SAINTEKES Ae VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 ETNOMEDISIN TUMBUHAN OBAT UNTUK MENGOBATI PENYAKIT HIPERTENSI OLEH PENGOBAT TRADISIONAL DI KECAMATAN AMBALAU KABUPATEN BURU SELATAN Muhammad Fitrah Loilatu1. Abdul M Ukratalo2. Dodikrino E Manery3. Victory O Pangemanan4 1,3,4 Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon. Indonesia Progam Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Article Information Article history: Received April 3, 2024 Approved April 29, 2024 Keywords: Hypertension, medicinal plants. Ambalau. ABSTRACT Hypertension is a condition in which blood pressure rises abnormally and continuously during several blood pressure checks. Traditional medicine is still used by the people of Indonesia in the current era of globalization, even though modern medicine has been The purpose of this study was to study ethnomedicine medicinal plants for treating hypertension by traditional healers in Ambalau District. South Buru Regency. This type of research is descriptive qualitative with an observational exploratory design. Data was collected using in-depth interview techniques with 35 informants. Obtained data were analyzed qualitatively. The results showed that the types of plants used in the treatment of hypertension include: fragrant pandan. African leaves, lima leaves, order, soursop and This indicates that the healers in the Ambalau sub-district have the same knowledge in utilizing medicinal plants to treat hypertension. Apart from that, there are also similarities in the parts that are widely used, namely herbs and leaves. A 2022 SAINTEKES *Corresponding author email: abdulalmusaad@gmail. PENDAHULUAN Menurut Rohmawati . , hipertensi itu, hipertensi merupakan penyebab utama merupakan masalah kesehatan yang sering kematian dini di seluruh dunia, diperkirakan ditemui di masyarakat dan prevalensinya terus 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di Menurut Word Health Organization (WHO) tahun 2021 dan International Society of Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Hypertension (ISH), ada 600 juta penderita Dasar (Riskesda. tahun 2018 menujukkan hipertensi di seluruh dunia saat ini, dengan 3 juta bahwa penderita hipertensi pada penduduk usia kematian per tahun (Khotimah, 2. Selain org/10. 55681/saintekes. UKRATALO ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 Ou18 tahun berjumlah 658. 201 orang (Kemenkes berguna yang tumbuh di sekitar pemukiman RI, 2. mereka termasukan masyarakat di Kecamatan Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan Ambalau Kabupaten Buru Selatan. Masyarakat darah meningkat secara abnormal dan terus Ambalau menerus selama beberapa kali pemeriksaan kekayaan pengetahuan tradisional dalam bidang tekanan darah (Wijaya dan Putri, 2013. Wulandari et al. , 2. Penyakit hipertensi termasuk kedalam penyakit degenaratif dan hipertensi (Yosmar et al. , 2. untuk pengobatannya pasien biasanya berobat Selama peradaban manusia, penelitian ke dokter dan diberikan obat-obatan kimia. tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai obat Dengan resep dan dosis sesuai kebutuhan pasien terus dilakukan. Dalam penelitian tumbuhan (Fandinata dan Ernawati, 2. Sebaliknya, obat, berbagai pendekatan digunakan, termasuk penggunaan obat sintetis yang mengandung bahan kimia dalam jangka waktu yang lama skrining senyawa fitokimia, dan pendekatan justru dapat berbahaya bagi pasien itu sendiri