Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual Volume. Nomor. 2 Juni 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 92-108 DOI : https://doi. org/10. 62383/misterius. Available online at: https://journal. id/index. php/Misterius Kritik terhadap Gaya Arsitektur Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang Ahmala Husna1*. Nabila Choirunnisa2 UIN Walisongo Semarang. Indonesia Email : 2204056081@student. id1*, 2204056079@student. Alamat: Jl. Prof. Dr. Hamka. Tambakaji. Kec. Ngaliyan. Kota Semarang. Jawa Tengah 50185 Korespondensi penulis: 2204056081@student. Abstract. Each architectural style reflects the prevailing culture, technology, and social needs of its time, and is an important component of the building's image. Architectural style refers to the design characteristics, forms, elements, and aesthetics used to create a building. This research aims to find out the details of the architectural style and its implementation of the Pasujudan Ayodya Mosque building. The research method used is qualitative and data analysis includes observation through literature studies, visual documentation, and analysis of modern architectural theory and its application. The Pasujudan Mosque in Semarang applies the basic principles of art and architecture, referring to the arrangement of elements that harmonize with each other, balance, aesthetics, and materialization. Modern architecture influences the design of the mosque, combining elements of modern architecture with traditional Islamic design. Keywords: architectural style, building, mosque Abstrak. Setiap gaya arsitektur mencerminkan budaya, teknologi, dan kebutuhan sosial yang berlaku pada masanya, dan merupakan komponen penting dari citra bangunan. Gaya arsitektur mengacu pada karakteristik desain, bentuk, elemen, dan estetika yang digunakan untuk membuat bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara detail dari gaya arsitektur pada serta implementasinya bangunan Masjid Pasujudan Ayodya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif serta analisis data meliputi observasi melalui studi literatur, dokumentasi visual, dan analisis teori arsitektur modern serta penerapannya. Masjid Pasujudan di Semarang menerapkan prinsip dasar seni dan arsitektur, mengacu pada penataan elemen yang saling berharmoni, keseimbangan, estetika, dan materialasi. Arsitektur modern mempengaruhi desain masjid, memadukan unsur arsitektur modern dengan desain islam tradisional. Kata kunci: gaya arsitektur, bangunan, masjid LATAR BELAKANG Gaya arsitektur menjadi bagian penting dalam citra bangunan yang mengacu pada karakteristik desain, bentuk, elemen, dan estetika yang digunakan untuk menciptakan sebuah Setiap gaya mencerminkan budaya, teknologi, dan kebutuhan sosial yang berlaku pada zamannya. Hal ini terlihat pada Masjid Istiqlal yang menampakkan gaya arsitektur modern pada elemen-elemennya yaitu menghindari referensi dari ide masa lalu dan kembali kepada bentuk-bentuk murni dari ide dan konsep tersendiri yang bersifat logis, murni, mementingkan fungsi untuk sistem struktur bangunan yang guna menentukan bentuk fasad bangunan dan bentuknya geometri murni dengan kemajuan teknologi (Hasbi. , & Nimpuno. Konsep arsitektur tidak lepas dari konsep estetika, yang berhubungan dengan konsep keindahan. yang akan bermanfaat bagi para desainer dan ahli teknik tentang seni dan penerapannya di bidang industri (Aryza, n. dalam (Lestari. Pada Masjid Pasujudan menampilkan bentuknya yang unik dan berbeda dari masjid yang lain. Hal ini Received: Mei 12,2025. Revised Mei 28, 2025. Accepted: Juni 20, 2025. Published: Juni 24, 2025 Kritik terhadap Gaya Arsitektur Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang terlihat pada bentuk masjid berbentuk segitiga dengan eksteriornya mengambil konsep green building dan tampaknya bangunan ini serasi dengan lingkungan sekitar. Dari bentuk segitiga serupa dengan Masjid Jamie Darussalam karya