PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. May Ae July e-ISSN : 2622-6383 doi: 10. 57178/paradoks. Pengaruh Good University Governance terhadap Mutu Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta Sule Datu Pongmangngatta1*. Putriana Kristanti2 12210645@students. id1*, putrianak@staff. Program Studi Akuntansi. Fakultas Bisnis. Universitas Duta Wacana. Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta1*&2 Abstract This study aims to analyze the influence of Good University Governance (GUG) on the quality of library services in the Special Region of Yogyakarta. Good University Governance, which encompasses the principles of transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness, is believed to contribute to the improvement of service quality, including within university libraries as centers of information and learning. The research object consists of university libraries located in the Special Region of Yogyakarta. Data were collected using a purposive sampling approach, where informants were selected based on specific considerations relevant to the research objectives. The data collection methods included both quantitative and qualitative The quantitative data were obtained through questionnaires using a Likert scale, while qualitative data were gathered through interviews with several library heads. The findings indicate that transparency, responsibility, and independence have a significant influence on the quality of library services. However, accountability and fairness do not appear to have a significant impact. Keyword: Good University Governance. Library Service Quality. Transparency. Responsibility. Independence. Higher Education This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah governance merujuk pada proses pengelolaan yang mencakup sistem, struktur, dan mekanisme dalam memimpin sebuah organisasi atau negara. Dalam konteks sektor publik, tata kelola menjadi prinsip fundamental yang digunakan lembaga atau institusi pemerintah untuk menjalankan tugastugas publik secara efektif. Institute of Internal Auditors . menjelaskan bahwa tata kelola di sektor publik melibatkan serangkaian aturan dan mekanisme yang membimbing jalannya program-program organisasi, guna menjamin pencapaian tujuan melalui cara yang etis dan bertanggung jawab sesuai dengan norma-norma masyarakat. Kesadaran akan pentingnya tata kelola mulai menguat sejak krisis global 1998Ae1999 yang turut berdampak pada beberapa negara Asia, termasuk Indonesia (Governansi, 2. Secara umum. PUGSPI 2022 merumuskan tiga belas nilai dasar dalam tata kelola sektor publik, yakni: kepemimpinan, etika dan kejujuran, supremasi hukum, transparansi, independensi, akuntabilitas, amanah, berorientasi pada pelayanan, kompetensi, harmonisasi, loyalitas, adaptabilitas, dan kolaborasi. Selain itu. PUGSPI juga menekankan enam elemen utama, yaitu: menanamkan tata kelola yang baik dalam sektor publik, membangun relasi dengan para pemangku kepentingan, memperkuat akuntabilitas eksternal, meningkatkan tanggung jawab internal, menerapkan manajemen risiko yang tepat, serta memperkuat tata kelola dalam politik dan peran serta masyarakat (Governansi, 2. Tata kelola yang baik akan memperkuat akuntabilitas lembaga terhadap para pemangku kepentingan dan berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi setiap organisasi untuk Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 29 menerapkan praktik tata kelola yang sesuai dengan konteks dan risiko yang dihadapi. Di Indonesia, seluruh lembaga pendidikan dituntut untuk senantiasa meningkatkan standar kualitasnya. Pada tingkat perguruan tinggi, akreditasi dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sementara untuk unit perpustakaan perguruan tinggi, akreditasi dilakukan secara terpisah oleh Perpustakaan Nasional. Akreditasi ini menjadi tolok ukur dalam menentukan mutu suatu perpustakaan. Perpustakaan dikatakan berkualitas jika telah memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi. Tujuan dari akreditasi tersebut adalah untuk memperkuat kepercayaan publik dan pemustaka terhadap kinerja perpustakaan dan menjamin konsistensi kualitas layanan yang diberikan (Susiati, 2. Selama ini, praktik tata kelola lebih sering dikaitkan dengan organisasi berorientasi Padahal, salah satu tantangan utama dalam kualitas pendidikan di Indonesia adalah belum optimalnya penerapan prinsip tata kelola di lingkungan pendidikan (Talika Khairunisa et al. , 2. Oleh sebab itu, konsep Good University Governance (GUG) hadir sebagai kerangka untuk mengarahkan manajemen perguruan tinggi agar selaras dengan visi dan misi institusi. Penerapan GUG diyakini dapat mendorong terciptanya excellent university (Viverdy Memah, 2. Perguruan tinggi dengan tata kelola yang baik tidak hanya menjamin keberlanjutan institusi, tetapi juga menghasilkan lulusan yang kompeten, sesuai standar, dan mampu bersaing di dunia kerja (Talika Khairunisa et al. , 2. Pelayanan perpustakaan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya. Upaya peningkatan mutu layanan perpustakaan menjadi suatu keharusan agar mampu bersaing, membangun kepercayaan publik, serta menjamin keberlanjutan institusi (Mulkan Ritonga et al. , 2. Untuk itu, setiap penyelenggara dan pengelola perpustakaan perguruan tinggi perlu berpedoman pada standar nasional yang telah ditetapkan (Perpustakaan Nasional RI, 2. Perpustakaan perguruan tinggi memegang peran penting sebagai pusat informasi bagi seluruh aktivitas akademik di lingkungan kampus. Dalam upaya mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, perpustakaan perlu menjadi unit pendukung yang mampu menyediakan referensi dan informasi berkualitas (Nadhifah, 2. Informasi adalah kekuatan yang membentuk peradaban, dan fungsi utama perpustakaan adalah menyediakan literatur untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakatAisebagaimana amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi (Fadilla, 2. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengkaji apakah prinsip Good University Governance (GUG) berpengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan perguruan tinggi. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi mutu layanan ini, namun tata kelola universitas yang baik diyakini sebagai salah satu faktor utama yang mampu meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Wijatno . menjelaskan bahwa GUG bertumpu pada lima prinsip utama yang diadaptasi dari prinsip Good Governance, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan. Metode Analisis Penelitian ini menggunakan metode campuran . ixed method. , yaitu menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada tahap pertama, dilakukan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pemustaka untuk mengukur sejauh mana penerapan prinsip Good University Governance berpengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya, pada tahap kedua, penelitian dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan kepala perpustakaan guna memperkaya dan menjelaskan lebih lanjut temuan kuantitatif yang diperoleh sebelumnya. Penggunaan metode campuran ini memungkinkan peneliti tidak hanya memahami hubungan secara statistik, tetapi juga menangkap dinamika dan konteks sosial yang melatarbelakangi hasil yang muncul. Dengan demikian, pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 30 komprehensif mengenai pengaruh Good University Governance terhadap kualitas layanan Data dalam penelitian ini terdiri atas dua jenis, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif bersifat numerik dan diperoleh melalui kuesioner yang disusun berdasarkan persepsi responden terhadap penerapan lima prinsip utama Good University GovernanceAiyakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilanAiserta persepsi mereka terhadap mutu layanan perpustakaan. Responden dalam tahap ini adalah para pemustaka. Sementara itu, data kualitatif bersifat deskriptif dan mendalam, dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala perpustakaan terpilih. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner dan wawancara. Kuesioner dirancang menggunakan skala Likert . Ae. dan terdiri dari indikator-indikator yang merepresentasikan setiap variabel penelitian secara sistematis. Sedangkan teknik wawancara digunakan untuk menggali informasi secara mendalam dari para kepala perpustakaan. Pemilihan informan, dalam hal ini perpustakaan perguruan tinggi dan kepala perpustakaannya, dilakukan secara purposive sampling. Populasi penelitian ini mencakup perpustakaan perguruan tinggi yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan telah terakreditasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Akreditasi perpustakaan tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yaitu predikat A. B, dan C. Definisi Konsep dan Operasional Penelitian ini disusun untuk meguraikan bagaimana pengaruh variabel independent berupa penerapan prinsip dasar dari good university governance (GUG) yaitu Transparansi, akuntanbilitas, akredibilitas, responsibilitas dan keadilan mengenai hubungan variabel dependen berupa mutu layanan perpustakaan perguruan tinggi. Berikut indikator dari setiap variabel dependen dan independen yang digunakan pada kuesioner berikut: Mutu Layanan Perpustakaan Mutu layanan perpustakaan tidak hanya sekedar memberikan informasi tentang koleksi buku. Tetapi layanan perpustakaan juga meliputi fungsi layanan, jenis layanan bahkan sistem layanan (Mathar, 2. Mutu layanan perpustakaan berkaitan dengan jasa yang diberikan oleh pengelola perpustakaan kepada Indikator mutu layanan perpustakaan meliputi: Tangible . erdiri dari fasilitas fisi. Realibility . enyediakan informasi yang dibutuhka. Daya tanggap ( keinginan para staff untuk membantu pemustak. Jaminan . encangkup pengetahuan, kemampuan dan kesopana. Empati ( Kepedulian serta perhatian terhadap pemustak. Sumber: (Nugraha, 2. Good University Governance (GUG) Penetapan prinsip dasar dari Good University Governance (GUG) di perguruan tinggi memberikan dampak yang positif dalam pengelolaan pada perguruan tinggi yang baik. Adapun 5 nilai-nilai Good University Governance (GUG) yaitu: Transpransi Dorongan reformasi yang makin memaksa adanya keterbukaan pada setiap bidang masyarakat, dan fokus utama yaitu menciptakan tata kelola kepemimpinan yang bersih (Pranot. Transparansi adalah salah satu nilai yang menjadi faktor untuk meningkatkan kualitas layanan pada perpustakaan. Transparansi bisa digapai dengan ideal maka diperlukan kualitas, dimulai dengan perancangan Transparansi hingga penyuluhan Transparansi kepada pihak terkait (Negoro, 2. Indikator melakukan Transparansi meliputi: Keterbukaan informasi . Ketersediaan informasi yang relevan . Menyajikan informasi keuagan yang akurat kepada pihak yang Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 31 . Akurat kepada pihak yang berkepentingan mengenai pengelolaan Sumber: (Liviawati et al. , 2. Akuntabilitas Akuntabilitas salah satu