Vol. No. 2 Desember Hal 249-255 Https://ojs. PENGEMBANGAN SISTEM BACKEND USER PADA APLIKASI UINSA FOOD MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL 10 Rakadian Audiga Pratama1*. Mujib Ridwan2 1,2Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya E-mail: rakadianp@gmail. com1*, mujibrw@uinsa. INFO ARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel Diterima : 29/10/2024 Direvisi : 09/11/2024 Diterbitkan : 01/12/2024 *Corresponding author rakadianp@gmail. DOI: 10. 70247/jumistik. Https://ojs. GRAPHICAL ABSTRACT The project "Development of the UINSA Food Online Catering System Web Application" aims to develop a web application for catering orders that includes detailed available menus and allows direct ordering through the This application automatically sends order details to admins and vendors, eliminating the need for user confirmation. The methodology used includes needs analysis, system design, development using the Laravel 10 framework, and application testing. Results indicate that the application successfully enhances efficiency and convenience in the catering ordering process at the Business Development Center (PUSBIS) of UIN Sunan Ampel Surabaya. The application also provides a new experience for users with a user-friendly interface and comprehensive features. In conclusion, this project not only improves the quality of catering services at UINSA but also offers practical experience for students in software development, supporting the integration between education and the professional world. Keywords: Laravel 10. Software Development. Web Application ABSTRAK Proyek "Pengembangan Web Aplikasi Sistem Catering Online UINSA Food" bertujuan untuk mengembangkan aplikasi web yang memungkinkan pemesanan katering secara langsung dengan menyertakan detail menu yang tersedia. Aplikasi ini secara otomatis mengirimkan detail pemesanan kepada admin dan penjual, menghilangkan kebutuhan konfirmasi ulang oleh pengguna. Metodologi yang digunakan mencakup analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan menggunakan framework Laravel 10, serta uji coba aplikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam pemesanan layanan katering di Pusat Pengembangan Bisnis (PUSBIS) UIN Sunan Ampel Surabaya. Aplikasi ini juga memberikan pengalaman baru bagi pengguna dengan antarmuka yang user-friendly dan fitur lengkap. Kesimpulannya, proyek ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan katering di UINSA, tetapi juga memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam pengembangan perangkat lunak, mendukung integrasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Kata kunci: Laravel 10. Pengembangan Perangkat Lunak. Web Aplikasi A 202@ Penerbit STMIK Amika Soppeng. All rights reserved . 249Ae255 | w. id | eISSN 2964Ae3953 | Rakadian Audiga Pratama et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 249Ae255 PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA Pusat Pengembangan Bisnis (PUSBIS) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) merupakan salah satu Unit Pengembangan Teknis (UPT) yang fokus pada pengembangan bisnis. Salah satu proyek yang dikembangkan oleh PUSBIS adalah sistem aplikasi katering online yang bernama "UINSA Food". Aplikasi ini dirancang untuk memberikan solusi praktis dalam pemesanan dan pengelolaan layanan katering yang Pengembangan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memudahkan pengguna dalam mengakses layanan katering. Web UINSA Food Laravel menerapkan konsep Model-View-Controller (MVC). Pendekatan MVC memisahkan data . , tampilan . , dan cara pemrosesan . , sehingga membuat struktur kode menjadi lebih rapi dan terorganisir . Framework ini bersifat opensource, sehingga dapat digabungkan dengan banyak plugin atau add-ons, serta menyediakan fitur database melalui penulisan kode PHP . Proyek pengembangan aplikasi web untuk sistem katering online ini merupakan bagian dari upaya UINSA untuk meningkatkan layanan dan memberikan kemudahan dalam proses pemesanan Mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata, sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan layanan kampus. Proyek ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung tentang proses pengembangan perangkat lunak, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi dan pemeliharaan. Aplikasi UINSA Food diharapkan