Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Fase B Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Email: kakarrf@gmail. com, abas@uika-bogor. id, ulilamri. syafri@uika-bogor. 1,2,. Universitas Ibn Khaldun Bogor. Jawa Barat. Indonesia Abstract The Fun Creative Learning method is a fun learning strategy to create an effective learning environment, designed in such a way as to provide an atmosphere that is full of fun and most importantly not saturating and boring. The fun creative learning method is an easy way to educate early childhood because it suits their needs and stage of development. This research aims to find out the fin creative learning method applied at the 4th grade level of Islamic Elementary School between SDIT Al-Hidayah Bogor and SDIT SUIS (Sekolah Unggulan Isla. Bogor. As well as formulating a Fun Creative Learning Method that is extracted from the main sources of Al-Qur'an and As-Sunnah, and will be enriched with the thoughts of experts on the method. This research is a type of qualitative and field research. This research is descriptive in nature by taking the object of study at SDIT Al-Hidayah Bogor and SDIT SUIS Bogor. The data collection techniques used in this research are documentation, informant interviews, observation, and focus group discussion (FGD). The results obtained from this research are a fun creative learning method according to educational experts which contains teaching techniques from each method given. Keywords: Fun Creative Learning. Islamic Religious Education. Elementary School. Abstrak Metode Fun Creative Learning adalah strategi pembelajaran yang menyenangkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan didesain sedemikan rupa sehingga memberikan suasan yang penuh keceriaan dan yang paling utama tidak menjenuhkan dan Metode fun creative learning menjadi jalan kemudahan untuk menidik anak usia dini karena sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan mengetahui metode fin creative learning yang diterapkan pada jenjang kelas 4 Sekolah Dasar Islam antara SDIT Al-Hidayah Bogor dan SDIT SUIS (Sekolah Unggulan Isla. Bogor. Serta merumuskan sebuah Metode Fun Creative Learning yang digali dari sumber utama Al-QurAoan dan As-Sunnah, dan akan diperkaya dengan pemikiran pakar metode tersebut. Penelitian ini merupakan jenis kualitaif dan penelitian lapangan . ield researc. Penleitian ini bersifat deskriptif dengan mengambil obyek studi di SDIT Al-Hidayah Bogor dan SDIT SUIS Bogor. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara informan, observasi, dan focus group discussion (FGD). Hasil yang diperoleh dari penelitian in adalah sebuah metode fun creative learning sesuia pakar pendidikan yang didalamnya memuat teknik pengajaran dari setiap metode yang diberikan. Kata Kunci : Fun Creative Learning. Pendidikan Agama Islam. Sekolah Dasar. Cara Mensitasi Artikel:(APA . Farhan. , & Tamam. , & Syafri. , . Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Fase B. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 142-158. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: kakarrf@gmail. HistoriArtikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address:Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 00/00/2022 : 00/00/2022 : 00/00/2022 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. This Work is Licensed under(CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. PENDAHULUAN Pada dunia pendidikan guru menempati posisi krusial, sebab gurulah yang memfasilitasi siswa belajar, memilihkan seni manajemen belajar yang sinkron dengan karakteristik peserta didik. Berhasil tidaknya pendidikan juga dipengaruhi oleh kontribusi guru dalam pembelajaran. Terkait menggunakan kiprah pengajar di dalam memfasilitasi peserta didik belajar, pengajar haruslah memiliki info yang relatif dan akurat tentang keterandalan suatu strategi pembelajaran yang akan dipilihnya. Penelitian ini mencoba melakukan observasi untuk mendapatkan metode tentang keefektifan pendekatan pembelajaran PAI dengan fun learning. Proses pendidikan yang dicoba oleh banyak pendidik saat ini lebih cenderung pada pencapaian sasaran modul kurikulum, lebih mementingkan penghafalan konsep bukan pada uraian belaka. Hal ini mampu dicermati dari aktivitas pendidikan di dalam kelas yang senantiasa