Strategi Komunikasi Verbal Dan Nonverbal Dalam Meningkatkan Skill Public Speaking Santri Smk Life Skill Kendari Sri Retno Mulyani. Sitti Fauziah Muis. Rahmawati Institut Agama Islam Negeri Kendari canda@gmail. com, uccy_pheat@yahoo. com, rahmawatiarif71@gmail. Abstrak Santri di SMK Life Skill Kendari mempunyai kemampuan yang beragam dalam berbicara di depan umum dengan baik. Beberapa sebab yang ditemukan adalah proses dan masa berlatih setiap santri berbeda walaupun mendapat pembinaan yang sama. Pembinaan yang dilakukan adalah secara teori dan praktek. Hambatan yang terjadi berusaha diatasi dengan pembinaan dengan komunikasi verbal dan nonverbal. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina dalam meningkatkan skill public speaking santri SMK Life Skill Kendari, termasuk faktor pendukung dan penghambat pembina dalam meningkatkan skill public speaking. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Rancangan penelitian berdasarkan variabel-variabel penelitian yang diidentifikasi serta hipotesis yang akan diuji Dalam Penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan purposive dan snowball sampling melalui teknik pengumpulan data. Pengujian data melalui triangulasi dan analisis data yang bersifat induktif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK Life Skill pondok pesantren Attarbiyatussakilah Kendari dengan melibatkan 17 responden yaitu pembina berjumlah 7 orang dan santri 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi verbal dan nonverbal cukup efektif untuk meningkatkan skill public speaking santri SMK Life Skill Kendari. Berdasarkan penelitian, antara komunikasi verbal dan nonverbal ditemukan bahwa komunikasi verbal lebih efektif dibandingkan komunikasi nonverbal. Kata Kunci: Komunikasi: Verbal: Nonverbal. Skill. Public Speaking. Abstract The students at the Kendari Life Skills Vocational School have various abilities in good public speaking. Some of the reasons found were that the process and period of practice for each student was different even though they received the same coaching. The coaching is done in theory and practice. These obstacles are trying to be overcome by coaching with verbal and non-verbal communication. This study aims to determine the verbal and nonverbal communication strategies of the coaches in improving the public speaking skills of the Kendari Life Skills Vocational High School students, including the supporting and inhibiting factors of the coaches in improving public speaking skills. The method used in this research is descriptive qualitative. The research design is based on the identified research variables and the hypotheses that will be tested for truth. In this study, data were collected using purposive and snowball sampling through data collection techniques. Testing the data through triangulation and qualitative inductive data analysis. This research was conducted at the Life Skill Vocational School of the Attarbiyatussakilah Islamic boarding school involving 17 respondents, namely 7 supervisors and 100 students. The results showed that the verbal and non-verbal communication strategies were effective enough to improve the public speaking skills of the Kendari Life Skills Vocational High VOL. 3 NO. Page 9 / 61 School students. Based on research, between verbal and non-verbal communication found that verbal communication is more effective than non-verbal communication. Keywords: Communication. Verbal. Nonverbal. Skill Public Speaking. Pendahuluan Pada hakikatnya seorang santri yang mengeyam pendidikan pesantren harus tahu sekaligus paham mengenai agama. Santri dituntut untuk dapat menjelaskan pemahaman agama kepada masyarakat. Namun, untuk bisa agama Islam itu sendiri seorang santri harus dapat memiliki skill public speaking yang mumpuni agar dapat memberikan informasi yang sesuai, minimal berani untuk menyampaikan . Secara khusus, di SMA life skill Kendari terdapat pelatihan public speaking dengan melatih kepercayaan diri dengan komunikasi verbal maupun nonverbal yang dilakukan secara rutin oleh Pelatihan yang dilakukan secara verbal oleh pembina adalah dengan memberikan teori teori terkait public speaking dan memberikan tugas mengimplementasikan dalam praktek Dalam penyampaian yang disampaikan sebagaimana penyampaian di dalam kelas, dalam keadaan kelas yang belum terkondisi dan kurang fokus. Namun, pelatihan tersebut dianggap kurang berpengaruh dan meningkatkan kemampuan bicara para murid karena kemampuan standar dari public speaking santri kurang optimal dan tidak merata. Sehingga, penyampaian materi public speaking oleh Komunikasi verbal merupakan sebuah bentuk komunikasi yang diantarai VOL. 3 NO. ediated form of communicatio. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa lisan, tertulis pada kertas, ataupun Bahasa memiliki tiga fungsi menciptakan komunikasi yang efektif. Fungsi itu digunakan untuk mempelajari dunia sekitarnya, membina hubungan yang baik antar sesame dan menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia. Adapun Komunikasi nonverbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata. Pesan-pesan berpengaruh terhadap komunikasi. Pesan atau simbol-simbol nonverbal sangat sulit untuk ditafsirkan dari pada simbol verbal. Bahasa verbal sealur dengan bahasa nonverbal, contoh ketika kita mengatakan AuyaAy pasti kepala kita mengangguk. Komunikasi nonverbal lebih jujur diungkapkan karena spontan. Strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina adalah salah satu cara dalam meningkatkan skill public speaking santri SMK Life Skill pondok pesantren Attarbiyatussakilah kota Kendari. Dengan menggunakan upaya yakni, strategi dalam komunikasi maka, pembina dapat mengarahkan kemampuan terbaiknya tidak hanya secara verbal . isan atau katakat. namun juga secara nonverbal . syarat sebagai sebuah tindaka. Dengan demikian, sebagai seorang pembina yang memiliki tanggung jawab 1 Widyo Nugroho. Modul Teori Komunikasi Verbal dan Nonverbal:2016 2 Faisal Wibowo . Komunikasi Verbal dan Nonverbal. Page 10 / 61 lebih. Maka, pembina berupaya untuk membina dan mendidik santri. Sekaligus pembina sebagai pendorong agar santri menjadi santri berkualitas. Sehingga, ketika santri keluar dari pondok pesantren dapat menjadi seseorang yang memiliki skill public speaking yang baik agar dapat memberikan pemahaman Oleh karena itu, tidak terlepas dari bimbingan serta arahan Attarbiyatussakilah komunikasi verbal dan nonverbal. Peneliti melihat bahwa, perlunya strategi sebagai upaya membangun proses Strategi komunikasi verbal dan nonverbal sebagai proses komunikasi yang di harapkan dapat melahirkan pemahaman santri Menurut Adha dalam Roswita dan Farid bahwa Aupublic speaking tidak hanya fokus pada kata-kata yang diucapkan tetapi juga bahasa tubuh atau sering disebut bahasa nonverbal. Tidak semua hal bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ada disampaikan dengan bahasa tubuh. Untuk itulah penggunaan bahasa tubuh dibutuhkanAy. Dalam meningkatkan skill public speaking santri maka, pembina menggunakan strategi komunikasi verbal . ata-kat. dan nonverbal . anpa kata-kat. dengan begitu melatih para santri untuk tidak hanya dengan mereka mendengar terus menerus teori yang di sampaikan tetapi, tindakan pembina juga menyertai sehingga hal inilah yang menjadikan pembina dan diharapkan santri dapat mendengarkan, mengamati dan meniru dengan baik agar skill public speaking VOL. 3 NO. santri memiliki progress yang maksimal. Penanaman nilai-nilai keislaman yang mengakar kuat kepada para santri di butuhkan komunikasi sebagai bagian proses penyampaian pesan. Meskipun pembina telah melakukan kewajibannya sebagai seorang pembina yang melatih santri untuk dapat berbicara di depan umum dengan baik melalui strategi komunikasi verbal dan nonverbal namun, setiap santri memiliki perbedaan dalam hal menyerapi ilmu yang Berdasar latar belakang kondisi di atas, peneliti mengambil Strategi Komunikasi Verbal dan Nonverbal Dalam Meningkatkan Skill Public Speaking Santri SMK Life Skill Kota Kendari. Strategi Komunikasi Verbal dan Nonverbal Strategi Komunikasi Strategi adalah satu bentuk atau rencana yang mengintegrasikan tujuan-tujuan kebijakan-kebijakan rangkaian tindakan dalam suatu lembaga. Secara spesifik, sebuah pondok pesantren dimana seorang pembina memiliki upaya merencanakan sebuah cara agar seorang santri dapat meningkatkan skill public speaking yang di formulasikan dengan baik dan akan membantu penyusunan dan pengalokasian sumber daya manusia. Gusti Randa menyatakan bahwa strategi di definisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, serta penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat di capai. Menurut Marthin Anderson dalam Iskandarwassid strategi adalah seni dimana melibatkan kemampuan inteligensi pikiran untuk membawa semua sumber daya yang tersedia dalam mencapai tujuan dengan Page 11 / 61 memperoleh keuntungan yang maksimal dan efisien. Menurut Seller Abdul seperti proses yang mana simbol verbal . ata-kat. dan nonverbal . anpa katakat. dikirim, diterima dan diberi arti. Menurut Hovland. Jenis & Kelly dalam Dani Vardiansyah komunikasi adalah . menyampaikan stimulus biasanya dalam bentuk kata-kata dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang lainnya . Berdasarkan komunikasi dapat di simpulkan sebagai upaya, rencana yang matang dan dapat dijadikan sebagai satu kesatuan yang utuh dalam penyusunan yang dapat memperlancar tujuan yang hendak di Sehingga dapat memperoleh keuntungan yang maksimal dan efisien serta gabungan dari proses individu menyampaikan sebuah pesan dengan simbol verbal dan nonverbal dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang lainnya dan dimaknai secara substansi. Komunikasi Verbal Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan bahasa lisan dan Komunikasi yang memudahkan antara komunikan dan komunikator dengan lambang bahasa atau kata sebagai bagian dari penggunaan komunikasi Menurut Paulette