AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 2 Juli 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia PERAN MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGUATKAN MODERASI BERAGAMA DI ERA DIGITAL Fatikhatul Badriyah badriyah290802@gmail. Institut Agama Islam Negeri Kudus. Indonesia ABSTRAK Era digital merupakan masa dimana orang dapat berkomunikasi melalui sebuah media dengan sedemikian dekat walaupun saling berjauhan. Di era digitalisasi seperti saat ini, ruang digital menjadi arena kontestasi dan kompetisi. Titik inilah yang menyebabkan kelompok yang tidak bertanggung jawab memanfaatkannya sebagai tempat melancarkan misinya, menyuburkan konflik, membuat konten-konten yang menguntungkan dirinya, dan bahkan menjadi ustadz dadakan dengan membuat konten agama secara tekstual tanpa penyaringan sehingga menimbulkan konflik sesama. Moderasi beragama di Indonesia merupakan bagaimana cara kita mengubah pola pikir dalam beragama agar menjadi moderat. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dan juga agen of change atau biasa disebut agen perubahan memiliki tugas besar dalam hal penguatan moderasi Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran mahasiswa pendidikan agama Islam di era digital dalam menguatkan moderasi beragama. Penyusunan artikel ini menggunakan pendekatan jenis kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan yang kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Ditemukan adanya peran mahasiswa pendidikan agama Islam dalam menguatkan moderasi beragama di era digital yaitu dengan membuat artikel dan konten keagamaan yang dikemas dengan menarik kemudian mengunggahnya ke dalam situs media sosial. melalui penulisan artikel ini diharapkan mahasiswa pendidikan agama Islam dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki sehingga mampu menguatkan moderasi beragama di era digital. Kata Kunci: Era Digital. Moderasi. Mahasiswa Pendidikan Agama Islam ABSTRACT The digital era is when people can communicate through a medium so close even though they are far from each other. In the era of digitalization like today, the digital space has become an arena for contests and competitions. This point is what causes irresponsible groups to use it as a place to launch their missions, nourish conflicts, create content that benefits them, and even become impromptu ustadz by creating religious content textually without filtering to cause conflicts among Religious moderation in Indonesia is how we change our religious mindset to be moderate. Students as part of society and also agents of change commonly called agents of change have a big task in terms of strengthening religious moderation. This article aims to determine the role of Islamic religious education students in the digital era in strengthening religious moderation. This article aims to determine the role of Islamic religious education students in the digital era in strengthening religious moderation. The preparation of this article uses a qualitative type approach. The data collection technique was carried out through literature studies which were then analyzed with descriptive analysis. It was found that there is a role for Islamic religious education students in strengthening religious moderation in the digital era, namely by creating articles and religious content that are attractively packaged and then uploading them to social media sites. Through the writing of this article, it is hoped that Islamic religious education students can take advantage of their potential so that they can strengthen religious moderation in the digital era. Keywords: Digital Era. Moderation. Students of Islamic Religious Education. Fatikhatul Badriyah Auuntukmu agamamu dan untukku agamakuAy. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang terdiri Ragamnya agama yang ada di Indonesia dari berbagai keragaman. Bahasa, suku, budaya, menjadikan bangsa Indonesia harus memiliki etnis, dan berbagi macam kepercayaan di rasa moderat yang tinggi agar tidak terjadi perseteruan antar umat beragama. Keragaman Indonesia merupakan kekayaan yang sangat berharga. Kementrian Agama Republik Indonesia namun jika tidak dimanfaatkan dengan baik Moderasi BeragamaAy. 