JURNAL JIKKI Vol 2 No. 2 JULI . Hal 52-65. P-ISSN : 2809-7181 E-ISSN : 2809-7173 Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Link Page https://journal. id/index. php/jikki Page https://journal. id/index. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON Sofiyati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ahmad Dahlan Cirebon Email : y_sofie@yahoo. ABSTRACT Polio is a highly contagious and incurable viral infection. The virus attacks the entire body . ncluding muscles and nerve. and can cause permanent muscle weakness and paralysis of one leg. According to the World Health Organization (WHO), polio has paralyzed around a thousand children every day in almost every country in the world. It is important for parents to know why, when, where, and how often their children should be immunized, including polio immunization. Giving immunizations to infants and children not only provides disease prevention to these children but also has a wider impact because it can prevent disease transmission to other children, therefore the knowledge and attitudes of parents, especially mothers, are very important to understand the benefits of immunization for Indonesian children. Polio immunization is the act of giving polio vaccine . n oral for. or known as the oral polio vaccine (OPV) which aims to provide immunity from poliomyelitis disease. This polio immunization is expected to reduce the number of polio cases in Indonesia, so that people need to be provided with information so that their knowledge about polio immunization can be implemented, especially for mothers who have children under five. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of mothers who have children under five about polio immunization with the time of giving polio immunization at the Kedawung Health Center. Kedawung District. Cirebon Regency. The level of knowledge of mothers who have children under five about polio immunization at the Kedawung Health Center was 44 respondents who were studied, the most respondents were respondents who had sufficient knowledge level. The results of this study prove that there is a relationship between the level of knowledge of mothers who have children under five about polio immunization with the time of giving polio immunization. The Puskesmas should further increase public understanding about polio immunization by providing education in the form of counseling or with other information media so that the information can be reached and accepted by the community so that no more children under five are not immunized against polio. Keywords: knowledge, mother, polio immunization ABSTRAK Polio merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular dan tidak bisa disembuhkan. Virusnya menyerang seluruh tubuh . ermasuk otot dan sara. dan bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen serta kelumpuhan pada salah satu tungkai. Menurut argumentasi kesehatan dunia (WHO) polio telah melumpuhkan sekitar seribu anak setiap harinya dihampir tiap negara di dunia. Penting bagi orang tua untuk mengetahui mengapa, kapan, dimana, dan berapa kali anak harus diimunisasi, termasuk daintaranya imunisasi polio. Pemberian imunisasi pada bayi dan anak tidak hanya memberi pencegahan penyakit pada anak tersebut tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas karena dapat mencegah penularan penyakit untuk anak lain, oleh karena itu pengetahuan dan sikap orang tua terutama ibu sangat penting untuk memahami tentang manfaat imunisasi bagi anak Indonesia. Imunisasi Polio adalah tindakan memberi vaksin Received Juli 2, 2022. Revised Agustus 2, 2022. Accepted September 2, 2022 Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2. No. 2 JULI . polio ( dalam bentuk oral ) atau dikenal dengan nama oral polio vaccine ( OPV ) yang bertujuan memberi kekebalan dari penyakit poliomyelitis. Imunisasi polio ini diharapkan dapat menekan angka kasus polio di Indonesia, sehingga masyarakat perlu dibekali dengan informasi agar pengetahuan mereka tentang imunisasi polio ini dapat diimplementasikan khususnya bagi ibu yang mempunyai anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai anak balita tentang imunisasi polio dengan waktu pemberian imunisasi polio di Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai anak balita tentang imunisasi polio di Puskesmas Kedawung sebanyak 44 responden