Economics Professional in Action (E-Profi. E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 02 Oktober 2022 SOCIAL MEDIA MARKETING MELALUI INSTAGRAM DAN BRAND IMAGE DALAM MEMBENTUK MINAT BELI PRODUK LOKAL. SURVEY PADA KONSUMEN SANDAL SWALLOW EDISI KOLABORASI Vika Aprianti1*. Cecep Supriyadi2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia *Email : aprianti. vika13@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran persepsi responden serta menjelaskan hasil besaran pengaruh variabel Social Media Marketing dan Brand Image terhadap Minat Beli Sandal Swallow Edisi Kolaborasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif, alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kusioner yang di sebarkan kepada 100 responden dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan purposive sampling. Hasil analisis Social Media Marketing dan Brand ImageI Terhadap Minat Beli Sandal Swallow Edisi Kolaborasi adalah 0,551 atau 55,10%, sedangkan sisanya sebesar 44,90% . % - 55,10%) dipengaruhi variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian Hasil penelitian secara parsial menunjukkan Social Media Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli, dan Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli. Secara simultan Social Media Marketing dan Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Sandal Swallow Edisi Kolaborasi. Kata Kunci : Social Media Marketing. Brand Image. Minat Beli. Abstract This study aims to explain the description of respondents' perceptions and explain the results of the magnitude of the influence of Social Media Marketing and Brand Image variables on Interest in Buying Swallow Sandals in Collaboration Edition. The research method used is descriptive and verification method with a quantitative approach, the tool used for data collection is a questionnaire distributed to 100 respondents using non-probability sampling technique with purposive sampling. The results of the analysis of Social Media Marketing and Brand ImageI on Interest in Buying Sandals Swallow Collaboration Edition are 0. 551 or 55. 10%, while the remaining 44. 90% . % 55. 10%) is influenced by other variables not examined in this study. The results of the study partially show that Social Media Marketing has a positive and significant effect on Buying Interest, and Brand Image has a positive and significant effect on Buying Interest. Simultaneously. Social Media Marketing and Brand Image have a positive and significant effect on Interest in Buying Sandals Swallow Collaboration Edition. Keywords: Social Media Marketing. Brand Image. Purchase Intention. PENDAHULUAN Pada era 5. 0 society, tempat dan waktu bukan menjadi pembatas ruang aktivitas Begitupun dalam hal bisnis, hanya dengan akses internet serta alat penunjang, para pelaku bisnis bisa menjangkau target market yang jauh lebih besar, para pelaku bisnis bisa menjangkau konsumen antar kota bahkan hingga Sehingga selain bersaing dengan produk lokal, para pelaku bisnis harus bersaing dengan merek-merek yang sudah mendunia. Fenomena ini mendorong persaingan bisnis menjadi ketat. Kemudahan akses pada era ini menjadi tantangan bagi para pelaku bisnis dan pemerintahan yang bertindak sebagai regulator. Maka dari itu, pemerintah Indonesia mempunyai atensi terhadap isu pekembangan produk lokal. Beberapa contoh bentuk nyata pemerintah Economics Professional in Action (E-Profi. Indonesia menangani isuk produk lokal adalah membuat kampanye yang dibuat oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia yaitu P3DN (Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Neger. , lalu himbauan yang dilakukan oleh Presiden agar masyarakat Indonesia bisa mendukung dan berkontribusi dengan cara membeli produk lokal. Pada tahun 2020. Katadata Insight bersama Cashpop Indonesia melakukan survei 697 responden yang tersebar di semua provinsi Indonesia mengenai top 50 merek lokal. Salah satu merek yang terpopuler adalah Swallow. Tahun 2019. Swallow melakukan kolaborasi dengan banyak brand lokal di Indonesia. Tercatat hingga tahun 2021, sandal