didominasi oleh guru. penyampaian modul, biasanya guru menggunakan tata cara ceramah, pada mana partisipan didik hanya duduk, mencatat, serta mencermati apa yang disampaikan oleh pendidik dan sedikit kesempatan untuk partisipan didik untuk bertanya. dengan demikian, atmosfer pendidikan jadi tak kondusif sehingga siswa jadi Suasana belajar aktif perlu taktik dan konsepsinya menggunakan cara membentuk kiat-kiat tertentu, melalui kiprah pengajar yang (Destri Anggaraini, 2. Agar proses pembelajaran berjalan secara lancar dan menaruh banyak rangsangan pada murid, maka pengajar hendaknya bukan hanya bisa mengetahui materi saja, namun yang paling krusial bagaimana guru bisa menentukan dan memakai pembelajaran yang menggunakan konteks materi mengandung kreativitas mengajar dalam memanfaatkan PAI. Secara lebih spesifik terdapat beberapa manfaat pada pembelajaran menyenangkan, yaitu penyampaian bahan ajar bisa diberikan sesuai kebutuhan usia anak-anak yang masih banyak bermain, proses pembelajaran demikian akan lebih kentara dan menarik, proses pembelajaran sebagai interaktif, menaikkan kualitas output belajar murid, dan memungkinkan proses belajar bisa dilakukan dimana saja dan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. kapan saja, bisa menumbuhkan sikap positif murid terhadap materi dan proses belajar, dan membarui kiprah pengajar ke arah yang lebih positif dan produktif. Perubahan pendidikan Islam secara langsung akan mempengaruhi metode belajar mengajar, dengan adanya perubahan zaman, pembelajaran akan lebih kritis dan kreatif dan melibatkan pemecahan masalah, karena kehidupan manusia memerlukan kemampuan menganalisis, mencari solusinya, dan berupaya mencari solusi. Proses menciptakan produk baru seringkali merupakan proses coba-coba, dengan tujuan menciptakan produk yang efektif dan hemat biaya. Pendidik pembelajaran dialogis. Siswa dianggap peserta aktif, mitra belajar, dan individu yang memiliki pengalaman(Priyanto, 2. Maka dari hal ini peneliti penting membahas seputar fun creative learning dalam pengajaran pendidikan agama Islam yang berada pada jenjang sekolah dasar Islam METODE Penelitian ini merupakan jenis kualitaif dan penelitian lapangan . ield Penleitian ini bersifat deskriptif dengan mengambil obyek studi di SDIT Al-Hidayah Bogor dan SDIT SUIS Bogor. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara informan, observasi, dan focus group discussion (FGD). Hasil yang diperoleh dari penelitian in adalah sebuah metode fun creative learning sesuia pakar pendidikan yang didalamnya memuat teknik pengajaran dari setiap metode yang diberikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Metode Fun Creative Learning Hamzah B. Uno menjelaskan bahwa metode adalah cara yang digunakan guru, yang dalam menjalakan fungisnya merupakan alat untuk mencapai tujuan Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, dengan kata lain metode yang dipilih masing-masing sama, namun menggunakan teknik yang berbeda-beda. (Hamzah B. Uno, 2. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. Bobbi De Porter menjelaskan bahwa strategi pembelajaran menyenangkan (Fun learnin. adalah strategi yang digunakan untuk menciptakan lingkungan memudahkan proses belajar yang mengakibatkan prestasi belajar peserta didik mengalami perbaikan. Pembelajaran menyenangkan merupakan pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga memberikan suasana penuh keceriaan, menyenangkan dan yang paling utama tidak membosankan. Dengan kata lain, pembelajaran yang menyenangkan adalah adanya pola hubungan yang baik antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup bila proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran berlangsung. Metode Metode yang menyenangkan menjadi sebuah kemudahan untuk mendidik anak usia dini karena sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan Metode fun learning juga bisa menciptakan suasana menyenangkan, tidak merasa terbebani dengan banyaknya materi, dan bisa diserap dengan baik dan Fun learning merupakan pembelajaran yang dirancang secara menarik sesuai minat peserta didik untuk mencapai pembelajaran yang menyenangkan. Startegi ini merupakan langkah yang menurut Meirer dalam Syahid, arti fun dalam kalimat fun learning dimaknai sebagai mendorong minat yang menghadirkan keterlibatan penuh dalam mewujudkan