karena efek samping yang hasilkan. Selain dapat pendekatan yang efisien dari segi waktu dan biaya untuk penelitian tentang senyawa obat hipertensi juga dapat dilakukan menggunakan bahan alami yang banyak terdapat di sekitar Metode baru (Fabricant & Farnsworth, 2. Bhasin . mengatakan bahwa studi etnomedis mempelajari sistem medis etnis pekarangan rumah (Fatonah et al. , 2. Pengobatan tradisonal masih digunakan tradisional atau perspektif masyarakat lokal oleh masyarakat Indonesia di era globalisasi saat tentang kesehatan yang dilakukan melalui (Walujo, 2. Etnomedis adalah langkah menggunakan pengobatan tradisonal adalah penting dalam pencarian, pemilihan, dan karena mereka percaya pada pengetahuan yang pengembangan obat-obatan baru yang berasal dari tumbuhan. Para pengobat tradisional dari Alasan penggunaan bahan-bahan dari alam dan melalui bantuan orang yang dianggap dapat mengobati (Mujahid et al. , 2. karena mereka meyakini bahwa membagi Menurut Sapei et al. , . setiap suku/etnis di berbagai daerah di Indonesia penyembuhannya (Saranani et al. , 2. mengenai keanekaragaman jenis tumbuhan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji org/10. 55681/saintekes. UKRATALO ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 etnomedisin tumbuhan obat untuk mengobati Tahap persiapan penyakit hipertensi oleh pengobat tradisional di Pada tahap ini peneliti menyiapkan alat Kecamatan Ambalau Kabupaten Buru Selatan. administrasi dan melakukan observasi. METODE PENELITIAN Observasi adalah teknik pengumpulan Jenis dan Desain Penelitian Penelitian langsung terhadap objek atau terhadap lapangan dengan gejala-gejala yang Eksploratif penelitian yang digunakan untuk menelusuri Tahap pelaksanaan penelitian kemungkinan adanya hubungan sebab akibat Pada antara dua varibel yang tidak diketahui (Supriyadi dan Susmini, 2. pengambilan sampel dan dokumentasi. Tahap Identifikasi Tumbuhan Obat Intrument Penelitian Instrumen Proses identifikasi sampel dilakukan dengan melakukan cek silang dengan penelitian ini berupa pedoman wawancara, alat berbagai buku atau literatur, meliputi tulis menulis, tape record, kamera. Pedoman nama lokal tumbuhan, nama ilmiah, wawancara yang digunakan dalam penelitian ini habitus, kegunaan, dan bagian yang digunakan (Supriyadi dan Susmini. RISTOJA (Riset Tumbuhan Obat dan Jam. Tahun 2017 (Kamenov et al. , 2. Analisis Hasil Teknik pengumpulan data Pengumpulan Data yang diperoleh dikumpulkan dan observasi lokasi penelitian sebagai tahap dekskriptif kualitatif dan disajikan dalam bentuk persiapan, sedangkan pada tahap pelaksanaan Langkah-langkah pengumpulan data yaitu: HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Informan Informan yang ditemui dan diwawancara dalam penelitian ini adalah penduduk yang memiliki pengetahuan dapat meramu tumbuhan obat org/10. 55681/saintekes. UKRATALO ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 tradisional, untuk mengobati orang lain ataupun sedikit adalah pada umur 20-30 tahun dan >60 mengobati diri sendiri. Dalam penelitian ini tahun yaitu sebanyak 2 informan . ,71%). ditentukan lima informan dari tiap desa Dalam penelitian ini, informan yang berdasarkan keterangan dari masyarakat atau paling banyak ditemukan adalah yang memiliki Kepala Desa. Data informan yang digunakan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 11 dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1. %) dan yang paling sedikit adalah