. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dan tidak dipengaruhi oleh volume produksi (Nuha et al, 2. Jumlah biaya tetap suatu usaha berbeda dari usaha lainnya berdasarkan jumlah investasi yang digunakan. Biaya tetap adalah usaha yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume kegiatan tertentu, yang terdiri dari beberapa faktor tergantung pada jenis kegiatan usaha Pada proses suatu usahatani yang termasuk biaya tetap adalah upah tenaga kerja dan biaya penyusutan alat dan mesin yang digunakan. Tabel 4. Biaya Tetap. Komponen Upah Tenaga Kerja Biaya Penyusutan Satuan Jumlah Orang Total Biaya Tetap Harga (R. Satuan 3,600,000 338,000 Total 3,600,000 338,000 3,938,000 Berdasarkan dari data berikut yang terdiri dari upah tenaga kerja dan biaya penyusutan alat, maka dihasilkan total biaya tetap . ixed cos. sebesar Rp 3. Biaya Tidak Tetap (Variabel Cos. Biaya tidak tetap adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan kegiatan, dimana sama seperti biaya tetap setiap usaha memiliki variabel yang berbeda-beda. Adapun faktor-faktor biaya yang menjadi variabel pada usahatani buah melon yang terdiri dari benih, pupuk, insektisida, dan fungisida. Tabel 5. Biaya Tidak Tetap. Komponen Benih Pupuk Organik (Kotoran Hewa. NPK Fosfat Dolomit Pupuk Lanjutan Pupuk Daun (Growmor. Insektisida (Curacro. Fungisida (Dithan. Total Biaya Tidak Tetap (Variable Cos. Satuan Jumlah Harga (R. Biji Sak Sak Sak Sak Sak Liter Botol Total Harga (R. Berdasarkan data berikut dihasilkan biaya variabel yang terdiri dari benih, pupuk organik. NPK, fosfat, dolomit, pupuk lanjutan, pupuk daun . , insektisida . , dan fungisida . sebesar Rp 3. Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 Total Biaya (Total Cos. Secara matematis, total biaya dapat dihitung sebagai penjumlahan biaya tetap dan biaya variable yang harus dikeluarkan oleh petani buah melon di Kebun Najaa (Soekartawi, 2. Tabel 6. Total Biaya. Uraian Biaya Tetap (Fixed Cos. Biaya Tidak Tetap (Variable Cos. Total Biaya (Total Cos. Harga (R. Berdasarkan dari data berikut yang terdiri dari biaya tetap . ixed cos. yang dijumlahkan dengan biaya tidak tetap . ariable cos. dihasilkan sebesar Rp 7. Penerimaan (Revenu. Nilai uang dari total produk, atau hasil perkalian antara total produk (Q) dan harga produk (P), dengan asumsi faktor lain dianggap konstan, disebut total penerimaan (Soekartawi, 2. Penerimaan usahatani melon di Kebun Najaa Farm diperoleh dari hasil perkalian antara jumlah produksi melon (K. dan harga jual melon (R. Berdasarkan dari data yang terdiri dari produksi melon sebesar 1500 kg yang di kalikan dengan harga jual melon Rp 30. 000 dihasilkan penerimaan sebesar Rp 45. 000/siklus/0,05 Ha. Pendapatan Usahatani (Incom. Pendapatan usahatani (Rp/H. TR ialah penerimaan usahatani (Rp/H. TCe ialah biaya produksi usahatani (Rp/H. Berdasarkan dari data berikut yang terdiri dari produksi melon sebesar 1500 kg, harga jual melon sebesar Rp 30. 000, penerimaan sebesar Rp 45. 000, dan total biaya produksi Rp 7. 000, pendapatan ialah penerimaan dikurangi dengan total biaya produksi dihasilkan sebesar Rp 37. 000/siklus/0,05 Ha. Keuntungan Usahatani Menurut Soekartawi . , keuntungan usaha dapat dihitung dengan mengalikan pendapatan total dari petani buah melon dengan biaya total. Berdasarkan dari data berikut keuntungan ialah total pendapatan dikurangi dengan total biaya . otal cos. yang dihasilkan sebesar Rp 29. 000/siklus/0,05 Ha. Break Even Point (BEP) Untuk mengetahui nilai BEP digunakan rumus aljabar. Perhitungan BEP dilakukan dengan dua cara yaitu BEP unit dan BEP rupiah. Berdasarkan dari perhitungan berikut. BEP Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 dalam nilai Rupiah dihasilkan sebesar Rp 4. Nilai BEP atas dasar unit menunjukkan seberapa besar minimal produksi yang harus dicapai dari perusahaan tersebut selama satu tahun agar terhindar dari kerugian atau telah mampu menutup semua biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh titik impas dengan harga jual sebesar Rp 30. 000, maka Najaa Farm harus menjual sebanyak 151 unit. Kelayakan Usahatani (R/C Rati. Kelayakan usahatani pada penelitian ini di analisis dengan pendekatan R/C ratio. Berdasarkan dari hasil perhitungan tersebut, nilai R/C ratio didapatkan sebesar 5,68, dengan demikian dari hasil perhitungan tersebut maka usahatani Melon Inthanon di Najaa Farm layak untuk diusahakan karena nilai R/C > 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerimaan Penerimaan merupakan nilai produksi yang dikali dengan harga jual sekali musim tanam. Berdasarkan hasil penelitian dalam usahatani ini, hasil produksi Melon Inthanon per musim 500 kg dengan harga jual Rp 30. 