makna serta pemahaman yang membahagiakan peserta Metode fun learning yaitu cara belajar mengasyikan dan menyenangkan yang berpusat pada kondisi psikologis siswa dan atmosfir lingkungan dalam melakukan proses belajar mengajar. Metode ini merupakan cara untuk menciptakan rasa cinta dan keinginan untuk belajar . Konsep fun learning bukan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan namun tak terkontrol, namun fun learning mengarah pada suasana pembelajaran yang diciptakan melalui desain pembelajaran yang terencana. Adapun karakteristiknya yakni, dalam proses Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. pembelajaran akan muncul minat dan motivasi yang tinggi dalam belajar. Selain itu dalam penerapannya suasana mengajar akan dibuat senyaman mungkin untuk pembelajaran sehingga proses pembelajaran lebih aktif, kreatif, efektif, dan Adapun bentuk pembelajaran fun learning seperti pemberian ice breaking ketika pembelajaran yang bertujuan untuk memecahkan kebuntuan suasana, yang diupayakan melalui bernyanyi, bermain, bercerita, dan lain Kemudian pemanfaatan media berbasis teknologi maupun digitalisasi, sehingga era saat ini bermunculan platform pembelajaran, seperti kahoot, quiziz, edpuzzle, dan lain sebagainnya. Kemudian, pemberian pembelajaran berbasis art and craft, seperti mengerjakan wroksheet, prakarya, dan lainnya(Putri, n. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Mata pelajaran pendidikan agama Islam atau PAI pada setiap jenjang baik mulai SD sampai SMA memiliki bentuk yang berbeda, namun jika diparsialkan, siswa akan mempelajari mata pelajaran PAI sebagai berikut . Akidah Dalam mempelajari agama Islam pertama kali yang harus diajarkan adalah pembelajaran Akidah, yang merupakan asas atau pondasi di dalam meyakini Allah . Islam mendudukan pendidikan akidah pada kedudukan yang paling utama mendasar terutama pada kehidupan anak usia dini, maka ilmu dasar akidah yang terus dipupuk pada diri anak agar setiap kehidupannya dalam koridor akidah. Dalam konsep tarbiyah usia dini yang sangat mendasar adalah rukun Iman, sebagaimana Rasulullah belajar iman bersama malaikat jibril A aO eEOa eOIAUAENA a A aO aEaN aO aAUA aO aIE aENAUA a eI ae IIa NEEA:aA CaEAUAI uE eO aIIA a AOA e A Aa a e eIA. A aOae IIa ECaa aOeN aOaNAUAEaA Iman itu adala. Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk. Ay Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. Selain yang ditanamkan rukun iman yang enam kepada anak, adalah rukun Islam sebagai poros yang membedakan orang muslim dan kafir. Pada konsentrasi akidah walaupun masa usia dini belum bisa berfikir secara mendalam tentang semua hal tersebut, namun setidaknya anak telah memiliki pengetahuan dasar dari agamanya. (Aryani, 2. Pendidikan aqidah jangan sampai dipahami sebagai keyakinan rukun saja melainkan bagaimana seorang anak dapat menjadi salah satu hamba Allah AA yang taat kepada-Nya dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah A A. Ajaran akidah mengajak dan membina seorang muslim terutama menjadi insan yang berkualitas maka jelas dalam pemahaman ini, hasil dari anak yang lembaga cetak harus generasi IPTEK dan IMTAQ. (Ahmad Khaerudin, 2. Akhlak Akhlak merupakan corak karakter seseorang didalam memiliki sifat dalam kehidupan sehari-hari, terlebih diperuntukkan seorang anak. Saat ini Indonesia masih dilanda dengan krisis akhlak disebabkan kurang efektifnya pendidikan akhlak dan adab baik di rumah terlebih di sekolah. Maka demikian pentingnya memberikan lembaga pendidikan kepada anak yang tepat, agar mereka belajar baik tentang akhlak yang mulia. Akhlak adalah sebagai alat timbang seseorang didalam bersifat, bahkan RasulullahA Adiutus oleh AllahA Asebagai orang yang memperbaiki dan menyempurnakan akhlak manusia. Allah jadikan RasulullahAA sebagai panutan bagi seluruh manusia yang mana Allah berfirman dalam surat al Ahzab . ca AOEA AacEE aO E aO O aI Ee aA a AEacCa aEIa Ea aE I AO aA a ca eAa E aII aEIa aO aOA AIA a AacEE a aO U aA AacEE aE OA a ca AaOa aE aA Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. Sesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Guru dapat memberikan sebuah cerita tentang para ulama salafus sholih yang dapat menggugah hati para murid, agar senantiasa dapat menjadi cerminan kehidupan sehari-hari, terlebih pada cerita sahabat