Swallow sudah melakukan kolaborasi merek sebanyak 9 kali. Dalam setiap kolaborasinya. Sandal Swallow memproduksi dengan jumlah dan design yang tidak sama, tergantung kesepakatan antara pihak sandal Swallow dengan pihak brand yang menjalin kerjasama. Berdasarkan data penjualan yang sudah dihimpun, terdapat kesenjangan penjualan disetiap produknya. Paling mencolok terlihat pada penjualan Swallow Edisi Emba Jeans dan Swallow Edisi KFC. Hal tersebut berbanding lurus dengan like serta komentar pada masingmasing feed di @swallowfootwear. Produk Sandal Swallow Edisi KFC Memiliki volume penjualan, jumlah like dan komentar yang lebih banyak dibanding produk Sandal Swallow Edisi Emba Jeans. Social Media Marketing adalah satu bagian yang harus di kuasai oleh para pelaku bisnis di era 5. 0 ini. Belum lagi pada zaman ini dikenal dengan istilah IoT (Internet of Thing. dimana hampir semua aspek kehidupan ini sudah terhubung dengan internet. Maka dari itu mengikuti perkembangan zaman di era serba digital ini mutlak hukumnya untuk perusahaan agar bisa terus bersaing mempertahankan posisi Diketahui pada bulan Mei 2021, jumlah followers instagram Swallow adalah sebanyak 400 ribu. Terdapat dinamika dalam setiap postingan yang dibagikan dari feed instagram @swallowfootwear. terdapat ketimpangan antara postingan swallow edisi Emba Jeans dan swallow edisi kolaborasi KFC. Dampaknyapun E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 02 Oktober 2022 terlihat pada data penjualan. Secara kesuluruhan penjualannya terdapat perbedaan yang cukup besar dan bertolak belakang. Pandangan konsumen terhadap suatu penyampaian informasi produk ke konsumen secara langsung. Strategi pemasaran yang pendistribusian, pengemasan produk, ataupun penetapan harga jual dapat mempengaruhi citra merek suatu produk. Maka dari itu, perusahaan harus selektif dan seksama dalam menentukan strategi pemasarannya. Sandal Swallow merupakan sandal yang di produksi oleh PT Garuda Mas Perkasa. Sebuah perusahaan yang ada di daerah Medan. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1973. Sandal Swallow mulai diproduksi pada tahun 45 tahun lamanya. Sandal Swallow mampu menjaga eksistensinya. Distribusi produknya pun sudah cukup merata, produknya bisa ditemui di supermarket, pasar tradisional, hingga di warung-warung. Harga yang dijual sampai pada saat ini berkisar Rp. Sandal Swallow menjadi top of mind dalam kategori sandal jepit di Indonesia. Menurut data yang diperoleh dari Top Brand Index, pada kategori sendal jepit tahun 20192020 Sandal Swallow mempunyai persentase sebanyak lebih dari 80%. Artinya, masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan produk Sandal Swallow. Untuk segmentasi produk, sandal Swallow masuk untuk semua lapisan masyarakat karena mempunyai harga yang murah serta produknya yang mudah didapatkan. Hal tersebut didukung dengan prasurvey yang dilakukan penulis kepada 32 responden. Hasil pra survey menunjukkan bahwa produk sandal swallow secara distribusi sudah merata karena para responden mayoritas menjawab sangat setuju, dengan persentase 62,5%. Dari segi harga responden setuju bahwa harga yang di tawarkan untuk produk Sandal Swallow Akan tetapi responden tidak setuju ketika diminta untuk membeli produk Sandal Swallow seharga diatas Rp. 000 walaupun edisi kolaborasi. Permasalahan penelitian yang ditandai oleh fenomena-fenomena Economics Professional in Action (E-Profi. penelitian yang akan dijawab melalui penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh Social Media Marketing dan Brand Image terhadap pada minat beli sandal Swallow edisi kolaborasi. KAJIAN PUSTAKA Manajemen Pemasaran Menurut Ben M. Enis dalam Alma . Aumarketing management is the process of increasing the effectiveness and or efficiency by which marketing activities are performed by individualisme or organitazations. E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 02 Oktober 2022 antara lain: . Minat transaksional: yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli . Minat refrensial: kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain. Minat preferensial: minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki prefrensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk prefrensinya. Minat eksploratif: minan ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut. Perilaku Konsumen Menurut Lees. Joy dan Browne . mengatakan bahwa AuPerilaku konsumen . onsumer behaviou. adalah aktivitas-aktivitas individu dalam pencarian, pengevaluasian, pemerolehan, pengkonsumsian, dan penghentian pemakaian barang dan jasaAy. Marketing Mix Menurut Kotler dalam Poluan. Mandey dan Ogi . 