000 menghasilkan penerimaan sebesar Rp 000/siklus/0,05 Ha. Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu, produksi melon usahatani di Kecamatan Martapura rata-rata 14,5 ton, dengan harga jual rata-rata Rp 3. 150,-/kg. Pedagang pengumpul kemudian menetapkan harga jual melon untuk pasar. Usahatani melon rata-rata menerima Rp 45. 000 dari penjualan melon ini dalam satu musim tanam (Abdurrahman, 2. Dapat disimpulkan bahwa hasil rata-rata penerimaan dari hasil penelitian di Najaa Farm sama dengan dibandingkan dengan literatur yang dijelaskan sebelumnya. Pendapatan Pendapatan usahatani dapat dilihat dari selisih antara penerimaan dengan total biaya Berdasarkan 000/siklus/Ha dan total biaya produksi sebesar Rp 7. 000, maka hasil pendapatan didapatkan sebesar Rp 37. 000/siklus/0,05 Ha. Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu, usahatani melon dapat dilihat dari perbedaan penerimaan dan biaya eksplisit. Akibatnya, dalam satu musim tanam usahatani melon di Kecamatan Martapura menghasilkan pendapatan sebesar Rp 25. 667 (Abdurrahman, 2. Dapat disimpulkan bahwa, hasil Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 pendapatan dari penelitian di Najaa Farm lebih besar dibandingkan dengan literatur yang dijelaskan sebelumnya. Keuntungan Keuntungan merupakan hasil perhitungan dari penerimaan dikurang dengan total biaya yang meliputi biaya tetap . ixed cos. dan biaya variabel . ariable cos. yang dikeluarkan dalam usahatani melon. Untuk mengetahui keuntungan usahatani melon didapat dari pengurangan total penerimaan dengan total biaya (Kasim, 1997: . Berdasarkan hasil perhitungan, keuntungan yang diperoleh dari usahatani di Najaa Farm sebesar Rp 29. 000/Ha. Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu, keuntungan rata-rata di Kecamatan Martapura sebesar Rp 24. 667, yang merupakan hasil dari penerimaan dikurangi biaya total usahatani melon (Abdurrahman, 2. Dapat disimpulkan bahwa, hasil rata-rata keuntungan dari penelitian di Najaa Farm lebih besar dibandingkan dengan literatur yang dijelaskan sebelumnya. Break Even Point (BEP) Break Even Point (BEP) unit dan BEP rupiah dalam analisis usahatani sangatlah penting, karena dapat membantu menentukan target minimal produksi dan pendapatan agar suatu usaha yang dijalankan di suatu perusahaan tidak rugi. Dengan mengetahui BEP. Najaa Farm dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan usahataninya. Berdasarkan dari hasil penelitian. BEP dalam nilai Rupiah dihasilkan sebesar Rp Nilai BEP atas dasar unit menunjukkan seberapa besar minimal produksi yang harus dicapai dari perusahaan tersebut selama satu tahun agar terhindar dari kerugian atau telah mampu menutup semua biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh titik impas dengan harga jual sebesar Rp 30. 000, maka Najaa Farm harus menjual sebanyak 151 unit. Kelayakan Usahatani (R/C Rati. Berdasarkan keuntungan yang diperoleh, maka dapat diketahui Revenue Cost Ratio (RCR) atau kelayakan dari usahatani Melon Inthanon di Najaa Farm. Analisis kelayakan usahatani digunakan untuk mengetahui apakah usahatani yang diselenggarakan oleh Najaa Farm berjalan dengan baik dan memiliki tingkat kelayakan tinggi atau rendah. RCR diperoleh dari perbandingan antara total penerimaan dan total biaya yang meliputi biaya tetap . ixed cos. dan Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 biaya variabel . ariable cos. Jika nilai RCR lebih besar maka akan memberikan keuntungan yang semakin besar juga untuk usahatani Najaa Farm. Dapat diketahui bahwa jika nilai RCR lebih besar dari satu berdasarkan nilai kriteria kelayakan usahatani Melon Inthanon di Najaa Farm dengan perhitungan R/C > 1, maka usahatani Melon Inthanon di Najaa Farm dikatakan secara finansial layak untuk diusahakan karena hasil nilai RCR nya sebesar 5,68. Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu, usahatani di Kecamatan Martapura menunjukkan bahwa nilai RCR lebih besar dari satu. Karena perhitungan R/C lebih dari 1 yaitu sebesar 2,18 maka, usahatani melon di Kecamatan Martapura dianggap layak secara finansial untuk diusahakan (Abdurrahman, 2. Dapat disimpulkan bahwa, hasil kelayakan usahatani dari penelitian di Najaa Farm jauh lebih besar dibandingkan dengan literatur yang dijelaskan sebelumnya yang berarti sangat layak untuk diusahakan. Perhitungan Analisis Usahatani per Satuan Hektar Berdasarkan hasil perhitungan analisis usahatani, apabila dikonversi ke dalam satuan hektar didapatkan hasil yang disajikan di dalam tabel sebagai berikut. Tabel 7. Perhitungan Analisis Usahatani per Satuan Hektar. Uraian Biaya Tetap (R. Biaya Tidak Tetap (R. Penerimaan (R. Pendapatan (R. Keuntungan (R. R/C Rasio Per 0,05 Ha 3,938,000 Per Ha 5,68 Berdasarkan dari hasil tabel di atas dihasilkan biaya tetap . ixed cos. di Najaa Farm sebesar Rp 3. 000/siklus/0,05 Ha dan Rp 78. 000/siklus/Ha. Biaya tidak tetap . ariable cos. didapatkan sebesar Rp 3. 000/siklus/0,05 Ha dan Rp 79. 000/siklus/Ha. Penerimaan sebesar Rp 45. 000/siklus/0,05 Ha dan Rp 900. 000/siklus/Ha. Pendapatan didapatkan sebesar Rp 37. 000/siklus/0,05 Ha dan Rp 741. 000/siklus/Ha. Keuntungan sebesar Rp 000/siklus/0,05 Ha dan Rp 583. 000/siklus/Ha. Nilai R/C Rasio usahatani Melon Inthanon di Najaa Farm yaitu sebesar 5,68 sehingga usahatani Melon Inthanon di Najaa Farm dianggap layak untuk diusahakan karena RC > 1. Permasalahan dan Kendala Dalam menjalankan usahatani tidak luput dari masalah ekonomi dan juga teknis. Hasil dari wawancara dengan manajer di Najaa Farm tidak merasakan adanya kendala dan masalah dalam hal ekonomi ataupun modal dalam berusaha. Untuk masalah dan kendala teknis di Najaa Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 Farm terkendala dalam hal iklim dan cuaca jika hujan turun secara terus menerus, karena kondisi di dalam greenhouse menjadi lembab sehingga menyebabkan tumbuhnya jamur pada tanaman Melon Inthanon dikarenakan kelembapan yang tinggi. Jika hal tersebut tidak dapat dikendalikan, maka bisa menyebabkan kemungkinan terjadinya gagal panen terhadap tanaman melon. Hal ini juga diperkuat dengan penelitian terdahulu yang mengatakan, jika tanaman melon terkendala teknis seperti hujan terus menerus dapat menyebabkan tanaman melon mati atau gagal panen dikarenakan lahan di Kelurahan Keraton tidak berada di daratan yang tinggi sehingga lahan dapat terendam (Abdurrahman, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian, maka disimpulkan bahwa analisis usahatani di Najaa Farm terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan Najaa Farm, total biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, break even point (BEP), serta kelayakan usahatani sebagai hasil dari analisis usahatani di Najaa Farm tersebut. Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 7. 000 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 3. 000 dan biaya variabel sebesar Rp 3. Penerimaan usahatani melon di Najaa Farm didapatkan sebesar Rp 45. 000/siklus/0,05 Ha. Pendapatan yang didapatkan sebesar Rp 37. 000/siklus/0,05 Ha. Keuntungan usahatani sebesar Rp 29. 000/siklus/0,05 Ha. BEP dalam nilai Rupiah dihasilkan sebesar Rp 4. 354 dan untuk memperoleh titik impas dengan harga jual sebesar Rp 30. 000, maka Najaa Farm harus menjual sebanyak 151 unit. Untuk hasil R/C rasio di Najaa Farm didapatkan senilai 5,68, yang berarti usaha ini layak untuk Usahatani melon di Najaa Farm terkendala dengan dalam hal iklim dan cuaca jika hujan turun secara terus menerus, karena kondisi di dalam greenhouse menjadi lembab sehingga menyebabkan tumbuhnya jamur pada tanaman Melon Inthanon dikarenakan kelembapan yang Jika hal tersebut tidak dapat dikendalikan, maka bisa menyebabkan kemungkinan terjadinya gagal panen terhadap tanaman melon. Adapun saran yang akan diberikan terhadap penelitian ini yaitu. Najaa Farm perlu mengatasi dengan cepat terkait dengan kendala iklim dan cuaca yang terjadi jika hujan turun secara terus menerus dengan memberi obat untuk pengendalian hama dan penyakit agar mencegah tumbuhnya jamur pada tanaman melon. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman melon dilakukan secara berkala, berulang kali, dan dapat dilakukan dengan cara fisik, mekanik, atau kimia. Agroscience Vol 15 No. 1 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4661 e-ISSN: 2579-7891 Pengendalian mekanik, yang dilakukan secara manual dengan memotong tanaman dengan gunting yang sudah dibersihkan dengan campuran kapur dan air, dan membuang bagian tanaman yang terkena penyakit untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut, juga dapat Dari literatur yang dijelaskan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya tanaman melon mati yang berujung gagal panen dan juga mencegah terjadinya kerugian besar terhadap usahatani di Najaa Farm tersebut. DAFTAR PUSTAKA