5 Moderasi beragama yang Pancasila dimaksud adalah membawa masyarakat dalam sebagai dasar dan falsafah bangsa menjadi jalur yang moderat, tidak ekstrim, dan juga tidak pondasi penting persatuan diatas keberagaman memuja akal dalam beragama Islam merupakan yang ada di Indonesia, termasuk dalam hal agama yang terbesar di Indonesia . er tanggal 1 3 Indonesia merupakan bangsa yang Oktober Indonesia memiliki 6 agama. Indonesia lebih dari 207 juta pendudu. dan Islam. Protestan. Katolik. Hindu. Budha, dan terdapat berbagai macam organisasi masyarakat Khonghucu. Indonesia menjamin kenyamanan di dalamnya sehingga moderasi Islam juga dan ketentraman dalam menjalankan agama menjadi sorotan penting. 6 Moderasi merupakan sesuai keyakinannya. 4 Begitu pula dalam Islam, ajaran penting dalam agama Islam oleh karena Islam menghargai keyakinan orang lain dan itu pemahaman dalam moderasi beragama harus tidak memaksa orang untuk masuk kedalam dipahami secara kontekstual bukan tekstual, ajarannya, hal itu tertuang dalam Al-QurAoan surat Al-Kafirun ayat terakhir yang artinya merupakan bagaimana cara kita mengubah pola Indonesia. AuTahun Islam Indonesia pikir dalam beragama agar menjadi moderat. Agnes Vanesia and others. AoPentingnya Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Dalam MasyarakatAo. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 1 . , . Indonesia Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, agama, dan lainnya. Pribadyo Prakosa. AoModerasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat BeragamaAo. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 4. , 45Ae55 . Khadavi. Syahri. Nuryami, and S. Supandi. AuREVITALISASI NILAI RELIGIUSITAS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI STAI Fatikhatul Badriyah Moderasi dalam Bahasa Latin berasal dari muslim tanpa melibatkan hal-hal sakral seperti kata moderatio yang artinya kesedangan, tidak peribadatan dan hari raya. Dalam Islam, batasan kurang dan tidak lebih. Dalam Bahasa inggris dalam bertoleransi diatur Allah Swt dalam Q. Al-Kafirun ayat 6 yang artinya Auuntukmu mengartikan kata rata-rata, inti, baku, dan tidak agamamu dan untukku agamakuAy. Dalam Bahasa arab kata wasath dan Agama Islam terkenal dengan sebutan wasathiyah yang sama makna dengan kata Rahmatan lil Alamin (Islam membawa rahmat tawasuth . engah-tenga. , tawazun . , bagi seluruh ala. Islam datang membawa dan IAotidal . , dikenal dengan istilah ketenangan dan ketentraman bagi seisi alam Dari pendapat tersebut mencirikan bukan hanya manusia. Kata Rahmat memiliki 2 jika arti kara moderasi adalah keadilan yaitu konteks arti jika dikaitkan dengan relasi Pertama Rahmatan Likulli AoAqilin yaitu berbuat baik kepada siapa saja Moderasi tanpa melihat latar belakang suku, ras, dan pandang, sikap, dan perilaku yang berada di Makna kata rahmat yang kedua yaitu posisi tengah tanpa berlebih-lebihan dalam Rahmatan Likulli Ghairi AoAqilin, yaitu berbuat baik tidak hanya untuk siapa saja tapi juga apa agar dalam Moderasi menjalankan praktik agama, seorang tidak terjebak pada sifat ekstrim Indonesia dan keras, sehingga moderasi beragama dapat beragama dibagi menjadi menjadi 3 pilar, yaitu moderasi pemikiran, moderasi gerakan, dan kedamaian diantara umat beragama dalam moderasi perbuatan. 21 Pilar pertama yaitu menjalankan agamanya. 19 Moderasi beragama moderasi pemikiran yang ditandai dengan tidak boleh dilakukan jika dalam hal akidah. Akidah merupakan landasan setiap orang dalam Dalam ilmu islam terapan22, pilar menjalankan agama sehingga akidah tidak boleh Dalam agama Islam, moderasi menggunakan pijakan dasar Al-QurAoan dan yang dimaksud adalah toleransi dalam hal Sunnah, dari kedua sumber ini orang akan muamalah dan interaksi yang baik dengan non menerima konsep dan teori besar, kemudian MUHAMMADIYAH PROBOLINGGOAy, alulum, vol. 11, no. 2, pp. May 2024. Kementrian Agama RI. Moderasi Beragama (Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2. Mhd Abror. AoModerasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi : Kajian Islam Dan KeberagamanAo. RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam, 1. , 137Ae48. Dedi Wahyudi. AoLiterasi Moderasi Beragama Sebagai Reaktualisasi AuJihad MilenialAy ERA 4. 0Ao. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 01. , 1Ae20. Kementrian Agama RI. Muslim A. Kadir. Ilmu Islam Terapan (Kudus: Pustaka Belajar, 2. Fatikhatul Badriyah konsep dan teori itu dilakukan penajaman Mahasiswa dengan memasukkan ruang waktu tertentu diantara peran yang menonjol dan sering sehingga menghasilkan produk berpikir yang digaungkan adalah sebagai bersifat empiris. Dalam pilar ini pemikiran . gen perubaha. , iron stock . enerasi penerus agama tidak berhenti pada teks keagamaan saja yang tanggu. , moral force . uri taulada. , dan tetapi mampu mendialogkan dengan kenyataan social control . ontrol sosia. sebagai kalangan yang terjadi, sehingga pemikiran menjadi yang berpendidikan, mahasiswa diharapkan moderat dan tetap berdasarkan pada teks tidak gagap dalam teknologi sehingga bisa Pilar yang kedua adalah moderasi Moderasi gerakan disini dimaksudkan menguatkan moderasi beragama di Indonesia agar dalam menjalankan agama bertumpu pada melalui media digital. 