Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK https://jb e-upiyp tk. org/o j s Vol. No. Hal: 324-335 ISSN: 2502-6275 Analisis Struktur Modal. Likuiditas, dan Return On Equity terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai Pemediasi Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang gusnitaanggraini@gmail. Abstract This study aims to determine the analysis of capital structure, liquidity, return on equity, on firm value with dividend policy as an intervening variable. The object of research is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017 to 2021. The population used in this study are all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017 to 2021, which are 193 companies. The type of data used in this research is quantitative data using purporsive sampling method. The sample in this study were 20 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The results of this study indicate that . Capital Structure has a significant effect on Dividend Policy. Liquidity has a significant effect on Dividend Policy . Return on Equity has a significant effect on Dividend Policy. Capital structure has a significant effect on firm value. Liquidity has a significant effect on firm value. Return on Equity has no significant effect on firm value. Dividend Policy has a significant effect on Firm Value. Dividend Policy cannot mediate the relationship between Capital Structure and Firm Value. Dividend Policy cannot mediate the relationship between Liquidity and Firm Value. Dividend Policy cannot mediate the relationship between Return on Equity and Firm Value Keywords: Capital Structure. Liquidity. Return on Equity, . Firm Value and Dividend Policy. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis struktur modal, likuiditas, return on equity, terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening. Objek penelitian yang dilakukan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 sampai 2021. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 sampai 2021 yaitu sebanyak 193 perusahaan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dengan menggunakan metode purporsive sampling. Sampel pada penelitian ini perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 20 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . Struktur Modal berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen . Return On Equity berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Struktur Modal berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan. Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan. Return on Equity tidak berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan. Kebijakan Dividen berpengaruh signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan. Kebijakan Dividen tidak dapat memediasi hubungan antara Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan. Kebijakan Dividen tidak dapat memediasi hubungan antara Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan. Kebijakan Dividen tidak dapat memediasi hubungan antara Return on Equity terhadap Nilai Perusahaan. Kata kunci: Struktur Modal. Likuiditas. Return On Equity. Nilai Perusahaan, dan Kebijakan Dividen Journal of Business and Economics is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. Pendahuluan Prekonomian di Indonesia saat ini mengalami gejolak yang tidak menentu akibat pandemi covid-19. Hal ini menimbulkan persaingan antar sesama perusahaan baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Semakin ketatnya persaingan usaha membuat setiap meningkatkan kinerja agar tujuan perusahaan dapat Perusahaan yang telah go public memiliki tujuan untuk meningkatkan kemakmuran pemilik atau para pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan, yang mana nilai perusahaan sering dikaitkan dengan harga saham . Jika harga saham tinggi maka nilai perusahaan juga tinggi. Hal ini akan memicu pasar percaya pada kinerja perusahaan saat ini dan juga kinerja perusahaan pada masa yang akan datang . Nilai perusahaan dapat dilihat dari Price to Book Value (PBV), dengan menggunakan PBV, calon investor bisa mengetahui perusahaan yang nilai sahamnya undervalued atau overvalued . , jika harga saham undervalued, hal ini menunjukkan adanya penurunan kualitas dan kinerja finansial perusahaan Diterima: 01-09-2022 | Revisi: 15-09-2022 | Diterbitkan: 30-09-2022 | doi: 10. 