informan dengan tingkat pendidikan tidak tamat Tabel 1. Karakteristik informan masyarakat di Kecamatan Ambalau Karakteristik Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Umur 20 Ae 30 tahun 31 Ae 40 tahun 41 Ae 50 tahun 51 Ae 60 tahun >60 tahun Pendidikan Tidak sekolah Tidak tamat SD SMP SMA Pekerjaan Petani Navigasi PNS Ibu Rumah Tangga SD yaitu sebanyak 4 informan . %). Untuk tingkat pekerjaan, pekerjaan yang paling banyak dilakukan oleh informan adalah yang bekerja sebagai petani yaitu sebanyak 23 informan . %) dan yang paling sedikit adalah yang bekerja sebagai navigasi dan PNS yaitu sebanyak 1 informan . %). Jenis dan Bagian Tumbuhan yang digunakan Sebagai Obat Hipertensi oleh Pengobat Tradisional Di Kecamatan Ambalau Hasil terhadap jumlah tumbuhan obat dan jumlah ramun yang digunakan oleh informan di kecamatan Ambalau dapat dilihat pada Tabel 2. Dari tabel 1. dapat dilihat bahwa informan yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini adalah perempuan sebanyak 33 informan . %) dan laki-laki sebanyak 2 informan . %). Umur informan yang Pling banyak berada pada kisaran 31-40 tahun yaitu sebanyak 14 informan . %) dan yang paling org/10. 55681/saintekes. UKRATALO ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 Tabel 2. Pemanfaatan tumbuhan obat untuk ramuan obat Hipertensi Desa Nama Elara Darah Selasi Darah Afrika Afrika Siwar Darah Daun Daun Darah Afrika Afrika Vernonia Daun Darah Suruhan Rufutaini Peperomia Herba Darah Sirsak Nakaw Annona Daun Darah Afrika Afrika Vernonia Daun Darah Sukun Subawai Arthocarpus Daun Lumoy Masawoy Komposisi Ramuan Obat Tradisional Nama Nama Nama Umum Ilmiah Pandan Ormon Pandanus Vernonia Bagian Cara Penyiapan Ramuan Daun 7 lembar daun pandan wangi diambil, dicuci dan ditumbuk kemudian airnya diperas dan diminum 3x sehari Ambil 7 daun afrika, dicuci dan direbus dengan air panas. Setelah mendidih, airnya diangkat dan biarkaj hingga menjadi dingin. Setelah itu diminum3x sehari Ambil herba daun lima, kemudian di cuci dan direbus dengan air 4 gelas dan biarkan mendidih hingga menjadi 3 gelas dan diminum 3x Ambil 7 daun afrika, dicuci dan direbus dengan air panas. Setelah mendidih, airnya diangkat dan biarkaj hingga menjadi dingin. Setelah itu diminum3x sehari Ambil herba suruhan secukupnya, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air panas. Setelah itu diangkat, dinginkan kemudian diminum. Bisa diminum 3x sehari. Ambil 7-14 daun sirsak, dicuci bersih dan direbus dengan 3 gelas biarkan mendidih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin kemudian diminum. Bisa diminum 3x sehari. Ambil 7 daun afrika, dicuci dan direbus dengan air panas. Setelah mendidih, airnya diangkat dan biarkaj hingga menjadi dingin. Setelah itu diminum 2x sehari selam 2-3 hari. Ambil 10 lembar daun sukun, dicuci dan direbus dengan 2 gayung air, biarkan hingga tersisa 1 gayung dan airnya berwarna merah kekuningan. Setelah itu diminum 4x 1 selama seminggu. Daun Herba Dari hasil pada Tabel 2 terlihat bahwa dari obat dalam mengobati penyakit hipertensi. Dari 7 desa yang ada di Kecamatan Ambalau, hanya 35 informan, jenis tumbuhan yang digunakan pengobat di desa Elara. Selasi. Siwar. Lumoy antara lain: pandan wangi, daun afrika, daun dan Masawoy yang menggunakan tumbuhan lima, suruhan, sirsak dan sirsak. Hal ini org/10. 