23 Di dalam agama Islam aspek Amar MaAoruf Nahi Mungkar . engajak sendiri juga digaungkan tentang moderasi kepada kebaikan dan mencegah kemungkara. beragama dalam lingkup Islam dikarenakan yang dilakukan dengan cara maAoruf . serta banyaknya pemeluk agama Islam dan organisasi menghindari kekerasan dan pemaksaan. Ketiga Islam di Indonesia. agent of change adalah pilar moderasi perbuatan. Pilar perbuatan Sebagai mahasiswa pendidikan Islam mencakup moderasi dalam tradisi dan budaya yang dibekali dengan ilmu-ilmu agama Islam keagamaan masyarakat setempat, kehadiran kebudayaan ditengah agama diupayakan bisa menggaungkan moderasi beragama. Dalam saling terbuka dan membangun dialog sehingga menggaungkan moderasi beragama, mahasiswa menghasilkan kebudayaan baru yang tidak pendidikan agaman Islam harus berpatokan bertentangan dengan agama. pada teks (Al-QurAoan, sunnah, dan qoul ulamaA. Moderasi beragama merupakan tanggung serta konteks . eadaan masyarakat saat in. dan berpatokan pada falsafah bangsa Indonesia, yaitu pacasila. Dengan berpatokan kepada 3 hal kelompok yang wajib ikut dalam upaya tersebut, konten keagamaan yang dibuat akan lebih menarik dan memudahkan pembaca dalam kelompok mahasiswa, dengan julukannya yaitu 24 Kemudian dengan ilmu yang di Salah agent of change . gen perubaha. mahasiswa diharapkan bisa membuat perubahan terlebih dalam usaha penguatan moderasi beragama. Dalam agama Islam sendiri, moderasi juga penting untuk dikuatkan. Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Sahibuddin. Supandi. Untung, and Akhmadul Faruq. AuMadrasah Committee: Implementation of AoMerdeka BelajarAo and The Progress of Islamic Education in PamekasanAy, tadr. , vol. 19, no. 1, pp. Apr. Adawiyah and S. Supandi. AuPERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN MORAL SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH ASH-SHIDDIQI KELURAHAN KOWEL Fatikhatul Badriyah dapat dan kecanggihan teknologi saat ini Seperti halnya yang dilakukan oleh M. mahasiswa pendidikan agama Islam dapat Quraish Shihab, beliau membuat website, memanfatkannya sebagai ladang berdakwah channel youtube, dan artikel yang berisi tentang tentang moderasi beragama. kajian-kajian agama islam yang didalamnya Mengingat banyak perpecahan antar umat memuat moderasi beragama. Dari ranah website beragama yang disebabkan oleh media sosial dan artikel, beliau memiliki website dengan yang memuat konten dari oknum yang tidak nama AuM. Quraish Shihab Official WebsiteAy bertanggung jawab. Melihat kenyataan yang yang menyedikan 41 kategori, salah satu seperti itu dapat dijadikan strategi baru yang berkebalikan yakni upaya menguatkan moderasi AuperdamaianAy, yang mana dalam topik tersebut beragama melalui media sosial juga, misalnya terdapat 5 artikel, yaitu: Pertemuan Grand membuat artikel, membuat konten instagram. Syaikh al-Azhar dan Majelis HukamaAo al- dan telegram. Muslimin di Jakarta. Timur dan Barat di Era Globalisasi Timur pemahaman agama, keberagaman, dan toleransi Globalisasi II, Terjemahan yang berdasar pada Al-QurAoan. Sunnah dan Rosulullah Saw dengan Penganut Agama Konten dalam media sosial harus Kristen, dan Selamat Natal. dikemas secara menarik baik dalam bentuk KESIMPULAN Konten youtube, twitter. Barat Naskah Era JAnji audio maupun visual sehingga pengguna media Dunia digital saat ini telah memproduksi sosial tertarik untuk membaca, menonton, dan ide-ide yang kemudian membentuk pemahaman memahami isi dari konten tersebut. Generasi Pengalaman agama yang bersifat millenial sebagai pengguna aktif sosial media harus terus diperkuat sanadnya, fatwa tanpa dasar terus diciptakan dengan konten yang oknum-oknum dan keberagaman. Hal ini perlu dilakukan untuk Keadaan demikian telah menggeser membangun kontra narasi terhadap konten yang bersifat bohong, provokatif, dan radikal yang menjadi Islam yang non-mainstream yang menurunkan nilai moderasi. mengarah pada pemahaman agama, toleransi Islam Hal inilah yang mendorong untuk menjadikan moderasi beragama menjadi sebuah PAMEKASANAy. AHSANAMEDIA, vol. 10, no. 1, pp. Feb. Andi Saefulloh Anwar and others. AoInternalisasi NilaiNilai Moderasi Beragama Abad 21 Melalui Media SosialAo. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5. 3044Ae52