35134/ jbeupiyptk. Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana yang mana menyebabkan terjadinya penurunan nilai Fenomena yang terjadi adalah berfluktuasinya nilai perusahaan pada beberapa perusahaan manufaktur disebabkan oleh tinggi atau rendahnya harga saham perusahaan di bursa efek indonesia. Hal ini terjadi karena investor menarik dananya, sehingga tingkat harga saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin menurun. Jika harga saham perusahaan menurun maka akan mengakibatkan berkurangnya investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan berikut nilai PBV dari beberapa perusahaan Gambar 1 Data PBV Perusahaan Manufaktur Sumber : w. Dari gambar 1 dapat disimpulkan bahwa nilai perusahaan untuk tahun 2016-2020 rata-rata bergerak Hal ini dapat dilihat pada PT. Astra Otoparts Tbk, pada tahun 2017, mengalami penurunan secara terus menerus hingga tahun 2020. PT. Indo Kordsa Tbk, pada tahun 2017 mengalami peningkatan yang signifikan . , sedangkan pada tahun 2018 Selanjutnya pada PT. Sepatu Bata Tbk, dari tahun 2017 mengalami penurunan hingga tahun 2019 kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2020 sebesar 1,89. Kemudian pada PT. Sri Rejeki Isman Tbk mengalami peningkatan pada tahun 2017, namun pada tahun 2018 hingga 2020 mengalami penurunan. PT. Astra Internasional Tbk mengalami penurunan secara terus menerus setiap tahunnya. Dari data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai perusahaan masih kurang bagus karena banyak perusahaan yang tingkat PBV nya masih tergolong undervalued dan bergerak secara fluktuatif. Nilai perusahaan adalah kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang dibentuk oleh pemerintahan dan penawaran pasar modal yang merefleksikan penilaian masyarakat terhadap kinerja perusahaan . Menurut . nilai perusahaan adalah harga saham yang bersedia dibeli investor apabila perusahaan menjualnya. Memaksimalkan nilai perusahaan sama dengan memaksimalkan nilai sekarang dari arus kas atau arus pendapatan dan telah diterima oleh investor pada masa yang akan datang. Nilai perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kebijakan hutang yang ditetapkan oleh suatu perusahaan, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, kemampuan perusahaan dalam mengelola keuangan dalam membiayai seluruh kewajiban perusahaan, harga saham perusahaan, pendapatan dari suatu perusahaan dan faktor-faktor lainnya . Struktur modal dapat didefinisikan sebagai campuran spesifik dari hutang jangka panjang dan ekuitas yang digunakan perusahaan untuk membiayai operasinya . Struktur modal merupakan pembelanjaan permanen dimana ditujukan dengan perimbangan antara modal sendiri dengan hutang jangka panjang perimbangan antar dua hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat risiko dan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh perusahaan . Struktur modal yang optimal yaitu struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian sehingga memaksimumkan harga saham. Dengan adanya struktur modal yang optimal maka perusahaan akan menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal pula sehingga bukan hannya perusahaan yang memperoleh keuntungan, tetapi para pemegang saham pun ikut memperoleh keuntungan tersebut. Dalam teori trade-off menunjukkan struktur modal dikendalikan dengan menyeimbangkan keuntungan dan biaya hutang . Penelitian yang dilakukan oleh . menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh negatif pada nilai perusahaan dan penelitian yang dilakukan . menunjukkan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek . Likuiditas akan mempengaruhi besar kecilnya keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham . Tingkat likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat jatuh tempo dengan menggunakan harta lancarnya. Semakin baik nilai likuiditas perusahaan maka kesempatan perusahaan untuk mendapat dukungan dari berbagai pihak . embaga keuangan, pemsok, calon investo. juga semakin terbuka lebar untuk menyimpan dananya pada perusahaan . Likuiditas dapat diukur dengan Current Rati. Current Ratio. Menurut Riset yang dilakukan oleh . menyatakan bahwa likuditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana sedangkan menurut . likuiditas berpengaruh negative dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan, yang kemudian dapat digunakan untuk menghasilkan laba usaha. Dalam penelitian ini rasio profitabilitas digambarkan melalui Return on Equity (ROE). Return on Equity (ROE) merupakan rasio laba bersih terhadap ekuitas yang mengukur tingkat pengembalian pemegang saham . Return on equity (ROE) merupakan rasio yang menunjukkan besaran tingkat kemampuan perusahaan mengembalikan ekuitas terhadap pemegang saham . Rasio ini mengkaji sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas ekuitas . Menurut Penelitian yang dilakukan . menunjukkan return on equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Metodologi Penelitian 2 Populasi dan sampel 1 Populasi Menurut . populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2017-2021 yaitu sebanyak 193 perusahaan. 2 Sampel Sampel Menurut . , yang dimaksud sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada Untuk menentukan ukuran sampel yang dapat mewakili populasi maka dilakukan pemilihan sampel dengan metode Purposive Sampling, yaitu pengambilan kriteria sampel sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan. Adapun kriteria yang dipilih dalam penelitian ini untuk menentukan adalah : 1 Objek penelitian Dalam penelitian ini objek yang digunakan adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa efek indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dengan mengumpulkan literatur dan jurnaljurnal yang relevan yang terkait dengan objek yang akan diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur yang telah dipublikasikan di website resmi Bursa Efek Indonesia seperti w. id dan Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa efek indonesia (BEI) periode 2017-2021. Perusahaan yang baru melakukan IPO (Initial Public Offerin. selama periode 2017-2021 Perusahaan manufaktur yang mengeluarkan annual report dan laporan keuangan yang lengkap selama periode 2017-2021 Perusahaan manufaktur yang memperoleh laba selama periode 2017-2021. Perusahaan manufaktur yang membagikan dividen secara berturut-turut per 31 Desember selama periode 2017-2021. Dari jumlah populasi yang ada pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia maka akan ditarik jumlah sampel. Adapun proses penentuan sampel sebagai berikut : Tabel 1 Sampel Penelitian Kriteria Penarikan Sampel Perusahaan Manufaktu yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021. Perusahaan yang baru melakukan IPO (Initial Public Offerin. selama periode 2017-2021. Perusahaan manufaktur yang tidak mengeluarkan annual report dan laporan keuangan yang lengkap selama periode 2017-2021. Perusahaan manufaktur yang tidak memperoleh laba selama periode Perusahaan manufaktur yang tidak membagikan dividen secara berturut-turut per 31 Desember selama periode 2017-2021. Jumlah Sampel Perusahaan yang memenuhi kriteria Jumlah sampel dengan penelitian 5 tahun Jumlah . Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu variabel dependen (Y), variabel independen (X) dan variabel intervening (Z). Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah Nilai Perusahaan, variabel independen (X) dalam penelitian ini ada 3 yaitu . Struktur Modal. Likuiditas dan Return On Equity sedangkan variabel Intervening (Z) dalam penelitian ini adalah Kebijakan Dividen. Dimana adalah konstanta, 1 - 2 adalah koefesien, dan e adalah error Term. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Analisis data kuantitatif adalah bentuk analisa yang menggunakan angka-angka dan perhitungan dengan metode statistik, maka data tersebut harus diklasifikasikan dalam kategori tertentu dengan menggunakan tabel-tabel tertentu, untuk menggunakan program SPSS 16. Persamaan yang digunakan dalam penelitian ini disajikan pada rumus : Hasil dan Pembahasan Hasil Uji Asumsi Klasik Nilai Perusahaan 1 Hasil Uji Normalitas Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Struktur Modal One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Likuiditas CR = Mean ,0000000 Std. Deviation Absolute ,83102294 ,066 Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Sumber : SPSS16 (Data Diola. ,066 -,049 ,657 ,781 x 100% Parameters Most Extreme Differences Return On Equity Kebijakan Dividen Analisis regresi linear berganda untuk menganalisis struktur modal, likuiditas dan return on equity terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen. Persamaan regresi linier bergandan 1 dan 2 disajikan pada rumus : Z1= 1. X1DER 2. X2 CR 3. X3 ROE eAA. Y = 1. X1DER 2. X2 CR 3. X3 ROE Z DPR eAA. Berdasarkan uji normalitas dengan menggunakan uji One-Sample Kalmpgrov-Smirnov, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,781. Tingkat signifikansi yang digunakan yaitu sebesar 5% maka 0,781> 0,05 sehingga dapat disimpulkan data berdistribusi normal. 