e-ISSN 2746-3656 doi: https://doi. org/10. 24114/jfi. Jurnal Fibonaci Volume 05. : 41 - 47, 2024 Analisis Kendala Penyusunan Soal Penalaran Matematis Geometri Siswa Kelas 4 SD 3 Kirig Kudus Silvi Mutia1. Junia Dwi Pratiwi2. Lovika Ardana Riswari3 1,2,3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muria Kudus . Jawa Tengah. Indonesia Diterima 10 Juli 2024, disetujui untuk publikasi 30 November 2024 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menyusun soal penalaran matematis pada materi geometri di kelas 4. Subjek penelitian ini adalah Pak S guru kelas 4 SD 3 Kirig. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas 4 SDN 3 Kirig Kudus mengalami beberapa kendala dalam menyusun soal penalaran matematis geometri, yaitu: . kurang pahamnya guru terhadap konsep geometri, . kesulitan menemukan ide soal yang kreatif dan beragam, . kesulitan menyesuaikan tingkatan kesulitan soal, . kurangnya pelatihan atau workshop tentang soal-soal penalaran matematis geometri, dan . kurikulum dan standar. [ANALISIS KENDALA PENYUSUNAN SOAL PENALARAN MATEMATIS GEOMETRI SISWA KELAS 4 SD 3 KIRIG KUDUS] (Jurnal Fibonaci, 05. : 41 - 47, 2. Kata Kunci: Penyusunan. Soal Penalaran. Geometri Pendahuluan Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada semua jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD). Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga perguruan tinggi. Tidak hanya dalam dunia pendidikan, matematika juga dikaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, oleh karena itu pembelajaran matematika sangatlah penting. Pembelajaran matematika di sekolah dasar sangatlah penting bagi anak, karena ilmu yang diperoleh pada jenjang ini akan berpengaruh besar pada jenjang selanjutnya (Fauzi et al. , 2. Penalaran matematis adalah kemampuan yang sangat penting bagi siswa dalam belajar matematika, karena penalaran dan matematika adalah dua hal yang saling terkait dan tidak bisa Penalaran matematis berfungsi untuk membuat kesimpulan yang tepat berdasarkan fakta atau bukti yang tersedia. Secara prinsip, seluruh materi matematika dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis, termasuk materi geometri (Wahyudi & Mulyati, 2. Penalaran matematis tidak hanya digunakan untuk pembuktian maupun verifikasi program, tetapi juga digunakan untuk kecerdasan buatan. Keterampilan penalaran meliputi memahami pengertian, berpikir logis, memahami contoh negatif, berpikir deduktif, berpikir sistematis, berpikir konsisten, menarik Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan kesimpulan, menentukan metode, membuat alasan, dan menentukan strategi (Riswari. Khofifah, et al. , 2. Geometri merupakan salah satu cabang ilmu matematika dan merupakan salah satu materi pembelajaran matematika di sekolah dasar. Geometri erat kaitannya dengan pembentukan konsep-konsep abstrak. Pembelajaran ini tidak sekedar dapat dilakukan dengan pemberian ilmu atau ceramah saja, namun harus dilakukan dengan pembentukan konsep melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan siswa (Amaliyah et al. Dalam pembelajaran geometri, penting bagi siswa untuk memahami dan mengaplikasikan keterampilan seperti visualisasi, mengenali bentuk dan ruang datar, mendeskripsikan gambar, membuat sketsa, memberi label pada titik-titik tertentu, serta memahami perbedaan dan persamaan antar bangun. Di kelas 4 SD, siswa belajar menghitung keliling dan luas bangun datar, serta mempelajari sifat-sifat segi banyak seperti persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, trapesium, belah ketupat, dan layanglayang. Guru diyakini sebagai indikator utama keberhasilan dalam pembelajaran. Menurut Hidayati . alam ((Sinta et al. , 2. ) menyatakan bahwa tugas guru di kelas adalah mengorganisasi dan memotivasi siswa untuk berpikir pada level yang lebih tinggi. Gradini . alam ((Sinta et al. ) juga berpendapat bahwa guru memiliki Analisis Kendala Penyusunan Soal Penalaran Matematis Geometri