mampu memberikan alternatif yang lebih baik dibandingkan metode konvensional yang masih menggunakan Google Form. Dengan adanya aplikasi ini, pelanggan dapat melakukan pemesanan makanan dengan lebih mudah dan cepat, tanpa harus mengisi formulir pemesanan dan melakukan konfirmasi ulang secara Selain itu, aplikasi ini dirancang untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai menu, harga, dan informasi lain seputar katering UINSA. Aplikasi ini tidak hanya mendukung operasional bisnis katering PUSBIS, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi pengguna dalam melakukan pemesanan makanan secara online. Desain antarmuka yang userfriendly dan fitur-fitur yang tersedia diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pengguna. Dengan demikian, aplikasi UINSA Food tidak hanya berfungsi sebagai solusi bisnis, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan peningkatan kualitas layanan katering di UINSA. Sebelumnya, sudah ada penelitian serupa yang membahas tentang pengembangan web layanan Penelitian terdahulu yang relevan dengan pengembangan aplikasi UINSA Food adalah penelitian yang berjudul "Pembuatan Website Arsyla Catering" . Penelitian tersebut membahas tentang perancangan website untuk layanan catering, yang bertujuan untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan pemesanan makanan secara online. Fitur utama yang dihadirkan meliputi pemilihan menu dan WhatsApp. Dalam implementasinya, penelitian ini memberikan fokus pada kemudahan interaksi antara pengguna dan sistem, khususnya untuk menghubungkan pelanggan yang akan melakukan pemesanan. Penelitian tersebut menggunakan metode SDLC (Software Development Life-Cycl. untuk pengembangannya. Lalu tinjauan Pustaka yang kedua adalah artikel jurnal yang berjudul AuImplementasi Prototyping Pada E-Catering Berbasis AndroidAy . Penelitian tersebut juga membahas tentang layanan catering. Namun, penelitian tersebut terbatas hanya prototyping saja. Sehingga Tampilan beserta fitur-fitur yang ada terkesan lebih sederhana. Implementasi yang digunakan juga berbeda karena diterapkan pada OS (Operating Syste. Android. Sebagai pengembangan lebih lanjut, penelitian ini mengembangkan sistem backend user pada aplikasi UINSA Food dengan memperkenalkan role Hal ini memungkinkan penjual . untuk mengelola menu mereka sendiri, mulai dari penambahan, pengeditan, hingga penghapusan Fitur ini memberikan fleksibilitas lebih tinggi bagi setiap penyedia makanan yang bergabung, sehingga pengelolaan menu menjadi lebih dinamis dan sesuai Dengan demikian, aplikasi UINSA Food tidak hanya mendukung interaksi pelanggan tetapi juga memberdayakan para penjual untuk berperan aktif dalam aplikasi, menjadikannya sebagai platform yang lebih komprehensif dibandingkan penelitian METODOLOGI PENELITIAN Tahapan Penelitian Pada penelitian kali ini, penulis menggunakan metode Extreme programming yang termasuk ke dalam kelompok agile . Hal tersebut dikarenakan membutuhkan responsivitas dan fleksibilitas tinggi agar kualitas terhadap perubahan-perubahan yang terjadi tetap terjaga. Kerjasama dan komunikasi tim yang baik juga diperlukan dalam metode ini agar proses pengerjaan proyek mengalami kendala. Tahapan yang ada dalam Extreme programming yaitu Planning. Design. Coding, dan Testing. Rakadian Audiga Pratama et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 249Ae255 pengembang mulai mengimplementasikan fiturfitur sistem berdasarkan desain yang telah Testing Testing adalah tahap yang mengharuskan pengujian pada fitur yang ada. Setiap fitur yang diimplementasikan diuji secara menyeluruh untuk memastikan kualitas dan keandalan sistem . HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Alur Penelitian Tahapan Pengembangan Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini akan menerapkan metode Extreme Programming. Extreme programming merupakan metode pengembangan yang termasuk ke dalam pengembangan agile. (Extreme programmin. menekankan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan persyaratan dengan menggunakan pendekatan literatif . Extreme programming berfokus pada kualitas, fleksibilitas, dan keterlibatan pelanggan dalam pengembangan perangkat lunak. Dengan XP, tim pengembang dapat mencapai hasil yang lebih baik dalam menciptakan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan sambil menjaga kualitas dan responsivitas