55681/saintekes. UKRATALO ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 mengindikasikan bahwa pengobat di kecamatan famili Pandanaceae genus Pandanus. Daun ambalau memiliki pengetahuan yang sama dalam memanfaatkan tumbuhan obat untuk tahunan yang tumbuh di lingkungan tropis. mengobati hipertensi. Selain itu, terdapat Batangnya bulat dengan bekas duduk daun, kesamaan juga pada bagian yang banyak bercabang, menjalar, dan memiliki akar digunakan yaitu herba dan daun. tunjang yang keluar di sekitar pangkal Hipertensi adalah suatu keadaan ketika batang dan cabang. Satu daun memiliki baris tekanan darah di pembuluh darah meningkat tiga berbentuk lingkaran dengan pangkal secara kronis. Penyakit ini dapat mengganggu memeluk batangnya. Helai daun memiliki fungsi organ lain, terutama organ penting seperti bentuk pita tipis, licin, dengan ujung runcing jantung dan ginjal. Hal ini terjadi karena jantung dan tepi rata. Banyak orang menggunakan bekerja lebih keras untuk memompa darah untuk daun pandan wangi sebagai zat pewarna dan memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan menambah rasa pada makanan dan minuman nutrisi (Paramita et al. , 2. Sebagai hasil dari oksidasi Pengobatan hipertensi berlangsung lama dan seringkali membosankan bagi penderitanya. Hal tersebut membentuk aroma daun pandan berwarna kuning (Jannah et al. , 2. Daun Pandan mengandung senyawa tradisional (Liwa et al. , 2. Dalam sepuluh senyawa flavonoid dengan jenis flavon tahun terakhir, jumlah obat tradisional yang digunakan dalam pengobatan hipertensi telah Selain berfungsi sebagai Ini disebabkan oleh banyak hal, terutama biaya obat tradisional, yang dianggap lebih murah dan memiliki efek samping yang lebih sedikit (Hussaana et al, 2. diketahui bahwa ACE bertanggung jawab Hasil penelitian ini menemukan adanya 6 ACE. Karena atas pembentukan angiotensin II, salah satu tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat Seluruh tumbuhan obat tersebut memang memiliki dasar teori yang kuat untuk melebarkan pembuluh darah, menurunkan efek antihipertensi. Pandan (Pandanus ACE. ACE menyempit pembuluh darah. Hasil penelitian Putriani . amaryllifolius Rox. bahwa air rebusan daun pandan wangi dapat (Pandanus amaryllifolius Rox. termasuk menurunkan tekanan darah sistolik maupun Tanaman org/10. 55681/saintekes. UKRATALO ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 diastolik pada tikus putih melalui pemberian air rebusan daun pandan wangi /kg BB tikus. Selain itu, hasil penelitian Sasabone et al. Herba suruhan (Peperomia pellucida (L. Tumbuhan rebusan daun pandan berpengaruh terhadap tumbuhan liar yang dapat tumbuh pada tekanan darah wanita lansia penderita permukaan yang keras, teduh, dan lembab. Rebusan daun pandan dapat seperti di dinding, batu, parit terjal, serta di pot bunga sebagai gulma. Kandungan kimia dari tumbuhan ini diantaranya alkaloid, pengobatan hipertensi di institusi pelayanan flavonoid, saponin, tanin, dan glikosida. Beberapa manfaat herba suruhan selain antihipertensi yaitu sebagai antimikroba. Daun Afrika (Vernonia amygdalina anti-inflamasi, antidiabetes, dan antioksidan (Anamaptani. Del. Daun Afrika adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Herba seperti sebagai analgetik, antihipertensi, flavonoid yang dalam beberapa penelitian antidiabetes, dan antimikroba (Asmiranda et , 2. Penelitian aktivitas antihipertensi Angiotensin Converting Enzyme (ACE ekstrak daun afrika baik secara in vitro Inhibitor/ACEI). Selain flavonoid, terdapat maupun in vivo telah dilakukan dengan