Ridwan Kamil yang terletak di Tanah Abang. Jakarta. Dimana lingkungannya berada di tengah kesibukan Kota Jakarta yang padat dan ramai. Alasan dari perancang memilih desain yang tidak biasa untuk mengubah pola pikir masyarakat Indonesia yang selama ini percaya bahwa bagian atas masjid harus berbentuk kubah. Yang akhirnya, beliau memilih bentuk segitiga yang berasal dari bentuk atap kebanyakan rumah di Indonesia. (Hildayanti. Pernyataan tersebut menunjukkan keanekaragaman budaya lokal, gaya arsitektur tradisional, atau ciri-ciri unik suatu wilayah. Namun, selama era modernisasi dan milenial saat ini, masjid mengalami transformasi. Bentuk masjid seolah-olah berubah sesuai dengan perkembangan zaman, dan mereka mulai meninggalkan standar masjid dan identitas yang melekat padanya. (Hildayanti. , 2. Dalam penelitian ini, proses penelitian dimulai dari pengumpulan data, analisis data, hingga temuan penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, dan studi banding untuk mengetahui secara detail dari gaya arsitektur pada Masjid Pasujudan Ayodyan. Data yang dikumpulkan akan dianalisis secara deskriptif sesuai karakteristik dan bentuk masjid. KAJIAN TEORITIS Teori Gaya Arsitektur . Modern Gerakan Renaisans, yang dimulai di Italia dan akhirnya melanda seluruh Eropa, dan Revolusi Industri, yang dialami oleh negara-negara di seluruh Eropa, terutama Inggris dan Perancis, menciptakan Arsitektur Modern (Wasilah, 2. dalam (Angelia. , & Widiwati. Arti modern adalah jenis kemajuan yang berasal dari hal-hal kecil yang telah Arsitektur melihatnya sebagai solusi untuk masalah dan dianggap sebagai suatu gerakan yang menyimpang dari konteks fungsional, meninggalkan pola-pola lama. Dari banyak pertimbangan oleh ungkapan para ahli, kesimpulan pokok persoalan ini membahas ciriciri dasar arsitektur modern yaitu. Fungsi Arti "fungsi" dalam arsitektur adalah multivalensi dalam memenuhi kebutuhan manusia yang mempertimbangkan lingkungan dan masa depan. Ini terlihat dalam karya-karya besar arsitek yang awalnya berbasis pada konsep jujur, sederhana, dan struktural. MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 92-108 Fungsi arsitektur sebenarnya adalah bagaimana memanfaatkan sebuah ruang yang kosong menjadi adanya sebuah kehidupan. Bentuk Arsitektur modern dimulai dengan beberapa prinsip yang dianggap sebagai ciri khas arsitektur modern, seperti: Menentang historicizing . enggunaan bentuk sejara. Arsitek harus mengekspresikan semangat zaman mereka Bangunan harus kembali ke konsep dan ide-ide yang murni dan menghindari referensi masa lalu. Arsitektur modern harus bersifat logis, murni, dan jujur. Bentuk geometri murni berkat kemajuan sains dan teknologi Struktur/Kontruksi Bentuk arsitektur modern berasal dari fungsi dan konstruksi. namun, penemuan bahan baru menghadapi tantangan dalam teknologi konstruksi ini. Kebenaran struktur sangat penting karena bangunan yang bernilai seni hanya dapat mengungkapkan perasaan estetis melalui keseimbangan yang statis, memenuhi kebutuhan fungsionalnya, dan menguntungkan secara finansial. (Lestari. Post-Modern Jean-Francois Lyotard . adalah seorang Perancis yang diangg sebagai seorang filsuf postmodern. Dia dianggap sebagai filsuf pertama y menggunakan konsep Lyotard mengkritik dan ingin meninggalkan semua karya kontemporer untuk memasuki era baru yang dia sebut "postmodern". Menurut Frank O. Gehry . , "Postmodern" merujuk pada suatu kombinasi antara gaya arsitektur modern dan tradisional. Kedua gaya arsitektur ini memiliki fitur ganda dan lebih berorientasi, dan masing-masing menerjemahkan makna arsitektur tentang berbagai hal, seperti teknologi, bahan, kebudayaan, tingkat sosial, nilai historis, langgam bangunan, dan Gaya kontemporer selalu berusaha menggabungkan bangunan lama dengan bangunan baru sehingga keduanya dapat saling mendukung untuk mempertahankan nilai Saat berkembang, arsitektur pasca-modern tidak terlepas dari arsitektur modern. Anti-rasional