tinggi terhadap perubahan . Metode ini memiliki beberapa tahapan, diantaranya: Planning Tahap ini melibatkan identifikasi kebutuhan sistem, penetapan fitur, dan perencanaan Tim stakeholder merumuskan rencana kerja yang mencakup tujuan pengembangan. Design Setelah perencanaan, tim mulai merancang struktur sistem dan antarmuka pengguna. Pada tahap ini, prinsip-prinsip desain yang sederhana dan berfokus pada kebutuhan pengguna menjadi prioritas utama. Desain yang fleksibel dan mudah diubah juga sangat diperhatikan untuk memastikan sistem dapat beradaptasi dengan perubahan (Yudhistira, 2. Coding Tahap coding dalam XP sering dilakukan Tim Sesuai dengan metode pengembangan yang dijelaskan sebelumnya, penulis memulai penelitian dengan tahap pertama yaitu planning, dilanjutkan design, coding, dan yang terakhir testing. Planning Pada tahap ini, dilakukan wawancara pada pihak pusbis untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan web aplikasi UINSA Food. Pihak pusbis juga merekomendasikan web ITSFood untuk dijadikan sebagai referensi pengembangan tim. Hasil wawancara akan dianalisis lalu dijabarkan dalam bentuk requirement analysis yang akan menjadi panduan penulis dalam pengembangan UINSA Food. Analisis Kebutuhan (Requirement analysi. adalah deskripsi pernyataan stakeholder yang mendefinisikan fitur-fitur yang diperlukan dalam suatu sistem. Untuk menganalisis kebutuhan, ada beberapa langkah yang harus diambil, dimulai dengan analisis masalah yang ada, ekspektasi pengguna sistem, dan menawarkan solusi berupa informasi persyaratan . yang diperlukan dalam pengembangan sistem . Berikut adalah requirement analysis berdasarkan masingmasing role pengguna dari UINSA Food: Admin Data Penjualan: Melihat seluruh data penjualan dalam bentuk chart di dashboard. Data Menu: Melakukan CRUD dan pencarian data menu, melihat data penjualan dan rating menu terkait. Data Kategori: Melakukan CRUD data kategori menu. Data Pemesanan: Melihat, menyetujui, dan menolak pesanan. Status pesanan ditampilkan untuk user dan seller. Data Seller: Melakukan CRUD data seller. Akun seller dibuat oleh admin tanpa registrasi Guest Dashboard: Melihat menu yang tersedia dan profil perusahaan Pusbis dan UINSA Food. Menu: Menampilkan menu, harga, dan deskripsi, tanpa fitur add to cart. Login dan Registrasi: Melakukan login dan registrasi akun untuk akses fitur lengkap. User Dashboard: Melihat menambahkan menu ke keranjang. Rakadian Audiga Pratama et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 249Ae255 Forgot password: Mengirim email verifikasi untuk mengganti password. Menu: Menampilkan menu dengan fitur add to cart. Cart: Memodifikasi isi keranjang dan melihat total harga. Checkout pesanan: Mengisi data pemesanan pada halaman checkout. Riwayat pemesanan: Melihat status pesanan dan invoice dari riwayat pesanan. Invoice: Melihat dan mengunduh invoice dari Edit profil: Mengedit profil pengguna seperti nama, email, no. telepon, alamat, dan unit Seller Login: Login menggunakan akun yang disediakan oleh admin. Data menu: Melakukan CRUD pada data menu seperti harga, deskripsi, dan waktu preorder. Data Pesanan: Melihat data pesanan masuk, riwayat pesanan, dan invoice. Design Tahap desain melibatkan pembuatan rancangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan berorientasi objek yaitu merancang UML diagram serta desain database seperti Entity relationship. Activity. Use case. Class, dan Sequence diagram yang digunakan untuk mengidentifikasi objek, class, serta fungsi dalam sistem. Activity diagram atau diagram aktivitas menggambarkan aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam sistem . Dari awal hingga akhir, diagram ini menunjukkan langkah-langkah dalam proses kerja sistem yang dibuat. Activity diagram dapat dilihat pada gambar dibawah: Setelah melihat aktivitas pada web, terdapat use case diagram yang menggambarkan hubungan antara aktor dan sistem. Diagram ini mendeskripsikan interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang akan dikembangkan . Adapun use case diagram dapat dilihat pada gambar dibawah: Gambar 3. Use case diagram UINSA Food Representasi dari setiap class yang terlibat pada diagram diatas dapat divisualisasikan dengan class Class diagram menunjukkan hubungan antar class dan memberikan penjelasan detail tentang setiap kelas dalam model desain suatu sistem . Gambar class