juga beberapa kandungan kimia yang berbagai pelarut organik dalam ekstraksi . ir, aseton, metanol, etil aseta. yang secara terkanan darah yaitu kuersetin dan beberapa 2,3,5- antihipertensi potensial (Taiwo et al. , 2010. trimethoxy-9-. ,14,15-trimethoxybenzy. - Onyema-iloh et al. , 2. Diketahui bahwa 1Hindene dan pellucidin A. Pada obat- efek antihipertensi dari ekstrak daun Afrika obatan yang termasuk golongan ACEI (Vernonia seperti lisinopril, ramipril, dan valsartan Del. ) dimediasi melalui vasorelaksasi dengan mekanisme yaitu secara aktif mengurangi Ca2 yang menghambat ACE sehingga perubahan memblokir kanal kalsium (Chang et al. terganggu akibat aktivitas saraf simpatis dihambat dengan menurunkan org/10. 55681/saintekes. UKRATALO ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 pelepasan endotelin, meningkatkan produksi Daun sirsak memiliki antioksidan substansi vasodilatasi seperti Nitrit Oksida yang dapat menangkal radikal bebas, sama (NO), antioksidan ini dapat melenturkan dan menghambat produksi aldosterone. menurunkan tekanan darah (Jannah, 2. menunjukkan hasil bahwa herba suruhan Kandungan daun sirsak yang diperkirakan memiliki efek positif terhadap tekanan darah dapat menurunkan tekanan darah adalah ion arteri dan jantung, sehingga memiliki kalium (Yulianto, 2. Dan beberapa potensi sebagai agen antihipertensi. Selain kandungan senyawa lain dalam daun sirsak itu, hasil penelitian Saputri et al . antara lain steroid/terpenoid, flavonoid, kumarin, alkaloid, dan tannin. Senyawa flavonoid dari fraksi etil asetat herba flavonoid berfungsi sebagai antioksidan suruhan mampu menurunkan tekanan darah yang baik untuk kesehatan tubuh (Fanany. Fasola Adeboye Ion kalium mempunyai beberapa Angiotensin Converting Enzyme. mekanisme dalam menurunkan tekanan Sirsak (Annona muricat. Tanaman sirsak adalah jenis pohon miokardium, meningkatkan pengeluaran cemara yang memiliki daun lebar dan natrium dari dalam tubuh, menghambat Nama ilmiah dari daun sirsak adalah Annona Muricata Linn. Daun sirsak vasodilatasi, dan menghambat vasokontriksi mengandung senyawa monotetrahidrofuran Kadar kalium yang tinggi dapat asetogenin, seperti anomurisin A dan B, meningkatkan ekskresi natrium, sehingga annonasin-10-one, dapat menurunkan volume darah dan murikatosin A dan B, annonasin, dan tekanan darah (Arviananta et al. , 2. goniotalamisin dan ion kalium. Khasiat Selain senyawa-senyawa ini untuk pengobatan berbagai penyakit (Herlina et al. , 2. natrium, menghambat pengeluaran renin. Kandungan daun sirsak yang lain yaitu berperan dalam vasodilatasi arteriol, dan kalsium, fosfor, karbohidrat, vitamin A, mengurangi respon vasokontriksi endogen, vitamin B, vitamin C, tanin, fitosterol, sehingga tekanan darah turun dan Hipertensi kalsium oksalat, dan alkaloid murisine atau tekanan darah tinggi merupakan salah (Utami et al. , 2. satu jenis penyakit tidak menular yang org/10. 55681/saintekes. UKRATALO ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 bersifat kronis dan dapat menimbulkan Indonesia. Sukun telah lama dimanfaatkan masyarakat lokal di Indonesia maupun jantung, ginjal, otak, dan mata (Aprilia, negara lain sebagai obat tradisional. Sikarwar et al. , . melaporkan Flavonoid bekerja sebagai ACE bahwa A. altilis memiliki aktivitas sebagai inhibitor yang akan menghambat perubahan antiinflamasi, antioksidan, antijamur, efek AIR menjadi AIR sehingga menurunkan imunomodulator, efek antidiabetik