Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 ANALISA HUBUNGAN KEPADATAN DAN SWELING PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF Misdi Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Alwashliyah Medan Jl. Raja KM 5,5 No 10 Medan Telp/Fax : 061-7851881 Email: misdijunaidi@gmail. ABSTRAK Permasalahan pada tanah lempung yang memiliki indeks plastisitas yang tinggi selain daya dukung yang rendah adalah masalah pengembangan . yang cukup besar yang sering menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan seperti retaknya dinding, terangkatnya pondasi dan jalan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari besarnya pengembangan dari tanah lempung ekspansif pada tingkat pemadatan dan kadar air awal yang berbeda - beda. Untuk mengetahui besarnya tingkat pengembangan . tanah, perlu dilakukan penelitian di Laboratorium, seperti uji Indeks Propertis serta CBR dan swelling test . Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan tanah ekspansif sangat tergantung pada besarnya kadar air awal dari tanah Selain itu tingkat pemadatan juga turut mempengaruhi pengembangan , dimana semakin tinggi tingkat kepadatan tanah semakin besar pula potensi pengembangan . welling potentia. Oleh karena itu pembangunan pada tanah ekspansif perlu didahului dengan perbaikan / stabilisasi tanah baik secara kimia maupun secara mekanik. Kata kunci : swelling, lempung ekspansif, indeks propertis. CBR, stabilisasi ABSTRACT Beside the clayey soil has low bearing capacity, it has also a high plasticity index which is the significant swelling problem. It often leads to damage to structures such as wall cracks, foundation uplift, and uneven roads. The aim of this research is to determine the extent of expansion of expansive clayey soil at different compaction levels and initial moisture content. To ascertain the degree of soil expansiveness, laboratory research is necessary, including tests for Property Index. California Bearing Ratio (CBR), and swelling. The results of this study suggest that the expansion of expansive soil depends significantly on the initial moisture content of the soil. Additionally, the compaction level also influences the expansion, with higher soil density correlating with a greater potential for expansion . welling Therefore, construction on expansive soil should be preceded by soil improvement/stabilization, either chemically or mechanically. Keywords: swelling, expansive clay. Property Index. CBR, stabilization Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 gaya untuk memisahkan setiap butiran Campuran yang diperlukan untuk membuat suatu deposit tanah menjadi bersifat kohesif adalah mineral lempung. Besarnya kohesi tergantung pada ukuran relatif dan jumlah berbagai butiran tanah dan mineral lempung yang ada. Bila deposit mengandung lebih dari 50 persen partikel-partikel berukuran 0,002 atau lebih kecil, deposit tersebut disebut Dengan persentasi relatif ini, partikelpartikel tanah yang lebih besar akan terlarut dalam matriks tanah berbutir halus, bila 80 sampai 90 persen dari bahan deposit tersebut lebih kecil dari saringan No. ,075 m. , cukup 5 sampai 10 persen lempung yang ada telah menyebabkan tanah tersebut bersifat Tanah lempung sebagian besar terdiri dari partikel mikroskopis dan submikroskopis . idak dapat dilihat dengan jelas bila hanya dengan mikroskop bias. yang berbentuk lempengan-lempengan pipih dan merupakan partikel-partikel dari mika, mineral-mineral lempung, dan mineral-mineral yang sangat halus lain. Lempung didefinisikan sebagai golongan partikel yang berukuran kurang dari 0,002 nm . tetapi pada beberapa kasus, partikel berukuraan antara 0,002 mm sampai 0,005 mm juga masih digolongkan sebagai partikel