2 Hasil Uji Multikolinearitas Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. -31,479 8,122 LN_DER 3,015 ,821 LN_CR 3,734 ,963 LN_ROE ,600 LN_DPR 1,246 Standardized Coefficients Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF -3,876 ,000 ,720 3,673 ,000 ,205 4,882 ,742 3,876 ,000 ,215 4,657 ,349 ,164 1,519 ,089 ,865 1,157 ,366 ,312 3,405 ,001 ,939 1,065 Dependent Variable: LN_Y Sumber : SPSS16 (Data Diola. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana Berdasarkan uji multikolinearitas diatas menunjukkan bahwa keberagaman struktur modal memiliki nilai tolerance sebesar 0,205>0,1 dan nilai VIF sebesar 4,882<10. Likuiditas memiliki nilai tolerance sebesar 0,215>0,1 dan nilai VIF sebesar 4,657<10. Variabel return on equity memiliki nilai tolerance sebesar 0,865>0,1 dan nilai VIF sebesar 1,157<10. Serta kebijakan dividen memiliki nilai tolerance sebesar 0,939>0,1 dan nilai VIF sebesar 1,065<10. Semua variabel independen mempunyai nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,1. Hal ini mengindikasikan bahwa model ini terbebas dari masalah multikoloniearitas. 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Tabel 4 Hasil Uji Heteroskedastisitas Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. LN_X1 LN_X2 LN_X3 LN_Z Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: LN_Y Sumber : SPSS 16 (Data Diola. Berdasarkan uji glejser diatas diperoleh nilai signifikansi masing-masing variabel yaitu sebesar 0,306, 0,435, 0,535 dan 0,283. Dengan tingkat signifikansi yang digunakan yaitu sebesar 5% maka nilai signifikansi > 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastistias didalam penelitian ini. 4 Hasil Uji Autokorelasi Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Std. Error of Adjuste the d R Estimat DurbinModel R Square Square Watson Predictors: (Constan. LN_Z. LN_X1. LN_X3. LN_X2 Dependent Variable: LN_Y Sumber : SPSS16 (Data Diola. Berdasarkan uji autokorelasi diatas diperoleh nilai durbin-watson sebesar 2,622. Selanjutnya nilai DurbinWatson . sebesar 2,622 akan dibandingankan dengan nilai tabel Durbin-Watson dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 dengan rumus . N) dimana k yaitu jumlah variabel independent dan N yaitu jumlah sampel penelitian. Dengan demikian kita mendapatkan rumus . Maka didapatkan nilai dL = 1,5922 dan dU = 1,7582. Dimana dL yaitu durbin lower dan dU yaitu durbin upper, dikarenakan dw > dU . ,622 > 1,7. maka pengujian autokorelasi pada penelitian ini yaitu tidak terdapat autokorelasi maka model dapat dikatakan baik. 2 Analisis Regresi Linier Berganda Penggunaan metode, regresi linier berganda ini adalah untuk menguji hipotesis yang menyatakan bahwa diduga ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen baik secara bersama-sama . maupun individual . Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana Tabel 6 Hasil Uji Linear Berganda terhadap Z Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model B Std. Error 1 (Constan. 1,830 2,259 LN_DPR -,366 ,226 LN_CR -,305 ,267 LN_ROE ,206 ,095 Dependent Variable: LN_Z Sumber : SPSS 16 (Data Diola. Standardized Coefficients Beta ,810 -1,671 -1,662 2,165 -,349 -,242 ,225 Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Z =1,830 Ae 0,366 DER - 0,305 CR 0,206 ROE e Dari persamaan diatas dapat diinterpretasikan sebagai Konstanta = 1,830 Nilai 1,830 independen bernilai konstan atau tetap, maka variabel kebijakan deviden akan bernilai 1,830. Koefisien Struktur Modal (X. = Ae 0,366 Nilai koefisien menunjukkan bahwa variabel struktur modal berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen. Apabila variabel struktur modal mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel likuiditas, return on equity bernilai Collinearity Statistics Tolerance VIF Sig. ,020 ,048 ,006 ,033 ,210 ,218 ,907 4,752 4,595 1,103 maka kebijakan deviden akan mengalami penurunan sebesar 0,366. Koefisien Likuiditas (X. = - 0,305 Nilai koefisien menunjukkan bahwa variabel likuiditas berpengaruh negatif terhadap kebijakan Apabila variabel variabel likuiditas mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel struktur modal, return on equity bernilai konstan . maka kebijakan deviden akan mengalami penurunan sebesar 0,305. Koefisien Return On Equity (X. = 0,206 Nilai koefisien menunjukkan bahwa variabel return on equity berpengaruh positif terhadap kebijakan Apabila variabel return on equity mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel struktur modal, likuiditas bernilai konstan . maka kebijakan deviden akan mengalami peningkatan sebesar 0,206. Tabel 7 Hasil Uji Linear Berganda terhadap Y Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error -31,479 LN_DER 3,015 LN_CR 3,734 LN_ROE ,600 LN_DPR 1,246 Dependent Variable: LN_Y Standardized Coefficients Beta 8,122 ,821 ,963 ,349 ,366 ,720 ,742 ,164 ,312 Collinearity Statistics Sig. -3,876 ,000 3,673 3,876 1,519 3,405 ,000 ,000 ,089 ,001 Tolerance VIF ,205 ,215 ,865 ,939 4,882 4,657 1,157 1,065 Sumber : SPSS 16 (Data Diola. Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = -31,479 3,015 DER 3,734 CR 0,600 ROE 1,246 DPR e Dari persamaan diatas dapat diinterpretasikan sebagai 1 Konstanta = -31,479 Nilai -31,479 Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana independen bernilai konstan atau tetap, maka variabel nilai perusahaan akan bernilai 31,479. Koefisien Struktur Modal (X. = 3,015 Nilai koefisien menunjukkan bahwa variabel struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai Apabila variabel struktur modal mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel likuiditas, return on equity, dan kebijakan dividen bernilai konstan . maka variabel nilai perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar 3,015 Koefisien Likuiditas (X. = 3,734 Nilai koefisien menunjukkan bahwa variabel likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai Apabila variabel likuiditas mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel struktur modal, return on equity, dan kebijakan dividen bernilai konstan . maka variabel nilai perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar 3,734 Koefisien Return On Equity (X. = 0,600 Nilai koefisien menunjukkan bahwa variabel return on equity berpengaruh positif terhadap nilai Apabila variabel likuiditas mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel struktur modal, likuiditas, dan kebijakan dividen bernilai konstan . maka variabel nilai perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar 0,600. Koefisien Kebijakan Dividen(Z) = 1,246 Nilai koefisien menunjukkan bahwa variabel kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Apabila variabel kebijakan dividen mengalami peningkatan satu . satuan dengan asumsi variabel struktur modal, likuiditas, dan return on equity bernilai konstan . maka variabel nilai perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar 1,246. 3 Uji Hipotesis 1 Hasil Uji Secara Parsial ( Uji . Tabel 8 Uji Hipotesa Secara Parsial (Uji . Variabel DER terhadap DPR CR terhadap DPR ROE terhadap DPR DER terhadap PBV CR terhadap PBV ROE terhadap PBV DPR terhadap PBV t-hitung -1,671 -1,662 2,165 3,673 3,876 1,519 3,405 Sig 0,048 0,006 0,033 0,000 0,000 0,089 0,001 Berdasarkan table 4. 10 diatas yang menguji pengaruh struktur modal, likuiditas, return on equity dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dapat diuji sebagai berikut: Pengaruh Struktur Modal (X. terhadap Kebijakan Dividen (Z) Dari table 4. 10 dapat dilihat bahwa struktur modal memiliki nilai thitung sebesar -1,671 dengan signifikan sebesar 0,048. Tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% maka nilai 0,048 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan variabel struktur modal berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2017-2021. Dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima. Pengaruh Likuiditas (X. terhadap Kebijakan Dividen (Z) Dari table 4. 