dan efek (ADH), Pemanfaatan tumbuhan sebagai diekskresikan keluar tubuh . Menurut (Suprapto, 2. bahwa sekresi Buah A. altilis mengadung aldosteron dari korteks adrenal dihambat, sehingga menambah ekskresi NaCl . arylbenzofurans dan sterol memiliki sifat antioksidan, antimikroba, antikanker dan penurunan tekanan darah, dan memodulasi anti hiperglikemik (Baba et al. , 2. Senyawa pengeluaran nitric oxide sebagai vasodilator sehingga menyebabkan penurunan tekanan Vitamin C juga berperan dalam ekstrak Daun Sukun mengandung golongan senyawa flavonoid dengan kadar flavonoid sebesar 2,925 mg/kg ekstrak. Menurut tinjaun ilmiah, ekstrak air daun sukun pengeluaran nitric oxide (Katz et al. , 2. dengan dosis 20,88-146,18 mg/kg BB dapat Vitamin menurunkan tekanan darah sistolik, diastolik dan tekanan arteri rata-rata sampai berturut- Sukun (Artocarpus altili. turut sebesar 58,3. 64,3 dan 62,3%. Ekstrak tanaman yang berasal dari Pasifik Selatan air menyebabkan penurunan konstraksi dari dan kemudian tersebar luas di seluruh cincin aorta yang diinduksi oleh fenilephrin Oseania . e Souza et al. , 2. termasuk sampai 75% dan merelaksasi cincin aorta Indonesia. Salah satu spesies dalam genus sampai 59,9%. Artocarpus yang memiliki nilai ekonomi Ekstrak Artocarpus yaitu sukun (A. karena memiliki konstraksi aorta tikus yang diinduksi dengan sinkarps yang dapat dimakan (Williams et kalsium sampai 65,4%. Ekstrak air daun , 2. , dan merupakan tumbuhan yang sukun menghambat aktivitas CYP3A4 dan mudah ditemukan di berbagai daerah di CYP2D6 yang berperan dalam metabolisme org/10. 55681/saintekes. UKRATALO ET AL - VOLUME 03 NOMOR 02 . 107 - 118 dibatasi penggunaannya dalam pengobatan apabila diberikan bersamaan dengan obat- adalah bagian akar, batang, kulit kayu dan obat tersebut dapat memberikan efek rimpang, karena penggunaan bagian-bagian antihipertensi yang lebih besar. tumbuhan ini dapat langsung mematikan tumbuhan (Rupidara, 2. Hasil penelitian pada Tabel 2 juga menunjukkan bahwa bagian tumbuhan yang banyak digunakan adalah daun. Masyarakat lebih sering menggunakan daun daripada bagian lainnya karena mengacu pada kearifan lokal masyarakat, yang ingin tetap menggunakan membunuh atau merusak tumbuhan (Hasil Wawancara Informa. Menggunakan daun sebagai bahan baku ramuan obat tradisional walaupun dieksploitasi sebagai obat tradisional SIMPULAN Dari 35 informan, jenis tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan hipertensi antara lain: pandan wangi, daun afrika, daun lima. Hal mengindikasikan bahwa pengobat di kecamatan ambalau memiliki pengetahuan yang sama dalam memanfaatkan tumbuhan obat untuk mengobati hipertensi. Selain itu, terdapat kesamaan juga pada bagian yang banyak digunakan yaitu herba dan daun. karena tidak akan merusak atau membunuh menggunakan batang ataupun akar. Menurut Anggraeni . , merupakan bagian tumbuhan yang hampir selalu melimpah di alam karena keberadaannya tidak dipengaruhi musim. Berbeda dengan buah dan bunga yang ketersediaannya di alam hanya ada pada waktu atau musim tertentu. Oleh karena itu, penggunaan daun untuk meramu obat berkaitan dengan ketersediaannya di alam. Novri et al, . menambahkan bahwa pemanfaatan bagian daun dari tumbuhan obat ini merupakan salah satu upaya konservasi terhadap tumbuhan obat. Penggunaan daun sebagai obat tidak berdampak buruk bagi kelangsungan hidup tumbuhan. Bagian tumbuhan yang perlu org/10. 55681/saintekes. DAFTAR PUSTAKA