faktor kewajiban untuk mempertanggungjawabakanb dan menerapkan kinerja, pimpinan organisas untuk pihak yang mempunyai hak untuk meminta pertanggungjawaban (Siti Rahmah et al. , 2. Akuntabilitas berkaitan erat dengan transparansi. Berikut indikator akuntabilitas yaitu: Mampu menyediakan informasi penyelenggaraan kegiatan secara transparan, cepat dan akurat. Mampu melaksanakan dan memberikan layanan yang memuaskan untuk publik. Mampu memberikan penjelasan lalu mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang diambil secara proposional . Akses mengenai pertanggungjawaban angaran. Sumber: (Rudiawie Larasati et al. , 2. Responsibilitas Responsibilitas mengacu pada sejauh mana kebijakan, regulasi, dan pengalokasian anggaran untuk mendapat dukugan serta tanggapan positif dari pengguna perpustakaan (Rudiawie Larasati et al. , 2. Responsibilitas ini berkaitan dengan bagaimana karyawan dapat memenuhi kebutuhan dari peengguna perpustakaan. Indikator dari reposibilitas meliputi: Prinsip kehati-hatian . Prinsip kepatuhan . Tanggungjawab terhadap lingkungan dan Masyarakat . Kesinambungan jangka Panjang. Sumber: (Aisyah, 2. Independensi Independensi merupakan sikap dan tindakan untuk mengambil Keputusan dan kebijakan pengelolaan tanpa adanya pengaruh atau intimidasi dari pihak lain. Semua pihak yang berperan dalam pengelolaan, harus mengesampingkan segala bentuk kepentingan yang timbul (Mulkan Ritonga et al. , 2. Indikator dari independensi sebagai berikut: Tidak terpengaruh dari dominasi pihak tertentu . Tidak terpengaruh dari benturan intern dan ekstern . Pengambilan setiap keputusan . Terbebas dari sikap lempar tanggungjawab kepada pihak lain Sumber: (Aisyah, 2. Keadilan Keadilan adalah nilai yang berkaitan dengan karakter seseorang untuk memberikan pelayanan yang sama dengan pengguna perpustakaan. Keadilan behubungan dengan hal adil serta perlakuan yang sama ketika menerima pelayanan (Mokobombang, 2. Indikator dari keadilan meliputi: Keadilan yang seimbang pada semua kepentingan . Kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif . Kebijakan pemberian kompensasi positif . Kebijakan pemberian kompensasi negative Sumber: (Aisyah, 2. Pengujian validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan melalui model pengukuran atau outer model dalam analisis SEM-PLS. Langkah ini bertujuan untuk menilai sejauh mana indikator-indikator dari masing-masing variabel memenuhi syarat validitas dan Karena model penelitian yang digunakan bersifat reflektif, maka pengujian mencakup validitas konvergen . onvergent validit. , validitas diskriminan . iscriminant Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 32 validit. , dan reliabilitas komposit . omposite reliabilit. sebagaimana disarankan oleh Hair . Validitas konvergen bertujuan mengidentifikasi keterkaitan antara setiap indikator dengan variabel yang diwakilinya. Dalam pendekatan reflektif ini, validitas konvergen dapat diuji melalui nilai outer loading. Jika nilai outer loading suatu indikator lebih dari 0,70, maka indikator tersebut dinilai valid dan dapat diandalkan. Selain itu, validitas konvergen juga dapat dilihat dari nilai Average Variance Extracted (AVE), yang idealnya berada di atas 0,50 untuk menunjukkan bahwa lebih dari setengah varians indikator dapat dijelaskan oleh konstruk yang diukur (Hair, 2. Sementara itu, validitas diskriminan mengukur sejauh mana suatu konstruk berbeda secara empiris dari konstruk lainnya dalam model. Validitas ini penting untuk memastikan bahwa setiap variabel memiliki karakteristik unik yang tidak tumpang tindih dengan variabel lain. Hair . menyarankan agar validitas diskriminan juga diuji menggunakan nilai Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT), dengan nilai HTMT di atas 0,90 menunjukkan adanya masalah dalam validitas diskriminan. Pengukuran reliabilitas dilakukan menggunakan composite reliability, yang mengevaluasi konsistensi internal dari indikator-indikator dalam satu konstruk. Reliabilitas ini mendukung tercapainya validitas konvergen dan diskriminan secara menyeluruh. Selain model pengukuran, penelitian ini juga menguji model struktural atau inner model yang merepresentasikan hubungan antar variabel laten. Evaluasi model struktural meliputi uji terhadap nilai koefisien determinasi (RA), ukuran efek . ffect size/fA), dan koefisien jalur . ath coefficien. yang digunakan untuk menguji hipotesis. Nilai RA digunakan untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun kategori RA berdasarkan Hair et al. adalah 0,75 . , 0,50 . , dan 0,25 . Pengujian model fit juga dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana model yang dihipotesiskan sesuai dengan data empiris. Model fit membantu mengidentifikasi kemungkinan kesalahan spesifikasi dalam struktur model (Hair, 2. Selanjutnya, koefisien jalur . ath coefficien. dievaluasi untuk melihat arah dan signifikansi hubungan antar Proses ini dilakukan melalui teknik bootstrapping, yaitu metode non-parametrik yang memungkinkan estimasi nilai t-statistic dan p-value dari hasil estimasi. Nilai signifikansi dibandingkan dengan referensi nilai t-tabel, di mana nilai signifikan ditentukan pada level 1% . > 2,. , 5% . > 1,. , dan 10% . > 1,. Hasil dan Pembahasan Sampel Penelitian Partisipan dari kuesioner yang telah disebar yaitu pemustaka dari perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan pada perguruan tinggi ini berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perpustkaan perguruan tinggi