9:2. Aubauran pemasaran atau marketing mix adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaranAy. Merek Menurut American Marketing Association . Aumerek adalah nama, istilah, simbol, atau desain, maupun kombinasi diantaranya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa seorang penjual atau sekelompok penjual dan membedakannya dari barang atau jasa para pesaingAy. Minat Beli Kotler dan Keller dalam Muslimah. Hamdani, dan Irfani . mengungkapkan bahwa Auminat beli merupakan sebuah perilaku konsumen dimana keinginan untuk memilih, menggunakan, mengkonsumsi, atau bahkan menginginkan suatu produk yang ditawarkanAy. Social Media Marketing Menurut Gunelius dalam Mileva dan Fauzi . Ausocial media marketing merupakan suatu bentuk pemasaran langsung ataupun tidak langsung yang digunakan untuk membangun kesadaran, pengakuan, daya ingat, dan tindakan untuk merek, bisnis, produk, orang, atau entitas lainnya dan dilakukan menggunakan alat dari web sosial seperti blogging, microblogging, social networking, social bookmarking, dan content sharing. Ay Menurut Zarella dalam Fajriani dan Sastika . terdapat empat sub dimensi dari social media marketing, yaitu: . Context, yaitu sebuah tata bahasa untuk menyampaikan pesan kepada khalayak dengan format tertentu. Communication, penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan ataupun tidak langsung . elalui medi. Collaboration. Kegiatan dimana dua pihak atau menyumbangkan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan masing masing untuk mencapai tujuan bersama. Connection, merupakan berkelanjutan antara pemberi dan penerima Brand Image Adapun indikator minat beli menurut Ferdinand dalam Purbohastuti dan Hidayah . Menurut Rangkuti dalam Soim. Suharyono, dan Abdillah . Aubrand image adalah Economics Professional in Action (E-Profi. sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dan melekat di benak konsumenAy. Adapun indikator brand image menurut Aaker dan Biel dalam Supriyadi. Fristin, dan Indra . yaitu: . Citra pembuat . orporate imag. , yaitu sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu barang atau jasa. Meliputi popularitas, kredibilitas, jaringan perusahaan, serta pemakai itu sendiri. Citra produk/konsumen . roduct imag. , yaitu sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap barang atau jasa. Meliputi atribut dari produk, manfaat bagi konsumen, serta jaminan. Citra pemakai . ser imag. , yaitu sekumpulan asosiasi yang dipersepsikan konsumen terhadap pemakai yang menggunakan suatu barang atau jasa. Meliputi pemakai itu sendiri, serta status sosialnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif Populasi pada penelitian ini adalah pengguna instagram di Indonesia, dimana berdasarkan data yang di peroleh dari Wearesocial, pengguna Indonesia pada tahun 2020 adalah berjumlah 63. 000 Teknik pengumpulan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling, yaitu purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan (Sugiyono, 2013:. Adapun purposive sampling yang dimaksud mempunyai kriteria sebagai berikut: Rentang usia 16 sampai 45 tahun Mengikuti @swallowfootwear. Atau mengetahui informasi produk sandal swallow edisi kolaborasi. Teknik pengambilan sampel untuk penelitian ini didasari oleh perhitungan yang Yamane, dilakukan perhitungan, diketahui bahwa jumlah sampelnya adalah 100 orang. Teknik Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan regresi liner berganda. E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 02 Oktober 