RasulullahA Ayang digambarkan karakter para sahabat RasulullahA Aalam surat At-Taubah . ayat ca AOA ca ca AaOEA acEEA a ca AA aOEacOIa acaaONaI u A a ACaOIa E a acOEaOIa IIa E aI ac aNOIa aO EaIA a A nI acA aA aO aa aN E a I ac aN a ac aEOIa AO aN e aa o acaEEA n cac Ea aN I a acIA a A I aN I aO aA a aA INa aOA a eAOA AEAa O a EaO aIA Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama . asuk Isla. dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungaisungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. Fikih Al-Fiqh memiliki arti adalah pemahaman, maksudnya adalah pemahaman akan tentang syariat yang disertai dalil-dalil syarAoi. Jadi fiqih merupakan ilmu yang menjelaskan tentang amal manusia sehari-hari dengan dalil syarAoi menjelaskan tata caranya. Dari hal ini, guru mengajarkan anak memiliki konsep dasar ilmu Fiqih yang ringan seperti thoharoh . , shalat, puasa, dan sebagainya, mengimplementasikan pada kehidupannya, sehingga dari sejak dini tidak melakukannya secara sembarangan. (Ruwaida, 2. Pembelajaran fiqih pada saat ini harus meliputi skill keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Mempelajari hukum fiqih berarti anak mengetahui Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. minimal dasar dari hukum tersebut, contoh misalnya seperti wudhu, atau sholat berjamaAoah. Dan tidak kalah penting, bahwa seluruh ilmu fiqih bertujuan untuk meningkatkan rasa ketaatan seorang hamba kepada Allah. 19 Hal ini Allah berfirman dalam surat at-Taubah . ayat 122 . a AaO aI aEIa E aI IIaOIa EOaIA aOe aEeAac o AaEa OaE Ia a II aEE A Ca n I I aN IA A EOaCac aNOe AOA aAeAA aAEOI aOEOaI aOe Ca O aI aN I ua a aa eOe uEa ON I EaaEac aN I Oa a aOIA Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya . e medan peran. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. Siroh Mengetahui sejarah perjalanan Rasulullah merupakan hal yang penting di dalam kehidupan kaum muslim terutama anak-anak, yang pada sejak dini pengajar harus mengisahkan kehidupan beliau dari lahir hingga wafatnya, dengan tujuan timbulnya mahabbah . asa cint. kepada Rasulullah, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Ali-Imran . ayat 31 yang menjelaskan tentang kecintaan seorang hamba Allah mesti mengikuti ajaran RasulullahAA. ca AacEEa aOOa A Ea aE I aIaOa aE oI aOA ca AacEEa acaOIO O a aE aIA ca aACa E uI aEI a I aacOIA AO acOIA a acEEA a Katakanlah: "Jika kamu . enar-bena. mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Perbedaan dan Ragam antara Metode Fun Creative Learning dan Ice Breaking Perlu diketahui bahwa metode fun creative learning memiliki perbedaan dengan metode ice breaking walaupun didalamnya terdapat tujuan yang sama Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. yaitu menumbuhkan rasa semangat belajar dan menghilangkan rasa kejenuhan dalam pembelajaran berikut merupakan perbedaan, manfaat, keutamaan, dan ragam macam sajiannya. Ice Breaking Ice breaking atau AurefocusAy, sebagai teknik yang digunakan dalam suatu forum untuk memecahkan kebekuan dan kejenuhan yang terjadi dalam forum Alasan penggunaannya, audien/siswa perlu dilibatkan dalam forum sehingga muncul sense of belonging dan kebersamaan, adanya kejenuhan bila suasana belajar dalam waktu yangrelatif lama, keterbatasan konsentrasi tiap orang dalam menerima informasi, dan beragamnya kondisi . odalitas belaja. para siswa sebelum proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran di kelas, ice breaking dibutuhkan oleh guru dan siswa. Tujuan dari penggunaan ice breaking antara lain: Mengarahkan otak agar berada pada kondisi gelombang alfa . d 12 H. Membangun Menjaga stabilitas kondisi fisik maupun psikis audien/siswa agar senantiasa fresh dan nyaman dalam menyerap informasi. Adapun manfaat dari penggunaan ice breaking dalam pembelajaran di kelas Terjadinya proses penyampaian dan penyerapan informasi secara optimal dan maksimal. Tumbuhnya motivasi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Menguatkan hubungan antara guru dengan siswa Ice breaking dalam konteks pembelajaran di kelas memang digunakan untuk mencairkan suasana, menjaga konsentrasi belajar, membina hubungan baik antar warga kelas, pun dapat digunakan untuk menajamkan ingatan dalam pelajaran. Penggunaan ice breaking bagi guru berguna mengangkat citra positif pembelajaran, sedangkan