Siswa Kelas 4 SD 3 Kirig Kudus wewenang penuh untuk menentukan strategi yang paling efektif untuk merangsang pemikiran Ariandari et al. , 2. Pengumpulan. alam ((Sinta Penyajian Data Data bahwa tindakan guru fondasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Menurut Sinta et al. , optimalisasi peran guru yang fokus pada Reduksi Kesimpulan: proses pembelajaran akan mendukung Data Penarikan/Verifikasi akademik dan melatih siswa berpikir pada tingkat yang lebih tinggi (Sinta et al. , 2. Meskipun tidak dapat dipungkiri kemampuan siswa berbeda-beda dalam menerima pelajaran. Beberapa siswa mudah untuk memahami materi, tetapi yang lain sulit memahaminya (Riswari. Kusumo, et al. , 2. Matematika adalah salah satu disiplin ilmu yang sangat penting dan dianggap sebagai ilmu dasar yang memainkan peran penting dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Matematika juga dapat mengubah pola pikir Manusia harus memiliki cara berpikir yang baik agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik (Khoirina et al. , 2. Dalam pembelajaran matematika dalam kelas 4 ini terdapat kemampuan penalaran bagi siswa. Kemampuan mendukung siswa dalam membuat kesimpulan dan membuktikan pernyataan, mengembangkan ide atau gagasan, serta menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, guru perlu membiasakan dan mengembangkan kemampuan ini pembelajaran matematika (Riswari & Ermawati. Pemahaman konsep merupakan langkah paling dasar yang harus dilakukan siswa agar dapat dengan mudah melanjutkan tingkat Miskonsepsi dapat diartikan sebagai kesalahan pemahaman yang mungkin timbul dalam proses atau akibat metode pengajaran yang baru, berbeda dengan konsep ilmiah yang dibawa atau dikembang dalam jangka waktu yang lama. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SD 3 Kirig, beberapa kendala yang ditemui guru pada saat menyusun soal penalaran matematis pada materi geometri adalah kurangnya memunculkan ide soal yang menarik dan kreatif, kesulitan dalam mengatur tingkat kesulitan soal, kurangnya pelatihan atau workshop terkait persiapan soal penalaran matematis geometri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menyusun soal penalaran matematis pada materi Diharapkan artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan pengembangan dalam penyusunan soal penalaran geometri dan digunakan sebagai antisipasi dalam penyusunan soal oleh guru agar penyusunan soal yang dibuat sesuai dengan kondisi nyata yang dimiliki siswa. Metode Penelitian Jenis Penelitian Artikel ini mempergunakan pendekatan metode penelitian kualitatif deskriftif dengan jenis penelitian lapangan. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2024 dan dilaksanakan di SD 3 Kirig yang beralamat di Jl. Raya Krapyak. RT. 04 / RW. Jangkrik. Kirig. Kec. Mejobo. Kabupaten Kudus. Jawa Tengah. Subjek Penelitian Subjek penelitian yang diteliti adalah guru wali kelas 4 SD 3 Kirig, yaitu Pak S. Prosedur Penelitian menggunakan wawancara terbuka. Pertanyaan yang ditanyakan saat wawancara yaitu. AuKendala yang dialami guru pada saat penyusunan soal evaluasi harianAy. Wawancara terbuka dilakukan tanpa memberikan panduan wawancara yang sistematis dan tanpa dipersiapkan secara lengkap. Wawancara yang digunakan hanya berfungsi sebagai representasi umum dari pertanyaan yang akan diajukan tentang fenomena yang akan diteliti (Prabowo et al. , 2. Wawancara terbuka dalam penelitian ini dilakukan dengan Pak S selaku guru wali kelas 4 SD 3 Kirig. Studi dokumen dilakukan untuk mengetahui aktivitas yang dilakukannya. Adapun prosedur analisis data interaktif dilihat sebagai berikut: Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 2 C Juli - Desember 2024 Silvi Mutia. Junia Dwi Pratiwi. Lovika Ardana Riswari Kemampuan merupakan keterampilan esensial yang harus dimiliki siswa dalam mempelajari matematika, karena tidak dapat dipisahkan dari matematika itu Gambar 1 Bagan Analisis Data Miles dan Huberman