Zona Manajemen : Program Studi Magister Sains Manajemen Universitas Batam Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 http://ejurnal. id/index. php/Manajemen DOI: http://dx. org/10. 37776/jzm. DETERMINATION OF WORK DISCIPLINE. WORKING ENVIRONMENT, WORKING FACILITIES WITH JOB SATISFACTION AS A VARIABLE OF MEDIATOR ON ORGANIZATIONAL COMMITMENTS OFFICE CLERK OF CAMAT TEMBELAN Rama Agustian. Muhammad Tammy Ikbal Rumengan Student of the Postgraduate Masters Program in Management. Faculty of Economics. University of Batam Batam, 29415. Riau Island. Indonesia. Coresspondent: Faculty of Economics. University of Batam. Email: tammy. rumengan@univbatam. ABSTRACT In this study, researchers used data respondents, such as gender, age and long working respondents to provide information on the characteristics of respondents. The questionnaire was spread over 40. The discussion in this chapter is the result of field studies to obtain data on the questionnaire responses that measure five key variables in the study, namely the discipline, work environment, work facilities, job satisfaction and the commitment of the employee's organization. Analysis of data with parametric and non parametrics statistics using SEM-PLS . tructural Equation Modelling-Partial Least Squar. on the research variables, instrument test, normality test, hypothesis test, as well as discussion of the hypothesis test results and path analysis Path. This research uses path analysis to test relationship patterns that reveal the influence of variables or a set of variables against other variables, both direct influences and indirect influences. Calculation of line coefficient in this study assisted with Smart PLS Ver 3. To find out the direct and indirect influences between variables then be seen from the calculation result of the line coefficient and to know the significance. The effect of the X3 variable against X4 has a P-Values value of 0. 005 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X3 against X4 is significant. The effect of the variable X3 against Y has a PValues value of 0. 008 < 0. 05, so it can be stated that the influence between X3 to Y is The effect of X4 to Y variables has a P-Values value of 0. 010 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X4 to Y is significant. The effect of the X1 variable against X4 has a P-Values value of 0. 006 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X1 against X4 is significant. The effect of a X1 variable against Y has a PValues value of 0. 034 < 0. 05, so it can be stated that the effect between X1 to Y is The effect of a variable X2 against X4 has a P-Values value of 0. 001 < 0. so it can be stated that the effect of X2 against X4 is significant. The effect of a variable X2 against Y has a P-Values value of 0. 008 < 0. 05, so it can be stated that the effect of the X2 against Y is significant. Keywords: Work Discipline. Work Environment. Work Facilities. Job Satisfaction. Organizational Commitment. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 40 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 PENDAHULUAN Penyusunan Rencana Strategis Kecamatan Tambelan Tahun 20162021, pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tahapan. Tata Cara Penyusunan. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor Tahun mengamanatkan antara lain, bahwa Rencara Strategis SKPD merupakan rencana pembangunan 5 . tahunan SKPD yang disusun oleh setiap SKPD sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, dengan berpedoman pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah. Dokumen ]Kecamatan Tambelan Tahun 20162021 ini merupakan penjabaran dari Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2021. Oleh karena itu, target capaian, sasaran dan indikator, serta program dan kegiatan yang dicapai dalam dokumen Kecamatan Tambelan Tahun selaras/konsisten dengan target capaian sasaran dan program prioritas yang terdapat dalam RPJMD. Selain itu, dokumen Renstra Kecamatan Tambelan disusun guna memberikan masukan/ saran penyempurnaan Rancangan Awal RPJMD menjadi Rancangan RPJMD yang selanjutnya akan dibahas dalam Musrenbang RPJMD Dokumen Rencana Kecamatan Tambelan Tahun merupakan dokumen resmi perencanaan satuan kerja perangkat daerah untuk 5 . menggambarkan visi, misi, strategi atau kebijakan umum serta tahapan program kegiatan strategis yang akan dicapai pembangunan daerah Kabupaten Bintan di bidang pelayanan kepada masyarakat, disusun sesuai dengan kebutuhan Demi terwujudnya visi dan misi Pegawai Kantor Camat Tembelan, maka perlu meningkatkan Disiplin Kerja terwujudnya visi dan misi tersebut. Kedisiplinan sangat diperlukan dalam kondisi seperti itu. Dalam organisasi, masih banyak pegawai yang terlambat, mengabaikan prosedur keselamatan, tidak mengikuti petunjuk yang telah ditentukam atau terlibat masalah dengan Mengemukakan lingkungan kerja adalah segala yang ada di sekitar para pekerja yang dapat menjalankan tugas yang dibebankan. Lingkungan kerja ini akan meliputi tempat kerja, fasilitas dan alat