ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 45-51 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 PENGARUH KEGIATAN MEMBUTSIR BUBUR KORAN TERHADAP PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL PESISIR SELATAN Rina Destika Sari1. Farida Mayar2 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Email:rinadestikasari2497@gmail. com, mayarfarida@gmail. Abstrak Peneliti melakukan penelitian di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan,kurangnya kreativitas anak dalam menciptakan karya baru dimana anak hanya terfokus pada apa yang dicontohkan oleh guru. Hal ini terlihat dari hasil karya anak hampir sama dengan apa yang dicontohkan guru baik dari segi warna maupun bentuk. Sehingga anak tidak mampu membuat karya baru sesuai dengan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan membutsir bubur koran terhadap perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode quashi exsperiment. Populasi penelitian 46 anak dan teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling, yaitu kelas B1 dan B2 masing-masingnya berjumlah 14 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, berupa pernyataan sebanyak 4 butir pernyataan dan alat pengumpul data digunakan lembaran pernyataan. Kemudian data diolah dengan uji perbandingan . Berdasarkan analisis data, diperoleh rata-rata . hasil tes kelas ekperimen adalah 30,8036 dengan SD sebesar 8,30036 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh rata-rata . sebesar 16,5179 dengan SD 6. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kegiatan membutsir bubur koran berpengaruh lebih tinggi dari kegiatan membutsir tepung terigu terhadap perkembangan kreativitas anak di Taman Kanakkanak Aisyiyah Bustanul Bthfal Pesisir Selatan. Kata kunci: Membutsir bubur koran, kreativitas anak Abstract This research was conducted in Aisyiyah Bustanul Athfal Kindergarten Pesisir Selatan, it is known that children's creativity is underdeveloped. This can be seen from the children's work that is almost the same as what the teacher exemplifies in terms of both color and shape. So, children are not able to make new works based on their desires and imagination. This study is aimed to determine how much the effect of activities membutsir newspaper porridge on the development of children's creativity in kindergarten Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan. This research used the quantitative approach to the quashi experimental design. The research population 46 children, and the sampling technique was purposive sampling, namely B1 and B2 classes, each consisting of 14 children. The Data collection techniques were used the test,in the form of statements of 4 items, and data collection tools used statement Then the data is processed by comparison test . -tes. Based on the data analysis, the mean which obtained by the experimental class test results was 30. with an SD of 8. 330036 while the control class obtained an average . with an SD of 6. It can be concluded that the use of newspaper porridge membutsir activities has a higher effect than wheat flour activities on the development of children's creativity in Aisyiyah Bustanul Athfal Kindergarten Pesisir Selatan. Keywords: Membutsir newspaper porridge, children's creativity Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 45-51 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 PENDAHULUAN Anak usia dini masa dimana anak memiliki karakteristik yang unik dan berbeda satu sama lain, pada masa tersebut sangat penting untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, dimana pada masa tersebut rentang akan perkembangannya untuk menerima segalah rangsangan yang diberikan oleh orang Untuk mengembangkan dan mengasah seluruh aspek perkembangan anak usia dini, maka diperlukan bimbingan lingkungan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan tentunya untuk dapat merangsang segalah aspek perkembangan anak usia Pendidikan anak usia dini atau lebih dikenal dengan sebutan PAUD ialah jenjang pendidikan untuk melayani anak usia dini mulai dari usia 0-8 tahun. Sebelum anak memasuki Pendidikan Dasar (SD), tentunya anak harus mendapatkan atau menempuh Pendidikan anak usia dini, dengan harapan agar anak tidak takut atapun anak lebih siap untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya yakni pendidikan dasar (SD). Pelaksanaannya sangat diharapkan mampu mengasah seluruh aspek perkembangan yang dimiliki anak sejak dini, agar anak mampu dan siap menempuh pendidikan Pendidikan apa saja yang didapat oleh anak sebelum memasuki pendidikan lebih lanjut yakni pendidikan dari keluarga, lingkungan masyarakat, dan lembaga pendidikan. Salah satu lembaga pendidikan yang mampu mengasah dan mengembangkan potensi anak sejak dini ialah Taman Kanak-kanak. Yaswinda . berpendapat bahwa pendidikan anak usia dini ialah pendidikan yang melayani anak usia 0-8 tahun yang memiliki keunikan-keunikan yang berbeda-beda. Pendidikan sejak dini merupakan penentu dasar bagi perkembangan anak selanjutnya, karena pada masa-masa usia dini tersebut orang dewasa mampu membimbing dan mengembangkan kepribadian anak agar menjadi manusia yang mempunyai kepribadian yang baik dan berketerampilan. Taman Kanak-kanak melayani anak yang berusia 4-6 tahun, dimana pada taman kanak-kanak anak bermain seraya Taman Kanak-kanak ini memiliki peran yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani maupun setiap aspek perkembangan anak, pada taman kanak-kanak ini memberikan pendidikan dan pelayanan yang diharapkan mampu mengasah perkembangan dan karakter anak usia dini, dengan begitu diharapkan anak memiliki kesiapan dalam melanjutkan ataupendidikansekolah dasar ( SD). Perlu diketahui setiap anak memiliki potensi-potensi yang berbeda-beda, yang perlu dikembangkan dan diasah oleh orang dewasa, agar potensi yang dimiliki anak tidak sia-sia. Potensi-potensi anak tersebut perlu dikembangkan sedini mungkin karena mengingat pada masa usia dinilah anak mampu menerima rangsangan lebih cepat. Untuk mengembangkan setiap potensi yang dimiliki anak perlunya pelayanan, bimbingan, dan kegiatan yang bisa membuat anak tertarik sehingga dapat mengembangkan potensinya. Potensi yang harus dikembangkan sejak dini adalah Kreativitas menurut Susanto . segenap potensi yang dimiliki seseorang yang di ekspresiapa yang diinginkannya sehingga menghasilkan sebuah Anak yanng memiliki kreativitas mampu menciptakan ide-ide yang kreatif berdasarkan imajinasinya. Kegiatan yang bisa mengembangkan kreativitas anak ialah kegiatan membutsir bubur koran. Membutsir bubur koran ini merupakan kegiatan modifikasi membentuk dengan bahan lunak yang peneliti lakukan. Membutsir adalah membentuk bahan lunak seperti tanah liat, plastisin . ilin mala. , bubur kertas/koran dan bahan lunak lainnya. Sejalan dengan pendapat Rachmawati . mengatakan bubur koran dapat dijadikan bahan lunak untuk kegiatan mencetak dan membentuk atau membutsir yang dapat meningkatkan kemampuan kreativitas anak. Dengan cara menambah sedikit demi sedikit bubur koran yang akan dibentuk dengan berbagai ragam bentuk mainan yang tentunya sesuai dengan keinginan anak. Perlu diketahui kreativitas anak di Taman Kanak-kanak sejalan dengan perkembangan seni anak, maka tiap perkembangan anak sangat diperlukan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 45-51 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 perkembangan kreativitas. Maka diharapkan dengan kegiatan membutsir anak akan berkreasi dengan baik sesuai dengan keinginan dan imajinasi, sehingga menghasilkan suatu karya baru dengan berbagai macam bentuk variasi. Bahan-bahan yang biasa digunakan dalam kegiatan membutsir, seperti tanah liat, roti tawar, dan plastisin . ilin Sedangkan bahan lunak yang digunakan peneliti adalah bubur koran. Bubur koran merupakan olahan dari koran bekas yang telah dicairkan dan dikasih lem kayu sehingga bersifat elastis dan mudah dibentuk sehingga anak tertarik dan menuangkan ide-ide kreatifnya melalui kegiatan membutsir bubur koran ini. Selain itu, bubur koran ini tidak berbahaya bagi anak, mudah didapatkan dan menarik bagi anak karena belum pernah dilakukan selain itu bubur koran ini lebih menarik karena adanya warna. Pada kegiatan penelitian peneliti menggunakan tema tanaman dengan subtema tanaman buah-buahan. Pada pelaksaan kegiatannya anak dibebaskan membentuk macammacam buah-buahan sesuai ide-idenya dan imajinasinya. Berdasarkan hasil pengamatan awal peneliti di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan, diketahui kurang