yang terpilih yaitu: Tabel 1 Sampel Penelitian Nomor Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta Perpustakaan Janabadra Jogja Perpustakaan Stikes Notokusumo Yogyakarta Perpustakaan Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta Perpustakaan Universitas AKPRIND Yogyakarta Sumber. Data diolah Peneliti . Setelah itu, penulis membagikan kuesioner ke perpustakaan yang telah di pilih secara langsung dan online. Detail dari penyebaran kuesioner sebagai berikut. Tabel 2 Detail Persebaran Kuesioner Penelitian Keterangan Kuesioner perpustakaan UGM Kuesioner perpustakaan UNY Total Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 33 Kuesioner Janabadra Yogyakarta Kuesioner perpustakaan Stikes Notokusumo Yogyakarta Kuesioner perpustakaan Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta Kuesioner perpustakaan Universitas AKPRIND Yogyakarta Kuesioner yang tidak diolah Kuesioner yang diolah Sumber. Data diolah Peneliti . Identitas pemustaka pada penelitian ini yaitu nama, nim, jenis kelamin, umur, semester, fakultas dan asal perpustakaan perguruan tinggi. Demikian dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3 Responden Penelitian Nomor Total Perempuan Laki-laki Total Total Lainnya Total FMIPA Fisipol Sekolah Vokasi Dokter Kehutanan Ilmu Budaya Pertanian Filsafat FEB Teknik Komunikasi dan bisnis FSTI Sekolah Pascasarjana Psikologi Farmasi Keperawatan Jenis Kelamin Umur Semester Fakultas Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 34 Total Sumber. Data diolah Peneliti . Berdasarkan pada tabel 4, jumlah responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 81 dengan presentase 68%, sedangkan jenis kelamin laki-laki lebih sedikit dengan jumlah 39 dengan presentase 32%. Tabel 3 menunjukkan bahwa kategori umur 18-20 sebanyak 50 . %), berumur 21-25 lebih banyak yaitu 67% . %), berumur 26-30 lebih sedikit yaitu 3 . %). Jika dilihat dari semester yang telah ditempuh, semester 2 sebanyak 18 . %), semester 4 sebanyak 25 . %), semester 6 sebanyak 40 . %), semester 8 sebanyak 32 . %) dan lainnya hanya 5 . %) yang mencangkup semester atas. Namun dilihat dari Fakultas. FMIPA sebanyak 15. %). Fisipol berjumlah 5 . %), sekolah vokasi berjumlah 5 . %). Dokter hanya 1 . %). Kehutanan 5 . %). Ilmu Budaya hanya 1 . %). Pertanian sebanyak 17 . %). Filsafat 2 . %). FEB 6 . %). Teknik sebanyak 29 . %). Komunikasi dan Bisnis hanya 4 . %). FSTI berjumlah 8 . %), sekolah pascasarjana hanya 1 . %). Psikologi 2 . %). Farmasi 11 . %) dan keperawatan berjumlah 8 . %). Analisis Data Pada peneltian variabel independen yaitu transparansi, akuntabilitas, resposibilitas, independensi dan keadilan sementara variabel dependen pada penelitian ini yaitu mutu layanan perpustakaan. Dalam pengisian kuesioner terdapat 5 instrumen yang jadikan alat ukur dengan memakai skala likert dengan keterangan 5= sangat setuju, 4= setuju, 3= netral, 2= tidak setuju dan 1= sangat tidak setuju. Dengan demikian, hasil tanggapan responden diolah melalui statistik deskriptif sesuai indikator yang telah ditentukan. Berikut hasil analisis statistic deskriptif yaitu: Tabel 4 Hasil Deskriptif Penelitian Name Mean Median Scale min Scale max Standard X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. X4. X5. X5. X5. X5. Y1. Y1. Y1. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 35 Y1. Y1. Sumber. Data diolah Peneliti . Tabel di atas menyajikan data deskriptif dari variabel dependen, yaitu mutu layanan perpustakaan (MLP), yang diukur melalui lima indikator. Indikator Y1 memiliki rentang nilai antara 1 hingga 5, dengan nilai rata-rata . sebesar 4,125, median 4, dan standar deviasi 0,822. Indikator Y2 menunjukkan nilai minimum 2 dan maksimum 5, dengan mean 4,183, median 4, dan standar deviasi 0,796. Sementara itu, indikator Y3 memiliki nilai minimum 2 dan maksimum 5, dengan rata-rata 4,242, median 4, dan standar deviasi 0,785. Indikator Y4 memiliki nilai minimum 3 dan maksimum 5, dengan mean 4,192, median 4, dan standar deviasi 0,711. Terakhir, indikator Y5 menunjukkan nilai minimum 2 dan maksimum 5, dengan mean 4,125, median 4, dan standar deviasi 0,842. Dari kelima indikator tersebut, terlihat bahwa seluruh nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai mean, yang mengindikasikan bahwa sebaran data cukup baik dan terkonsentrasi di sekitar nilai rata-ratanya. Pada variabel independen pertama, yaitu Transparansi (Tran. , terdapat empat Trans1 memiliki nilai minimum 2 dan maksimum 5, dengan mean 4,3, median 4, dan standar deviasi 0,759. Trans2 menunjukkan rentang nilai antara 2 hingga 5, dengan mean 4,117, median 4, dan standar deviasi 0,744. Trans3 memiliki nilai minimum 1 dan maksimum 5, dengan mean 4,167, median 4, dan standar deviasi 0,82. Sementara itu. Trans4 menunjukkan rentang nilai 1 hingga 5, dengan rata-rata 3,442, median 3, dan standar deviasi 1,031. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun satu indikator memiliki sebaran yang lebih lebar, secara umum nilai standar deviasi tetap berada di bawah nilai rata-rata, menandakan distribusi data yang baik. Selanjutnya, pada variabel Akuntabilitas (Ak. , indikator Akt1 memiliki nilai minimum 2 dan maksimum 5, dengan rata-rata 4,475, median 5, dan standar deviasi 0,73. Akt2 menunjukkan mean 4,2, median 4, dan standar deviasi 0,737. Akt3 memiliki mean 3,958, median 4, dan standar deviasi 0,831. Sementara Akt4 memiliki sebaran nilai 1 hingga 5, dengan mean 3,292, median 3, dan standar deviasi 1,091. Dengan demikian, meskipun terdapat satu indikator dengan penyebaran yang relatif tinggi, secara keseluruhan variabel ini menunjukkan distribusi yang baik dengan standar deviasi yang lebih kecil dari Variabel berikutnya, yaitu Responsibilitas (Re. , juga terdiri atas empat indikator. Res1 memiliki nilai rata-rata 4,333 dan standar deviasi 0,789. Res2 menunjukkan rata-rata 4,558 dengan standar deviasi 0,616. Res3 memiliki mean 4,375 dan standar deviasi 0,731. Sementara Res4, meskipun memiliki mean lebih rendah . dan standar deviasi 0,868, tetap menunjukkan distribusi data yang baik. Keempat indikator ini secara konsisten memiliki standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, menandakan penyebaran data yang baik dan relatif homogen. Pada variabel Independensi (Id. Idp1 memiliki mean 4,033 dan standar deviasi 0,816. Idp2 menunjukkan mean 4,167 dan standar deviasi 0,767. Idp3 memiliki mean 4,233 dan standar deviasi 0,716, sedangkan Idp4 mencatat mean tertinggi sebesar 4,375 dengan standar deviasi 0,684. Hasil ini memperlihatkan bahwa seluruh indikator independensi memiliki penyebaran data yang baik, dengan standar deviasi konsisten lebih kecil daripada nilai mean. Terakhir, pada variabel Keadilan (KA), indikator Adil1 mencatat nilai mean sebesar 4,3 dan standar deviasi 0,69. Adil2 menunjukkan mean 4,225 dan standar deviasi 0,689. Adil3 memiliki nilai mean 4,1 dan standar deviasi 0,85. Sementara Adil4 menunjukkan mean 4,408 dan standar deviasi 0,78. Secara keseluruhan, keempat indikator dalam variabel keadilan juga menunjukkan bahwa penyebaran data tergolong baik, ditandai dengan standar deviasi yang lebih kecil dibandingkan nilai rata-ratanya. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 36 Convergent Validity Indikator yang diuji dari setiap variabel dapat dinyatakan valid jika outer loading >0. Namun masih ada beberapa ditemukan outer loading yang rendah di beberapa penelitian, jika nilai outer loading 0. 50 sampai 0. 60 masih bisa digunakan (Hair, 2. Dengan hal ini penelitian ini memakai nilai outer loading paling rendah 0. Gambar 1 Hasil Algoritma SmartPLS Dari hasil nilai PLS menunjukkan pada gambar diatas. Ada 2 indikator dengan nilai outer loading <0. 50 yaitu indikator 4 yaitu Akurat kepada pihak yang berkepentingan mengenai pengelolaan organisasi dari variabel transparansi dan indikator 5 yaitu Empati (Kepedulian serta perhatian terhadap pemustak. dari variabel mutu layanan Tabel 5 Hasil AVE dan Outer Loading Variabel Mutu Trans Akt Kode Mutu1 Outer Loading Mutu2 Mutu3 Mutu4 Mutu5 <0. Trans1 Trans2 Trans3 Trans4 <0. Akt1 Akt2 AVE Kesimpulan Valid Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 37 Valid Valid Res Idp Adil Akt3 Akt4 Res1 Res2 Res3 Res4 Idp1 Idp2 Idp3 Idp4 Adil1 Adil2 Adil3 Adil4 Valid Valid Sumber. Data diolah Peneliti . Pada tabel di atas menunjukkan bahwa dari seluruh indikator terdapat 2 indikator yang tidak memenuhi nilai outer laoding 0. Dengan hal ini setiap indikator variabel independent tetap memakai nilai validity convergent. Convergent validity diuji melalui hasil nilai dari AVE. syarat dari nilai AVE agara dapat diterima yaitu 0. 50 keatas (Hair, 2. Dari tabel diatas menunjukkan bahwa kelima variabel mutu layanan perpustakaan, yaitu Trans. Akt. Res. Idp, dan Adil telah memenuhi syarat kriteria AVE >0. Variabel mutu layanan perpustakaan memperlihatkan hasil nilai AVE 0. Trans memiliki hasil nilai dari AVE 0. Akt memiliki nilai AVE 0. Res memiliki nilai AVE 0. Idp memiliki nilai 0. 644 dan Adil menunjukkan nilai AVE 0. Dengan demikian dapat disimpulkan valid. Discriminant Validity Tabel 6 Nilai Cross Loading Adil Akt Idp Mutu Res Trans Adil1 Adil2 Adil3 Adil4 Akt1 Akt2 Akt3 Akt4 Idp1 Idp2 Idp3 Idp4 Mutu1 Mutu2 Mutu3 Mutu4 Res1 Res2 Res3 Res4 Trans1 Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 38 Trans2 Trans3 Sumber Data diolah Peneliti . Dari tabel diatas nilai cross loading untuk keseluruhan indikator dari variabel mutu layanan perpustakaan. Trans. Akt. Res. Idp dan Adil sudah memenuhi syarat nilai cross loading > 0. Demikian dapat disimpulkan bahwa indikator pembentuk konstruk mutu layanan perpustakaan yaitu Trans. Akt. Res. Idp dan Adil dikategorikan Valid. Artinya korelasi dari indikator dan variabel kuat. Syarat keterkaitan kuat > 0. 75 dan keterkaitan sangat kuat > 0. 99 dengan hal ini dari tabel cross loading diatas menunjukkan bahwa semua variabel memiliki hubungan kuat. Composite Reliability Berikut hasil Composite Reliability ada pada tabel dibawah. Tabel 7 Nilai Composite Reliability Variabel Composite Relibility Kesimpulan Adil Reliabel Akt Reliabel Idp Reliabel Mutu Reliabel Res Reliabel Reliabel Trans Sumber. Data diolah Peneliti . Pada tabel diatas memperlihatkan setiap variabel sudah memenuhi syarat dari composite realibility yaitu > 0. Hasil dari nilai composite reliability pada variabel dependen mutu layanan perpustakaan yaitu 0. 709, variabel Adil 0. 816, variabel Akt 0. 774, variabel Idp 843, variabel Res 0. 827 dan variabel Trans 0. Demikian disimpulkan hasil nilai dari setiap variabel bisa dikatakan reliabel. Evaluasi Inner Model Dalam penelitian ini, model struktural digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel laten yang tidak dapat diukur secara langsung, namun diturunkan berdasarkan teori substantif (Joseph Franklin Hair et al. , 2. Evaluasi terhadap model struktural dilakukan dengan menguji nilai koefisien determinasi (RA), kesesuaian model . odel fi. , serta nilai estimasi koefisien jalur . ath coefficien. guna menguji hipotesis yang diajukan. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai koefisien determinasi (RA) untuk variabel mutu layanan perpustakaan adalah sebesar 0,733. Nilai ini menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri atas Transparansi (Tran. Akuntabilitas (Ak. Responsibilitas (Re. Independensi (Id. , dan Keadilan (Adi. mampu menjelaskan variasi sebesar 73,3% terhadap mutu layanan perpustakaan, sedangkan sisanya sebesar 26,7% dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang tidak diobservasi dalam penelitian ini. Selanjutnya, pengujian model fit dilakukan untuk melihat sejauh mana struktur model yang diajukan sesuai dengan data empiris. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) dan Normed Fit Index (NFI). Hasil menunjukkan bahwa nilai SRMR untuk baik saturated model maupun estimated model adalah 0,088. Karena nilai ini berada di bawah ambang batas 0,10, maka dapat disimpulkan bahwa model telah memenuhi kriteria kecocokan yang baik. Sementara itu, nilai NFI sebesar 0,616 menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara model yang dibangun dan data empiris, meskipun belum mendekati nilai ideal 1. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tingkat kecocokan yang dapat diterima. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 39 Uji Hipotesis Dari semua pengujian diatas, selanjutnya data diolah dengan hasil nilai estimasi koefisien jalur . ath coefficien. Pengujian ini lakukan guna memastikan korelasi hipotesis dan variabel melalui nilai yang harus signifikan (Joseph Franklin hair et al, 2. Nilai path coefficient diuji melalui Bootstrapping. Jika nilai t tabel lebih kecil dari t-value dapat dikatakan signifikan. Panduan hubungan positif melalui pengujian one-tailed yaitu dengan nilai harus memenuhi sig. 1% . , sig. 5% . , dan sig. 10% . Berikut hasil nilai Boostrapping pada tabel dibawah ini. Tabel 8 Nilai Path Coeffisien dan P Value Variabel Path Coefficient P values Sign Adil -> Mutu Tidak didukung Akt -> Mutu Tidak didukung Idp -> Mutu Didukung Res -> Mutu Didukung Trans -> Mutu Didukung Berdasarkan tabel hasil analisis, variabel Transparansi (Tran. terbukti berpengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan. Hal ini terlihat dari nilai path coefficient sebesar 0,439 dan p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 1%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Transparansi memiliki pengaruh signifikan terhadap mutu layanan perpustakaan, dan hipotesis pertama (H. dinyatakan didukung. Sementara itu, variabel Akuntabilitas (Ak. tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap mutu layanan perpustakaan. Hasil analisis menunjukkan nilai path coefficient sebesar -0,016 dengan p-value sebesar 0,829, yang jauh lebih besar dari ambang signifikansi 10%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Akuntabilitas tidak berpengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan, dan hipotesis kedua (H. tidak didukung. Untuk variabel Responsibilitas (Re. , hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap mutu layanan perpustakaan, dengan nilai path coefficient sebesar 0,520 dan p-value sebesar 0,000 . ebih kecil dari 1%). Hal ini mengindikasikan bahwa Responsibilitas memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu layanan perpustakaan, sehingga hipotesis ketiga (H. Variabel Independensi (Id. menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap mutu layanan perpustakaan. Hasil path coefficient sebesar -0,150 dengan p-value sebesar 0,059 . ebih kecil dari 10%) menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi independensi, justru berdampak negatif terhadap mutu layanan perpustakaan. Oleh karena itu, hipotesis keempat (H. didukung, meskipun pengaruhnya bersifat negatif. Terakhir, variabel Keadilan (Adi. tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap mutu layanan perpustakaan. Nilai path coefficient sebesar 0,123 dengan p-value sebesar 0,136 . ebih besar dari 10%) menunjukkan bahwa Keadilan tidak memberikan kontribusi yang berarti terhadap peningkatan mutu layanan perpustakaan. Dengan demikian, hipotesis kelima (H. tidak didukung. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian dengan cara empiris mengenai pengaruh Good University Governance (Transparansi. Akuntanbilitas. Responsibilitas. Independesi dan Keadila. terhadap mutu layanan perpustakaan. Dengan data yang telah diolah tersebut akan ditambahkan dengan hasil wawancara dengan narasumber yaitu kepala perpustakaan yang mewakili setiap predikat. Transparansi Hasil uji hipotesis pada variabel Transparansi berpengaruh terhadap mutu layanan Disimpulkan bahwa hipotesis pertama didukung. Hasil temuan ini searah dengan penelitian (Liviawati et al. , 2. yang mengatakan Transpransi adanya pengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan. Mengacu pada theory Good university Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 40 Governance dan theory Keagenan menekankan bahwa keterbukaan suatu kebijakan menunjukkan sikap Transpransi yang baik terhadap pemustaka pada perpustakaan perguruan tinggi. Dengan transpransi yang baik dari pengelola perpustakaan, maka mutu layanan pada perpustakaan akan baik. Ketika suatu pengelola memiliki kebijakan untuk terbuka maka akan memiliki kepercayaan yang kuat dari pemustaka. Menurut Kepala Bidang Perpustakaan Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada. Transparansi selalu menjadi