J. Thomas dalam Wini Komunikasi verbal adalah penyampaian menggunakan bahasa lisan dan tulisan. Sementara, lambang verbal merupakan semua lambang yang digunakan untuk pesan-pesan kata-kata . Sehingga dapat disimpulkan bahwa VOL. 3 NO. komunikasi verbal adalah proses seorang komunikator menyampaikan kepada komunikan dan sebaliknya komunikan sebagai penerima pesan merespon dengan menggunakan bahasa lisan atau Adapun menurut Agus M. Hardjana dalam Alqanitah mengemukakan bahwa ada komunikasi verbal, yaitu : Bahasa Pada dasarnya bahasa adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi dipergunakan adalah bahasa verbal baik lisan, tertulis pada kertas, ataupun Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain. Bahasa memiliki banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Ketiga fungsi itu sekeliling kita, membina hubungan yang baik diantara sesama manusia dan untuk ikatan-ikatan kehidupan manusia. Kata Kata merupakan inti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambang yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna, kata tidak ada pada pikiran Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran Komunikasi Nonverbal Menurut Malandro dan Barker yang dikutip dari Ilya Sunarwinadi dalam Page 12 / 61 Poppy Ruliana & Puji Lestari adalah komunikasi tanpa kata-kata, terjadi apabila individu berkomunikasi tanpa menggunakan suara dan setiap hal yang dilakukan oleh seseorang yang diberi makna oleh orang lain. Arti lain adalah studi mengenai ekspresi wajah, sentuhan, gerak isyarat, bau, perilaku mata dan lain-lain. Berdasarkan nonverbal adalah komunikasi tanpa katakata, tanpa suara, gerak isyarat, sentuhan yang dilakukan oleh seseorang dan diberi makna orang lain. Komunikasi Interpersonal Komunikasi komunikasi antar komunikator dengan komunikan, di anggap sebagai jenis komunikasi yang paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang. Menurut Wijaya, antarpribadi adalah komunikasi antara orang- orang secara tatap muka, yang menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun Skill Public Speaking Menurut Leighbody dalam Yusup Skill merupakan kemampuan, kesanggupan atau dengan kata lain potensi untuk diperoleh melalui pengalaman dan Menurut David Zarefsky dalam Winarsih Aupublic speaking strategic for succes, public speaking is continue messages and signals circulate back and forth between speaker and listenerAy ( berbicara di muka umum merupakan suatu proses komunikasi dimana pesan VOL. 3 NO. dan simbol terus berinteraksi antara pembicara dan pendengarny. Ay. Khoirum menyebutkan public speaking adalah seni yang menggabungkan semua ilmu dan kemampuan yang ada dalam Kemudian di tuangkan dalam seni berbicara yang menarik. Jadi, skill public speaking adalah potensi seni dalam berbicara yang menarik di kemampuan yang ada dalam diri. Serta bagian dari proses komunikasi yang harus selalu di latih. Metode Public Speaking Menurut Linda J Webster dalam Asiyah bahwa terdapat empat tipe atau metode yang digunakan dalam Public Speaking, diantaranya adalah : Spontan (Imprompt. Sebuah pidato atau presentasi tidak jarang disampaikan dengan sedikit atau tanpa persiapan. Dalam format ini, mengembangkan substansi, memahami seni dan teknik berbicara dengan baik. samping itu, tentu saja faktor kebiasaan dan latihan yang cukup membantu. Menggunakan (Manuscrip. Di dalam kegiatan-kegiatan tertentu, pembicara justru membacakan naskah dari awal sampai akhir. Seorang pejabat negara hampir selalu menyiapkan dan Seorang ilmuwan demi keakuratan materinya ia format ini biasanya untuk menghindari Mengingat (Memorize. Setelah naskah ditulis, pembicara mengingat kata demi kata. Format seperti Page 13 / 61 ini mengandalkan . Mengingat (Ekstemporaneou. Kata kunci atau frase biasanya sudah di rangkai dalam outline dan disertai dengan bahan-bahan pendukungnya. Format penyampaian ini, pembicara tidak membacakan pada khalayak, melainkan mengingat kata-kata atau frase dikembangkan melalui persiapan dan latihan yang hati-hati. Cara penyampaian ini dianggap paling baik karena dinilai paling fleksibel sehingga paling umum digunakan dalam dunia bisnis dan profesional. Metode ini mampu digunakan untuk menjabarkan materi yang erpola secara lengkap. Maksud dari terpola yaitu materi yang akan disampaikan harus disiapkan garisgaris besar isinya dengan menuliskan halhal yang dianggap paling penting untuk Gambaran Objek Penelitian Pembina Pembina mempunyai tanggung jawab terhadap ketertiban, kenyamanan, kebersihan, kegiatan pembinaan, pengaturan jadwal santri, serta kegiatan mereka sehari-hari agar mereka terdidik sebagai santri yang baik dan berakhlak mulia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Irma Suryani pembina adalah orang yang membina. Maksudnya adalah orang yang melatih, mendidik dan mengajarkan dan mengarahkan sesuatu agar menjadi lebih sempurna. Sebagai kesimpulan, pembina adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab untuk mengurusi santri termasuk