bagi siswa pembelajaran menjadi tidak menjemukan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. tetapi menyenangkan. (Luthfi, 2. Berikut merupakan contoh dari ice . Mosque Puzzle Mosque puzzle adalah permainan dengan anak didik mencari gambar Masjid baik mencari di majalah maupun internet, kemudian cetak gambar tersebut, dan menyediakan karton untuk diberi garis tebal. Kemudian memotong gambar masjid tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk siap ditempel pada karton bergaris tersebut. Hal ini dapat dilakukan secara berkelompok 3-5 orang agar memudahkan dari permainan tersebut. Tebak Pasangan Malaikat Bentuk lain dari metode fun creative learning yang dapat dilakukan oleh anak adalah yang berkenaan tentang mengenal keimanan kepada malaikat dengan permainan Aotebak pasangan malaikatAo. Hal ini memudahkan guru untuk mengajarkan pendidikan agama Islam pada materi rukun iman yang enam baik nama-nama, tugasnya dan mengambil hikmah yang dapat diambil dari bentuk pengenalan kepada malaikat serta yang tidak kalah lebih penting adalah, mengenal perbedaan antara sifat manusia dan malaikat, hal ini tertuang dari firman AllahA Apada surat Al-AoAnam . a aAEa O aE I a aAU aac ac eO ua a e a a aa aE aI E aI Oa aaOAac NA a AaON aaO ECaN a Aa OCa a nN aOO a aEA a AEaIa aON aI aaE Oa aAOIA a a Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikatmalaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. Secara kartondanmenggantinya menjadi 30 buah yang setiap kartu terdapat nama-nama malaikat, tugas dan ilustrasi yang mendeskripsikan tugas malaikat tersebut. Visual gambar dapat dicari di berbagai media baik cetak maupun elektronik yang kemudian dapat ditempelkan pada kartu tersebut . Tebak Mukjizat Para Nabi dan Rasul Selain mengajarkan keimananan kepada para malaikat, anak didik dapat melakukan metode fun creative learning dalam bentuk Aotebak mukjizatAo. Hal ini mengajarkan kepada dalam mengenal keistimewaan para nabi dan rasul didalam menjalani tugas dakwah oleh Allah, bahwa mereka sesungguhnya didalam pertolongan Allah A Adidalam menunjukkan bahwa mereka merupakan utusan Allah yang membawa wahyu dan perintah kepada kaumnya agar beribadah kepada Allah AA. Mukjizat ini tertuang pada firman Allah A Apada surat Al-Isra . a a AAe a aOuIO aEA aAIacEA ca AEI a aI e aIa aE ac aeN aEe u acaE aac EA a ACa aE EaCa A a aA ac aI ac aO aO E a A AaOA A O aI aI A a AacOaA A Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata. dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa". Guru didalam pembelajaran ini menjelaskan ciri-ciri dari karakter sifat dari salah satu nabi dan rasul serta memberikan kata kunci-kunci yang dapat ditebak oleh para anak didik agar sedikit banyak mempermudah di dalam menjawabnya seperti mukjizat dari nabi Sulaiman dengan kata kunci orang yang bijaksana, mempunyai kerajaan, seorang anak nabi, namanya berawal dari huruf S, dan Dari siswa yang menjawab guru memberikan poin bagi yang dapat menebak nama nabi tersebut. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. Fun Creative Learning Sebagaimana yang telah dijelaskan pengertian dari fun creative learning diatas yaitu metode yang menyenangkan agar dapat membangun minta belajar dan terhindar dari kejenuhan serta kebosanan. Perbedaan dari ice breaking adalah bahwa Fun Creative Learningmerupakan suatu metode yang telah melewati hasil riset pakar pendidikan diantaranya adalah . Artikulasi Model pembelajaran artikulasi merupakan model pembelajaran yang dalam prosesnya siswa dituntut untuk bisa berperan sebagai penerima pesan sekaligus berperan sebagai penyampai pesan. Sedangkan menurut Suprijono, model pembelajaran artikulasi merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa aktif dalam pembelajaran dimana siswa dibentukmenjadi pasangan yang masing-masing siswa dalam pasangan tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman pasangannya tentang materi yang baru dibahas. Dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran artikulasi merupakan model pembelajaran dimana untuk menyampaikan materi yang diperoleh dari guru kepada pasangannya secara Dalam hal ini peserta didik dituntut untuk bisa berperan sebagai Aupenyampai pesanAy sekaligus sebagai Aupenerima pesan. Ay Dengan demikian, peserta didik tidak hanya dituntut untuk menjadi