lempung. Dari segi mineral . ukan ukuranny. yang disebut tanah lempung . an mineral lempun. ialah yang mempunyai partikel-partikel tertentu yang menghasilkan sifat-sifat plastis pada tanah bila dicampur dengan air (Grim, 1. Jadi dari segi mineral, tanah dapat juga disebut sebagai tanah bukan lempung . on-clay soils ) meskipun terdiri dari partikel-partikel yang sangat halus ( partikelpartikel quartz, feldspar dan mika dapat berukuran submikroskopis, tetapi umumnya mereka tidak dapat menyebabkan terjadinya sifat plastis dari tana. Dari segi ukuran, akan lebih tepat bila partikel-partikel tanah yang berukuran lebih kecil dari 0,002 mm atau lebih lebih kecil dari 0,005 mm menurut sistem klasifilkasi yang lain, disebut saja sebagai partikel berukuran lempung daripada disebut sebagai lempung saja. PENDAHULUAN Tanah selalu mempunyai peranan yang penting pada suatu lokasi pekerjaan konstruksi. Tanah adalah pondasi pendukung suatu bangunan atau bahan konstruksi dari bangunan itu sendiri seperti tanggul atau bendungan, seperti tembok/dinding penahan tanah. Jadi tanah itu selalu berperan pada setiap pekerjaan teknik sipil. Sebagian besar tanah di Indonesia terdiri dari tanah lempung. Tanah jenis ini, pada mengandung mineral mempunyai potensi swelling . engembangan ) yang tinggi, dan dapat disebut tanah ekspansif. Selain itu tanah jenis ini memiliki sensivitas yang sangat tinggi terhadap perubahan kadar air yang terjadi. Jadi kandungan air yang ada dalam tanah lempung sangat mempengaruhi sifat dan prilaku tanah tersebut, khususnya pada proses pengembangannya . Partikel tanah lempung diklasifikasikan berdasarkan pada diameter efektif . o<2 AA. dan perlu melihat mineral yang terkandung Untuk tanah lempung ekspansif, kandungan mineralnya sebagian besar adalah montmorillonite yang mempunyai luas permukaan lebih besar dan sangat mudah menyerap air dalam jumlah besar bila dibandingkan dengan mineral lainnya, sehingga tanah mempunyai kepekaan terhadap perubahan kadar air dan sangat mudah Pada musim hujan, air permukaan dapat merembes masuk kedalam tanah dan selanjutnya tekanan akibat pengembangan tanah lempung akan mendesak struktur bangunan di atasnya . edung, perkerasan jalan raya, saluran air dan fasilitas lainy. sampai menjadi cembung sehingga menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan. Sebaliknya pada musim kemarau, apabila kadar air tanah turun sampai melampaui batas susutnya, maka akan menimbulkan penurunan yang tidak merata pada struktur bangunan dan juga akan terjadi retak-retak pada struktur bangunan. TINJAUAN PUSTAKA Tanah lempung adalah kumpulan partikel mineral yang mempunyai indeks plastisitas sesuai dengan batas atterberg yang pada waktu mengering membentuk suatu massa yang bersatu sedemikian rupa sehingga diperlukan Mineral Lempung Mineral-mineral lempung terutama terdiri dari silikat aluminium dan/atau besi dan Beberapa diantaranya juga Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 mengandung alkali atau tanah alkalin sebagai komponen dasarnya mineral-mineral ini terutama terdiri dari kristalin dimana atomatom yang membentuknya tersusun dalam suatu pola geometrik tertentu. Sebagian besar minerral lempung mempunyai struktur berlapis. Beberapa diantaranya mempunyai bentuk silinder memanjang atau struktur berserat. Massa tanah biasanya mengandung campuran beberapa mineral lempung yang diberi nama sesuai dengan mineral lempung yang terbanyak dengan berbagai jumlah mineral bukan lempung lainya. Satuan oktahedron disebut brusit . apabila atom logamnya adalah magnesium dan disebut gibsit . apabila atom logamnya adalah aluminium Semua kombinasi mungkin dari satuan-satuan dasar ini dalam membentuk mineral lempung akan menghasilkan muatan negatif netto