10 dapat dilihat bahwa likuiditas memiliki nilai thitung sebesar -1,662 dengan signifikan sebesar 0,006. Tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% maka nilai 0,006 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan variabel likuiditas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Dengan demikian Ho ditolak dan H2 Pengaruh Return On Equity (X. terhadap Kebijakan Dividen (Z) Dari table 4. 10 dapat dilihat bahwa return on equity memiliki nilai thitung sebesar 2,165 dengan signifikan sebesar 0,033. Tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% maka nilai 0,033 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan variabel return on equity berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Dengan demikian Ho ditolak dan H3 Pengaruh Struktur Modal (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y) Dari table 4. 10 dapat dilihat bahwa struktur modal memiliki nilai thitung sebesar 3,673 dengan signifikan sebesar 0,000. Tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% maka nilai 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan variabel struktur modal berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Dengan demikian Ho ditolak dan H4 Pengaruh Likuiditas (X. terhadap Nilai perusahaan (Y) Dari table 4. 10 dapat dilihat bahwa likuiditas memiliki nilai thitung sebesar 3,876 dengan signifikan sebesar 0,000. Tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% maka nilai 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan variabel likuiditas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2017-2021. Dengan demikian Ho ditolak dan H5 diterima. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana Pengaruh Return On Equity (X. terhadap Nilai 2,075 dengan nilai signifikansi sebesar 0,009. Tingkat Perusahaan (Y) signifikansi yang digunakan yaitu sebesar 5% maka Dari table 4. 10 dapat dilihat bahwa return on equity 0,009 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan secara memiliki nilai thitung sebesar 1,519 dengan signifikan bersama-sama atau simultan variabel Struktur Modal, sebesar 0,089. Tingkat signifikan yang digunakan Likuiditas dan Return on Equity, berpengaruh dan sebesar 5% maka nilai 0,089 > 0,05 sehingga dapat signifikan terhadap variabel Kebijakan Deviden. disimpulkan variabel return on equity tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada Subsruktur II : perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2017-2021. Dengan demikian H0 diterima Tabel 10 dan H6 ditolak. Hasil Uji Hipotesa Secara Simultan (Uji . Pengaruh Kebijakan Dividen (Z) terhadap Nilai Perusahaan (Y) ANOVAb Dari table 4. 10 dapat dilihat bahwa kebijakan dividen Sum of Mean memiliki nilai thitung sebesar 3,405 dengan signifikan Model Squares df Square Sig. sebesar 0,00. Tingkat signifikan yang digunakan Regression 294,575 73,644 8,051 ,000a sebesar 5% maka nilai 0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan variabel kebijakan dividen berpengaruh Residual 868,938 95 9,147 signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Total 1163,513 manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Predictors: (Constan. LN_Z. LN_X2. LN_X3. Dengan demikian Ho ditolak dan H7 LN_X1 Dependent Variable: LN_Y Sumber : SPSS16 (Data Diola. 2 Uji Hipotesa Secara Simultan (Uji . Subsruktur I : Tabel 9 Hasil Uji Hipotesa Secara Simultan (Uji . ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square 1 Regression 4,434 1,478 Residual 68,369 ,712 Total 72,803 Predictors: (Constan. LN_X3. LN_X2. LN_X1 Dependent Variable: LN_Z 2,075 Sig. ,009a Berdasarkan tabel 4. 12 diatas kita dapat mengetahui pengaruh Struktur Modal (X. Likuiditas (X. Return On Equity (X. Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan (Y). Pada uji F di atasdiperoleh nilai F-stat sebesar 8,051 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Tingkat signifikansi yang digunakan yaitu sebesar 5% maka 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan secara bersama-sama atau simultan variabel Struktur Modal. Likuiditas. Return on Equity, dan Kebijakan Dividen berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Nilai Perusahan. Sumber : SPSS16 (Data Diola. 