Tersedia di https://jurnal. id/index. php/JPMK/ Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Volume 6 No 2, 2024, 4-8 EDUKASI PENANGANAN AWAL KEGAWATDARURATAN PADA BAYI, BALITA DAN ANAK DI KELURAHAN MANGUNHARJO KOTA SEMARANG EDUCATION ON EARLY EMERGENCY HANDLING FOR INFANTS. TODDLERS, AND CHILDREN IN MANGUNHARJO VILLAGE SEMARANG CITY Ariyani Lutfitasari1. Umi Khasanah2 Program Studi Kebidanan. FIKKES. Universitas Muhammadiyah Semarang Email: ariyani lutfitasari@unimus. ABSTRAK Kondisi darurat dapat terjadi di mana saja, termasuk di rumah Anda. Misalnya, tersedak tiba-tiba saat makan, atau terkena luka bakar dan kejang karena demam di rumah. Situasi ini perlu ditangani segera. Setiap orang harus diberi pengetahuan dan pelatihan praktis tentang cara memberikan pertolongan pertama dalam situasi gawat darurat di lingkungan rumah dan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diadakan di Balai RW 5 Kelurahan Mangunharjo, dan 16 orang hadir. Sebelum acara dimulai, bayi, balita, dan anak-anak diuji keterampilan penanganan awal kegawatdaruratan. Selanjutnya, presentasi PowerPoint dan demonstrasi penanganan awal kegawatdaruratan pada bayi, balita, dan anak-anak digunakan untuk memberikan pendidikan kesehatan menggunakan lembar observasi. Pengukuran dilakukan setelah ujian. Pendidikan dimulai dengan penjelasan tentang apa itu tersedak, kejang, dan diare, serta penyebab, tanda, dan gejalanya. Selanjutnya, demonstrasi pertolongan pertama pasien tersedak dilakukan dengan menggunakan teknik backblow, penanganan, kejang, dan diare, serta tanya jawab. Program peningkatan pengetahuan ibu untuk melakukan penanganan awal kegawatdaruratan pada bayi, balita, dan anak ini dimulai dengan tes pra-pemeriksaan untuk melihat seberapa banyak pengetahuan ibu tentang tanda dan gejala, pencegahan, dan pertolongan pertama. karena tidak dapat memberikan informasi yang tepat tentang kategori pecegahan dan pertolongan pertama untuk penanganan awal kegawatdaruratan bayi, balita, dan anak-anak. Hasil pretest pengetahuan ibu menunjukkan empat ibu . %) memiliki pengetahuan yang baik dan dua belas ibu . %) memiliki pengetahuan yang kurang. Kebanyakan pertanyaan tentang pertolongan pertama dan pencegahan. Kata Kunci : Gawat Darurat. Anak. Diare. Kejang. Tersedak ABSTRACT Emergencies can occur anywhere, including in your home. For example, sudden choking while eating, or getting burns and seizures due to fever at home. This situation needs to be dealt with immediately. Everyone should be given practical knowledge and training on how to provide first aid in emergencies in the home and family environment. Community service activities were held at the RW 5 Hall. Mangunharjo Village, and 16 people attended. Before the event began, infants, toddlers, and children were tested on their emergency initial handling skills. Furthermore. PowerPoint presentations and demonstrations of emergency initial handling in infants, toddlers, and children were used to provide health education using observation sheets. Measurements are taken after the exam. Education begins with an explanation of what choking, seizures, and diarrhea are, as well as their causes, signs, and symptoms. Furthermore, the first aid demonstration of choking patients was carried out using backblow techniques, handling, seizures, and diarrhea, as well as questions and answers. This mother's knowledge enhancement program to carry out early emergency care for infants, toddlers, and children begins with a pre-screening test to see how much mothers know about signs and symptoms, prevention, and first Because it cannot provide accurate information about the prevention and first aid categories for the initial handling of infants, toddlers, and children's emergencies. The results of the maternal knowledge pretest showed that four mothers . %) had good knowledge and twelve mothers . %) had less knowledge. Most questions about first aid and prevention Keywords: Emergency. Pediatrics. Diarrhea. Seizures. Choking Copyright A 2024. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 5 Volume 6 No 2, 2024 PENDAHULUAN Kematian anak di Indonesia banyak ditemukan pada usia neonatal dan bayi Pada fase ini, bayi baru lahir sangat rentan terhadap gangguan kesehatan dikarenakan adanya proses adaptasi dari intrauterin ke ekstrauterin serta daya tahan tubuh yang masih rendah(Feri & Oktaviani. Gawat darurat adalah keadaan di mana seseorang memerlukan pertolongan pertolongan pertama dapat mengancam nyawanya atau menyebabkan kecacatan permanen(Gaol et al. , 2. Kesehatan anak merupakan masalah nasional dan masyarakat karena status kesehatan anak merupakan indikator kesejahteraan negara (Hardini & Barmawi. Satu juta anak di bawah usia lima tahun mencari perawatan medis setiap tahun karena cedera tak disengaja, yang merupakan penyebab kematian utama pada anak di bawah usia lima tahun (Anam et al. Angka kematian pasien tersedak di Inggris Makanan tersangkut di kerongkongan adalah penyebab paling signifikan. Menurut Data Kantor Statistik Nasional, ada 289 kematian pada tahun 2016, peningkatan sebesar 17% dari tahun sebelumnya (Pardede et al. Kondisi darurat tidak hanya terjadi di tempat yang ramai, tetapi juga di perumahan atau pemukiman warga. Misalnya, tiba-tiba tersedak saat makan, atau terkena luka bakar dan kejang di rumah karena demam. Situasisituasi ini harus ditangani segera, mungkin dalam hitungan menit atau detik. Oleh karena itu, setiap warga harus diberi pengetahuan dan pelatihan praktis tentang cara memberikan pertolongan pertama pada situasi gawat darurat di lingkungan rumah dan keluarga (Meinapuri, 2. Anak balita sering mengalami kecelakaan seperti tersedak, terjatuh, tertusuk benda tajam, luka bakar, keracunan, memar, dan tenggelam. Orang tua yang tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kecelakaan hampir semua hal dapat dicegah dan diobati. Orang tua harus memahami dasar-dasar pertolongan mencegah, mengurangi risiko, dan menangani kecelakaan (Triwidiyantari & Sari, 2. Masalah-masalah tersebut dapat bersifat ringan sampai munculnya kasus kegawatdaruratan yang berat dan seringkali mulainya terjadi di rumah (Departemen Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Mayoritas masalah kegawatan pada anak termasuk demam, diare, kekurangan cairan, sesak napas, kejang, aspirasi . , sindrom kematian tiba bayi (SIDS), dan bayi kuning (Wilson, 2. Bayi dengan kondisi seperti ini sangat bergantung pada orang tua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dan sangat membutuhkan perhatian dari ibu mereka. Komplikasi yang dapat menyebabkan kematian pada bayi dapat terjadi karena deteksi dini yang terlambat, kesadaran orang tua untuk melihat dokter, dan penanganan awal yang kurang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menangani situasi bayi yang sakit gawat atau darurat (Feri & Oktaviani, 2. METODE Balai RW 5 Kelurahan Mangunharjo adalah tempat kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diikuti oleh 16 orang. Pre-test pengetahuan tentang penanganan awal kegawatdaruratan pada bayi, balita, dan anak dilakukan sebelum kegiatan Kemudian, dengan menggunakan lembar observasi, pendidikan kesehatan diberikan melalui presentasi PowerPoint dan demonstrasi penanganan awal kegawatdaruratan pada bayi, balita, dan anak di depan responden. Kegiatan diakhiri dengan pengukuran post-test. Pendidikan dimulai dengan penjelasan tentang apa itu tersedak, kejang, dan diare, serta penyebab. Kemudian, demonstrasi pertolongan pertama pasien tersedak dilakukan dengan menggunakan teknik backblow, penanganan, kejang, dan Copyright A 2024. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 6 Volume 6 No 2, 2024 diare, serta tanya jawab. HASIL DAN PEMBAHASAN Program peningkatan pengetahuan ibu kegawatdaruratan pada bayi, balita, dan anak ini dimulai dengan tes pra-pemeriksaan untuk mengetahui seberapa banyak pengetahuan ibu tentang tanda dan gejala, pencegahan, dan pertolongan pertama. Karena belum dapat memberikan jawaban yang tepat tentang kategori pecegahan dan pertolongan pertama untuk penanganan awal kegawatdaruratan bayi, balita, dan anak-anak. Hasil pretest pengetahuan ibu menunjukkan bahwa empat ibu . %) memiliki pengetahuan yang baik, dan dua belas ibu . %) memiliki pengetahuan yang kurang. Kebanyakan pertolongan pertama anak tersedak memiliki jawaban yang salah. Setelah edukasi kesehatan diberikan melalui demonstrasi pertolongan pada anak yang tersedak, kejang, dan diare, dan setelah sesi tanya jawab, tes dilakukan setelahnya. Post-tes, ditemukan bahwa tiga ibu memiliki pengetahuan kurang dan tiga ibu memiliki pengetahuan baik . 25%). karena masih belum dapat memberikan jawaban yang tepat tentang kategori pecegahan dan pertolongan pertama untuk anak tersedak, kejang dan Studi menunjukkan bahwa balita paling sering mengalami kecelakaan di rumah. Terutama jika tidak ada pengawasan yang cukup, item atau lingkungan di rumah tidak ramah anak. Kecelakaan dan insiden memang bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada Balita melakukan tugas fase oralnya, dan dia senang memasukkan apa pun ke Orang tua harus memastikan mainan yang dimainkan anak aman dan tidak terlalu kecil sehingga dapat tertelan. Dalam hal makanan, orang tua harus selalu mengawasi anak saat mereka belajar makan makanan padat atau sayuran kukus. Hal ini dilakukan karena anak-anak tidak akan dapat mengunyah atau tersedak ketika potongan makanan terlalu besar (Hardini & Barmawi. Bangkitan kejang demam paling sering terjadi pada anak-anak berusia antara 6 bulan dan 22 bulan. Pada usia 18 bulan, kasus tertinggi terjadi. Kejang demam dapat menyebabkan gangguan tingkah laku, penurunan intelegensi, dan penurunan pencapaian akademik pada 4 persen penderita. Kejang demam harus diperhatikan, dan pengobatan yang tepat dapat mengatasi kejang dan mengurangi efek sampingnya (Maghfirah & Namira. Tersedak adalah ketika saluran pernafasan tersumbat oleh sesuatu di dalam atau di luar tubuh. Anak-anak sering tersedak karena makanan dan benda asing, serta posisi menyusu yang tidak tepat. Jika sumbatan menutup sebagian jalan nafas, anak akan batuk dan mengeluarkan suara Jika sumbatan menutup jalan nafas sepenuhnya, anak akan mengalami gejala seperti kesulitan bernafas, batuk, dan warna kebiruan pada bibir. Penanganan untuk anak usia di atas satu tahun termasuk teknik Heimlich, yang merupakan hentakan cepat ke arah dalam di antara ujung sternum dan umbilicus. untuk bayi dan anak di bawah satu tahun, teknik pukulan balik dan tepukan punggung . epukan lima kali di antar. scapula/tulang belikat dan memberikan tekanan pada sternum sebanyak 5 kali (Siregar & Pasaribu, 2. Diare adalah buang air besar dengan frekuensi lebih sering . ebih dari 3 kali sehar. , dan bentuk tinja lebih cair dari Dengan dikatakan terkena diare jika sudah lebih dari 3 kali buang air besar, sedangkan neonatus dikatakan diare jika sudah lebih dari 4 kali buang air besar (Hanafiani & Irianti, 2. SIMPULAN Di Kelurahan Mangunharjo. Kota Semarang, kegiatan edukasi tentang penanganan awal kegawatdaruratan untuk bayi, balita, dan anak-anak telah berhasil Copyright A 2024. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 7 Volume 6 No 2, 2024 menangani situasi darurat pada anak-anak. Peserta pengetahuan tentang cara menemukan tandatanda gawat darurat dan melakukan tindakan pertama yang tepat untuk menanganinya. Sangat membantu untuk mempersiapkan masyarakat untuk melakukan tindakan pertolongan pertama sebelum mendapatkan bantuan medis profesional, yang dapat mengurangi kemungkinan komplikasi lebih DAFTAR PUSTAKA