pada permukaan luar. Maka larutan tanah dan air akan mempunyai sifat reaksi alkalin ( pH >. , kecuali tanah tersebut terkontanminasi dengan subtansi asam. Sumber utama dari mineral lempung adalah pelapukan kimiawi dari batuan yang mengandung: Felsfar ortoklas. Felsfar plagoklas dan mika . yang semuanya dapat disebut silikat aluminium kompleks. Tetapi menurut Grim . , mineral lempung dapat terbentuk dari hampir setiap batuan selama terdapat cukup banyak alkali dan tanah alkalin untuk dapat membuat terjadinya reaksi Pelapukan pada batuan menghasilkan sejumlah besar mineral lempung dengan sifatsifat daya gabung . yang sama terhadap air, tetapi dalam jumlah yang sangat berbeda. Beberapa mineral lempung yang biasa terdapat adalah sebagai berikut : Kombinasi rekatan hidrogen dan gaya Van der Waals menghasilkan kekuatan dan stabilitas yang cukup besar dengan antar lapisannya sedikit cenderung menghisap air dan mengembang . isebut aktif*), yang dapat menyebabkan buku mineral ini menjadi setebal 500 sampai 1000 . Kaolinit adalah mineral lempung paling tidak aktif yang pernah diamati. Kaolinit dapat dihasilkan oleh pelapukan beberapa mineral lempung yang lebih aktif atau dpat juga terbentuk langsung dari produk sampingan pelapulan batuan. Mineral 1: 1 lainnya dari Au keluarga Au kaolinit adalah haloisit ( halloysite ). Haloisit berbeda dari kaolinit karena tertumpuk secara lebih acak, sehingga satu molekul air dapat masuk diantara satuan-satuan 7 A. Haloisit juga berbeda dari koalinit karena lembaranlembaran elemennya tergulung menjadi suatu Dehidrasi akibat panas sebesar 60 sampai 70AC, dan bahkan penyaringan udara, sering dapat merubah haloisit ini secara permanen, sehingga berubah menjadi 2H,O atau sana sekali meniadakan molekul air sehingga berubah menjadi kaolinit. Sifat-sifat teknis dari haloisit sangat berbeda jika dibandingkan dengan kaolinit, dan karena pengeringan udara dapat mempengaruhi reaksireaksi kimia yang secara tidak langsung diukur dengan batas Atterberg. Kaolinit biasanya terdapat didaerah-daerah dengan curah hujan tinggi seperti di tenggara Amerika Serikat. Cina, sebagian Eropa, dan tempat-tempat Illit (Illit. Mineral lempung illit terdiri lapisan gibsit oktahedral yang terletak di antara dua lapisan silika tetrahedral. Ini menghasilkan mineral 1:2 dengan tambahan perbedaan dimana beberapa posisi silika akan terisi oCeh atom-atom alumnium, dan ion-ion potassium ikut berada di antara lapisan-lapisan untuk mengatasi kekurangan muatan. Rekatan seperti ini menyebabkan kondisi yang kurang stabil jika dibandingkan dengan kaolinit, dan karena itu aktivitas illit adalah lebih besar. Vermikulit merupakan mineral lempung dalam keluarga illit yang bersifat sama, kecuali molekul air lapisan-ganda diantara lapisanlapisannya diselang-selingi dengan ion-ion kalsium dan/atau magnesium, dengan subsitusi Kaolinit . Satuan struktur kaolinit terdiri dari lapisan tetrahedra silika yang berganti-ganti dengan puncak yang tertanam didalam satuan oktahedral alumina . Satuan dasar tipis yang dihasilkan mempunyai ketebalan sekitar 7 A dan memanjang secara tak terhingga kearah kedua dimensi lainnya. Cluster kaolinit merupakan tumpukan dari 70 sampai 100 atau lebih lenbar-lembar 7 yI ini, sebagai suatu buku dengan rekatan hidrogen dan gaya Van der Waals pada pertemuannya. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 oleh brusit sebagai pengganti gibsit didalam lapisan oktahedralnya. Lempung illit dan vermikulit serta serpih lempung banyak dipakai untuk membuat agregat berbobot ringan . adang-kadang "serpih 'vermikulit"). Vermikulit terutama sangat mengembang apabila mengalami pemanasan yang tinggi, karena lapisan-lapisan airnya dengan cepat berubah menjadi uap sehingga mengakibatkan terjadinya pengembangan yang Lempung illit biasanya dijumpai pada daerah-daerah dengan curah hujan sedang seperti dibagian tengah Amerika Serikat. Inggris, dan Eropa. bagian barat Amerika Serikat. Ausralia. Selandia Baru, dan di Selatan Afrika. Kerusakan bangunan . etaknya dinding, terangkatnya pondasi, jalan bergelomban. oleh sementara orang sering dipandang secara fisik luar saja, tetapi sebenarnya permasalahan ini sering timbul karena permasalahan yang ada pada tanah. Permasalahan tanah ini tidak hanya terbatas pada penurunan . ettlement )nya saja, tetapi mencakup secara menyeluruh, seperti adanya penyusutan-pengembangan tanah. Pembahasan dan penelitian tentang prilaku tanah lempung ekspansif yang mempunyai sifat swelling sangat penting, oleh karena itu perlu ditinjau yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang sifat-sifat fisik dan sifat mekanik khususnya tanah ekspansif. Dan untuk . perlu dilakukan penelitian di laboratorium, seperti uji Indeks properties, compaction dan swelling test. Penelitian bertujuan untuk mencari besarnya tingkat pengembangan tanah lempung ekspansif dan juga untuk mengetahui pengaruh variasi kadar air terhadap karakteristik swelling serta hubungannya dengan indeks plastisitas. Montmorilonit (Montmorillonit. Mineral lempung montmorilonit juga terdiri dari lapisan-lapisaan dengan satuan 1 : 2. Rekatan antar lapisan terutama diakibatkan oleh gaya Van der Waals, dan karena itu sangat lemah jika dibandingkan dengan rekatan hidrogen atau rekatan ion lainnya. Berbagai subsitusi terjadi, antara lain Al untuk Si dalam lapisan tetrahedral dan Mg. Fe. Li, atau Zn, untuk Al dalam lapisan oktahedral. Perubahanperubahan ini mengakibatkan terjadinya muatan negatif netto yang relatif sangat tydak seimbang pada mineral, dimana terjadi perubahan kation yang besar dalam kapasitas dan tarikan terhadap air dengan ion-ion H karena tidak terdapatnya ion-ion logam. Bentonit (Bentonit. adalah lempung montmorilonit yang dijumpai didalam deposit vulkanik yang telah mengalami pelapukan sebagian di Wyoming. Swiss, dan Selandia Baru. Mineral lempung ini terutama sangat aktif dalam mengembang apabila terdapat air dan sangat banyak digunakan dalam pemboran sumur-sumur minyak dan dalam eksplorasi tanah sebagai suatu lumpur untuk pemboran dan sebagai suatu penutup . dari Sifat-sifat bentonit bervariasi, tergantung pada sumber dan jumlah pelapukan material vulkanik induknya. Pelapukan montmorilonit sering menghasilkan lempung kaolinit, dan didaerah dimana telah terjadi pelapukan, kedua mineral tersebut biasanya dapat diperoleh. Montmorilonit ditemukan didaerah-daerah kering di dunia ini, seperti di METODE PENELITIAN Metode yang dipergunakan adalah uji laboratorium . yang meliputi dua tahapan pekerjaan, yaitu: Tahap penelitian dan pengumpulan data Pada tahap yang pertama ini perlu dilakukan pengumpulan referensi yang mendukung dan berkaitan dengan masalah yang akan diteliti sehingga akan membantu kelancaran penelitian yang akan dilakukan. Kemudian sampel yang akan diteliti, dalam hal ini adalah Bentonit dipersiapkan sejumlah yang diperlukan dengan jenis test yang akan Material / Sampel C Penyediaan tanah lempung ekspansif . alam Bentonit. C Penyedian air Alat Semua Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Sumatra Utara dengan memanfaatkan peralatan yang ada di Laboratorium tersebut. Pengujian yang dilakukan Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Pengujian awal . rial tes. Pengujian Atterberg limit Pengujian kadar air Pengujian spesifik gravity Pengujian compaction Pengukuran swelling CBR Test Tahap menganalisa data dan kesimpulan. Data yang diperoleh dari percobaan . akan dianalisa untuk mengetahui besarnya tingkat