yang diteliti, responden paling banyak adalah responden yang memiliki tingkat pengetahuan cukup. Hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan Ibu yang memiliki anak balita tentang imunisasi polio dengan waktu pemberian imunisasi polio. Hendaknya pihak Puskesmas lebih meningkatkan pemahaman masyarakat tentang imunisasi polio dengan cara memberikan edukasi berupa penyuluhan atau dengan media infomasi yang lainnya sehingga informasi tersebut dapat dijangkau dan di terima oleh masyarakat sehingga tidak ada lagi anak balita yang tidak di imunisasi polio. Kata kunci: pengetahuan, ibu, imunisasi polio PENDAHULUAN Latar Belakang World Health Organization (WHO) menyatakan pada tahun 2018 ada sekitar 20 juta anak di dunia yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan ada yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Sementara untuk mendapatkan kekebalan komunitas . erd Immunit. dibutuhkan cakupan imunisasi yang tinggi . aling sedikit 95%) dan merata. Namun masih banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Bahkan ada pula anak yang tidak pernah mendapatkan imunisasi sama sekali sejak (Kemenkes, 2. Pemberantasan polio secara global dilaksanakan pada negara-negara endemic polio seperti Pakistan. Nigeria dan Afghanistan. Meskipun penurunan keseluruhan insiden global kasus telah lebih dari 99% (Bandyopadhyay et al. , 2015 dalam Vima Erwani dan Chairil Zaman, 2. Polio merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular dan tidak bisa disembuhkan. Virusnya menyerang seluruh tubuh . ermasuk otot dan sara. dan bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen serta kelumpuhan pada salah satu tungkai (Erinakia, 2006: . Menurut Nelson . Mila, 2. Penting bagi orang tua untuk mengetahui mengapa, kapan, dimana, dan berapa kali anak harus diimunisasi. Pemberian imunisasi pada bayi dan anak tidak hanya memberi pencegahan penyakit pada anak tersebut tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas karena dapat mencegah penularan penyakit untuk anak lain, oleh karena itu pengetahuan dan sikap orang tua terutama ibu sangat penting untuk memahami tentang manfaat imunisasi bagi anak Indonesia. Menurut argumentasi kesehatan dunia (WHO) polio telah melumpuhkan sekitar seribu anak setiap harinya dihampir tiap negara di dunia. Wabah besar Pertama di Amerika serikat terjadi pada tahun 1916, ketika lebih dari 27. 000 orang terkena penyakit ini dan sekitar 6000 orang meninggal dan sebagian besar adalah anak. Hingga memasuki tahun 2004, hanya ditemukan 1. 266 kasus polio di seluruh dunia, sebagian besar ditemukan di negara endemik polio, yakni Yaman. Nigeria. India. Pakistan. Mesir. Afghanistan, yang ada di dunia, sekitar 25% berada di Indonesia dan menempati peringkat tiga dunia (DEPKES RI, 2. Penyakit polio masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, mengingat masih adanya kasus dan wabah polio di beberapa daerah di Indonesia Ini diperkuat dengan ditemukannya wabah polio impor yang bermula ditemukan di Sukabumi. Jawa Barat, pada bulan Maret 2005, ditemukan 15 kasus yang terkait polio (DEPKES RI, 2. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. No. Juli 2022, pp. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, pada bulan Desember 2020 Ae Februari 2021 sebanyak 1015 bayi yang menjadi sasaran untuk di imunisasi polio yang mencangkup 7 Data tersebut diambil dari buku profil catatan derajat kesehatan khususnya puskesmas Kabupaten Cirebon (Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebo. Berdasarkan data yang di dapat di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon khususnya desa Kertawinangun, pada bulan Desember 2021 Ae Februari 2022 sebanyak 143 balita yang menjadi sasaran untuk di imunisasi polio, yang terbagi dalam 3 RW yaitu RW 006 sebanyak 44 balita. RW 005 sebanyak 48 balita dan RW 004 sebanyak 51 balita yang di imunisasi polio, karena jumlah sasaran balita di RW 006 lebih sedikit yaitu 44 balita ( Polio 1 sebesar 8,4%. Polio 2 sebesar 8,4%. Polio 3 sebesar 9,1%. Polio 4 sebesar 7,0% ), maka peneliti mengambil wilayah Desa Kertawinangun RT 027 RW 006 untuk Banyak ibu yang mempunyai balita yang ada di puskesmas Kedawung khususnya Desa Kertawinangun RT 027 RW 006 Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, kurang mengetahui tentang imunisasi polio sehingga dapat beresiko tinggi terhadap penyakit