dan neo-sculptural adalah dua ciri utama arsitektur pasca-modern. Ini membedakannya dari gaya arsitektur modern yang menggabungkan fitur yang rasional dan Bangunan sculptural menonjol karena ornamen Baroque dan Renaissance Kritik terhadap Gaya Arsitektur Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang Arsitektur post modern sering disebut sebagai arsitektur neo modern karen menggabungkan elemen arsitektur modern dan neo klasik. Bangunan kontemporer, di sisi lain, memiliki konsep khusus dan menjadi ciri khasnya. mereka dapat berfungsi sebagai stilasi, abstraksi, atau representasi. Pergeseran dari bangunan post modern ke neo modern dapat dilihat secara visual. Menurut Budi Sukada dalam Agus Dharma, ada sepuluh ciri arsitektur post modern, tetapi sebuah karya arsitektur dapat diklasifikasikan sebagai arsitektur post modern jika memiliki enam dari ciri tersebut. Kesepuluh karakteristik adalah sebagai berikut: Mengandung unsur-unsur komunikatif yang bersifat populer . Membangkitkan kembali historik . Memiliki konteks urban . Menerapkan kembali teknik ornamentasi . Bersifat representasional . Memiliki wujud metaforik . Dihasilkan dari partisipasi . Mencerminkan aspirasi umum . Memiliki sifat plural . Memiliki sifat eklektik Charles Jenks. Pelopor arsitektur modern membagi ciri-ciri arsitektur post modern sebagai berikut: Ideological adalah konsep yang membantu membentuk pemahaman postmodern yang skematik dan terarah. Stylist adalah suatu ragam . ara, ragam, rupa, bentuk, dan sebagainy. yang khusus, gaya dalam arsitektur post modern merupakan suatu pemahaman cara, rupa, bentuk dan sebagainya yang khusus dalam arsitektur post modern. Design Idea. Ide-ide desain dalam arsitektur post modern adalah suatu gagasan desain yang mendasari arsitektur post modern. (Aini. , 2. Teori Estetika Bentuk Alexander Blaumgarten pertama kali menggunakan istilah "estetika" pada tahun 1750 untuk menunjukkan studi tentang rasa dalam seni rupa. Dalam ilmu estetika, orang menemukan dan memahami apa yang membuat sesuatu dianggap indah atau menyenangkan. (RM Alindo. A Chalim. NI Mangungsong, 2. MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 92-108 Kualitas visual bergantung pada estetika. (Booth, 1. Kualitas estetika adalah parameter keindahan lanskap karena kualitas itu sendiri adalah definisi yang nyata, seperti kualitas tinggi atau kualitas rendah. Menurut Ishar . dalam Nurmasari . , nilai bentuk dan ekspresi yang dapat menyenangkan mata dan pikiran adalah komponen yang membentuk keindahan dan mempengaruhi kualitas estetika. Keindahan bentuk menunjukkan hal-hal yang nyata dan dapat diukur, sedangkan keindahan ekspresi menunjukkan hal-hal yang abstrak dan tidak terukur. Dalam satu penelitian, dua hal tersebut menjadi satu kesatuan, yaitu keindahan, yang didasarkan pada elemen-elemen, yaitu sebagai berikut. Irama . Irama adalah pengulangan pola atau elemen tertentu secara teratur untuk menciptakan kesan dinamis dan mengarahkan pandangan. Elemen seperti jendela, kolom, atau tekstur sering digunakan untuk membuat irama. Para arsitek akan menghadapi kesulitan dalam memilih pola ritmik yang ekspresif, yang diharapkan dapat menarik perhatian pengamat dan penggunanya. Sebagai contoh, sesuatu yang sangat lambat, atau bahkan beat, monoton, dan dinamis, akan membawa pengamat ke dalam kerangka perasaan yang menginspirasi tentang martabat . dan majesty . , yang merupakan dasar dari perasaan monumentalisme. Komposisi . Dalam arsitektur, sequence adalah pengalaman pengguna dan pengamat saat menuju, into . , dan melalui bangunan gedung. Selain itu, pergerakan tersebut melibatkan waktu. Pada konteks gedung publik, urutan tersebut dimulai dengan pengamat yang mendekati gedung. Dari jarak tertentu, pengamat akan melihat siluet gedung atau bentuk massa gedung. Namun, begitu pengamat semakin mendekat . ergerak dalam wakt. , pengalaman yang dialami akan berbeda karena yang dilihat bukan siluet lagi tetapi