bantu kerja, kebersihan, pencahayaan dan Fasilitas merupakan factor pendukung bagi kelancaran tugas yang mereka kerjakan, sehingga pekerjaan dapat dikerjakan sesuai dengan yang diharapkan. Pegawai juga sangat diperlukan oleh setiap instansi, karena pegawai adalah sebagai perencana, pelaku, dan penentu organisasi/instansi. Sehingga segala sesuatu fasilitas yang dibutuhkan Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 41 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 pegawai hendaknya diberikan oleh instansi demi tercapainya tujuan Kepuasan kerja merupakan bentuk perasaan seseorang terhadap hubungan dengan rekan kerja. Dengan demikian kepuasan kerja merupakan sesuatu yang penting untuk dimiliki oleh seorang pegawai, dimana mereka dapat berinteraksi dengan lingkungan kerjanya sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan perusahaan ataupun Komitmen organisasi adalah sikap pegawai untuk tetap berada dalam organisasi dan terlibat dalam upayaupaya mencapai misi, nilai-nilai dan tujuan organisasi. Rumusan masalah Apakah Disiplin Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Kepuasan Kerja pegawai Kantor Camat Tembelan? Apakah Lingkungan Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Kepuasan Kerja pegawai Kantor Camat Tembelan? Apakah Fasilitas Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Kepuasan Kerja pegawai Kantor Camat Tembelan? Apakah Kepuasan Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Komitmen Organisasi pegawai Kantor Camat Tembelan? Apakah Disiplin Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Komitmen Organisasi pegawai Kantor Camat Tembelan? Apakah Lingkungan Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Komitmen Organisasi pegawai Kantor Camat Tembelan? Apakah Fasilitas Kerja mendeterminasi secara langsung terhadap Komitmen Organisasi pegawai Kantor Camat Tembelan? METODOLOGI Dalam menggunakan data responden, seperti jenis kelamin, usia dan lama bekerja responden agar dapat memberikan Dimana dari kuesioner yang di sebar sebanyak 40. Pembahasan pada bab ini merupakan hasil studi lapangan untuk memperoleh data jawaban kuesioner yang mengukur lima variabel pokok dalam penelitian ini, yaitu disiplin kerja, lingkungan kerja, fasilitas kerja, kepuasan kerja dan komitmen organisasi pegawai. Analisis data dengan statistik parametrik dan non parametrik dengan menggunakan SEMPLS (Struktural Equation ModellingPartial Least Squar. mengenai variabel penelitian, uji instrumen, uji normalitas, uji hipotesis, serta pembahasan terhadap hasil uji hipotesis dan Path Analisis Jalur. Penelitian ini menggunakan analisis jalur . ath analysi. untuk mengungkapkan pengaruh variabel atau seperangkat variabel terhadap variabel lainnya, baik pengaruh langsung maupun pengaruh tidak langsung. Penghitungan koefisien jalur dalam penelitian ini dibantu dengan Smart PLS Ver 3. Untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel maka dilihat dari hasil perhitungan koefisien jalur dan untuk Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Kantor Camat Tembelan berjumlah sebanyak 40 orang tanpa melihat strata dan bidang tugas tertentu. Arikunto . alam Riduwan, 2012:. mengemukakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer apabila subjek kurang dari Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 42 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 100, maka lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Oleh karena keterbatasan populasi maka semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang pengambilannya dilakukan melalui Teknik Sensus dengan menggunakan proporsional random sampling. Analisis Konsistensi Internal Analisis konsistensi internal adalah bentuk reliabilitas yang digunakan untuk menilai konsistensi hasil lintas item pada suatu tes yang sama. Pengujian menggunakan nilai reliabilitas komposit dengan kriteria suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai reliabilitas komposit > 0,600 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Analisis Konsistensi Internal Reliabilitas Rata-rata Varians Diekstrak Komposit (AVE) Variabel Cronbach's Alpha 0,870 0,883 0,903 0,612 0,893 0,899 0,918 0,652 0,900 0,903 0,923 0,668 0,911 0,913 0,930 0,655 0,840 0,852 0,880 0,517 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan data analisis konsistensi internal pada tabel di atas diperoleh hasil bahwa variabel X1 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,903 > 0,600 maka variabel X1 adalah reliabel, kemudian variabel X2 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,918 > 0,600 maka variabel X2 adalah reliabel, variable X3 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,923 > 0,600 maka variebel X3 adalah reliabel, variabel X4 memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,930 > 0,600 maka variabel X4 adalah reliabel, variabel Y memiliki nilai reliabilitas komposit sebesar 0,880 > 0,600 maka variabel Y adalah Validitas konvergen Validitas konvergen digunakan untuk pengukuran berkorelasi secara positif dengan pengukuran alternative dari konstruk yang sama. Untuk melihat suatu indikator dari suatu variabel konstruk adalah valid atau tidak, maka dilihat dari nilai outer loadingnya. Jika nilai outer loading lebih besar dari . maka suatu indikator adalah vailid. (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 2 Validitas Konvergen Variabel X1. X1. 