dasar utama dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, keterbukaan mengenai informasi sudah dipublikasi pada PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentas. Semua informasi mengenai perpustakaan sudah tercantum website lib. id maupun media sosial Perpustakaan dan Arsip UGM. Sebagai bentuk keterbukaan kepada publik laporan keuangan diaudit oleh Satuan Pengawas Internal. Kantor Akuntan Publik dan BPK (Badan Pemeriksa Keuanga. untuk sumber dana dari pemerintah. Menurut kepala perpustaan STIKES Notokusumo. Transparansi sudah baik hasil statistik pemustaka dan setiap bulan kami selalu ada laporan mengenai peminjaman dan pengembalian buku dan laporan tahunan. Menurut kepala perpustakaan dari AKPRIND. Transparansi mengenai layanan informasi sudah baik. Transpransi dapat meningkatkan mutu layanan perpustakaan yang dilakukan oleh Dengan adanya transpransi maka akan memperkuat kepercayaan dari publik ataupun pemustaka. Dan dengan adanya transpransi akan menunjukkan bahwa pengelola telah melakukan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Akuntanbilitas Dari hasil pengujian hipotesis. Akuntabilitas tidak berpengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan. Disimpulkan bahwa hipotesis kedua tidak didukung. Temuan ini sejalan dengan (Machmuddah, 2. dan penelitian (Liviawati et al. , 2. yang menyatakan bahwa Akuntanbilitas tidak berpengaruh positif terhadap mutu layanan Mengacu pada theory Good university Governance dan theory Keagenan menekankan bahwa akuntanbilitas merupakan salah satu pilar utama dalam pelayanan. Namun temuan ini berbeda, persepsi dari setiap perilaku pemustaka mengenai akuntanbilitas umumnya lebih berkaitan dengan laporan keuangan. Dalam praktiknya pengguna perpustakaan lebih fokus pada pengalaman yang dirasakan. Selain itu, akuntanbilitas tidak terlihat secara kasat mata bagi umum, karena pengelola internal terkadang kurang mengasosiakan dengan peningkatanan layanan yang dirasakan. Menurut Kepala Bidang Perpustakaan dan Arsip UGM. Akuntabilitas menjadi kewajiban bagi pengelola anggaran dari Masyarakat . , sebagai pertanggungjawaban moral, pengelola harus menentukan kebijakan yang sesuai dan Menurut Kepala bidang Perpustakaan dan Arsip UGM. Akuntabilitas tidak berpengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan karena kurangnya kesadaran dan kepedulian mahasiswa terhadap akuntabilitas itu sendiri. Menurut kepala perpustakaan STIKES Notokusumo, akuntanbilitas pada perpustakaan disini, harus mengajukan anggaran sesuai program yang telah ditentukan, jika disetujui dari pihak pimpinan maka dari pihak keuangan akan memberikan anggaran untuk dilaksanakan. Menurut kepala perpustakaan AKPRIND, akuntabilitas memang susah karena harus meminta izin terlebih dahulu kepada atasan lalu diberikan jika sudah sesuai. Dan bukti nota akan langsung diserahkan kepada keuangan. Pengelola perpustakaan juga membuat laporan kinerja mengenai rancangan anggran dan implementasi dari program yang telah diajukan. Kami ingin memberbaiki akuntabilitas namun dorongan dari anggaran memang masih kurang. Responsibilitas Hasil uji hipotesis pada variabel Responsibilitas berpengaruh terhadap mutu layanan Disimpulkan bahwa hipotesis ketiga didukung. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Mulkan Ritonga et al. , 2. dan (Sari, 2. yang menyatakan bahwa Responsibilitas adanya pengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan. Mengacu pada Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 41 theory Good university Governance dan theory Keagenan menekankan bahwa Responsibilitas sangat penting karena menunjukkan sikap ramah dan bertanggung jawab dalam memenuhi tugas suatu pengelola perpustakaan. Dengan responsibilitas yang baik dari pengelola perpustakaan, maka mutu layanan pada perpustakaan akan baik karena langsung dirasakan oleh pemustaka. Menurut kepala bidang perpustakaan dan arsip UGM. Responsibilitas dari pengelola sudah sangat baik, ini dapat dilihat dari hasil survei pemustaka yang rutin dilaksanakan. Perpustakaan UGM juga menyampaikan bahwa kami harus menjadi rumah kedua bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas dan tanggungjawab mereka teapt waktu. Untuk itu kami melatih staff untuk berkomunikasi dengan mahasiswa. Pada masa covid Perpustakaan UGM tidak tutup, dan staff sigap untuk memberikan pelayanan yang Menurut perpustakaan STIKES Notokusumo. Responsibilitas sudah sangat baik, selalu ada staff yang ada jika memerlukan bantuan dan mengenai pengadaan buku yang Menurut kepala perpustaakaan dari AKPRIND. Responsibilitas sudah sangat membantu untuk pemustaka. Pengelola perpustakaan yang memegang komitmen dalam memenuhi tanggung jawab, maka akan berdampak pada kualitas layanan yang berikan pemustaka perpustakaan perguruan tinggi. Independensi Hasil uji hipotesis pada variabel Independensi berpengaruh terhadap mutu layanan Disimpulkan bahwa hipotesis keempat didukung. Hasil ini sama dengan (Mulkan Ritonga et al. , 2. dan (Viverdy Memah, 2. yang menyatakan bahwa Indepedensi berpengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan. Mengacu pada theory Good university Governance dan theory Keagenan menegaskan sikap independensi terhadap individu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab akan berdampak pada mutu layanan yang diberikan. Pengelola perpustakaan yang independent dapat menentukan kebijakan yang baik untuk pengguna perpustakaan. Dengan independensi, perpustakaan terkadang