Berpikir matematis digunakan untuk Dalam analisis data, langkah-langkah tertentu harus diperhitungkan. Menurut Milles dan Huberman . alam (Zulfirman, 2. ), langkahlangkah menganalisis data diuraikan sebagai Pengumpulan data. dalam hal ini peneliti mengumpulkan data objektif dengan cara observasi, pencatatan, dan wawancara di tempat kejadian. Reduksi Data. redureduksi data terdiri dari merangkum, mengidentifikasi poinpoin penting, dan memusatkan perhatian pada aspek-aspek penting. Menurut Milles Hubberman . alam (Zulfirman, 2. ) reduksi data berkaitan dengan proses seleksi yang berfokus pada abstraksi data, transformasi, dan penyederhanaan yang muncul dalam dokumen tertulis. Reduksi data meluas ke seluruh proyek kualitatif sampai laporan Penyajian Data merupakan alur penting kedua dari analisis data. Menurut Miles dan Hubberman . alam (Zulfirman, 2. ) representasi data adalah kumpulan informasi yang telah diatur dengan baik yang memungkinan untuk membuat kesimpulan dan tindakan. Menarik kesimpulan atau verifikasi. Memverifikasi data mengacu pada proses mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memahami arti, urutan, pola, penjelasan, proses, atau sebab akibat. Sebaliknya kesimpulan dapat berupa deskripsi atau representasi dari suatu objek yang sebelumnya masih samar, namun setelah dilakukan penelitian menjadi jelas, dapat berupa hubungan interaksi, hipotesis, atau teori. membuat kesimpulan yang tepat berdasarkan Secara fundamental, semua topik matematika dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematis, termasuk geometri (Wahyudi & Mulyati, 2. Geometri merupakan salah satu cabang ilmu matematika dan merupakan salah satu materi pembelajaran matematika di sekolah dasar. Geometri erat kaitannya dengan pembentukan konsep-konsep abstrak. Pembelajaran ini tidak dapat dilakukan hanya dengan pemberian ilmu atau ceramah saja, tetapi harus dilakukan dengan kegiatan yang melibatkan siswa (Amaliyah et al. Pada kelas 4 SD soal matematika pada penalaran matematis terdapat pada sub-bab bangun datar yang mana terdiri dari ciri-ciri bangun datar, menentukan sudut, menentukan menguraikan berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkingkan. Menurut (Ainiyah, 2. beberapa penyebab siswa mengalami miskonsepsi adalah: Hasil dan Pembahasan Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 2 C Juli - Desember 2024 Analisis Kendala Penyusunan Soal Penalaran Matematis Geometri Siswa Kelas 4 SD 3 Kirig Kudus Guru menarik dan mudah dipahami oleh siswa. pembelajaran bangun ruang sisi datar. Kurangnya Cara menjelaskan guru yang kurang kehidupan nyata Siswa Guru lebih sering memberikan latihan tertarik dengan geometri dan soal kepada siswa dibandingkan dengan sulit menemukan jawaban untuk belajar tentang konsep pertanyaan yang relevan karena Guru tidak pernah memberikan kuis untuk mengukur tingkat pemahaman aplikasi nyata. Pada saat observasi dilakukan di SD 3 Keterbatasan pengetahuan guru Kirig, peneliti menemukan beberapa kendala yang Guru mungkin tidak memiliki dialami guru pada saat penyusunan soal evaluasi harian, beberapa diantaranya adalah: tentang konsep geometri yang Akibatnya, kreatif dan beragam siswa mereka. soal penalaran matematis geometri harus Kurangnya sumber daya Ada kemungkinan guru merasa menemukan konsep soal yang baru dan Sifat geometri yang abstrak dipahami secara praktis. Hal ini juga dapat menjadi masalah dan beragam. bidang, yang membuatnya sulit konsep geometri yang kreatif abstrak seperti titik, garis, dan membantu mereka menemukan Geometri menggunakan konsep Ini karena tidak banyak sumber alasan, yaitu: dan terbebani mencari konsep soal yang baru. unik, hal tersebut diakibatkan beberapa menantang dan menginspirasi mendorong mereka untuk berpikir kritis, kesulitan membuat soal yang kreatif dan beragam. Namun, guru lebih kompleks dan kreatif. Kesulitan menemukan ide soal yang Untuk Tekanan pengetahuan hafalan: Jika sistem