Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 5, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ Enhancing Students' Understanding of Quran and Hadith through Direct Instruction Model at MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari Anifatum Mauliddia1. Moh. Rifki2 1 MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari 2 MAS Miftahul Ulum Al-Azizah Correspondence: anifatummauliddia@gmail. Article Info Article history: Received 12 Agust 2025 Revised 02 Sept 2025 Accepted 23 Sept 2025 Keyword: Direct Instruction. Quran. Hadith. Islamic Education. Classroom Action Research. Student Engagement. MAS Miftahul Ulum. ABSTRACT This study aims to investigate the effectiveness of the Direct Instruction model in enhancing students' understanding of the Quran and Hadith at MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari. The Quran and Hadith are fundamental sources of Islamic teachings, and a deep understanding of these texts is essential for the spiritual and moral development of students. However, the challenge lies in ensuring that students not only memorize but also comprehend and internalize the teachings of these texts. The Direct Instruction model, with its structured and teacher-centered approach, offers a potential solution by providing clear, focused instruction to students. The research adopts a qualitative approach using Classroom Action Research (CAR), conducted over two cycles. The participants are 30 students from grade 11, and the study focuses on the application of the Direct Instruction model to deliver lessons on selected Quranic verses and Hadiths. The data collection methods include observations, interviews, and student assessments. Observations are made to assess students' engagement and participation during lessons, while interviews provide insights into their perceptions and experiences. Student performance is evaluated through preand post-tests to measure improvements in understanding. The findings suggest that the Direct Instruction model significantly improves students' understanding of the Quran and Hadith. Students demonstrate better retention of information, improved critical thinking, and a greater ability to apply the teachings in real-life contexts. The study concludes that the Direct Instruction model is an effective approach in teaching Islamic texts, fostering both cognitive and affective development in students. A 2025 The Authors. Published by PT SYABANTRI MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda, terutama dalam mendalami dua sumber utama ajaran Islam, yaitu Al-QurAoan dan Hadits. Kedua sumber ini bukan hanya menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan spiritual, tetapi juga sebagai dasar dalam menentukan sikap moral dan sosial. Madrasah Aliyah (MAS), materi tentang Al-QurAoan dan Hadits menjadi fokus penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap ajaran agama. Namun, kendala yang sering dihadapi adalah bagaimana cara menyampaikan materi tersebut secara efektif agar siswa tidak hanya memahami teks, tetapi juga mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari (Hassan, 2. Keberhasilan dalam mempelajari Al-QurAoan dan Hadits memerlukan pendekatan yang tepat dan efektif dalam proses pembelajaran. Di MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami makna dan penerapan Al-QurAoan dan Hadits. Salah satu faktor yang berkontribusi pada masalah ini adalah metode pengajaran yang kurang menarik atau terlalu teoritis tanpa memberi ruang bagi siswa untuk mengaitkan ajaran Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 dengan konteks kehidupan mereka. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam (Ahmad, 2. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah model pembelajaran langsung (Direct Instructio. Model ini terkenal dengan pendekatan yang terstruktur, jelas, dan berfokus pada pengajaran yang aktif serta terarah. Dalam model ini, guru memainkan peran utama dalam menyampaikan materi secara langsung kepada siswa, sehingga memudahkan mereka untuk menangkap informasi dengan cepat dan tepat. Hal ini terutama bermanfaat dalam pengajaran Al-QurAoan dan Hadits yang memerlukan pemahaman yang akurat dan mendalam (Suryani & Aziz, 2. Model pembelajaran langsung dapat meningkatkan pemahaman siswa karena memberikan instruksi yang jelas dan berbasis pada contoh yang relevan. Dalam konteks materi Al-QurAoan dan Hadits, model ini memungkinkan guru untuk menjelaskan dengan rinci makna ayat-ayat Al-QurAoan atau Hadits, serta menjembatani teori dengan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya diajarkan untuk menghafal teks, tetapi juga diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana ayat dan Hadits tersebut diterapkan dalam konteks sosial dan moral (Rahman, 2. Namun, meskipun terdapat berbagai keunggulan dalam penerapan model pembelajaran langsung, penelitian mengenai efektivitas penerapan model ini dalam pembelajaran Al-QurAoan dan Hadits di Madrasah Aliyah masih terbatas. Sebagian besar studi lebih banyak menyoroti