lebih mudah untuk berinovasi dalam menyediakan layanan. Hal ini berdampak pada kepercayaan publik dan menjadi pondasi kuat. Menurut Kepala Bidang Perpustakaan Perpustakaan dan Arsip UGM, independensi pengelola perpustakaan mengevaluasi diri mengenai ulasan dari mahasiswa dari saran dari para sivitas akademika melalui Sistem https://aspirasi. id yang telah disediakan secara online. Menurut kepala perpustakaan STIKES Notokusumo, independensi pada penentuan program selalu ada intervensi dari fakultas karena memang satu kesatuan dengan universitas. Karena sebagai lembaga unit yang mendukung tri dharma perguruan tinggi sehingga program kegiatan yang dilakukan perpustakaan harus sejalan dengan program studi maupun institusi. Menurut kepala perpustakaan AKPRIND, independenai pada staff dan kepala perpustkan memutuskan dari perpustkaan sendiri. Dan tetap ada intervensi dari keuangan dalam memilih kebijakan. Namun diberikan kebebasan dalam mengelola perpustakaan dikarenakan staff perpustakaan tersebut lulusan dibidang yang Keadilan Hasil uji hipotesis pada variabel Independensi berpengaruh terhadap mutu layanan Disimpulkan bahwa hipotesis keempat didukung. Hasil ini sejalan dengan (Liviawati et al. , 2. yang menyatakan bahwa Keadilan tidak berpengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan. Mengacu pada theory Good university Governance dan theory Keagenan merujuk pada keadilan merupakan pilar dalam pelayann publik. Namun pengguna perpustakaan tidak menganggapnya sebagai faktor utama dalam menentukan mutu layanan perpustakaan. Selain itu, perpepsi pengguna terhadap mutu layanan perpustakaan lebih dipengaruhi oleh fasilitas, ketersediaan koleksi, kecepatan layanan dan lain-lain. Variabel keadilan kurang terlihat pengaruhnya jika tidak ada perbedaan perlakuan dari pengelola perpustakaan. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 42 Menurut Kepala Bidang Perpustakaan Perpustakaan dan Arsip UGM. Keadilan mengenai sarana dan prasarana memang masih kurang, pemanfaan mengenai buku cetak saat ini sudah semakin menurun. Dapat diamati dari hasil survei laporan statistik setiap tahun, saat ini pemustaka lebih memilih pada koleksi buku digital yang dapat diakses dari manapun. Menurut kepala perpustakaan STIKES Notokusumo, kami semaksimal mungkin dalam menentukan kebijakan pada setiap prodi yang membutuhkan. Namun akan tetap diperhatikan mengenai kecukupan buku dari setiap prodi dan memprioritaskan yang lebih membutuhkan. Menurut kepala perpustakaan AKPRIND, keadilan memang masih kurang baik karena perpustakaan akan menyampaikan kepada prodi jika ada buku yang perlu ditambah, namun jika tidak ada yang merespon maka akan digunakan ke yang Simpulan dan Saran Penelitian ini dilakukan secara empiris untuk menguji pengaruh Good University Governance terhadap mutu layanan perpustakaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling pada sejumlah perpustakaan perguruan tinggi yang telah terakreditasi di wilayah tersebut. Jumlah responden yang berhasil dikumpulkan sebanyak 120 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data dan pengujian yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa transparansi berpengaruh terhadap mutu layanan perpustakaan karena pemustaka atau pengguna layanan merasakan adanya keterbukaan informasi dari pihak pengelola. Sementara itu, akuntabilitas tidak menunjukkan pengaruh signifikan karena sebagian besar pemustaka hanya merasakan hasil akhir dari layanan perpustakaan, tanpa mengetahui sejauh mana tanggung jawab pengelola dilakukan. Variabel responsibilitas terbukti berpengaruh, yang kemungkinan besar disebabkan oleh interaksi langsung antara pengelola dan pengguna layanan, sehingga sikap tanggung jawab pengelola dapat dirasakan secara nyata. Independensi juga menunjukkan pengaruh terhadap mutu layanan, karena sikap profesional dan objektif dari pengelola dinilai penting dalam pengambilan keputusan layanan. Di sisi lain, keadilan tidak berpengaruh signifikan terhadap mutu layanan perpustakaan, kemungkinan karena pemustaka kurang menyadari atau merasakan upaya keadilan yang dilakukan oleh pihak pengelola, terutama dalam hal perhatian dan perlakuan yang setara. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, penelitian hanya dilakukan pada beberapa perguruan tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi ke wilayah lain di Indonesia. Kedua, variabel yang digunakan hanya terbatas pada prinsip-prinsip dasar Good University Governance, tanpa mempertimbangkan faktor lain yang mungkin relevan. Oleh karena itu, untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar cakupan wilayah diperluas ke daerah lain guna memperoleh hasil yang lebih representatif. Penambahan variabel-variabel lain yang relevan juga dianjurkan untuk memperkaya analisis. Selain itu, penggunaan metode pengumpulan data yang lebih beragam, seperti observasi langsung atau studi dokumentasi, dapat digunakan untuk memberikan sudut pandang yang lebih holistik terhadap mutu layanan perpustakaan. Ucapan Terimakasih Saya menyampaikan rasa terima kasih yang tulus dan sebesar-besarnya kepada Ibu Dra. Putriana Kristanti. MM. Akt. CA. , yang telah dengan penuh kesabaran dan ketulusan meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing saya dalam proses penyusunan dan penyelesaian penelitian ini. Bimbingan beliau telah menjadi bekal yang sangat berarti dalam setiap tahap yang saya lalui. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 43 Daftar Pustaka