dalam kegiatan mereka salah satunya melatih VOL. 3 NO. dan meningkatkan skill public speaking Santri Santri merupakan sebutan bagi peserta didik yang sedang menuntut dan mendalami ilmu keagamaan, tinggal di dalam pondok pesantren dalam rentang usia remaja hingga dewasa tergantung masa belajar hingga masa pengabdian di sebuah pondok pesantren. Rahmawati menyebutkan bahwa santri berasal dari kata sastri, sebuah kata dari bahasa sansekerta yang artinya melek huruf. Adapula yang mengatakan bahwa santri berasal dari bahasa Jawa yaitu cantrik, yang berarti seseorang yang selalu mengikuti seorang pendidik dan kemana pendidik itu menetap. Dapat merupakan seseorang yang didik dalam rentang usia remaja agar dapat memahami hakekat menuntut ilmu sekaligus mendalami agama dengan baik dan sesuai Islam itu sendiri. Riduwan menyebutkan bahwa menurut tradisi pesantren, terdapat dua kelompok santri yaitu Santri Mukim, yaitu muridmurid yang berasal dari daerah yang jauh dan menetap dalam kelompok pondok Santri mukim yang paling lama tinggal di pondok pesantren tersebut biasanya merupakan satu kelompok tersendiri yang memegang tanggung jawab mengurusi kepentingan pesantren sehari-hari, mereka juga memikul tanggung jawab mengajar santri-santri muda tentang kitab-kitab dasar dan menengah. Berikutnya adalah Santri Kalong, yaitu murid-murid yang berasal dari desa sekeliling pesantren, yang biasanya tidak menetap di dalam pondok pesantren. Untuk mengikuti pendidikan di pesantren mereka bolakbalik dari rumahnya sendiri. Page 14 / 61 Pondok Pesantren Pondok pesantren merupakan sebuah tempat dimana para santriwan dan santriwati menuntut ilmu baik ilmu yang berorientasi sekolah pada umumnya dan pembelajaran agama Islam itu sendiri secara mendalam. Muhakamurrohman menjelaskan bahwa candradimuka bagi para santri sebelum benar-benar diterjunkan ke medan Maksudnya pesantren merupakan tempat santri dididik dengan melahirkan seseorang yang memiliki kesederhanaan, kemandirian, semangat kerjasama, solidaritas, keikhlasan dalam menaati segala peraturan yang telah Dapat dirumuskan dari pengertian di atas bahwa pondok pesantren merupakan sebuah lembaga yang di dalamnya kedalaman bidang agama dan tempat para santri menggali ilmu dengan ajaran Islam sebagai kunci dari sebuah pendidikan yang termuat disana. Unsur-Unsur pesantren Di bawah ini adalah pengertian ahli terkait unsur-unsur pesantren, yakni sebagai berikut : Wawan merumuskan bahwa ada lima elemen atau unsur pesantren yang mana antara satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan, elemen tersebut meliputi kyai, pembina . , santri, pondok, masjid dan pengajaran kitab Islam klasik . itab kunin. Kyai adalah orang yang memiliki ilmu agama dan akhlak yang sesuai dengan Disamping itu kyai pondok pesantren biasanya sebagai penggagas dan pendiri dari pesantren. Oleh karena VOL. 3 NO. bergantung pada peran seorang kyai. Pembina . sama halnya dengan seorang guru adalah orangorang yang bertugas untuk mengajar sekaligus mendidik para santri yang berada dalam tanggung jawabnya baik di dalam maupun di luar Santri menuntut ilmu dan mendalami agama dengan mengikuti seorang guru kemanapun pergi atau menetap. Pondok merupakan tempat dimana Merupakan ciri khas pesantren yang membedakannya dengan sistem pendidikan lainnya. Masjid berasal dari bahasa Arab yaitu sajada yang berarti patuh serta tunduk dengan penuh hormat. Bagi santri masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi lebih dari itu masjid merupakan pusat pendidikan dan pengkajian ilmu agama. Pengajaran kitab kuning pesantren telah mengajarkan kitab klasik yang berbahasa Arab tanpa harakat atau sering disebut kitab gundul. Metode Penelitian Dalam sebuah penelitian yang berjudul Efektifitas Komunikasi Verbal Dan Nonverbal Terhadap Peningkatan Pemahaman Materi Pembelajaran Di Skhn Kabupaten Tangerang ditemukan bahwa metode pembelajaran pada anak tunarungu tingkat SMP di Sekolah Khusus 01 Kab. Tangerang nonverbal sangat efektif, selain itu juga komunikasi yang digabungkan seperti komunikasi total, yaitu penggabungan Page 15 / 61 antara komunikasi isyarat, oral dan sisa Komunikasi dikatakan sangat efektif ketika siswa mampu menuliskan apa yang mereka ketahui selama proses pembelajaran dengan komunikasi nonverbal. Dalam penelitian tersebut objeknya merupakan murid tunarungu, artinya komunikasi verbal yang dapat dilakukan adalah komunikasi oral dengan mengoptimalkan pendengaran yang ada. Dalam kondisi tersebut, komunikasi yang lebih bisa diterima adalah komunikasi nonverbal. Jika penelitian saat ini, dimana tidak terdapat komunikasi verbal dan nonverbal dapat digunakan dengan optimal. Adapun penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini akan mendeskripsikan bagaimana strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina dalam meningkatkan skill public speaking santri serta bagaimana faktor pendukung dan penghambat pembina melalui strategi komunikasi verbal dan nonverbal dalam meningkatkan skill public speaking santri. Dalam penelitian ini objeknya adalah pembina dan santri SMK life skill pondok pesantren Attarbiyatussakilah Kendari. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Komunikasi Verbal dan Nonverbal Pembina dalam Meningkatkan Skill Public Speaking Santri SMK Life Skill Pondok Pesantren Attarbiyatussakilah Kota Kendari. Selanjutnya, akan diolah sesuai teknik . , analisis data dan langkah terakhir akan ditampilkan kesimpulan sebagai hasil penelitian. Pembahasan Strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina adalah rencana yang diupayakan VOL. 3 NO. untuk mengorganisasikan santri melalui komunikasi verbal . ata- kat. dan komunikasi nonverbal . anpa kata-kat. pembina yang bertanggung jawab dalam meningkatkan skill public speaking Pada observasi yang peneliti temukan bahwa dalam meningkatkan skill public speaking santri SMK Life Skill memiliki efektifitas strategi komunikasi verbal dan nonverbal dibuktikan dengan mendapatkan penghargaan seperti piala dalam berbagai ajang lomba dalam speaking walaupun pada kenyataannya, penghargaan yang didapatkan itu tidak secara terus menerus atau setiap tahun namun, penghargaan beberapa tahun lalu pembinaan yang dilakukan pembina melalui strategi komunikasi verbal dan Dari temuan peneliti maka peneliti menemukan bahwa seorang pembina khususnya SMK Life Skill Kelas XII Melakukan verbal dan sebagai komunikasi yang paling efektif. Wijaya berpendapat bahwa komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang- orang secara tatap muka, yang menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun Pembina berbagai macam metode dari strategi komunikasi verbal yang bervariasi mengungkapkan ide, gagasan di hadapan para santri maka pembina mengganti banyak gaya dalam bahasa jika suasana serius gaya bahasa formal dan jika tidak biasa semi formal atau non formal sesuai dengan situasi dan kondisi komunikator yakni pembina hal ini bertujuan Page 16 / 61 mendekatkan antara santri dan pembina disertai dengan komunikasi nonverbal yang juga bervariasi seperti bagaimana pembina melihat gerakan tubuh santri terhadap respon yang diberikan selaku komunikan hal itu berpengaruh dalam menyampaikan pesan kepada mereka Aplikasi Strategi Pada Pembinaan Penelitian dilakukan dalam dua arah. Kelompok pengembangan skill public speaking serta santri yang mengikuti pembinaan skill public speaking dengan mengambil random sample. Berdasarkan analisis peneliti di pondok Pesantren Attarbiyatussakillah maka, strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina dalam meningkatkan skill public speaking santri, sebagai berikut : Melakukan Pendekatan Kepada Santri Strategi dalam meningkatkan skill public melakukan berbagai pendekatan dengan menanyakan hal apa yang ingin diketahui santri terkait skill public speaking, memberikan pemahaman yang kemudian pendekatan ini berlanjut menjadi sesi tanya jawab ketika tahassus dilaksanakan atau bahkan ketika ceramah telah selesai. Selain itu pendekatan yang dimaksud juga adalah dengan meningkatkan interaksi antara santri dan pembina karena, interaksi yang terjalin dapat menjadi salah satu langkah awal dalam pendekatan kepada santri. Sehingga, pembina dan santri sebagai langkah kenyamanan santri dalam menyampaikan ide, pendapat, gagasan yang kemudian di respon oleh pembina adalah hal yang dapat meningkatkan interaksi, umpan VOL. 3 NO. balik antara pengirim dan penerima Mengatur Strategi Komunikasi Berdasarkan Jenjang Pendidikan Menurut Marthin Anderson dalam Iskandarwassid strategi adalah seni inteligensi pikiran untuk membawa semua sumber daya yang tersedia dalam mencapai tujuan dengan memperoleh keuntungan yang maksimal dan efisien. Berdasarkan hal inilah bahwa strategi komunikasi verbal maupun verbal sangat dibutuhkan dimana sebagai seorang pembina melibatkan kemampuan pikiran untuk mencapai tujuan agar santri dapat meningkatkan skill public speaking Strategi selanjutnya adalah langkah yang terbaik karena, dalam mengatur strategi pendidikan akan memiliki efek yang Pada pengetahuan anak MI tidak sama dengan anak SMK sehingga langkah ini sangat Karena, jika semua disatukan maka dipahamkan kepada anak SMK akan membuat anak MI bertanya-tanya dan Selain daripada itu, berdasarkan jenjang pendidikan akan dengan cepat membuat tujuan dapat lebih tercapai. Berdasarkan temuan peneliti maka, strategi komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan adalah melakukan pendekatan kepada santri dan mengatur strategi komunikasi berdasarkan jenjang pendidikan adalah salah satu langkah speaking para santri. Page 17 / 61 c. Memberikan Saran. Serta Melakukan Kepada Santri Nasihat Evaluasi Penggunaan Komunikasi Nonverbal Pembina Terhadap Santri Memberikan saran, nasihat dan tips adalah salah satu metode dalam peningkatan skill public speaking santri karena, jika diterapkan oleh santri dan berhasil maka tips itu juga akan berguna bagi santri itu sendiri. Selain daripada itu melakukan evaluasi