penerapan model ini dalam mata pelajaran lain, seperti matematika atau sains, sementara untuk mata pelajaran agama Islam, penelitian yang lebih fokus masih jarang ditemukan (Putri, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model pembelajaran langsung dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Al-QurAoan dan Hadits di MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari. Pembelajaran Al-QurAoan dan Hadits di MAS sering kali terhambat oleh cara penyampaian materi yang monoton dan kurang variatif. Di sisi lain, siswa pada usia remaja cenderung membutuhkan metode pembelajaran yang dapat menantang dan melibatkan mereka secara Oleh karena itu, penting untuk mengadopsi model yang dapat memfasilitasi proses belajar yang interaktif dan memungkinkan siswa untuk berpikir kritis serta lebih terlibat dalam Model pembelajaran langsung dengan pendekatan yang sistematis dan terstruktur dapat memenuhi kebutuhan ini (Rizky, 2. Dengan model pembelajaran langsung, siswa diberi kesempatan untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih terarah dan terfokus. Guru memberikan instruksi yang jelas, memperkenalkan konsep-konsep dasar dalam Al-QurAoan dan Hadits, serta memberikan latihan yang memadai. Model ini juga memungkinkan adanya evaluasi yang lebih mudah, karena instruksi yang diberikan bersifat eksplisit dan terukur. Hal ini dapat membantu siswa untuk memahami dengan lebih baik dan memperoleh hasil yang lebih optimal dalam penguasaan materi (Mardiana, 2. Namun, tantangan yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran langsung di MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari adalah keterbatasan waktu dan sumber daya. Penggunaan model ini memerlukan persiapan yang matang serta kemampuan guru untuk menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan tidak monoton. Hal ini membutuhkan keterampilan dalam mengelola kelas, memotivasi siswa, dan menggunakan media pembelajaran yang tepat. Jika tidak dilakukan dengan baik, model ini dapat terasa kaku dan membosankan bagi siswa (Yuliana, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana penerapan model pembelajaran langsung dalam mengajarkan Al-QurAoan dan Hadits dapat meningkatkan pemahaman siswa di MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari. Selain itu, penelitian ini juga akan melihat dampak dari model ini terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 termasuk tingkat motivasi dan minat mereka terhadap materi Al-QurAoan dan Hadits (Zulkarnain & Fadhil, 2. Model pembelajaran ini juga akan dianalisis untuk mengetahui apakah dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan siswa dalam mengaplikasikan ajaran AlQurAoan dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari mereka. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran langsung dalam pengajaran Al-QurAoan dan Hadits di kelas dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Sebagai contoh, model ini mampu memberikan arahan yang lebih jelas dan meningkatkan retensi materi di kalangan siswa (Sutrisno, 2. Dalam konteks pengajaran Al-QurAoan dan Hadits, model ini dapat memberikan penekanan yang lebih besar pada pemahaman konsep dan pengaplikasiannya, yang merupakan aspek penting dalam pembelajaran agama. Siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik dan dapat mengingat materi lebih lama. Ini karena instruksi yang diberikan oleh guru sangat jelas dan terstruktur, sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan Oleh karena itu, model ini dapat meningkatkan kualitas pengajaran Al-QurAoan dan Hadits, khususnya dalam mengajarkan ayat-ayat Al-QurAoan atau Hadits yang memiliki makna dan implikasi yang mendalam (Sari, 2. Salah satu keuntungan lain dari model pembelajaran langsung adalah kemampuannya untuk mengurangi kebingungan di kalangan siswa, terutama ketika mempelajari teks-teks yang kompleks seperti Al-QurAoan dan Hadits. Dengan instruksi yang jelas dan contoh konkret, siswa dapat lebih mudah mengaitkan materi yang mereka pelajari dengan pengalaman sehari-hari mereka, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih bermakna dan aplikatif (Nugraha, 2. Secara keseluruhan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai efektivitas model pembelajaran langsung dalam pengajaran Al-QurAoan dan Hadits di MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari. Diharapkan juga, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru-guru lain dalam mengembangkan metode pengajaran agama yang lebih menarik, efektif, dan dapat mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap ajaran-ajaran Islam yang terkandung dalam Al-QurAoan dan Hadits (Hasanah, 2. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK dipilih karena tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an dan Hadits di MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari dengan menerapkan model pembelajaran langsung. PTK memungkinkan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan proses pembelajaran dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi (Rani, 2. Peneliti melakukan dua siklus untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pemahaman siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 11 di MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari yang berjumlah 30 orang. Pemilihan kelas ini didasarkan pada relevansi materi Al-Qur'an dan Hadits yang diajarkan pada tingkat tersebut dan keberagaman kemampuan siswa dalam memahami materi agama. Dalam penelitian ini, peneliti fokus untuk melihat bagaimana penerapan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits serta pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari (Sutrisno, 2. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa teknik, yaitu observasi, wawancara, dan tes. Observasi dilakukan untuk menilai sejauh mana keterlibatan siswa selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung. Observasi difokuskan pada aktivitas siswa, interaksi dengan guru, dan partisipasi dalam diskusi kelompok yang terkait dengan pemahaman Al-Qur'an dan Hadits. Wawancara dilakukan dengan siswa dan guru untuk Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 menggali persepsi mereka mengenai penerapan model ini serta manfaat yang dirasakan (Yuliana, 2. Peneliti juga menggunakan tes sebagai salah satu alat untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi Al-Qur'an dan Hadits yang diajarkan. Tes ini terdiri dari soal pilihan ganda dan soal esai yang menguji pemahaman konsep-konsep penting dalam Al-Qur'an dan Hadits, serta kemampuan siswa dalam menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Tes dilakukan sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran langsung untuk melihat perkembangan hasil belajar siswa (Nugraha, 2. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan tes kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil observasi dianalisis untuk mengetahui tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, sementara wawancara digunakan untuk menggali persepsi siswa dan guru mengenai kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran langsung. Selain itu, hasil tes dianalisis untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman siswa terhadap materi Al-Qur'an dan Hadits (Faisal & Tanjung. Proses refleksi dilakukan setelah setiap siklus untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan model pembelajaran langsung. Guru dan peneliti bersama-sama menganalisis data dari observasi, wawancara, dan tes untuk menentukan apakah tujuan pembelajaran telah tercapai. Jika ditemukan kekurangan atau hal yang perlu diperbaiki, maka peneliti akan merencanakan perbaikan yang akan diterapkan pada siklus berikutnya. Proses ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran secara berkesinambungan dan mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan (Sari, 2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dalam pengajaran Al-Qur'an dan Hadits. Dengan menggunakan model pembelajaran langsung, diharapkan siswa dapat memahami materi dengan lebih baik dan lebih mudah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan bagi para pendidik di madrasah dalam menerapkan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa dan konteks pendidikan Islam (Hasanah, 2. RESULTS AND DISCUSSION Penerapan model pembelajaran langsung pada materi Al-Qur'an dan Hadits di MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari memberikan dampak yang signifikan terhadap pemahaman siswa. Pada siklus pertama, siswa menunjukkan peningkatan dalam keterlibatan mereka selama proses Aktivitas seperti diskusi kelompok dan tanya jawab yang dipimpin oleh guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih aktif berpartisipasi. Mereka lebih tertarik dan bersemangat dalam menyampaikan pendapat dan bertanya terkait materi yang diajarkan. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran langsung dapat menarik perhatian siswa dan meningkatkan partisipasi mereka (Rahman, 2. Pada siklus pertama, peneliti juga mencatat bahwa pemahaman siswa terhadap Al-Qur'an dan Hadits meningkat setelah penerapan model ini. Siswa yang sebelumnya kesulitan memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits mulai mampu menjelaskan makna dan konteksnya dengan lebih baik. Guru memberikan penjelasan yang sistematis dan jelas tentang teks-teks tersebut, yang membuat siswa lebih mudah untuk mencerna informasi. Penjelasan guru yang terstruktur dan berfokus pada konsep-konsep utama dalam setiap ayat dan Hadits membantu siswa mengaitkan pengetahuan mereka dengan situasi kehidupan sehari-hari (Sutrisno, 2. Selain itu, pada siklus pertama, terdapat peningkatan yang signifikan dalam hal retensi materi di kalangan siswa. Banyak siswa yang sebelumnya kesulitan mengingat detail ayat dan Hadits, kini mampu mengingat dan mengulang kembali informasi tersebut dengan lebih baik. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran langsung efektif dalam membantu siswa menghafal Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 dan memahami teks-teks Al-Qur'an dan Hadits. Penerapan metode yang sistematis dan pemberian penjelasan secara rinci memberikan dampak positif terhadap daya ingat siswa (Zulkarnain & Fadhil, 2. Namun, meskipun sudah ada peningkatan, terdapat beberapa siswa yang masih menunjukkan kesulitan dalam memahami beberapa konsep tertentu dalam Al-Qur'an dan Hadits. Hal ini terjadi pada siswa yang membutuhkan pendekatan yang lebih personal dan lebih mendalam. Mereka kesulitan menghubungkan teks dengan kehidupan sehari-hari, sehingga perlu dilakukan pendekatan yang lebih kontekstual dan berbasis pengalaman. Ini menunjukkan bahwa meskipun model pembelajaran langsung efektif, dibutuhkan fleksibilitas dalam mengadaptasi metode untuk siswa yang memiliki kebutuhan belajar yang berbeda (Sari, 2. Pada siklus kedua, peneliti memodifikasi pendekatan dengan memberikan lebih banyak contoh konkret dari kehidupan sehari-hari yang relevan dengan materi Al-Qur'an dan Hadits. Dengan menambahkan contoh kasus atau cerita yang menghubungkan ajaran Al-Qur'an dan Hadits dengan kejadian nyata, siswa lebih mudah mengaitkan teori dengan praktik. Hal ini terbukti meningkatkan pemahaman siswa, terutama bagi mereka yang lebih mudah belajar melalui konteks kehidupan yang nyata. Model pembelajaran langsung yang dipadukan dengan contoh kehidupan membuat materi lebih hidup dan aplikatif (Ahmad, 2. Dalam siklus kedua, peningkatan yang paling mencolok adalah pada keterlibatan siswa dalam diskusi kelas. Siswa yang sebelumnya lebih pasif kini menunjukkan rasa percaya diri yang lebih tinggi saat berinteraksi dengan guru dan teman-teman mereka. Mereka merasa lebih nyaman dalam mengajukan pertanyaan dan berbagi pemahaman mereka tentang materi yang telah dipelajari. Keterlibatan siswa yang meningkat ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran langsung mampu menciptakan atmosfer pembelajaran yang lebih dinamis dan kolaboratif (Hasanah, 2. Namun, meskipun terjadi peningkatan dalam pemahaman dan keterlibatan siswa, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Beberapa siswa masih membutuhkan waktu lebih banyak untuk benar-benar memahami makna mendalam dari ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits. Meskipun guru memberikan penjelasan yang sangat terstruktur dan terfokus, siswa dengan gaya belajar visual atau kinestetik terkadang kesulitan untuk menyerap informasi dengan cara yang hanya bersifat verbal. Oleh karena itu, penting untuk terus berinovasi dengan pendekatan yang lebih variatif dan mengintegrasikan berbagai media pembelajaran yang dapat mendukung keberagaman gaya belajar siswa (Mulyono, 2. Salah satu hal yang menjadi catatan penting dalam penelitian ini adalah pentingnya pelatihan guru dalam menggunakan model pembelajaran langsung. Meskipun model ini terbukti efektif, guru membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan metode ini, terutama dalam mengelola kelas dan memotivasi siswa yang kurang tertarik dengan materi Peneliti menemukan bahwa guru yang lebih terlatih dalam teknik-teknik pengajaran yang lebih menarik dan interaktif dapat lebih efektif dalam memanfaatkan model pembelajaran langsung untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan (Yuliana, 2. Sebagai tambahan, penggunaan media pembelajaran yang relevan, seperti video, gambar, atau alat bantu visual lainnya, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Al-Qur'an dan Hadits. Meskipun model pembelajaran langsung berfokus pada instruksi verbal, penambahan media visual membantu siswa yang lebih cenderung belajar melalui gambar atau aktivitas fisik untuk lebih memahami materi. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan untuk mengintegrasikan lebih banyak media dalam setiap siklus pembelajaran untuk memaksimalkan hasil belajar (Rani, 2. Evaluasi yang dilakukan setelah setiap siklus menunjukkan bahwa model pembelajaran langsung tidak hanya meningkatkan pemahaman akademis siswa, tetapi juga memperbaiki sikap dan perilaku mereka dalam menjalani ajaran Islam. Siswa mulai lebih menghargai nilainilai yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan Hadits, dan mencoba menerapkannya dalam Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 kehidupan mereka. Hal ini terlihat dari peningkatan kedisiplinan dan rasa hormat mereka terhadap teman-teman dan guru di kelas. Model pembelajaran langsung yang menggabungkan instruksi yang jelas dan penekanan pada aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari membantu siswa internalisasi ajaran agama secara lebih baik (Sutrisno, 2. Namun, meskipun ada peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa, tantangan utama yang masih perlu diatasi adalah keberagaman kemampuan belajar siswa. Siswa dengan kemampuan lebih tinggi sering kali merasa bahwa materi yang diajarkan tidak cukup menantang, sementara siswa dengan kesulitan belajar merasa kesulitan untuk mengikuti ritme Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil pembelajaran secara keseluruhan, model pembelajaran langsung harus dipadukan dengan strategi diferensiasi yang dapat menyesuaikan kebutuhan individu siswa (Rizky, 2. Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran langsung dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap Al-Qur'an dan Hadits, serta memperbaiki keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Walaupun ada tantangan yang harus dihadapi, seperti keberagaman kemampuan siswa dan keterbatasan waktu, penerapan model ini terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna. Diharapkan, dengan perbaikan dan penyesuaian yang berkelanjutan, model pembelajaran langsung dapat digunakan secara lebih luas untuk mengajarkan mata pelajaran agama di Madrasah Aliyah dan sekolah-sekolah lainnya (Zulkarnain & Fadhil, 2. CONCLUSION Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model pembelajaran langsung dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Al-Qur'an dan Hadits di MAS Miftahul Ulum Puntir Purwosari. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama dua siklus, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung memberikan dampak yang signifikan terhadap pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran agama Islam, khususnya pada materi Al-Qur'an dan Hadits. Pada siklus pertama, ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran langsung meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Siswa yang sebelumnya pasif dalam pembelajaran agama, mulai menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan kelas. Mereka menjadi lebih aktif dalam diskusi dan tanya jawab, serta lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran langsung dapat meningkatkan partisipasi siswa dan membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Guru yang memberikan instruksi yang jelas dan sistematis dalam menyampaikan materi terbukti efektif dalam merangsang keterlibatan siswa. Selain peningkatan keterlibatan, penelitian ini juga menunjukkan bahwa model pembelajaran langsung membantu siswa dalam memahami materi Al-Qur'an dan Hadits dengan lebih baik. Melalui penjelasan yang terstruktur dan fokus pada pemahaman konsep-konsep utama, siswa dapat dengan mudah menangkap makna dan konteks dari ayat-ayat Al-Qur'an serta Hadits yang Sebagai contoh, dengan adanya instruksi yang jelas dan pemberian contoh yang relevan, siswa mulai mampu mengaitkan materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari mereka, yang membuat ajaran Al-Qur'an dan Hadits lebih mudah diterima dan diaplikasikan dalam kehidupan. Peningkatan signifikan lainnya terjadi dalam hal retensi materi. Siswa yang sebelumnya kesulitan mengingat detail dari ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits, kini mulai mampu menghafal dan mengulang kembali informasi yang diberikan dengan lebih baik. Proses pembelajaran yang sistematis dan terstruktur memungkinkan siswa untuk mengingat materi dalam jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran langsung tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga dalam membantu mereka mengingat dan menyimpan informasi dengan lebih efisien. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 Namun, meskipun ada kemajuan yang signifikan, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam penerapan model pembelajaran langsung. Salah satu tantangan terbesar adalah keberagaman kemampuan belajar siswa. Meskipun sebagian besar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, ada beberapa siswa yang masih kesulitan dalam memahami materi meskipun telah diberikan penjelasan secara rinci. Hal ini menunjukkan bahwa dibutuhkan pendekatan yang lebih personal dan diferensiasi dalam pengajaran, untuk memastikan bahwa semua siswa dapat mengakses pembelajaran secara Untuk mengatasi tantangan tersebut, pada siklus kedua, peneliti melakukan modifikasi dengan menambahkan lebih banyak contoh konkret dan mengaitkan materi dengan situasi kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini terbukti berhasil, terutama bagi siswa yang lebih mudah memahami materi melalui konteks nyata. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran langsung dapat lebih efektif jika dipadukan dengan strategi yang memperhatikan gaya belajar siswa yang berbeda-beda. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Al-Qur'an dan Hadits serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Model ini memberikan instruksi yang jelas, sistematis, dan terfokus, yang memudahkan siswa dalam memahami materi dan mengingatnya dengan lebih baik. Meskipun terdapat tantangan dalam mengatasi keberagaman kemampuan belajar siswa, modifikasi dan penyesuaian yang dilakukan selama siklus kedua menunjukkan bahwa model ini dapat diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan siswa yang beragam. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran langsung sangat dianjurkan untuk diterapkan lebih luas dalam pengajaran Al-Qur'an dan Hadits, khususnya di madrasah dan sekolah-sekolah Islam lainnya, dengan penyesuaian yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kebutuhan pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan metode pengajaran agama Islam yang lebih efektif dan bermakna bagi REFERENCES