0,661 0,771 Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 43 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X4. X2. 0,860 0,910 0,767 0,694 0,807 0,828 0,816 0,853 0,755 0,782 0,850 0,851 0,874 0,789 0,740 0,792 0,823 0,705 0,764 0,878 0,802 0,826 0,854 0,516 0,776 0,583 0,734 0,824 0,703 0,837 0,807 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai outer loading untuk variabel X1. X2. X3,X4. Y dimana nilai seluruh item butir pertanyaan pada 5 variabel yang diuji lebih besar dari 0,4 maka semua indikator pada 5 variabel dinyatakan valid. Validitas diskriminan Validitas diskriminan bertujuan untuk menilai suatu indikator dari suatu variabel konstruk adalah valid atau tidak, yakni dengan cara melihat Nilai Heterotrait - Monotrait Ratio Of Corelation (HTMT) < 0,90, maka variabel memiliki validitas diskriminan yang baik . (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 44 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Tabel 3 Validitas Diskriminan Variabel 0,786 0,665 0,894 0,701 0,765 0,790 0,701 0,807 0,724 0,689 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil korelasi variabel X1 dengan X2 sebesar 0,786 korelasi variabel X1 dengan X3 sebesar 0,665 korelasi variabel X1 dengan X4 sebesar 0,894 korelasi variabel X1 dengan Y sebesar 0,701. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Berdasarkan tabel di atas juga diperoleh hasil korelasi variabel X3 dengan X2 sebesar 0,765 korelasi variabel X4 dengan X2 Pelanggan sebesar 0,790 korelasi variabel Y dengan X2 Pelanggan sebesar 0,701. Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Juga dapat dilihat tadi table diatas diperoleh hasil juga korelasi variabel X4 dengan X3 sebesar 0,807 korelasi variabel Y dengan X3 sebesar 0,724 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900, dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan valid. Terakhir dari tabel diatas juga di peroleh hasil bahwa korelasi variabel Y dengan X4 sebesar 0,689 Seluruh variabel memiliki nilai korelasi <0,900 dengan demikian nilai korelasi seluruh variabel dinyatakan Kolinearitas Analisis model structural atau . nner mode. bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian. Bagian yang perlu dianalisis dalam model structural yakni, koefisien determinasi (R Squar. dengan pengujian hipotesis. Pengujian kolinearitas adalah untuk membuktikan laten/konstrukapakah kuat atau tidak. Jika terdapat korelasi yang kuat berarti dipandang dari sudut metodologis, karena memiliki dampak pada estimasi Masalah ini . Nilai yang digunakan untukmenganalisisnya adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). (Hair. Hult,Ringle, & Sarstedt. Garson, 2. Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah kolinearitas, dan kolinearitas jika nilai VIF<5,00 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Tabel 4 Kolinieritas Variabel 4,097 4,128 Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 45 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 4,070 3,943 1,954 2,246 4,108 Sumber : Pengolahan Data . Dari data di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut : VIF untuk korelasi X1 dengan Y adalah 4,128 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X2 dengan Y adalah 3,943 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X3 dengan Y Pelanggan adalah 2,246 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X4 dengan Y adalah 4,108 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. Dengan demikian, dari data-data di atas, model struktural dalam kasus ini tidak mengandung masalah kolinearitas. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 46 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Gambar 1 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis pengaruh langsung bertujuan untuk membuktikan hipotesishipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara langsung . anpa perantar. Jika nilai mengindikasikan bahwa kenaikan nilai suatu variabel diikuti oleh kenaikan nilai variabel lainnya. jika nilai koefisien jalur adalah negatif mengindikasikan bahwa kenaikan suatu variabel diikuti oleh penurunan nilai variabel lainnya. Jika nilai prbabilitas (P-Valu. < Alpha maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah Jika nilai prbabilitas (PValu. > Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah tidak signifikan Tabel 5 Hipotesis Pengaruh Langsung X1 -> X4 Sampel Asli 0,071 Rata-rata Sampel 0,132 Standar Deviasi 0,136 Statistik 0,522 Values 0,006 X1 -> Y 0,362 0,352 0,165 2,192 0,034 X2 -> X4 0,686 0,640 0,185 3,706 0,001 X2 -> Y 0,081 0,064 0,257 0,316 0,008 X3 -> X4 0,219 0,216 0,110 1,986 0,005 X3 -> Y 0,365 0,377 0,203 1,795 0,008 0,006 0,067 0,319 0,019 0,010 Variabel X4 -> Y Sumber : Pengolahan Data . Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 47 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 koefisien jalur sebesar 1,986 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,005 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 1,795 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,019 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,010 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,522 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,192 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,034 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 3,706 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,001 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,316 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. Pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung bertujuan untuk membuktikan hipotesis-hipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya . elalui Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung > koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening bersifat memediasi hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Sebaliknya. Jika pengaruh tidak langsung < koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening tidak bersifat memediasi Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 48 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 49 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Variabel Tabel 6 Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung RataSampel Standar Asli Deviasi Statistik Sampel Values X1 -> X4 -> Y_ 0,000 0,011 0,069 0,006 0,995 X2 -> X4 -> Y_ 0,004 0,041 0,188 0,022 0,983 X3 -> X4 -> Y_ 0,001 0,012 0,092 0,014 0,989 Sumber : Pengolahan Data . Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai koefisien pengaruh tidak langsung variabel X1 terhadap Y sebesar 2,192 > 0,006 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Selanjutnya, pengaruh tidak langsung variabel X2 terhadap Y sebesar 0,316 > 0,022 . engaruh langsung X2 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X2 terhadap Y. Variabel Kemudian, nilai koefisien pengaruh tidak langsung variabel X3 terhadap Y sebesar 1,795 > 0,014 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Koefisien Determinasi (R Squar. Koefisien Determinasi (R Squar. keakuratan prediksi suatu variabel. Dengan kata lain untuk mengevaluasi bagaimana variasi nilai variabel terikat dipengaruhhi oleh variasi nilai variabel bebas pada sebuah model jalur. Tabel 7 Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Square 0,836 0,823 0,532 0,478 Sumber : Pengolahan Data . Pada tabel di atas diperoleh hasil pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 . adalah sebesar 0,836, artinya besaran pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 adalah sebesar 83,60%. Kemudian, pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 0,532, artinya besaran pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 53,20%. KESIMPULAN Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 1,986 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 50 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,005 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 1,795 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,019 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,010 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 0,522 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,006 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 2,192 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,034 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 3,706 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,001 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,316 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,008 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. SARAN Diharapkan disiplin kerja pegawai dapat ditingkatkan, untuk itu perlunya pengawasan terhadap setiap pegawai guna tidak ada lagi melaksakan pekerjaannya. Lingkungan pengaruh yang besar terhadap meningkatkan komitmen organisasi pegawai di tempat kerja. Dimana organisasi pegawai di tempat kerja akan meningkat pula. Diharapkan perlunya peningkatan sarana dan prasarana fasilitas kerja Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 51 of 53 Determination Of Work Discipline. Working Environment. Working Facilities With Job Satisfaction As A Variable Of Mediator On Organizational Commitments Office Clerk Of Camat Tembelan | Volume 10. Issue 3. Desember 2020 | Pages 40-53C ISSN Print: 2087-6998. ISSN Online: 2721-6373 Perlunya kepuasan kerja pegawai dalam hal memberikan reward terhadap pegawai yang berprestasi guna meningkatakan komitmen pada organisasi. Komitmen organisasi pegawai harus ditangani dengan baik, hal ini akan menghambat kepuasan kerja kepada Untuk peningkatan seperti pekerjaan yang sesuai dengan kemempuannya, menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, dan lebih hati-hati dalam pemindahan jabatan. REFERENSI