adalah salah satu langkah dalam melakukan peningkatan skill public speaking santri karena pada saat itu pembina melakukan komunikasi verbal seperti bahasa dan kata yang disesuaikan dengan komunikan yang kemudian disusul dengan komunikasi pembina suka atau tidaknya terhadap ditingkatkan atau tidak, mengajarkan gerakan kepada santri adalah bagian daripada komunikasi nonverbal sehingga, evaluasi adalah hal yang sangat berguna bagi santri dalam meningkatkan skill public speaking mereka. Menurut Wood dalam Cut. Muhammad dan Muya sentuhan adalah jenis dari komunikasi nonverbal yang dilakukan pembina terhadap santri seperti temuan peneliti bahwa, pembina menyentuh santri dengan cubitan apabila santri benar-benar sudah tidak dapat diatasi, sehingga pembina yang sudah tidak bisa meredam perasaan tidak sukanya maka, akan terlampiaskan. Memberikan Isyarat Tidak Suka Kronemik, penggunaan waktu yang digunakan pembina juga tergantung situasi dan kondisi yang terjadi dan peranan lingkungan budaya pesantren. Dalam proses evaluasi santri penggunaan waktu pembina kadang kala juga melebihi batas waktu namun, itu dikarenakan budaya disana pesantren bukan tidak penyampaian bersifat mendesak sehingga tetap harus disampaikan, biasa juga santri melakukan kode agar pembina peka bahwa, waktu telah lama berakhir. Dalam strategi komunikasi nonverbal yang dilakukan informan AL jika tidak mendengarkan pada saat santri sedang ceramah di depan dan temannya yang ribut maka, cubitan dan meninggalkan santri dengan tujuan merefleksikan kesalahan mereka menjadi salah satu langkah dalam situasi yang terjadi. Membuat jadwal aplikasi komunikasi verbal pembina Jadwal adalah salah satu langkah dalam meningkatkan skill public speaking karena, ketika jadwal telah diatur maka semua yang telah terjadwalkan akan menjadi wajib dilaksanakan. Jadwal membuat kesiapan santri lebih optimal sehingga ketika giliran akan disebut namanya maka, sebelumnya akan meminimalisir kesalahan pada saat tampil berceramah. VOL. 3 NO. Komunikasi objek pembina adalah mengarahkan santri dalam hal kebaikan seperti ceramah, khutbah, tadarus AlQurAoan maka, seorang pembina harus memberikan kesan yang baik atau pantas ditiru dan itu bisa dilihat dari penampilan contoh pakaian. Tidak dilihat dari berapa harga yang digunakan namun, bersih dan penyesuaian dalam penggunaan dan yang menerapkan hal itu. Gerakan Tubuh (Kinesteti. , seperti emblem yang dilakukan pembina seperti menaruh telunjuk diatas bibir sebagai tanda jangan berisik. Ilustrator, pembina memberi gambaran kepada santri tentang gerakan dalam ceramah yang disertai pesan verbal seperti pengucapan salam yang disertai gerakan yang diajarkan. Affecct displays, sadar dan kadang tidak Page 18 / 61 sadar pembina melakukan gerakan yang tidak sesuai apa yang diucapkan misalnya. Aukalian harus percaya diriAy namun, pada kenyataannya pembina tidak menunjukan gerakan tubuh dengan menunjukan rasa percaya diri. Regulator, pada saat santri tampil ke depan seorang pembina juga ikut merasakan pesan apa yang disampaikan oleh santri dalam ceramahnya dan memantau apa saja yang menjadi problematika santri agar setelah santri tampil berceramah maka, pembina kadang melakukan evaluasi atau pada saat subuh dan ini tergantung situasi dan Adaptor, ada beberapa pembina menyampaikan sebuah pesan maka, ada hal lain yang tetap dilakukan misalnya memegang pulpen, dan menggaruk Untuk gerakan mata . , maka proxemik, pembina itu mengarah kepada siapa yang sedang tampil ceramah dan santri yang ribut. Karena, pengaturan jarak yang dekat akan memudahkan pembina melihat secara dekat dan menentukan seberapa dekat tingkat keakraban pembina kepada santri dan vokalik atau paralanguage, unsur Misalnya cara berbicara. Nada berbicara, nada suara, keras atau lemahnya dalam berbicara, kecepatan berbicara, kualitas suara dan intonasi karena itu akan memengaruhi penangkapan komunikan terhadap proses penyampaian pesan. Berlatih Sendiri Metode yang dilakukan oleh informan AK menjadi hal yang menarik dikalangan santri, berlatih sendiri jika belum bisa atau belum paham pada ceramahnya adalah salah satu langkah dalam meningkatkan skill public speaking. Karena, sebelum tampil kembali maka mereka wajib untuk memperlihatkan VOL. 3 NO. kepada beberapa temannya untuk dikoreksi hal ini bertujuan untuk mempermantap penampilan santri dan menunjang santri untuk berlatih mandiri dalam menguasai skill public speaking. Strategi Komunikasi Verbal Pembina Memerintahkan Santri Menulis Kegiatan ceramah adalah rutinitas yang dilakukan oleh santri putra dan putri pondok pesantren Attarbiyatussakilah termasuk santri SMK. Walaupun mereka telah menempuh pendidikan di bangku yang paling atas ataupun menyandang gelar senioritas, mereka tetap memiliki kewajiban untuk tampil di depan. Dalam meningkatkan skill public speaking santri melalui ceramah, kultum maupun khutbah maka, santri putra dan putri tidak terlepas dari sebuah hukuman. Hukuman ini adalah salah satu cara