kejelasan bagian-bagian utama dan bagian-bagian sekunder. Pergerakan ini membutuhkan waktu. setiap waktu yang berlalu akan memberikan pemahaman awal pengamat tentang bangunan gedung sebagai bahan untuk pengalaman berikutnya, dan setiap perpindahan akan melibatkan emosi . pengamat Preparasi ini disebut sebagai esensi seni bersiklus. Pergerakan melalui rangkaian ruang memiliki kekuatan naratif. tidak ada satu pun perspektif yang dapat digambarkan dengan baik. Pengulangan bentukan-bentukan tematik, yang dapat muncul dalam berbagai situasi dan penampilan, membantu membentuk kesatuan dan menghasilkan perasaan-perasaan seperti ketenangan dan Kritik terhadap Gaya Arsitektur Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang perlindungan atau dorongan, serta kemampuan untuk menghasilkan rasa yang luar Proporsi, yang digambarkan sebagai hubungan antara berbagai dimensi satu sama lain dan hubungannya dengan skala manusia, mungkin merupakan komponen Untuk memberikan pengalaman ruang yang kaya, seni sequential sangat penting dalam arsitektur. Mulai dari mendekati bangunan, menuju bangunan, masuk ke bangunan, dan di dalam bangunan. Setiap tahap tersebut diatur melalui bagian-bagian rancangan yang disesuaikan dengan pengalaman ruang yang diinginkan atau . Keseimbangan . Kesimbangan digambarkan sebagai komposisi bangunan dalam dua dimensi dan tiga dimensi, memberikan kesan bahwa bangunan memiliki bagian yang simetris . epi-tengah-tep. Ada dua jenis keseimbangan yaitu, statik dan dinamik. Keseimbangan statik menunjukkan komposisi gedung atau kumpulan gedung dengan bagian yang simetris, dengan bagian yang terbagi oleh sumbu memiliki besaran, desain, dan karakteristik yang sama. Namun dalam keseimbangan dinamik, bagian-bagian yang terbagi oleh sumbu memiliki ukuran, desain, dan karakteristik yang sama meskipun memiliki bagian yang simetris. Keseimbangan dinamik menunjukkan komposisi gedung atau kumpulan gedung dengan bagian yang asimetris, di mana penataan sengaja dibentuk tak seimbang dengan menitikberatkan kontras pada salah satu titik atau sisi dalam ruang. Contohnya, menciptakan keseimbangan visual di ruang tamu dengan menempatkan furnitur secara merata. Pusat perhatian (Point of Interes. Dalam desain visual, prinsip "Point of Interest" (POI) mengacu pada elemen tertentu dalam karya atau komposisi yang dimaksudkan untuk menarik perhatian Elemen ini menjadi pusat perhatian visual, memungkinkan penonton untuk fokus pada bagian tertentu terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke bagian lain. bertujuan untuk membuat hierarki visual yang memungkinkan penonton memahami informasi desain yang paling penting. Misalnya, judul poster yang besar dan berwarna cerah sering digunakan sebagai POI dalam desain poster. Teknik untuk membuat POI termasuk kontras, lokasi, gerakan, arah, warna, dan ukuran dan skala. Skala . Dalam arsitektur, skala mengacu pada seberapa besar suatu elemen dibandingkan dengan ukuran manusia atau elemen lainnya. Ukuran yang tepat MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 92-108 membantu pengguna merasa nyaman dan lebih memahami ruang. Menurut Subadra Abioso . skala terbagi menjadi 2 yaitu. Skala 1 adalah instrumen pengukuran yang hasilnya dinyatakan dalam satuan yang sesuai dengan apa yang diukur, seperti cm, inch, kg, atau yang lainnya. Gambar berskala adalah gambar yang menggambarkan suatu dimensi dalam dimensi lain. Skala 2, terdapat pembagian 4 jenis skala yaitu, . Natural scale . kala natura. , skala ini disebutkan untuk gedung atau rancangan arsitektur yang memiliki ukuran yang sudah diduga oleh Biasanya diterapkan pada rancangan arsitektur rumah . Intimate scale . kala inti. , skala ini sama halnya dengan skala natural tetapi bedanya untuk rancangan arsitektur dengan ukuran sedikit lebih kecil . lightly smalle. daripada ukuran yang diharapkan. Skala ini seringkali diterapkan pada rancangan rumah tinggal yang arsiteknya ingin memberikan