pendidikan terlalu menekankan penilaian daripada Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 2 C Juli - Desember 2024 Silvi Mutia. Junia Dwi Pratiwi. Lovika Ardana Riswari membuat soal yang kreatif dan mungkin tidak akan membuat pemikiran kreatif dan kritis kesulitan soal Soal penalaran matematis geometri harus mementingkan halafan materi. memiliki tingkat kesulitan yang sesuai Kurangnya dengan kemampuan siswa kelas 4 SD. kemampuan berpikir divergen Soal yang terlalu mudah tidak akan Membuat soal yang inovatif dan menantang siswa untuk berpikir kritis, beragam membutuhkan cara dan soal yang terlalu sulit tidak akan berpikir divergen yang tidak membuat siswa frustrasi dan tidak dapat Hal ini tidak dimiliki oleh semua orang, sehingga pengajar Kemampuan siswa dalam memahami dan pembuat soal menghadapi konsep geometri dan menyelesaikan soal tantangan khusus. Membuat soal yang tepat Kurangnya untuk setiap siswa yang memiliki tingkat pertukaran ide kemampuan yang berbeda-beda adalah Berkolaborasi dan bertukar ide tantangan yang besar. Karena setiap antar guru dan pembuat soal siswa memiliki kecepatan belajar, gaya dapat membantu menghasilkan belajar, dan kebutuhan yang berbeda, ide-ide baru dan kreatif. Namun, masih sedikit yang terjadi dalam melakukan hal ini. Kesulitan Fokus Untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat prosedur standar Banyak sekolah masih mengajar matematika dengan berfokus beragam, dan pemantauan yang ketat pada hafalan dan prosedur terhadap perkembangan setiap siswa Hal ini membuat siswa kurang terlatih dalam berpikir mengakibatkan kesulitan untuk Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 2 C Juli - Desember 2024 Kurangnya pelatihan atau workshop tentang penyusunan soal-soal penalaran matematis geometri Analisis Kendala Penyusunan Soal Penalaran Matematis Geometri Siswa Kelas 4 SD 3 Kirig Kudus Beberapa faktor dapat menyebabkan mendalam tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalui soal tersebut serta kesesuaian dengan kemampuan siswa. Selain itu, mereka juga menyusun soal penalaran matematis perlu memperhatikan keterkaitan antara materi yang diajarkan dengan soal yang disusun agar kurangnya kesadaran akan pentingnya pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. Karena keterbatasan waktu dan keterampilan penalaran matematis siswa. sumber daya, menyusun soal yang berkualitas Selain kadang-kadang Salah kurangnya sumber daya, baik dana meningkatkan kesadaran dan dukungan untuk jenis pelatihan ini akan menjadi kurangnya upaya dalam bidang tersebut. Penutup Berdasarkan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah menetapkan standar kurikulum yang harus dipatuhi oleh guru. Sebagai contoh, kurikulum 2013 menekankan sistematis, kritis, dan cermat adalah kunci dalam menangani masalah. Soal-soal yang dibuat harus disesuaikan dengan standar ini, dan guru harus memastikan matematis yang sesuai dengan kurikulum dan standar tertentu, guru menghadapi beberapa Salah satunya adalah memahami secara pembahasan dalam penelitian, dapat ditarik garis besar sebagai simpulan dalam penelitian ini, sebagai berikut. Guru kelas 4 di SDN 3 Kirig Kudus mengalami beberapa kendala dalam terutama pada saat penyusunan soal evaluasi Materi sub-bab penalaran matematis geometri yang ada di kelas 4 seputar bangun datar ciri-ciri menentukan sudut, menentukan luas dan keliling, dapat menyusun dan menguraikan berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika Kendala yang dihadapi guru kelas 4 SDN 3 Kirig Kudus meliputi. Kesulitan menemukan ide soal yang kreatif dan beragam . Kesulitan menyesuaikan tingkatan kesulitan soal bahwa hal ini dilakukan. Untuk penyusunan soal penalaran matematis geometri. Kurikulum dan Standar soal tersebut. Ada kemungkinan bahwa berpengalaman dalam menyusun soal- . Kurangnya pelatihan atau workshop tentang soal-soal penalaran matematis geometri . Kurikulum dan standar. Daftar Pustaka