pendengar saja, tetapi juga diwajibkan untuk menyampai-kan kembali materi yang didengarnya tersebut kepada teman pasangannya. (Agus Miftakus Surur et al. , 2. Mind Mapping Metode Mind Mapping dimulai dengan satu ide atau tema yang memiliki banyak pemikiran terkait yang dapat dimanfaatkan siswa untuk menghasilkan banyak ide tentang satu konsep atau tema. Ini menyederhanakan topik yang kompleks menjadi pola sederhana yang menarik dan mudah dipahami. Dalam membuat peta pikiran atau mengungkapkan ide, menanamkan kemampuan unik pada siswa. Proses pengembangan ide juga mendorong pengembangan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. kemampuan untuk menggabungkan ide, yang mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru. Setelah itu, siswa mempresentasikan bentuk peta pikiran yang berwarna-warni dan unik di depan kelas untuk mengajarkan siswa bagaimana memahami peta pikiran yang mereka buat sendiri dan mengekspresikan ide-ide mereka secara jelas di depan kelas. (Darusman, 2. Student Facilitator Explaining Metode Student Facilitator and Explaining adalah metode bagi siswa untuk menyampaikan ide atau pendapat kepada siswa lain. Metode Student Facilitator and Explainingmerupakan model pembelajaran kolaboratif yang menggunakan kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 siswa berdasarkan heterogenitas kemampuan akademik, keragaman gender, dan latar belakang sosial Pendekatan pembelajaran kolaboratif tipe ini akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan jika siswa terlibat aktif dalam merancang materi pembelajaran yang akan disajikan. Dengan cara ini siswa memahami dan mampu memahami mengungkapkan ide-ide. Selain itu, guru dapat mengajak siswa untuk mengembangkan potensinya dalam mengungkapkan ide atau pendapat secara (Muslim, n. Penerapan Metode Fun Creative Learning di SDIT Al-Hidayah Bogor dan SDIT SUIS (Sekolah Unggulan Isla. Bogor Berikut merupakan tabel perbandingan dari metode creative fun learning terhadap dua sekolah tersebut . Mata Pelajaran SDIT Al-Hidayah SDIT SUIS HASIL Pada Akidah Tanya Jawab metode ini sama. Diskusi Presentasi Ice Breaking didalam metode Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. Mata Pelajaran SDIT Al-Hidayah SDIT SUIS HASIL Keduanya memiliki metode tersendiri, namun Permainan harta karun surat dan Environment ayat (Ice Al-QurAoan lapangan, taman. Artikulasi . ada tahfidz dan Artikulasi yang sama yaitu siswa agar dekat luar dan dapat Breakin. elajar di tahsin AlQurAoa. Al- QurAoan mentadabburi isi kandungan surat dan ayat Kedua Ilustrasi Gambar alat metode . ebagai Fiqh Picture and Picture Mind Mapping Sekolah cara bersuci dan yang baik dan benar. Akhlak Everyone Teacher here Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Bina akhlak Kedua Sekolah Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. Mata Pelajaran SDIT Al-Hidayah The Power of Two SDIT SUIS HASIL saat sesi terakhir namun di SDIT Al-Hidayah lebih daripada sekedar membina akhlak secara monoton Siroh Berkisah Berkisah Kedua Sekolah memiliki metode keteladan para Nabi yang sama, yaitu dan Rasul Nabi dan Rasul Diskusi kelompok Artikulasi Diskusi Artikulasi konsep keteladan Nabi dan Rasul Allah AA KESIMPULAN Berdasarkan penelitian dan analisis peneliti pada metode fun creative learning dalam pengajaran pendidikan agama Islam di sekolah dasar Islam, inginnya peneliti memberikan saran masukan kepada lemabaga sekolah dan guru PAI. Lembaga Sekolah, agar senantiasa mengembangkan terus metode fun creative learning dalam pengajaran PAI agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman yang semakin modern, dan senantiasa mengevaluasi dari kekurangan metode yang telah diajarkan kepada peserta didik. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2022 Rakha Ryanki Farhan. Abas Mansur Tamam. Ulil Amri Syafri Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolaha. Guru PAI, agar senantiasa memperbaru wawasan dalam menerapkan metode ini agar dapat memiliki ide-ide, gagasan-gagasan yang kreatif demi menghasilkan peserta didik yang sholih, kreatif, dan berakhlak mulia. Kepada peneliti setelahnya, tidak ada kata kesempurnaan dalam penulisan ini kecuali ilmu Allah A Amaka jangan menjadikan penelitian ini sebagai sumber primer dan harus diikuti oleh tulisan Ilmiah yang berkualitas. REFERENSI