kesan cozy shelter . elindung yang nyama. dan bertujuan memberikan perasaan menyenangkan dan ringan serta mudah bagi para pengguna dan sedemikian rupa dapat bersantai atau rileks. Monumental scale . kala monumenta. , skala ini untuk sebutan gedung atau rancangan arsitektur yang seluruh bagiannya memiliki ukuran yang lebih besar dari secara normal. Rancangan dengan skala tersebut harus ditangani secara hati-hati dengan memberikan impresi kepada para . Shock scale . kala shoc. , skala ini sebutan bagi gedung atau rancangan arsitektur yang memiliki ukuran yang tidak biasa, jauh di atas skala monumental yang memiliki kekuatan untuk menarik perhatian para . Kesatuan . Keharmonisan antara elemen desain sehingga terlihat menyatu dan saling melengkapi disebut kesatuan. Sehingga tidak ada elemen yang terasa asing di bangunan, setiap bagian harus memiliki hubungan visual atau fungsional yang logis. Penggunaan material, warna, dan bentuk yang konsisten akan menciptakan kesan kesatuan dalam sebuah bangunan. Dalam arsitektur prinsip elemen ini penting yang Kritik terhadap Gaya Arsitektur Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang dapat menghasilkan bangunan yang estetis dan fungsional serta saling berinteraksi dan (W. Subadra Abioso, 2. Proporsi Proporsi adalah hubungan antara ukuran elemen tertentu dengan elemen lain dalam desain atau bangunan secara keseluruhan. Proporsi yang baik menghasilkan keseimbangan visual dan kenyamanan bagi pengguna. Proporsi juga dapat menghasilkan hubungan antara elemen-elemen di dalam dan di luar sebuah bangunan. Tujuan proporsi adalah untuk menciptakan tatanan yang tertib dan harmonis. Dalam proses perancangan suatu karya arsitektur, proporsi merupakan salah satu elemen geometri yang paling mendasar dan dapat memicu kreativitas seorang arsitek. (SM Hassan. A Dafrina, 2. METODE PENELITIAN Jenis metode yang menggunakan metode kualitatif yang dimana fokus pada obje penelitian adalah Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran di Semarang. Penelitian ini aka mempelajari masjid secara menyeluruh melalui observasi dengan studi literatur untuk meliha detail arsitektur dan elemen-elemen yang ada serta dokumentasi visual untuk merekam aspe desain, dan analisis berbagai sumber terkait teori arsitektur modern dan implementasiny dalam bangunan keagamaan. Untuk mendapatkan wawasan langsung tentang ide dan prose desain, penelitian ini melakukan teknik pengumpulan data dengan sumber-sumber dari jurna dan buku. Untuk memahami teori arsitektur modern dan kaitannya dengan desain masjid studi literatur sangat penting. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1 : Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 92-108 Masjid yang berada di lokasi perumahan Ayodya Sekaran adalah pusat kegiatan keagamaan bagi umat muslim penduduk sekitar perumahan. Masjid ini dibangun di lahan yang masih terbuka dan dekat perbukitan. Letaknya di dataran tinggi dan bisa melihat pemandangan perbukitan. Menikmati udara yang segar, datang dari sisi kanan masjid. Tempatnya luas dengan atap yang tinggi, serta sebagian berdinding kaca, disertai angin yang sejuk dan semilir membuat suasana menjadi tenang dan santai. Konsep Arsitektur yang digunakan sebagai solusi dari permasalahan tentang hilangnya nilai-nilai Islam pada perancangan bangunan Islami seperti masjid. Berdasarkan tinjauan studi literatur yang telah dilakukan penelitian pada objek rancangan ini menggunakan prinsip Arsitektur Islam menurut (Muchlis, 2. yang akan menyelesaikan solusi permasalahan dari segi bentuk dan tampilan bangunan masjid, bentuk dari atap masjid, sirkulasi dan tata ruang masjid, entrance masuk dan pemisahan ruang masuk wudhu bagi jamaah pria dan perempuan. Adapun penerapannya pada Masjid Pasujudan Ayodyan Sekaran di Semarang antara lain : Prinsip-prinsip dasar seni dan arsitektur yang diterapkan pada bangunan Masjid Pasujudan . Irama (Accentuation & Rhyth. Dalam arsitektur, prinsip