JURNAL MASYARAKAT MANDIRI DAN BERDAYA Volume i. Nomor 6. Tahun 2024 Available Online at : https://e-journal. id/index. php/mbm EDUKASI CUCI TANGAN PADA MURID TK DI TK AL-BURHAN JOMBANG Inayatul Aini. Program Studi S1 Kebidanan. Institut Tekhnologi Sains dan Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang. Email : inayad4icme@gmail. Dhita Yuniar Kristianingrum. Program Studi D3 Kebidanan. Institut Tekhnologi Sains dan Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang. Email : criestd@gmail. Esti Pratiwi Yosin. Program Studi S1 Kebidanan. Institut Tekhnologi Sains dan Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang. Email : estipratiwi77@gmail. Imam Fatoni. Program Studi D3 Keperawatan. Institut Tekhnologi Sains dan Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang. Email : himamfatoni29@gmail. Korespondensi : anikfian85@gmail. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema AuPeningkatan Kewaspadaan dan Pencegahan Penularan Virus melalui Mencuci TanganAy telah dilaksanakan di TK AlBurhan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa dalam mencegah penularan virus. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas A dan B TK AlBurhan. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari dan terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa telah memahami dan menguasai teknik mencuci tangan yang baik dan benar, sehingga dapat mencegah perpindahan mikroorganisme patogen ke dalam tubuh manusia. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa dalam mencegah penularan virus. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkala untuk mempertahankan kesadaran dan kemampuan siswa dalam mencegah penularan virus. Kata Kunci : Cuci Tangan. Murid TK Hal | 100 PENDAHULUAN Mencuci tangan hendaknya menjadi kebiasaan rutin sedini mungkin. Saat usia masih terbilang dini, bermain dan mengeksplorasi segala hal yang ada disekitar merupakan hal yang akan dilakukan oleh anak-anak. Menyentuh bahkan memegang barang-barang kotor menjadi tindakan yang bisa dilakukan oleh anak-anak. Untuk itu, orangtua perlu menjaga kebersihan lingkungan dan juga tempat bermain anak. Memang tidak mudah mengajarkan anak untuk selalu mencuci tangan, tetapi kebiasaan ini perlu dibiasakan sejak dini. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan, cuci tangan pun dapat menjadi indikator tumbuh kembang anak berjalan dengan Selain itu, mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan juga hal yang perlu dilakukan oleh orang tua Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . , berikut adalah langkah-langkah mencuci tangan yang benar: membasahi tangan dengan air menggunakan sabun cair atau bubuk. menggosok kedua telapak tangan selama 20 detik. membersihkan area punggung tangan. membersihkan sela-sela jari menggerakkan tangan dengan gerakan mengunci. menggosok area ibu jari dengan gerakan memutar. menggosok memutar ujung-ujung jari tangan. tangan dengan air mengalir. dan mengeringkan tangan dengan handuk bersih atau pengering tangan. Mencuci tangan merupakan kebiasaan penting yang harus dibentuk sejak dini, terutama pada anak usia dini. Menurut Perhimpunan Dokter Anak Indonesia . , waktu ideal mencuci tangan adalah sebelum makan, setelah buang air besar (BAB), sebelum menjamah makanan dan sebelum beraktivitas. Mencuci tangan efektif mencegah penyebaran penyakit, mengurangi risiko infeksi dan meningkatkan kesehatan serta kesadaran hidup bersih. Oleh karena itu, penting untuk mengajarkan anak kebiasaan baik ini sejak usia dini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan anak usia dini dalam mencuci tangan secara baik dan benar. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat memahami pentingnya kesehatan dan kebersihan, serta mengembangkan kebiasaan baik dalam mencegah penyebaran METODE PELAKSANAAN Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui metode edukasi dan demonstrasi langsung tentang teknik cuci tangan yang benar. Kegiatan ini diikuti oleh 25 siswa TK Al-Burhan kelas A dan B berusia 4-5 tahun. Melalui pendekatan ini, diharapkan anak-anak dapat memahami dan mengaplikasikan praktik kebersihan yang baik untuk mencegah penyebaran penyakit. Tahapan pengabdian ini, antara lain : Tahap Persiapan Tahap persiapan . ra plannin. merupakan pembagian tugas, yaitu antara lain : Mempersiapkan tempat dan alat demo seoerti gentong air, sabun dan handuk tangan yang berkoordinasi dengan pihak sekolah Melakukan pendataan pendataan siswa yang akan mengikuti kegiatan. Melakukan Pengukuran Suhu tubuh. Tahapan Pelaksanaan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 6 April Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan dilaksanakan oleh tim pelaksana yang terdiri dari dosen dan guru TK Al-Burhan. Dosen bekerja sama Hal | 101 dengan guru untuk memberikan demonstrasi langsung tentang teknik cuci tangan yang benar dan baik kepada siswa. Tahap Evaluasi Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Demonstrasi cuci tangan disampaikan dengan metode komunikatif dan menyenangkan, seperti mempraktikkan sambil bernyanyi dan menggerakkan anggota tubuh. Setelah demonstrasi, peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan cuci tangan secara langsung dan individu, sehingga memperkuat pemahaman dan keterampilan mereka dalam melakukan cuci tangan yang baik dan benar. Pengabdian masyarakat dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 6 April 2024, pukul 09. 00 WIB, sesuai jadwal yang telah direncanakan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa seluruh siswa berhasil mempraktikkan cuci tangan dengan baik dan benar, meskipun memerlukan pendampingan dari tim Hal ini disebabkan oleh karakteristik peserta yang berusia dini . -5 tahu. , yang memerlukan bimbingan intensif dalam setiap tahapan kegiatan HASIL Berdasarkan yang telah dilaksanakan pada 3 tahapan pengabdian didapatkan Tahapan persiapan Pada tahapan persiapan, kegiatan dilakukan di TK Al-Burhan dengan menggunakan 1 ruangan kelas yang memiliki kapasitas yang cukup luas dengan fasilitas 1 monitor TV sebagai media music, 1 gentong air sebagai alat peraga, 1 ember sebagai penampung air, 1 sabun cair cuci tangan dan handuk cuci tangan masing-masing anak. Tahap pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dengan memperagakan cara mencuci tangan secara klasikal dengan diiringi music sebagai penarik perhatian peserta. Bersama-sama mempragakan secara klasikal sambil bernyanyi. Setelah dirasa cukup paham pada masing-masing peserta kemudian dilakukan demo secara satu persatu oleh peserta. Gambar 1. Demo secara Klasikal Hal | 102 c. Tahap Evaluasi Tahapan yang terakhir yaitu tahapan Praktik secara satu persatu peserta untuk memperagakan cara cuci tangan dengan baik dan benar PEMBAHASAN Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa siswa TK masih memerlukan bantuan orang dewasa untuk mencuci tangan secara baik dan benar. Hal ini dikarenakan karakteristik usia dini . -5 tahu. Peran orang tua dan guru sangat signifikan dalam membentuk kebiasaan baik ini. Menurut Panirman . , cuci tangan dengan sabun memiliki manfaat signifikan dalam mengurangi mikroorganisme patogen yang menempel di tangan. Hal ini secara efektif menurunkan risiko penyebaran penyakit kepada orang lain dan lingkungan sekitar, sehingga membantu mencegah penularan kuman penyakit. Menurut Panirman . , cuci tangan merupakan prosedur wajib bagi tenaga kesehatan dalam setiap kegiatan pelayanan kesehatan. Ada lima waktu kritis untuk melakukan cuci tangan dengan sabun, yaitu: Sebelum kontak dengan pasien. Sebelum tindakan aseptis. Setelah terpapar cairan tubuh pasien . rine, dara. Setelah kontak dengan pasien. Setelah terpapar lingkungan pasien . eja, pakaian, line. Cuci tangan harus dilakukan secara konsisten sebelum dan sesudah kegiatan, termasuk sebelum dan sesudah menggunakan sarung tangan KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa telah memahami dan menerapkan cara mencuci tangan yang baik dan benar. SARAN Agar kegiatan pengabdian masyarakat lebih efektif, perlu dilakukan perencanaan matang dan survei kebutuhan masyarakat. Kerja sama dengan pihak terkait seperti sekolah dan komunitas juga penting. Selama kegiatan, gunakan metode pembelajaran interaktif dan menyenangkan serta pastikan semua peserta aktif terlibat. Evaluasi pasca-kegiatan sangat penting untuk mengukur kesuksesan dan mengumpulkan umpan balik dari peserta. Buatlah laporan kegiatan dan hasilnya untuk memantau kemajuan. Pertimbangkan melibatkan mahasiswa atau relawan untuk memperkuat dampak kegiatan. DAFTAR PUSTAKA