berkembangnya kreativitas anak dalam menciptakan karya baru. Hal ini terlihat dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mengembangkan kreativitas, salah satunya kegiatan mewarnai pola gambar,membentuk dari plastisin. Kegiatan tersebut diketahui sudah biasa dilaksanakan dan dalam segi hasil karya anak hampir mirip dengan contoh yang diberikan oleh guru. Sehingga anak tidak mampu membuat karya baru berdasarkan keinginan dan imajinasinya. Selain itu dalam proses pembelajaran, media dan alat yang digunakan guru terlalu monoton seperti pensil warna, plastisin, dan cat air. Mulyasa . , mengatakan kreativitas anak usia dini harus dilaksanakan secara efektif, efisien, produktif, dan akuntabel sehingga tercapailah suatu pembelajaran yang menarik bagi anak. Beberapa hal harus diperhatikan dalam pengembangan kreativitas anak usia dini dalam pembelajaran, antara lain pembelajaran yang menyenangkan, belajar sambil bermain, interaktif, memadukan pembelajaran dengan perkembangan, dan belajar dalam konteks nyata. Tabrani . mengatakan kemampuan kreatif dikenal dari tiga subkemampuannya: kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas. Kelancaran yang dimaksud ialah mempunyai banyak ide-ide yang menarik, keluwesan ialah kemampuan untuk melihat sesuatu dari berbagai bentuk, dan orisinalitas bahwa ide-ide yang dimiliki memiliki perbedaan atau berbeda dari orang lain. Rachmawati . mengatakan bubur koran dapat dijadikan sebagai bahan lunak untuk kegiatan membentuk atau membutsir yang dapat meningkatkan kemampuan kreativitas anak. Dengan cara menambah sedikit demi sedikit bubur koran yang akan dibentuk dengan berbagai ragam bentuk mainan yang tentunya sesuai dengan keinginan anak. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, penelitimenggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dalam bentuk Quasy experimental. Sugiyono . menjelaskan bahwa metode eksperimen digunakan untuk mencari akibat dari perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam keadaan yang terkendali. Peneliti menggunakan seluruh murid di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal sebagai populasi, sedangkan sebagai sampel peneliti mengambil kelas B1 dan B2 untuk penelitian ini dengan jumlah anak B1 terdiri dari 14 orang anak dan B2 terdiri dari 14 orang anak yang ditentukan berdasarkan teknik pengumpulan sampel yakni purposive sampling. Instrumen penelitian yang peneliti gunakan berdasarkan tes perbuatan guru, dengan masingmasing kriteria penilaian antara lain. BSB . erkembang sangat baik denga skor 4. BSH . erkembang sesuai harapa. dengan skor 3. MB . ulai berkemban. denga skor 2, dan BB . elum berkemban. dengan skor 1. Peneliti menggunakan teknik analisis data dengan cara membandingkan dua rata-rata nilai menggunakan uji t. Sebelum melakukan analisis data terlebih dahulu melakukan uji lillefors untuk uji normalitas dan uji barleet untuk homogenitas serta uji hipotesis. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 45-51 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan sebanyak 10 kali pertemuan yang terbagi menjadi lima kali pertemuan dikelas eksperimen (B. dan lima kali pertemuan dikelas kontrol (B. Pertemuan pertama dilakukan pre-test pada kedua kelas, untuk melihat sejauh mana kemampuan kreativitas anak dalam menciptakan karya baru di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan, dan pertemuan selanjutnya diberikan perlakuan pada kelas eksperimen yang selanjutnya dilakukan post-test pada kedua kelas untuk melihat hasil Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dengan sub tema: Tanaman buah. Untuk mengetahui apakah hasil pre-test memiliki perbedaan yang signifikan untuk kedua kelas eksperimen (B. dan kelas kontrol (B. , dilakukan dengan uji hipotesis dengan menggunakan teknik t-test. Apabila thitung< ttabel berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas Tabel 1. Output uji independent sampel t-test Levene's Test for Equality of Variances Nilai Equal Equal t-test for Equality of Means 95% Confidence Sig. Mean Std. Error Interval of the Difference . - Differenc Differenc Lower Upper Sig. 5,12 000 14,28571 2,78519 8,56066 20,0107 5,12 000 14,28571 2,78519 8,54047 20,0309 Berdasarkan tabel output di atas diketahui nilai signifikansi (Si. pada leveneAos test for Equality of Variance adalah sebesar 0,546 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa varians data N-Gain untuk kelas eksperimen (B. dan kelas kontrol (B. samasama homogen. Kemudian pada tabel output diatas diketahui nilai Sig. -taile. adalah sebesar 0,000 <0,05. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan . antara perlakuan dengan kegiatan membutsir bubur koran dengan perlakuan yang diberikan guru dalam mengembangkan kemampuan kreativitas anak Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan. Dengan demikian disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh perbedaan yang signifikan . antara kegiatan membutsir bubur koran di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan. Setelah melakukan perhitungan nilai pre-test dan post-test maka perbandingan terlihat pada nilai tertinggi dan nilai terendah yang diperoleh anak dan dilihat pada rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol pada post-test, dimana pada post-test rata-rata menjadi lebih meningkat dari rata-rata pretest setelah dilakukan treatmen. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada grafik tersebut: Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 45-51 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Grafik 1. Perkembangan kreativitas Anak Pre-Test di Kelas eksperimen Grafik 2. Perkembangan kreativitas anak post-test di kelas eksperimen Grafik 3. Perkembangan kreativitas anak pre-test di kelas kontrol Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 45-51 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Grafik 4. Perkembangan kreativitas anak pre-test di kelas kontrol Pada kelas eksperimen berdasarkan hasil pengumpulan data dengan intrumen pengamatan sebelum diberikan perlakuan . re-tes. oleh peneliti di kelas eksperimen, diperoleh rata-rata . adalah 8,5714, standar deviasi adalah 1. 15787, nilai 00 dan nilai minimumnya 7. Setelah diberikan perlakukan . os-tes. oleh guru di kelas eksperimen, diperoleh rata-rata 13. 5000, standar deviasi adalah 74312, nilai maksimum 16. 00 dan nilai minimumnya 11. Pada kelas kontrol berdasarkan hasil pengumpulan data dengan intrumen pengamatan sebelum diberikan perlakuan . re-tes. oleh peneliti di kelas kontrol, diperoleh rata-rata . adalah 5714, standar deviasi adalah 1. 22250, nilai maksimum 9. 00 dan nilai minimumnya Setelah diberikan perlakukan . os-tes. oleh guru di kelas eksperimen, diperoleh rata-rata 10. 2143, standar deviasi adalah 1. 76193, nilai maksimum 13. 00,dan nilai Berdasarkan tabel output group statistic hasil penelitian diatas diketahui bahwa nilai rata-rata . gain scor untuk kelas eksperimen adalah 30,8036 sedangkan pada kelas kontrol 16,5179. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kegiatan membutsir bubur koran di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan berpengaruh untuk perkembangan kreativitas anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan. Berdasarkan tabel output diatas diketahui nilai Sig. -taile. adalah sebesar 0,000<0,05. Dapat ditarik kesimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh perbedaan yang signifikan . antara kegiatan membutsir bubur koran di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dikemukakan diatas adalah memiliki perbedaan tentang perkembangan kreativitas anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan antara kelas eksperimen (B. dibandingkan kelas kontrol (B. , hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan kegiatan membutsir bubur koran dapat mempengaruhi perkembnagan kreativitas anak. Dengan demikian nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ratarata kelas kontrol. Hasil hipotesis thitung>ttabel0,546 > 0,05 dengan begitu disimpulkan varians data N-Gain untuk kelas eksperimen (B. dan kelas kontrol (B. adalah sama atau homogen. Kemudian berdasarkan tabel output diketahui nilai Sig. -taile. adalah sebesar 0,000 <0,05. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan . antara perlakuan dengan kegiatan membutsir bubur koran dengan perlakuan yang diberikan guru dalam mengembangkan kemampuan kreativitas anak Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 45-51 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 DAFTAR PUSTAKA