irama mencerminkan pengaturan elemen-elemen membentuk keselarasan. Unsur-unsur ini bisa berbeda-beda, baik dari segi bentuk, warna, hingga furnitur dan elemen dekoratif lainnya. Dalam desain arsitektur, ada dua jenis prinsip irama. Yang pertama adalah irama statis, yang berarti pengulangan pola yang sama dan konsisten. Misalnya, penempatan kolom yang berulang dengan jarak tetap setiap 4 meter. (Gambar . Gambar 2 : Kolom pada Masjid Pasujudan Gambar 3 : Pola pada fasad Masjid Pasujudan Kritik terhadap Gaya Arsitektur Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang Prinsip irama yang kedua dalam desain arsitektur adalah irama dinamis, di mana faktor-faktor yang menentukan pengulangan irama bisa berasal dari berbagai aspek dan bersifat bervariasi. Contoh penerapan prinsip irama dinamis dalam desain arsitektur adalah pola warna pada fasad rumah atau bangunan yang disusun secara bergantian atau berselang-seling dengan teratur dan konsisten. (Gambar . Komposisi (Sequenc. Dalam konteks perancangan bangunan, komposisi atau urutan ruang mengacu pada penyusunan elemen-elemen secara menyeluruh agar aliran antar ruang terasa lebih nyaman dan teratur. Komposisi yang dirancang dengan baik memungkinkan transisi antar area berlangsung mulus tanpa pergantian yang mendadak. Tujuan utama dari penggunaan prinsip komposisi ini adalah untuk mengarahkan pengguna atau pengunjung menuju ruang yang dimaksud. Maka dari itu, pengaturan komposisi sebaiknya disesuaikan dengan alur aktivit dan fungsi tiap ruang. Sebagai contoh, penerapan komposisi desain arsitektur pada masjid dapat dilihat pada penataan elemen-elemen (Gambar . Gambar 4 : Komposisi pada penataan elemen interior masjid . Keseimbangan (Balanc. Desain arsitektur yang berkualitas adalah desain yang memiliki keseimbangan. Prinsip keseimbangan dalam desain arsitektur umumnya mengarah pada simetri. Menentukan komposisi simetris cukup sederhana untuk dilakukan, dan hal ini dapat diterapkan pada penataan furnitur, dekorasi dinding, fasad, serta pengaturan denah MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 92-108 Ada dua jenis keseimbangan yaitu, statik. dan dinamik. Masjid Pasujudan mempunyai prinsip keseimbangan yang simetris dengan desainnya yang berbentuk segitiga sama kaki. (Gambar . Gambar 5 : Keseimbangan desain arsitektur masjid . Point of Interest atau Contrast Dalam dunia arsitektur, prinsip ini dikenal sebagai titik pusat perhatian atau focal point. Intinya adalah menghadirkan elemen yang berbeda atau menonjol sehingga mampu menarik perhatian utama dalam suatu desain, baik pada interior maupun secara keseluruhan bangunan. Penerapan prinsip ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Elemen-elemen seperti bentuk, warna, dimensi, posisi, tekstur, hingga aspek visual lainnya bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pusat fokus yang mampu mengarahkan pandangan pengguna terhadap bagian tertentu dari desain. Contoh penerapan sederhana pada masjid ini adalah adanya mihrab yang digunakan sebagai tempat untuk imam memimpin shalat berjamaah sekaligus penunjuk arah kiblat. (Gambar . Gambar 6 : Titik fokus masjid Kritik terhadap Gaya Arsitektur Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang . Skala (Scal. Pada ranah desain arsitektural, skala menggambarkan relasi ukuran antara elemen bangunan dan konteks sekitarnya, baik itu lingkungan maupun komponen arsitektur lain. Menentukan skala berkaitan erat dengan memperhatikan dimensi bangunan di sekitar lokasi. Oleh karena itu, arsitek dan konsultan desain memiliki peranan penting dalam tahap perancangan agar tercipta keselarasan dan proporsi skala yang tepat. Skala terbagi menjadi 4 jenis, yaitu : natural scale . kala natural/norma. , intimate scale . kala intim/keci. , monumental scale . kala monumental/besa. , dan shock scale . kala shok/tidak bias. Pada Masjid Pasujudan menerapkan prinsip natural scale . kala natural/norma. Ukuran masjid normal, tidak