pembina dalam meningkatkan skill public speaking santri melalui komunikasi verbal dan nonverbal. Melalui strategi komunikasi verbal pembina untuk memerintahkan mereka diam saat teman yang lain tampil di depan dengan konsekuensi jika tidak mendengarkan maka, ketika selesai teman mereka tampil dan tidak bisa menjawab pertanyaan terkait dengan apa yang dibicarakan di depan maka, mereka akan dihukum sehingga strategi komunikasi verbal pembina dengan memerintahkan mereka mencatat adalah salah satu solusi dalam meningkatkan skill public speaking santri karena mendapatkan ilmu melalui itu dan menjadikan bahan materi evaluasi untuk tampil berikutnya. Karena, bukan saja ditanyakan apa materi yang telah dijelaskan oleh temannya namun juga terkait penampilan mereka, kekurangan dan saran apa yang diberikan sehingga hal ini secara tidak langsung memotivasi mereka untuk terus menjadi lebih baik ketika tampil di Page 19 / 61 Dari temuan peneliti, maka strategi verbal dan pembina dalam meningkatkan skill public dikemukakan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa dalam meningkatkan skill public speaking santri maka, pembina melakukan berbagai cara, metode agar dalam pengaplikasian santri dapat dilakukan dengan baik karena dengan strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina sebagai cara dalam meningkatkan skill public speaking Faktor Pendukung Pembina dalam Meningkatkan Skill Public Speaking Santri SMK Life Skill Faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina dalam meningkatkan skill public speaking santri juga adalah hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian ini. Sebagai pembina yang menjalankan tugas dan kewajiban yang tidak hanya meningkatkan skill public speaking santri maka, akan banyak hambatan. Untuk itu mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembina dalam meningkatkan skill public speaking juga adalah hal yang penting. Berdasarkan temuan peneliti di pondok Pesantren, faktor pendukung pembina speaking santri, peneliti menemukan sebagai berikut : Keterbukaan Pembina dan Santri Keterbukaan penyampaian yang berusaha dibangun oleh pembina kepada santri sangat penting keberadaannya. Keterbukaan meningkatkan skill public skill santri. Karena, hubungan yang baik antara santri dan pembina adalah celah yang bisa VOL. 3 NO. dijadikan ajang untuk berdiskusi dan mengembangkan diri khususnya dalam meningkatkan skill public speaking santri itu sendiri. Dalam berkomunikasi dengan seseorang dalam hal ini pembina dan santri maka, tempat atau lokasi posisi berada sebagai bagian komunikasi nonverbal juga akan Sehingga pengaturan jarak juga menentukan seberapa dekat tingkat keakraban seseorang dengan orang lain dan dalam hal ini pembina membangun jarak itu dengan baik dalam sebuah tempat yakni, masjid sebagai sarana aktifitas itu dilakukan seperti ceramah dan tahassus. Kegiatan Ekstrakurikuler Sebagai Tambahan Santri Tidak dipungkiri bahwa evaluasi yang terjadi dalam lingkup santri dan pembina kepercayaan diri santri dalam berbicara di muka umum adalah waktu yang kurang cukup sehingga untuk menambah ataupun mengasah kembali keterampilan santri dalam berbicara di muka umum maka, kegiatan ekstrakurikuler adalah salah satu solusi seperti kegiatan Kegiatan meningkatkan kepercayaan santri agar dapat mengembangkan potensi yang ada dalam berbicara di muka umum karena dilatih dari berbagai komunikasi yang komunikasi verbal dan komunikasi Faktor Penghambat Pembina dalam Meningkatkan Skill Public Speaking Santri SMK Life Skill Berdasarkan temuan peneliti di pondok Pesantren, faktor penghambat pembina Page 20 / 61 dalam speaking santri, peneliti menemukan sebagai berikut : Perbedaan Santri Latar Belakang Dalam hal melatih para santri maka tidak sedikit terjadi hal-hal diluar dugaan seperti kedatangan santri baru yang harus diajarkan kembali dan dilatih dalam berbicara di muka umum. Ditingkatkan kembali dari segi mental untuk maju di depan umum yang kemudian disusul dengan bahan kosa kata yang dibuat sendiri atau dibuatkan tidak hanya santri baru kadang santri lama pun mengalami problematika seperti itu. Sehingga, pembina harus ekstra dalam melatih dan meningkatkan skill public speaking para santri baik dalam lingkup pesantren maupun ketika di panggil di luar pesantren untuk tampil di depan. Dan bahan kosa kata atau bahasa adalah bagian dari komunikasi verbal karena, pada dasarnya bahasa adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan orang berbagai makna. Sehingga jika bahasa, atau kosa kata yang digunakan kurang dimengerti maka dibutuhkan proses penyesuaian untuk melakukannya seperti halnya pembina kepada santri. Sumber Interferensi Komunikasi Pembina Sebagai Penghambat Proses Penyampaian Pesan Verbal maupun Nonverbal Yayah Churiyah mengemukakan bahwa beberapa sumber intererensi yang dapat memengaruhi keberhasilan suatu proses Sehingga, interferensi ini menjadi penghambat penyampaian pesan verbal maupun Interferensi internal, yaitu