poliomyelitis. (Buku profil puskesmas Kedawun. Berdasarkan uraian data di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang AuHubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Polio dengan Waktu Pemberian Imunisasi Polio di Wilayah Kerja Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten CirebonAy METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional dan bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai anak balita tentang imunisasi polio dengan waktu pemberian imunisasi polio di Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Responden dalam penelitian ini berjumlah 44 responden. Responden yang digunakan adalah ibu yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Kedawung untuk mengimunisasikan bayinya. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan responden adalah menggunakan kuesioner. Analisis variabel bebas yaitu tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio. Setelah mendapatkan nilai prosentase kemudian dikategorikan baik, cukup dan kurang. Analisis variabel terikat yaitu waktu pemberian imunisasi Setelah mendapat nilai prosentase kemudian dikategorikan sesuai jadwal dan tidak sesuai jadwal atau tidak diberikan. Untuk menguji hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan waktu pemberian imunisasi polio digunakan uji statistik Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kedawung khususnya Desa Kertawinangun RT 027 RW 006 Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon yaitu pada tiga bulan terakhir sebanyak 44 responden. Sementara itu, sampel dalam penelitian ini didasarkan atas kriteria inklusi pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Ibu yang mempunyai anak balita yang bersedia menjadi responden. Ibu yang mempunyai anak balita yang kooperatif Ibu yang mempunyai anak balita yang bisa membaca dan menulis Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Setiadi, 2007:. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 44 ibu yang mempunyai balita di Puskesmas Kedawung khususnya warga Desa Kertawinangun RT 027 RW 006 Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON (Sofiyat. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2. No. 2 JULI . Sementara itu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis univariat dan bivariat. Analisis Univariat Analisa univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran tingkat pengetahuan pada masing Ae masing variable. Data Ae data disediakan dalam bentuk table distribusi frekuensi. Table distribusi frekuensi merupakan bentuk table yang sederhana, biasanya data terdiri dari suatu variable disertai dengan frekuensi masing Ae masing kategori dari variable tersebut. Data-data disediakan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi masing-masing kategori dari variabel tersebut. Data pengetahuan ibu tentang imunisasi polio yang diperoleh dengan metode wawancara menggunakan kuesioner berbentuk pertanyaan pilihan berganda, dengan aspek pengukuran dilakukan dengan memberikan pertanyaan sejumlah 20 pertanyaan dan masing-masing pertanyaan di berikan skor sebagai Jawaban yang benar diberi skor . Jawaban yang salah diberi skor . Total nilai benar untuk pengetahuan adalah 20 Total nilai salah untuk pengetahuan adalah 0 Pengetahuan responden dapat diukur dengan menggunakan rumus. Cara pengkategorian dilakukan dengan menetapkan cut off point dari skor yang telah dijadikan persen. Setelah mendapatkan nilai prosentase kemudian dikategorikan baik, cukup dan kurang. Adapun rumus yang digunakan untuk pengetahuan adalah: Rumus : C 100% Keterangan : P = Presentase F = Frekuensi . awaban yang bena. N = Jumlah nilai maksimal Kriteria : Tingkat pengetahuan baik . -100 %) Tingkat pengetahuan cukup (>76%) Tingkat pengetahuan kurang (<56%) (Arikunto, 2006 : 334 ) . Analisis Bivariat Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pengetahuan ibu tentang imunisasi polio yang dikatagorikan pengetahuan baik, sedang dan kurang. Variabel terikat yaitu waktu pemberian imunisasi polio. Setelah mendapat nilai prosentase kemudian dikategorikan sesuai jadwal dan tidak sesuai jadwal. Untuk menguji hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan waktu pemberian imunisasi polio digunakan analisis bivariat yaitu menggunakan uji statistik Chi-Square, dengan rumus sebagai berikut : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. No. Juli 2022, pp. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No. Keterangan : Oi = frekuensi yang diamati . bserved valu. Ei = frekuensi yang diharapkan . xpected valu. X2 = nilai chi kudrat (Sugiyono, 2017, 241-. HASIL DAN ANALISIS DATA Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hubungan tingkat pengetahuan Ibu yang mempunyai balita tentang imunisasi polio dengan waktu pemberian imunisasi polio di Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Responden dalam penelitian ini sebanyak 44 orang Ibu yang mempunyai Analisis Univariat Kuesioner yang telah di jawab dianalisis untuk dilihat mengenai tingkat pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang imunisasi polio di Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Berikut ini adalah hasil dan analisis mengenai tingkat pengetahuan yang meliputi sub variable pengetahuan tentang pengertian imunisasi polio, tujuan dan manfaat imunisasi polio, penyakit poliomyelitis dan tanda gejala penyakit polio, cara dan waktu pemberian imunisasi polio, serta efek samping dan kontra indikasi imunisasi polio. Karakteristik Responden Karakteristik Umur Diagram 1 Karakteristik Responden berdasarkan Umur Dari diagram 1 diatas dapat diketahui bahwa dari 44 responden, pada usia 41Ae 50 tahun sebanyak 2 responden . ,5%), 31 Ae 40 tahun sebanyak 11 responden . ,0%), dan pada usia 20 Ae 30 tahun sebanyak 31 responden . ,5%). HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON (Sofiyat. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2. No. 2 JULI . Karakteristik Pekerjaan Diagram 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Dari diagram 2 diatas menjelaskan jenis pekerjaan responden dari 44 responden mayoritas atau sebagian besar menjadi IRT (Ibu Rumah Tangg. sebanyak 26 responden . ,1%), selain itu juga ada yang memiliki pekerjaan sebagai Wiraswasta sebanyak 12 responden . ,3%), dan sebagai Buruh sebanyak 6 responden . ,6%). Karakteristik Pendidikan Diagram 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Dari diagram 3 diatas menjelaskan bahwa dari 44 responden mayoritas berpendidikan SD yaitu sebanyak 18 responden . ,9%), selain itu juga ada yang berpendidikan SMP yaitu sebanyak 9 responden . ,5%), dan yang berpendidikan SMA sebanyak 17 responden . ,6%). Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. No. Juli 2022, pp. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No. Pengetahuan Ibu Tingkat Pengetahuan Ibu yang mempunyai Balita di Desa Kertawinagun RT 027 RW 001 Wilayah Kerja Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon secara Keseluruhan ditunjukkan dalam diagram 4. Berdasarkan Penelitian dari 44 responden didapatkan ibu yang mempunyai balita yang mempunyai tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 7 responden . ,9%), tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 24 responden . ,5%), dan tingkat pengetahuan kurang yaitu 13 responden . ,5%). Diagram 4 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Keseluruhan Pengetahuan yang cukup disebabkan karena masyarakat belum maksimal memahami tentang materi imunisasi polio. Tingkat pengetahuan sesorang sangat dipengaruhi dari kemampuan seseorang dalam mengetahui, memahami, kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang materi. (Notoatmodjo, 2. Pengertian Tentang Imunisasi Polio Berdasarkan diagram 5 dinyatakan bahwa dari 44 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang pengertian imunisasi polio yaitu sebanyak 27 responden . ,4%), sedangkan 17 responden . ,6%) berpengetahuan baik. Sebagian besar responden masih memiliki pengetahuan yang kurang, hal ini disebabkan karena kurangnya sumber informasi dan penyampaian materi tentang pengertian imunisasi polio. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON (Sofiyat. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2. No. 2 JULI . Diagram 5. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pengertian Imunisasi Polio Dari kenyataan yang diperoleh peneliti dilapangan, diketahui bahwa ibu yang mempunyai balita sudah mendapatkan pengetahuan tentang tanda dan gejala penyakit polio hanya sebatas AutahuAy belum sampai Dari hasil kuesioner pengetahuan tentang pencegahan hanya di tingkat AukurangAy. Menurut teori Notoatmodjo . aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya. Tujuan dan Manfaat Imunisasi Polio Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada 44 responden tentang tujuan dan manfaat imunisasi polio didapatkan hasil sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kurang yaitu sebanyak 23 responden . ,3%). Berdasarkan diagram 6 dapat dinyatakan bahwa dari 44 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang tujuan dan manfaat imunisasi polio yaitu sebanyak 23 responden . ,3%), 14 responden . ,8%) berpengetahuan cukup, dan 7 responden . ,9%) berpengetahuan baik. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. No. Juli 2022, pp. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No. Diagram 6 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Tujuan dan Manfaat Imunisasi Polio Tingkat pengetahuan kurang pada sebagian besar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu diantaranya umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman, pemahaman, sumber informasi yang di dapat dan pengetahuan tentang tujuan dan manfaat imunisasi polio itu sendiri. Penyakit Poliomyelitis dan Tanda Gejala Polio Diagram 7 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penyakit Poliomyelitis dan Tanda Gejala Polio Berdasarkan diagram 7 dapat dinyatakan bahwa dari 44 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup dan kurang tentang penyakit poliomyelitis dan tanda gejala polio yaitu sebanyak 19 responden . ,2%), sedangkan 6 responden . ,6%) berpengetahuan baik. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON (Sofiyat. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2. No. 2 JULI . Pengetahuan cukup dan kurang biasanya dipengaruhi oleh oleh beberapa faktor yaitu diantaranya umur, pendidikan, pekerjaan, pengalaman, pemahaman, sumber informasi yang di dapat dan pengetahuan tentang penyakit poliomyelitis dan tanda gejala penyakit polio itu sendiri. Cara dan Waktu Pemberian Imunisasi Polio Diagram 8 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan tentang Cara dan Waktu Pemberian Imunisasi Polio Berdasarkan diagram 8 diatas dapat dinyatakan bahwa dari 44 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang cara dan waktu pemberian imunisasi polio yaitu sebanyak 17 responden . ,6%), sedangkan 16 responden . ,4%) berpengetahuan cukup dan 11 responden . ,0%) berpengetahuan baik. Dari hasil didapatkan hasil sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup yaitu sebanyak 17 responden . ,6%), hal ini disebabkan karena kurangnya sumber informasi materi tentang pengertian imunisasi polio. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. No. Juli 2022, pp. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No. Efek Samping dan Kontra Indikasi Imunisasi Polio Diagram 9 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Efek Samping dan Kontra Indikasi Imunisasi Polio Berdasarkan diagram 9 diatas dapat dinyatakan bahwa dari 44 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup tentang efek samping dan kontra indikasi imunisasi polio yaitu sebanyak 18 responden . ,9%), sedangkan 17 responden . ,6%) berpengetahuan kurang dan 9 responden . ,5%) berpengetahuan baik. Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup yaitu sebanyak 18 responden . ,9%), hal ini disebabkan karena sumber informasi yang didapat masih kurang sehingga wawasan responden belum bisa mencapai ke dalam kategori baik. Pengetahuan yang cukup tentang efek samping dan kontra indikasi imunisasi polio juga disebabkan karena masyarakat belum maksimal memahami materi tentang efek samping dan kontra indikasi imunisasi polio. Analisis Bivariat Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh beberapa orang reponden, responden melakukan imunisasi berdasarkan jadwal yang sudah dituliskan bidan dalam buku KIA/KMS. Responden hanya mengikuti saja jadwal yang sudah dituliskan tanpa tahu jadwal yang sebenarnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Widiawati . terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi, antara lain tingkat pengetahuan ibu, sikap ibu terhadap imunisasi dan persepsi dukungan keluarga terhadap imunisasi. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Polio dengan Waktu Pemberian Imunisasi Polio di Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon dianalisis menggunakan Uji Chi Square pada SPSS versi 23. Hasil Uji Chi Square dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini : HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON (Sofiyat. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2. No. 2 JULI . Tabel 1. Hubungan Pengetahuan Ibu yang memiliki anak balita tentang Imunisasi Polio dengan Waktu Imunisasi Polio WAKTU IMUNISASI VARIABEL SESUAI JADUAL/ TEPAT WAKTU BAIK KURANG PENGETAHUAN SEDANG Total TIDAK SESUAI JADUAL/ TIDAK TEPAT WAKTU Total 38,1% 13,0% 25,0% 19,0% 56,5% 38,6% 42,9% 30,4% 36,4% 100,0% 100,0% 100,0% 0,027 Berdasarkan tabel diatas dengan nilai sig . <0,05, maka hasil uji chi square dapat disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan Ibu yang memiliki anak balita tentang imunisasi polio dengan waktu pemberian imunisasi polio. Pada tabel 1 dapat dijelaskan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan responden tentang imunisasi polio adalah kurang yaitu sebanyak 17 responden . ,6%). Dari 17 responden tersebut yang melakukan imunisasi tepat waktu sesuai jadual sebanyak 4 responden . ,0% dan yang tidak sesuai jadual atau tidak tepat waktu 13 responden . ,5%). Pengetahuan responden tentang imunisasi polio katagori sedang ada 16 responden . ,4%). Dari 16 responden tersebut yang melakukan imunisasi sesuai jadual atau tepat waktu sebanyak 9 responden . ,9%) dan yang tidak sesuai jadual atau tidak tepat waktu 7 responden . ,4%). Pengetahuan responden tentang ketepatan waktu imunisasi katagori baik ada 11 responden . ,0%). Dari 11 responden tersebut yang melakukan imunisasi sesuai jadual atau tepat waktu sebanyak 8 responden . ,1%) dan yang tidak sesuai jadual atau tidak tepat waktu sebanyak 3 responden . ,0%). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mempengaruhi perilaku seseorang, dimana tingkat pengetahuan yang baik, perilaku pemberian imunisasinya akan tepat waktu atau sesuai jadual jika ada dorongan dan penjelasan dari petugas kesehatan mengenai pentingnya imunisasi kepada balita, begitupun Hal ini sejalan dengan Hidayat . yang mengatakan bahwa pengetahuan dan pendidikan ibu akan berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam pemberian imunisasi pada bayi dan anak, sehingga dapat mempengaruhi status imunisasinya. Pengetahuan dan perilaku ibu dalam memberikan imunisasi kepada bayinya tidak akan menjadi halangan yang besar jika pendidikan dan pengetahuan yang memadai tentang imunisasi diberikan. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan terhadap responden yang memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang imunisasi dan tidak tepat waktu dalam pemberian imunisasi dengan cara memberikan pendidikan kesehatan terkait imunisasi (Ade Irmatiffani. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. No. Juli 2022, pp. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . sebagian besar tingkat pengetahuan responden tentang imunisasi polio adalah kurang yaitu sebanyak 17 responden . ,6%). Dari 17 responden tersebut yang melakukan imunisasi tepat waktu sesuai jadual sebanyak 4 responden . ,0% dan yang tidak sesuai jadual atau tidak tepat waktu 13 responden . ,5%). Tingkat pengetahuan responden tentang imunisasi polio katagori sedang ada 16 responden . ,4%). Dari 16 responden tersebut yang melakukan imunisasi sesuai jadual atau tepat waktu sebanyak 9 responden . ,9%) dan yang tidak sesuai jadual atau tidak tepat waktu 7 responden . ,4%). Pengetahuan responden tentang ketepatan waktu imunisasi katagori baik adalah 11 responden . ,0%). Dari 11 responden tersebut yang melakukan imunisasi sesuai jadual atau tepat waktu sebanyak 8 responden . ,1%) dan yang tidak sesuai jadual atau tidak tepat waktu sebanyak 3 responden . ,0%). Ada hubungan secara signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan waktu pemberian imunisasi polio di Puskesmas Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon dengan nilai p-value 0,027 . < 0,. Saran Hendaknya pihak Puskesmas lebih meningkatkan pemahaman masyarakat tentang imunisasi polio dengan cara memberikan edukasi berupa penyuluhan atau dengan media infomasi yang lainnya sehingga informasi tersebut dapat dijangkau dan di terima oleh masyarakat sehingga tidak ada lagi anak balita yang tidak diimunisasi polio. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI POLIO DENGAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI POLIO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON (Sofiyat. Sofiyati/ Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol 2. No. 2 JULI . DAFTAR PUSTAKA