terlalu kecil dan tidak kebesaran, mempunyai luas alas sekitar 10x10 mA. kuran masjid pada Dan tinggi atap A800 m karena bentuknya yang segitiga maka memiliki tinggi yang lebih dari masjid pada umumnya. (Gambar . Gambar 7 : Skala perbandingan antara manusia dengan bangunan . Kesatuan Desain (Unit. Dalam desain arsitektur, kesatuan adalah ketika berbagai elemen saling mendukung dan membentuk suatu kesatuan yang lengkap, tidak berlebihan, maupun Dalam konteks arsitektur, unity atau kesatuan merujuk pada prinsip desain yang menekankan pentingnya keselarasan dan keterpaduan antara berbagai elemen dalam suatu karya arsitektur. Unity dalam arsitektur tidak hanya berbicara tentang tampilan visual yang harmonis, tetapi juga tentang integrasi fungsi, struktur, dan bentuk, sehingga seluruh elemen dalam bangunan bekerja bersama-sama untuk menciptakan pengalaman yang konsisten dan menyatu. MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 92-108 Penerapan unity pada arsitektur masjid ini terlihat pada desain dinding masjid yang terbentuk dari elemen-elemen segi empat yang disusun menjadi satu kesatuan yang selaras. (Gambar . Gambar 8 : Penerapan kesatuan elemen . Proporsi Desain Arsitektur (Proportio. Prinsip proporsi dalam desain arsitektur adalah konsep yang mengacu pada hubungan ukuran, bentuk, dan skala antara elemen-elemen yang ada dalam suatu bangunan atau struktur. Prinsip ini berfungsi untuk menciptakan keseimbangan visual dan harmoni, serta memberikan kesan estetika yang nyaman dan menarik. Proporsi pada Masjid Pasujudan memiliki hubungan desain yang seimbang. Penerapan pada Masjid Pasujudan dapat dilihat pada ukuran antara mihrab dengan besar ruangannya memiliki ukuran, bentuk, dan skala yang seimbang. (Gambar . Gambar 9 : Proporsi antara mihrab dengan besar ruangan Prinsip Nilai-nilai Estetika Aspek estetika dalam perancangan arsitektur berperan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan desain bangunan dan pemilihan material konstruksi. Contohnya mencakup penerapan ornamen serta bahan tertentu, penciptaan bentuk dasar, penggunaan motif Kritik terhadap Gaya Arsitektur Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang geometris, hingga penataan elemen interior seperti dinding, lantai, dan atap yang berbahan alami atau berasal dari bumi. Prinsip prinsip estetika arsitektur Islam , seperti penggunaan ornamen geometris dan bunga , diterapkan dalam desain masjid ini . Arsitektur Islam ,Seperti penggunaan ornamen geometris dan bunga , diterapkan dalam desain masjid ini. Di mana bentuk ini diambil dari kutipan Hadist Bukhari-Muslim. Rasulullah S. bersabda AuAllah AoAzza wa Jalla berfirman. AoTidak ada orang yang lebih zalim daripada orang yang membuat gambar/patung yang menyerupai ciptaan-Ku. Buatlah gambar jagung, biji-bijian, atau gandum . ang tidak Ay (Al-Mundziri, 2. Hadis ini menunjukkan bahwa agama Islam dengan tegas melarang pembuatan patung dan gambar makhluk hidup karena dapat disalahgunakan untuk mendakwahkan sesuatu. Sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid tidak boleh dihiasi dengan gambar dan patung makhluk hidup, baik di dalam maupun di luar. Ini karena prinsip-prinsip hukum Islam melarang penggunaan elemen hiasan tersebut. Oleh karena itu, untuk menghormati ajaran Islam dan menghindari penggambaran makhluk hidup, ornamen dengan bentuk floral dan geometris (Gambar . Gambar 10 : Penggunaan elemen geometris Gaya Arsitektur Gambar 11: letak geografis lokasi MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 92-108 Arsitektur Modern Untuk jenis arsitektur yang diterapkan pada Masjid Pasujudan dari teori yang tertera dengan gaya modern. Desain masjid saat ini dipengaruhi oleh kembalinya kepercayaan arsitektur modern yang menolak gaya arsitektur lama dan mendorong pendekatan desain bangunan yang lebih fungsional. Berdasarkan fungsi pada objek, lingkungan di wilayah tersebut awalnya berupa lahan kosong yang berada di dataran tinggi