gangguan komunikasi yang berasal dari diri VOL. 3 NO. Wujudnya dapat berupa keengganan mendengarkan sesuatu yang pernah mengandung risiko atau karena pikiran sedang tidak terfokus pada sesuatu di luar yang sedang di komunikasikan. Gangguan komunikasi sebagai salah satu Pembina komunikator,dalam sebuah pesan dengan lancar apabila konsentrasi sebagai komunikator tidak terganggu dalam hal ini adalah pembina itu sendiri, sehingga jika pembina mau menyampaikan pesan namun dalam keadaan yang kurang sehat atau berkenaan dalam proses penyampaian pesan tentang skill public speaking baik dalam waktu ceramah maupun khutbah maka, santri sebagai komunikan juga akan memberikan respon negatif karena, atmosfer yang diberikan juga kurang Sehingga, menyampaikan sebuah pesan terhadap santri harus dalam keadaan yang benarbenar stabil agar penyampaian pesan baik secara verbal maupun nonverbal dapat dengan baik diterima oleh komunikan yakni santri itu sendiri. Interferensi eksternal, yaitu gangguan yang muncul dari lingkungan atau di luar diri penerima pesan. Bentuknya dapat berupa suara . icara terlalu keras atau pelan, suasana ribu. , tulisan yang tidak jelas, serta kondisi udara dan suasana yang tidak nyaman sehingga menganggu Di pondok pesantren Attarbiyatussakilah khususnya, masjid adalah salah satu sarana dalam proses pelatihan skill public speaking santri. Oleh karena itu, sebelum proses pelaksan pelatihan skill public speaking santri maka, akan ada pembersihan sesuai jadwal karena. Page 21 / 61 memengaruhi dalam proses penyampaian Selain itu, kondisi santri dalam menyimak pembinaan harus dalam keadaan tenang karena, jika dalam keadaan yang kurang kondusif seperti ribut maka, akan menganggu konsentrasi pembina dalam penyampaian pesan. Interferensi semantik, yaitu gangguan penyampai dan penerima pesan memberi arti yang berbeda terhadap simbol verbal Wujudnya dapat berupa penggunaan bahasa yang terlalu tinggi, tidak jelas, tabu atau kurang sopan. Serta perilaku nonverbal yang kurang layak. Seorang santri harus dapat bersikap Maksudnya menjaga etika dalam berbicara dan bersikap dan hal tersebut di dapatkan dari pembinaan yang dilakukan oleh Kesimpulan Berdasarkan pembahasan terkait strategi komunikasi meningkatkan skill public speaking santri SMK Life Skill Pondok Pesantren Attarbiyatussakilah Kota Kendari maka, peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : Dalam membangun strategi komunikasi maka, pembina melakukan pendekatan kepada santri sebagai langkah awal dalam menjalin hubungan yang intens agar kenyamanan santri terhadap pembina membuat mereka lebih terbuka dengan komunikasi intrapersonal, mengatur strategi komunikasi berdasarkan jenjang pendidikan adalah langkah yang tepat, melakukan evaluasi kepada santri juga adalah langkah dalam meningkatkan skill public speaking mereka, memberikan VOL. 3 NO. isyarat tidak suka sebagai tanda agar santri belajar dari kesalahan yang telah diperbuat seperti ribut dalam kegiatan yang sedang berlangsung ataupun tidak mendengar perkataan pembina serta membuat jadwal untuk para santri verbal pembina, berlatih sendiri adalah hal yang dapat santri lakukan atas meningkatkan skill public speaking Adapun penghambat pembina melalui strategi komunikasi verbal dan nonverbal dalam meningkatkan skill public speaking santri smk life skill kota kendari diantaranya, keterbukaan Pembina dan Santri yang komunikan dalam menyampaikan dan membuat interaksi akan semakin stabil serta kegiatan ekstrakurikuler sebagai tambahan santri dengan adanya program meningkatkan skill public speaking para Sedangkan faktor penghambat adalah perbedaan latar belakang santri yang seperti bagaimana sikap pembina jika kedatangan santri baru dan cara memperlakukannya untuk bisa mengikuti kegiatan yang berlangsung seperti berbicara di muka umum dalam hal ini skill public speaking santri. Harapan penulis bagi pembina untuk dapat menempatkan situasi dan kondisi para santri karena mengingat mereka juga adalah seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang sehingga, perasaan yang dapat menyakiti mereka agar sekiranya tidak dilakukan seperti memukul apalagi tanpa tabayyun terlebih Serta melakukan bedah video ceramah yang di tonton bersama santri dan bersama-sama Page 22 / 61 melakukan review video hal ini dapat bertujuan untuk meningkatkan skill menggunakan teknologi serta membuat para santri lebih rileks dalam mengikuti kegiatan kepondokan. Diharapkan bagi santri untuk senantiasa taat dan patuh kepada pembina karena, mereka juga adalah pengganti orangtua saat di pesantren dan kepatuhan kalian akan membuahkan hasil kesuksesan di masa depan. Kepada Peneliti lain diharapkan agar penelitian ini menjadi sebuah kajian yang bermanfaat dan membantu pemahaman terhadap peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi komunikasi verbal dan nonverbal pembina dalam meningkatkan skill public speaking santri SMK Life Skill Pondok Pesantren Attrabiyatussakilah Kota Kendari. Daftar Pustaka