pengembangan dari tiap-tiap Data akan disajikan dalam bentuk sebagai dasar untuk penentuan tebal lapisan Pada penellitian ini digunakan percobaan CBR terendam, dan selama masa perendaman test swelling dilakukan, yaitu mengukur tingkat pengembangan dari masing-masing sampel. Tingkat pengembangan . sangat tergantung pada kadar air mula-mula sampel. Maka untuk mengetahui pengaruh variasi kadar air mula-mula dari sampel terhadap tingkat pengembangan, pada percobaan ini kadar air mula-mula sampel dibedakan atas : Kadar air sisi kering optimum . ry side of optimu. yaitu kadar air yang kurang dari kadar air optimumnya. Kadar air optimum . ptimum moisture conten. yaitu kadar air sampel pada saat tercapai berat volume kering maksimum . d mak. yang diperoieh dari percobaan Kadar air sisi basah oplimum . et side of optimu. yaitu kadar air sampel yang lebih tinggi dari kadar air optimumnya. Pada percobaan swelling test ini digunakan beberapa variasi kadar air yaitu Wopt-10%. Wopt. Wopt 10% yang masing masing mewakili dari kondisi dry side of optimum, optimum moisture content dan wet side of optimum. Pembacaan pengembangan dilakukan sampai tercapai pembacaan yang konstan baru kemudian dilakukan percobaan CBR. Percobaan Laboratorium Program kerja penelitian Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dari kegiatan pengadaan bahan percobaan, persiapan pengujian, lalu kegiatan pengujian di Laboratorium Mekanika Tanah USU dan menganalisa hasil penelitian. Kegiatan persiapan pengujian meliputi kegiatan persiapan bahan percobaan dan persiapan peralatan uji sifat fisik, peralatan swell, peralatn uji pemadaan dan CBR test. Kegiatan pengujian di laboratorium yang akan dilaksanakan meliputi pengujian sifat fisik tanah yang bertujuan untuk mengetahui Indeks propertis dari tanah yang iuji serta pengujian swelling test untuk mengetahui karakteristik swelling dari bahan yang diuji. Pada penelitian ini bahan percobaan yang digunakan sebagai sampel adalah lempung Adapun alasan pemilihan lempung bentonit sebagai bahan percobaan adalah karena kandungan mineral dari bentonit sebagian besar adalah montmorilonit, mineral ini merupakan mineral yang paling bersifat Sehingga diharapkan sifat dari bentonit dapat merepresentasikan sifat tanah lempung Selain itu bentonit dapat diperoleh karakteristiknya dapat lebih konstan. HASIL DAN PEMBAHASAN Sifat Fisik Lempung Bentonite Pengujian sifat fisik dilakukan untuk melengkapi data dari sampel Bentonite yang dipergunakan sebagai bahan percobaan dalam menganaisa karakterikstik swelling lempung Pengujian sifat fisik dilaksanakan di Laboratorium Mekanika Tanah FT USU, sesuai dengan standard ASTM. Hasil uji laboratorium terscbut merupakan nilai rata-rata dari beberapa percobaan yang dilakukan. Swelling dan CBR test Karakteristik Swelling Lempung Ekspansif California Bearing Ratio (CBR) adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama. Nilai CBR ini digunakan untuk menilai kekuatan tanah dasar yang akan digunakan untuk perkerasan. Nilai CBR ini juga dipakai Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah Bentonite yang mempuyai sifat ekspansif, jadi faktor kandungan dan jenis Sedangkan faktor kadar air awal dan kepadatan dapat divariasikan. Dengan menganggap salah satu dari dua variabel . adar air dan kepadata. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 menjadi suatu nilai yang konstan maka dibuat hubungan antara nilai Swelling terhadap waktu pada kondisi tertentu dan disajikan dalam bentuk grafik. Dari Gambar 1 dan 2 terlihat bahwa pada kondisi pemadatan yang sama can kadar air awal yang berbeda-beda terdapat perbedaan tingkat swelling yang relatif besar antara kondisi sampel pada kadar air awal dibawah kadar air optimum . ry side of optimu. , pada kadar air optimum dan pada kadar air dibawah optimum . et side of optimu. Sedangkan pada kondisi kadar air awal yang sama dan pemadatan yang berbeda-beda terlihat perbedaan tingkat swelling yang relatif kecil antara kondisi sampel yang dipadatkan dengan 10x tumbukan, 25x tumbukan dan 56x Hal ini menunjukan bahwa jika Grafik Swelling VS waktu . x Grafik Swelling VS waktu . x 48 96 144 192 240 Wopt - 10% Wopt Waktu (Ja. Grafik Swelling VS waktu . x Swelling (%) Swelling (%) Swelling (%) dibandingkan dengan faktor kepadatan, kadar air awal sampel merupakan faktor yang lebih mempengaruhi tingkat swelling tanah lempung Dari kedua faktor yang mempengaruhi tingkat swelling tanah ekspansif yaitu kepadatan dan kadar air awal sampel terlihat bahwa tingkat swelling yang paling besar akan terjadi pada kadar air dibawah optimum . ry side optimu. dan pada tingkat pemadatan yang paling besar . x tumbuka. Untuk mengetahui hubungan antara kadar air awal dan tingkat swelling yang paling besar maka dibuat grafik hubungan antara swelling dan kadar air awal pada tingkat pemadatan yang paling besar . x pukula. , seperti diperlihatkan pada Gambar 3. 96 144 192 240 Waktu (Ja. 48 96 144 192 240 Waktu (Ja. Wopt - 10% Wopt 10% Wopt - 10% Wopt Wopt Wopt 10% Wopt 10% Gambar 1. Grafik Swelling VS Waktu Pada Kondisi Pemadatan Awal Sama Swelling (%) SWELLING (%) Swelling (%) 96 144 192 240 Grafik Swelling VS waktu . opt 10%) Grafik Swelling VS waktu . Gr af ik Swe lling VS Wak tu (Wopt - 10% ) Waktu (Ja. WAKTU (JAM) 10x Tumbukan 10x Tumbukan 25x Tumbukan 56x Tumbukan 56x Tumbukan 25x Tumbukan Waktu (Ja. 10x Tumbukan 56x Tumbukan Gambar 2 Grafik Swelling VS Waktu Pada Kondisi Kadar Air Awal Sama 25x Tumbukan Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Grafik Swelling VS KADAR AIR AWAL 6,00 Swelling (%) 5,00 4,00 3,00 10X Tumbukan 2,00 25x Tumbukan 1,00 56x Tumbukan 0,00 28,375 33,375 38,375 48,375 KADAR AIR AWAL (%) 48,375 Gambar 3 Grafik Hubungan Antara Swelling Dan Kadar Air Awal Pada Tingkat Pemadatan Yang Berbeda-Beda KESIMPULAN Tingkat pengembangan pada tanah ekspansif sangat dipengaruhi oleh besarnya kadar air awal (Natural Moisture Conten. Tingkat pengembangan yang besar akan terjadi pada saat kadar air optimumnya belumn tercapai. Sedangkan pada saat kadar airnya telah melebih nilai kadar aii optimum . et pengembangannya akan mengecil. Tingkat pengembangan pada tanah ekspansif juga dipengaruhi kepadalan tanah. Tanah yang memiliki kepadatan yang lebih besar akan memiliki potensi pengembangan yang lebih besar jika dibandingkan dengan tanah yang memiliki tingkat kepadatan yang relatif kecil pada kadar air awal yang sama. Indeks Plastisitas dapat digunakan untuk memprediksi karakteristik swelling tanah ekspansif dimana tanah ekspansif yang mempunyai Indeks Plastisitas yang tinggi mengembang yang besar. pada Kondisi Padat. Jurnal ilmiah mahasiswa teknik sipil universitas muslim Indonesia. Volume 1 nomor 1 Januari 2019. Wijanarko. Setiawan. Djarwanti. N Pengaruh Penambahan Kolom Tanah Semen Terhadap Perpindahan Vertikal Tanah Dasar Ekspansif Saat Kondisi Mengembang. Jurnal Matriks Teknik Sipil 2019. Marcal. Sudjianto. Aditya. , 2022. Stabilisasi Swelling Tiga Dimensi . D) Tanah Lempung Ekspansif Dengan Limbah Industri Kerajinan Marmer. Jurnal Teknik Sipl dan Lingkungan. BOWPLANK. Vol 2 No. 1 April 2022. Landangkasiang. Sompie. Sumampouw. , 2020. Analisis Geoteknik Tanah Lempung Terhadap Penambahan Limbah Gypsum. Jurnal Sipil Statik Vol 8 No. Pebruari 2020. Sipangkar. Peslinof. Fendriani. Analisis Sifat Fisis Tanah Pada Stabilitas Tanah Lempung Dengan Penambahan Kapur Tohor (CAO). Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika vol 7 No. DAFTAR PUSTAKA