dan sekitarnya sebuah perumahan kecil serta dalam lingkup yang berdekatan mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang, hal itu perancang memfungsikan lahan dengan membangun masjid yang dapat dibutuhkan terutama sebagai tempat ibadah serta berkumpul. Sementara itu, masjid yang dibangun dapat menghidupkan sebuah ruang yang maksimal dengan konsep sesuai lingkungannya dan tidak bertentangan. Sedangkan berdasarkan bentuknya, masjid ini mempunyai bentuk yang tidak biasa yaitu bentuk segitiga seperti halnya pada Masjid Jamie Darussalam karya Ridwan Kamil yang memiliki bentuk yang sama. Secara literalnya konsep ini tidak lepas dari ilmu pengetahuan, pasti perancang berpikir untuk mengatasi suatu masalah yang ada di lapangan serta menemukan solusi dan inovasi dengan penemuan baru. Bentuk bangunan sudah memenuhi kaidah dari arsitektur modern, dimana bentuknya terlepas dari bentuk masa lalu dengan kebanyakan bentuk masjid-masjid yang berkembang dengan gaya timur tengah. Prinsip dari arsitektur modern dikenal dengan less is more, yaitu mempergunakan sedikit ornamentasi sebagai fungsi yang tidak hanya digunakan untuk penghias permukaan dinding. Seperti bagian bukaan bangunan tidak berupa pintu hanya saja ventilasi menyatu pada dinding yang terbuat dari aluminium dan besi. Kanopi masjid sebagai entrance untuk memasuki masjid dan jendelanya bukaan dari kolom yang tidak didindingi pada bagian bawah sebelah kanan Atap masjid ini berbentuk datar tidak mengerucut atau lancip pada bentuk segitiga umumnya. Sementara itu, struktur masjid menggunakan kolom baja yang miring sehingga membentuk segitiga dengan lebih 10 kolom yang disusun. Kritik terhadap Gaya Arsitektur Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran Semarang Gambar 12: kanopi sebagai entrance masjid Arsitektur Post-modern Dari pendapat yang dikemukakan oleh Charles Jenks membagi ciri-ciri arsitektur post modern terhadap Masjid Pasujudan sebagai berikut: Secara Ideological, masjid ini tidak jauh beda dari arsitektur modern yang memiliki arah dan tujuan yaitu memanfaatkan lahan kosong dan menciptakan ruang untuk adanya kehidupan serta bersifat umum. Serta memenuhi kebutuhan untuk pusat kegiatan keagamaan untuk umat muslim penduduk sekitar . Stylist, dari masjid berbeda dari segi bentuk, memiliki bentuk segitiga dari bawah sampai atas dan suasana di masjid tersebut menyatu dengan alam karena berada di dataran tinggi. Materialnya dari baja, kaca, aluminium memberi kesan modern dan kekinian. Ornamen yang berbentuk geometris . Design Idea, konsep yang diterapkan pada masjid menggunakan filosofi utamanya bentuk segitiga. sebagai simbolisasi dari hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, sesuai dengan ajaran agama Islam. Ramah lingkungan karena memakai konsep semi terbuka. Udara mengalir dari samping bangunan, arah belakang sehingga tetap sejuk meskipun pada saat udara panas. Secara alami, tidak memakai pendingin, tidak berpintu dan terbuka. KESIMPULAN DAN SARAN Masjid Pasujudan Ayodya Sekaran di Semarang adalah pusat keagamaan bagi umat muslim penduduk sekitar perumahan. Masjid ini dibangun di lahan yang masih terbuka dan dekat perbukitan. Pendekatan Arsitektur Islam menjadi jawaban atas permasalahan memudarnya penerapan nilai-nilai keislaman dalam desain bangunan religius seperti masjid. Prinsip dasar seni dan arsitektur diterapkan pada bangunan Masjid Pasujudan di Semarang. MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 92-108 Prinsip irama dan komposisi dalam desain arsitektur mengacu pada penataan elemen yang saling berharmoni. Prinsip keseimbangan dalam desain arsitektur umumnya mengarah pada simetri, point of interest, dan skala. Prinsip estetika digunakan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan desain arsitektur dan konstruksi material. Arsitektur modern mempengaruhi desain masjid, memadukan elemen-elemen arsitektur modern dengan desain Islam tradisional. DAFTAR PUSTAKA