diagram dapat dilihat sebagai Gambar 4. Class diagram UINSA Food Gambar 2. Activity diagram UINSA Food Selanjutnya, untuk merepresentasikan aliran yang terjadi dalam sistem maka digunakan sequence Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan objek-objek yang terlibat dalam Rakadian Audiga Pratama et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 249Ae255 sebuah use case serta aliran pesan yang terjadi di antara objek-objek tersebut . Gambar 2. Landing page UINSA Food Gambar 5. Sequence diagram UINSA Food Setelah penyusunan UML, maka dibuat Entity relationship diagram untuk memberikan gambaran kepada pengembang mengenai relasi-relasi antar entitas dalam database . Profile Page ini adalah halaman untuk user mengedit User dapat merubah nama, email, nomor telepon, alamat, dan unit kerja. Gambar 3. Profile Page UINSA Food Gambar 6. Entity relationship diagram Coding Pada tahap ini dibuat web aplikasi UINSA Food menggunakan framework laravel 10 dengan bahasa pemrograman HTML dan PHP serta database MySQL yang menghasilkan sistem berbasis web aplikasi dengan fitur-fitur sebagai berikut: Landing Page Halaman ini adalah landing page dari web UINSA Food. Pada navbar terlihat ada beberapa menu yaitu login, menu, about, dan contact. Halaman yang didalamnya tidak terdapat segmentasi backend yaitu about dan contact. Menu Pada halaman ini, user dapat melihat semua menambahkan menu yang dipilih ke keranjang/cart. Jumlah menu yang ditambahkan juga akan disesuaikan pada navigation bar bagian keranjang. Gambar 4. Page Menu UINSA Food Rakadian Audiga Pratama et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 249Ae255 Cart Halaman ini untuk menampilkan menu yang ditambahkan ke cart. Selain menghapus menu, user juga dapat memodifikasi kuantitas pesanan sesuai dengan yang diinginkan. Gambar 12. Page Order History UINSA Food Gambar 10. Page Shopping Cart UINSA Food Invoice Invoice menyelesaikan pesanan. User dapat mengunduh invoice atau menghubungi admin. Invoice yang diunduh akan berupa file PDF. Untuk detail invoice, dapat dilihat pada gambar dibawah. Checkout Halaman ini adalah halaman pengisian detail pemesanan seperti nama penerima, alamat pengiriman, fakultas, tanggal, jam, serta catatan. Pada halaman ini juga ditampilkan kembali menu yang dipesan dan total pesanan. Setelah mengisi detail pemesanan, user dapat mengklik tombol Aoplace orderAo untuk menyelesaikan pesanan dan terinput ke database. Gambar 13. Invoice UINSA Food Testing Testing yang dilakukan menggunakan metode black box. Black box adalah metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak . Adapun pengujian dilakukan dengan melakukan beberapa skenario pada semua role, sebagai berikut: Tabel 1. Skenario pengujian user dan guest Gambar 11. Page Checkout UINSA Food Order History Setelah berhasil melakukan pemesanan, user akan diarahkan ke halaman history order untuk melihat riwayat pesanan yang sudah dilakukan. Pada halaman ini ditampilkan detail serta status pesanan. Terdapat 3 status pesanan, yaitu setuju, tolak, dan Status pesanan hanya dapat dirubah oleh User juga dapat melihat invoice masingmasing pesanan. No. Skenario Pengujian Registrasi akun baru Login akun Menggunakan fungsi filter menu Menambahkan menu ke keranjang Melakukan checkout pesanan Menampilkan history pesanan Menampilkan Rakadian Audiga Pratama et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 249Ae255 Tabel 2. Skenario pengujian admin No. Skenario Pengujian Login akun admin Melakukan CRUD pada data kategori Melakukan CRUD pada data menu Menampilkan data seluruh pemesanan Merubah status pemesanan Menampilkan Tabel 3. Skenario pengujian seller No. Skenario Pengujian Login akun seller Melakukan CRUD pada data menu Menampilkan data pemesanan yang Menampilkan . KESIMPULAN DAN SARAN Penggunaan metode Extreme programming dalam pengembangan backend pengguna pada UINSA Food pengembang untuk merancang sistem informasi dengan cepat. Proses pengembangan melibatkan tim kecil dan membutuhkan waktu singkat, dengan fokus pada tahap penulisan kode. Fitur-fitur yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengguna yang sebelumnya memesan katering secara konvensional melalui Google Form. Hasil pengujian fitur menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan bahwa sistem telah tervalidasi dan sesuai dengan kebutuhan yang DAFTAR PUSTAKA