3 Hasil Uji Koefisien Determinasi Pengaruh Struktur Modal (X. Likuiditas (X. Return On Equity (X. terhadap Kebijakan Dividen Subsruktur I : (Z). Pada uji F di atas diperoleh nilai F-stat sebesar Tabel 11 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb DurbinWatson Change Statistics Adjusted R Std. Error of R Square Model R Square Square the Estimate Change F Change df1 df2 075 3 96 Predictors: (Constan. LN_X3. LN_X2. LN_X1 Dependent Variable: LN_Z Sumber : SPSS16 (Data Diola. Sig. Change Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana Berdasarkan tabel di atas diperoleh angka Adjusted RA sedangkan sisanya sebesar 93,9% dipengaruhi variabel (R squar. sebesar 0,061 atau 6,1%, hal ini lain yang tidak terdapat di dalam penelitian ini. menunjukkan bahwa persentase sumbangan variabel Struktur Modal. Likuiditas, dan Return On Equity Subsruktur II: terhadap Kebijakan Deviden sebesar 0,061 atau 6,1%. Tabel 12 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. LN_Z. LN_X1. LN_X3. LN_X2 Dependent Variable: LN_Y Std. Error of the Estimate Berdasarkan tabel di atas diperoleh angka Adjusted RA (R squar. sebesar 0,223 atau 22,3%, hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan variabel Struktur Modal. Likuiditas. Return On Equity dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan sebesar Durbin-Watson 0,223 atau 22,3%, sedangkan sisanya sebesar 77,7% dipengaruhi variabel lain yang tidak terdapat di dalam penelitian ini. 4 Analisis Jalur (Path Analysi. Gambar 2 Diagram Analisis Jalur 0,720 -0,349 -0,1088 -0,242 0,312 -0,0755 0,0702 0,225 0,164 0,742 tidak dapat memediasi hubungan antara Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan. Untuk melihat pengaruh tidak langsung terhadap variabel dependen, dapat dilihat dari nilai pengaruh langsung variabel independen terhadap variabel intervening* pengaruh langsung variabel intervening terhadap variabel dependen. Apabila nilai pengaruh tidak langsung > pengaruh langsung maka dapat disimpulkan variabel independen yang diintervening berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Pengaruh Struktur modal (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y) diintervening oleh Kebijakan Dividen (Z) Berdasarkan diagaram diatas nilai (-0,349*0,. = 0,1088, dengan nilai pengaruh langsung variabel X1 terhadap Y sebesar 0,720 maka -0,1088< 0,720 sehingga dapat disimpulkan bahwa Kebijakan Dividen Pengaruh Likuiditas (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y) diintervening oleh Kebijakan Dividen (Z). Berdasarkan diagaram diatas nilai (-0,242*0,. = 0,0755, dengan nilai pengaruh langsung variabel X2 terhadap Y sebesar 0,742 maka -0,0755< 0,742 sehingga dapat disimpulkan bahwa Kebijakan Dividen tidak dapat memediasi hubungan antara Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh Return On Equity (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y) diintervening oleh Kebijakan Dividen (Z). Berdasarkan diagaram diatas nilai . ,225*0,. = 0,0702, dengan nilai pengaruh langsung variabel X3 terhadap Y sebesar 0,164 maka 0,0702 < 0,164 sehingga dapat disimpulkan bahwa Kebijakan Dividen Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Gusnita Anggraini1A. Elfiswandi Elfiswandi. Lusiana Lusiana tidak dapat memediasi hubungan antara Return On Equity terhadap Nilai Perusahaan. Kesimpulan Setelah dilakukan penelitian terhadap 20 perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021, maka hasil uraian tentang analisis Pengaruh Struktur Modal. Likuiditas, dan Return On Equity terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai variabel intervening dapat disimpulkan sebagai berikut : Variabel Struktur Modal berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Variabel Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Variabel Return On Eqity berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Variabel Struktur Modal b erpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Variabel Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Variabel Return On Eqity tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Variabel Kebijakan Dividen berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Variabel Kebijakan Dividen tidak dapat memediasi hubungan antara Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20172021. Variabel Kebijakan Dividen tidak dapat memediasi hubungan antara Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20172021. Variabel Kebijakan Dividen tidak dapat memediasi hubungan antara Return On Equity terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017- Saran