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regeresi Linier Berganda Persamaan regresi linier berganda penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = -1884 0,538X1 0,676X2 Persamaan regresi dapat di artikan bahwa: Nilai konstanta () = -1,884, artinya jika variabel social media marketing dan brand image diabaikan (X1 & X2 = . maka nilai minat beli tetap . sebesar -1,884. Artinya minat beli tetap menurun jika tidak ada social media marketing dan brand image. Koefisien regresi variabel social media marketing sebesar 0,538 dengan nilai yang positif, artinya jika social media marketing dinaikan sebesar satu dan variabel lain diabaikan (X2=. , maka minat beli akan naik sebesar 0,538. Koefisien regresi variabel brand image sebesar 0,676 dengan nilai yang positif, artinya jika brand image dinaikan sebesar satu dan variabel lain diabaikan (X1=. , maka minat beli akan naik sebesar 0,676. Analisis Korelasi Berganda Setelah dilakukan pengujian data, hasil menunjukan bahwa korelasi antara variabel social media marketing dan brand image terhadap minat beli adalah sebesar 0,748 atau 74,80%. Nilai ini termasuk dalam kategori kuat karena masuk dalam rentang nilai 0,60-0,799. Artinya bahwa hubungan variabel social media marketing dan brand image terhadap minat beli adalah kuat. Hasil Analisis Koefisien Determinasi Setelah dilakukan uji determinasi, diketahui bahwa pengaruh variabel social media marketing terhadap minat beli adalah sebesar 0,481 atau 48,10%, sedangkan sisanya sebesar 51,9% . % - 48,1%) dipengaruhi variabel brand image dan variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Economics Professional in Action (E-Profi. Diketahui bahwa pengaruh variabel brand image terhadap minat beli adalah sebesar 0,520 atau 52%, sedangkan sisanya sebesar 48% . % 52%) dipengaruhi variabel variabel social media marketing dan variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Diketahui bahwa pengaruh variabel social media marketng dan brand image terhadap minat beli adalah sebesar 0,551 atau 55,10%, sedangkan sisanya sebesar 44,90% . % - 55,10%) dipengaruhi variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Analisis Uji t Variabel Nilai Sig. Nilai Nilai Hasil Hipotesi SMM (X. Ha1 Diterima BI (X. Ha2 Diterima Berdasarkan tabel tersebut diperoleh kesimpulan bahwa Variabel Social Media Marketing (X. memiliki nilai thitung yang lebih besar dari ttabel . ,955 > 1,. , maka H01 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Social Media Marketing secara parsial terdapat pengaruh signifikan terhadap Minat Beli. Selanjutnya Variabel Brand Image (X. memiliki nilai thitung yang lebih besar dari ttabel . ,161 > 1,. , maka H02 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Social Media Marketing secara parsial terdapat pengaruh signifikan terhadap Minat Beli. Analisis Uji F Diketahui Fhitung lebih besar dari Ftabel ,699 signifikansinya lebih kecil dari 0,05 . ,000<0,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha3 yang berarti variabel Social Media Marketing dan Brand Image berpengaruh secara E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 02 Oktober 2022 simultan terhadap Minat Beli Sandal Swallow Edisi Kolaborasi. Hasil lainnya menunjukkan pada tabel Nilai signifikan penelitian ini adalah 0. 05 sehingga dapat disimpulkan Social Media Marketing dan Brand Image berpengaruh secara simultan terhadap Minat Beli Sandal Swallow Edisi Kolaborasi. KESIMPULAN Social Media Marketing mempunyai besaran pengaruh sebanyak 48,10% terhadap Minat Beli. Selanjutnya, jika dilihat dari hasil uji t . Social Media Marketing mempunyai pengaruh terhadap Minat Beli. Brand Image mempunyai besaran pengaruh sebanyak 52% terhadap Minat Beli. Selanjutnya, jika dilihat dari hasil uji t . Brand Image mempunyai pengaruh terhadap Minat Beli. Social Media Marketing dan Brand Image secara simultan mempunyai besaran pengaruh sebanyak 55,10% terhadap Minat Beli. Selanjutnya, jika dilihat dari hasil uji F . Social Media Marketing dan Brand Image mempunyai pengaruh secara simultan terhadap Minat Beli. REFERENSI